Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

PRAKTIKUM II
PERTUMBUHAN

OLEH :
NAMA

: SULHADANA

STANBUK

: F1D1 14 025

KELOMPOK

: II (DUA)

ASISTEN

: WA ODE LENI MARLINA

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

I. PENDAHULUAN
A. latar Belakang
Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri mahluk hidup.
Pertumbuhan pada tanaman terjadi karena adanya pertambahan ukuran
(volume) yang irreversible (tidak dapat balik) yang disebabkan adanya
pertambahan jumlah sel melalui proses pembelahan sel secara mitosis pada titik
tumbuh

dan

pembesarandari

tiap-tiap

sel.

Sedangkan

perkembangan

merupakan spesialisasi sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu.


Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan
dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan
perkecambahan biji. Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan
kecil sempurna, yang kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa
tertentu

tumbuhan

akan

berbunga

dan

menghasilkan

biji

kembali.

Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal


dan internal, salah satu faktor eksternal adalah cahaya. Tumbuhan memerlukan
cahaya. Banyaknya cahaya yang diperlukan tidak selalu sama pada setiap
tumbuhan. Umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena
cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormone pertumbuhan). Pertumbuhan
yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi.
Cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Ada
tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran
matahari lebih pendek daripada waktu gelapnya). Ada pula tumbuhan yang
berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran lebih panjang daripada waktu
gelapnya). Hal tersebut berhubungan dengan aktifitas hormon fitokrom dalam

tumbuhan. Selain mempengaruhi pembungaan, fitokrom berpengaruh terhadap


etiolasi,

pemanjangan

batang,

pelebaran

daun,

dan

perkecambahan.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka dilakukan praktikum


pertumbuhan.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum pertumbuhan yaitu bagaimana
mengetahui waktu pertumbuhan tercepat pada suatu tanaman (panjang daun,
lebar daun, diameter daun dan internodus) ?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan pada praktikum pertumbuhan yaitu untuk mengetahui waktu
pertumbuhan tercepat pada suatu tanaman (panjang daun, lebar daun, diameter
daun dan internodus).
D. Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh pada praktikum pertumbuhan yaitu dapat
mengetahui waktu pertumbuhan tercepat pada suatu tanaman (panjang daun,
lebar daun, diameter daun dan internodus).

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Tanaman Jagung (Zea mays)
Tanaman jagung termasuk famili rumput-rumputan (graminae) dari
sub famili myadeae. Jagung termasuk tanaman C4 yang mampu beradaptasi
baik pada faktor-faktor pembatas pertumbuhan dan hasil. Salah satu sifat
tanaman jagung sebagai tanaman C4, antara lain daun mempunyai laju
fotosintesis lebih tinggi dibandingkan tanaman C3, fotorespirasi rendah,
efisiensi dalam penggunaan air. Intensitas cahaya merupakan faktor penting
dalam pertumbuhan tanaman jagung oleh sebab itu tanaman jagung harus
mendapatkan cahaya matahari langsung. Bila kekurangan cahaya batangnya
akan kurus, lemah, dan tongkol kecil serta hasil yang didapatkan rendah
(Marni, dkk., 2013).
B. Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays)
Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan yang bersifat irreversible.
Perubahan tesebut meliputi pertambahan volume dan jumlah, perubahan
struktur dan susunan kimia. Pertumbuhan pada tanaman umumnya terbagi
dalam beberapa fase, yaitu fase perkecambahan, pertumbuhan vegetatif dan
pertumbuhan generatif atau reproduktif. Perkecambahan adalah fase awal
pertumbuhan individu baru pada tanaman yang diawali dengan munculnya
radikel pada testa benih. Pertumbuhan vegetatif tanaman jagung adalah
pertumbuhan yang berhubungan dengan penambahan ukuran dan jumlah sel pada
suatu tanaman. Pertumbuhan tanaman jagung meliputi fase perkecambahan yang
dilanjutkan dengan fase pertumbuhan vegetatif yang mencakup perbesaran batang,

daun dan akar tanaman yang akhirnya melambat ketika dimulai fase generatif (Nasir,
2011).

C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan


Tanah merupakan media tumbuh bagi tanaman. Tanah memiliki banyak
unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Namun, tidak semua unsur hara
yang terdapat dalam tanah dapat diserap oleh tanaman. Hal ini disebabkan
karena unsur hara berada dalam kondisi tidak tersedia. Salah satu unsur hara
yang tidak selalu berada dalam kondisi tersedia adalah nitrogen (N). Salah satu
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan awal tanaman adalah kecukupan
unsur hara di dalam tanah. Selain itu di awal fase pertumbuhan dan
perkembangan tanaman, kebutuhan akan unsur hara masih sedikit sehingga
hara yang tersedia di dalam tanah masih mencukupi untuk mendukung
pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang optimal (Yulia, 2013).
Pertumbuhan tanaman yang optimal memerlukan kondisi lingkungan
yang sesuai karena suatu tanaman sangat peka terhadap perubahan kondisi
lingkungan khususnya faktor iklim, tanah dan biologi. Pertumbuhan dan
produksi tanaman dapat ditingkatkan dengan cara melakukan pemupukan.
Pemberian pupuk tidak hanya menambah unsur hara tanaman namun sedikit
banyak kondisi tanah mengalami perubahan. Salah satu contoh penambahan
pupuk anorganik yang dapat meningkat pertumbuhan pada tanaman yakni N
dan P terutama pada lahan tercemar hidrokarbon mampu meningkatkan
kecepatan bioremediasi secara signifikan. Selain itu diperlukan juga
penyiraman dengan tujuan untuk memperbaiki struktur tanah sehingga pori-

pori tanah dapat dilalui oleh air dan udara serta ginofornya dapat berkembang
baik dan mampu menembus tanah (Syafruddin, dkk, 2013).
Unsur hara lain yang dibutuhkan oleh tanaman khususnya pada
tanaman legume (kacang-kacangan) adalah fosfor. Dimana fosfor ini sangat
penting sebagai sumber energi dalam berbagai aktifitas metabolisme. Salah
satu aktifitas metabolime tersebut adalah fotosintetis. Tumbuhan membutuhkan
fosfor dengan jumlah yang cukup maka akan membantu dalam proses laju
fotosintetis. fotosintesis menjadi lebih optimal sehingga asimilat yang
dihasilkan sebagian dimanfatkan bagi pembentuk dan penyusun organ tanaman
seperti batang, sisanya disimpan dalam bentuk protein dan karbohidrat. Salah
satu peranan fosfor adalah mendorong pertumbuhan tunas, akar tanaman,
meningkatkan aktifitas unsur hara lain seperti nitrogen dan kalium yang
seimbang bagi kebutuhan tanaman (Siregar, dkk, 2014).
D. Reaksi Terang dan Reaksi Terang
Proses fotosintesis berlangsung dalam 2 proses. Proses pertama
merupakan proses yang tergantung pada cahaya matahari (Reaksi Terang),
yaitu reaksi yang membutuhkan energi cahaya matahari Iangsung dan
molekul-molekul energi cahaya tersebut belum dapat digunakan untuk
proses berikutnya. Oleh karena itu pada reaksi terang ini, energi cahaya
matahari yang belum dapat digunakan tersebut akan dikonversi menjadi
molekul-molekul energi yang dapat digunakan yaitu dalam bentuk energi
kimia. Dalam reaksi terang, cahaya matahri akan membentuk klorofil-a
sebagai suatu cara untuk membangkitkan elektron agar menjadi suatu energi
dengan tingkatan yang lebih tinggi. Proses kedua adalah proses yang tidak
membutuhkan cahaya (Reaksi Gelap) yang terjadi ketika produk dari reaksi
terang digunakan untuk membentuk ikatan kovalen C-C dari karbohidrat.
Pada proses ini, CO2 atmosfer ditangkap dan dimodifikasi oleh penambahan

hidrogen menjadi bentuk karbohidrat. Reaksi gelap biasanya dapat terjadi


dalam gelap apabila energi carrier dari proses terang tersedia. Reaksi gelap
ini berlangsung dalam stroma kloroplas (Utomo, 2007).
Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi
NADPH2. Reaksi ini memerlukan molekul air. Proses diawali dengan
penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Sedangkan ATP dan NADPH
yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia.
Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang
mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa. Reaksi ini disebut
reaksi gelap karena tidak tergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat
terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya). Beberapa faktor yang
menentukan laju fotosintesis ialah intensitas cahaya, konsentrasi karbon
dioksida, suhu, kadar aiar, kadar fotosintat (hasil foto sintesis), dan tahap
pertumbuhan tanaman (Pertamawati, 2010).

III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 07 Oktober 2016 pukul
02.00-selesai WITA, bertempat di Laboratorium Botani dan dilanjutkan di
Green House, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.
B. Alat Praktikum
Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat dan kegunaan pada praktikum Pertumbuhan
No.
Nama Alat
Kegunaan
1.
2.
3.
4.

Polybag
Alat tulis
Kamera
Mistar

Untuk wadah penyimpanan tanah


Untuk menulis hasil pengamatan
Untuk mendokumentasikan hasil pengamatan
Untuk mengukur panjang daun, lebar daun,
diameter daun, dan internodusnya.

C. Bahan Praktikum
Bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan dan kegunaan pada praktikum Perkecambahan
No.
Nama Bahan
Kegunaan
1.
2.

Jagung (Zea mays)


Tanah

3.

Air

Sebagai bahan pengamatan


Sebagai media perkecambahan Jagung (Zea
mays)
Sebagai bahan untuk menyiram tanaman

D. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Menentukan tanaman Jagung (Zea mays) yang akan diamati
2. Mengamati dan mengukur panjang daun, lebar daun, diameter daun, dan
internodusnya (tempat daun muda)
3. Mengukur setiap hari selama dua minggu

4. Membuat kurva kecepatan pertumbuhan hari (t) dan tinggi (h)

DAFTAR PUSTAKA
Marni, S,M., Rinaldi, Milda, E., 2013, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung
(Zea mays L.) yang Ditumpangsarikan dengan Kedelai (Glycine max
L.), Universitas Tamansiswa Padang, Padang.
Nasir, M., dan Diah, E., 2011, Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.)
Varietas BISI-2 pada Pasir Reject dan Pasir Asli di Pantai Trisik
Kulonprogo (The Growth of Maize Crop (Zea mays L.) BISI-2 Variety
on Rejected and non Rejected Sand at Pantai Trisik Kulon Progo), J.
Manusia dan Lingkungan, Vol. 18, No. 3 : 220-231
Pertamawati, 2010, Pengaruh Fotosintesis Terhadap Pertumbuhan Tanaman
Kentang (Solanum Tuberosum L.) dalam Lingkungan Fotoautotrof
Secara Invintro, J. Sains dan Teknologi Indonesia, Vol. 12, No. 1 : 3137
Siregar, M,A., Wan, A.B., dan Hadriman, K., 2014, Respon Pertumbuhan dan
ProduksiKacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) Akibat Penggunaan
Pupuk Organik Cair dan Pupuk TSP, J. Agrium, Vol. 19, No.1
Syafruddin, Andi, I., dan Jumini, 2013, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang
Tanah (Arachis hypogeal L.) Akibat Pengaruh Dosis Pupuk N dan P
pada Kondisi Media Tanam Tercemar Hidrokarbon, J. Agrista, Vol.
17, No. 3 : 119-120

Utomo, B., 2007, Fotosintesis Pada Tumbuhan, Universitas Sumatera Utara,


Medan.
Yulia, E., 2013, Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Pada
Beberapa Konsentrasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit, Universitas
Tamansiswa Padang, Padang.