Anda di halaman 1dari 7

RPL

BIMBINGAN KONSELING
I. IDENTITAS
A. Satuan Pendidikan
B. Tahun Ajaran
C. Sasaran Ajaran
D. Pelaksana
E. Pihak Terkait
II. WAKTU DAN TEMPAT
A. Tanggal
B. Jam Pembelajaran / Pelayanan
C. Volume Waktu (JP)
D. Spesifikasi Tempat Belajar
III. MATERI PEMBELAJARAN
A. Tema / Subtema
B. Sumber Materi

: SMP Negeri 21 Surabaya


: 2014-2015, Semester I
: 1. Rizky Darmawan/7G
2. Ridha Panata Sukma/7G
: Inur Mutamimmatul Fahmi
: Siswa
: 01-03 Desember 2014
: Sesuai Jadwal
: 1 (satu) JP @ 40 menit
: Di beranda masjid
: 1. Tema
: Kondisi Dinamis Sekolah
2. Subtema : Kelasku yang nyaman
: Pengalaman Pribadi Siswa

IV. TUJUAN /ARAH PENGEMBANGAN


A. Pengembangan KES
: Agar siswa memahami bagaimana agar
mampu beradaptasi dengan kondisi kelas
serta termotivasi untuk menerapkannya
B. Penanganan KES-T

dalam kehidupan sehari-hari.


: Untuk menghilangkan dan mencegah siswa
terhadap perasaan tidak nyaman dengan
kondisi kelas.

V. METODE DAN TEKNIK


A. Jenis Layanan
B. Kegiatan Pendukung
VI. SARANA
A. Media
B. Perlengkapan

: Layanan Penempatan dan Penyaluran


: Aplikasi Instrumentasi
: Pengalaman Pribadi siswa
:

VII. SASARAN PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

Diperolehnya hal-hal baru siswa terkait KES (Kehidupan Efektif Seharihari) dengan unsur-unsur AKURS ( Acuan, Kompetensi, Usaha, Rasa,
Sungguh-sungguh).
A. KES
1. Acuan (A)
2. Kompetensi (K)

: Hal-hal yang perlu diketahui siswa tentang


kelas yang nyaman.
: Kemampuan yang perlu dikuasai siswa untuk
menerapkan kebiasaan agar nyaman di kelas

3. Usaha (U)

sebagai tuntutan dari kehidupan sehari-hari.


: Bagaimana kegiatan siswa untuk dapat merasa

4. Rasa (R)

nyaman di kelas.
: Rasa senang dan nyaman dalam kondisi kelas

yang kondusif.
5. Sungguh-sungguh (S) : Kesungguhan siswa untuk beradaptasi dalam
kelas dan membuat suasana yang nyaman
dalam kehidupan sehari-hari.
B. KES-T, yaitu terhindarkannya kehidupan efektif sehari-hari yang
terganggu, dalam hal:
1. Tidak senang dengan suasana kelas.
2. Merasa tidak nyaman dengan kondisi kelas.
3. Merasa kurang cocok dengan teman-teman di kelas.
C. Ridho Tuhan, Bersyukur, Ikhlas dan Tabah :
Memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa untuk suksesnya siswa dalam
beradaptasi dengan kondisi kelas.
VIII. LANGKAH KEGIATAN
A. LANGKAH PENGANTARAN
1. Mengucapkan salam dan mengajak siswa berdoa
2. Mengucapkan terima kasih pada siswa karena berkenan hadir.
3. Menyampaikan arah materi pokok pembelajaran yaitu dengan judul
Kelasku yang nyaman.
4. Menyampaikan tujuan pembahasan yaitu:
a. Mengenalkan siswa pada apa itu kelas yang nyaman.
b. Melatih siswa untuk beradaptasi dengan baik di kelas.
B. LANGKAH PENJAJAKAN

1. Menanyakan kepada siswa persepsi awal tentang definisi kelas yang


nyaman.
2. Meminta respon siswa tentang kondisi kelas yang nyaman.
3. Meminta siswa mengemukakan pengalaman tentang kondisi kelas
yang nyaman.
4. Memberikan ulasan umum dan penegasan-penegasan berkenaan
dengan respon dan pengalaman siswa untuk nomor 1, 2, dan 3 di
atas.
C. LANGKAH PENAFSIRAN
1. Membahas kondisi/materi yang dikemukakan siswa pada langkah
penjajakan dengan penekanan-penekanan tertentu mengarah pada
materi pokok.
2. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan atau merespon materi
kondisi kelas yang nyaman yang telah dijelaskan; pertanyaan dan
respon siswa tersebut dijawab dan berikan ulasan serta penegasanpenegasan yang diperlukan.
D. LANGKAH PEMBINAAN
Berisi kegiatan penguraian, diskusi, pelatihan pengembangan sikap,
pengetahuan dan keterampilan melalui strategi transformatif dengan
dinamika BMB3:
1. Apa arti dan bagaimana membuat diri kita merasa nyaman di kelas.
2. Siswa diminta untuk melihat diri sendiri, apa selama ini sudah
mencoba untuk membuat suasana kelas menjadi nyaman.
3. Siapa yang tertarik untuk menerapkan suasana kelas yang nyaman.
E. LANGKAH PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT
1. Penilaian Hasil
Di akhir proses pembelajaran/pelayanan

siswa

diminta

merefleksikan (secara lisan dan atau tertulis) apa yang mereka


peroleh dengan pola BMB3 dalam unsur-unsur AKURS:
a. Berfikir
: Apa yang mereka pikirkan tentang kondisi
b. Merasa

kelas yang nyaman ( unsur A).


: Apa yang mereka rasakan dengan adanya
kenyamanan di kelas (unsur R).

c. Bersikap

: Bagaimana mereka bersikap dan akan


melakukan apa untuk menerapkan kondisi

d. Bertindak

kelas yang nyaman (unsur K dan U).


: Bagaimana menyampaikan kepada teman
tentang kondisi kelas yang nyaman; kapan

dan bagaimana caranya (unsur K dan U).


e. Bertanggung Jawab : Bagaimana mereka bersungguh-sungguh
dalam

menerapkan

kebiasaan

untuk

menjadikan kelas lebih nyaman.


2. Penilaian Proses
Melalui
pengamatan

dilakukan

penilaian

proses

pembelajaran/pelayanan untuk memperoleh gambaran tentang


aktivitas siswa dan efektivitas pembelajaran/pelayanan yang telah
diselenggarakan.
3. LAPELPROG dan Tindak Lanjut
Setelah kegiatan pembelajaran atau pelayanan selesai, disusunlah
Laporan Pelaksanaan Program Layanan (LAPELPROG) yang
memuat data penilaian hasil dan proses, dengan disertai arah tindak
lanjutnya.
Surabaya, 01 Desember 2014
Mengetahui,
Guru Pamong

Dra. Hj. Purwati


NIP. 19620810 198603 2 015

Guru Pemula

Inur Mutamimmatul Fahmi

KELASKU YANG NYAMAN


Pembelajaran yang efektif dapat bermula dari kondisi kelas yang dapat
mendukung, menciptakan suasana belajar yang menggairahkan, untuk itu perlu
diperhatikan pengaturan atau penataan ruang kelas dan isinya, selama proses
pembelajaran.

Dalam

menata

lingkungan

fisik

kelas,

guru

harus

mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:


1. Visibility ( Keleluasaan Pandangan)
Visibility artinya penempatan dan penataan barang-barang di dalam kelas tidak
mengganggu pandangan siswa, sehingga siswa secara leluasa dapat
memandang guru, benda atau kegiatan yang sedang berlangsung. Begitu pula
guru harus dapat memandang semua siswa kegiatan pembelajaran.
2. Accesibility (mudah dicapai)
Penataan ruang harus dapat memudahkan siswa untuk meraih atau mengambil
barang-barang yang dibutuhkan selama proses pembelajaran. Selain itu jarak
antar tempat duduk harus cukup untuk dilalui oleh siswa sehingga siswa dapat
bergerak dengan mudah dan tidak mengganggu siswa lain yang sedang bekerja
3. Fleksibilitas (Keluwesan)
Barang-barang di dalam kelas hendaknya mudah ditata dan dipindahkan yang
disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. Seperti penataan tempat duduk
yang perlu dirubah jika proses pembelajaran menggunakan metode diskusi, dan
kerja kelompok.
4. Kenyamanan

Kenyamanan disini berkenaan dengan temperatur ruangan, cahaya, suara, dan


kepadatan kelas.
5. Keindahan
Prinsip keindahan ini berkenaan dengan usaha guru menata ruang kelas yang
menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan belajar. Ruangan kelas yang indah
dan menyenangkan dapat berpengaruh positif pada sikap dan tingkah laku
siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Lingkungan belajar yang baik jelas memiliki peranan penting dalam
menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Lalu
bagaimanakah caranya menciptakan ruangan kelas yang menyenangkan itu?
Perhatikan kombinasi dan pemilihan warna. Untuk sekolah dasar yang
semua siswanya adalah anak-anak yang masih gemar bermain, maka pilihlah
warna-warna cerah yang bisa membuat mereka senang.
Perhatikan afirmasi di kelas. Rajin Pangkal Pandai mungkin adalah salah
satu contoh afirmasi yang sering ada di kelas kita dulu. Dalam penulisan afirmasi
ini, diusahakan menggunakan subjek saya atau aku sehingga lebih mengena ke
siswa, misal Jika ingin pandai, maka saya harus rajin belajar. Selain
pemilihan subjek yang tepat, meletakkan afirmasi juga harus tepat, setinggi mata
siswa. Jangan terlalu tinggi dan terlalu rendah.
Aroma kelas. Pernah mengajar di kelas yang siswanya baru selesai olah raga
dan berkeringat? Bagaimana aroma kelas? Tidak mengasikkan, bukan? Begitu
juga yang siswa rasakan, jika ada aroma tak sedap maka mereka tidak akan bisa
belajar dengan baik. Dianjurkan diberi pengharum ruangan, lebih baik lagi ada
aroma terapi.
Sediakan tumbuhan di dalam ruangan. Masih ingat pelajaran IPA, respirasi
tumbuhan? Jika di siang hari, tumbuhan akan menghirup karbon dioksida dan
mengeluarkan oksigen. Itulah sebabnya jika anda sedang lelah, berteduhlah di

bawah pohon, nikmat sekali bukan? Adanya tumbuhan di dalam kelas, diharapkan
bisa membantu sirkulasi udara dan menjadi sejuk.
Ciptakan suhu yang kondisif. Jangan terlalu gerah. Di Indonesia yang
beriklim tropis, pengaturan ventilasi udara serta adanya kipas angin di dalam kelas
mungkin akan sangat membantu menciptakan suhu yang nyaman untuk belajar.
Batasi jumlah siswa dalam kelas. Idealnya, jumlah siswa dalam sebuah kelas
maksimal 40. Jika terlalu banyak dikhawatirkan siswa dalam kelas tidak bisa
mengikuti pelajaran dengan baik.
Pengaturan tempat duduk. Kelas di sekolah negeri ini sebagian besar
bernuansa teater, tempat duduk siswa di atur sedemikian rupa seperti kursi
penonton bioskop. Pengaturan seperti ini menyebabkan siswa yang berada di
belakang akan susah mengikuti pelajaran. Apalagi jika suara guru nya pelan dan
jumlah siswanya banyak. Banyak alternatif lain yang bisa digunakan, misal
bentuk U, V, O, dan lain sebagainya.
Display. Keberadaan display dalam kelas akan memotivasi dan menstimulasi
siswa dalam pembelajaran. Display adalah wadah atau tempat untuk memberikan
informasi penting yang bisa mendukung pembelajaran.
Jika semua komponen di atas di atur sedemikian rupa, maka kondisi kelas yang
menyenangkan akan bisa terwujud dengan sangat baik. Semoga saja Sekolahku,
Syurgaku bisa dirasakan oleh anak-anak negeri ini.