Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH ALAT INDUSTRI KIMIA

ALAT-ALAT SEPARASI LIQUID - LIQUID

Disusun Oleh:
AHMAD BUSTOMI

(3335130395)

ARIEF YUSUF EFFENDI

(3335130619)

CHOMSYATUN AISAH NOFITASARI

(3335132229)

DIMAS ROMANZA

(3335132151)

MUHAMMAD RIDHO KHOIRUL MAJID

(3335131935)

MANNUELA ANUGRAHING MARWINDI

(3335130699)

SITI SUSI SULASTRI

(3335130999)

SUHIRMAN

(3335130933)

SITI ALIYASIH

(3335132629)

YOPI RIZKI ARIZTIAN

(3335132429)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2014

ABSTRAK

Separasi adalah pemisahan komponen-komponen dari suatu campuran


sehingga menjadi fraksi-fraksi individual. Fraksi-fraksi itu mungkin berbeda satu
sama lain dalam ukuran partikel, fase, atau komposisi kimianya. Prinsip pada
proses separasi ini adalah berdasarkan perbedaan densitas ataupun adanya gaya
gravitasi. Separasi atau pemisahan dapat dibagi menjadi dua yaitu separasi
mekanis dan separasi kimia. Separasi mekanis meliputi ukuran, bentuk, berat
jenis, sifat listrik, sifat magnet. Contoh metode dari separasi mekanis ini adalah
Sedimentasi,

sentrifugasi,

filtrasi.

Sedangkan

untuk

separasi

kimia

meliputi kelarutan dan lainnya. Contoh metode untuk separasi kimia ini adalah
ekstraksi kimia, destilasi, kristalisasi, ekstraksi gas atau desorpsi. Tujuan dari
penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui alat-alat yang digunakan pada
proses separasi liquid-liquid.

Kata kunci: separasi, alat, liquid, ekstraksi.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur selalu tercurahkan kepada pemilik kehidupan dunia dan
akhirat yang dengan kekuasaanya memberikan kecerdasan dan ilmu yaitu Allah
Subhana Wataala. Solawat dan salam semoga selalu tersampaikan kepada Nabi
Muhammad Solullah Alaihi Wassalam, kepada keluarganya, sahabatnya dan kita
selaku umatnya hingga akhir jaman.
Dengan segala keterbatasan penulis akhirnya mampu menyelesaikan
makalah Alat Industri Kimia mengenai Alat-Alat Separasi Liquid-Liquid yang
di dalamnya membahas mengenai jenis-jenis alat yang digunakan dalam proses
pemisahan liquid dan liquid. Dalam kesempatan ini penulis berterima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu.
Makalah ini masih jauh dari kata sempurna baik isi maupun tulisan
sehingga memohon kritik dan saran kepada semua pihak yang membaca agar
lebih baik. Serta semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk penulis dan
pembaca.

Cilegon, Oktober 2014

Penulis

DAFTAR ISI

Hala
man
HALAMAN JUDUL.................i
ABSTRAK...................ii
KATA PENGANTAR.......................iii
DAFTAR ISI...............................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
1

Latar Belakang......... ......1

Tujuan Makalah......................1

Rumusan Masalah...............1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan tentu terdapat larutan yang bercampur dalam suatu
keadaan, dimana campuran tersebut terdiri atas dua atau lebih larutan yang
berbeda, contoh ketika tidak sengaja mencampurkan air dan alkohol kemudian
ingin memisahkan lagi, maka dengan menggunakan alat pemisah liquid-liquid
dapat dipisahkan dengan mudah.alat-alat ini dapat digunakan oleh semua pihak
baik industri besar maupun industri keci seperti laboratorium.
Dengan mempelajari alatalat separasi untuk campuran larutan tentu akan
mempermudah dalam proses pemisahan tersebut, karena setiap metode yang
digunakan meiliki alat yang berbeda. Adapun contoh proses sparasi yaitu contoh
metode dari separasi mekanis ini adalah Sedimentasi, sentrifugasi, filtrasi.
Sedangkan untuk separasi kimia meliputi kelarutan dan lainnya. Contoh metode
untuk separasi kimia ini adalah ekstraksi kimia, destilasi, kristalisasi, ekstraksi gas
atau desorp.
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui alat-alat
separasi pada liquid-liquid.
1.3 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah alat apa saja yang
digunakan dalam separasi liquid-liquid.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1

Definisi Separator
Separator adalah tabung bertekanan yang digunakan untuk memisahkan

fluida sumur menjadi air dan gas (tiga fasa) atau cairan dan gas (dua fasa), dimana
pemisahannya dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
a. Prinsip penurunan tekanan.
b.

Gravity setlink.

c. Turbulensi aliran atau perubahan arah aliran.


d.

Pemecahan atau tumbukan fluida.

Untuk mendapaktkan effisiensi kerja yang stabil dengan kondisi yang


bervariasi, gas liquid separator harus mempunyai komponen pemisah sebagai
berikut :
1. Bagian pemisah pertama, berfungsi untuk memisahkan cairan dari aliran
fluida yang masuk dengan cepat berupa tetes minyak dengan ukuran
besar.
2. Bagian pengumpul cairan, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan
kecil dengan prinsip gravity setlink.
3. Bagian pemisah kedua, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan kecil
dengan prinsip gravity settlink.
4. Mist extraktor, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan berukuran
sangat kecil (kabut).
5. Peralatan kontrol, berfungsi untuk mengontrol kerja separator terutama
pada kondisi over pressure.
Didalam block station, disamping terdapat separator pemisah gabungan
terdapat juga separator uji yang berfungsi untuk melakukan pengujian (test)
produksi suatu sumur dan dari separator uji ini laju produksi sumur (Qo, Qw, dan
Qg) bisa didapat dimana Qo dan Qw diperoleh dari barel meter sedangkan Qg

diperoleh dari pencatatan orifice flow meter (orifice plate ) atau dari alat pencatat
aliran gas lainnya.
Disamping itu ditinjau dari tekanan kerjanyapun separator dapat dibagi tiga,
yaitu separator tekanan tinggi (7501500 psi), tekanan sedang (230700 psi), dan
tekanan rendah (10225).
2.2

Jenis Separator
Dalam industri perminyakan dikenal beberapa jenis separator berdasarkan

bentuk, posisinya dan fungsinya.


2.2.1

Jenis separator berdasarkan bentuk dan posisinya.


a. Separator tegak/vertikal.
Biasanya digunakan untuk memisahkan fluida produksi
yang mempunyai GLR rendah dan/atau kadar padatan tinggi,
separator ini sudah dibersihkan serta mempunyal kapasitas
cairan dan gas yang besar.
b. Separator datar atau horisontal
Sangat baik untuk memisahkan fluida produksi yang mempunyai
GLR tinggi dan cairan berbusa. Separator ini dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu single tube horizontal seprator dan double tube
horizontal separator. Karena bentuknya yang panjang, separator
ini banyak memakan tempat dan sulit dibersihkan, namun
demikian kebanyakan fasilitas pemisahan dilepas pantai
menggunakan separator ini dan untuk fluida produksi yang
banyak mengandung pasir, separator ini tidak menguntungkan.
c. Separator bulat atau spherical.
Separator jenis ini mempunyai kapasitas gas dan surge
terbatas sehingga umumnya digunakan untuk memisahkan
fluida produksi dengan GLR kecil sampai sedang namun
separator ini dapat bekerja pada tekanan tinggi. Terdapat dua

tipe separator bulat yaitu tipe untuk pemisahan dua fasa dan tipe
untuk pemisahan tiga fasa.
2.2.2

Berdasarkan fasa hasil pemisahanya jenis separator dibagi


dua, yaitu:
a. Separator dua fasa, memisahkan fluida dormasi menjadi cairan
dan gas, gas keluar dari atas sedangkan cairan keluar dari
bawah.
b. Separator tiga fasa, memisahkan fluida formasi menjadi minyak,
air dan gas. Gas keluar dari bagian atas, minyak dari tengah dan
air dari bawah.

2.2.3

Kelebihan dan kekurangan dari masing-masing separator :


a. Separator Vertikal
Kelebihannya:

Pengontrolan level cairan tidak terlalu rumit


Dapat menanggung pasir dalam jumlah yang besar
Mudah dibersihkan
Sedikit sekali kecenderungan akan penguapan kembali dari

cairan
Mempunyai surge cairan yang besar

Kekurangannya:

Lebih mahal
Bagian-bagiannya lebih sukar dikapalkan (pengiriman)
Membutuhkan diameter yang lebih besar untuk kapasitas gas
tertentu

b. Separator Horizontal
Kelebihannya:

Lebih murah dari separator vertical


Lebih mudah pengiriman bagian-bagiannya
Baik untuk minyak berbuih (foaming)
Lebih ekonomis dan efisien untuk mengolah volume gas
yang lebih besar

Lebih luas untuk setting bila terdapat dua fasa cair

Kekurangannya:

Pengontrolan level cairan lebih rumit daripada separator

vertical
Sukar dalam membersihkan Lumpur, pasir, paraffin
Diameter lebih kecil untuk kapasitas gas tertentu

c. Separator Bulat
Kelebihannya:

Termurah dari kedua tipe diatas


Lebih mudah mengeringkan dan membersihkannya dari pada
separator vertical, lebih kompak dari yang lain

Kekurangannya:

Pengontrolan cairan rumit


Mempunyai ruang pemisah dan kapasitas surge yang lebihk
kecil

2.2.4

Jenis separator berdasarkan fungsinya.


Berdasarkan fungsinya atau jenis penggunaannya, separator dapat

dibedakan atas: gas scrubber, knock-out flash-chamber, expansion vessal,


chemical electric dan filter.
a. Gas scrubber
Jenis ini dirancang untuk memisahkan butir cairan yang
masih terikut gas hasil pemisahan tingkat pertama, karenanya alat ini
ditempatkan setelah separator, atau sebelum dehydrator, extraction
plant atau kompresor untuk mencegah masuknya cairan kedalam alat
tersebut.
b. Knock-out
Jenis ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu free water
knock-out (FWKO) yang digunakan untuk memisahkan air bebas

dari hidrokarbon cair dan total liquid knock-out (TLKO) yang


digunakan untuk memisahkan cairan dari aliran gas bertekanan
tinggi (> 125 psi)
c. Flash Chamber
Alat ini digunakan pada tahap ianjut dari proses pemisahan
secara kilat (flash) dari separator. Flash chamber ini digunakan
sebagai separator, tingkat kedua dan dirancang untuk bekerja pada
tekanan rendah (> 125 psi)
d. Expansion Vessel.
Alat ini digunakan untuk proses pengembangan pada
pemisahan bertemperatur rendah yang dirancang untuk menampung
gas hidrat yang terbentuk pada proses pendinginan dan mempunyai
tekanan kerja antara 100 -1300 psi.
e. Chemical electric
Merupakan jenis separator tingkat lanjut untuk memisahkan
air dari cairan hasil separasi tingkat sebelumnya yang dilakukan
secara electris (menggunakan prisip anoda katoda) dan umumnya
untuk memudahkan pemisahan.
2.2.5

Oil Skimmer
Merupakan peralatan pemisah yang direncanakan untuk menyaring

tetes-tetes minyak dalam air yang akan dibuang sebagai hasil proses
pemisahan sebelumnya untuk mencegah turbulensi aliran, air yang
mengandung tetes minyak dimasukkan melalui pembagi aliran yang berisi
batu bara atau batu arang tipis-tipis, sedangkan proses pemisahan
berdasarkan sistem gravity setling.
Kapasitas oil skimmer tergantung pada beberapa faktor terutama
pada densitas minyak air yang dapat ditentukan berdasarkan hukum
intermediate yang berhubungan dengan kecepatan setling dari partikel.
2.2.6

Gas Dehydrator

Gas dehydrator adalah alat yang digunakan untuk memisahkan


partikel air yang terkandung didalam gas. Peralatan ini merupakan bagian
akhir dari pemisahan gas hidrokarbon terutama pada lapangan gas alam.
Ada dua cara pemisahan air dari gas, yaitu dengan
a. Solid desiccant, misalnya calsium chlorid.
b. Liquid desiccant, misainya glycol.
2.2.6.1 Calsium chloride gas dehydrator.
Komponen peralatan ini merupakan kombinasi dari
separator tiga tingkat, yaitu gas- liquid absorbtion tower dan solid
bad desiccant unit. Pemisahan partikei air dari gas dilakukan
dengan cara mengkontakkan aliran gas dengan calsium chloride
didalam chemical bad section.
2.2.6.2 Glycol dehydrator.
Liquid

desiccant

yang

sering

digunakan

adalah

trienthylene glycol. Peneyerapan partikel air terjadi karena adanya


kontak antara glycol dengan gas yang mengandung air pada tray
didalam absorber (kontaktor) proses regenerasi glycol yang
mengandung air dilakukan dengan cara pemanasan sehingga air
terbebaskan dari glycol.
2.3

Flash Separator
Flash Separator test adalah separator kecil dilaboratorium yang fungsinya

sama dengan separator yang ada dilapangan. Disini akan terjadi pemisahan antara
gas, minyak, dan air. Pemisahan ini penting agar secara baik dapat diketahui
jumlah serta sifatsifat gas maupun minyak pada periode tertentu.
2.4

Alat Untuk Ekstraksi


2.4.1

Oil Clarifier

Gambar 1 Oil Clarifier


Minyak sawit yang didapatkan dari expeller masih berupa minyak
kental karena mengandung partikel padat yang berwujud seperti lumpur dan
susah dipisahkan dari minyak. Berbagai metoda telah digunakan oleh
banyak ilmuwan untuk memisahkan padatan dari minyak, tetapi cara yang
paling efektif adalah menambahkan banyak air pada minyak. Penambahan
ini akan memisahkan minyak bening ke atas dan air

bersama kotoran

kebawah.
Alat berupa dua silinder, dengan satu silinder lebih kecil berada di
dalam silinder yang lebih besar. Minyak dimasukkan kedalam silinder yang
besar melalui bagian bawahnya. Minyak beningan akan naik ketas, seiring
penambahan minyak ke dalam silinder besar. Minyak bening dari silinder
besar selanjutnya mengisi silinder kecil dan dikeluarkan melaui bagian
bawah silinder kecil. Minyak ini kemudian dipanaskan untuk mengurangi
kadar air dan didapatkan CPO.

2.1.2

Single Or Double Srew

Gambar 2 Single Or

Double Srew

Proses Ekstraksi Minyak dengan cara pengempaan menggunakan


single or double Screw pada tekanan 40-50 Bar. Fungsi dari alat ini adalah
untuk proses pengepresan buah sawit yang telah dilumatkan menjadi
minyak sawit kasar (minyak yang belum di murnikan).
2.1.3

Vacum Drayer

Gambar 3 Vakum Drayer


Vacum dryer adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan air dari
minyak dengan cara penguapan dalam kondisi hampa udara. Hasil yang

diharapkan dari proses ini adalah minyak dengan kadar air 0,1 ,15% dan
kadar kotoran 0,0130,015%.
Melalui tangki apung (float tank) inilah yang mengatur jumlah
minyak, pertama minyak dialirkan ke vacum drayer.Minyak terhisap
kedalam tabung melalui pemercikan (nozzle) karena adanya hampa udara
dan minyak terpencar kedalam tabung hampa.

2.5

Alat Destilasi
Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan

perbedaan titik didik atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari
campuran homogen. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap
penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembunan kembali uap menjadi cair.
Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan
alat pendingin.
Proses destilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang memiliki titik
didih lebih rendah akan menguap. Uap tersebut bergerak menuju kondenser yaitu
pendingin, proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam
dinding (bagian luar kondensor), sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair.
Proses ini berjalan terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh
senyawa-senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut

Gambar 4 Alat Destilasi


Keterangan:
a. Wadah air berfungsi untuk memanaskan zat yang akan di kondensasi.
b. Labu destilasi berfungsi sebagai tempat untuk zat yang akan di
kondensasi.
c. Sambungan

berfungsi

untuk

menghubungkan

antara

kondensor,

thermometer dan labu destilasi.


d. Termometer digunakan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi
selama proses destilasi berlangsung. Seringnya thermometer yang
digunakan harus memenuhi syarat:
Berskala suhu tinggi yang diatas titik didih zat cair yang akan

didestilasi.
Ditempatkan pada labu destilasi atau steel head dengan ujung atas
reservoir HE sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor. Labu
didih berfungsi sebagai tempat suatu campuran zat cair yang akan

didestilasi.
e. Kondensor berfungsi untuk mengembunkan atau mendinginkan zat yang
menguap dari labu destilasi.
f. Aliran masuk air dingin berfungsi untuk mengaliri air dingin ke dalam
kondensor melalui pompa.
g. Aliran keluar air dingin berfungsi sebagai tempat keluarnya air dingin dari
kondensor.
h. Labu destilat berfungsi untuk menampung destilat.
i. Lubang udara berfungsi untuk memberikan sirkulasi udara ke dalam
sistem.
j. Tempat keluarnya destilat berfungsi sebagai tempat keluarnya destilat.
k. Penangas berfungsi untuk memanaskan air.
l. Pompa air berfungsi untuk mengalirkan air dingin ke dalam kondensor.

2.6

Perbandingan Separasi

Tipe Separasi

Kelebihan

Gas stripping

Kekurangan

Harus dikontrol agar


Dapat digunakan secara in- terjadi gas flash back
situ.

tidak

Satu-satunya yang paling


sederhana untuk
mengeluarkan produk
samping gas.

Harus dikontrol agar tidak


terjadi gas flash back

Adsorpsi

Terdapat berbagai jenis

Proses unsteady.

Suatu saat akan terjadi

adsorben yang dapat


dimodifikasi.

kejenuhan adsorben

Butanol memiliki polaritas

sehingga adsorben harus

yang jauh lebih rendah

diganti.

dibanding produk samping


dan air.

Hanya sesuai untuk


mengadsorp komponen yang

Butanol memiliki ukuran

konsentrasinya kecil.

molekul paling besar


dibanding produk samping.

Butuh waktu dan energi


untuk regenerasi.

Proses unsteady.

Suatu saat akan terjadi


kejenuhan adsorben
sehingga adsorben harus

Banyak alat pendukung yang


dibutuhkan.

diganti.

Hanya sesuai untuk


mengadsorp komponen
yang konsentrasinya kecil.

Butuh waktu dan energi


untuk regenerasi.

Banyak alat pendukung


yang dibutuhkan.
Butuh unit dan energi untuk

Ekstraksi

liquid-liquid

Dapat diintegrasi dengan

memisahkan

proses fermentasi.

ekstraktan.

produk

dari

sangat

besar

Butanol memiliki polaritas


yang jauh lebih rendah
dibanding produk samping
dan air.

Efisiensi tinggi.

Butuh unit dan energi


untuk memisahkan produk
dari ekstraktan.
Butuh

Reverse
osmosis

Dapat memisahkan ~100%


produk dengan kemurnian
~100%.

energi

sehingga tidak ekonomis

Butuh energi sangat besar


sehingga tidak ekonomis.

Distilasi

bertahap atau

Lebih mudah didesain

Konstruksi relatif rumit.

Banyak alat pendukung dan

untuk berbagai kebutuhan

fraksional

kualitas (konsentrasi
produk) yang dibutuhkan.

Konstruksi relatif rumit.

Banyak alat pendukung dan

energi yang dibutuhkan.

energi yang dibutuhkan.


Hanya

Dekantasi

Dapat digunakan untuk

campuran

membantu pemisahan

yang kecil

azeotrop

Tidak membutuhkan desain


alat yang rumit

Tidak membutuhkan energi


ataupun bahan tambahan
sama sekali

sesuai

Hanya sesuai untuk sistem


campuran dengan kelarutan
yang kecil

untuk

dengan

sistem

kelarutan

DAFTAR PUSTAKA
Sunardi.2004. Diktat Kuliah cara cara pemisahan. Depok: Dept Kimia FMIPA UI
http://www.chem-is-try.org/