Anda di halaman 1dari 1

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Energi panas bumi, adalah energi panas yang tersimpan dalam batuan di
bawah permukaan bumi dan fluida yang terkandung didalamnya. Secara
sederhana, energi panasbumi adalah energi panas yang dipindahkan dari
bagian dalam bumi. Energi tersebut dapat diambil dalam bentuk uap atau air
panas, sumber panasbumi didefinisrkan sebagai suatu reservoar di mana
energi panasbumi dapat diekstraksi secara ekonomis dan dimanfaatkan untuk
pembangkit tenaga listrik atau untuk keperluan.
Sumberdaya panasbumi pada umumnya berkaitan dengan mekanisme
pembentukan magma dan kegiatan vulkanisme. Sistem panas bumi dengan
suhu yang tinggi, umumnya terletak di sepanjang zona vulkanik punggungan
pemekaran benua, di atas zona subduksi seperti di Indonesia, dan anomali
pelelehan di dalam lempeng. Batas-batas pertemuan lempeng yang bergerak
merupakan pusat lokasi untuk munculnya sistem hidrotermal magma. Transfer
energi panas secara konduktif pada lingkungan tektonik lempeng diperbesar
oleh gerakan magma dan sirkulasi hidrotermal.
Ada beberapa sumber daya energi kategori panasbumi yaitu Hydrothermal
Reservoir, Geopressured Reservoir, Hot Dry Rock Reservoir dan Magma
Reservoir. Namun jenis panas bumi yang paling berkembang dan banyak
dimanfaatkan adalah sistem Panas bumi hydrothermal (Suharno, 2010) Dari
keempat reservoir tersebut, reservoir panas bumi yang paling banyak
dimanfaatkan hingga saat ini adalah reservoir dari sistim hidrothermal, yaitu
sistim panas bumi dimana reservoirnya mengandung uap, air atau campuran
keduanya, tergantung tekanan dan temperatur reservoirnya
Dari keempat jenis sumberdaya energi Panas bumi tersebut masing-masing
memiliki model sistem dan komponen penyusun sistem Panas bumi yang
berbeda.
Berdasarkan uraian diatas, kita mengetahui betapa pentingnya untuk
mengetahui sistem panasbumi dan komponen penyusun sistem panasbumi,
maka dari itu dilakukanlah praktikum ini yang berjudul sistem panas bumi.
1.2 Tujuan Percobaan
Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa mengetahui sistem Panas bumi
2. Mahasiswa mampu membedakan dan mengidentifikasi jenis sistem panas
bumi
3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi komponen sistem Panas bumi