Anda di halaman 1dari 4

Ammar Mubarak (1404108010029)

A. Pengertian Alat Muat


Alat muat adalah alat yang digunakan untuk memuat / memindahkan material kedalam
alat angkut. Hal ini bertujuan untuk memudahkan serta mempercepat pekerjaan manusia
dalam memasukkan bahan galian kedalam alat angkut untuk selanjutnya dipindhakan atau
dimobilisasi ke area tujuan.
B. Jenis Jenis Alat Muat
Dikarenakan beragamnya kondisi lingkungan kerja yang nantinya akan mempengaruhi
ataupun menghambat efisiensi alat dalam pengerjaan suatu proyek, maka didesainlah
beragam alat sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada. Adapun bebrapa jenis alat muat
yang digunakan dalam dunia industri pertambangan, yaitu :
1. Power Shovel
2. Dragline
3. Excavator
4. Track Loader / Wheel Loader
5. Hydraul Shovel
6. Bucket Wheel Excavator (BWE)
7. Clamshell / Grab Bucket
8. bce
9. Continuous Loader
10. Load-Haul-Dump (LHD)
1. Power Shovel
Power Shovel merupakan alat berat gali dan muat tambang yang sering digunakana
berupa skop mekanasi yang amat besar. Alat ini digerakkan oleh mesin uap, mesin bensin,
mesin diesel,atau dapat juga motor listrik. Ukuran alat ini ditentukan oleh besarnya sekop
yang dapat digerakkan, baik dalam arah horizontal maupun vertikal. Ukuran skop Power
Shovel kecil berkisar sampai 2 yard3 (1 yard = 3 ft = 90 cm) atau sekitar 0,36 m3 sampai
1,56 m3; ukuran sedang berkisar 2 sampai 8 yard3 ( 1,56-18,2 m3), dan ukuran besar 8 35
yard3 (18,2 25,5 m3).
Dengan memberikan shovel attachment pada excavator, maka didapatkan alat yang
disebut dengan power shovel. Alat ini baik untuk pekerjaan menggali tanah tanpa bantuan
alat lain, dan sekaligus memuatkan ke dalam truk atau alat angkut lainnya. Alat ini juga dapat
untuk membuat timbunan bahan persediaan (stock pilling).
Pada umumnya power shovel ini dipasang di atas crawler mounted, karena diperoleh
keuntungan yang besar antara lain stabilitas dan kemampuan floatingnya. Power shovel di

lapangan digunakan terutama untuk menggali tebing yang letaknya lebih tinggi dari tempat
kedudukan alat. Macam shovel dibedakan dalam dua hal, ialah shovel dengan kendali kabel
(cable controlled), dan shovel dengan kendali hidrolis (hydraulic controlled).
Cara Kerja Power Shovel
Pada dasarnya gerakan-gerakan selama bekerja dengan shovel ialah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Maju untuk menggerakkan dipper menusuk tebing.


Mengangkat dipper/bucket untuk mengisi.
Mundur untuk melepaskan dari tanah/tebing.
Swing (memutar) untuk membuang (dump).
Berpindah jika sudah jauh dan tebing galian, dan
Menaikkan/menurunkan sudut boom jika diperlukan

Sudut yang dibuat antara boom dengan bidang datar menyudut sebesar 45 o, pekerjaan
yang dilakukan dapat sebagai alat gali (utamanya) maupun utamanya alat muat. Yaitu dengan
cara dipper (mangkuk) dikerukkan dari bawah menengadah keatas pada kaki jenjang
(power shovelnya sebagai alat gali -- excavator); atau pada kaki timbunan hasil bongkaran
(hasil peledakan) utamanya sebagai alat muat.
Setelah dipper (mangkuk) penuh; kemudian superstructure (kabin beserta boom)
berputar menghadap posisi truck untuk menumpahkan isi dipper keatas/kedalam bak truck,
dengan membuka dasar dipper dengan cara menarik latch (grendel) sehingga isi dipper
tertumpah.
Bila power shovel sebagai alat gali maka berat counter weightnya lebih besar
dibanding, apabila power shovel sebagai alat muat, pada ukuran dipper yang sama.
Cara penempatan Power Shovel di tempat kerja ada bermacam-macam, tergantung dari
kondisi topografi lapangan dan tujuan pekerjaan tersebut, antara lain :
Jika tempat kerja telah tersedia, misalnya pada daerah kerja yang sudah merupakan lereng
bukit, maka tidak perlu lagi dibuatkan jalan masuk dan tempat kerja awal.
Bila tempat yang akan digali masih merupakan daerah yang datar, maka perlu dibuat dulu
sebuah jalan masuk dan tempat kerja awal yang berbentuk lereng landai. Pembuatan
tersebut dapat dilakukan menggunakan alat itu sendiri, atau menggunakan Buldoser,
kemudian kalau udah di tempat kerjanya, harus diletakkan sedemikian rupa sehingga
gerakannya efisien dan cukup tempat untuk alat-alat angkut yang mendekat ke situ.
Pada umumnya semakin keras jenis material yang digali semakin kecil ukuran skop yang
harud dipakai, tetapi gigi-gigi pada skop tersebut harus terbuat dari baja mangan (manganese
steel) Fe2MgO3, cara penggaliannya tergantung pada cara menggerakkan lengan sekop
tersebut. Produktivitas Power Shovel tergantung dari
a. Keadaan material (keras, lunak)
b. Kondisi lapangan, misalnya tinggi lereng yang digali.

c. Efisiensi alat muat dan alat angkut, serta keserasian ukuran ke dua alat tersebut.
d. Pengalaman operator yang menanganinya.
Penggunaan Power Shovel
1. Sebagai Alat Gali
Penggunaan Power Shovel sebagai alat gali adalah :

Membuat tanggul (embankment digging)


Menggali secara datar (digging on horizontal plane)
Membuat lereng (dressing slopes)
Menggali ke arah daerah yang lebih rendah (digging below grade)
Membuat parit (digging shallow trench)

2. Sebagai Alat Muat


Penggunaan Power Shovel sebagai alat muat adalah :

Memuat ke alat angkut (loading haul units)


Membuang material ke samping (side casting)
Menimbun ke atas tumpukan material (dumping onto spoil banks)
Menimbun ke dalam hopper (dumping into hoppers)

Sumber
:
shovel.html

http://ide-rumah-minimalis.blogspot.co.id/2012/10/fungsi-dan-cara-kerja-power-

ClamShell

Clamshell adalah alat gali yang mirip dengan dragline yang hanya tinggal mengganti
bucketnya saja. Clamshell umumnya digunakan untuk mengerjakan bahan-bahan lepas, seperti

pasir, kerikil, lumpur dan lain-lainnya. Batu pecah dan batubara dapat juga diangkut secara
massa oleh clamshell. Clamshell bekerja dengan mengisi bucket, mengangkat secara vertikal ke
atas, kemudian gerakan swing dan mengangkutnya ke tempat yang dikehendaki di sekelilingnya
untuk kemudian ditumpahkan ke dalam truk, atau alat-alat angkut lain, atau hanya menimbun
saja. Karena cara mengangkat dan membuang muatan vertikal, maka clamshell cocok untuk
pekerjaan pengisian pada hopper yang lebih tinggi letaknya.
Pada umumnya waktu siklus clamshell didapat dari hasil perkiraan berdasarkan
pengalaman. Siklus kerja clamshell meliputi kegiatan-kegiatan pengisian (filling) bucket,
pengangkatan bucket penuh, berputar, dan pembongkaran (dumping). Secara lebih detail, cara
kerja clamshell pada saat pengisian bucket adalah sebagai berikut :
1. Bucket digantungkan pada kepala crane melalui hoist cable .
2. Kemudian tag cable dilepas.
3. Bucket turun karena beratnya sendiri dan rahangnya membuka.
4. Untuk mengisi bucket, rahang ditutup dengan menarik tag cable.

Sumber : https://jhem90.wordpress.com/tag/clamshell/
http://fungsialat.blogspot.co.id/2015/04/fungsi-clamshell-sebagai-alat-penggali.html