Anda di halaman 1dari 3

EFEKTIFITAS PENERAPAN GOOD GOVERNANCE : KEPUASAN MASYARAKAT

DESA CITAYAM KEC. TAJURHALANG KAB. BOGOR TERHADAP


PENYELENGGARAAN PELAYANAAN PUBLIK DI PEMERNTAHAN KAB. BOGOR

Latar Belakang
Pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintahan yang efektif dapat memperkuat
demokrasi dan hak asasi manusia, mempromosikan kemakmuran ekonomi, mengurangi
kemiskinan, lingkungan, bahkan dalam kebijakan pemanfaatan sumber daya alam. Dengan
dilakukannya pelayanan publik yang prima dari pemerintah dapat meningkatkan kepercayaan
pada pemerintahan dan administrasi publik. Oleh karena itu pemerintah dituntut untuk dapat
melaksanakan pembangunan dengan dukungan organisasi/kelembagaan yang handal dan
dapat meningkatkan tuntutan masyarakat tersebut. UU No. 25 Tahun 2009 mengenai
pelayanan public, yang mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik dan
merupakan efektifitas fungsi-fungsi pemerintahan itu sendiri. Sebagai abdi masyarakat, sudah
jelas bahwa tugas utama dari aparatur pemerintah yaitu memberikan kualitas pelayanan yang
terbaik kepada masyarakat. Dalam rangka untuk memberikan kualitas pelayanan yang terbaik
dari para aparatur pemerintah, supaya terwujudnya pelayanan publik yang baik (Good
Governance) sebagai tujuan dari pendayagunaan aparatur negara.
Ditinjau dari kebutuhan masyarakat, pelayanan publik sangatlah penting, baik dalam
bentuk barang publik maupun jasa publik. Pelayanan dalam bentuk barang publik dapat
berupa fasilitas-fasilitas yang menunjang kehidupan masyarakat seperti jalan raya, air bersih,
telepon umum dan lain sebagainya. Semakin tinggi kualitas pelayanan dalam bentuk barang
publik, maka kehidupan masyarakat akan baik artinya tidak ada masalah yang menghambat
dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Sementara pelayanan dalam bentuk jasa sangat
dibutuhkan masyarakat seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan serta penyelenggaraan
transportasi. Selain itu juga terdapat komponen pelayanan yang menghasilkan berbagai

bentuk dokumen resmi yang dibutuhkan oleh publik, misalnya status kewarganegaraan,
sertifikat kompetensi, kepemilikan atau penguasaan terhadap suatu barang dan sebagainya.
Dokumen-dokumen ini antara lain Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran,
Akte Kematian, Akte Pemikahan, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, Surat Izin Mengemudi,
Izin Mendirikan Bangunan, Paspor, Akte Tanah, dan sebagainya.
Namun demikian berbagai permasalahan pelayanan publik seringkali dirasakan oleh
masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. Seperti yang dialami oleh masyarakat Desa
Citayam Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor yang tinggal di wilayah perbatasan antara
Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Masyarakat Kabupaten Bogor seingkali harus melakukan
pengurusan administrasi ke dalam wilayah Kota Depok dengan alasan bahwa pengurusan
administrasi di Kota Depok lebih mudah dan cepat. Salah satu contohnya warga Kabupaten
Bogor lebih memilih untuk nomer polisi kendaraan mereka masuk ke wilyah Kota Depok
dengan alasan pembuatan dan pengurusannya lebih cepat dan mudah. Selain itu agar
mendapatkan nomor polisi B bukan F yang menjadi nomer polisi daerah Kabupaten Bogor
dan sekitarnya.
Ha
Yang menjadi titik tekan disini, sempat ada perdebatan bahwa pemerintah kabupaten
bogor merasa keberatan jika harus memperbaiki infrastruktur di wilayah perbatasan tersebut
karena mayoritas warga yang ada di satu kelurahan tersebut membayar pajak kendaraan ke
wilayah depok. Begitu banyak kritik dan komentar atas pelayanan publik di wilayah
kabupaten bogor yang menurut warga perbatasan terkesan sulit dan lama menjadi alasan
mereka untuk melakukan administrasi ke wilayah depok tersebut. Tidak dapat dipungkiri jika
pelayanaan dikabupaten bogor terkesan sulit dan lambat seolah tidak sigap dalam pelayan
publik, dikarenakan kabupaten bogor sendiri memiliki luas wilayah yang cukup besar, tidak
seperti depok yang memang daerah pemekaran dari kabupaten bogor sendiri yang tentunya

lebih kecil dari kabupaten bogor, hal ini yang sepertinya membuat kabupaten bogor
kewalahan dalam memfasilitasi pelayang publik dengan baik.