Anda di halaman 1dari 14

Terdapat beberapa tanaman yang dikenal sebagai gulma pada perkebunan, antara lain :

1. Alang-alang
Alang-alang (Imperata cylindrica) adalah rumput yang memiliki daun yang cukup tajam.
Perkembangbiakan alang-alang berlangsung sangat cepat, baik melalui benih yang terbawa
angin maupun rimpang yang menembus tanah. Tanaman ini senang hidup di tanah yang
subur, gembur, dan lembab. Alang-alang dapat mudah dijumpai di tanah kosong, ladang,
sawah, lapangan, dan jalan.
2. Putri Malu
Putri malu (Mimosa pudica) adalah perdu yang memiliki postur tubuh pendek. Putri malu
termasuk keluarga polong-polongan. Kekhasan yang dimiliki oleh tanaman ini yaitu daunnya
akan menutup cepat bila terkena sentuhan. Namun beberapa menit kemudian daun tersebut
bakal membuka kembali seperti semula.
3. Teki Ladang
Teki ladang (Cyperus rotundus) adalah tanaman gulma yang tergolong famili Cyperaceae.
Teki merupakan gulma yang paling sulit dikendalikan. Hal ini karena tumbuhan ini mampu
membentuk umbi dan geragih yang disimpan di kedalaman satu meter. Bahkan teki dapat
hidup dengan baik di lingkungan yang tandus sampai basah.
4. Bandotan
Bandotan/wedusan (Ageratum conyzoides) ialah tanaman gulma yang termasuk anggota dari
keluarga Asteraceae. Disebut bandotan/wedusan karena tanaman ini mampu mengeluarkan
bau yang apek menyerupai kambing. Bandotan merupakan tanaman yang berasal dari
Amerika Tengah, tetapi sudah cukup lama menyebar ke seluruh penjuru dunia termasuk
Indonesia.
5. Tembelekan

Tembelekan (Lantana camara) adalah tanaman berbunga yang berasal dari Benua Amerika
khususnya daerah tropis. Tembelekan tergolong famili Verbenaceae. Tinggi pohonnya
berkisar antara 0,5-4 meter. Tembelekan dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki
ketinggian 1.700 mdpl.
Gulma Berdaun Lebar (broad leaves)
Borreria latifolia (kentangan)

Asystasia intrusa

Chromolaena odorata (krinyuh)

Clidemia hirta (harendong)

Colocasia sp. (keladi)

Mikania sp.

Mimosa pudica (putri malu)

Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polongpolongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat
menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota
polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih
cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah
beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula
Momordica charantia (pare hutan)
Stachytarpeta indica (ekor tikus)
Eupatorium Odoratum (Putihan)
Ageratum conyzoides (Babadotan, Wedusan)

Bandotan (Ageratum conyzoides) adalah sejenis gulma pertanian anggota suku


Asteraceae. Terna semusim ini berasal dari Amerika tropis, khususnya Brazil,
akan tetapi telah lama masuk dan meliar di wilayah Nusantara. Disebut juga
sebagai babandotan atau babadotan (Sd.); wedusan (Jw.); dus-bedusan (Md.);
serta Billygoat-weed, Goatweed, Chick weed, atau Whiteweed dalam bahasa
Inggris, tumbuhan ini mendapatkan namanya karena bau yang dikeluarkannya
menyerupai bau kambing.
Borreria alata (goletrak)

Borreira laevicaulis (rumput kancing ungu)


Phyllanthus niruri (meniran)
Gulma berdaun sempit (grasses):
Axonopus compressus (paitan)
Brachiaria mutica (sukat kelanjang)
Digitaria sp. (genjoran)
Echinochloa colona
Eleusine indica (jejagoan)
Imperata cylindrica (alang-alang)

Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi
gulma di lahan pertanian. Rumput ini juga dikenal dengan nama-nama daerah
seperti alalang, halalang.
Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar
cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah
yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka
tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang
dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak
teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau
terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh.
Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka,
bekas ladang, sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain.

Ottochloa nodosa (bambonan)


Panicum trigonium (parit-paritan)
Paspalum conjugatum (Rumput pahit)
Teki (sedges):
Cyperus rotundus

Teki ladang atau Cyperus rotundus adalah gulma pertanian yang biasa dijumpai
di lahan terbuka. Apabila orang menyebut "teki", biasanya yang dimaksud
adalah jenis ini, walaupun ada banyak jenis Cyperus lainnya yang berpenampilan
mirip.

Kerugiankerugian yang timbulkan oleh gulma:

Pengaruh persaingan dalam perebutan unsur hara, sehingga mengurangi kandungan


unsur hara

Persaingan dalam pengambilan air/ mengganggu tata drainase

Menyulitkan pengawasan di lapangan

Membelit tanaman sehingga menurunkan estetika kebun

Berdasarkan kerugian tersebut, maka pengelola perkebunan kelapa sawit mengharapkan


adanya metode pengendalian yang efektif dan efisien. Pemikiran tersebut akan membawa
para pengelola perkebunan untuk menggunakan pestisida kimia sintetik secara berlebihan,
karena pestisida tersebut dianggap merupakan pengendalian OPT di perkebunan kelapa sawit
yang efektif dan efisien. Terkait dengan pengendalian OPT, termasuk gulma, harus mengacu
pada peraturan perundangan yang berlaku yaitu Undang-Undang No. 12 Tahun 1992 tentang
Budidaya Tanaman, menyebutkan bahwa perlindungan tanaman harus dilakukan dengan
sistem pengendalian hama terpadu (PHT).
Pengendalian gulma merupakan subjek yang sangat dinamis dan perlu strategi yang khas
untuk setiap kasus. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum pengendalian gulma
dilakukan yaitu:

jenis gulma dominan

tumbuhan budidaya utama

alternatif pengendalian yang tersedia

dampak ekonomi dan ekologi bagi inang predator dan parasitoid

Pengendalian gulma terpadu dapat dilakukan dengan cara:

pelestarian tumbuhan liar berguna


o eksplorasi musuh alami
o aplikasi herbisida secara spesifik dan selektif

Menurut Rambe, dkk ada beberapa konsep pengendalian gulma pada perkebunan kelapa
sawit yang telah dilaksanakan yaitu:
1.

melestarikan tumbuhan liar yang berguna sebagai inang predator atau parasitoid

2.

memusnahkan gulma berbahaya

3.

membatasi pertumbuhan gulma lunak

4.
menerapkan komponen pengendalian gulma terpadu dengan memberdayakan seluruh
komponen pengendalian, meliputi cara kultur teknis, biologi, preventif dan pengendalian
kimiawi secara selektif dan spesifik dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Kultur Teknis

Implementasi kultur teknis dilakukan dengan penanganan kacangan untuk menyaingi


pertumbuhan gulma pada tanaman kelapa sawit fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).

Biologis

Pengendalian secara biologi dilakukan dengan mengembangkantumbuhan liar berguna serta


introduksi dan eksplorasi musuh alami gulma. Tumbuhan liar berperan sebagai inang dari
predator/parasitoid terhadap ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS). Pengendalian gulma
terpadu dilakukan untuk menghindari ketergantungan dari bahan kimia yaitu melalui
eksplorasi musuh alami gulma.

Pengendalian kimiawi secara selektif dan spesifik

Aplikasi herbisida yang umum, khususnya area piringan, dilakukan secara rutin tanpa melihat
penutupan gulma. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan herbisida dari waktu ke waktu relatif
konstan dan pada kondisi tertentu akan terjadi pemakaian herbisida yang berlebihan.
Beberapa kebijakan yang saat ini diterapkan adalah dengan melalukan penyemprotan
herbisida secara selektif yakni pada area piringan, jalan pikul, dan tempat pemungutan hasil
(TPH) berdasarkan kriteria penutupan gulma.

Eksplorasi herbisida pengganti senyawa toksik dan alternasi herbisida

Jenis herbisida yang sangat toksik yaitu paraquat, yang merupakan bagian dari kelompok
senyawa biosisten yang lebih sulit terdegradasi secara biologi karena paraquat relatif stabil
pada suhu, tekanan dan pH normal.

BEBERAPA GULMA PENTING PADA PERKEBUNAN


Axonopus compressus (Swartz) Beauv.
Rumput pahit, Papaitan

Rumput tumbuh menjalar dan menanjak, hingga 50cm.


Gulma ini merupakan gulma tahunan, jarang sekali
semusim. Daun berbentuk garis atau lanset, tepi daun
berbulu halus, permukaan atas berbulu jarang, permukaan
bawah gundul, lidah daun pendek, berbulu pendek.
Perbungaan malai, mirip bulir, bercabang dua hingga
banyak, anak bulir jorong. Berkembang biak dengan biji
dan stek batang.

Cyrtococcum patens (L.) A. Camus


Telur-ikan

Imperata cylindrica (L.) Beauv.


Alang-alang, Lalang

Mikania micrantha (HBK) R.M. King


Sembung rambat, Mikania

Rumput menjalar, buluh bagian bawah berakar, bagian atas


tegak atau merambat, tinggi mencapai 1,65 cm. Gulma ini
merupakan gulma tahunan. Buluh berongga, licin. Daun
lanset, pangkal membulat, bentuk jantung, ujung runcing,
permukaan gundul atau berbulu panjang dan jarang pada
pangkalnya. Perbungaan malai, anak bulir hijau atau
keunguan. Berkembang biak dengan biji.
Rumput tumbuh tegak, hingga 200 cm, dengan rimpang
beruas-ruas dan bermata tunas pada bukunya. Gulma ini
merupakan gulma tahunan. Daun berbentuk pita,
permukaannya berbulu, tepian daun bergerigi tajam dan
pelepah berbulu. Perbungaan malai, benang sari dua.
Berkembang biak dengan biji dan potongan rimpang.
Batang tumbuh menjalar dan memanjat mencapai
ketinggian 3-6 m, berusuk. Gulma ini merupakan gulma
tahunan. Daun berhadapan, bertangkai panjang, berbentuk
jantung, tepian daun bergerigi, bergelombang, berbulu
jarang. Perbungaan mengelompok, putih. Buah berusuk dan
berbulu. Berkembang biak dengan biji dan potongan
batang.

Ottochloa arnottiana (Nees)


Dandy

Rumput tumbuh menjalar pada pangkal, bagian atasnya


tegak, hingga 250 cm, buluh bulat,licin, bagian bawah
berongga. Gulma ini merupakan gulma tahunan. Daun
bundar telur hingga lanset atau bentuk garis hingga lanset,
licin atau, kedua sisinya berbulu, daun teratas pada buluh
yang berbunga panjang, tetapi lebih sempit dibanding daundaun di bawahnya. Perbungaan malai, anak bulir atau
keunguan. Berkembang biak dengan biji dan stek batang.

Paspalum conjugatum Berg.

Rumput tumbuh berumpun, buluh menjalar, rimpang


tunggal atau bercabang, hingga 75 cm. Gulma ini
merupakan gulma tahunan. Buku, pangkal daun dan
pelepah daun berwarna lembayung. Buku berbulu tegal.
Daun berbentuk garis atau lanset, permukaan dan tepian
daun berbulu, lidah daun pendek. Perbungaan bulir,
umumnya bercabang dua. Berkembang biak dengan biji dan
stek batang.

Genjoran, Telur sentadu

Cyclosorus aridus (Don.) Ching


Pakis kadal

Batang tumbuh menjalar dalam bentuk akar rimpang.


Gulma ini merupakan gulma tahunan. Ujung rimpang
pucat, tertutup oleh sisik berwarna coklat muda.

Berkembang biak terutama dengan rimpang dan spora


Panicum repens L.
Balungan, Lampuyangan

Rumput tumbuh menjalar atau tegak, hingga 80 cm,


berimpang. Gulma ini merupakan gulma tahunan. Daun
berbentuk garis, licin atau agak kasar, berlilin, sedikit halus.
Perbungaan malai, tegak. Berkembang biak dengan biji dan
rimpang.

Penyakit Tanaman Perkebunan


Penyakit yang mengganggu tanaman perkebunan dapat dikelompokkan berdasarkan
faktor penyebab penyakit tersebut seperti; faktor fisiologis dan faktor patologis
Faktor fisiologis dapat berupa; iklim, lingkungan, unsur hara dll
Faktor patologis, atau patogen dapat berupa; cendawan, bakteri, mikoplasma, dan virus,
Contoh beberapa penyakit oleh sebab pathogen:
1.

Cacar daun cengkeh, disebabkan oleh Phyllosticta sp.


Menyerang seluruh fase pertumbuhan tanaman cengkeh, umumnya terjadi pada daundaun muda yang masih berwarna merah. Gejala serangan, mula-mula terlihat timbulnya
bercak-bercak
pada daun muda yang rupanya menyerupai tetesan minyak tembus cahaya, lebih lanjut bercak
akan membesar, cembung pada permukaan atas dan cekung pada permukaan bawahnya.
Daun tersebut menjadi lebih merah dari pada biasanya.

2.

Penyakit Akar Putih pada tanaman karet


Penyebabnya cendawan Rigidoporus lignosus, daun-daun tanaman mmenjadi pucat
kuning dengan tepii dan ujungnya menggulung kedalam, akhirnya gugur dan ujung
rantingnya mati, bila tanaman sakit dibongkar pada bagian akarnya akan terlihat benangbenang cendawan berwarna putih atau kekunning-kuningan yang membalut dan menempel
akar sangat erat, akar yang sakit akhirnya membusuk dan berwarna coklat.

3.

Penyakit Mouldy Rot,


penyebab cendawan Ceratocystis fimbriata, pada bidang sadap tanaman karet dekat alur
sadap mula-mula terlihat selaput tipis berwarna putih, kemudian berkembang membentuk
lapisan seperti beledru berwarna kelabu sejajar alur sadap. Bila lapisan kelabu ini dikerok
akan nampak bintik-bintk berwarna coklat atau hitam.ada serangan yang parah, bagian yang
sakit membusuk dan berwaarna hitam kecoklatan. Penyebaran dapattterjadi melalui

4.

penyebaran spora yang diterbangkan oleh angina


Penyakit Embun Tepung/ penyakit daun Oidium,
penyebabnya Oidium heveae, menyerang daun-daun muda tanaman karet baik di
pembibbitan maupun di pertanaman. Pada daun terdapat bercak-bercak bundar berwarna
putih
seperti tepung halus, bila serangan hebat seluruh permukaan daun terttutup oleh lapisan putih
yang merupakan benang-benang cendawan beserta sporanya.

5.

Penyakit Daun Helminthoporium,

Penyebab Helminthosporium heveae, daun karet yang terserang menjadi hitam dan
menggulung kemudian gugur. Pada daun tua terdapat bintik-bintik coklat, biiintik-bintik ini
membesar bundar dan bagian pusatnya tipis berwarna kelabu tembus cahaya, bagian ujung
daun menggulung, serangan biasanya terjadi pada musim kemarau. Serangan penyakit akan
meningkat bila tanamann dipupuk N dalam dosis tinggi dan bila tanamann kerungan air.
6.

7.

Busuk buah coklat


Disebabkan oleh Phytophthora sp, Bercak hitam yang mengandung air pada ujung buah
coklat.
Vascular Streak Dieback (VSD)
disebabkan oleh Oncobasidium theobromae, klorosis pada daun coklat, daun menguning
dengan bercak-bercak hijau kemudian rontok dan kulit cabang disekitar bekas kedudukan
daun membengkak dan kasar, pucuk menjadi mati

8.
9.

Cacar daun kopi


Disebabkan oleh Hemelia vastatrix, menyerang kopi arabika
Cendawan akar merah
Disebabkan oleh Ganoderma pseudoferrum), pada tanaman teh, adanya miselium
cendawan pada permukaan kulit akar berwarna putih sampai hitam akan tetapi bila kena air
miselium itu akan berubah berwarna merah darah.

10. Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit


(Ganoderma sp) membuat tanaman layu/pucat, daun muda tidak membuka lebih dari
3.produksi menurun drastis karena akar tanaman sudah kurang berfungsi.
11. Penyakit busuk tandan (Marasmius palmivorus) menyerang tanaman kelapa sawit umur 3-6
tahun. Awal inpeksi ditandai dengan adanya benang-benang jamur berwarna putih mengkilap
dipermukaan tandan buah. Selanjutnya jamur dapat masuk kedaging buah, buah membusuk
dan berwarna cokklat muda.
12. Penyakit hitam oleh Fusarium sp, tanaman seperti panili menguning lalu mengering dan
berwarna hitam. Terjadi pembusukan akar lalu tanaman mati mendadak. Ruas-ruas tanaman
Panili memperlihatkan perubahan dari hijau menjadi coklat lalu cabang ranting mati.
13. Jamur Gloesporium vaniliae,
membuat noda-nodan kuning kecoklatan yang licin permukaannya pada daun, batang dan
buah Panili, noda-noda tersebut kemudian pecah dan keluarlah spora dari dalamnya diikuti
oleh mengairnya lendir abu-abu hingga merah muda.
14. Cendawan akar hitam
Disebabkan oleh Rosellinia arcuata; kulit bagian luar dari akar disebelah ujungnya
nampak benang-benang cendawan yang berwarna putih sampai kelabu yang berubah menjadi
hitam bila terkena air dan cendawan leher akar oleh Ustulina maxima pada tanaman teh