Anda di halaman 1dari 11

1. Lensa okuler adalah lensa yang letaknya dekat dengan mata observer.

Lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, diperbesar dari
lensa objektif.
2. Lensa objektif adalah lensa yang berada dekat dengan objek yang diamati.
Lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan nyata, terbalik, diperbesar.
Pembesaran dari lensa objektif dapat diatur oleh bagian revolver yang ada
pada mikroskop.
3. Tabung mikroskop atau tubus adalah bagian mikroskop berbentuk tabung
yang berfungsi mengatur fokus serta menghubungkan lensa okuler dengan
lensa objektif.
4. Makrometer atau pemutar kasaradalah bagian mikroskop yang berfungsi
menaik-turunkan tabung mikroskop dengan cepat.
5. Mikrometer atau pemutar halus adalah bagian mikroskop yang berfungsi
menaik-turunkan tabung mikroskop dengan lambat. Ukurannya umumnya
lebih kecil dibanding makrometer.
6. Revolver adalah bagian mikroskop yang berfungsi mengatur perbesaran
lensa objektif.
7. Reflektor adalah bagian mikroskop yang berfungsi memantulkan cahaya dari
cermin ke objek yang diamati melewati lubang yang ada di meja objek.
Reflektor terdiri dari dua jenis cermin, yaitu cermin datar dan cermin cekung.
Cermin datar digunakan saat cahaya yang dibutuhkan terpenuhi, sedangkan
cermin cekung digunakan saat kondisi kurang cahaya. Cermin cekung
berfungsi mengumpulkan cahaya.
8. Diafragma adalah bagian mikroskop yang berfungsi mengatur sedikit
banyaknya cahaya yang masuk.
9. Kondensor adalah bagian mikroskop yang berfungsi mengumpulkan cahaya.
Alat ini bisa putar dan dinaik-turunkan.
10. Meja kerja atau meja mikroskop adalah bagian mikroskop yang berfungsi
untuk meletakkan objek yang diamati.
11. Penjepit kaca berfungsi sebagai pelapis objek agar tidak bergeser-geser
ketika diamati.

12. Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan pada mikroskop.


13. Kaki mikroskop berfungsi penyangga atau penopang mikroskop.
14. Sendi inklinasi atau pengatur sudut adalah alat atau bagian dari mikroskop
yang berfungsi untuk mengatur sudut tegaknya mikroskop.
Sistem pernapasan adalah sistem tubuh manusia yang menghasilkan energi yang
diperlukan untuk proses kehidupan.
1. Energi ini dihasilkan oleh dipatahkannya molekul glukosa dalam semua sel hidup
tubuh manusia.
2. Dalam istilah sederhana, Oksigen dibawa ke tubuh melalui udara yang dihirup ke
dalam diangkut ke seluruh bagian tubuh, dan digunakan dalam proses pembakaran
molekul makanan (yaitu, pemecahan molekul glukosa) pada tingkat sel pada
serangkaian reaksi kimia.
3. Pemecahan dari molekul glukosa melepaskan energi dalam bentuk ATP, yang
dapat dimanfaatkan oleh tubuh manusia untuk melakukan proses hidup yang
penting.
Sistem pernapasan pada manusia dilaksanakan oleh organ-organ pernapasan antara
lain rongga hidung, faring, trakea, bronkus, dan paru-paru.
a.

Hidung/rongga hidung (cavum nasalis)

Hidung adalah tempat masuknya pernapasan. Di dalam hidung terdapat selaput


lendir, bulu-bulu hidung, dan ujung saraf pembau serta konka. Proses yang terjadi
pada udara di dalam rongga hidung terbagi menjadi tiga.
1) Penyaringan
Didalam rongga hidung terdapat selaput lendir dan bulu-bulu atau rambut-rambut
hidung. Selaput lendir dan rambut-rambut hidung berfungsi menyaring debu atau
benda asing yang masuk bersama udara.
2) Penghangatan (pengaturan suhu)
Penghangatan dilakukan oleh konka (banyak kapiler darah) untuk mengubah suhu
udara agar sesuai dengan suhu tubuh.
3) Pelembapan (pengaturan kelembapan)
Dengan bantuan lendir menjadikan udara kering yang masuk dalam rongga hidung
menjadi lembap sebelum ke paru-paru.
b.

Faring (tekak)

Faring adalah percabangan/persimpangan antara saluran pernapasan (nasofaring)


dibagian depan dengan saluran pencernaan (orofaring) dibagian belakang. Diantara
oso nasofaring dan orofaring terdapat klep yang disebut epiglotis. Epiglotis berfungsi
mengatur perjalanan udara dan makanan pada persimpangan tersebut. Dibawah
faring terdapat laring (pangkal tenggorokan) yan terdapat suatu daerah pembesaran
pada leher dan terdapat pita suara.
c. Laring
Antara faring dan tenggorokan terdapat struktur yang disebut laring. Laring
merupakan tempat melekatnya pita suara. Pada saat kamu berbicara, pita suara
akan mengencang atau mengendor. Suara dihasilkan apabila udara bergerak
melewati pita suara dan menyebabkan terjadinya getaran. Pita suara pada laki-laki
lebih panjang dibanding pita suara perempuan.
d.

Trakea (batang tenggorokan)

Trakea merupakan pipa kaku tapi elastis yang panjangnya sekitar 10 cm. Trakea
terletak dibagia leher dan sebagian di rongga dada. Dinding trakea dikelilingi cincin
tulang rawan dan di bagian dalam rongga bersilia. Silia tersebut berfungsi menyaring
benda-benda asing yang masuk ke dalam pernapasan. Dinding trakea terdiri dari
tiga lapisan sel.
Lapisan dalam berupa jaringan epitel bersilia
Lapisan tengah berupa otot polos dan cincin tulang rawan
Lapisan luar berupa jaringan ikat.
e. Bronkus
Trakea bercabang menjadi dua cabang trakea yang disebut bronkus. Cabang bronkus
atau trakea adalah bronkus kanan dan bronkus kiri.
1) Bronkus kanan, menuju ke paru-paru kanan (3 cabang dan kedudukan lebih
menurun)
2) Bronkus kiri, menuju ke paru-paru (2 cabang dan kedudukan lebih mendatar).
f. Alveolus
Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan yang berupa gelembunggelembung udara. Dindingnya tipis, lembap, dan berlekatan erat dengan kapilerkapiler darah. Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan di sinilah darah
hampir langsung bersentuhan dengan udara.
g.

Pulmo (paru-paru)

Paru-paru berjumlah sepasang yang dibungkus oleh selaput pleura. Selaput pleura
memiliki rangkap dua, yaitu pleura parietalis (sebelah luar) dan pleura viscerlaris
(sebelah dalam). Diantara lapisan pleura terdapat cairan limfa yang berfungsi
melindungi paru-paru dari gesekan saat mengembang dan mengempis.
Paru-paru terletak pada rongga bagian dada bagin atas yang dibatasi oleh selaput
diafgrama. Paru-paru yang sebelah kanan (pulmo dexter) tersusun atas tiga belahan,
sedangkan paru-paru kiri (pulma sinister) tersusun atas dua belahan.
Didalam paru-paru terdapat dua organ, yaitu bronkiolus dan alveoulus.
1) Bronkiolus (cabang-cabang bronkus), yaitu cabang-cabang bronkus yang makin
masuk ke dalam paru-paru makin kecil dan halus dengan dinding yang tipis.
2) Alveoulus (gelembung-gelembung paru), yaitu organ yang berbentuk seperti
sekumpulan kantong (gelembung) dan tersusun atas selapis sel yang tipis dan
elastis rata-rata diselubungi oleh kapiler darah, alveolus berjumlah 1.800 juta
buah yang berfungsi sebagi tempat terjadinya pertukaran gas, yaitu O2 dari
lingkungan sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke lingkungan.

Proses pencernaan terdiri atas pencernaan secara mekanik dan pencernaan secara
kimiawi.
Pencernaan secara mekanik, Pencernaan mekanik terjadi di rongga mulut, yaitu
penghancuran makanan oleh gigi yang dibantu lidah.
Pencernaan secara kimiawi, Pencernaan kimiawi terjadi di dalam rongga mulut, usus,
dan lambung dengan bantuan enzim.
Seluruh saluran pencernaan dari mulut sampai anus panjangnya antara 8,5 sampai
10 meter. Berarti, 56 kali tinggi badan kita. Saluran pencernaan menjadi ringkas
karena melingkar-lingkar dalam rongga perut kita. Proses pencernaan makanan dari
awal hingga akhir secara keseluruhan berlangsung antara 18 sampai 24 jam.
1. Mulut
Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan air ludah (air liur). Gigi dan lidah
mencerna makanan secara mekanis. Air ludah mencerna makanan secara kimiawi.
Gigi, Gigi berfungsi menghancurkan makanan yang masuk dalam rongga mulut. Gigi
seri untuk memotong makanan, gigi taring untuk mengoyak makanan, dan gigi
geraham untuk mengunyah makanan. Gigi geraham dibedakan menjadi geraham
depan dan geraham belakang. Gigi tertanam pada rahang dan diperkuat oleh gusi.
Bagian-bagian gigi yaitu mahkota gigi, tulang gigi, dan rongga gigi. Mahkota gigi
tampak putih, halus, dan licin karena dilapisi email. Tulang gigi terletak di bawah
lapisan email. Tulang gigi meliputi leher gigi dan akar gigi. Rongga gigi berada di
bagian dalam gigi. Pada anak-anak, gigi berjumlah 20 buah yang terdiri atas 8 gigi
seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham. Gigi orang dewasa berjumlah 32. Masingmasing 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 20 gigi geraham.
Lidah, Lidah mempunyai beberapa fungsi seperti berikut. 1) Mengatur letak makanan
saat dikunyah. 2) Membantu menelan makanan. 3) Mengecap rasa makanan. Bagian
depan mengecap rasa manis, Bagian kanan/kiri tengah mengecap rasa asi. Bagian
samping kanan/kiri depan mengecap rasa asam. Bagian belakang mengecap rasa
pahit. Di dalam mulut terdapat enzim untuk membantu pencernaan. Enzim tersebut
dihasilkan oleh kelenjar ludah. Enzimnya disebut amilase. Enzim amilase/ptialin
berfungsi untuk mengubah zat tepung (amilum) menjadi zat gula.
2. Kerongkongan
Kerongkongan merupakan penghubung antara rongga mulut dan lambung.
Kerongkongan berupa saluran yang panjangnya kira-kira 20 cm. Kerongkongan
terdiri atas otot yang lentur. Makanan yang berada di dalam kerongkongan akan

didorong oleh dinding kerongkongan menuju lambung. Gerakan seperti ini disebut
gerak peristaltik. Gerak peristaltik dilakukan oleh otot dinding kerongkongan.
Batang tenggorok merupakan saluran pernapasan, sedangkan kerongkongan
merupakan saluran makanan. Kedua saluran ini dipisahkan oleh sebuah katup. Jika
kamu sedang makan, katup akan menutup. Ketika kamu bernapas, katup akan
terbuka. Jika kamu berbicara ketika makan, saluran pernapasan terbuka. Apabila
makanan masuk ke tenggorokan, kamu dapat tersedak.
3. Lambung
Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi dengan bantuan enzim yang
disebut pepsin dan renin. Pepsin berperan mengubah protein menjadi asam amino.
Enzim renin berfungsi mengendapkan protein susu menjadi kasein. Di dalam
lambung terdapat asam klorida yang menyebabkan lambung menjadi asam. Asam
klorida dihasilkan oleh dinding lambung. Asam klorida berfungsi untuk membunuh
kuman penyakit dan mengaktifkan pepsin. Ketika proses pencernaan terjadi di
lambung, otot-otot dinding lambung berkontraksi sehingga terjadi pencernaan
secara mekanik dan kimiawi. Kemudian, makanan yang telah mengalami pencernaan
akan bergerak sedikit demi sedikit ke dalam usus halus.
4. Usus Halus
Setelah dicerna di lambung, makanan masuk ke usus halus. Usus halus ini
sebenarnya sangat panjang, tetapi melipat-lipat di perut kita. Usus halus terdiri atas
tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerap.
Di dalam usus dua belas jari, makanan dicerna secara kimiawi. Pencernaan itu
dilakukan oleh getah empedu dan getah pankreas. Getah empedu dihasilkan oleh
hati. Getah empedu berfungsi untuk mencerna lemak. Beberapa enzim yang
dihasilkan getah pankreas sebagai berikut.
Enzim amilase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi gula.
Enzim tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
Enzim lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak
Setelah melewati usus dua belas jari, makanan sampai di usus kosong. Usus kosong
terdapat di antara usus dua belas jari dan usus penyerapan. Selanjutnya, makanan
akan diurai proteinnya oleh enzim erepsin. Sementara itu, karbohidrat yang
terkandung dalam makanan tersebut akan diurai oleh enzim maltase, sukrose, dan
laktose. Setelah hancur dan lumat, makanan menuju usus penyerap.
Bagian dalam dinding usus penyerap berupa jonjot-jonjot/vili. Di dalam jonjot-jonjot
itu terdapat ujung pembuluh darah. Melalui pembuluh darah inilah terjadi
penyerapan sarisari makanan. Sari-sari makanan masuk dalam aliran darah dan
diedarkan ke seluruh tubuh.
5. Usus Besar
Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus. Usus besar terdiri atas usus besar
naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi
penyerapan air dan garam-garam mineral. Selanjutnya, sisa makanan dibusukkan
oleh bakteri pembusuk di dalam usus besar. Hasil pembusukan berupa bahan padat,
cair, dan gas.
6. Anus
Bagian akhir dari saluran pencernaan berupa lubang keluar yang disebut anus. Sisa
pencernaan dari usus besar dikeluarkan melalui anus. Bahan padat hasil
pembusukan dikeluarkan sebagai tinja dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut. Sisa

pencernaan yang berupa cairan disalurkan dan disaring dalam ginjal. Cairan yang
tidak berguna dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.

Sistem Ekskresi (Pengeluaran) Pada Manusia - Manusia memiliki organ atau alat-alat
ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil
metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida
(CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.
Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus
dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit. Organ atau alatalat ekskresi pada manusia terdiri dari : Paru-paru, hati, kulit, dan ginjal.
a. Paru paru
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang
dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru
kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.
gambar struktur paru-paru manusia
Gambar: Paru-paru manusia (foto: obatparuparu.org)
Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus
oleh selaput yang disebut selaput pleura. Paru-paru merupakan organ yang sangat
vital bagi kehidupan manusia karena
tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru
berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR (H2O).

Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida.
Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida
sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru
karbondioksida dan uap air dilepaskan dan
dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung.
b. Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya
di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2
kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri.
Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum
beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obatobatan dan alkohol
dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan
getah empedu.
gambar hati manusia dan bagian-bagiannya
Gambar: Hati manusia (foto: lintas.me)
Hati merupakan organ yang sangat penting, berfungsi untuk :
1. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah.
2. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit.
3. Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula.
4. Membentuk protein tertentu dan merombaknya.
5. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin.
6. Tempat pembentukan protrombin yang berperan dalam pembekuan darah.
Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak
langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya.
Misalnya, akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersamasama di dalam
urin.
Sebagai alat eksresi hati menghasilkan empedu yang merupakan cairan jernih
kehijauan, di dalamnya mengandung zat warna empedu (bilirubin), garam empedu,
kolesterol dan juga bacteri serta obat-obatan. Zat warna empedu terbentuk dari
rombakan eritrosit yang telah tua atau rusak akan ditangkap histiosit selanjutnya
dirombak dan haeglobinnya dilepas.
c. Kulit
Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita sebut
kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di
lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan
lingkungan sekitar.
Penampang kulit manusia dan bagian-bagiannya
Gambar: Penampang kulit manusia (foto: emenblogs.blogspot.com)
Fungsi kulit antara lain sebagai berikut :
- Mengeluarkan keringat.
- Pelindung tubuh.
- Menyimpan kelebihan lemak.
- Mengatur suhu tubuh.

- Tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari
yang mengandung ultraviolet.
Kulit tersusun atas tiga lapisan, yaitu epidermis (lapisan luar/kulit ari), dermis
(lapisan dalam/kulit jangat). Dan hipodermis (jaringan ikat bawah kulit). Lapisan
epidermis terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum. stratum granulosum, dan
stratum germinativum. Stratum korneum tersusun dari selsel mati dan selalu
mengelupas. Stratum lusidum tersusun atas sel-sel yang tidak berinti dan berfungsi
mengganti stratum korneum. Stratum granulosum tersusun atas sel-sel yang berinti
dan mengandung pigmen melanin. Stratum germinativum tersusun atas sel-sel yang
selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar.

Stratum
Stratum
Stratum
Stratum

korneum, merupakan lapisan zat tanduk, mati dan selalu mengelupas.


lusidium, merupakan lapisan zat tanduk
granulosum, mengandung pigmen
germonativum, selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar

Dermis terletak di bawah epidermis. Lapisan ini mengandung akar rambut,


pembuluh darah, kelenjar, dan saraf. Kelenjar yang terdapat dalam lapisan ini adalah
kelenjar keringat (glandula sudorifera) dan kelenjar minyak (glandula sebasea).
Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang di dalamnya terlarut berbagai macam
garam. terutama garam dapur. Keringat dialirkan melalui saluran kelenjar keringat
dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui poripori.
Di dalam kantong rambut terdapat akar rambut dan batang rambut. Kelenjar minyak
berfungsi menghasilkan minyak yang berfungsi meminyaki rambut agar tidak kering.
Rambut dapat tumbuh terus karena mendapat sari-sari makanan pembuluh kapiler
di bawah kantong rambut. Di dekat akar rambut terdapat otot penegak rambut.
Hipodermis terletak di bawah dermis. Lapisan ini banyak mengandung lemak. Lemak
berfungsi sebagai cadangan makanan, pelindung tubuh terhadap benturan, dan
menahan panas tubuh.
d. Ginjal
Dunia kedokteran biasa menyebutnya ren (renal/kidney). Bentuknya seperti kacang
merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang. Struktur ginjal terdiri
dari : kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula) dan rongga ginjal (pelvis). Pada
bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah.
Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang
bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang
didalamnya terdapat Glomerolus.
Gambar: Penampang melintang ginjal manusia (foto: spider-v.blogspot.com)
Ginjal merupakan alat pengeluaran sisa metabolisme dalam bentuk urine yang di
dalamnya mengandung air, amoniak (NH3), ureum, asam urat dan garam mineral
tertentu. Penderita diabetes miletus urine mengandung glukosa.
Ginjal memiliki beragam fungsi, yaitu :
1. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh.
2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan.
3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian
tubulus ginjal.
4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia.
5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel
darah merah (SDM) di sumsum tulang.

Sumber lain mengatakan, bahwa fungsi ginjal adalah merupakan alat ekskresi
penting yang mempunyai beberapa fungsi, antara lain menyaring darah sehingga
menghasilkan urine; mengekskresikan zat-zat yang membahayakan tubuh. misalnya
protein-protein asing yang masuk ke dalam tubuh, urea, asam urat. dan bermacam
-macam garam; mengekskresikan zat-zat yang jumlahnya berlebihan, misalnya
kadar gula darah yang melebihi normal; mempertahankan tekanan osmosis cairan
ekstraseluler; dan mempertahankan keseimbangan asam dan basa.
Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh, antara lain :
1. urea, asam urat, amoniak, creatinin.
2. garam anorganik.
3. bacteri dan juga obat-obatan.
Mengekskresikan gula kelebihan gula dalam darah.
Membantu keseimbangan air dalam tubuh, yaitu mem-pertahankan tekanan
osmotik ektraseluler.
Mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseim-bangan asam basa darah.
Lapisan luar (korteks/ kulit ginjal) yang mengandung kurang lebih 1 juta nefron. Tiap
nefron terdiri atas badan malpighi (badan renalis) yang tersusun dari kapsula
bowman dan glomerulus.
Lapisan dalam (medula/ sumsum ginja) yang terdiri atas tubulus kontorti yang
bermuara pada tonjolan papila di ruang (pelvis renalis). Tubulus kontorti terdiri atas
tubulus kontorti proksimal dan tubulus kontorti distal.

Klasifikasi makhluk hidup didasari pada persamaan dan perbedaan ciri anatomi
(Struktur pada tubuh ), Morfologi (Bentuk pada luar tubuh), Fisiologi (Fungsi pada
alat tubuh), perilaku, dan hubungan kekerabatan genetika.

Orang yang pertama kali mencetuskan dasar-dasar klasifikasi adalah Carolus


Linnaeus. Carolus Linneus telah membuat suatu sistem klasifikasi bertingkat yang
dimulai dari yang paling tinggi hingga ke yang paling rendah adalah : Kingdom
Filum (Untuk hewan) atau Divisi (Untuk tumbuhan) Kelas Ordo Famili Genus
Spesies.
Sistem klasifikasi pada hewan : Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus
Spesies.
Sistem klasifikasi pada tumbuhan : Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus
Spesies.
Persamaan makhluk hidup didasarkan pada Kode Tata Nama Internasional yang
disebut Binomial Nomenklatur, yang diciptakan oleh Carolus Linnaeus . Pada Sistem
Binomial Nomenklatur, makhluk hidup diberi nama yang terdiri atas dua kata dalam
bahasa latin. Kata pertama adalah nama Genus sedangkan kata kedua menunjukan
Spesies. Kedua kata dicetak miring atau digaris bawah untuk membedakan dengan
kata lain dalam kalimat. Kedua kata dicetak miring agar dapat membedakan dengan
kata lain dalam awal kalimat. Genus diawali dengan huruf kapital,sedangkan
penunjuk Spesies selalu diawali dengan huruf kecil.
Sekarang, pengklasifikasian sudah banyak dilakukan dengan cara kunci determinasi,
sebab metode ini dianggap lebih mudah di dalam pengelompokan ke dalam
tingkatan taksonnya. Dasar yang menjadi acuannya adalah kunci dikotom.
Kunci dikotom sendiri adalah teknik penentuan kelompok makhluk hidup
berdasarkan pilihan dari dua pilihan kontradiktif yang disediakan, kemudian
menggiring pada dua pilihan kontradiktif lainnya. Begitu seterusnya sampai
diperoleh kelompok takson yang dicari.
Contoh cara membuat kunci determinasi bisa dilihat pada skema di bawah ini.

Data pada skema di atas jika ditulis akan menjadi kunci determinasi sebagai berikut.
1. a. Tumbuhan yang berspora
1a
b. Tumbuhan yang tidak berspora
..1b
2. a. Tumbuhan yang berbatang jelas
Suplir
b. Tumbuhan yang tidak berbatang jelas
..Lumut
3. a. Berbiji tertutup
3a

b. Berbiji terbuka
Melinjo
4. a. Biji berkeping dua
.. 4a
b. Biji berkeping satu ..
Jagung
5. a. Berbunga kupu-kupu ..
Kedelai
b. Berbunga terompet
Terung