Anda di halaman 1dari 13

MATERI AJAR

Nama Mata Kuliah


SKS
Program Studi
Pertemuan Ke
Waktu
Dosen

: Fisika Mekanika Terapan


: 3 (tiga)
: Teknik Pertambangan (D2)
: I (satu)
: 3 x 50 menit
: Febri Silvia, S.Pd

Kode :

Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran) terkait KKNI


Memiliki Pengetahuan dasar tentang konsep dan cakupan mekanika, sistem
satuan dan konsep vektor serta aplikasinya dalam bidang pertambangan
Soft skills/Karakter:
Mampu berkomunikasi dengan baik dalam menjawab pertanyaan dosen,
mengajukan

pertanyaan,

mengemukakan

pendapat

dan

dalam

berdiskusi
Disiplin dalam mengikuti proses pembelajaran, datang tepat waktu dan

mengumpulkan tugas pada waktu yang telah ditetapkan


Jujur dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas, latihan dan

ujian
Memiliki sikap ketakwan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang
diwujudkan dalam sikap dan perilaku dalam kegiatan pembelajaran

Pengertian dan Cakupan Mekanika


Mekanika adalah cabang ilmu fisika yang berbicara tentang keadaan diam atau geraknya
benda-benda yang mengalami kerja atau aksi gaya
Mekanika teknik atau dikenal juga sebagai mekanika rekayasa merupakan bidang ilmu
utama untuk perilaku struktur, atau mesin terhadap beban yang bekerja padanya. Perilaku
struktur tersebut umumnya adalah lendutan dan gaya-gaya (gaya reaksi dan gaya
internal).
Mekanika teknik merupakan cabang langsung dari ilmu mekanika pada kajian ilmu
fisika, namun memasukkan unsur yang lebih mendekati kenyataan dan aspek praktis.
Ilmu mekanika teknik dipakai oleh berbagai bidang teknik sipil, teknik mesin, teknik
material, teknik penerbangan, teknik elektro, dan teknik struktur.
Area yang meliputi kajian mekanika teknik ialah

Statika, studi benda diam

Dinamika, studi efek beban pada pergerakan benda

Mekanika deformasi, mempelajari efek beban pada perubahan benda

Mekanika fluida, pergerakan benda alir

Mekanika tanah, studi kelakukan pergerakan tanah

Mekanika kontinuum, analisa benda bermasa kotinuum

A.

BESARAN DAN SATUAN


Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur.
Besaran mempunyai dua komponen utama, yaitu nilai dan satuan
Dalam ilmu fisika, tidak semua besaran fisika mempunyai satuan, contoh indeks bias
dan massa jenis relative
Satuan Internasional adalah satuan yang diakui penggunaannya secara internasional
serta memiliki standar yang sudah baku
Satuan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu satuan tidak baku dan satuan baku. Standar
satuan tidak baku tidak sama di setiap tempat, misalnya jengkal dan hasta.
Standar satuan baku telah ditetapkan sama di setiap tempat.
Besaran dibedakan atas:
a.

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya didefinisikan atau ditetapkan


terlebih dahulu, yang berdiri sendiri, dan tidak tergantung pada besaran lain.
Besaran pokok terdiri atas:

b.

Besaran Turunan adalah besaran yang dapat diturunkan atau didefinisikan


dari besaran pokok. Satuan besaran turunan disesuaikan dengan satuan besaran
pokoknya.

Dimensi adalah cara penulisan suatu besaran dengan menggunakan simbol (lambang)
besaran pokok
Dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun dari besaran-besaran
pokok

Besaran yang memiliki dimensi sama dapat dijumlahkan atau dikurangkan. Sementara
itu perkalian atau pembagian dua atau lebih dimensi akan menghasilkan dimensi baru
Dalam bidang teknik besaran yang biasa digunakan adalah panjang, massa, waktu dan
gaya

B.

PENGUKURAN DAN ALAT UKUR

Pengukuran merupakan proses mengukur.

Mengukur didefinisikan sebagai kegiatan untuk membandingkan suatu


besaran dengan besaran standart yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.

Tiga hal penting yang berkaitan dengan pengukuran


1. Pengambilan Data dan Angka Penting

Pengambilan data adalah proses pengukuran hingga memperoleh data hasil


pengukuran

Angka penting adalah angka yang didapat dari hasil pengukuran yang terdiri
dari angka pasti dan angka taksiran pada skala alat ukur dengan nilai yang ada.

Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat dapat dilakukan langkahlangkah penghindaran kesalahan.
a. Memilih alat yang lebih peka
b. Lakukan kalibrasi sebelum digunakan
c. Lakukan pengamatan dengan posisi yang tepat
d. Tentukan angka taksiran yang tepat

2. Pengolahan Data
Dari data dapat dipelajari sifat-sifat alam dari besaran yang sedang diukur.
Tiga metode analisa data seperti berikut.
a. Metode generalisasi
bertujuan untuk memahami konsep-konsep yang ada. Dari data yang ada dibuat
simpulan yang berlaku umum
b. Metode kesebandingan

Berbanding lurus
Dua besaran yang berbanding lurus (sebanding) akan mengalami kenaikan
atau penurunan dengan perbandingan yang sama.
Berbanding terbalik

Dua besaran akan memiliki hubungan berbanding terbalik jika besaran yang
satu membesar maka besaran lain akan mengecil tetapi perkaliannya tetap.
c. Metode perhitungan statistic
Pada pengukuran banyak terjadi kesalahan. Untuk memperkecil kesalahan dapat
dilakukan pengukuran berulang. Nilai besaran yang diukur dapat ditentukan dari
nilai rata-ratanya. Perhitungan ini dinamakan perhitungan statistik.
Alat Ukur
1.

Alat Ukur Panjang


N
o

Alat Ukur

Ketelitan

Bentuk

1.

Mistar

0,5 mm

2.

Rollmeter

0,5 mm

3.

Jangka Sorong

0,1 mm

4.

Mikrometer

0,01 mm

Sekrup

Cara menggunakan alat ukur:


I. Jangka Sorong

Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang, tebal,
kedalaman lubang, dan diameter luar maupun diameter dalam suatu benda.

Jangka sorong mempunyai dua rahang, yaitu rahang tetap dan rahang
sorong. Pada rahang tetap dilengkapi dengan skala utama, sedangkan pada
rahang sorong terdapat skala nonius atau skala vernier. Skala nonius
mempunyai panjang 9 mm yang terbagi menjadi 10 skala dengan tingkat
ketelitian 0,1 mm.

Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong berdasarkan angka pada


skala utama ditambah angka pada skala nonius yang dihitung dari 0
sampai dengan garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala utama.
d = SU + SN (ketelitian)

b. Mikrometer sekrup

Micrometer sekrup merupakan alat ukur ketebalan benda yang relatif


tipis, misalnya kertas, seng, dan karbon.

Pada mikrometer sekrup terdapat dua macam skala, yaitu skala tetap
dan skala putar (nonius).
1)

Skala tetap (skala utama)


Skala tetap terbagi dalam satuan milimeter (mm). Skala ini terdapat
pada laras dan terbagi menjadi dua skala, yaitu skala atas dan skala
bawah.

2)

Skala putar (skala nonius)


Skala putar terdapat pada besi penutup laras yang dapat berputar dan
dapat bergeser ke depan atau ke belakang. Skala ini terbagi menjadi
50 skala atau bagian ruas yang sama. Satu putaran pada skala ini
menyebabkan skala utama bergeser 0,5 mm. Jadi, satu skala pada
skala putar mempunyai ukuran:
1
0,5mm 0,01mm
50

2.

Alat Ukur Masssa


No
1.

Alat Ukur
Neraca Analitis

Ketelitian
dua 0,1 gram

Bentuk

lengan

2.

Neraca Ohauss

0,1 gram
Beban

maksimum

311 gram
3.

Neraca

Lengan

Gantung

4.

Neraca digital (neraca 0,001 gram


elektronik)

3. Alat ukur waktu


No
1.

Alat Ukur
Stopwatch

Ketelitian
0,1 detik

2.

Arloji

1 detik

3.

Penunjuk

4.

elektronik
Jam atom Cesium

Bentuk

waktu 10-3 detik


1 detik tiap 3.000 tahun,
artinya kesalahan pengukuran
jam ini kira-kira satu detik
dalam

kurun

tahun
4. Alat Ukur Arus Listrik

Alat untuk mengukur kuat arus


listrik disebut amperemeter.

Amperemeter

mempunyai

hambatan dalam yang sangat


kecil,

Pemakaian amperemeter harus


dihubungkan secara seri pada
rangkaian yang diukur

5. Alat Ukur Temperatur

Untuk mengukur suhu suatu sistem umumnya


menggunakan termometer.

Termometer dibuat berdasarkan prinsip pemuaian.

waktu

3.000

Termometer biasanya terbuat dari sebuah tabung


pipa kapiler tertutup yang berisi air raksa yang
diberi skala. Ketika suhu bertambah, air raksa dan
tabung memuai. Pemuaian yang terjadi pada air
raksa lebih besar dibandingkan pemuaian pada
tabung kapiler. Naiknya ketinggian permukaan
raksa dalam tabung kapiler dibaca sebagai kenaikan
suhu.
Macam-macam thermometer berdasarkan skala temperaturnya:

C.

No
1.

Jenis Termometer
Termometer

Titik Beku
32oF

Titik Didih
212oF

Perbandingan
9

2.
3.
4.

Fahrenheit
Termometer Celcius
Terometer Kelvin
Termometer Reamur

0oC
273 K
0oR

100oC
373 K
80oR

5
5
4

VEKTOR
Besaran skalar adalah besaran yang hanya mempunyai nilai (besar) saja.
Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai (besar) dan arah
Vektor satuan adalah vektor yang besar/harganya satu satuan; vektor ruang yang
telah diuraikan ke sumbu x(i), sumbu y(j), dan sumbu z(k). Dikatakan vektor satuan
karena besar vektor = |i| = |j| = |k| = 1
1.

Penulisan dan Penggambaran Vektor

Sebuah vektor biasanya dinyatakan dalam lambang huruf besar yang


dicetak tebal (bold), misal: A, B, atau R.

Untuk tulisan tangan sebuah vektor dilambangkan dengan sebuah


huruf kecil yang diberi tanda anak panah di atasnya, misalnya:

Sebua vektor juga dapat dilambangkan dengan dua huruf dan tanda

anak pana di atasnya, misalnya

AB

2.

Resultan Vektor
a.

Metode Segitiga
1) Lukislah vektor pertama sesuai dengan nilai dan arahnya, misalnya A!
2) Lukislah vektor kedua, misalnya B, sesuai nilai dan arahnya dengan titik
tangkapnya berimpit pada ujung vektor pertama!
3) Hubungkan titik tangkap vektor pertama (A) dengan ujung vector kedua (B)!

selisih antara vektor A dan B adalah hasil penjumlahan vektor A dan -B,
dengan -B adalah vektor yang berlawanan arah dengan B tetapi nilainya sama
dengan B.
b.

Metode Jajar genjang


1) Lukis vektor pertama dan vektor kedua dengan titik pangkal berimpit
2) Lukis sebuah jajargenjang dengan kedua vektor tersebut sebagai sisisisinya
3) Resultan kedua vektor adalah diagonal jajargenjang yang titik pangkalnya
sama dengan titik pangkal kedua vektor.

c.

Metode Poligon
Metode poligon dapat digunakan untuk menjumlahkan dua buah vector atau lebih,
metode ini merupakan pengembangan dari metode segitiga
1) Lukis vektor pertama
2) Lukis vektor kedua, dengan pangkalnya berimpit di ujung vektor pertama
3) Lukis vektor ketiga, dengan pangkalnya berimpit di ujung vektor kedua dan
seterusnya hingga semua vektor yang akan dicari resultannya telah dilukis
4) Vektor resultan atau vektor hasil penjumlahannya diperoleh dengan
menghubungkan pangkal vektor pertama dengan ujung dari vektor yang
terakhir dilukis

d.

Metode Analisis
1) Menentukan Resultan Vektor Menggunakan Rumus Kosinus
Keterangan:

R F1 F2 2 F1 .F2 . cos
2

= resultan vektor

F1

= vektor pertama

F2

= vektor kedua

= sudut apit antara kedua vector

2) Menentukan Arah Resultan Vektor Menggunakan Rumus Sinus

F1
F
R

2
sin sin( ) sin

3.

Menguraikan Vektor
Menentukan Komponen Sebuah Vektor yang Besar dan Arahnya Diketahui

Vektor komponen adalah dua buah vektor atau lebih yang menyusun sebuah
vektor.
Fy

Fy F sin

Fx F cos
Fx

Menentukan Besar dan Arah Sebuah Vektor Jika Kedua Vektor Komponennya
Diketahui
Besar vektor F adalah sebagai berikut
2

F Fx Fy

Arahnya

tan

Fy
Fx

4.

Perkalian Vektor

Pertama, perkalian vektor dengan proyeksi sejajar dinamakan perkalian titik (dot
product). Hasil perkalian vektor ini merupakan besaran skalar.

Kedua, perkalian vektor dengan proyeksi yang tegak lurus dinamakan perkalian
silang (cross product). Hasil perkalian vektor ini merupakan besaran vektor.

a b a.b cos

a b a.b sin

dengan : a = besar vektor


b = besar vektor

ab
= besar perkalian silang vector
Contoh aplikasi konsep vector dalam bidang pertambangan:

Contoh Soal
Tentukan besar komponen-komponen vektor dari sebuah vector gaya sebesar 20 N pada
arah 60 terhadap sumbu X positif!
Diketahui : F = 20 N
= 60
Ditanyakan :

a. Fx = ...?
b. Fy = ...?

Jawab :
a. Fx = F cos
= 20 cos 60
= 20 0,5

= 10 N
b. Fy = F sin
= 20 sin 60

= 20

1
3
2

3
= 10