Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pelayanan Pasien adalah hal penting yang terdapat di rumah sakit, pasien dengan
masalah kesehatan dan kebutuhan pelayanan yang sama berhak mendapat kualitas asuhan
yang sama di rumah sakit. Untuk melaksanakan prinsip kualitas asuhan yang setingkat,
Rumah sakit adalah organisasi yang berkiprah dalam bidang jasa pelayanan kesehatan
perorangan. Dalam penyelenggaraan upaya pelayanan pada pasien rumah sakit didukung oleh
banyak jenis keterampilan SDM baik yang berbentuk profesi maupun non profesi. Dalam
menjalankan kegiatannya rumah sakit menyadari bahwa pelayanan yang diberikan kepada
pasien dalam bentuk bermacam macam asuhan yang merupakan bagian dari suatu sistem
pelayanan yang terintegrasi dengan para profesional di bidang pelayanan kesehatan. Dengan
adanya pedoman ini diharapkan rumah sakit dapat menerapkan model pelayanan yang akan
membangun suatu kontinuitas pelayanan, menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien dengan
pelayanan yang tersedia di rumah sakit, mengkoordinasikan pelayanan, kemudian
merencanakan pemulangan dan tindakan selanjutnya. Hasilnya adalah meningkatnya mutu
asuhan pasien dan efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia di rumah sakit. Setiap
pasien yang datang kerumah sakit harus dijamin aksesnya untuk mendapatkan pelayanan
yang dibutuhkan, terjamin pula kontinuitas pelayanan

yang didapat, serta mendapatkan

pelayanan yang terkoordinasi dan terintegrasi dari berbagai asuhan dari para profesional
pemberi asuhan pasien. Sehingga dapatlah diharapkan hasil pelayanan yang efektif, efisien
dan menjamin keselamatan pasien, yang akhirnya bermuara pada kepuasan pasien dan
pemenuhan hak pasien. Beberapa hal penting yang harus dikelola oleh rumah sakit adalah
mengenali dengan baik kebutuhan pasien yang mana yang dapat dilayani oleh rumah sakit,
mengatur pemberian pelayanan yang efisien kepada pasien, dan melakukan rujukan ke
pelayanan yang tepat baik di dalam maupun keluar rumah sakit serta mengatur pemulangan
pasien yang tepat ke rumah.
Rumah Sakit Bermutu, adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan melalui
penyelenggaraan pelayanan secara paripurna pada unit unit gawat darurat, rawat jalan, rawat
inap, ruang tindakan dan ruang perawatan khusus. Penyelenggaraan pelayanan dilaksanakan
oleh berbagai kelompok profesi. Para profesional utama yang memberikan asuhan kepada
pasien di rumah sakit adalah staf medis baik dokter maupun dokter spesialis, staf klinis
keperawatan (perawat dan bidan), nutrisionis dan

farmasis yang rutin dan pasti selalu

berkontak dengan pasien, akan tetapi tidak kalah pentingnya profesional lain yang berfungsi
melakukan asuhan penunjang berupa analis laboratorium, penata rontgen, fisioterapis. Secara
garis besar ada empat kelompok SDM yang mendukung jalannya rumah sakit yaitu,
kelompok medis memberikan pelayanan asuhan medis, kelompok keperawatan memberikan

pelayanan asuhan keperawatan, serta kelompok keteknisian medis yang memberikan


pelayanan penunjang medis, dan akhirnya adalah kelompok administrasi yang memberikan
pelayanan administrasi manajemen.
Peningkatan kinerja pelayanan kesehatan telah menjadi tema utama diseluruh dunia.
Dengan tema ini, pelayanan kesehatan dan kelompok profesional kesehatan sebagai pemberi
pelayanan harus menampilkan akuntabilitas sosial mereka dalam memberikan pelayanan yang
mutakhir kepada konsumen yang berdasarkan standar profesionalisme, sehingga diharapkan
dapat memenuhi harapan masyarakat. Sebagai konsekuensinya peningkatan kinerja
memerlukan persyaratan yang diterapkan dalam melaksanakan pekerjaan yang berdasarkan
standar tertulis.
Dalam pelayanan keperawatan di Rawat Inap, standar sangat membantu perawat untuk
mencapai asuhan yang berkualitas, sehingga harus berfikir realistis tentang pentingnya
evaluasi sistematis terhadap semua aspek asuhan yang berkualitas tinggi, Namun keberhasilan
dalam mengimplementasikan standar sangat tergantung pada individu itu sendiri, usaha
bersama dari semua staf serta partisipasi dari seluruh anggota profesi.
Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit perlu di tingkatkan dan dikembangkan secara
berkesinambungan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan, pengobatan, perawatan, ke
pasien baik dengan penyakit menular atau penyakit tidak menular.
Standar yang dikembangkan dengan baik akan memberikan ciri ukuran kualitatif yang
tepat seperti yang tercantum dalam standar pelaksanaannya Standar selalu berhubungan
dengan mutu karena standar menentukan mutu. Standar dibuat untuk mengarahkan cara
pelayanan yang akan diberikan serta hasil yang ingin dicapai.
Standar merupakan pernyataan-pernyataan tertulis mengenai harapan-harapan singkat
ketrampilan/kompetensi untuk memastikan pencapaian suatu hasil tertentu. Untuk menjamin
mutu asuhan yang diberikan, standar merupakan landasan normatif dan parameter untuk
menentukan tingkat keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan yang seharusnya. Dalam
penyusunan standar diharuskan untuk memperhatikan proses dan harapan yang akan terjadi
dalam upaya meningkatkan mutu layanan.
Standar praktik sangat diperlukan dalam pelayanan keperawatan di Rawat Inap .
Standar sangat membantu keperawatan untuk memcapai asuhan yang berkualitas. Standar
digunakan terutama pada tiga proses evaluasi

yaitu menilai diri sendiri, inspeksi dan

akreditasi.
1.2 TUJUAN PEDOMAN
1. Memberikan Pelayanan kepada pasien rawat inap sesuai dengan standar

asuhan

keperawatan yang tepat.


2. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada pasien serta mempunyai keinginan yang
terus menerus untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan dalam
memberikan pelayanan

3. Memberikan Asuhan keperawatan kepada pasien untuk kesembuhan yang optimal


sehingga dapat memuaskan pasien
4. Memberikan pelayanan kepada pasien dengan ramah, sopan, dan hangat sehingga
memberikan kesan yang positif
5. Memberikan pelayanan Informasi kesehatan dengan tepat pada pasien dan keluarga,
sehingga dapat memenuhi hak pasien dan keluarga
1.3 RUANG LINGKUP PELAYANAN
Untuk tiap-tiap rumah sakit akan mempunyai ruang perawatan dengan nama sendirisendiri sesuai dengan tingkat pelayanan dan fasilitas yang diberikan oleh pihak rumah sakit
kepada pasiennya.
Standar Unit Kerja Rawat Inap di rumah sakit meliputi Ruang rawat pasien, ruang
pos perawat, ruang konsultasi, ruang tindakan, ruang daministrasi, ruang dokter, ruang
perawat, ruang loker, ruang kepala rawat inap, ruang linen kotor, ruang linen bersih,
spoolhoek, kamar mandi/toilet, pantri, ruang janitor, gudang bersih, gudang kotor. Adapun
kondisi unit rawat inap di Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih terdiri dari .
1. Ruang Pasien rawat inap .
Ruangan untuk pasien yang memerlukan asuhan keperwatan dan pengobatan secara
berkesinambungan lebih dari 24 jam.
2. Ruang Administrasi
Ruang untuk menyelenggarakan kegiatan administrasi khususnya pelayanan pasien di
ruang rawat inap. Ruangan ini menjadi satu dengan nurse station di ruang rawat inap
bagian depan lantai 2 ruangan ini dilengkapi meja kursi, lemari berkas/ arsip. Telepon. dan
komputer Kegiatan di ruangan ini meliputi : Tempat serah terima pasien barum dan
pulang, pendatanganan surat pernyataan keluarga pasien ( apabila diperlukan persetujuan
pengobatan, tindakan perawatan ataupun tindakan bedah ).
3. Ruang kepala rawat inap
Ruangan ini bergabung dengan ruangan Bidang keperawatan yang mana ruangan terserbut
untuk melakukan menejemen asuhan dan pelayanan keperwatan diantaranya pembuatan
program kerja dan pembinaan.
4. Ruang Linen bersih
Ruang untuk menyimpan bahan bahan linen bersih yang akan di gunakan di ruang
rawat , dan linen bersih tersebut di tempatkan di dalam lemari yang ada di nurse station.
5. Ruang linen kotor
Ruang untuk menyimpan bahan bahan linen kotor yang telah di gunakan di ruang rawat
inap sebelum di bawa ke ruang cuci ( laundri ) di lengkapi wadah seperti ember untuk
linen yang kotor.
6. Spoolhoek.

Fasilitas untuk membuang kotoran bekas pelayanan pasien khususnya yang berupa cairan.
Pada ruangan spoolhoek harus di sediakan kran air bersih untuk tempat mencuci tangan
atau tempat cairan.
7. Kamar mandi / toilet
Fasilitas diatur kebutuhan dan harus dijaga kebersihannya karena dengan kamar
mandi/toilet yang bersih.
Lingkup kerja unit
Memberikan pelayanan rawat inap pada pasien dewasa, anak, geatri, umum , yang
meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pemeriksaan dan konsultasi oleh dokter spesialis


Perawatan dan akomodasi di ruang perawatan
Pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter spesialis
Pemeriksaan penunjang diagnostik
Tindakan medis yang bersifat diagnostik, terapeutik dan operatif
Pemberian obat- obatan pada pasien sesuai dengan catatan daftar obat pasien dan intruksi

dokter spesialis
7. Pelayanan tranfusi darah
8. Pemberian surat rujukan
9. Pemakaian peralatan yang tersedia seperti oksigen.
1.4 BATASAN OPERASIONAL

1.5 LANDASAN HUKUM


1.5.1 SK Direktur RS Khusus Bedah SS Medika No. 025/RSKBSS SK/DIR/XII/2014 tentang
1.5.2
1.5.3
1.5.4

kebijakan Pedoman Pelayanan pasien RSKB SS Medika


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
Surat Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia No.129/Menkes/SK/II/2008

1.5.5

tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit


Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.1691/Menkes/Per/VIII/2011 tentang

1.5.6
1.5.7

Keselamatan Pasien Rumah Sakit


PMK no 1691 tahun 2011 tentang Keselamatan Pasien
Panduan Nasional Keselamatan Pasien tahun 2006

BAB II
STANDAR KETENAGAAN
2.1 KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA
Jumlah Tenga Menurut Kualifikasi
Berikut ini adalah daftar kualifikasi SDM di unit kerja Rawat Inap ,adapun daftar
kualifikasi ketenagaan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
No.

Nama Jabatan

Pendidikan

Sertifikasi

Jumlah
Tenaga

Kepala

Bagian

Perawat

Pelatihan

Pelayanan

penatalaksanaan

pasien Terminal
Penanggulangan pasien infeksi
Pelatihan ATLS
Pelatihan

Kepala Ruangan

1/

III

Keperawatan

Perawat

S1/

penanggung jawab

Keperawatan

Perawat pelaksana

S1/

III

III

Keperawatan

2.2 DISTRIBUSI KETENAGAAN

manajement

rawat

inap
Pelatihan BTCLS

10

Pelatihan manajemen bangsal


Pelatihan
ruang isolasi

penatalaksanaan

Pelatihan
infeksi

penanggulangan

Pelatihan Basic Life Support

63

Pelatihan Basic Life Support

42

Pengaturan tenaga kerja di unit Rawat Inap Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih
berdasarkan shift. Tenaga kerja di unit Rawat Inap saat ini berjumlah
tanggung jawab sebagai :
1) Kepala Bagian Pelayanan
2) Kepala Ruangan
3) Perawat Penanggung Jawab
4) Perawat pelaksana
5) Ruang Rawat Inap

yang memegang

: 1 orang
: 10 orang
: 63 orang
: 42 orang
: 10 orang

Tenaga kerja di unit Rawat Inap ini berkerja dengan jadwal sebagai berikut :
1)
2)
3)
4)
5)

Kepala instalasi
Kepala Ruangan
Perawat PJ
Perawat pelaksana
Ruang Rawat Inap

: Senin s.d. Sabtu dimulai pukul 07.00 14.00


: Senin s.d Sabtu dimulai pukul 07.00 14.00
: Bekerja sesuai dengan shift yang sudah di jadwalkan
: Bekerja sesuai dengan shift yang sudah di jadwalkan
: Bekerja sesuai dengan shift pagi, sore dan malam

2.3 PENGATURAN JAGA


Hari kerja perusahaan adalah 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dan jam kerja standar
perusahaan adalah 40 jam dalam satu minggu. Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih merupakan
rumah sakit yang beroperasional selama 24 jam sehari untuk melayani masyarakat umum dan
disesuaikan dengan jam kerja perusahaan.
Bagi karyawan yang berkerja secara shift, maka waktu kerja akan diatur secara mandiri
oleh unit kerja yang bersangkutan dan tetap mengacu pada jam kerja standar yaitu selama 40
jam dalam satu minggu dengan 6 hari kerja. Untuk karyawan yang berkerja melebihi jam kerja
standar maka kelebihan tersebut akan diperhitungkan dalam kebijakan lembur perusahaan.
Adapun untuk tata tertib jam kerja adalah sebagai berikut :
1. Batas keterlambatan karyawan dalam satu bulan adalah 30 menit.
2. Apabila keterlambatan melebihi batas toleransi yang diberkan maka karyawan tersebut
akan mendapatkan evaluasi keisiplinan dari atasan langsung.
3. Apabila terjadi keterlambatan selama 3 bulan dalam satu tahun karyawan akan diberikan
surat peringatan.
4. Izin meninggalkan dinas maksimal adalah 3 jam dalam satu hari kerja dengan persyaratan
mengisi fom izin meninggalkan dinas (IMD) yang ditanda tangani oleh atasan langsung
dan dapat dipertanggung jawabkan urgensinya.
Pengaturan tenaga kerja di Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih berdasarkan shift dan non
shift dapat dibawah ini :
1. Karyawan shift
Senin- Minggu
-

Shift I

: 07.00-14.00

Shift II

: 14.00-21.00

Shift III

: 21.00-08.00

2. Karyawan non shift


Senin-Sabtu

: 07.00-14.00

BAB III
STANDAR FASILITAS
31. DENAH RUANG
Bangunan rawat inap terletak pada lokasi yang tenang, aman, dan nyaman serta
memiliki aksesibilitas atau pencapaian dari sarana penunjang rawat inap. Lokasi rawat
inap Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih terletak di lantai 2 dan lantai 3, yang terdiri dari
ruang Nurse station, ruang rawat inap kelas 1 ada 7 kamar, 1 kamar isolasi, 1 kamar
bangsal anak , 2 kamar VIP, dan ruang HCU,

ruangan tersebut berada di lantai 2.

Sedangkan lantai 3 terdiri dari kelas 2 ada 1 kamar, kelas 3 di bedakan menjadi dua yaitu
2 kamar untuk pasien laki-laki dan 2 kamar untuk pasien perempuan.
Berikut adalah denah rawat inap :

aaaaaa

Luas ruangan kerja


Luas Lantai 2

: 646,56 m2

Rekam Medik, NS, Kelas Rawat VIP, Kelas 1, Bangsal Anak, Isolasi, HCU, OK, Musola, Ruang
Kabid Perawataan, Ka Inst Ranap
Luas Lantai 3

: 615,58 m2

Perkantoran, Kelas2, 3, Gizi,Laundri

32. STANDAR FASILITAS


1. Standar pelayanan Minimal unit Rawat Inap
a. Pemberian pelayanan di rawat inap
b. Dokter penaggung jawab pasien rawat inap
c. Ketersediaan pelayanan rawat inap

d. Jam praktek dokter spesialis


e. Pelaporan adanya kejadian pasien resiko jatuh / jatuh yang berakibat kecacatan/
kematian
f. Pelaporan dan pencatatan kematian pasien 48 jam setelah masuk rawat inap
g. Pelaporan pasien TBC di rawat inap yang di tangani dengan strategi DOTS
h. Pelaporan angka kejadian infeksi nosokomial di rawat inap
2. Standar Minimal Peralatan di Rawat Inap
No.
1
2
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.

Peralatan Medis
Suction
Minor Set
Stetoskop
Tensi Meter
Termometer Digital
Pen Light
Nebulizer
Standar Infus
Ambu Bag
Box Emergency
Tourniket
Tongoe Spatel
Tabung O2
Flowmeter
Humidefier
Tromol
Korentang
Troli
Gunting
Bak Instrumen
Bengkok
Lampu pembaca rontgen
Kulkas penyimpan Obat
Nursing Call
Urinal
Laken
Tempat tidur pasien
Pispot
Buli-buli
Baskom Mandi
Box amprah darah
Box Infus
Kursi Roda
Lampu UV
Tangga pasien

Keterangan
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada

3. Sarana kerja di ruang rawat inap .


No.
1.

CPU

Sarana Kerja
Ada

Keterangan

2.

Mouse

Ada

3.

Keyboard

Ada

4.

Monitor

Ada

5.

Kalkulator

Ada

6.

Kipas angin

Ada

7.

Televisi

Ada

8.

Braket tv

Ada

9.

APAR (Alat Pemadam Api Ringan )

Ada

10.

Pesawat Telephone

Ada

11.

File catatan perawatan

Ada

12.

Buku folio

Ada

13.

Keranjang infuse

Ada

14.

Lemari /cabinet

Ada

15.

Kursi kerja

Ada

16.

Laci penyimpanan obat

Ada

17.

Meja Komputer

Ada

18.

Wastafel

Ada

19.

Peralatan tulis

Ada

20.

Jam dinding

Ada

21.

Kotak Kunci

Ada

22.

Tempat Sampah

Ada

4. Fasilitas Ruang Rawat


Fasilitas ruang rawat inap antara lain ruang rawat bedah (pre operasi/ post operasi),
ruang rawat anak, ruang rawat dewasa, kamar rawat di rawat inap terdiri dari (kelas
VVIP, VIP, kelas I, kelas II, kelas III dan perawatan anak, ruang rawat isolasi, dan
ruang rawat intensip). Jumlah tempat tidur yang tersedia di pelayanan rawat inap
sebanyak 221 buah tempat tidur. Berikut ini adalah keterangan fasisilitas di setiap
ruangan rawat :

No .

Ruangan Rawat

Fasilitas

Keterangan

1.

VVIP As Syifa

AC
Bantal
Tempat tidur pasien
Cermin
Jam Dinding
Vas Bunga
1 Set kursi tunggu
Kulkas panasonik
TV LG
Meja Troli makan
Sofa
Remote AC
Remote TV
Jemuran Handuk
Lemari
Tangga pasien
Telepon
Gayung, Ember
Tempat
Remot
AC/TV
Shower,

Closet

Keset
Tempat sampah
Tiang Infus,
Kunci Kamar
Gordin , tirai

11 Kamar Rawat

2.

VVIP
Wiladah

Al

AC
Bantal
Tempat tidur pasien
Cermin
Jam Dinding
Vas Bunga
1 Set kursi tunggu
Kulkas panasonik
TV LG
Meja Troli makan
Sofa
Remote AC
Remote TV
Jemuran Handuk
Lemari
Tangga pasien
Telepon
Gayung, Ember
Tempat
Remot
AC/TV
Shower,

VIP Ad Dawa

Kamar Rawat

Closet

Keset
Tempat sampah
Tiang Infus,
Kunci Kamar
Gordin , tirai
AC
Tempat tidur pasien
Cermin
Jam Dinding
1 Set kursi tunggu
Kulkas
TV
Meja Troli makan
Sofa
Remote AC
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Telepon
Gayung, Ember
Shower, Closet , Keset
Tempat sampah
Tiang Infus,
Kunci Kamar
Tirai

22 Kamar Rawat

4.

Kelas 1A Ibnu
Sina

5.

Kelas 1A Shafa

AC
Bantal
Tempat tidur
Cermin
Jam dinding
Kulkas
Televisi
Sofa
Remote AC
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Shower
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Kunci Kamar
Korden
Keset
AC
Bantal
Tempat tidur
Cermin
Jam dinding
Kulkas
Televisi
Sofa
Remote AC
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Shower
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Kunci Kamar
Korden
Keset

Kamar Rawat

Kamar Rawat

6.

Kelas

1A

Marwah

7.

Kelas
Musdalifah

1B

AC
Bantal
Tempat tidur
Cermin
Jam dinding
Kulkas
Televisi
Sofa
Remote AC
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Shower
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Kunci Kamar
Korden
Keset
AC
Bantal
2 Tempat tidur pasien
Cermin
Jam dinding
Kulkas
Televisi
Sofa
Remote AC
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Shower
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Kunci Kamar
Korden
Keset

Kamar Rawat

1 Kamar Rawat

8.

Kelas 1B Ibnu
Sina

9.

Isolasi

AC
Bantal
2 Tempat tidur pasien
Cermin
Jam dinding
Kulkas
Televisi
Sofa
Remote AC
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Shower
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Kunci Kamar
Korden
Keset
Bantal
2 Tempat tidur Pasien
Kursi tunggu
Lemari
Tangga pasien
Tempat sampah
Tiang Infus
Kunci Kamar
Gorden
Keset
Pispot
Urinal
lampu uv

2 Kamar Rawat

2 Kamar Rawat

10

Kelas

II

Musdalifa

11

Kelas
Sina

II

Ibnu

TV
Bantal
4 Tempat tidur pasien
Jam dinding
Cermin
Kursi tunggu
Gambar dinding
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Gorden
Keset
TV
Bantal
4 Tempat tidur pasien
Jam dinding
Cermin
Kursi tunggu
Gambar dinding
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Gorden
Keset

Kamar Rawat

Kamar Rawat

12

Kelas

II

Al

III

Al

Wildan

13

Kelas
Wardah

TV
Bantal
4 Tempat tidur pasien
Jam dinding
Cermin
Kursi tunggu
Gambar dinding
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Gorden
Keset
Bantal
6 Tempat tidur pasien
Jam dinding
Kursi tunggu
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Kunci Kamar
Gorden
Keset

Kamar Rawat

Kamar Rawat

14.

Kelas III Ibnu


Sina

15.

Kelas III Anak

Bantal
6 Tempat tidur pasien
Jam dinding
Kursi tunggu
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Kunci Kamar
Gorden
Keset

Kamar Rawat

Bantal
6 Tempat tidur pasien
Jam dinding
Kursi tunggu
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Kunci Kamar
Gorden
Keset

Kamar Rawat

16.

Kelas

III

Kebidanan

Bantal
6 Tempat tidur pasien
Jam dinding
Kursi tunggu
Remote TV
Lemari
Tangga pasien
Gayung
Ember
Closet
Tempat sampah
Tiang Infus
Kunci Kamar
Gorden
Keset

BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANA
4.1. Peningkatan Mutu Pelayanan

Kamar Rawat

Untuk peningkatkan mutu pelayanan di rawat inap , maka rawat inap memfasilitasi pasien
yang di rawat untuk mendapatkan berbagai jenis pelayanan di rawat inap sebagai berikut :
Jenis pelayanan di rawat inap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pemeriksaan dan konsultasi oleh dokter spesialis


Perawatan sesuai dengan standar asuhan keperawatan secara berkala
Edukasi pasien oleh perawat atau dokter
Perawatan dan akomodasi di ruang perawatan
Pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter spesialis
Pemeriksaan penunjang diagnostik
Tindakan medis yang bersifat diagnostik, terapeutik dan operatif
Pemberian obat-obatan pada pasien sesuai dengan catatan daftar obat pasien dan

intruksi dokter spesialis


9. Pelayanan tranfusi darah
10. Pemberian surat rujukan
11. Pemakaian peralatan yang tersedia seperti oksigen.
Alur Pelaporan Mutu
Adapun pelaporan mutu pelayanan di ruang rawat inap Rumah Sakit AR Bunda
Prabumulih, seperti :
1. Pelaporan pemasangan tindakan invasive
2. Pelaporan monitoring mutu keperawatan dengan 9 indikator
3. Pelaporan mutu pasien safety rawat inap dengan 20 indikator
a. Pencatatan dan pelaporan kegiatan pelayanan
Kegiatan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien ditulis pada catatan
keperawatan yang sudah tersedia setiap harinya
Monitoring tindakan invasive di lakukan setiap setelah tindakan yang di
lakukan. Dan di dokumentasikan.
Monitoring mutu keperawatan dan pasien safety di monitoring dan di catat
1x24 jam dan pelaporan di laporkan kepada bagian Kasie Mutu Keperawatan
di akhir bulan.
Informasi pasien tertulis di dalam catatan keperawatan pasien
Setiap shift jaga melakukan pelaporan dan serah terima pasien
4.2. Upaya Keselamatan Pasien
a. Pengandaan sarana dan prasarana
Pengadaan sarana dan prasarana seperti alat kesehatan dan obat adalah suatu
prosedur penyediaan alat kesehatan dan obat obatan yang digunakan oleh pasien di
ruang rawat inap, dan sebagai penggantinya di bebankan kepada pasien melalui resep

dan dibuat oleh dokter .Untuk alat habis pakai perawat menulisnya di lembar alkes dan
di tandatangani oleh perawat.
b. Tujuan
Agar alat-alat dan obat-obatan emergency stok yang ada di ruang rawat inap
mencegah kesalahan dalam pemberian obat,dengan cara 10 benar
Tetap terjaga dalam segi kualitas dan kuantitas
Memudahkan di dalam penggunaan dan pengawasannya
c. Prosedur permintaan alat kesehatan dan obat-obatan
Jenis obat stok, yang akan dipakai dan alat kesehatan yang akan diminta di
tulis pada resep oleh dokter ruangan, dan jika selain obat di tulis oleh perawat
pada form alkes
Resep dan form alkes yang sudah di isi dengan lengkap diserahkan ke bagian
farmasi
Bila alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan yang diminta sudah tersedia akan
diserah terimakan ke ruang ruang inap, lembar putih untuk farmasi dan yang
merah di status pasien.
d. Prosedur pengganti alat kesehatan dan obat yang telah di gunakan
Alat kesehatan yang sudah digunakan oleh pasien ditulis pada resep rangkap 2
putih dan biru
Obat-obatan yang sudah digunakan ditulis pada resep dan di buat resep oleh
dokter, jika alkes di tulis oleh perawat pada form alkes
Resep yang telah diisi dengan lengkap oleh perawat, diserahkan ke bagian
farmasi dengan menggunakan buku expedisi
Bila alat kesehatan dan obat yang sudah di siapkan oleh bagian farmasi, di
serahkan ke perawat rawat inap

Alur pelaporan Keselamatan Pasien


1. Apabila terjadi suatu insiden dirumah sakit, wajib segera ditindak lanjuti
(dicegah/ditangani) untuk mengurangi dampak / akibat yang tidak diharapkan.
2. Setelah ditindak lanjuti, segera buat laporan insiden dengan mengisi formulir laporan
insiden pada akhir jam kerja/shift kepada atasan langsung. Paling lambat 2x24 jam;
jangan menunda laporan.
3. Setelah selesai mengisi fomulir, segera serahkan kepada atasan langsung pelapor.
(Atasan langsung disepakati sesuai keputusan manajemen : Supervisor/ kepala
bagian/unit, ketua komite medis)

4. Atasan langsung akan memeriksa laporan dan melakukan grading resiko terhadap
insiden yang dilaporkan
5. Hasil granding akan menentukan bentuk intevensi dan analisa yang akan dilakukan
sebagai berikut;
Grade biru : investigasi sederhana oleh atasan langsung, waktu maksimal 1
minggu
Grade hijau : intervensi sederhana oleh atasan langsung, waktu maksimal 2
minggu
Grade kuning : intervensi komprehensif /analisa akar masalah/RCA oleh tim KP
di RS, waktu maksimal 45 hari
Grade merah : investigasi komprehensif / analisis akar masalah/RCA oleh tim
KP di RS, waktu maksimal 45 hari
6. Setelah selesai melakukan investigasi sederhana, laporkan hasil investigasi dan lapor
insiden dilaporkan ke tim KP di RS
7. Tim KP di RS akan menganalisa kembali hasil investasi dan laporan inseden untuk
menentukan apakah perlu investigasi lanjutan ( RCA) dengan melakukan regdrading
8. Untuk grade kuning / merah, tim KP di RS akan melakukan analisa akar masalah / root
cause analysis( RCA)
9. Setelah melakukan RCA, tim KP di RS akan membuat laporan dan recomendasi untuk
perbaikan serta pembelajaran berupa petunjuk/safety alert untuk mencegah kejadian
berulang
10. Hasil RCA, recomendasi danrencana kerja dilaporkan kepada direksi
11. Rekomendasi untuk perbaikan dan pembelajaran diberikan umpan balik kepada nit
terkait
12. Unit kerja membuat analisa dan trend kejadian disatuan kerjanya masing-masing
13. Monitoring dan perbaikan oleh tim KP di RS

Tata cara konsultasi medis


1. Konsultasi
DPJP menginformasikan kepada penanggung jawab pasien terkait dengan konsultasi
ke dokter spesialis
DPJP menuliskan pada rekam medis pasien pada lembar konsultasi
Penangung jawab pasien menandatangani inform consent
Perawat ruang intensif menghubungi dokter spesialis yang dikonsulkan
Penanggung jawab pasien diinformasikan tentang hasil konsultasi oleh dokter
konsultan

2. Indikasi dan prosedur laboratorium dan radiologi


DPJP menginformasikan indikasi pemeriksaan laboratorium dan radiologi kepada
penanggung jawab pasien
Penanggung jawab pasien menandatangani formulir inform consent pemeriksaan
radiologi dan laboratorium
Perawat ruang rawat inap menginformasikan tentang pemeriksaan laboratorium dan
radiologi kepada bagian terkait
Perawat rawat inap melengkapi form pemeriksaan dan menyerahkan kepada petugas
radiologi dan laboratorium
Pasien di tindak lanjuti sesuai dengan jenis tindakan

BAB V
LOGISTIK

Logistic adalah segala sesuatu/benda yang berwujud dan dapat diperlakukan secara
fisik (tangible), baik yang digunakan untuk kegiatan pokok maupun kegiatan penunjang
(administrasi). Logistik untuk kegiatan proses pemberian asuhan terhadap pasien adalah
persediaan peralatan dan perbekalan yang dibutuhkan untuk melaksanakan asuhan
keperawatan pasien seperti alat pendukung diagnostic, alkes dan obat-obatan, dan formulir

dokumentasi.

5.1 Kelompok Peralatan Yang Dibutuhkan


a) Pengadaan alkes dan obat-obatan
b) Pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendukung diagnostic

BAB VI
KESELAMATAN PASIEN
Keselamatan pasien rumah sakit yang diberikan pada pasien berfokus pada keselamatan
pasien. Keselamatan pasien adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan
pasien lebih aman yang meliputi assessment risiko, identifikasi, pengelolaan hal yang
berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari
insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya
risiko dan mencegah tejadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan

suatu tindikan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.


Upaya untuk menjamin keselamatan pasien di fasilitas kesehatan sangatlah kompleks
dan banyak hambatan. Konsep keselamatan pasien harus dijalankan secara menyeluruh dan
terpadu.
6.1 Strategi
Strategi yang digunakan untuk meningkatkan keselamatan pasien melalui tindakan
pendidikan kesehatan antara lain dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang :
a) Proses penyakit dan penatalaksanaan medis
b) Penggunaan obat yang aman dan interaksi obat
c) Keaman penggunaan peralatan medis
d) Pencegahan resiko jatuh pada pasien anak, dewasa dan lansia
e) Pencegahan infeksi dirumah sakit

6.2 Istilah-istilah yang berhubungan dengan cedera


Dalam membangun keselamatan pasien banyak istilah-istilah yang perlu dipahami dan
disepakati bersama. Istilah-istilah tersebut diantaranya adalah:
a) Kejadian tidak diharapkan/KTD (Adverse event)
b) Kejadian nyaris cedera /KNC (Near miss)
c) Kejadian sentinel

BAB VII
KESELAMATAN KERJA

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di Rumah Sakit merupakan salah satu
perlindungan bagi tenaga kesehatan yang bertujuan untuk mencegah serta mengurangi
terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja
7.1 Tujuan
Manajemen kesehatan dan keselamantan kerja di Rumah Sakit bertujuan agar tercapai

pelayanan dan produktifitas kerja yang optimal, dengan tujuan khusus yaitu :
a) Mamberikan perlindungan kepada seluruh staf, pasien dan pengunjung
b) Mencegah kecelakaan kerja, paparan bahan berbahaya, kebakaran dan pencemaran
lingkungan
c) Mengamankan peralatan kerja, bahan baku dan menciptakan lingukungan kerja yang
aman

BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU
8.1 Perumusan dan penyusunan kebijakan
Upaya untuk menjamin mutu pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan di Rumah
Sakit AR Bunda Prabumulih bidang keperawatan membuat Program Pengendalian dan
Peningkatan Mutu sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pengendalian dan
peningkatan mutu tersebut.

Perumusan dan penyusunan kebijakan pengendalian dan peningkatan mutu pelayanan


keperawatan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi melalui masukan dari seluruh jajaran dan
staf keperawatan yang terlibat dan berdasarkan hasil evaluasi kinerja bidang keperawatan
secara periodik yang kemudian ditindaklanjuti untuk dilaporkan kepada Direksi.
Kegiatan dalam upaya pengendalian dan peningkatan mutu pelayanan keperawatan, dapat
dilakukan melaui :
1) Studi Dokumentasi
Merupakan salah satu metode untuk melihat sejauhmana penerapan Standar Asuhan
Keperawatan dan kebidanan yang dilakukan oleh perawat dan bidan.
2) Pembahasan Kotak Saran
Merupakan sarana untuk menampung masukan dari semua pelanggan baik pasien,
keluarga pasien, pengunjung, dokter maupun karyawan lain berupa keluhan, kritik dan
saran

sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan

keperawatan di Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih


3) Audit Keperawatan / Pembahasan Kasus
Merupakan salah satu metode untuk membahas permasalahan dalam pengelolaan
pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan pada pasien dengan kasus-kasus tertentu
yang jarang terjadi.
4) Survey Persepsi Pasien
Suatu kegiatan untuk mendapatkan masukan dari pasien atau keluarga pasien
mengenaipersepsi pasien terhadap mutu pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan
melalui pengisian angket oleh pasien atau keluarga pasien.
5) Supervisi Keperawatan
Suatu kegiatan pemantauan, pengawasan dan penilaian terhadap seluruh kegiatan perawat
di ruangan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan dan kebidanan mulai dari sikap,
pengetahuan dan keterampilan, sebagai bahan untuk peningkatan kualitas SDM perawat
dan mutu pelayanan keperawatan.
6) Ronde Keperawatan
Kegiatan kontrolling terhadap perawat, pasien, fasilitas penunjang pelayanan asuhan
keperawatan dan kebidanan dan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien.
7) Laporan Kejadian
Proses pembahasan kejadian pelanggaran etika profesi keperawatan yang dilakukan oleh
perawat. Dibuatkan laporan kronologis kejadian untuk kemudian dilakukan kajian, analisa
dan klarifikasi data serta pembinaan terhadap Yang bersangkutan.Tindak lanjut dari

laporan kejadian ini dapat berupa pelatihan, pendampingan, pembuatan usulan prosedur
dan hal tekhnis lainnya.
8) Rapat Rutin
Sebagai sarana pemecahan masalah pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan yang
terjadi baik secara tekhnik operasional maupun tekhnik pengelolaan / manajerial di
lingkungan keperawatan.
9) Analisa indikator Pelayanan Keperawatan dan Infeksi Rumah Sakit
Untuk mengevaluasi sejauhmana mutu pelayanan keperawatan terkait dengan tindakan
keperawatan yang dilakukan apakah sudah memperhatikan keamanan pasien sebagai
upaya untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial.
8.2 Pelaksanaan Kebijakan
a) Kebijakan Mutu
Kebijakan mutu yang yang dilaksanakan oleh Bidang Keperawatan berdasarkan kebijakan
mutu yang diputuskan oleh Direktur RS TMC yang bersumber dari hasil kerja Panitia
Mutu RS TMC atau Kepanitian/Tim yang ditunjuk Direktur RS TMC untuk peningkatan
mutu pelayanan di RS TMC.
b) Kebijakan Kendali Mutu
Untuk pengendalikan mutu pelayanan Bidang Keperawatan dibuat standarisasi pelayanan
dan pembuatan prosedur tetap pelayanan (SPO) yang disebarkan keseluruh unit kerja
terkait untuk dijadikan pegangan dalam pelaksanaan pekerjaan serta dibentuk Kelompok
Gugus Kendali Mutu di setiap unit kerja.
c) Rencana dan Program Kebijakan
Perencanaan dan pembuatan program kebijakan dilaksanakan secara periodik dan
dievaluasi minimal setiap 3 bulan, 6 bulan dan satu tahun sekali yang dibicarakan dengan
seluruh jajaran struktural Bidang Keperawatan.
d) Proses dan Evaluasi Kebijakan
Pelaksanaan kebijakan dievaluasi secara berkala melalui pertemuan rutin jajaran struktural
Bidang Keperawatan terutama mengenai efektifitas dari pelaksanaan kebijakan tersebut
dengan menganalisa seluruh data yang ada yang terdiri data utama dan data pendukung.
e) Apabila tidak berjalan efektif maka dicari penyebab masalah yang menjadikan kebijakan
tersebut tidak berjalan efektif sehingga dapat dihasilkan suatu solusi agar kebijakan
tersebut bisa berjalan efektif atau dibuat suatu kebijakan baru.
f) Pengawasan dan Evaluasi Kebijakan
Pengawasan dan evaluasi kebijakan dilaksanakan oleh pejabat struktural yang berada pada
unit kerja yang bersangkutan dan dilaporkan secara berjenjang kepada pejabat struktural
diatasnya.
g) Hasil pelaksanaan kebijakan dianalisa oleh pejabat struktural yang ada pada unit kerja
yang bersangkutan dan dilaporkan kepada atasannya secara periodik untuk dilaksanakan
perbaikan sebagai upaya tindak lanjut sesuai dengan kebutuhan unit kerja yang
bersangkutan.

BAB IX
PENUTUP
Petunjuk Teknis pelayanan di Rawat Inap ini di susun dalam rangka memberikan
Acuan bagi di Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih dalam menyelenggarakan pelayanan yang
bermutu, aman, efekrtif dan efesien dengan mengutamakan keselamatan pasien.
Buku ini mempunyai peranan yang penting sebagai pedoman, sehingga mutu
pelayanan yang di berikan kepada pasien terus meningkat.

Penyusunan Buku Pedoman Rawat Inap ini Adalah Suatu langkah awal proses yang
panjang, sehingga memerlukan dukungan dan kerjasama dari berbagi pihak dalam
penerapannya untuk mencapai tujuan.