Anda di halaman 1dari 2

MODIFIKASI PERMUKAAN ABU LAYANG MENGGUNAKAN

NaOH DAN APLIKASINYA UNTUK GEOPOLIMER: SIFAT


FISIK DAN MEKANIK
Nama Mahasiswa
NRP
Dosen Pembimbing

: Khosna Irani
: 1407 201 757
: 1. Lukman Atmaja, Ph.D
2. Hamzah Fansuri, Ph.D

ABSTRAK
Geopolimer merupakan polimer anorganik yang mempunyai sifat-sifat mekanik
yang baik dan memberikan orientasi aplikasi teknologi yang bagus sehingga potensial
untuk terus diteliti penggunaannya. Geopolimer dapat disintesis dari bahan baku yang
berasal dari abu pembakaran batubara (abu layang). Kualitas geopolimer sangat
dipengaruhi oleh kelarutan Si dan Al sehingga diperlukan cara untuk meningkatkan
jumlah Si dan Al reaktif yaitu dengan memodifikasi abu layang dengan metode refluks.
Jumlah Si dan Al dalam abu layang dipengaruhi oleh OH-. Dalam penelitian ini
digunakan larutan NaOH untuk memodifikasi abu layang. Variasi konsentrasi NaOH
yang diperlakukan adalah 0; 1; 2; 3 M. Perubahan pada abu layang hasil modifikasi
kemudian dianalisis. Analisis perubahan komposisi dengan XRF menunjukkan bahwa
terjadi perubahan komposisi abu layang sesudah modifikasi pada konsentrasi larutan 1 M
dengan perolehan perbandingan Si/Al lebih tinggi daripada komposisi abu layang
sebelum modifikasi. Analisis perubahan fasa abu layang dengan XRD menunjukkan
bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan NaOH, semakin banyak fasa baru yang
terbentuk. Tidak ada perubahan fasa antara abu layang sesudah modifikasi pada
konsentrasi larutan NaOH 1 M dengan abu layang sebelum modifikasi. Analisis
perubahan morfologi abu layang dengan SEM menunjukkan bahwa terjadi perubahan
morfologi abu layang sebelum modifikasi dari bentuk bulat dan halus menjadi kasar pada
abu layang sesudah modifikasi dengan larutan NaOH 1 M. Analisis abu layang dengan
FTIR menunjukkan perubahan struktur ikatan kimia untuk abu layang sesudah modifikasi
dari 1085 cm-1 ke bilangan gelombang yang lebih rendah yaitu sekitar 1000 cm-1 yang
menunjukkan perubahan struktur mirip zeolit.
Kuat tekan geopolimer yang disintesis dari abu layang sesudah modifikasi lebih
tinggi daripada geopolimer yang disintesis dari abu layang sebelum modifikasi.
Perubahan perbandingan Si/Al, fasa, morfologi, dan ikatan kimia pada abu layang
sesudah modifikasi dengan larutan NaOH 1 M menjadikan kuat tekan geopolimer yang
dihasilkan tertinggi diantara geopolimer yang lainnya dan porositasnya terendah diantara
geopolimer yang lainnya.
Kata kunci : Abu Layang, Larutan Alkalin, Geopolimer

iii

iv