Anda di halaman 1dari 20

BAHAN AJAR

Nama Mata Kuliah


SKS
Program Studi
Pertemuan Ke
Waktu
Dosen

: Fisika Mekanika Terapan


: 3 (tiga)
: Teknik Pertambangan
: IV - V (empat lima)
: 6 x 50 menit
: Febri Silvia, S.Pd

Kode :

Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran) terkait KKNI


Memiliki Pengetahuan dasar dan pemahaman tentang Gaya konservatif
dan non konservatif, keseimbangan gaya, gaya gesekan, gaya pada bidang
miring, dinamika rotasi, momen gaya dan momen kopel, momen Inersia
dan kesetimbangan benda tegar serta mampu mengaplikasikan dalam
bidang pertambangan

Soft skills/Karakter
Mampu berkomunikasi

dengan

baik

dalam

menjawab

pertanyaan dosen, mengajukan pertanyaan, mengemukakan


pendapat dan dalam berdiskusi

Disiplin dalam mengikuti proses pembelajaran, datang tepat


waktu dan mengumpulkan tugas pada waktu yang telah

ditetapkan
A. GAYA
Gaya merupakan tarikan atau dorongan terhadap suatu benda
Gaya konservatif
Gaya konservatif memiliki dua ciri yang ekuivalen:
a. Kerja yang dilakukan oleh gaya konservatif pada sebuah partikel
yang bergerak antara dua titik adalah independen dari jalan
yang diambil oleh partikel.
b. Kerja yang dilakukan oleh gaya konservatif pada sebuah partikel
yang bergerak melalui lintasan tertutup adalah nol. (Sebuah
lintasan tertutup adalah titik awal dan titik akhir adalah identik.)
Gaya gravitasi adalah salah satu contoh dari gaya konservatif, gaya
yang diberikan pegas yang ideal pada objek apapun yang melekat
pada pegas adalah hal lain. Usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi
pada benda yang bergerak antara dua titik dekat permukaan bumi
adalah:
Wg = -mg j . [(yf - yi ) j] = mgyi
- mgyf.

Dari persamaan ini, perhatikan bahwa Wg hanya bergantung pada awal


dan akhir koordinat y objek dan karenanya tidak tergantung lintasan.
Selanjutnya, Wg adalah nol ketika objek bergerak di atas lintasan
tertutup (di mana yi = yf).
Untuk kasus sistem objek-pegas, kerja Ws yang dilakukan oleh gaya
pegas diberikan oleh
Ws = kxi2 kxf2
Kita melihat bahwa gaya pegas bersifat konservatif karena Ws hanya
bergantung pada awal dan akhir koordinat x objek dan nol untuk setiap
lintasan tertutup.
Kita dapat mengaitkan energi potensial untuk sistem dengan gaya
yang bekerja antara anggota sistem, tapi kita bisa melakukannya
hanya jika gaya adalah konservatif. Secara umum, Usaha W int yang
dilakukan oleh gaya konservatif pada objek yang merupakan anggota
dari sistem sebagai perubahan sistem dari satu konfigurasi ke yang
lain sama dengan nilai awal dari energi potensial dari sistem dikurangi
nilai akhir:
Wint = Ui - Uf = -U
Dari persamaan di atas terlihat bahwa usaha yang kita bicarakan
dilakukan oleh salah satu anggota dari sistem pada anggota yang lain
dan karena itu internal untuk sistem. Hal ini berbeda dari usaha W ext
yang dilakukan pada sistem secara keseluruhan oleh agen eksternal.

Gaya Nonkonservatif
Suatu gaya adalah nonkonservatif jika tidak memenuhi sifat 1 dan 2
untuk gaya konservatif. Kita mendefinisikan jumlah dari energi kinetik
dan energi potensial sistem sebagai energi mekanik dari sistem:
Emech K + U
Dimana K merupakan energi kinetik dari semua anggota yang
bergerak dari sistem dan U mencakup semua jenis energi potensial
dalam sistem. Untuk sebuah buku jatuh akibat aksi gaya gravitasi,
energi mekanik dari sistem buku-bumi tetap konstan, energi potensial
gravitasi berubah menjadi energi kinetik, dan energi total sistem tetap
konstan. Gaya nonkonservatif bekerja dalam suatu sistem,
bagaimanapun, menyebabkan perubahan energi mekanik dari sistem.
Sebagai contoh, untuk sebuah buku diluncurkan pada permukaan
horizontal yang tidak ada gesekan, energi mekanik dari sistem bukupermukaan ditransformasikan ke energi internal seperti yang kita

bahas sebelumnya. Hanya bagian dari energi kinetik buku


ditransformasikan ke energi internal dalam buku ini. Sisanya muncul
sebagai energi internal di permukaan. (Ketika Anda berjalan dan
meluncur di lantai gimnasium, tidak hanya kulit di lutut Anda
mengalami pemanasan, begitu juga lantai!) Karena gaya gesekan
kinetik mengubah energi mekanik dari sistem menjadi energi internal,
itu adalah gaya nonkonservatif

Sebagai contoh jalur ketergantungan usaha untuk gaya nonkonservatif,


perhatikan Gambar. Misalkan Anda memindahkan sebuah buku antara
dua titik di atas meja. Jika buku tersebut dipindahkan dalam garis lurus
sepanjang jalur biru antara titik A dan B, Anda melakukan sejumlah
usaha terhadap gaya gesek kinetik untuk menjaga buku bergerak pada
kecepatan konstan. Sekarang, bayangkan bahwa Anda mendorong
buku di sepanjang jalur setengah lingkaran coklat. Anda melakukan
usaha lebih terhadap gesekan di sepanjang jalur melengkung
dibandingkan sepanjang jalan yang lurus karena jalan melengkung
yang lebih lama. Kerja yang dilakukan pada buku tergantung pada
lintasan, sehingga gaya gesekan tidak dapat konservatif.
Kesetimbangan gaya
Hukum Newton tentang gaya dan gerak:
1.
Hukum Newton I

Pernyataan Galileo
Jika gaya gesek pada suatu benda ditiadakan, maka benda tersebut akan terus
bergerak tanpa memerlukan gaya lagi.
Teori Galileo dikembangkan oleh Isaac Newton (hukum INewton.
Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang diam
akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan
tetap.

F 0


2.

3.

Hokum I Newton juga sering disebut sebagai hukum kelembaman atau hukum
inersia.
Hukum II Newton
Bunyi hokum II Newton
Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda
berbanding lurus dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa
benda.
Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya.
Keterangan:
F
a
= percepatan benda (ms-2)
atau F m.a
a

m
F
= resultan gaya yang bekerja pada benda
(N)
m = massa benda (kg)
Hukum III Newton
Bunyi hukum III Jika benda A mengerjakan gaya pada benda B, maka benda B
akan mengerjakan gaya pada benda A, yang besarnya sama tetapi arahnya
berlawanan.
Untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah.
Faksi Freaksi

Macam-macam Gaya
Gaya merupakan dorongan atau tarikan yang akan mempercepat atau
memperlambat gerak suatu benda
Gaya langsung artinya, sesuatu yang memberi gaya berhubungan langsung dengan
yang dikenai gaya.
Gaya tak langsung merupakan gaya yang bekerja di antara dua benda tetapi kedua
benda tersebut tidak bersentuhan.
1. Gaya Berat
Massa merupakan ukuran banyaknya materi yang dikandung oleh suatu benda.
Massa (m) suatu benda besarnya selalu tetap dimanapun benda tersebut berada,
satuannya kg.
Berat (w) merupakan gaya gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda. Satuan
berat adalah Newton (N).
Keterangan :
w m g
w = gaya berat (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (ms-2)
2. Gaya Normal
Gaya normal (N) adalah gaya yang
bekerja
pada
bidang
yang

bersentuhan antara dua permukaan


benda, yang arahnya selalu tegak
lurus dengan bidang sentuh.
3. Gaya Gesekan
Gaya gesek adalah gaya yang bekerja antara dua permukaan benda yang saling
bersentuhan. Arahnya berlawanan arah dengan kecenderungan arah gerak benda.
Untuk benda yang bergerak di udara, gaya geseknya bergantung pada luas
permukaan benda yang bersentuhan dengan udara. Makin besar luas bidang
sentuh, makin besar gaya gesek udara pada benda tersebut
Untuk benda padat yang bergerak di atas benda padat, gaya geseknya tidak
tergantung luas bidang sentuhnya
Gaya gesekan dapat dibedakan menjadi dua,
Gaya gesek statis (fs) adalah gaya gesek yang bekerja pada benda selama
benda tersebut masih diam.
f s ,maks s N
Keterangan:
fs = gaya gesekan statis maksimum (N)
s =koefisien gesekan statis
Gaya gesek kinetis (fk) adalah gaya gesek yang bekerja pada saat benda
dalam keadaan bergerak. Gaya ini termasuk gaya dissipatif, yaitu gaya
dengan usaha yang dilakukan akan berubah menjadi kalor. Perbandingan
antara gaya gesekan kinetis dengan gaya normal disebut koefisien gaya
gesekan kinetis (k).
Keterangan:
f k k N
fk = gaya gesekan kinetis (N)
k =koefisien gesekan kinetis
4. Gaya Sentripetal
Arah percepatan sentripetal selalu menuju ke pusat lingkaran dan tegak
lurus dengan vector kecepatan.
Percepatan sentripetal ditimbulkan oleh gaya sentripetal
Keterangan:
v2
2
Fs = gaya sentripetal (N)
Fs m
m r
R
m = massa benda (kg)
v
= kecepatan linear (m/s)
r
= jari-jari lingkaran (m)
= kecepatan sudut

Penerapan Hukum Newton


Untuk menyelesaikan permasalahan yang menggunakan hukum I dan II Newton pada
suatu benda, ada beberapa catatan.
Pertama, gambarlah diagram secara terpisah yang menggambarkan semua gaya yang
bekerja pada benda tersebut (gambar diagram bebas).

Kedua, gaya yang searah dengan perpindahan benda dianggap positif, sedangkan
gaya yang berlawanan arah dengan perpindahan benda dianggap negatif.
a) Gerak Benda pada Bidang Datar
Komponen yang menyebabkan benda
bergerak di atas bidang datar licin
adalah komponen horizontal F, yaitu
Fx.
Fx F cos

F cos
m

b) Gerak Dua Benda yang Bersentuhan


F m a mb a
Persamaan gaya kontak antara benda ma dan mb

N ab

mb
ma
F atau N ba
F
m a mb
m a mb

c) Gerak Benda pada Bidang Miring


Gaya-gaya yang bekerja pada sumbu y

F
F

N wy

N mg cos

Gaya-gaya yang bekerja pada sumbu x

mg sin

a g sin

d) Gerak Benda yang Dihubungkan dengan Katrol


Tinjau benda ma :

ma a

ma g T ma a
T benda
ma mgb : ma a
Tinjau

ma a

T mb g mb a
T mb g mb a

F
m a mb

Besar percepatan:

ma mb
g
ma mb

e) Gaya Tekan Kaki pada Lantai Lift


Pada lift diam atau bergerak dengan kecepatan tetap, maka percepatannya nol,
berlaku keseimbangan gaya (hukum I Newton).

N mg 0
N mg w
Jika lift bergerak ke atas dengan percepatan, maka besarnya gaya tekan kaki
pada lantai lift

m a

N mg m a
N mg m a

Gaya tekan kaki pada saat lift diam atau bergerak


dengan kecepatan tetap adalah sama dengan gaya
berat orang tersebut

Gaya-gaya yang searah dengan arah gerak lift


diberi tanda positif

Gaya-gaya yang berlawanan di beri tanda


negatif.

Lift yang bergerakke bawah

ma

mg N m a
N mg m a

f) Gerak Menikung di Jalan


Jika gaya gesekan antar ban dan jalan
diabaikan dan sudut kemiringan antara jalan
dan bidang horizontal , maka gaya-gaya
yang bekerja pada mobil:

Untuk komponen
(horizontal)

pada

sumbu

v2
N sin m
r
2
mv
N
r sin
Untuk Komponen sumbu Y (vertikal)
N cos mg
mg
N
cos
Kecepatan maksimum yang boleh dimiliki mobil agar tidak terpental dari lintasan

v 2 gr tan
v

gr tan

g) Gerak Melingkar Vertikal


Pada gerak melingkar vertikal dapat dipilih
acuan sebagai berikut:
Pertama, semua gaya yang menuju ke
pusat lingkaran Anda beri nilai positif.
Kedua, Gaya-gaya yang menjauhi pusat
lingkaran Anda beri nilai negatif.

F m

v2
r

Contoh soal:
Sebuah benda dengan massa 300 kg berada pada
suatu bidang miring, seperti yang terlihat pada
gambar di samping. Jika gaya gesek diabaikan,
tentukan besar gaya yang menyebabkan benda
bergerak ke bawah!
Penyelesaian:
Berdasarkan teorema Pythagoras:
(BC)2
= (AC)2 + (AB)2
= (3 m)2 + (4 m)2
(BC)2
= 25 m2
BC = 5 m
AC 3m
sin

0,6
BC 5m
Benda bergerak ke bawah karena ada gaya berat mg pada
bidang miring BC, yaitu w sin , yang dinyatakan:
w sin
=m.g.sin
= (300 kg)(9,8 m/s2)(0,6)
= 1764 N
B. Dinamika Gerak Rotasi
1.
Kesetimbangan Partikel dan Gerak Translasi
Jika partikel terletak pada bidang XY dan gaya-gaya yang bekerja diuraikan dalam
komponen sumbu X dan sumbu Y, maka syarat kesetimbangan partikel dapat ditulis
Fx 0 Fy 0
dan
Untuk menyelesaikannya, persoalan yang berhubungan dengan keseimbangan partikel
akibat pengaruh tiga buah gaya dapat menggunakan syarat keseimbangan. Secara
sederhana Anda juga dapat menggunakan aturan sinus dalam segitiga.

F
F1
F
2 3
sin sin sin

2.

Gerak Rotasi
Gerak rotasi (melingkar) adalah gerakan pada bidang datar yang lintasannya berupa
lingkaran.

Momen Gaya (Torsi)


Momen gaya didefinisikan sebagai hasil kali antara
gaya (F) dengan jarak lengan gaya (d). Jarak tegak
lurus antara garis kerja gaya dengan titik pusat massa
disebut lengan gaya atau lengan momen. Momen gaya
timbul akibat gaya yang bekerja pada benda tidak tepat
pada
pusat massa.
Secara matematis dapat ditulis
Dengan: = momen gaya (Nm)
F d
d = lengan gaya (m)
F = gaya (N)
F r sin
r =jari-jari (m)
Arah momen gaya dinyatakan oleh aturan tangan kanan

Momen gaya menyebabkan benda berotasi. Jika benda berotasi searah jarum jam, maka
torsi yang bekerja pada benda bertanda positif. Sebaliknya, jika benda berotasi dengan
arahberlawanan dengan arah jarum jam, maka torsi penyebabnya bertanda negatif. Torsitorsi yang sebidang dapat dijumlahkan.
Apabila pada sebuah benda bekerja beberapa gaya, maka jumlah momennya sama dengan
momen gaya dari resultan semua gaya yang bekerja pada benda tersebut

o1 o 2 o 3 .... Rd atau o Rd

Momen inersia
Momen inersia (kelembaman) suatu benda adalah ukuran kelembaman suatu benda
untuk berputar terhadap porosnya
Nilai momen inersia suatu benda bergantung kepada bentuk benda dan letak sumbu
putar benda tersebut.
Momen inersia dilambangkan dengan I, satuannya dalam SI adalah kgm2.
Keterangan:
I m.R 2
I : momen inersia (kgm2)
R : jari-jari (m)
1
1
2
E k m R atau m R 2 2
m : massa partikel atau titik
2
2
(kg)

Benda yang terdiri atas susunan partikel (titik), jika melakukan gerak rotasi
memiliki momen inersia sama dengan hasil jumlah dari momen inersia partikel
penyusunnya
I mi Ri ( m1 R1 ) (m2 R2 ) (m3 R3 ) ...
2

Momen Inersia Berbagai Benda Tegar Homogen

Momentum Sudut
Selama berotasi titik A memiliki momentum sebesar P = m v.
Hasil perkalian momentum dengan jarak R disebut momentum
sudut, dan diberi notasi L.
L m R2

L I

Keterangan:
v = kecepatan linear (m/s)
L = momentum sudut (kg m2s1)
m = massa partikel/tittik (kg)
R = jarak partikel ke sumbu putar (m)
= kecapatan sudut (rad/s)
I = momen inersia (kg m2)

Momen Kopel
Kopel adalah pasangan dua gaya sama besar dan berlawanan arah
yang garis-garis kerjanya sejajar tetapi tidak berimpit.
Besarnya kopel dinyatakan dengan momen kopel (M), yaitu hasil
perkalian salah satu gaya dengan jarak tegak lurus antara kedua gaya tersebut.
M=Fxd
Keterangan:
M = momen kopel (Nm)
F = gaya (N)
d = jarak antar gaya (m)

3.

Pengaruh kopel pada suatu benda memungkinkan benda tersebut berotasi. Jika
kopel berotasi searah jarum jam diberi nilai negatif (), dan jika berlawanan dengan
arah jarum jam diberi nilai positif (+).

Gerak Menggelinding
Bola yang menggelinding di atas bidang akan mengalami dua gerakan sekaligus,
I
yaitu rotasi terhadap sumbu bola (
) dan translasi bidang yang dilalui (
F ma
).

Besarnya energi kinetik yang dimiliki benda mengelinding adalah jumlah energi
kinetik rotasi dan energi kinetik translasi
1)
Menggelinding pada Bidang Datar
Untuk gerak translasi berlaku persamaan F f = m a dan N
mg=0

Untuk gerak rotasi berlaku persamaan (


I
)
Karena silinder bergulir tanpa selip, maka
harus ada gaya gesekan. Besarnya gaya
gesekan pada sistem ini adalah

I f R f

I
R

2F
a
I a
a
a
, maka f I 2
3m
R
R R
R
2)
Menggelinding pada Bidang Miring
Gerak translasi diperoleh dengan mengasumsikan
semua gaya luar bekerja di pusat massa silinder.
Menurut hukum Newton:
a. Persamaan gerak dalam arah normal adalah
N mg cos = 0.
b. Persamaan gerak sepanjang bidang miring
adalah mg sin f = ma.
I
c. Gerak rotasi terhadap pusat massanya
Gaya normal N dan gaya berat mg tidak dapat menimbulkan rotasi terhadap titik O. Hal
ini disebabkan garis kerja gaya melalui titik O, sehingga lengan momennya sama dengan
nol

jika

mg sin 2
g sin
1
3
mm
2

E k traslasi E k rotasi E p gravitasi


1 2 1
mv I m g h
2
2

2 gh
1 k
k adalah bilangan real yang diperoleh dari rumus inersia benda
v

4.

Keseimbangan Benda Tegar dan Hukum Kekekalan Momentum Sudut


Benda tegar adalah benda yang tidak mengalami perubahan bentuk
akibat pengaruh gaya atau momen gaya.

Hukum kekekalan momentum sudut berbunyi Jika tidak ada gaya yang
memengaruhi pada sistem, momentum sudut sistem adalah tetap. Hukum tersebut dapat
diartikan bahwa momentum sudut sebelum dan sesudah peristiwa adalah tetap.

L L' atau I I '


5.

Titik Berat

Resultan dari seluruh gaya berat benda yang terdiri atas bagian-bagian kecil benda
dinamakan gaya berat.
Titik tangkap gaya berat disebut titik berat
1. Menentukan Titik Berat Benda yang Bentuknya Tidak Teratur

2. Menentukan Titik Berat Benda yang Bentuknya Teratur


Titik Berat Benda Homogen Berbentuk Garis

Titik Berat Benda yang Berupa Selimut Ruang

Titik Berat Benda Pejal Tiga Dimensi

Titik Berat Benda Homogen Dimensi Dua

1.

Menentukan Titik Berat Benda dari Gabungan Beberapa


Benda

X pm X o

Y pm Yo
a.

m1 y1 m2 y 2 m3 y 3 ... mn y n mn y n

m1 m2 m3 ... mn
mn

Titik Berat Benda-Benda Homogen Berbentuk Ruang (Dimensi Tiga)


V x V2 x 2 V3 x3 ... Vn x n Vn x n
Xo 1 1

V1 V2 V3 ... Vn
Vn

Yo

b.

m1 x1 m2 x2 m3 x3 ... mn xn mn xn

m1 m2 m3 ... m3
mn

V1 y1 V2 y 2 V3 y 3 ... Vn y n

V1 V2 V3 ... Vn

V y
V
n

Titik Berat Benda-Benda Homogen Berbentuk Luasan

Xo

Yo

c.

A x
A

A1 y1 A2 y 2 A3 y 3 ... An y n

A1 A2 A3 ... An

A y
A

Titik Berat Benda-Benda Homogen Berbentuk Garis


l x l x l x ... l n x n l n x n
Xo 1 1 2 2 3 3

l1 l 2 l 3 ... l n
ln

Yo

6.

A1 x1 A2 x 2 A3 x3 ... An x n

A1 A2 A3 ... An

l1 y1 l 2 y 2 l 3 y 3 ... l n x n

l1 l 2 l 3 ... l n

l y
l
n

Macam-macam Keseimbangan
Keseimbangan translasi adalah keseimbangan yang dialami benda ketika bergerak dengan
kecepatan linear konstan (v konstan) atau tidak mengalami perubahan linear (a = 0).
Keseimbangan rotasi adalah keseimbangan yang dialami benda ketika bergerak dengan
kecepatan sudut konstan ( konstan) atau tidak mengalami percepatan sudut ( = 0).
Syarat-syarat benda akan menggeser, menggulung, atau menggelinding (menggeser dan
menggelinding).
F 0 0
a. Syarat benda menggeser adalah
dan
F 0 0
b. Syarat benda mengguling adalah
dan
F 0
0
c. Syarat benda menggelinding adalah
dan
Berdasarkan kedudukan titik beratnya, keseimbangan benda ketika dalam keadaan diam
(keseimbangan statis) dikelompokkan atas
1. Keseimbangan Stabil
Keseimbangan
stabil
adalah
keseimbangan yang dialami benda di
mana apabila dipengaruhi oleh gaya
atau gangguan kecil benda tersebut
akan segera ke posisi keseimbangan
semula.
Keseimbangan stabil ditandai oleh
adanya kenaikan titik benda jika
dipengaruhi suatu gaya.
2. Keseimbangan Labil

Keseimbangan
labil
adalah
keseimbangan yang dialami benda yang
apabila diberikan sedikit gangguan
benda tersebut tidak bisa kembali ke
posisi keseimbangan semula.
Keseimbangan labil ditandai oleh
adanya penurunan titik berat benda jika
dipengaruhi suatu gaya.
3. Keseimbangan Indeferen
Keseimbangan indeferen atau netral
adalah keseimbangan yang dialami
benda yang apabila diberikan sedikit
gangguan
benda
tersebut
tidak
mengalami perubahan titik berat benda.
Keseimbangan netral ditandai oleh tidak
adanya perubahan pasti titik berat jika
dipengaruhi suatu gaya.
Contoh soal:
Sebuah balok bermassa memiliki massa 600 gr dan jari-jari 5 cm. Bola tersebut
menggelinding dengan kecepatan linier 10 m/s. Tentukan energi kinetik total bola tersebut!
Penyelesaian
Diket: m = 600 gr = 0,6 kg
R = 5 cm = 5.10-2 m
v = 10 m/s
Momen inersia:
2
I mR 2
3
2
.0,6 (5 10 2 ) 2 10 3 kgm2
3
Kecepatan sudut
v
10

200 rad / sekon
R 5.10 2
Energi mekanik total
E kTot E kT E kR
1 2 1 2
mv I
2
2
1
1
.0,6.10 2 .10 3 (200) 2
2
2
50 joule

Cara lain:

Energi kinetik benda menggelinding memenuhi:


1
E kTot (1 k ). mv 2
2
2 1

1 .0,6.10 2 50 joule
3 2