Anda di halaman 1dari 64

MAKALAH SISTEM INFORMASI

MANAJEMEN RUMAH SAKIT


Juli 4, 2013 rusdinncuhi Tinggalkan komentar
MAKALAH
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada saat ini rumah sakit adalah pusat pelayanan kesehatan sangat penting dalam masyarakat
yaitu melakukan sebuah pelayanan harus berdasarkan melalui pendekatan kesehatan
(promotiv,preventif,kuratif dan rehabiltatif) dan dilaksanakan menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. Rumah sakit juga dituntut untuk menjalankan tugas dan fungsinya
dengan baik. Sebuah kualitas rumah sakit dapat berpengaruh pada citra rumah sakit tersebut.
Pada zaman yang sudah modern ini dan globalisasi rumah sakit juga dituntut ntuk mengikuti
perkembangan yang telah ada dalam hal ini adanya kompetisi yang sangat ketat antar rumah
sakit. Hal ini berdampak pada manajerial rumah sakit yang mengembangkan strategis salah
satunya adalah peranan system informasi manajemen di rumah sakit. Dalam hal ini teknologi
saat ini berkembang sangat cepat dan berpengaruh pada system informasi manajemen.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sumber daya organisasi untuk mendukung
proses pengambilan keputusan pada berbagai tingkat manajemen, data dapat diolah menjadi
informasi sesuai keperluan manajer sebagai pimpinan manajemen. Informasi yang diperlukan
manajemen dan manajer, maka harus dirancang suatu SIM yang baik.
Menurut Abdul Kadir (2003, p114) Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah system
informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen dan pengambilan keputusan
dalam sebuah organisasi biasanya, SIM menyediakan informasi untuk operasi organisasi.
Menurut Haag (2000, p 114) SIM juga sering disebut sebagai sistem peringatan manajemen
karena sistem ini memberikan peringatan kepada pemakai terhadap masalah maupun peluang.
Rumah Sakit juga mempunyai SIM yang biasanya disebut SIMRS. Dalam hal ini masyarakat
belum sama sekali mengenal akan SIMRS bias dikatakan tingkat pengetahuan masyarakat
sangat rendah maka dari itu perlunya masyarakat untuk terbuka ataupun pasien.
B. Rumusan Masalah

Bagaimanakah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit?

Bagaimanakah peran Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dijalankan?

C. Tujuan Penelitian

Dapat mengetahui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.

Dapat mengetahui gambaran SIMRS.

D. Manfaat Penelitian
Diperoleh suatu gambaran tentang pendapat dan keinginan pengguna terhadap kinerja
sistem informasi manajemen.

Dapat diperoleh masukan untuk pengembangan.

Sebagai bahan evaluasi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Sistem Informasi Manajemen
1. Pengertian Sistem Informasi
Sistem adalah kumpulan elemen yang berintegarasi untuk mencapai tujuan tertentu.
Sedangkan, informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih
berarti bagi yang menerimanya. Adapun kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal,
yaitu:
1.

akurat

informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias menyesatkan karena dari sumber
informasi sampai penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat
merusak informasi tersebut.
2.

Tepat Waktu

Informasi harus dapat bermanfaat untuk pemakainya. Menurut jogiyanto (1999, p 11) sistem
informasi adalah sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebuktian
pengolahan transaksi harian, mendukung opeasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari
suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dari laporan-laporan yang diperlukan.
Model sistem informasi ditambahkan pula media penyimpanan data (database) maka fungsi
pengolajan informasi bukan lagi mengubah sata menjadi informasi tetapi juga menyimpan
data untuk dipergunakan lebih lanjut.
Basic data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan
lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan dipergunakan perangkat lunak untuk

memanipulasinya. Data perlu disimpan didalam basis data untuk keperluan penyediaan
informasi lebih lanjut.
2. Sistem Informasi Manajemen
Menurut Abdul Kadir (2003, p114) sistem informasi manajemen (SIM) adalah sistem
informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk operasi,
manajemen, dan untuk pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Biasanya, SIM
menyediakan informasi untuk operasi menurut Haag (2000, p114) SIM juga sering disebut
sebagai sistem peringatan manajemen karena sistem ini memberikan peringatan kepada
pemakai (umumnya manajemen) terhadap masalah maupun peluang.
SIM menggunakan perangkat keras, dan perangkat lunak komputer, prosedur pedoman,
model manajemen dan keputusan dan sebuah database. SIM dapat mendukung fungsi
operasi, manajemen dan pengambilan keputusan.
Sistem informasi manajemen digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana
lapisan dasrnya terdiri dari informasi untuk pengolahan transaksi, penjelasan status, dan
sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung
operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dari sumber daya sistem informasi
untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian
manajemen, dan lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung
perencanaan dan perumusan kebijakan oleh manajemen tingkat puncak.
3.

Operasional SIM

Sistem informasi memiliki tiga elemen utama, yaitu data yang menyediakan informasi,
prosedur yang memberitahu pengguna bagaimana mengoperasikan sistem informasi, dan
orang-orang yang membuat produk, menyelesaikan masalah, membuat keputusan, dan
menggunakan sistem informasi tersebut. Orang-orang dalam sistem informasi membuat
prosedur untuk mengolah dan memanipulasi data sehingga menghasilkan informasi dan
menyebarkan informasi tersebut ke lingkungan.
Suatu SIM dapat dioperasionalisasi bila terdapat 3 unsur penting, yaitu: (7)

Hardware (Perangkat Keras), terdiri dari: Komputer dan peralatannya,

jaringan komunikasi seperti modem, telephon dll.

Software (Perangkat Lunak), terdiri dari program yang menjalankan proses kerja pada
komputer.

Brainware, merupakan unsur manusia yang menjalankan SIM.

B. SistemInformasiManajemenRumahSakit(SIMRS)

SIMRS merupakan himpunan atau kegiatan dan prosedur yang terorganisasikan dan saling
berkaitan serta saling ketergantungan dan dirancang sesuai dengan rencana dalam usaha

menyajikan informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai kebutuhan guna menunjang proses
fungsi-fungsi manajemen dan pengambilan keputusan dalam memberikan pelayanan
kesehatan di RumahSakit.
SIMRS saat ini ditujukan untuk menunjang fungsi perencanaan dan evaluasi dari penampilan
kerja RS, antara lain adalah jaminan mutu pelayanan rumah sakit yang bersangkutan,
pengendalian keuangan dan perbaikan hasil kerja RS tersebut, kajian dalam penggunaan dan
penaksiran permintaan pelayanan kesehatan RS oleh masyarakat, perencanaan dan evaluasi
program RS, penyempurnaan laporan RS sertauntuk kepentingan pendidikan dan penelitian.
B.1Medical Information System
Sistem yang mencatat semua kegiatan operasional rumah sakit baik yang bersifat medis
maupun non medis. Meliputi proses pendaftaran pasien, admisi, tindakan medis,
laboratorium, radiology, dan sebagainya yang semuanya tercatat secara elektronis pada
database medical record. Modul ini menggunakan engine software opensource Care2X
dengan modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi sistem informasi manajemen rumah sakit
yang diinginkan dan telah diintegrasikan dengan modul
B.2Accounting Information System.
Program ini telah teruji dan digunakan oleh banyak rumah sakit i beberapa negara. Sistem
yang mencatat semua aspek keuangan yang timbul dari kegiatan-kegiatan yang terjadi pada
modul Medical Information System, pencatatan hutang piutang, invoice, pelunasan, inventory
control (obat dan bahan-bahan medis), point-of-sales, sampai dengan laporan-laporan
keuangan seperti neraca, laba rugi, buku besar, dan sebagainya. Modul ini menggunakan
engine software opensource SQL-Ledger dengan modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi
sistem informasi keuangan rumah sakit yang diinginkan. Program ini telah teruji dan
digunakan oleh banyak perusahaan beberapa negara.
B.3

Contoh bagan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dan Tugas Tim SIRS

B.4

Tugas Tim Sistem iformsi Rumah Sakit meliputi:

1. Menentukan Spesifikasi aplikasi yang diinginkan yaitu: Output atau laporan yang
didinginkan. Selain itu Proses pemasukn data yang diinginkan .
2. Memberkan data yang berkitan dengan spesifikasi aplikasi
3. Memberikan feedback yang cepat, akurat kepada pengembang dengan mengisi form yang
diberikan.
B.5 Yang harus dilakukan oleh Tim SIRS atau tim SIM Rumah sakit
1. Adanya kerjasama tip unit dalam pemasukan data

2. Buat Komitmen dalam tim untuk mencapai tujuan


3. Tim SIM rumah sakit mengajukan hardware pendukung SIM
Kordinator bertanggung jawabterhadap data base unit yang dipimpinnya
4.

Adanya surat tugas dari manjemen untuk Tim SIM rumah Sakit

5.

Dibuat Protap atau SOP serta Jobdescription dari setiap unit

6.

Komitmen dari TIM dibutkan kontrak

7.

Dibuat jadwal pertemuan rutin tiap unit

8.

Buat SK pembentukan Tim SIM rumah sakit

B.6
Sistem informasi rumah sakit dapat dikelompokan pada kelas rumah sakit
dan status rumah sakit,
1.

Rumah Sakit Vertikal

2.

Rumah Sakt Umum Daerah

3.

Rumah Sakit Umum Swasta

4.

Rumah Sakit Spesialist

B.7

Kendala-kendala yang sering terjadi dilapangan saat implementasi adalah:

1.
Ketidak siapan rumah sakit dalam menerapkan sistem informasi yang terintergrasi
dan berbasi kmputer.
2.
Penyajian data yang belum semua menjadi data elektronik yang akan memudahkan
pada proses migrasi data.
3.
Komitment yang dilaksanakan secara bersamaan dan menyelur sehingga
menimbulkan kekacaun pada data transakit.
4.

Koordinasi antar unit bagian yang terkesan mementingkan unit masing-masing.

5.

Berubah-ubahnya kebijakan.

6.

Mengubah pola kerja yang sudah terbiasa dengan manual ke komputerisasi.

7.

Pemahaman yang belum merata antara SDM terkait,

8.
Mengacu pada UU Nomor 44 Tahun 2009,tentang Rumah Sakit yaitu pasal 52 Ayat
1 yang berbunyi : Setiap :Rumah sakitW wajib melakukan pencatatan dan peloparan
tentang semua kegiatan penyelenggaraan Rumah Sakit dalam bentuk SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN RUMAH SAKIT

C.

Topologi Arus Data

D.

Topologi Jaringan Sim-RS

E.

SOLUSI SIM-RS

SIM-RS JS adalah aplikasi berbasis web,yang ditunjuk untuk memperbaiki pengelolaan data
Rumah Sakit agar data Rumah Sakit dan informasi bisa ditata dengan baik dan dapat di
pertanggungjawabkan.Pengelolaan data dan informasi meliputi :
F.

Daftar Modul Software

1. Front-Office
2. Medical Record
3. Billing System
4. Akuntansi
5. Pelaporan Keuangan
6. Manajemen Pembelian (Pengadaan Barang / Jasa)
7. Logistik & Persediaan
8. Analisis Ratio
9. Kepegawaian
10. Rawat Jalan/Poliklinik
11. Instalasi Gawat Darurat
12. Rawat Inap
13. ICU/PICU/NICU
14. OK/VK
15. Medical Check Up
16. Laboratorium
17. Radiologi

18. Farmasi
19. Instalasi Gizi
20. Instalasi Laundry
21. Keperawatan
22. Sistem Administrator
G.

KEUNTUNGAN SIM-RS JS

1. Dapat memantau perkembangan Rumah Sakit secara akurat


2. Dapat meningkatkan pelayanan dibidang kesehatan kepada masyarakat secara akurat.
3. Rumah Sakit tersebut dapat terpantau secara langsung oleh lembaga-lembaga dari luar atau
dalam Negeri secara akurat,
sehingga mempermudah akses bagi lembaga tersebut jika akan memberikan informasi serta
mempermudah akses jika ingin
memberikan dana.
4. Dapat menyimpan data base Rumah Sakit mulai dari Pasien, Karyawan yang terdiri dari
Data Rumah Sakit, data
administrasi,data Aset Rumah Sakit dan lain-lain
5. Dapat mengangkat brand image Rumah Sakit tersebut secara tidak langsung dengan
memiliki fasilitas modern
6.Dapat mengurangi beban kerja sub-bagian rekam medis dalam menangani berkas rekam
medis,Bagian Rekam Medis memang sub-bagian yang paling direpotkan mulai dari
coding,indexing,filling dan lain-lain.Sebagian Rumah Sakit di Indonesia masih
mengggunakan petugas Rekam Medis ataupun kurir dalam mendistribusikan berkas-berkas
ke masing-masing
pelayanan
7. Dapat mengurangi pemakaian kertas.Pemakaian kertas masih belum bisa dihilangkan di
Indonesia karena data medis sangat rentan dengan hukum dan akan memporakporandakan
perdagangan kertas di Indonesia . Dengan sistem yang terkomputerisasi , pemakaian kertas
yang bisa di pangkas antara lain :
1 Lembar kertas Rekam Medis yang tidak berhubungan dengan
masalah Autentikasi atau aspek hukum
2 Laporan masing-masing unit pelayanan ( karena semua laporan

telah terekap oleh sistem )


3 Rekap Laporan ( RL ) 1-6 yang dikirim ke dinas Kesehatan.
4. Menghasilkan pelaporan keuangan rumah sakit yang dapat di pertanggungjawabkan.
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Juragan Sopwer Sudah Terdaftar pada HAKI
( Hak Kekayaan Intelektual ) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia, Nomer :C00201104668

BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Sistem informasi manajemen digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana
lapisan dasrnya terdiri dari informasi untuk pengolahan transaksi, penjelasan status, dan
sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung
operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dari sumber daya sistem informasi
untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian
manajemen, dan lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung
perencanaan dan perumusan kebijakan oleh manajemen tingkat puncak.

B.Saran
Makalah ini telah dibuat oleh penulis dengan tujuan supaya para pembaca lebih mengetahui
tentang system informasi manajem Rumah Sakit. Makalah yang di buat oleh penulis jauh dari
sempurna maka penulis meminta saran dari para pembaca makalah ini.

https://rusdinncuhi.wordpress.com/2013/07/04/makalah-sistem-informasimanajemen-rumah-sakit/

makalah system informasi manajemen rumah sakit


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
BAB 1
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran,


kenyamanan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka
mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur
kesejahteraan umum sebagaimana yang diamanatkan di dalam pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Rumah sakit
adalah suatu organisasi melalui tenaga medis professional yang terorganisasi
serta sarang kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan
kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosa serta
pengobatan penyakit yang diberikan oleh pasien.
Rumah sakit adalah tempat dimana orang sakit mencari dan menerima
pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa
kedokteran perawat di berbagai tenaga profesi kesehatan lainnya
diselenggarakan. Rumah Sakit mempunyai fungsi dan tujuan sarana pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan berupa pelayanan rawat
jalan, pelayanan rawat inap, pelayanan gawat darurat, pelayanan rujukan yang
mencakup pelayanan rekam medis dan penunjang medis serta dimanfaatkan
untuk pendidikan, pelatihan, dan penelitian bagi para tenaga kesehatan.
Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum harus
diwujudkan melalui berbagai upaya kesehatan dalam rangkaian pembangunan
kesehatan secara menyeluruh dan terpadu didukung oleh suatu sistem
kesehatan nasional. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan
kesehatan merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat
diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan.
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit mempunyai karakteristik
dan organisasi yang sangat kompleks. Berbagai jenis tenaga kesehatan dengan
perangkat keilmuannya masing-masing berinteraksi satu sama lain.
Ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan/kedokteran berkembang
sangat pesat yang harus diikuti oleh tenaga kesehatan dalam rangka pemberian
pelayanan yang bermutu, membuat semakin kompleksnya permasalahan dalam
rumah sakit. Pada hakekatnya Rumah Sakit berfungsi sebagai tempat
penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dan fungsi dimaksud memiliki
makna tanggung jawab yang seyogyanya merupakan tanggung jawab
pemerintah dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) saat ini merupakan
kewajiban bagi masing-masing rumah sakit setelah ditetapkannya UU No 44
Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Pada Bab XI Tentang Pencatatan dan
Pelaporan, khususnya Pasal 52 (1) disebutkan bahwa Setiap Rumah Sakit wajib

melakukan pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatan penyelenggaraan


Rumah Sakit dalam bentuk Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Sehingga
kebutuhan terhadap SIMRS adalah hal yang wajib, dikarenakan beberapa hal
antara lain dukungan penyediaan informasi yang cepat dan akurat, sebagai
faktor penunjang kinerja pelayanan rumah sakit, serta transparansi dalam
bidang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) seperti yang diatur dalam UU No 14
Tahun 2008. Sebagian besar rumah sakit di Indonesia masih mengandalkan
sistem informasi manajemen rumah sakit yang berbasis pada aplikasi untuk
menunjang kegiatan transaksi administratif.

B.

Rumusan Masalah

1.

Apa pengertian SIM Rumah Sakit?

2.

Bagaimana Prosedur SIM Rumah Sakit?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Sim Rumah Sakit
1. Pengertian SIM Rumah Sakit
Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management
information system, MIS) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis
yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh
akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk,
layanan, atau suatu strategi bisnis.

Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa,


karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan
pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya
digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang
bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan
manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem
informasi eksekutif.
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit adalah sebuah program aplikasi
yang dirancang untuk meningkatkan kinerja para :
1.

Dokter dan Asisten Dokter

2.

Bidan dan Perawat

3.

Staff Administrasi dan Personalia

4.

Apoteker

5.

Logistik

6.

TOP Manajerial

Sehingga akan mendapatkan berbagai kemudahan selama mereka menjalankan


operasional kerja sehari-hari.
2. Tujuan Umum
a. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga
pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
b. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan,
pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
c.

Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna


lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui
bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat
membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah,
dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan
dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan
pengambilan keputusan).

3. Manfaat
a.

Manfaat Operasional

1.

Kecepatan

Manfaat yang paling terasa ketika SIM RS tersebut selesai


diimplementasikan adalah kecepatan penyelesaian pekerjaan-pekerjaan
administrasi. Ketika dengan sistem manual pengerjaaan tagihan kepada
mitra/pihak ke-3, misalnya, memakan waktu sampai 1 bulan sejak pasien selesai
dilayani, dengan SIM RS hanya memakan waktu 1-2 hari saja. Kecepatan ini
tentu saja membuat efektifitas kerja meningkat. Pada awal pemasangan SIM,
ketika aliran kerja belum lancar, peningkatan kecepatan belum terlalu terasa.
Namun ketika komitmen seluruh unit untuk tepat waktu memasukkan data
dengan akurasi entri data yang tinggi dipenuhi, maka akan terasa sekali dampak
dari SIMRS terhadap kecepatan kerja.
2.

Akurasi

Hal lain yang juga terasa berubah adalah akurasi data, apabila dulu
dengan sistem manual orang harus mencek satu demi satu transaksi, namun
sekarang dengan SIMRS hal tersebut cukup dilakukan dengan membandingkan
laporan antar unit yang dihasilkan oleh SIM. SIMRS juga dapat mencegah
terjadinya duplikasi data untuk transaksi-transaksi tertentu. Misalnya, pasien
yang sama diregistrasi 2 kali pada hari yang sama, maka SIMRS akan
menolaknya, SIM RS juga akan memberikan peringatan jika tindakan yang sama
untuk pasien yang sama dicatat 2 kali, hal ini menjaga agar user lebih teliti.
3.

Integrasi

Hal lain yang juga terasa berpengaruh terhadap budaya kerja adalah
integrasi data di setiap unit. Bila dengan sistem manual, data pasien harus
dimasukkan di setiap unit, maka dengan SIM RS data tersebut cukup sekali
dimasukkan di pendaftaran saja. Hal ini jelas mengurangi beban kerja
adminstrasi dan menjamin konsistensi data. Ilustrasi pada awal makalah ini
merupakan gambaran proses integrasi pada beberapa unit layanan di rumah
sakit.
4.

Peningkatan pelayanan
Pengaruh SIM RS yang dirasakan oleh pasien adalah semakin cepat dan
akuratnya pelayanan. Sekarang pasien tidak perlu menunggu lama untuk
menyelesaikan administrasinya, baik rawat inap ataupun rawat jalan. Hal yang
sama juga dirasakan perusahaan pelanggan, dimana tagihan yang dikirim cukup
akurat dan detil sehingga memudahkan analisa mereka.
5.

Peningkatan Efisiensi

Bila sebelumnya, beban pekerjaan lebih ke arah klerikal, sekarang beban


pekerjaan lebih ke arah analisa. Sebagai contoh, jika dahulu konsentrasi bagian
penagihan adalah membuat tagihan, sekarang konsentrasinya lebih kepada
umur tagihan itu sendiri. Selain itu, karena kecepatan dan akurasi data
meningkat, maka waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaanpekerjaan
administrasi berkurang jauh, sehingga karyawan dapat lebih fokus pada
pekerjaan utamanya.

Tanpa SIM, perawat harus memasukan data standar asuhan keperawatan


secara berulang-ulang dan sangat memakan waktu, tetapi dengan SIM, perawat
hanya tinggal memasukan data diagnosa penyakit pasien, dan komputer yang
akan mencetak laporan SAK untuk ditanda-tangani perawat.
6.

Kemudahan pelaporan Pekerjaan

pelaporan adalah pekerjaan yang menyita waktu namun sangat penting.


Dengan adanya SIM, proses pelaporan hanya memakan waktu dalam hitungan
menit sehingga kita dapat lebih konsentrasi untuk menganalisa laporan tersebut.
b.

Manfaat Manajerial

1.

Kecepatan mengambil keputusan

Dengan sistem manual, manajer seringkali mengambil keputusan


berdasarkan informasi yang mungkin sudah tidak relevan lagi. Belum lagi jika
yang dibutuhkan adalah trend berdasarkan selang waktu tertentu
(harian/mingguan/dsb), ini mengakibatkan keputusan yang diambil belum tentu
sesuai dengan kondisi nyata. Namun dengan SIM, informasi yang disajikan
bersifat real time, bahkan kita dapat membuat tabulasi dari informasi tersebut
sehingga informasi yang kita dapat sudah sangat spesifik sesuai dengan
kebutuhan kita. Hal ini tentu saja meningkatkan kualitas keputusan kita, di
samping tentu saja berkurangnya waktu untuk mengambil keputusan.
2.

Akurasi dan kecepatan

Identifikasi masalah Karena laporan-laporan yang dihasilkan SIM RS


memberi gambaran dari hari ke hari mengenai kinerja rumah sakit, maka jika
ada hal-hal yang tidak normal dapat segera kita ketahui. Hal ini membuat
identifikasi potensi masalah dapat dilakukan lebih dini, sehingga tindakan
pencegahan atau penanggulangannya dapat segera disusun.
3.

Kemudahan penyusunan strategi

Sejalan dengan identifikasi masalah di atas, kita pun dapat menyusun


strategi ke depan berdasarkan data populasi, bukan lagi statistik, karena SIM RS
mampu memberikan data populasi dengan selang waktu tertentu, bahkan
menyajikan kecenderungan datanya kepada kita. Ini tentu saja semakin
menajamkan strategi yang kita susun.
c.

1.

Manfaat Organisasi

Budaya Kerja

Karena SIM RS ini mensyaratkan kedisiplinan dalam pemasukan data, baik


ketepatan waktu maupun kebenaran data, maka budaya kerja yang sebelumnya
menangguhkan hal-hal seperti itu, menjadi berubah. Hal ini dapat terjadi karena
integrasi SIM RS dengan seluruh unit layanan. Sebagai contoh, jika unit registrasi
tidak memasukkan data pasien yang akan berobat, maka unit layanan tidak
mungkin dapat memasukkan layanan kepada pasien tersebut, dan kasir pun
tidak mungkin menerima pembayaran dari pasien tersebut. Katakanlah semua
unit sepakat untuk menangguhkan pemasukan datanya, maka keesokan harinya,
manajer akan melihat penurunan trend pasien atau melihat ada pasien-pasien
yang menggantung. Ada juga pengalaman menarik yang kami temukan dalam
implementasi SIM RS di suatu Rumah Sakit, karena dasar perhitungan imbalan
jasa medik untuk dokter dan perawat dihitung berdasarkan data transaksi yang
ada di SIM, maka dokter yang berkepentingan dengan data tersebut menjadi
supervisor data yang dimasukkan tanpa diminta. Implikasinya adalah, sedikit
sekali data yang salah dimasukkan.
2.

Transparansi

SIM RS sebaiknya dirancang menganut kebijakan data terpusat, artinya


data-data yang digunakan oleh seluruh rumah sakit berada di bawah satu
kendali. Misalnya untuk data tarif tindakan, unit layanan tidak boleh dan tidak
bisa memasukkan atau mengubah tarif yang ada, data yang mereka masukkan
hanya layanan yang diberikan kepada pasien sehingga manipulasi tarif tidak
dimungkinkan. Hal lain lagi, pendapatan setiap unit layanan terlihat dari laporan
harian yang selalu dilaporkan kepada direktur. Dengan demikian setiap orang
dapat melihat jalannya proses transaksi di rumah sakit dan secara tidak
langsung juga turut mengawasi proses tersebut.
3.

Koordinasi antar unit (Team working)

Karena seringkali data yang digunakan oleh unit layanan tertentu adalah
milik unit layanan yang lain, misalnya kode perusahaan pelanggan adalah milik
keuangan yang digunakan secara intensif oleh medrec, maka ketika terjadi
perubahan terhadap data tersebut, unit yang bersangkutan akan
mengkoordinasikannya dengan unit yang terpengaruh. Apabila hal ini tidak
dilakukan maka dengan sendirinya akan terjadi kekacauan data referensi.
4.

Pemahaman sistem

Apabila dulu dengan sistem manual, sedikit sekali personel yang


mengetahui atau perduli dengan proses yang terjadi di unit lain, maka dengan
adanya SIMRS hal tersebut terjadi dengan sendirinya. Ini karena seringkali untuk
memahami aliran data sampai datang kepada unitnya, melibatkan berbagai unit
lain. Ketika terjadi kesalahan setiap user berusaha mencari tempat terjadinya
kesalahan tersebut agar bukan unitnya yang disalahkan. Efeknya adalah mereka
menjadi paham bagaimana sistem di rumah sakit tersebut bekerja.

5.

Mengurangi biaya administrasi

Seringkali orang menyatakan bahwa dengan adanya komputerisasi biaya


administrasi meningkat. Padahal dalam jangka panjang yang terjadi adalah
sebaliknya, jika dengan sistem manual kita harus membuat laporan lebih dulu di
atas kertas, baru kemudian dianalisa, maka dengan SIMRS analisa cukup
dilakukan di layar komputer, dan jika sudah benar baru datanya dicetak. Hal ini
menjadi penghematan yang cukup signifikan dalam jangka panjang.
Implementasi SIMRS tentunya tidak dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan
semua pihak yang terkait serta political will dari pimpinan rumah sakit maupun
pemilik RS / Pemerintah. Apabila pekerjaan pengembangan SIMRS tersebut akan
diserahkan kepada konsultan, maka kewajiban dan tanggung-jawab konsultan
sebagai mitra kerja RS adalah harus secara profesional memberikan data dan
analisa yang obyektif dan berupaya maksimal untuk keberhasilan implementasi
SIMRS.

4. Proses Manajemen
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
a.

Perencanaan,

Formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah


aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan
mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan
tersebut.
b.

Pengendalian,

perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu


rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta
pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut
berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor
pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut
kebutuhan.
c.

Pengambilan Keputusan,

proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses


pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara
perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa
tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari
beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan
dengan fungsi pengendalian. Menurut Francisco Proses Manajemen adalah suatu
proses Penukaran terhadap nilai dan jasa.

5. Bagian SIM
SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:
1. Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), Menyediakan
informasi dan transaksi keuangan.
2.

Sistem informasi pemasaran (marketing information systems),

3. Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management


information systems).
4.

Sistem informasi personalia (personal information systems).

5.

Sistem informasi distribusi (distribution information systems).

6.

Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).

7.

Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).

8.

Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).

9. Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development


information systems).
10. Sistem informasi analisis software
11. Sistem informasi teknik (engineering information systems).
12. Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information systems).

6. Modul SIM RS
Secara umum, SIMRS meliputi beberapa modul yang terdiri dari:
1.

Registrasi pasien

2.

Sistem antrian

3.

Manajemen rawat jalan

4.

Manajemen unit penunjang

5.

Manajemen rawat inap

6.

Farmasi dan inventory logistik rumah sakit

7.

Billing sistem dan akuntansi

8.

Manajemen sumber daya rumah sakit

9.

Sistem pelaporan medical error

10. Manajemen rekam medis


11. Sistem informasi eksekutif
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management
information system, MIS) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis
yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh
akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk,
layanan, atau suatu strategi bisnis.
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit adalah sebuah program aplikasi
yang dirancang untuk meningkatkan kinerja para :
a.

Dokter dan Asisten Dokter

b.

Bidan dan Perawat

c.

Staff Administrasi dan Personalia

d.

Apoteker

e.

Logistik

f.

TOP Manajerial

Sehingga akan mendapatkan berbagai kemudahan selama mereka menjalankan


operasional kerja sehari-hari.

B.

Saran

Diharapkan dengan pembuatan makalah ini, dapat dijadikan pedoman


untuk memanjemen rumah sakit dalam SIM RS upaya peningkatan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Manual rekam medis/ penyusun, Sjamsuhidajat (et al.).;penyunting


Abidinsyah Siregar, Dad Murniah. - Jakarta : Konsil Kedokteran Indonesia, 2006.
Gondodiputro , Sharon. 2007.
Rekam Medis Dan sistem informasi kesehatan. Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.
http://studentgoblog.blogspot.com/2012/04/sistem-informasi-manajemenrumah-sakit.html

Diposkan oleh Alpiyan Suyadi di 07.47

http://alpiyansuyadi.blogspot.co.id/2015/04/makalah-system-informasimanajemen.html

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berkembangnya teknologi sistem informasi, maka penyajian informasi yang cepat dan
efisien sangat dibutuhkan oleh setiap orang.Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat
ini menuntut diubahnya pencatatan manual menjadi sistem yang terkomputerisasi.Demikian
juga halnya pembayaran pasien pada suatu Rumah Sakit.Rumah sakit sebagai salah satu
institusi pelayanan umum di bidang kesehatan membutuhkan keberadaan suatu sistem
informasi yang akurat, handal, serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanannya
kepada para pasien serta lingkungan yang terkait lainnya.Sistem informasi rumah sakit
digunakan untuk mempermudah dalam pengelolaan data pada rumah sakit.Sistem ini
seharusnya sudah menggunakan metode komputerisasi. Karena dengan penggunakan metode
komputerisasi, proses penginputan data, proses pengambilan data maupun proses
pengupdate-an data menjadi sangat mudah, cepat dan akurat.
Internet merupakan jaringan komputer yang dapat menghubungkan perusahaan
dengan domain publik, seperti individu, komunitas, institusi, dan organisasi.Jalur ini
merupakan jalur termurah yang dapat digunakan institusi untuk menjalin komunikasi efektif
dengan konsumen.Mulai dari tukar menukar data dan informasi sampai dengan transaksi
pembayaran dapat dilakukan dengan cepat dan murah melalui internet.
Kecepatan evolusi teknologi informasi dalam memanfaatkan internet untuk
mengembangkan jaringan dalam manajemen database sangat ditentukan oleh kesiapan
manajemen dan ketersediaan sumber daya yang memadai. Namun evolusi tersebut bukan
pula berarti bahwa institusi yang bersangkutan harus secara sekuensial mengikuti tahap demi
tahap yang ada, namun bagi mereka yang ingin menerapkan manajemen databasedengan
aman dan terkendali, alur pengembangan aplikasi secara bertahap merupakan pilihan
yang baik.

B.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Rumusan masalah
Apa pengertian system informasi kesehatan?
Bagaimana system informasi di masa depan?
Apa tujuan utama system informasi kesehatan?
Apa manfaat system informasi kesehatan?
Apa peranan system informasi kesehatan?
Bagaimana ruang lingkup sistem informasi kesehatan?
Bagaimana konsep pengembangan system informasi kesehatan?
Bagaimana aplikasi sistem informasi kesehatan pada system informasi rumah sakit?

C.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Tujuan
Untuk mengetahui pengertian sistem informasi kesehatan
Untuk mengetahui sistem informasi kesehatan di masa depan
Untuk mengetahui tujuan utama sistem informasi kesehatan
Untuk menegetahui manfaat sistem informasi kesehatan
Untuk mengetahui peranan sistem informasi kesehatan
Untuk mengetahui ruang lingkup sistem informasi kesehatan
Untuk mengetahui konsep pengembangan sistem informasi kesehatan
Untuk mengetahui aplikasi sistem informasi kesehatan pada sistem informasi rumah sakit

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian manajemen sistem informasi kesehatan
Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah suatu sistem pengelolaan data dan informasi
kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung
manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
Perturan perundang undangan yang menyebutkan sistem informasi kesehatan adalah
Kepmenkes Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan strategi desentralisasi
bidang kesehatan dan Kepmenkes Nomor 932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk
pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan kabupaten/kota.Suatu sistem
informasi terdiri dari data, manusia dan proses serta kombinasi perangkat keras, perangkat
lunak dan teknologi komunikasi. Penggunaan informasi terdiri dari 3 tahap yaitu pemasukan
data, pemrosesan, dan pengeluaran informasi.

B. Sistem Informasi Kesehatan di masa Depan


Dalam upaya mengatasi fragmentasi data, Pemerintah sedang mengembangkan
aplikasi yang disebut Sistem Aplikasi Daerah (Sikda) Generik. Sistem Informasi Kesehatan
a.
b.
c.
d.

berbasis Generik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:


Input pencatatan dan pelaporan berbasis elektronik atau computerized.
Input data hanya dilakukan di tempat adanya pelayanan kesehatan (fasilitas kesehatan).
Tidak ada duplikasi (hanya dilakukan 1 kali).
Akurat, tepat, hemat sember daya (efisien) dan transfaran. Tejadi pengurangan beban kerja

e.

sehingga petugas memiliki waktu tambahan untuk melayani pasien atau masyarakat.
Data yang dikirim (uploaded) ke pusat merupakan data individu yang digital di kirim ke

bank data nasional (data warehouse).


f. Laporan diambil dari bank data sehingga tidak membebani petugas kesehatan di Unit
pelayanan terdepan.
g. Puskesmas dan Dinas Kesehatan akan dilengkapi dengan peralatan berbasis komputer.
h. Petugas akan ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan untuk menerapkan Sikda
i.
j.

Generik.
Mudah dilakukan berbagai jenis analisis dan assesment pada data.
Secara bertahap akan diterapkan 3 aplikasi Sikda Generik yaitu Sistem Informasi Manajemen
Kesehatan, Sistem Informasi Dinas Kesehatan dan Sistem Informasi Manajemen Rumah
Sakit.

C.
a.
b.
c.

Tujuan utama sistem informasi manajemen umumnya mencakup bidang manajemen


Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM = Human Resource Management)
Manajemen Prod
Manajemen Keuangan

D. Manfaat Sistem Informasi Kesehatan


Begitu banyak manfaat Sistem Informasi Kesehatan yang dapat membantu para
pengelola program kesehatan, pengambil kebijakan dan keputusan pelaksanaan di semua
jenjang administrasi (kabupaten atau kota, propvinsi dan pusat) dan sistem dalam hal
1.
2.
3.
4.

berikut :
Mendukung manajemen kesehatan
Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan
Mengintervensi masalah kesehatan berdasarkan prioritas
Pembuatan keputusan dan pengambilan kebijakan kesehatan berdasarkan bukti (evidence-

based decision)
5. Mengalokasikan sumber daya secara optimal
6. Membantu peningkatan efektivitas dan efisiensi
7. Membantu penilaian transparansi

E. Peranan system informasi kesehatan


Menurut WHO, sistem informasi kesehatan merupakan salah satu dari 6 building
block atau komponen utama dalam sistem kesehatan di suatu Negara. Keenam komponen
1.
2.
3.
4.
5.
6.

(building block) sistem kesehatan tersebut adalah:


Service delivery (pelaksanaan pelayanan kesehatan)
Medical product, vaccine, and technologies (produk medis, vaksin, dan teknologi kesehatan)
Health worksforce (tenaga medis)
Health system financing (system pembiayaan kesehatan)
Health information system (sistem informasi kesehatan)
Leadership and governance (kepemimpinan dan pemerintah)
Sedangkan di dalam tatanan Sistem Kesehatan Nasional, SIK merupakan bagian
sub sistem ke 6 yaitu pada sub sistem manajemen, informasi dan regulasi
sistem manajemen dan informasi kesehatan merupakan

dari

kesehatan. Sub

subsistem yang mengelola

fungsi-fungsi kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, informasi kesehatan dan hokum


kesehatan yang memadai dan mampu menunjang penyelenggaraan upaya kesehatan nasional
agar berhasil guna, berdaya guna, dan mendukung penyelenggaraan ke-6 subsistem lain
didalam SKN sebagai satu kesatuan yang terpadu. Adapun sub sistem dalam Sistem
Kesehatan Nasional Indonesia, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Upaya kesehatan
Penelitian dan pengembangan kesehatan
Pembiayaan kesehatan
Sumber daya manusia (SDM) kesehatan
Sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan
Manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan
Pemberdayaan masyarakat
Melalui hasil pengembangan sistem informasi ini maka diharapkan dapat

menghasilkan

hal-hal sebagai berikut :


1.

Perangkat lunak tersebut dikembangkan sesuai dengan sesuai dengan standar yang

2.

ditentukan oleh pemerintah daerah.


Dengan menggunakan open system tersebut diharapkan jaringan akan bersifat interoperable

3.

dengan jaringan lain.


Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mensosialisasikan dan mendorong
pengembangan dan penggunaan Local Area Network di dalam kluster unit pelayanan

4.

kesehatan baik pemerintah dan swasta sebagai komponen sistem di masa depan.
Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan kemampuan dalam
teknologi informasi video, suara, dan data nirkabel universal di dalam Wide Area Network
yang efektif, homogen dan efisien sebagai bagian dari jaringan sistem informasi pemerintah
daerah.

5.

Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan, mengembangkan dan


memelihara pusat penyimpanan data dan informasi yang menyimpan direktori materi
teknologi informasi yang komprehensif.
Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan secara proaktif mencari, menganalisis,

6.

memahami, menyebarluaskan dan mempertukarkan secara elektronis data/informasi bagi


seluruh stakeholders.
Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan memanfaatkan website dan access point lain

7.

agar data kesehatan dan kedokteran dapat dimanfaatkan secara luas dan bertanggung jawab
dan dalam rangka memperbaiki pelayanan kesehatan sehingga kepuasan pengguna dapat
dicapai sebaik-baiknya.
Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan pengembangan manajemen

8.

SDM sistem informasi mulai dari rekrutmen, penempatan, pendidikan dan pelatihan,
penilaian pekerjaan, penggajian dan pengembangan karir.
Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan unit organisasi

9.

pengembangan dan pencarian dana bersumber masyarakat yang berkaitan dengan


10.

pemanfaatan dan penggunaan data/informasi kesehatan dan kedokteran.


Dapat digunakan untuk mengubah tujuan, kegiatan, produk, pelayanan organisasi, untuk

11.

mendukung agar organisasi dapat meraih keunggulan kompetitif.


Mengarah pada peluang-peluang strategis yang dapat ditemukan.

F. Ruang Lingkup Sistem Informasi Kesehatan


Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup pengelolaan
informasi dalam lingkup manajemen pasien (front office management). Lingkup ini antara
lain sebagai berikut:
1. Registrasi Pasien
Yang mencatat data/status pasien untuk memudahkan pengidentifikasian maupun pembuatan
statistik dari pasien masuk sampai keluar. Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama,
pendaftaran rawat inap/jalan, dan info kamar rawat inap.
2. Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit
Seperti: penyakit dalam, bedah, anak, obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa, THT, mata,
gigi dan mulut, kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum, UGD, dan lain-lain
sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat diagnose dan tindakan terhadap pasien agar
tersimpan di dalam laporan rekam medis pasien.
3. Rawat Inap.
Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap pasien, konsultasi dokter, hubungan
dengan poliklinik/penunjang medis.
4. Penunjang Medis/Laboratorium

Yang mencatat informasi pemeriksaan seperti: ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT
Scan, Endoscopy, dan lain-lain.
5. Penagihan dan Pembayaran
Meliputi penagihan dan pembayaran untuk rawat jalan, rawat inap dan penunjang medis
(laboratorium, radiologi, rehab medik), baik secara langsung maupun melalui jaminan dari
pihak ketiga/asuransi/JPKM.Modul ini juga mencatat transaksi harian pasien (laboratorium,
obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen deposit dan lain-lain.
6. Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan transaksi obat-obatan.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Melalui lingkup manajemen pasien tersebut dapat diperoleh laporanlaporan mengenai:


Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan dan tahunan),
Penerimaan kasir secara periodik,
Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien
Rekam medis pasien
Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan (RL1),
Data morbiditas pasien rawat inap (RL2a),
Data morbiditas pasien rawat jalan (RL2b),
Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik,
Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik,
Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap (RL2a1),
Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.
Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan (RL2b1),

G. Konsep-konsep Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan


Ada beberapa konsep dasar yang harus dipahami oleh para pengembang atau pembuat
rancang bangun sistem informasi (designer). Konsep-konsep tersebut antara lain:
1. Sistem informasi tidak identik dengan system komputerisasi
Pada dasarnya sistem informasi tidak bergantung kepada penggunaan teknologi
komputer.Sistem informasi yang memanfaatkan teknologi komputer dalam implementasinya
disebut sebagai Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer Based Information System).
2. Sistem informasi organisasi adalah suatu sistemyang dinamis
Dinamika sistem informasi dalam suatu organisasi sangat ditentukan oleh dinamika
perkembangan organisasi tersebut.Oleh karena itu perlu disadari bahwa pengembangan
sistem informasi tidak pernah berhenti.
3. Sistem informasi sebagai suatu sistem harusmengikuti siklus hidup system
Panjang pendeknya umur layak guna sistem informasi tersebut ditentukan diantaranya
oleh:
a. Perkembangan organisasi semakin cepat
b. Perkembangan teknologi informasi
4.
Daya guna sistem informasi sangat ditentukanoleh tingkat integritas sistem informasi itusendi
ri

Sistem informasi yang terpadu (integrated) mempunyai daya guna yang tinggi, jika
dibandingkan dengan sistem informasi yang terfragmentasi. Usaha untuk melakukan integrasi
sistem yang ada didalam suatu organisasi menjadi satu sistem yang utuh merupakan usaha
yang berat dengan biaya yang cukup besar dan harus dilakukan secara berkesinambungan.
5.
Keberhasilan pengembangan sistem informasisangat bergantung pada strategi yang dipilih un
tukpengembangan sistem tersebut
Strategi yang dipilih untuk melakukan pengembangan sistem sangat bergantung kepada
besar kecilnya cakupan dan tingkat kompleksitas dari sistem informasi tersebut. Untuk sistem
informasi yang cakupannya luas dan tingkat kompleksitas yang tinggi diperlukan tahapan
pengembangan seperti: Penyusunan Rencana Induk Pengembangan, Pembuatan Rancangan
Global, Pembuatan Rancangan Rinci, Implementasi dan Operasionalisasi.
Dalam pemilihan strategi harus dipertimbangkan berbagai factor seperti : keadaan yang
sekarang dihadapi, keadaan pada waktu system informasi siap dioperasionalkan dan keadaan
dimasa mendatang, termasuk antisipasi perkembangan organisasi dan perkembangan
teknologi. Ketidaktepatan dalam melakukan prediksi keadaan dimasa mendatang, merupakan
salah satu penyebab kegagalam implementasi dan operasionalisasi sistem informasi.
6.
Pengembangan Sistem Informasi organisasi harusmenggunakan pendekatan fungsi dan dilaku
kansecara menyeluruh (holistik).
Pengembangan sistem informasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan struktur
organisasi dan pada umumnya mengalami kegagalan, karena struktur organisasi sering kali
kurang mencerminkan semua fungsi yang ada didalam organisasi.
Sebagai pengembang sistem informasi hanya bertanggung jawab dalam mengintegrasikan
fungsi-fungsi dan sistem yang ada didalam organisasi tersebut menjadi satu sistem informasi
yang terpadu.Pemetaan fungsi-fungsi dan sistem ke dalam unit-unit struktural yang ada di
dalam organisasi tersebut adalah wewenang dan tanggungjawab dari pimpinan organisasi
tersebut. Penyusunan rancang bangun/desain system informasi seharusnya dilakukan secara
menyeluruh sedangkan dalam pembuatan aplikasi bisa dilakukan secara sektoral atau
segmental menurut prioritas dan ketersediaan dana. Pengembangan sistem yang dilakukan
segmental atau sektoral tanpa adanya desain sistem informasi yang menyeluruh akan
menyebabkan kesulitan dalam melakukan intergrasi sistem.
7. Informasi telah menjadi aset organisasi.
Dalam konsep manajemen modern, informasi telah menjadi salah satu aset dari suatu
organisasi, selain uang, SDM, sarana dan prasarana. Penguasaan informasi internal dan

eksternal organisasi merupakan salah satu keunggulan kompetitif (competitive advantage),


karena keberadaan informasi tersebut:
a. Menentukan kelancaran dan kualitas proses kerja
b. Menjadi ukuran kinerja organisasi/perusahaan
c. Menjadi acuan yang pada akhirnya menentukan kedudukan/peringkat organisasi tersebut
dalam persaingan lokal maupun global.
8. Penjabaran sistem sampai ke aplikasimenggunakan struktur hirarkis yang mudahdipahami.
Dalam semua kepustakaan yang membahasa konsep sistem, hanya dikenal istilah sistem
dan subsistem. Hal ini akan menimbulkan kesulitan dalam melakukan penjabaran sistem
informasi yang cukup luas cakupannya. Oleh karena itu, dalam penjabaran sering digunakan
istilah Sistem, Subsistem, Modul, Submodul, Aplikasi.
H. Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan pada Sistem Informasi Rumah Sakit
1. Rancang Bangun (desain) Sistem Informasi Rumah Sakit
Rancang Bangun Rumah Sakit (SIRS), sangat bergantung kepada jenis dari rumah sakit
tersebut.
2. Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit
Dalam melakukan pengembangan SIRS, pengembang haruslah bertumpu dalam 2 hal
penting yaitu kriteria dan kebijakan pengembangan SIRS dan sasaran pengembangan
SIRS tersebut. Adapun kriteria dan kebijakan yang umumnya dipergunakan dalam
penyusunan spesifikasi SIRS adalah sebagai berikut:
a. SIRS harus dapat berperan sebagai subsistem dari Sistem Kesehatan Nasional dalam
memberikan informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu.
b. SIRS harus mampu mengaitkan dan mengintegrasikan seluruh arus informasi dalam jajaran
c.

Rumah Sakit dalam suatu sistem yang terpadu.


SIRS dapat menunjang proses pengambilan keputusan dalam proses perencanaan maupun

pengambilan keputusan operasional pada berbagai tingkatan.


d. SIRS yang dikembangkan harus dapat meningkatkan daya-guna dan hasil-guna terhadap
usaha-usaha pengembangan sistem informasi rumah sakit yang telah ada maupun yang
e.

sedang dikembangkan.
SIRS yang dikembangkan harus mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan

f.

dan perkembangan dimasa datang.


Usaha pengembangan sistem informasi yang menyeluruh dan terpadu dengan biaya investasi
yang tidak sedikit harus diimbangi pula dengan hasil dan manfaat yang berarti (rate of return)

dalam waktu yang relatif singkat.


g. SIRS yang dikembangkan harus mampu mengatasi kerugian sedini mungkin.
h. Pentahapan pengembangan SIRS harus disesuaikan dengan keadaan masing-masing
subsistem serta sesuai dengan kriteria dan prioritas.
i. SIRS yang dikembangkan harus mudah dipergunakan oleh petugas, bahkan bagi petugas
yang awam sekalipun terhadap teknologi komputer (user friendly).

j.

SIRS yang dikembangkan sedapat mungkin menekan seminimal mungkin perubahan, karena
keterbatasan kemampuan pengguna SIRS di Indonesia, untuk melakukan adaptasi dengan

k.

sistem yang baru.


Pengembangan diarahkan pada subsistem yang mempunyai dampak yang kuat terhadap
pengembangan SIRS. Atas dasar dari penetapan kriteria dan kebijakan pengembangan SIRS
tersebut di atas, selanjutnya ditetapkan sasaran pengembangan sebagai penjabaran dari

Sasaran Jangka Pendek Pengembangan SIRS, sebagai berikut:


Memiliki aspek pengawasan terpadu
Terbentuknya sistem pelaporan yang sederhana dan mudah dilaksanakan, akan tetapi cukup

lengkap dan terpadu.


Terbentuknya suatu sistem informasi yang dapat memberikan dukungan akan informasi yang

relevan, akurat dan tepat waktu melalui dukungan data yang bersifat dinamis.
Meningkatkan daya-guna dan hasil-guna seluruh unit organisasi dengan menekan

pemborosan.
Terjaminnya konsistensi data.
Orientasi ke masa depan.
Pendayagunaan terhadap usaha-usaha pengembangan sistem informasi yang telah ada
maupun sedang dikembangkan, agar dapat terus dikembangkan dengan mempertimbangkan
integrasinya sesuai
Secara garis besar tahapan pengembangan SIRS adalah sebagai berikut:

a.
b.
c.
d.
e.

Penyusunan Rencana Induk Pengembangan SIRS,


Penyusunan Rancangan Global SIRS
Penyusunan Rancangan Detail/Rinci SIRS,
Pembuatan Prototipe, terutama untuk aplikasi yang sangat spesifik,
Implementasi, dalam arti pembuatan aplikasi, pemilihan dan pengadaan perangkat keras

maupun perangkat lunak pendukung.


f. Operasionalisasi dan Pemantapan.
Sistem Informasi Rumah Sakit yang berbasis komputer (Computer Based Hospital
Information System) memang sangat diperlukan untuk sebuah rumah sakit dalam era
globalisasi, namun untuk membangun sistem informasi yang terpadu memerlukan tenaga dan
biaya yang cukup besar. Kebutuhan akan tenaga dan biaya yang besar tidak hanya dalam
pengembangannya, namun juga dalam pemeliharaan SIRS maupun dalam melakukan migrasi
dari system yang lama pada sistem yang baru. Selama manajemen rumah sakit
belummenganggap bahwa informasi adalah merupakan aset dari rumah sakit tersebut, maka
kebutuhan biaya dan tenaga tersebut diatas dirasakan sebagai beban yang berat, bukan
sebagai konsekuensi dari adanya kebutuhan akan informasi. Kalau informasi telah menjadi
aset rumah sakit, maka beban biaya untuk pengembangan, pemeliharaan maupun migrasi
SIRS sudah selayaknya masuk dalam kalkulasi biaya layanan kesehatan yang dapat diberikan

oleh rumah sakit itu. Hal ini disebabkan karena perubahan dari sistem yang terotomasi
menjadi sistem manual merupakan kejadian yang sangat tidak menguntungkan bagi rumah
sakit tersebut.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi kesehatan merupakan
sebuah sarana sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Sistem informasi kesehatan yang efektif memberikan dukungan informasi bagi proses
pengambilan keputusan di semua jenjang, bahkan di puskesmas atau rumah sakit kecil
sekalipun. Bukan hanya data, namun juga informasi yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat
yang dapat disajikan dengan adanya sistem informasi kesehatan yang tertata dan terlaksana
dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Adikoesoemo. 2003.manajemen rumah sakit Jakarta : pustaka Sinar Harapan
Greef, Judith A. 1996.komunikasi kesehatan dan perubahan perilaku. Djokjakarta: Gadjah
Mada University Press.
Notoatmojo, Soekidjo. 1997. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rineka Cipta.
Muninjaya, Gde AA, 2004. Manajemen Kesehatan,ed.2. Jakarta : EGC
Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2003.
Andri Kristanto, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Penerbit Gava Media,
Yogyakarta, 2003.
Jogiyanto H.M., Akt., Ph.D., Analisis Analisis dan Desain Sistem Informasi, Penerbit Andi,
Yogyakarta, 2005.
Witarto, Memahami Sistem Informasi, Penerbit Informatika, 2004.

Link Sumber : http://diaryforberti.blogspot.com/2014/12/makalah-sistem-informasi-rumahsakit.html#ixzz46qXicPL8


http://diaryforberti.blogspot.co.id/2014/12/makalah-sistem-informasi-rumahsakit.html

Makalah Tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Sabtu, 26 September 2015


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
A. Latar Belakang SIMRS
Sistem Informasi Manajemen (SIM) bagi suatu rumah sakit merupakan
hal yang sangat penting untuk segera diterapkan.Hal ini mengingat semakin
kompleksnya permasalahan yang ada dalam data medik pasien maupun datadata administrasi yang ada di rumah sakit.Namun menyediakan SIM bukanlah
hal yang mudah, terutama jika dikaitkan dengan biaya pengadaan SIM yang
relatif sangat besar.
Penerapan sistem informasi pada suatu rumah sakit memerlukan suatu
perencanaan yang matang. Bila dilakukan secara tergesa-gesa tanpa melakukan
perencanaan terlebih dahulu dikhawatirkan akan memakan biaya yang mahal,
kemungkinan ada biaya baru baik untuk riset kelayakan dan lain-lain akan
menambah biaya selanjutnya. Dalam penerapan sistem informasi maka masalah
finansial merupakan faktor yang sangat penting.

Sistem Informasi Manajemen terdiri dari tiga kata yaitu sistem, informasi
dan manajemen. Sistem adalah suatu himpunan dari unsur, komponen atau
variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu
sama lain dan terpadu. Informasi adalah data yang telah disusun sedemikian
rupa, sehingga bermakna dan bermanfaat karena dapat dikomunikasikan kepada
seseorang yang akan menggunkannya untuk membuat keputusan. Manajemen
adalah tindakan memikirkan dan mencapai hasil-hasil yang diinginkan melalui
usaha kelompok yang terdiri dari tindakan mendayagunakan bakat-bakat
manusia dan sumber-sumber daya.Sehingga Sistem Informasi Manajemen berarti
suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi maupun informasi
yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Jika lebih spesifik
lagi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah suatu prosedur
pemrosesan data-data baik data-data umum Rumah Sakit maupun data-data
medik pasien sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan
manajemen.
Sistem Informasi Manajemen yang dimaksudkan adalah suatu sistem
yang telah berbasiskan komputer untuk mengolah data-data medik pasien
maupun data-data administrasi yang dimiliki rumah sakit.Selama ini jika kita
bicara tentang rumah sakit, yang paling mudah diingat adalah pelayanannya
yang tidak memuaskan ketika melakukan administrasi atau waktu yang terlalu
yang

dibutuhkan

oleh

perawat

untuk

mencari

data-data

medik

pasien.

Beberapa hambatan-hambatan yang sering dialami oleh pihak Rumah Sakit yang
disebabkan oleh system informasi yang belum dikelola dengan baik adalah
pencatatan yang berulang yang menyebabkan penduplikasian data, data yang
belum terintegrasi atau masih tersebar, pencatatan data masih dilakukan secara
manual

sehingga

banyak

terdapat

kesalahan

dan

informasi

terlambat

disebarkan. Oleh karena system informasi manajemen untuk Rumah Sakit sangat
perlu dilakukan agar dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,
dapat menyajikan laporan akurat sehingga dapat memberikan kemudahan dalam
pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.

Sebelum menerapkan suatu system informasi manajemen untuk Rumah


Sakit, kita harus mengetahui kelas dan status dari Rumah Sakit tersebut.Dimana
masing-masing Rumah Sakit memiliki kebutuhan system informasi berbedabeda. Status dan kelas Rumah Sakit dapat dibagi menjadi empat (4), yaitu :

Rumah Sakit Vertikal

Rumah Sakit Umum Daerah

Rumah Sakit Umum Swasta

Rumah Sakit specialist


Sedangkan untuk melakukan penerapan sistem informasi rumah sakit
dibutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Banyak yang harus benar-benar
dipersiapkan agar hasil yang akan diperoleh seperti apa yang diharapkan.
Komponen utama untuk menunjang terlaksananya penerapan sistem informasi
yang benar dan sesuai kebutuhan :

Software (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit)

Hardware (seperangkat komputer)

Networking (Jaringan LAN, wireless)

SOP (Standar Operasional Prosedur)

SDM (Sumber Daya Manusia)


Ketika system informasi telah disiap diimplementasikan ternyata ada
beberapa kendala yang terjadi di lapangan, antara lain ketidaksiapan pihak
Rumah Sakit dalam menerapkan system informasi yang terintegrasi dan berbasis
komputer, sulitnya merubah pola kerja yang telah terbiasa dengan system
manual menjadi komputerisasi, dan penyajian data yang belum semuanya dalam
bentuk elektronik yang akan memudahkan proses migrasi data.
Secara garis besar, ruang lingkup DigIS-RS ini bisa digambarkan sebagai
berikut:

Proses registrasi pasien umum dan pasien penjamin selain ASKES

Proses registrasi pasien ASKES

Alur pelayanan perawatan pasien rawat jalan

Alur pelayanan Pasien UGD

Alur pelayanan pasien di unit penunjang

B.

Strategi SIMRS
Strategi adalah pendekatan pola pikir,perencanaan dan pengambilan
keputusandalam situasi bisnis yang mengharuskanmanajer untuk mengetahui,
memahami,menerima dan mendukung misi organisasi,atau unit di dalam
organisasi,

danmenghubungkan

misi

tersebut

denganlingkungan

ditempat

keputusan-keputusantersebut akan diimplementasikan.driving force di balik


pola pikir, perencanaan dan manajemen strategis adalah misiorganisasi.
Manajemen
pemahaman

strategis

tentang

adalah

hakekat

kegiatan

danimplikasi

kolektif
dari

yang

menyangkut

perubahan

eksternal,

kemampuanuntuk mengembangkan strategi yang efektif dalammenghadapi


perubahan,

dan

aktifmomentum

kemauan

sertakemampuan

organisasisuatu

keharusan

untuk

bagi

mengelola

manajer

rumah

secara
sakit,

untukmemahami perubahan-perubahan yang terjadi dilingkungannya; mereka


tidak hanya responsif terhadapperubahan tetapi harus mampu menciptakan
masadepanmanajemen strategis disusun sebagai pendekatan atau filosofi untuk
mengelola organisasi yang sangat kompleks.
Enam elemen
strategis

pada

dari

organisasi

manajemen
yang

strategis

kompleks

pendekatan

seperti

rumah

manajemen
sakit,

dalam

melaksanakan manajemen strategis diperlukan pendekatan analitis maupun


pendekatan kedaruratan ( emergent/contingency) : pendekatan analitik atau
rasional bergantung pada pengembangan langkah-langkah atau proses yang

logis (linear thinking) model emergent, bergantung pada pemikiran intuitif,


kepemimpinan, dan pembelajaran dan merupakan bagian dari manajemen kedua
pendekatan ini dibutuhkan dan dipandang sebagai satu single model
pendekatan analitis dapat disamakan dengan peta,sedangkan model emergent
merupakan kompasnya
Model manajemen strategis yang mencakup pendekatan analitis dan
emergent biasanya terdiri dari tiga elemen : pola pikir strategis (strategic
thinking) perencanaan strategis (strategic planning) momentum strategis
(strategic momentum)
1. Strategic thinking
Strategic

thinking

mengenali

kenyataan

tentang

perubahan

mempertanyakan asumsi dan kegiatan terkini membangun pemahaman sistem


melihat

kemungkinan

masa

depan

menciptakan

ide-ide

baru

mempertimbangkan kesesuaian organisasi dengan lingkungan eksternal. \


Strategic thinking melakukan asesmen terhadap: perubahan kebutuhan dari
stake holders (pemangku kepentingan) perubahan menyangkut teknologi, sosial
dan demografi, ekonomi, politik/perundangan tuntutan kompetitif.
2. Strategic planning
Strategic planning adalah process secara periodik dalam mengembangkan
satuperangkat langkah-langkah dalam organisasi untuk mencapai misi dan
visinya dengan menggunakan pola pikir strategis.
Strategic

planning

menyiapkan

proses

langkah

demi

langkah

yang

berurutan untuk menciptakan strategi

melibatkan

kegiatan-kegiatan

(brainstorming)

membutuhkan data/informasi

membangun fokus untuk organisasi

periodic

group

strategic

thinking

memfasilitasi pengambilan keputusan yang konsisten

konsensus akan kebutuhan guna penyesuaian organisasi dengan lingkungan


eksternal

hasilnya adalah perencanaan strategis yang terdokumentasi.

3. Strategic momentum
Strategic momentum menyangkut kegiatansehari-hari untuk mengelola
strategi guna pencapaian sasaran strategis dari organisasi. strategic momentum:

kegiatan

nyata

untuk

mencapai

sasaran

spesifik

menyangkut

proses

pengambilan keputusan dan dampaknya

menghasilkan budaya dan style

memunculkan antisipasi, inovasi dan keunggulan

mengevaluasi kinerja strategi melalui pengendalian

suatu proses pembelajaran

bergantung pada peningkatan pola pikir strategis dan perencanaan


Strategis periodikmomentum strategis menjamin filosofi yang berkelanjutan
dalam mengembangkan dan mengatur perencanaan, kegiatan dan pengendalian
dari organisasi.
Tata kelola sistem informasi yang baik harus selaras dengan fungsi, visi,
misi dan strategi organisasi. Secara generik fungsi Rumah Sakit (menurut WHO
tahun 1957), memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat
baik kuratif maupun rehabilitatif, dimana output layanannya menjangkau
pelayanan keluarga dan lingkungan, Rumah Sakit juga merupakan pusat
pelatihan tenaga kesehatan serta untuk penelitian biososial. Rumah sakit juga
merupakan pusat pelayanan rujukan medik spsialistik dan sub spesialistik
dengan fungsi utama menyediakan dan menyelenggarakan upaya kesehatan
yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitasi pasien).

Dengan demikian secara umum sistem informasi Rumah Sakit harus


selaras dengan bisnis utama (core bussines) dari Rumah Sakit itu sendiri,
terutama untuk informasi riwayat kesehatan pasien atau rekam medis (tentang
indentitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang
diberikan kepada pasien), informasi kegiatan operasional (termasuk informasi
sumber daya manusia, material, alat kesehatan, penelitian serta bank data.

C.

Proses Bisnis SIMRS


Pertumbuhan teknologi komunikasi dan informasi telah menyentuh
banyak lapisan kehidupan, termasuk dalam bidang kesehatan.Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan salah satu bagian penting dalam
penyelenggaraan rumah sakit terutama kaitannya dalam melakukan pencatatan
dan pelaporan. Bahkan kewajiban menyelenggarakan SIMRS ini telah tercantum
dalam UU Nomor 44 tahun tentang Rumah Sakit dan Peraturan Menteri
Kesehatan RI Nomor 82 tahun 2013 tentang SIMRS.
Namun saat ini masih banyak rumah sakit yang belum menerapkan
SIMRS secara optimal.Permasalahan yang masih terjadi saat ini adalah antrian
calon pasien yang mengantri berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan. Hal ini disebabkan pengantrian data dilakukan 2 kali untuk
menerbitkan Surat Elegibitas Peserta (SEP) dan Pendaftaran Rumah Sakit,
ungkap Sekretaris Ditjen Bina Upaya Kesehatan Dr. dr. Nurshanty Sapada. M.Kes
dalam sambutannya pada acara Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit Open Source (SIMRS GOS) di Bali, Senin
(1/9).
Pertemuan ini membahas berbagai perkembangan sistem informasi
manajemen RS, terutama kaitannya dengan SIMRS GOS dan integrasi sistem
informasi JKN (Bridging System). Saat ini, tim IT Kementerian Kesehatan
mengembangkan Sistem Informasi Rumah Sakit Generik Open Source (SIMRS

GOS). Dengan menggunakan SIMRS GOS ini didapat berbagai manfaat, salah
satunya membantu dalam hal bisnis proses Manajemen Rumah Sakit.
Selain itu, aplikasi ini dapat diperoleh secara gratis tanpa perlu
membayar lisensi dan dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan
pihak Rumah Sakit, Baik secara mandiri, bersama pusat dan atau pihak ke-3,
jelasnya dihadapan para peserta yang terdiri dari Tim IT Rumah Sakit Vertikal,
Tim IT Rumah Sakit Pilot Project SIMRS GOS dan Tim IT Rumah Sakit yang telah
mengajukan permohonan ke Kementerian Kesehatan.
Untuk mendapatkan SIMRS GOS ada beberapa persyaratan yang harus
dipenuhi oleh Pihak Rumah Sakit yaitu mempunyai Infrastruktur IT (Jaringan LAN,
Komputer Client dan Server), dan memiliki minimal 1 (satu) orang SDM IT yang
akan dilatih dan yang memiliki kompetensi dalam bidang pemograman.
Kemudian kaitannya dengan pelaksanaan Jaminan Kesehatan nasional
(JKN), pengembangan SIMRS ini tentu saja menjadi salah satu bagian penting
dalam menyukseskan program ini.Dalam upaya meningkatkan mutu layanan
yang lebih baik kepada peserta, bahkan saat ini RS BPJS Kesehatan telah
mengembangkan Bridging System.
Sistem ini memungkinkan dua sistem berbeda melakukan dua proses
pada saat yang sama, tanpa adanya intervensi satu sistem ke sistem lainnya
secara langsung. Sehingga calon pasien kini tidak perlu mengantri berjam-jam di
loket pendaftaran, jelasnya.
Maka, penting sebuah RS untuk terus meningkatkan pelayanan melalui
pengembangan Sistem Informasi RS. Dengan diterapkannya sistem yang
optimal, pelayanan akan lebih lancar, efektif, efisien. Kepastian pembiayaan dan
kecepatan klaim akan semakin baik, serta terjadinya kepuasan konsumen baik
pasien, rumah sakit, maupun stake holder lainnya.
Pengelolaan data yang sangat besar baik berupa data medis pasien
(medical record) maupun data administrasi yang dimiliki oleh Rumah Sakit
mengakibatkan beberapa hambatan / kendala, antara lain:

Redudansi Data, pencatatan data yang berulang-ulang menyebabkan duplikasi


data sehingga kapasitas yang di perlukan membengkak dan pelayanan menjadi
lambat, tumpukan filing sehingga memerlukan tempat filing yang cukup luas.

Unintegrated Data, penyimpanan data yang tidak terpusat menyebabkan data


tidak sinkron, informasi pada masing-masing bagian mempunyai asumsi yang
berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit /Instalasi.

Human Error, proses pencatatan yang dilakukan secara manual menyebabkan


terjadinya kesalahan pencatatan yang semakin besar dan tidak singkrong dari
unit satu ke yang lainya dan akan menimbulkan banyaknya perubahan data
(efeknya banyak pelayanan akan berdasarkan sesuka perawat/dokter sehinga
dokter / perawat bisa menambah bahkan mengurangi data/tarif sesuai dengan
kondisi saat itu, misal yang berobat adalah saudaranya maka dengan seenaknya
dokter/perawat

memberikan

diskon

tanpa

melalu

prosedur

yang

tepat,

sehingga menimbulkan kerugian pada pihak rumah sakit.

Terlambatnya Informasi, dikarenakan dalam penyusunan informasi harus


direkap secara manual maka penyajian informasi menjadi terlambat dan kurang
dapat dipercaya kebenarannya.
Untuk mengatasi hambatanhambatan dalam pelayanan kesehatan di
Rumah Sakit, keberadaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
sangat dibutuhkan, sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan dan memenangkan persaingan bisnis

1. Pelayanan Utama (Front Office)


Setiap Rumah Sakit memiliki prosedur yang unik (berbeda satu dengan
lainnya), tetapi secara umum/generik memiliki prosedur pelayanan terintegrasi
yang sama yaitu proses pendaftaran, proses rawat (jalan atau inap) dan proses
pulang.
Setiap Rumah Sakit memiliki prosedur yang unik (berbeda satu dengan
lainnya) tetpi secara umum/generik memiliki prosedur pelayanan terintegrasi

yang sama yaitu proses pendaftaran, proses rawat (jalan atau inap) dan proses
pulang.
Data yang dimasukan pada proses rawat akan digunakan pada proses rawat
dan pulang. Selama proses perawatan, pasien akan menggunakan sumber daya,
mendapat layanan dan tindakan dari unit-unit seperti farmasi, laboratorium,
radiologi, gizi, bedah, invasive, diagnostic, non invasive dan lainnya. Unit
tersebut mendapat order/pesanan dari dokter (mialnya berupa resep untuk
farmasi, formulir lab dan sejenisnya) dan perawat. Jadi dokter dan perawat
sebagai aktor/SDM inti pada proses bisnis Rumah Sakit (seluruh order berasal
dari mereka). Karena itu kami menyebutkan inti sistem ini sebagai order
communication system.
2. Pelayanan Administratif (Back Office)
Proses

umum

pembelian/pengadaan,

Back
pemelihaaraan

Office

diantaraya

stok/inventory,

perencanaan,

pengelolaan

aset,

pengelolaan SDM, pengelolaan uang (hutang, piutang, kas, buku besar, dan
lainnya). Proses Back Office ini berhubungan dengan proses pada Front Office.
Rumah Sakit merupakan unit yang mengelola sumber daya fisik
(manusia, uang, mesin/alat kesehatan/aset, material seperti obat, reagen, alat
tulis kantor, barang habis pakai dan sejenisnya). Walaupun proses bisnis setiap
Rumah Sakit unik tapi tetap terdapat proses umum, diantaranya perencanaan,
pembelian/pengadaan,

pemeliharaan

stok/inventory,

pengelolaan

Aset,

pengelolaan SDM, pengelolaan uang (hutang, piutang, kas, buku besar dan
lainnya). Proses back office ini berhubungan/link dengan proses pada front office,
digambarkan berikut ini. Proses bisnis data tidak terstruktur. Proses-proses bisnis
tersebut di atas yang melibatkan data-data terstruktur, yang dapat dikelola
dengan relational database management system, selain itu terdapat proses
bisnis yang melibatkan data yang tidak terstruktur seperti alur kerja, surat
diposisi, email, manajemen proyek, kolaborasi, team work, manajemen dokumen
dan sejenisnya.

D.

Arsitektur Infrastruktur SIMRS


Untuk kebutuhan Sistem informasi RS saja, tetapi juga harus mampu
digunakan untuk berbagai hal, seperti jalur telepon IP, CCTV, Intelegent Building,
Medical Equipment dan lain-lain.
Kebutuhan infrastruktur jaringan komputer kedepan bukan hanya untuk
kebutuhan Sistem informasi RS saja, tetapi juga harus mampu digunakan untuk
berbagai hal, seperti jalur telepon IP, CCTV, Intelegent Building, Medical
Equipment dan lain-lain.
Untuk

mendukung

pelayanan

tersebut,

maka infrastruktur jaringan

komunikasi data yang disyaratkan adalah:


1. Meningkatkan unjuk kerja dan memudahkan untuk melakukan manajemen lalu
lintas data pada jaringan komputer, seperti utilisasi, segmentasi jaringan, dan
security.
2. Membatasi

broadcase

domain

pada

jaringan,

duplikasi

IP

address

dan

segmentasi jaringan menggunakan VLAN (virtual LAN) untuk setiap gedung dan
atau lantai.
3. Memiliki jalur backbone fiber optik dan backup yang berbeda jalur, pada
keadaan

normal

jaringan/redudant,

jalur
tapi

backup
dalam

digunakan
keadaan

untuk

darurat

memperkuat

backup

jaringan

kinerja
dapat

mengambil alih kegagalan jaringan.


4. Memanfaatkan peralatan aktif yang ada, baik untuk melengkapi kekurangan
sumber daya maupun sebagai backup
5. Dianjurkan

pemasangan

oleh

vendor

jaringan

yang

tersertifikasi

(baik

perkabelan maupun perangkat aktif).


6. Dokumentasi sistem jaringan lengkap (perkabelan, konfigurasi, uji coba, dan
sejenisnya) baik hardcopy maupun softcopy.

7. Mengingat penggunaan jaringan yang komplek kedepan, maka perangkat aktif


mengharuskan pengelolaan bertingkat, seperti adanya:
a. Core switch yang merupakan device vital dalam local area network di Rumah
Sakit dimana core switch ini sebagai bacbone lan dan sentral switch yang
berperan dalam prosessing semua paket dengan memproses atau men-switch
traffic secepat mungkin).
b. Distribution switch yang merupakan suatu device antara untuk keperluan
pendistribusian akses antar core switch dengan access switch pada masingmasing gedung, dimana antara sebaiknya distribution switch dan core switch
terhubung melalui fiber optic.
c. Acces switch yang merupakan suatu device yang menyediakan user port untuk
akses ke network.

E.

Arsitektur Data
Arsitektur Data untuk menghasilkan informasi yang baik, diperlukan data
yang homogen.Agar dapat dihasilkan data homogen maka perlu dibuat arsitektur
data yang baik. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun
arsitektur

data:

Kodefikasi

Kodefikasi

selain

keharusan

utk

otomatisasi/

komputerisasi, juga diperlukan untuk integrasi dan penglolaan lebih lanjut


seperti statistik. Mapping Karena sering berbeda keperluan kode- fikasi data,
maka diperlukan mapping data untuk integrasi dan pengelolaan lebih lanjut,
misalnya mapping kodefikasi antara tarif dengan kode perkiraan/chart of
account, mapping kode kabupaten/kota dengan provinsi dan sejenisnya.

F.

Arsitektur Aplikasi
Mengingat kompleksnya proses bisnis pada Rumah Sakit, berikut ini
gambaran arsitektur minimal dan variabel SIMRS yang dapat mengakomodir
kebutuhan informasi.

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan prosedur


pemrosesan

data

rumah

sakit

memanfaatkan

teknologi

informasi

yang

terintegrasi untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk
mendukung proses pengambilan keputusan bagi pihak manajemen, sehingga
dalam tahapannya akan membuat beberapa SOP (standard operating procedure)
baru guna menunjang kelancaran penerapan SIMRS yang tertata dengan baik
dan rapi.
1. Front Office
Selama proses perawatan, pasien akan menggunakan sumber daya,
mendapat layanan dan tindakan dari unit-unit seperti farmasi, laboratorium,
radiologi, gizi, bedah,invasive, diagnostic non invasive dan lainnya. Unit tersebut
mendapat order/pesanan dari dokter (misalnya berupa resep untuk farmasi,
formulir lab dan sejenisnya) dan perawat.
Jadi dokter dan perawat sebagai aktor/SDM inti pada proses bisnis Rumah
Sakit (seluruh order berasal dari mereka). Karena itu kami menyebutkan inti
sistem ini sebagai order communation system. Front Office SIMRS meliputi:

Antrian registrasi

Modul appointment

Registrasi

Pelayanan informasi

Pengaduan

Pelayanan informasi

Publik

2. Back office

Rumah Sakit merupakan unit yang mengelola sumber daya fisik (manusia,
uang, mesin/alat kesehatan/aset, material seperti obat, reagen, alat tulis kantor,
barang habis pakai dan sejenisnya). Walaupun proses bisnis setiap Rumah Sakit
unik

tapi

tetap

terdapat

pembelian/pengadaan,

proses

pemeliharaan

umum,

diantaranya

stok/inventory,

perencanaan,

pengelolaan

Aset,

pengelolaan SDM, pengelolaan uang (hutang, piutang, kas, buku besar dan
lainnya). Proses back office ini berhubungan/link dengan proses pada front office,
digambarkan berikut ini.
a. Komuniasi dan Kolaborasi

Komunikasi
One Medic One Solutions for Health Information System merupakan
suatu aplikasi piranti lunak yang telah dikembangkan sejak tahun 2008. Protocol
komunikasi yang tersedia telah dilengkapi dengan system keamanan sehingga
dapat menekan berbagai tindakan cyber crime oleh pihak-pihak yang tidak
bertanggung jawab.
Desain aplikasi SIMRS One Medic berbasis Web dimana pengguna dapat
melakukan integrasi dengan

pihak-

pihak internal maupun eksternal secara online. Manfaat Intergasi secara Online
bertujuan untuk mengantisipasi pengulangan pekerjaan administrasi yang dapat
memicu terjadinya human error sehingga potensi kerugian Rumah Sakit dapat
ditekan. Fitur-fitur SIMRS One Medic sebagai solusi untuk menjawab tantangan
masa depan industri pelayanan medik:

Security

system: modul

diperbolehkan

untuk

ini

dapat mengatur

diaksesbaik

oleh

pihak

informasi
internal

dan

data

maupun

yang

eksternal.

Pengaturan tersebut dilakukan selain untuk melindungi kerahasiaan data pasien


juga untuk menghindari penyalahgunaan informasi penting lainnya oleh pihakpihak yang tidak bertanggung jawab.

MPI server solutions: adalah sistim komunikasi online yang dirancang untuk
menjembatani komunikasi antar sistem. Aplikasi MPI server solutions dapat

digunakan sebagai alat konfirmasi hak-hak pasien terhadap jenis tindakan


medis dan obat-obatan yang dapat diberikan oleh Rumah Sakit sesuai dengan
ketentuan Pihak Penjamin.a

Billing records system: seluruh data tindakan medik dan obat-obatan yang
diberikan pada pasien otomatis terekam secara online dan dapat diatur sesuai
dengan format penagihan yang ditetapkan oleh Pihak Penjamin. Feature ini
dapat

mempersingkat

proses

pekerjaan

administrasi

penagihan

sehingga

dapat menekan angka piutang.


Untuk media komunikasi informasi antara unit dapat digunakan media
komputer yang sudah terintegrasi dengan jaringan LAN dengan menggunakan
aplikasi Messenger atau chating, selain itu juga sudah ada nya telepon lokal
yang membantu hubungan komunikasi antar unit.Sedangkan untuk akses
komunikasi ke luar instansi menggunakan akses internet yang terintegrasi
melalui jaringan Pemerintah Kota.

Kolaborasi
Salah satu kolaborasi untuk mengembangkan SIMRS adalah dalam bentuk
Kerjasama Operasional (KSO) atau Build Operational Transfer (BOT).MenurutPSAK
no 39, KSO merupakan bentuk kerjasama antara 2 belah pihak atau lebih dimana
masing-masing

pihak

sepakat

untuk melakukan

suatu

usaha

bersama

dengan menggunakan asset dan/atau hak usaha yang dimiliki dan secara
bersama-sama menanggung resiko atas usaha tersebut. RSmempunyai peluang
pasar berupa kunjungan pasien sedangkan konsultan/vendor akanbertindak
sebagai investor untuk menyediakanteknologi informasi yang selalu update
baik berupa

1)Perangkat

lunak (Software) maupun

keras
sumber

(Server,
daya

PC

&Jaringan),

manusia (Brainware)

2)Perangkat
baik

tenaga

operator ( Data Entry), Programmer maupun tenaga lainnya.


Manfaat utama dari kegiatan KSO SIMRS ini adalah adanya jaminan
berkelanjutan serta proses pendampingan/transfer knowledge SIMRS,sehingga
akan meminimalkan resiko-resiko kegagalan implementasi di pihak RS dan akan

menekan cost/biaya yang dikeluarkan untuk investasi teknologi informasi yang


senantiasa selalu update.Pihak rumah sakit berkewajiban untuk menyediakan
fasilitas sarana/prasarana untuk menunjang kegiatan operasional KSO SIMRS
tersebut.

Rumah

beberapa

Sakit

alternatif,

akan

melakukan

antara

lain

pengembalian

investasi

pembebanan

ke

dengan

pasienper

registrasi/kunjungan/resep atau dana dari komponen unit Bahan Habis Pakai


(BHP),komponen unit Jasa Akomodasi maupun daritingkat efisiensi operasional
RS. Pihak konsultan mempunyai kewajiban melakukan pengembangan/update,
tailor-made(customize) sistem sesuai kebutuhan RS, Transfer Knowledge dan
pendampingan operasional selama masa kerjasama tersebut.Rumah Sakit akan
menerima sistem secara keseluruhan baik modul aplikasi, source code maupun
blue print sistem pada masa akhir kerjasama sehingga RS diharapkan akan
menjadi mandiri dalam mengelola SIMRSpasca masa KSO tanpa ketergantungan
dari

pihak

konsultan

dan

bisa

menjadi

revenuecenter karena

bisa

mengembangkan sistem yang ada ke RS yang lain.


Berdasarkan definisi di atas, maka kita dapat membagi SIMRS menjadi 6
komponen utama guna menunjang terlaksananya penerapan SIMRS yang benar
dan sesuai kebutuhan:

Software (Sistem Informasi Manajeman Rumah Sakit)

Hardware (perangkat Keras berupa komputer, printer dan lainnya)

Networking (jaringan LAN, wireless dan lainnya)

SOP (Standard Operating Procedure)

Komitmen (komitmen semua unit / departemen / instalasi yang terkait untuk


sama-sama mejalankan sistem karena sistem tidak akan berjalan tanpa di-input)

SDM (sumberdaya manusia adalah faktor utama suksesnya sebuah sistem


dimana data di-input dan diproses melalui tenaga SDM tersebut)

Diposkan oleh Damar Nur P di 07.38


http://damarcivil.blogspot.co.id/

Tugas Makalah Tugas Makalah APLIKOM MAKALAH SISTEM INFORMASI


MANAJEMEN RUMAH SAKIT Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam
menyelesaikan salah satu tugas Aplikasi Komputer oleh Bernadetha Ivana Sri Ulina Munthe
Yosepha Novia Celina PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN SANTO BORROMEUS BANDUNG 2012 BAB I PENDAHULUAN A. Latar
Belakang Masalah Pada saat ini rumah sakit adalah pusat pelayanan kesehatan sangat penting
dalam masyarakat yaitu melakukan sebuah pelayanan harus berdasarkan melalui pendekatan
kesehatan (promotiv,preventif,kuratif dan rehabiltatif) dan dilaksanakan menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Rumah sakit juga dituntut untuk menjalankan tugas dan
fungsinya dengan baik. Sebuah kualitas rumah sakit dapat berpengaruh pada citra rumah sakit
tersebut. Pada zaman yang sudah modern ini dan globalisasi rumah sakit juga dituntut ntuk
mengikuti perkembangan yang telah ada dalam hal ini adanya kompetisi yang sangat ketat
antar rumah sakit. Hal ini berdampak pada manajerial rumah sakit yang mengembangkan
strategis salah satunya adalah peranan system informasi manajemen di rumah sakit. Dalam
hal ini teknologi saat ini berkembang sangat cepat dan berpengaruh pada system informasi
manajemen. Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sumber daya organisasi untuk
mendukung proses pengambilan keputusan pada berbagai tingkat manajemen, data dapat
diolah menjadi informasi sesuai keperluan manajer sebagai pimpinan manajemen. Informasi
yang diperlukan manajemen dan manajer, maka harus dirancang suatu SIM yang baik.
Menurut Abdul Kadir (2003, p114) Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah system
informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen dan pengambilan keputusan
dalam sebuah organisasi biasanya, SIM menyediakan informasi untuk operasi organisasi.
Menurut Haag (2000, p 114) SIM juga sering disebut sebagai sistem peringatan manajemen
karena sistem ini memberikan peringatan kepada pemakai terhadap masalah maupun peluang.
Rumah Sakit juga mempunyai SIM yang biasanya disebut SIMRS. Dalam hal ini masyarakat
belum sama sekali mengenal akan SIMRS bias dikatakan tingkat pengetahuan masyarakat
sangat rendah maka dari itu perlunya masyarakat untuk terbuka ataupun pasien. B. Rumusan
Masalah Bagaimanakah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit? Bagaimanakah peran
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dijalankan? C. Tujuan Penelitian Dapat

mengetahui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Dapat mengetahui gambaran


SIMRS. D. Manfaat Penelitian Diperoleh suatu gambaran tentang pendapat dan keinginan
pengguna terhadap kinerja sistem informasi manajemen. Dapat diperoleh masukan untuk
pengembangan. Sebagai bahan evaluasi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem
Informasi Manajemen 1. Pengertian Sistem Informasi Sistem adalah kumpulan elemen yang
berintegarasi untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan, informasi adalah data yang diolah
menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Adapun
kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu: 1. akurat informasi harus bebas
dari kesalahan dan tidak bias menyesatkan karena dari sumber informasi sampai penerima
informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat merusak informasi tersebut. 2.
Tepat Waktu Informasi harus dapat bermanfaat untuk pemakainya. Menurut jogiyanto (1999,
p 11) sistem informasi adalah sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebuktian pengolahan transaksi harian, mendukung opeasi, bersifat manajerial dan kegiatan
strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dari laporan-laporan yang
diperlukan. Model sistem informasi ditambahkan pula media penyimpanan data (database)
maka fungsi pengolajan informasi bukan lagi mengubah sata menjadi informasi tetapi juga
menyimpan data untuk dipergunakan lebih lanjut. Basic data (database) merupakan kumpulan
dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras
komputer dan dipergunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan
didalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. 2. Sistem Informasi
Manajemen Menurut Abdul Kadir (2003, p114) sistem informasi manajemen (SIM) adalah
sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk operasi,
manajemen, dan untuk pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Biasanya, SIM
menyediakan informasi untuk operasi menurut Haag (2000, p114) SIM juga sering disebut
sebagai sistem peringatan manajemen karena sistem ini memberikan peringatan kepada
pemakai (umumnya manajemen) terhadap masalah maupun peluang. SIM menggunakan
perangkat keras, dan perangkat lunak komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan
keputusan dan sebuah database. SIM dapat mendukung fungsi operasi, manajemen dan
pengambilan keputusan. Sistem informasi manajemen digambarkan sebagai sebuah bangunan
piramida dimana lapisan dasrnya terdiri dari informasi untuk pengolahan transaksi,
penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi
dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dari sumber daya
sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk
pengendalian manajemen, dan lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk
mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh manajemen tingkat puncak. 3.
Operasional SIM Sistem informasi memiliki tiga elemen utama, yaitu data yang menyediakan
informasi, prosedur yang memberitahu pengguna bagaimana mengoperasikan sistem
informasi, dan orang-orang yang membuat produk, menyelesaikan masalah, membuat
keputusan, dan menggunakan sistem informasi tersebut. Orang-orang dalam sistem informasi
membuat prosedur untuk mengolah dan memanipulasi data sehingga menghasilkan informasi
dan menyebarkan informasi tersebut ke lingkungan. Suatu SIM dapat dioperasionalisasi bila
terdapat 3 unsur penting, yaitu: (7) Hardware (Perangkat Keras), terdiri dari: Komputer dan
peralatannya, jaringan komunikasi seperti modem, telephon dll. Software (Perangkat
Lunak), terdiri dari program yang menjalankan proses kerja pada komputer. Brainware,
merupakan unsur manusia yang menjalankan SIM. B.
SistemInformasiManajemenRumahSakit(SIMRS) SIMRS merupakan himpunan atau
kegiatan dan prosedur yang terorganisasikan dan saling berkaitan serta saling ketergantungan
dan dirancang sesuai dengan rencana dalam usaha menyajikan informasi yang akurat, tepat
waktu dan sesuai kebutuhan guna menunjang proses fungsi-fungsi manajemen dan
pengambilan keputusan dalam memberikan pelayanan kesehatan di RumahSakit. SIMRS saat

ini ditujukan untuk menunjang fungsi perencanaan dan evaluasi dari penampilan kerja RS,
antara lain adalah jaminan mutu pelayanan rumah sakit yang bersangkutan, pengendalian
keuangan dan perbaikan hasil kerja RS tersebut, kajian dalam penggunaan dan penaksiran
permintaan pelayanan kesehatan RS oleh masyarakat, perencanaan dan evaluasi program RS,
penyempurnaan laporan RS sertauntuk kepentingan pendidikan dan penelitian. B.1Medical
Information System Sistem yang mencatat semua kegiatan operasional rumah sakit baik yang
bersifat medis maupun non medis. Meliputi proses pendaftaran pasien, admisi, tindakan
medis, laboratorium, radiology, dan sebagainya yang semuanya tercatat secara elektronis
pada database medical record. Modul ini menggunakan engine software opensource Care2X
dengan modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi sistem informasi manajemen rumah sakit
yang diinginkan dan telah diintegrasikan dengan modul B.2Accounting Information System.
Program ini telah teruji dan digunakan oleh banyak rumah sakit i beberapa negara. Sistem
yang mencatat semua aspek keuangan yang timbul dari kegiatan-kegiatan yang terjadi pada
modul Medical Information System, pencatatan hutang piutang, invoice, pelunasan, inventory
control (obat dan bahan-bahan medis), point-of-sales, sampai dengan laporan-laporan
keuangan seperti neraca, laba rugi, buku besar, dan sebagainya. Modul ini menggunakan
engine software opensource SQL-Ledger dengan modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi
sistem informasi keuangan rumah sakit yang diinginkan. Program ini telah teruji dan
digunakan oleh banyak perusahaan beberapa negara. B.3 Contoh bagan Sistem Informasi
Rumah Sakit (SIRS) dan Tugas Tim SIRS B.4 Tugas Tim Sistem iformsi Rumah Sakit
meliputi: 1. Menentukan Spesifikasi aplikasi yang diinginkan yaitu: Output atau laporan yang
didinginkan. Selain itu Proses pemasukn data yang diinginkan . 2. Memberkan data yang
berkitan dengan spesifikasi aplikasi 3. Memberikan feedback yang cepat, akurat kepada
pengembang dengan mengisi form yang diberikan. B.5 Yang harus dilakukan oleh Tim SIRS
atau tim SIM Rumah sakit 1. Adanya kerjasama tip unit dalam pemasukan data 2. Buat
Komitmen dalam tim untuk mencapai tujuan 3. Tim SIM rumah sakit mengajukan hardware
pendukung SIM Kordinator bertanggung jawabterhadap data base unit yang dipimpinnya 4.
Adanya surat tugas dari manjemen untuk Tim SIM rumah Sakit 5. Dibuat Protap atau SOP
serta Jobdescription dari setiap unit 6. Komitmen dari TIM dibutkan kontrak 7. Dibuat jadwal
pertemuan rutin tiap unit 8. Buat SK pembentukan Tim SIM rumah sakit B.6 Sistem
informasi rumah sakit dapat dikelompokan pada kelas rumah sakit dan status rumah sakit, 1.
Rumah Sakit Vertikal 2. Rumah Sakt Umum Daerah 3. Rumah Sakit Umum Swasta 4.
Rumah Sakit Spesialist B.7 Kendala-kendala yang sering terjadi dilapangan saat
implementasi adalah: 1. Ketidak siapan rumah sakit dalam menerapkan sistem informasi yang
terintergrasi dan berbasi kmputer. 2. Penyajian data yang belum semua menjadi data
elektronik yang akan memudahkan pada proses migrasi data. 3. Komitment yang
dilaksanakan secara bersamaan dan menyelur sehingga menimbulkan kekacaun pada data
transakit. 4. Koordinasi antar unit bagian yang terkesan mementingkan unit masing-masing.
5. Berubah-ubahnya kebijakan. 6. Mengubah pola kerja yang sudah terbiasa dengan manual
ke komputerisasi. 7. Pemahaman yang belum merata antara SDM terkait, 8. Mengacu pada
UU Nomor 44 Tahun 2009,tentang Rumah Sakit yaitu pasal 52 Ayat 1 yang berbunyi :
Setiap :Rumah sakitW wajib melakukan pencatatan dan peloparan tentang semua kegiatan
penyelenggaraan Rumah Sakit dalam bentuk SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
RUMAH SAKIT C. Topologi Arus Data D. Topologi Jaringan Sim-RS E. SOLUSI SIM-RS
SIM-RS JS adalah aplikasi berbasis web,yang ditunjuk untuk memperbaiki pengelolaan data
Rumah Sakit agar data Rumah Sakit dan informasi bisa ditata dengan baik dan dapat di
pertanggungjawabkan.Pengelolaan data dan informasi meliputi : F. Daftar Modul Software 1.
Front-Office 2. Medical Record 3. Billing System 4. Akuntansi 5. Pelaporan Keuangan 6.
Manajemen Pembelian (Pengadaan Barang / Jasa) 7. Logistik & Persediaan 8. Analisis Ratio
9. Kepegawaian 10. Rawat Jalan/Poliklinik 11. Instalasi Gawat Darurat 12. Rawat Inap 13.

ICU/PICU/NICU 14. OK/VK 15. Medical Check Up 16. Laboratorium 17. Radiologi 18.
Farmasi 19. Instalasi Gizi 20. Instalasi Laundry 21. Keperawatan 22. Sistem Administrator G.
KEUNTUNGAN SIM-RS JS 1. Dapat memantau perkembangan Rumah Sakit secara akurat
2. Dapat meningkatkan pelayanan dibidang kesehatan kepada masyarakat secara akurat. 3.
Rumah Sakit tersebut dapat terpantau secara langsung oleh lembaga-lembaga dari luar atau
dalam Negeri secara akurat, sehingga mempermudah akses bagi lembaga tersebut jika akan
memberikan informasi serta mempermudah akses jika ingin memberikan dana. 4. Dapat
menyimpan data base Rumah Sakit mulai dari Pasien, Karyawan yang terdiri dari Data
Rumah Sakit, data administrasi,data Aset Rumah Sakit dan lain-lain 5. Dapat mengangkat
brand image Rumah Sakit tersebut secara tidak langsung dengan memiliki fasilitas modern
6.Dapat mengurangi beban kerja sub-bagian rekam medis dalam menangani berkas rekam
medis,Bagian Rekam Medis memang sub-bagian yang paling direpotkan mulai dari
coding,indexing,filling dan lain-lain.Sebagian Rumah Sakit di Indonesia masih
mengggunakan petugas Rekam Medis ataupun kurir dalam mendistribusikan berkas-berkas
ke masing-masing pelayanan 7. Dapat mengurangi pemakaian kertas.Pemakaian kertas masih
belum bisa dihilangkan di Indonesia karena data medis sangat rentan dengan hukum dan akan
memporakporandakan perdagangan kertas di Indonesia . Dengan sistem yang
terkomputerisasi , pemakaian kertas yang bisa di pangkas antara lain : 1 Lembar kertas
Rekam Medis yang tidak berhubungan dengan masalah Autentikasi atau aspek hukum 2
Laporan masing-masing unit pelayanan ( karena semua laporan telah terekap oleh sistem ) 3
Rekap Laporan ( RL ) 1-6 yang dikirim ke dinas Kesehatan. 4. Menghasilkan pelaporan
keuangan rumah sakit yang dapat di pertanggungjawabkan. Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit Juragan Sopwer Sudah Terdaftar pada HAKI ( Hak Kekayaan Intelektual )
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomer :C00201104668
BAB III PENUTUP A.Kesimpulan Sistem informasi manajemen digambarkan sebagai
sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasrnya terdiri dari informasi untuk pengolahan
transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber
informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dari
sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan
keputusan untuk pengendalian manajemen, dan lapisan puncak terdiri dari sumber daya
informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh manajemen tingkat
puncak. B.Saran Makalah ini telah dibuat oleh penulis dengan tujuan supaya para pembaca
lebih mengetahui tentang system informasi manajem Rumah Sakit. Makalah yang di buat
oleh penulis jauh dari sempurna maka penulis meminta saran dari para pembaca makalah ini.
Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ

Makalah Sistem Informasi Kesehatan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks,


padat profesi dan padat modal. Kompleksitas ini muncul karena pelayanan
rumah sakit menyangkut berbagai fungsi pelayanan , pendidikan dan penilitian
serta mencakup berbagai tindakan maupun disiplin medis. Agar rumah sakit
mampu melaksanakan fungsi yang demikian kompleks, rumah sakit harus
memiliki sumber daya manusia yang profesional baik dibidang teknis medis
maupun administrasi kesehatan. Menurut Sistem Kesehtan Nasional, fungsi
utama rumah sakit adalah menyediakan dan menyelenggarakan upaya
kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan pasien. Berdasarkan Surat
Keputusan Mentri Kesehatan RI No. 983/SK/XI/1992 rumah sakit umum
memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh
masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
sedangkan rumah sakit khusus memberikan pelayanan sesuai dengan
kekhususannya. Pelayanan rumah kesehatan rumah sakit meliputi pelayanan
medik, pelayanan penunjang medik, rehabilitasi medik dan pelayanan asuhan
keperawatan. Pelayanan tersebut dilaksanakan melalui unit gawat darurat, unit
rawat jalan dan unit rawat inab.

Sistem informasi rumah sakit dibetuk oleh beberapa sistem meliputi,


sistem penyimpanan data pasien, sistem informasi keuangan dan sistem
informasi rumah sakit terintegrasi. Rumah sakit yang memiliki sistem informasi
yang terintegrasi akan memudahkan dalam melakukan aktifitas secara efektif
terutama pada kegiatan pendaftaran pasien yang merupakan proses dasar yang
penting dalam aktifitas yang terjadi di rumah sakit.
Evaluasi diartikan sebagai penilaian kritis secara obyektif atas dasar fakta
(bukan perkiraan) yang disesuaikan dengan standart atau patokan. Evaluasi
pelayanan kesehatan sendiri merupakan sebuah proses untuk menentukan nilai
atau jumlah keberhasilan dari pelaksanaan suatu kegiatan serta merupakan
persyaratan dasar`untuk mengendalikan dan mempertahankan mutu pelayanan.
Ada hal penting yang berlaku dalam setiap tahap evaluasi, yaitu adanya
penentuan kriteria penilaian dan kriteria tersebut dapat diukur serta
pengambilan keputusan atau kriteria dapat diambil dengan mudah tanpa
membingungkan.

1.2. RUMUSAN MASALAH


Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini
adalah :
1.
2.
3.
4.

Bagaimana menjelaskan Pengertian Sistem Informasi Rumah Sakit


Bagaimana menjelaskan Subsistem Sistem Informasi Rumah Sakit
Bagaimana Menjelaskan Ruang Lingkup Sistem Informasi Rumah Sakit
Bagaimana menjelaskan Mengevaluasi Pengendalian Sistem Informasi Rumah
Sakit Agar Dapat Meningkatkan Efektifitas Pelayanan Rumah Sakit

1.3. TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :


1.
2.
3.
4.

Untuk Mengetahui Pengertian Sistem Informasi Rumah Sakit


Untuk Mengetahui Subsistem Sistem Informasi Rumah Sakit
Untuk Mengetahui Ruang Lingkup Sistem Informasi Rumah Sakit
Untuk Mengetahui Mengevaluasi Pengendalian Sistem Informasi Rumah Sakit
Agar Dapat Meningkatkan Efektifitas Pelayanan Rumah Sakit

1.4. MANFAAT
Adapun manfaat yang ingin dikemukakan dalam makalah ini yaitu :
1.

Dapat menjadi referensi dan literatur bagi semua kalangan yang membutuhkan.

2.

Dapat menambah ilmu pengetahuan, serta melatih penulis berpikir secara


kritis, analitik, dan logis dalam mengolah dan mengkaji data menjadi sebuah
karya ilmiah

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Informasi Rumah Sakit

Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu tatanan yang berurusan
dengan pengumpulan data, pengolahan, penyajian informasi, analisis dan
penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk
kegiatan rumah sakit
.
Sebuah sistem informasi rumah sakit idealnya mencakup integrasi fungsifungsi klinikal (medis), keuangan, serta manajemen yang nantinya merupakan
sub sistem dari sebuah sistem informasi rumah sakit. Sub sistem ini merupakan
unsur dari sistem informasi rumah sakit yang tugasnya menyiapkan informasi
berdasarkan fungsi-fungsi yang ada untuk menyederhanakan pelayanan pada
suatu rumah sakit. Namun sub sistem ini akan saya bahas pada pembahasan
selanjutnya.

2.2 Subsistem Sistem Informasi Rumah Sakit

Funsi utama dari rumah sakit yang pada umumnya adalah pelayanan
kesehatan, serta pasien sebagai objek dari fungsi utama rumah sakit, dukungan
operasional berupa tenaga kerja, keuangan, sarana dan prasarana, serta sistem
manajemen yang dibutuhkan untuk mengelolah suatu rumah sakit. Maka
berdasarkan pertimbangan tersebut suatu sistem informasi rumah sakit terdiri
dari beberapa subsistem sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Subsistem Layanan Kesehatan. Subsistem Rekam Medis


Subsistem Personalia
Subsistem Keuangan
Subsistem Sarana/ Prasarana
Subsitem Manajemen Rumah Sakit
Subsitem tersebut kemudian dijabarkan lagi kedalam modul-modul yang
sifatnya spesifik. Contoh Sbsistem Layanan Kesehatan dapat dijabarkan lebih
lanjut menjadi:

1. Modul Rawat Jalan


2. Modul Rawat Inab
3. Modul Layanan Penunjang Medis

2.3 Ruang Lingkup Sistem Informasi Rumah Sakit

Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup


pengelolaan informasi dalam lingkup manajemen pasien. Lingkup ini antara lain
sebagai berikut:
1.

2.

3.
4.
5.

Registrasi Pasien, yang mencatat data/ status pasien untuk memudahkan


pengidentifikasian maupun pembuatan statistik dari pasien masuk sampai
keluar. Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran riwayat
inab/jlana, dan info kamar inab.
Rawat Jalan/poliklinik yang tersedia dirumah sakit, seperti: penyakit dalam,
bedah, anak, obstetri dan ginekologi, KB. Syaraf, jiwa, THT, mata, gigi dna mulut,
kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum, UGD, dan lain-lain
sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat diagnosa dan tindakan terhadap
pasien agar tersimpan di dalam laporan rekam medis pasien.
Rawat Inab. Modul ini mencatat diagnosa dan tindakan terhadap pasien,
konsultasi dokter, hubungan dengan poliklinik/ penunjang medis.
Penunjang medis/ laboratorium, yang mencatat informasi pemeriksaan seperti:
ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan lain-lain.
Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran untuk rawat
jalan, rawat inab, dan penunjang medis (laboratorium, radiologi, rehab medik),
baik secara langsung maupun melalui jaminan dari pihak ketiga/asuransi/JPKM.
Modul ini juga mencatat transaksi harian pasien (laboratorium, obat, honor
dokter), daftar piutang, manajemen deposit dan lain-lain.apotik/farmasi, yang
meliputi pengelolaan informasi inventori dan transaksi obat-obatan.
Melalui lingkup manajemen pasien tersebut dapat diperoleh laporan-laporan
mengenai:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Pendapatan riwayat inab dan jalan secara periodik (harian, bulanan, dan
tahunan)
Penerimaan kasir secara periodik
Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien
Rekam medis pasien
Data kegiatan rumah sakit triwulan
Data morbilitas pasien rawat inab dan rawat jalan
Data morbilitas penyakit khusus pasien rawat inab dan rawat jalan
Penerima kasir pada bagian farmasi/apotik
Pembelian kasir pada bagian farmasi/ apotik
Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik
Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan

2.4 Mengevaluasi Pengendalian Sistem Informasi Rumah


Sakit Agar Dapat Meningkatkan Efektifitas Pelayanan
Rumah Sakit

Pada pembahasan ini merupakan penguraian mengenai penerapan


langkah- langkah evaluasi terhadap pengendalian internal sistem informasi
rumah sakit yang berupa pemahaman struktur pengendalian dan analisa risiko
yang diakhiri dengan hasil evaluasi.

Dari hasil pengamatan kami bahwa dengan bertambahnya jumlah


kunjungan pasien dan jumlah pemeriksaan akan sangat berpengaruh pada
penggunaan peralatan penunjang dan fasilitas di rumah sakit dan sudah tentu
akan memberikan nilai lebih dalam peningkatan pendapatan rumah sakit
tersebut. Namun juka terjadi penurunan jumlah kunjungan pasien di rumah sakit
terutama jumlah pasien baru maka hal ini perlu di waspadai sehingga diperlukan
evaluasi pelayanan rumah sakit yang optimal.

Kemudian untuk mengetahui permasalahan yang terjadi dalam rumah


sakit tersebut maka ada beberapa contoh yang perlu di perhatikan sebagai
berikut:
1.

Input
Salah satu contoh Pemasukan/ pengimputan data pasien radiologi dirumah sakit
A kurang lengkap karena (tidak mencantumkan NO. RM pasien dan nama
radiografer yang memeriksa), dan masih manual (dengan menuliskan dibuk
register/buku besar).

2.
a.

Proses
Pencarian data pasien mengalami kesulitan karena harus membuka buku
register/buku besar untuk melihat data-datanya ( misal, jenis pemeriksaan
pasien, dokter yang merujuk, diagnosanya dan lain-lain). Hal ini menunjukan
kesulitan dalam mengakses data-data yang ada.
b. Kegiatan pengolahan data untuk laporan bulanan juga masih dilakukan secara
manual dengan cara menghitung dari buku register/ buku besar mnggunakan
kalkulator dan belum menggunakan Sistem Manajemen Basis Data (SMBD)
sehingga menyebabkan kemungkinan kesalahan dalam penghitungan
pendapatan, jumlah pasien dan jumlah film yang di pakai, hal ini menunjukan
ketidakakuratan pengelolahan data.
c. Letak tempat/ lokasi rumah sakit juga yang menjadi faktor penyebabnya,
dimana untuk mengakses lokasi rumah sakit tersebut sangat sulit.

3.

Output
Laporan atau informasi yang dihasilkan dan dilaporkan tiap bulannya hanya
berupa laporan pendapatan yang berdasarkan jenis dan rujukan dari luar,
sedangkan laporan mengenai rata-rata kunjungan pasien, rasio kunjungan
pasien baru dengan total kunjungan, presetase pelayanan spesialistik belum
dapat tersajikan secara lengkap.
Padahal informasi tersebut adalah beberapa kriteria dalam menunjukan
pelayanan di instalasi radiologi. Begitu juga dengan laporan statistik pasien dan

penggunaan film yang hanya direkap tanpa filampirkan pada laporan bulanan.
Laporan yang diberikan kepada pihak manajerial rumah sakit selam ini juga
sama satu dengan yang lainya. Hal ini menunjukan ketidaklengkapan dan
ketidaksesuaian informasi bagi manager-manager dirumah sakit.

Penanganan informasi pada bagian radiologi umumnya diselesaikan


dengan komputerisasi bagian meelalui pengembangan suatu sistem informasi
radiologi Radiology Information System (RIS). Sistem ini sangat memudahkan
penjadwalan, pelacakan pasien, perawatan dan penulusuran film, pemberian
kode, pelaporan hasil dan pembuatan rekenign/ tagihan. Sehingga teknologi
komputer sangat mutlak diperlukan dubagian radiologi.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu tatanan yang berurusan
dengan pengumpulan data, pengolahan, penyajian informasi, analisis dan
penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk
kegiatan rumah sakit
Funsi utama dari rumah sakit yang pada umumnya adalah pelayanan
kesehatan, serta pasien sebagai objek dari fungsi utama rumah sakit, dukungan
operasional berupa tenaga kerja, keuangan, sarana dan prasarana, serta sistem
manajemen yang dibutuhkan untuk mengelolah suatu rumah sakit.
Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup
pengelolaan informasi dalam lingkup manajemen pasien. Lingkup ini antara lain
sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Registrasi Pasien,
Rawat Jalan/poliklinik yang tersedia dirumah sakit
Rawat Inab.
Penunjang medis/ laboratorium,.
Penagihan dan Pembayaran,

Penanganan informasi pada bagian radiologi umumnya diselesaikan


dengan komputerisasi bagian meelalui pengembangan suatu sistem informasi
radiologi Radiology Information System (RIS). Sistem ini sangat memudahkan
penjadwalan, pelacakan pasien, perawatan dan penulusuran film, pemberian
kode, pelaporan hasil dan pembuatan rekenign/ tagihan. Sehingga teknologi
komputer sangat mutlak diperlukan dubagian radiologi.

3.2 SARAN
Teknologi informasi merupakan salah satu teknologi yang sedang
berkembang dengan pesat saat ini. Dengan kemajuan teknologi informasi,
pengaksesan terhadap data atau informasi yang tersedia dapat berlangsung
dengan cepat , efisien serta akurat. Olehnya itu perlu adanya pengembangan
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) yang berbasis komputer dengan
memperhatikan konsep-konsep dasar pengembangan sistem informasi.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2012, Sistem Informasi Rumah Sakit, http:// www. sistem informasi rumah
sakit.pdf diakses tanggal 21 Januari 2013
Anonim, 2012, Evaluasi Pengendalian Sistem Informasi Rumah Sakit, http:// www.
Evaluasi Sistem Informasi Rumah Sakit.pdf diakses tanggal 21 januari 2013
Haryanto, Toni, dkk, 2006, Implementasi Sistem Informasi Rumah Sakit, http:// www.
Implementasi Sistem Informasi Rumah Sakit_pdf diakses tanggal 21 Januari 2013
Rahayu, Sri, 2009, Pengembangan Model Sistem Informasi Rumah Sakit Pada Instalasi
Radiologi, http:// www. Model Sistem Informasi Rumah Sakit.pdf diakses tgl 21
januari 2013
Diposkan oleh Abdul Malik Darmin di 22.58
http://myblogabdulmalikdarmin.blogspot.co.id/2015/03/makalah-sisteminformasi-kesehatan.html

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS)


A. PENGERTIAN
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit adalah software aplikasi yang
membantu manajemen pengolahan data menjadi lebih cepat dan efektif. Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit adalah sebuah program aplikasi yang
dirancang untuk meningkatkan kinerja para :
1.Dokter
2.Bidan
3.Staff

dan

Asisten
dan

Administrasi

dan

Dokter
Perawat
Personalia

4.Apoteker
5.Logistik
6.TOP Manajerial
http://www.bahankuliahkesehatan.blogspot.com

B. LATAR BELAKANG
Sistem Informasi Manajemen (SIM) bagi suatu rumah sakit merupakan hal yang
sangat penting untuk segera diterapkan. Hal ini mengingat semakin
kompleksnya permasalahan yang ada dalam data medik pasien maupun datadata administrasi yang ada di rumah sakit. Namun menyediakan SIM bukanlah
hal yang mudah, terutama jika dikaitkan dengan biaya pengadaan SIM yang
relatif sangat besar.
Penerapan sistem informasi pada suatu rumah sakit memerlukan suatu
perencanaan yang matang. Bila dilakukan secara tergesa-gesa tanpa melakukan
perencanaan terlebih dahulu dikhawatirkan akan memakan biaya yang mahal,
kemungkinan ada biaya baru baik untuk riset kelayakan dan lain-lain akan
menambah biaya selanjutnya. Dalam penerapan sistem informasi maka masalah
finansial merupakan faktor yang sangat penting.

C. ANALISA
Sistem Informasi Manajemen terdiri dari tiga kata yaitu sistem, informasi dan
manajemen. Sistem adalah suatu himpunan dari unsur, komponen atau variabelvariabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain
dan terpadu. Informasi adalah data yang telah disusun sedemikian rupa,
sehingga bermakna dan bermanfaat karena dapat dikomunikasikan kepada
seseorang yang akan menggunkannya untuk membuat keputusan.
Manajemen adalah tindakan memikirkan dan mencapai hasil-hasil yang
diinginkan melalui usaha kelompok yang terdiri dari tindakan mendayagunakan
bakat-bakat manusia dan sumber-sumber daya. Sehingga Sistem Informasi
Manajemen berarti suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi
maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Jika lebih spesifik lagi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah
suatu prosedur pemrosesan data-data baik data-data umum Rumah Sakit
maupun data-data medik pasien sehingga dapat mendukung proses
pengambilan keputusan manajemen.
Sistem Informasi Manajemen yang dimaksudkan adalah suatu sistem yang telah
berbasiskan komputer untuk mengolah data-data medik pasien maupun datadata administrasi yang dimiliki rumah sakit. Selama ini jika kita bicara tentang
rumah sakit, yang paling mudah diingat adalah pelayanannya yang tidak

memuaskan ketika melakukan administrasi atau waktu yang terlalu yang


dibutuhkan oleh perawat untuk mencari data-data medik pasien.
Beberapa hambatan-hambatan yang sering dialami oleh pihak Rumah Sakit yang
disebabkan oleh system informasi yang belum dikelola dengan baik adalah
pencatatan yang berulang yang menyebabkan penduplikasian data, data yang
belum terintegrasi atau masih tersebar, pencatatan data masih dilakukan secara
manual sehingga banyak terdapat kesalahan dan informasi terlambat
disebarkan. Oleh karena system informasi manajemen untuk Rumah Sakit sangat
perlu dilakukan agar dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,
dapat menyajikan laporan akurat sehingga dapat memberikan kemudahan dalam
pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.
Sebelum menerapkan suatu system informasi manajemen untuk Rumah Sakit,
kita harus mengetahui kelas dan status dari Rumah Sakit tersebut. Dimana
masing-masing Rumah Sakit memiliki kebutuhan system informasi berbedabeda.

Status dan kelas Rumah Sakit dapat dibagi menjadi empat (4), yaitu :

Rumah

Rumah

Rumah
Rumah Sakit specialist

Sakit
Sakit
Sakit

Vertikal
Daerah
Swasta

Umum
Umum

Sedangkan untuk melakukan penerapan sistem informasi rumah sakit


dibutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Banyak yang harus benar-benar
dipersiapkan agar hasil yang akan diperoleh seperti apa yang diharapkan.
Komponen utama untuk menunjang terlaksananya penerapan sistem informasi
yang benar dan sesuai kebutuhan :

Software
(Sistem
Informasi
Manajemen

Hardware
(seperangkat

Networking
(Jaringan
LAN,

SOP
(Standar
Operasional
SDM (Sumber Daya Manusia)

Rumah

Sakit)
komputer)
wireless)
Prosedur)

Ketika system informasi telah disiap diimplementasikan ternyata ada beberapa


kendala yang terjadi di lapangan, antara lain ketidaksiapan pihak Rumah Sakit
dalam menerapkan system informasi yang terintegrasi dan berbasis komputer,
sulitnya merubah pola kerja yang telah terbiasa dengan system manual menjadi
komputerisasi, dan penyajian data yang belum semuanya dalam bentuk
elektronik yang akan memudahkan proses migrasi data.

Rumah Sakit

Laporan rumah sakit , baik pemerintah maupun swasta , dan rumah sakit khusus
kewajiban pengiriman laporan ini
diatur dengan Kep Men Kes RI No : 1401/Menkes/SK/X/2003 tanggal 1 oktober
2003 yang merupakan Rev V tentang
System Informasi Rumah Sakit , dengan jenis laporan sbb:
o Data Kegiatan Rumah Sakit RL 1 ( Triwulan ).
o Data Keadaan Morbiditas
Data Keadaan Morbiditas Pasien Raw Inap RL2a (Triwulan)
Data Keadaan Morbiditas Pasien Raw Jalan RL 2a (Triwulan )
Data Keadaan Morbiditas Pasien Raw Inap surveilan terpadu rumah sakit RL
2a1(Triwulan )
Data Keadaan Morbiditas Pasien Raw Jalan surveilan terpadu rumah sakit RL2b1
(Triwulan )
Data staus Immunisasi RL2c ( Bulanan ).
Data individual morbiditas pasien rawat inap
1. Pasien Umum RL 2.1 ( Triwulan ) sampling 10 hr.
2. Pasien Obstetri RL2.2 ( Triwulan ) sampling 10 hr.
3. Pasien baru lahir/ lahir mati RL2.3 ( Triwulan ) sampling 10 hr .
o Data dasar Rumah Sakit RL 3 ( Tahunan ).
o Data Ketenagaan Rumah Sakit RL 4a ( Tahunan ) data individual ketenagaan
rumah sakit RL4a (RS Vertikal Depkes).
o Data peralatan medik rumah sakit RL 5 (tahunan ).
o Data kesehatan lingkungan RL 5 (tahunan) .
o Data infeksi nosokomial rumah sakit RL6 (bulanan).

Manfaat yang bisa diharapkan dari adanya berbagai fasilitas seperti yang
disebutkan diatas adalah:
1. Meningkatnya tingkat kepuasan para pasien karena adanya berbagai
fasilitas dan kemudahan yang mereka dapatkan mulai dari Pendaftaran
sampai Pembayaran di kasir.

2. Cepatnya proses pengolahan dan tingginya akurasi dalam perhitungan


data-data karena semua proses dan perhitungan dilakukan secara
terintegrasi dan otomatis.
3. Akan meningkatkan kualitas para tenaga medis di rumah sakit karena
kemampuan mereka di dalam menyiapkan dan memberikan layanan
kesehatan akan benar-benar diuji.
4. Tingginya kualitas layanan para karyawan rumah sakit karena mereka
akan dituntut untuk bisa memberikan layanan dan informasi yang sifatnya
Real Time.
5. Meningkatnya citra Rumah Sakit sebagai The Leading Hospital di dalam
memberikan Quality Health Services.

FEATURE UNTUK FRONT OFFICE


1. Registrasi
Multiple
cara
Fasilitas
pegawai
Manajemen
- Pembuatan kartu berobat dengan embosser,
Sentralisasi
nomor
rekam
Informasi
fasilitas
layanan
- Integrasi dengan pelayanan medis

pembayaran
rumah
sakit
karcis
Microchip dan Barcode
medis
pasien
rumah
sakit

2. Pelayanan Medis
Integrasi
pelayanan
antara
instalasi
utama
dan
penunjang
- Verifikasi rincian tindakan, diagnosa, ICD, dan ICPM dalam history rekam medis
Manajemen
rekam
medis
dan
medical
record
tracking
(MRT)
- Kontrol hasil penunjang medis

3. Billing
- Monitoring dan kontrol jumlah biaya yang sudah terpakai oleh pasien
Sentralisasi
tagihan
rawat
inap
terhadap
tagihan
penunjang
Diskon,
keringanan
dan
piutang
Penghitungan
jaminan,
selisih
tagihan
dan
subsidi
Penghitungan
tagihan
berdasarkan
history
pemberlakuan
tariff
Monitoring
penerimaan
kasir
- Integrasi dengan back office (General Ledger) Feature untuk Back Office

4. Accounting

Standarisasi
kode
perkiraan
(Chart
of
accounting)
Manajemen
buku
tambahan
Periode
waktu
pencetakan
laporan
keuangan
yang
fleksibel
Penentuan
periode
tutup
buku
(bulan,
tahun)
secara
dinamis
Grouping
transaksi
keuangan
- Verifikasi transaksi dari front office

5. Manajemen Aset
- Integrasi dengan sistem pengadaan logistic
- Monitoring kondisi dan status aset secara periodic
- Periode perhitungan nilai aset (penyusutan) secara fleksibel
- Manajemen dan history pemeliharaan serta penyusutan
- Integrasi dengan akuntansi (General Ledger)

6. Keuangan
Perencanaan
anggaran
Monitoring
realisasi
penggunaan
Manajemen
penggajian
- Monitoring dan kontrol terhadap arus
- Integrasi dengan akuntansi (General Ledger)

secara
dana
terhadap
karyawan
kas (cash flow)

terpadu
anggaran
(payroll)
dan bank

7. Logistik dan Inventory

KESIMPULAN
Ekonomi dunia pada dua ratus tahun yang lalu masih bersifat agraris, ciri dari
ekonomi agraris adalah tanah merupakan faktor ekonomi yang paling dominan.
Era agraris ini berakhir dengan ditemukannya mesin uap yang menyebabkan
terjadinya revolusi industri. Kembali dunia memasuki era baru yaitu era industri,
yang menjadi ciri dari era industri ini adalah modal sebagai faktor ekonomi yang
paling dominan. Pada akhir abad yang lalu kembali dunia memasuki era yang
baru yang biasa disebut era informasi, disini faktor ekonomi yang paling
dominan berbasis pada pengetahuan dan berfokus pada informasi, dengan
menguasai informasi maka organisasi akan bertahan dan berkembang di era ini.
Sistem Informasi Manajemen merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan
teknologi informasi dan diintegrasikan dengan prosedur manual dan prosedur

yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk
mendukung proses pengambilan keputusan manajemen.
Sistem Informasi Manajemen saat ini merupakan sumber daya utama, yang
mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai
daya saing serta kompetensi utama sebuah organisasi dalam menyongsong era
Informasi
ini.
Di bidang kesehatan terutama Rumah Sakit sangat membutuhan Sistem
Informasi Manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat
untuk menyongsong Indonesia Sehat 2010.
Adapun peran dari pada SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit),Yakni
:
1. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sangat dibutuhkan agar
Rumah Sakit dapat meningkatkan pelayanannya baik ke pihak masyarakat
umum maupun pihak manajemen.
2. Dengan adanya SIMRS, proses bisnis dalam Rumah Sakit dapat tepat
waktu dan efektif terutama dalam proses pengambilan keputusan.
3. Kelas dan status Rumah Sakit akan mempengaruhi kebutuhan dalam
pemilihan system informasi yang akan digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
AA Hafizh, Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) atau (SIM-RS),
http://72.14.235/search?q=cache:H3s2EMzm0MIJ:siliwangi.blog.friendster.com
Echie, Sekapur Sirih Tentang Sistem Informasi Manajemen,
http://72.14.235.132/search?q=cache:gN0eRcC8E-8J:blog.360.yahoo.com
http://www.dkk-bpp.com - Sysinfokes Kota Balikpapan Powered by Mambo
Generated: 10 July, 2008, 15:40
http://www.bahankuliahkesehatan.blogspot.com
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan
ke Pinterest