Anda di halaman 1dari 7

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

BAB I
PENDAHULUAN

Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1516 Tahun 1997 tentang Rencana Rinci Tata
Ruang untuk Wilayah Kecamatan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Dalam perkembangannya, dinamika pertumbuhan dan pesatnya pembangunan yang

1.1

Latar Belakang

Kota Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia, saat ini telah tumbuh menjadi
pusat berbagai aktivitas. Dinamisnya perkembangan penduduk, sosial dan ekonomi
masyarakat yang bermukim di dalamnya telah menyebabkan tata ruang Kota Jakarta
terus mengalami proses transformasi yang diindikasikan oleh dinamisnya perubahan
penggunan tanah untuk berbagai kegiatan kota, seperti: permukiman, perkantoran,
perdagangan, wisata dan kegiatan sosial.
Pesatnya perkembangan dan perubahan fisik sebagai akibat dari pemanfaatan lahan
tersebut menyebabkan perlunya pengendalian tata ruang secara bijak dan terencana
sehingga pembangunan Kota Jakarta dapat terlaksana secara terpadu, serasi dan
selaras serta berkesinambungan/berkelanjutan, dan disamping itu diharapkan kelestarian
lingkungan akan tetap terpelihara. Hal inilah yang menjadi salah satu latar belakang
diterbitkannya kebijakan-kebijakan penataan ruang terutama Undang-Undang RI No. 24
Tahun 92 tentang Penataan Ruang dan Peraturan No. 6 Tahun 1999 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi DKI Jakarta 2010 sebagai bentuk implementasi
dari Undang-Undang tersebut.
Peraturan Daerah No. 6 Tahun 1999 ini merupakan pedoman penting dalam penataan
ruang kota, yaitu sebagai kebijakan yang mendasari arah perkembangan dan
perencanaan tata ruang di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. Namun mengingat bahwa DKI
Jakarta adalah kota yang berkembang secara dinamis dengan tingkat kompleksitas yang
tinggi, maka Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi tersebut belum dapat dijadikan
sebagai dasar dalam pelaksanaan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang.
Selain itu, RTRW Provinsi ini mencakup wilayah perencanaan yang luas dan skala peta di
dalamnya dan masih perlu dijabarkan lebih rinci sebelum dioperasionalkan. Oleh sebab
itu maka diperlukan suatu aturan yang lebih rinci dan teknis pada tingkat kecamatan

terjadi di Kota Jakarta menyebabkan timbulnya berbagai isu, permasalahan dan aktivitas
baru yang belum terakomodasi dalam RTRW Provinsi DKI Jakarta maupun RRTRW
Kecamatan ini. Terlebih lagi dengan terbitnya Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 2007
tentang Penataan Ruang sebagai pengganti dari Undang-Undang RI No. 24 Tahun 1992,
menyebabkan seluruh kebijakan-kebijakan penataan ruang, termasuk Rencana Rinci Tata
Ruang Wilayah Kecamatan, harus disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan yang
tercantum dalam Undang-Undang Penataan Ruang yang baru tersebut. Selain itu, masa
berlaku RRTRW-Kecamatan telah berakhir pada tanggal 22 September 2007 karena
jangka waktu berlakunya hanya 10 tahun terhitung sejak tanggal 22 September 1997.
Latar belakang inilah yang menyebabkan perlunya disusun kembali rencana rinci tata
ruang baru walaupun memang pada dasarnya RRTRW Kecamatan harus mengalami
proses revisi/evaluasi secara berkala mengikuti perkembangan pembangunan masa kini
maupun masa yang akan datang.
Di dalam UU RI No. 26 Tahun 2007 ini, ada beberapa perubahan istilah produk
perencanaan ruang. Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan yang ada sekarang
dianggap setara kedudukannya dengan Rencana Detil Tata Ruang Kota (RDTRK), yaitu
merupakan pedoman operasional dari rencana tata ruang umum. Salah satu hal penting
yang juga mejadi ketentuan dalam Undang-Undang RI Nomor 26 tahun 2007 adalah
perlu adanya peraturan zonasi yang akan melengkapi RDTRK ini. Peraturan zonasi
merupakan ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan ruang dan
ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntukan yang
penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang. Peraturan Zonasi ini dibuat dalam
rangka pengendalian pemanfaatan ruang Wilayah Provinsi. Dengan demikian maka
kegiatan Revisi Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan ini dilakukan
untuk menghasilkan Rencana Detil Tata Ruang Wilayah Kota dilengkapi dengan
peraturan zonasi dari seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta.

sebagai penjabaran dari Rencana Tata Ruang Provinsi sehingga untuk itulah maka
RTRW Provinsi tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut ke dalam Rencana Rinci Tata
Ruang Wilayah Kecamatan yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Kepala

LAPORAN AKHIR

I-1

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

1.2

Tujuan dan Sasaran

Informasi Geografis. Analisa dilakukan pada masing-masing kawasan, blok, dan sub

1.2.1 Tujuan

blok dengan tingkat kedalaman kecamatan (skala 1:5000), dengan pendekatan

Tujuan dari kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen draft Peraturan Gubernur tentang

kawasan untuk mengetahui kondisi, ciri, dan hubungan sebab akibat dari unsur-unsur

Rencana Detil Tata Ruang Kota di Wilayah Provinsi DKI Jakarta disertai dengan

pembentuk ruang kawasan kecamatan, seperti: penduduk, sumber daya alam,

peraturan penzoningan untuk seluruh blok/zona peruntukan di wilayah Provinsi DKI

sumber daya buatan, sosial, ekonomi, budaya, fisik dan lingkungan, sehingga dapat

Jakarta.

dirumuskan pola ruang dan struktur ruang pada masing-masing hirarki zonasi.
4. Mengevaluasi RRTRW Kecamatan di Wilayah DKI Jakarta yang sudah ada guna

1.2.2 Sasaran

menghasilkan dokumen RRTRW Kecamatan yang baru/Rencana Detil Tata Ruang

Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah:

Kota

1. Teridentifikasi permasalahan di wilayah studi

5. Penyesuaian terhadap RDTRK

2. Teridentifikasi penyimpangan yang terjadi dilapangan terhadap RRTRW-C yang telah

6. Menyusun rencana blok (zoning map)

disusun

7. Menyusun rencana intensitas pemanfaatan ruang

3. Teridentifikasi kecenderungan perubahan-perubahan yang terjadi dilapangan saat ini

Adapun hasil yang diharapkan adalah tersedianya dokumen draft Peraturan Gubernur

4. Dirumuskannya potensi dan permasalahan pengembangan wilayah studi

tentang Rencana Detil Tata Ruang Kota di Wilayah Provinsi DKI Jakarta yang disertai

5. Evaluasi terhadap rencana yang sudah ada

dengan peraturan penzoningan berupa zoning map untuk seluruh blok/zona peruntukan

6. Tersusunnya RDTR DKI Jakarta untuk jangka waktu 2010-2030

1.3

Ruang Lingkup

Ruang lingkup ini dibagi menjadi dua yaitu lingkup substansi dan lingkup wilayah.

di wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan skala peta 1:5000.


1.3.2 Ruang Lingkup Wilayah
Ruang lingkup wilayah perencanaan adalah seluruh wilayah administrasi Kecamatan
Ciracas.

1.3.1 Ruang Lingkup Substansi


Cakupan substansi dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1.4

1. Identifikasi isu-isu strategis dan analisa berbagai aspek terkait, antara lain:

Penyelesaian pekerjaan ini dilakukan melalui beberapa tahapan analisis.

a. Aspek perkembangan fisik kawasan

Metodologi
1. Analisis Tipologi Tahap I

b. Aspek perkembangan ekonomi, sosial dan budaya

Data yang berhasil dihimpun dari survey dan observasi langsung dilapangan di analisis

c. Aspek peraturan perundangan serta kebijakan dan rencana-rencana strategis

dengan mengkategorikan wilayah kecamatan menjadi kawasan-kawasan yang memiliki

wilayah
2. Review/peninjauan kembali terhadap RRTRW Kecamatan di Wilayah DKI Jakarta
yang sudah ada.

tipologi sama. Pengklasifikasian kawasan ke dalam tipologi tertentu dilakukan dengan


membangun Kriteria terlebih dahulu. Hasil analisis pada tahap ini adalah terbaginya
wilayah kecamatan Ciracas ke dalam beberapa tipologi yang menggambarkan tingkat

3. Analisa pemanfaatan ruang dan daya dukung lingkungan, baik yang deskriptif, statistik

permasalahan yang dihadapi kawasan tersebut. Berdasarkan kriteria yang disusun

maupun spatial, secara komprehensif dan detil. Analisa spasial ini dibedakan atas

terdapat tiga jenis tipologi yaitu Mantap, Peralihan dan Dinamis. Tetapi dengan melihat

beberapa tema namun dilakukan secara terintegrasi dengan mengikuti kaidah Sistem

lebih detail kondisi lapangan maka ditemukan juga dilapangan fenomena tipologi yang

LAPORAN AKHIR

I-2

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

berada diantara ketiga tipologi tersebut yaitu Mantap menuju Peralihan, Peralihan menuju
Manta, Peralihan menuju DInamis dan sebaliknya.
2. Analisis Tipologi Tahap II
Setelah Wilayah Kecamatan Ciracas dibagi ke dalam tipologi yang dijelaskan tadi, maka
pada tahap ini pertimbangan penerapan kebijakan yang telah ditetapkan di tingkat
perencanaan yang lebih makro (RTRW Propinsi dan Kotamadya serta kebijakan sektoral
lainnya seperti transportasi, perumahan, dll) menjadi input utama pada analisis ini.
Sejauhmana implikasi dari kebijakan tersebut akan memberi prospek yang baik bagi
perkembangan kecamatan atau malah justru sebaliknya. Analisis terhadap hal itu
menyebabkan tipologi yang telah ditentukan sebelumnya memiliki kemungkinan untuk
berubah di kawasan-kawasan tertentu. Perubahan tipologi akibat implikasi kebijakan
inilah yang disebut dengan hasil analisis tipologi tahap II.
3. Evaluasi RRTRW-C 2005
Evaluasi yang dilakukan adalah seberapa besar simpangan peruntukkan ruang RRTRWC 2005 dibandingkan dengan perkembangan yang terjadi di lapangan berdasarkan hasil
survey tahun 2008. Dari hasil analisis ini dapat dilihat simpangan yang besar terjadi pada
peruntukkan jenis apa saja. Dan harus menjadi pertimbangan pada tahap berikutna yaitu
tahap rencana, sejauhmana simpangan tersebut dapat ditolerir atau justeru malah tidak
dibenarkan sama sekali.
4. Tahap Rencana
Tahap selanjutnya adalah tahap perencanaan. Pada tahap ini semua analisis yang telah
dilakukan menjadi bahan utama yang melandasi ditetapkannya rencana pada kawasan
tertentu dalam wilayah Kecamatan Ciracas.

LAPORAN AKHIR

I-3

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Proses Analisis dan Tahapan Berpikir Penyusunan RDTR DKI Jakarta 2010 - 2030
I
Tipologi I

II
Struktur
Eksisting

III
Analisis
Kebijakan Makro

IV
Tipologi dengan
RRTRW-C

Deliniasi Tipologi
berdasarkan
kriteria yang sudah
dibuat

Identifikasi
struktur Ruang
Eksisting

Menganalisa
implikasi kebijakan
makro terhadap
tipologi yang telah
diidentifikasi. Pada
tahap ini akan ada
adjustmen
terhadap tipologi,
sehingga akan ada
perubahan2 .
Perubahan Tipologi
dari sebelumnya
kita sebut Tipologi
Kedua

Tipologi-tipologi
yang dihasilkan di
analisis
diperbandingkan
dengan RRTRW-C
jika kawasankawasan yang
bermasalah telah
memiliki
peruntukan yang
lebih baik dalam
RRTRW-C, untuk
sementara
diadopsi.
Yang tidak memiliki
peruntukan yang
lebih baik di RRTRW
C- harus di cek di
LRK

LAPORAN AKHIR

V
Tipologi dg LRK

Jika ada peruntukan


yang lebih
baik/terencana di
LRK untuk
sementara adopt
Jika tidak
rencanakan

VI
Perencanaan

Dengan
mempertimbangkan
permasalahan yang
ada, kecenderungan
yang terjadi dan
prospek kawasan
tersebut di masa
depan

VII
Evaluasi Struktur
Ruang

Dengan melihat
mempertimbangan
arahan struktur
ruang dan struktur
eksisting, maka
dilakukan evaluasi
terhadap struktur
ruang dengan tidak
mengabaikan
keterkaitannya
hirarki jalan yang
menghubungkan
pusat-pusat kegiatan
yang ada.

VIII
Evaluasi Rencana
dan sinkronisasi
rencana di dalam
Kecamatan

Setelah semua
wilayah
direncanakan perlu
dilihat sinkronisasi
antar kawasan di
dalam ke camatan,
pada tahap ini perlu
dilakukan
penyesuaian,
sehingga akan ada
revisi baik terhadap
kawasan yang
direncanakan karena
belum ada
peruntukan yang
lebih baik di dalam
RRTRW-C/LRK
maupun revisi
terhadap RRTRW-C
sendiri yang sudah
tidak dapat
I-4

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

mengakomodir
perkembangan yang
terjadi.

LAPORAN AKHIR

I-5

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

Perdagangan
1.5

Klasifikasi Peruntukan Ruang

Perkantoran swasta

Dalam proses penyusunan Revisi RRTRW-C ini, digunakan beberapa jenis nomenklatur

Perkantoran pemerintah

peruntukkan ruang yaitu:

Perkantoran

1. Nomeklatur yang digunakan untuk melihat kondisi eksisting berdasarkan hasil

Militer

survey 2008, betul-betul menggunakan istilah penggunaan lahan sesuai dengan

Industri

apa yang terlihat di lapangan antara lain:

Pergudangan

Rumah (truma kecil, rumah sedang, rumah besar, rumah took, rumah kantor)

Pelayanan umum dan social

Kantor (kantor pemerintah, kantor swasta)

Stasiun

Dll

Bandara

Istilah istilah ini sebagia besar digunakan untuk menceritakan kondisi lapangan.

Terminal
Depo BBM

2. Nomenklatur RRTRW-C 2005

Ruang terbuka lapangan olahraga

RRTRW-C merupakan bagian di dalam proses perencanaan ini. Pada bagian analisis

Pemakaman

simpangan, nomenklatur RRTRW-C diperbandingkan dengan nomenklatur eksisting.

Taman

Adapun nomenklatur RRTRW-C antara lain sebagai berikut:

Jalur hijau dan hutan kota

Wisma dan fasilitasnya (wisma kecil, wisma sedang, wisma besar, wisma kantor,

Penyempurna hijau lindung

wisma dagang)

Campuran kecil

Karya Perdagangan

Campuran sedang

Karya industri

Campuran besar

Dan lain-lain

Ruang terbuka biru

3. Nomenklatur RDTR DKI 2010-1030


Nomenklatur untuk RDTR 2010 - 2030 sendiri juga berbeda dengan yang digunakan
pada rencana sebelumnya. Nomenklatur dan definisinya yang disepakati dihgunakan
dalam rencana ini adalah sebagai berikut:
Perumahan kepadatan tinggi
Perumahan kepadatan sedang
Perumahan kepadatan rendah
Perumahan susun
Perumahan susun taman
Perdagangan

LAPORAN AKHIR

I-6

REVISI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CIRACAS

1.6

Sistematika

LAPORAN AKHIR

I-7