Anda di halaman 1dari 18

10 Cara Menjaga Lingkungan Alam

By imron dian6:40 PM6 comments

Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum lainnya.kebersihan
adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik .Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri
agar sehat tidak menyebabkan kotoran atau menularkan penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain karena itu kita harus
pandai pandai menjaga kebersihan.
Tidak sulit menjaga kebersihan lingkungan ada banyak macam cara untuk menjaga kebersihan lingkungan misalnya dengan
membuang sampah pada tempatnya, selalu membersihkan selokan air,memisahkan sampah kering dan sampah basah
,rajin menyapu halaman rumah,mendaur ulang barang yang tidak terpakai dan masih banyak lagi.
Jika kita tidak menjaga kebersihan lingkungan maka lingkungan menjadi tidak sehat dan dapat mengganggu kegiatan sehari
hari juga dapat menyebabkan penyakit yang menganggu masyarakat.
Lingkungan yang bersih menjadikan hidup lebih sehat,udara terasa sejuk, tempat tinggal menjadi bersih dan terhindar dari
segala penyakit.
Maka dari itu kita harus selalu menjaga kebersihan lingkungan karena banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan.
1. Menanam Pohon (Reboisasi)
Tanah yang gundul bisa menyebabkan berbagai macam bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Untuk mengatasi
hal tersebut, kita harus melakukan upaya reboisasi (penanaman pohon kembali). Dewasa ini gerakan pemanam pohon di
Indonesia sedang gencar dilakukan baik oleh pemerintah, organisasi maupun masyarakat.
2. Terasering atau Sengkedan
Terasering atau yang umumnya disebut sengkedan merupakan salah satu upaya melestarikan lingkungan alam sekitar
dengan menanam berbagai macam pohon didaerah-daerah yang memiliki topografi landai atau miring. Hal ini dilakukan
untuk meminimalisir terjadinya bencana alam tanah longsor yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.
3. Menggunakan Produk Daur Ulang
Selain produk-produk ramah lingkungan, sekarang juga sedang in produk-produk daur ulang. Mayoritas produk-produk
daur ulang berbahan dasar plastik dan ini jauh lebih baik dari pada membuang plastik kedalam tanah. Sebagaimana yang
kita ketahui bahwa plastik itu sulit untuk diurai didalam tanah dan dapat merusak kesuburan tanah.
4. Melarang Pembabatan Hutan
Semakin hari hutan Indonesia semakin gundul, hal itu merupakan imbas dari pembabatan hutan secara liar. Hutan yang
gundul dapat menyebabkan terjadinya bencana alam yang dahsyat seperti banjir dan tanah longsor. Untuk meminimalisir

hal tersebut, tentu harus ada larangan pembabatan hutan yang dibelakangi dengan tindakan hukum yang tegas.
5. Menerapakan Sistem Tebang Pilih
Tidak semua penebangan pohon itu dilarang, ada juga penebangan pohon yang diperbolehkan. Hal itu biasanya dilakukan
oleh perorangan atau perusahaan yang telah memiliki izin dari pihak yang berwenang. Jikalau hendak melakukan
penebangan pohon, maka harus diterapkan sistem tebang pilih, jangan sampai pohon yang usianya relatif muda ditebang.
6. Membuat Kebijakan Pro Lingkungan
Kebijakan yang pro terhadap lingkungan sangatlah penting, oleh sebab itu Pemerintah sudah seharusnya bisa
mengakomodir peraturan-peraturan tersebut. Saat ini, kita sudah memiliki segudang kebijakan terkait hal itu. Akan tetapi
kejadiannya dilapangan banyak perorangan atau perusahaan yang tidak menjalankannya bahkan melanggarnya.
7. Membuat Hukum yang Tegas
Hukum yang tegas sangatlah penting, ini akan membuat efek jera bagi setiap para pelanggar. Ini juga bisa membuat orang
takut untuk berbuat pelanggaran.Tapi sayangnya hukum kita sampai saat ini terbilang belum tegas, sehingga kejadiankejadian seperti penebangan hutan secara liar, alih fungsi lahan, dan perburuan liar masih sering terjadi.
8. Reklamasi Pantai
Reklamasi pantai merupakan upaya kita untuk menjaga kelestarian lingkungan alam sekitar kita. Pada umumnya reklamasi
pantai dilakukan dengan cara menanam pohon mangrove (bakau) disekitar pantai. Pohon mangrove sangat berguna untuk
memecah ombak yang datang ketepian, selain itu juga merupakan tempat tinggal berbagai flora pantai.
9. Mendirikan Cagar Alam dan Suaka Margasatwa
Pemerintah Indonesia sangat cinta terhadap flora dan faunanya. Untuk menjaga agar tetap lestari, maka dibuatlah tempat
yang representatif untuk mereka dapat tumbuh dan berkembang yang disebut dengan cagar alam dan suaka margasatwa.
10. Melarang Perburuan Liar
Perburuan liar terhadap hewan dan tumbuhan yang dilindungi di Indonesia semakin meningkat. Berbagai motif yang
mendasarinya seperti motif ekonomi (untuk membiayai hidup), hobi atau kesenangan, dan lain-lainnya. Untuk itu diperlukan
larangan (keras) terhadap perburuan liar sekaligus hukum yang tegas terhadap mereka-mereka yang melanggarnya.
Itulah pembahasan mengenai bagaimana cara kita untuk melestarikan lingkungan alam di Indonesia tercinta. Menjaga
kelestarian alam Indonesia bukan hanya tanggung jawab Pemerintah saja, melainkan juga tanggung jawab kita sebagai
warga negara Indonesia. Untuk itu mari kita menjaga kelestarian lingkungan alam di Indonesia ini dimulai dari hal-hal yang
sederhana.

USAHA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK


MENJAGA KELESTARIAN ALAM
Alam memiliki kemampuan untuk memberikan kehidupan bagi penduduk dunia. Kemampuan (potensi) yang ada pada alam untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia alam atau natural resources bumi dengan segala isinya yang terkandung di dalmanya disebut
pula dengan alam dunia. Bila kita perhatikan alam dunia dapat dikelompokkan atas 5 bagian yang berupa :
a) Atmosfer, lapisan udara yang mengelilingi bumi.

b) Hidrosfer, lapisan air yang ada di bumi berupa laut, danau, sungai, rawa, air tanah, es, dan air di atmosfer.
c) Litosfer, lapisan batuan yang menyusun kulit bumi termasuk di dalam tanah.
d) Biosfer, kehidupan di bumi yang terdiri dari tumbuhan dan binatang.
e) Antroposfer, yaitu manusia (penduduk bumi).
Semua itu merupakan sumber kehidupan bagi manusia kesemuanya memiliki potensi yang saling berkait dalam mendukung
kehidupan penduduk dunia yang terus bertambah, potensi alam dunia yang tersedia jumlahnya amat banyak dan beraneka ragam.
Mineral, energi, tumbuhan binatang, udara, iklim, air, bentang alam berupa dataran, pegunungan , bahkan gurunpun memiliki
potensi untuk mendukung kehidupan penduduk dunia asalkan manusia mampu memanfaatkannya dengan baik.
Tidak semua bagian bumi memiliki potensial sumber daya alam yang sama. semakin banyak sumber daya alam di suatu daerah
maka makin banyak yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sumber daya alam yang ada dapat diperbaharui dan tidak dapat
diperbaharui.
Bumi memang memiliki potensial alam yang besar dan banyak, namun semua itu tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang
mengancam kelangsungahn dan kelestarian potensi alam ini. Permasalahan itu beraneka ragam mulai dari yang kecil sampai yang
besar, dari yang bisa di atasi sampai yang tak terselesaikan.
Tak bisa dipungkiri bahwa semua masalah itu sebenarnya disebabkan dari manusia sendiri. Banyak manusia yang tidak
bertanggung jawabmemanfaatkan kekayaan alam secara besar-besaran tanpa memikirkan dampak dan akibatnya yang akhirnya,
tentu saja merusak potensi dan ekosistem alam.
Memang ada potensi alam dunia yang bisa digunakan oleh manusia tanpa harus takut potensi alam tersebut akan habis di
antaranya adalah air, udara, dan energi matahari. Air bisa memperbaharui sendiri melalui siklus air. Dan potensi alam lain yang bisa
diperbaharui namun masih harus lebih teliti dalam pemanfaatannya. Yaitu, hutan, hewan, tumbuhan, tanah, udara, air dan matahari.
Pemanfaatan kekayaan alam yang tidak seimbang telah banyak menimbulkan permasalahan bagi penduduk dunia. Hutan hutan
telah banyak yang gundul akibat penebangan hutan secara terus-menerus diusahakan tanpa adanya usaha pemulihan kesuburan
tanah melalui pemupukan. Sumber-sumber mineral telah kering dengan mineral karena sudah terlalu banyak digunakan untuk
industri tanpa adanya batas-batas larangan pengambilan.
Namun tentu saja setelah ada masalah tersebuttelah banyak usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga kelestarian potensi alam
dunia, yaitu :
a) Meningkatkan pemanfaatan sumber-sumber energi yang tidak akan-akan habis-habis sebagai pengganti minyak bumi atau batu
bara, misalnya penggunaan energi sinar matahari, angin, geothermal, tenaga air, pasang air laut, dan sebagainya.
b) Melakukan daur ulang (recylcling), sehingga pengambilan sumber daya alam dapat diperkecil, misalnya daur ulang terhadap
barang-barang bekas, seperti besi, alumunium, kertas, plastik, dan lain-lain.
c) Melakukan pengawetan terhadap sumber daya alam berupa kayu. Sebelum digunakan hendaknya diwajibkan untuk diawetkan
terlebih dahulu agar daya tahan penggunaan kayu untuk bahan bangunan dapat di hemat karena kayu yang digunakan telah dapat
dipakai dipakai dalam jangka waktu yang lebih lama.
1) Pengolahan air limbah dan penretiban pembuangan sampah
Setiap pabrik harus mengolah air limbahnya sebelum dibuang karena limbah pabrik biasanya mengandung zat-zat kimia.
Kebiasaan masayarakat membuang sampah disaluran air, sungai, atau selokan adalah kebiasaan yang harus dirubah. Hal itu perlu
dicegah sedini mungkin untuk menghindari terjadinya pencemaran air.
2) Program kali bersih (prokasih)
Program kali bersih mempunyai tujuan utama untuk menurunkan atau mengurangi beban pencemaran perairan sungai, khususnya
limbah industri yang banyak mengandung zat-zat kimia beracun.
3) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)
Pengelolaan DAS menekankan usaha konservasi pertanian lahan kering, peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan
lahan kering, peningkatan diluar sector pertanian, perlindungan daerah nonbudi daya, pengembangan irigasi, dan pengendalian
bahaya banjir.
4) Pengelolaan lautan dan daerah pesisir.
Usaha mengelola lautan dan daerah peisir hendaknya memperhatikan kebijaksanaan sebagai berikut.
1. Pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan laut serta pengaturan antar sector perlu dikembangkan secara koordinatif.
2. Sumber daya alam yang dapat diperbarui hendaknya digunakan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan kepentingan
generasi mendatang. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui hendaknya digunakan secara rasional.

3. kawasan lindung, kawasan penyangga dan kawasan sumber budi daya sumber alam harus dijaga dan dikendalikan
keberadaannya.
5) Pengembangan keanekaragaman hayati
Pengembangan keanekaragaman hayati mencakup usaha pelestarian flora dan fauna langka.
6) Reklamasi dan rehabilitasi lahan kritis
Reklamasi lahan biasanya dilakukan untuk lahan bekas pertambangan. Rehabilitasi mencakup pengerjaan reboisasi, pembuatan
sengkedan dan pengendalian peladang berpindah.
Selain kekayaan alam, potensi alam lainnya adalah manusia setiap tahun angka kelahiran dan kematian selalu berbeda. Semakin
tinggi tingkat kealahiran maka akan makin banyak jumlah penduduknya tapi, apabila diimbangi antara angka kelahiran dan
kematian maka bisa digunakan sebagai salah satu factor pembangunan. Ledakan penduduk yang tidak diimbangi banyak
menimbulkan masalah diantaranya :
1) Meningkatnya pengangguran.
2) Lambatnya pertumbuhan ekonomi.
3) Menurunnya kualitas penduduk.
4) Meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan, sekolah, perumahan, dan lain-lain.
5) Meningkatnya krisis lingkungan.
6) Menyempitnya areal pertanian dan pendapatan rata-rata penduduk relatif rendah.
7) Meningkatnya angka kriminalitas.
Namun pada saat ini sudah banyak usaha yang dilakukan untuk menahan ledakan penduduk yaitu :
a) Menekan angka kelahiran dengan keluarga berencana.
b) Memperluas industrialisasi.
c) Meningkatkan hasil produksi peternakan, pertanian, dan lain-lain.
Itulah usaha usaha yang sudah dan harus dilakukan oleh manusia untuk menjaga kelestarian potensi alam dunia.
SARAN
Kami selaku pelajar yang cinta kepada alam dan potensi alam dunia tentu saja kami ingin turut serta dalam menjaga kelestarian
alam dunia.
Telah banyak usaha yang dicanangkan untuk menjaga kelestarian potensi alam dunia, walaupun tidak dilakukan. Jadi, saran kami
antara lain :
a) Adanya kerja sama antara pemerintah dengan para element masyarakat.
b) Mengawasi dana yang dikucurkan untuk pelestarian potensi alam dunia.
c) Melakukan pelestarian potensi alam dunia secara konsisten dan terarah.
d) Memilih orang-orang yang jujur, professional dan berpengalaman dalam melaksanakan tugas pelestarian alam.
e) Setiap usaha yang dicanangkan sebaiknya segera direalisasikan agar cepat terlihat hasilnya.
f) Potensi sumber daya alam dunia yang telah dimanfaatkan sebaiknya dapat dirasakan oleh semua masyarakat secara merata.

A. Upaya Manusia Dalam Melestarikan Alam


Banyak cara dan usaha yang bisa dilakukan manusia untuk melestarikan
alam, beberapa diantaranya adalah:
1. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan
menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula
gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring
perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju
aliran air hujan.
2. Pelestarian udara

Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme


bernapas memerlukan udara. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar
udara tetap bersih dan sehat antara lain:
a)

Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita.Tanaman


dapat menyerap gas-gas yang berbahaya bagi manusia. Tanaman mampu
memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Di samping itu tumbuhan juga
mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.

b)

Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik


pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot
kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di
perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas
berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi
lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.

c)

Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak
lapisan ozon di atmosfer.Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC
maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang
dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon
menyusut
3. Pelestarian hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini
tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan
menjadi rusak. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:

a)

Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.

b)

Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.

c)

Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.

d)

Menerapkan sistem tebangtanam dalam kegiatan penebangan hutan.

e)

Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai
pengolahan hutan.
4. Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial.
Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia.
Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan
kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Adapun
upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:

a) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal


sekitar pantai.
b) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar
laut.
c) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
5. Pelestarian flora dan fauna
Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia,
hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari
sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.Oleh karena itu,
kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi
kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga
kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
a) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
b) Melarang kegiatan perburuan liar.
B. Dampak Ketidak Perdulian Terhadap Alam
Banyak dampak negatif yang ditimbulkan akibat tidak perduli
dan memperhatikan alam,diantaranya:
1)

Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang


berkaitan dengan masalah tanah.

2)

Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan
kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan
hidup setiap organisme.

3)

rusak-nya lapisan ozon dan kadar gas rumah kaca di atmosfer, lebih cenderung
disebabkan oleh kenaikan gas CFC (gas buatan manusia) yang banyak digunakan
dalam industri (karet,plastik busa, AC dan alat pendingin lainnya).

4)

Timbulnya
pemanasan
global, yang
dampaknya
sangat
besar,
dan
akan menyebabkan terjadinya perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Dan masih banyak dampak yang lain akibat ketidak perdulian terhadap
lingkngan alam,yang tidak sempat penulis ujarkan satu persatu.
PENTINGNYA EKOSISTEM HUTAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
Hutan merupakan satu ekosistem yang sangat penting di muka bumi ini, dan sangat mempengaruhi
proses alam yang berlangsung di bumi kita ini. Ada 7 fungsi hutan yang sangat membantu kebutuhan dasar
basic needs kehidupan manusia, yaitu:

Hidrologis, hutan merupakan gudang penyimpan air dan tempat menyerapnya air hujan maupun embun
yang pada khirnya akan mengalirkannya ke sungai-sungai melalui mata air-mata air yang berada di hutan.
Dengan adanya hutan, air hujan yang berlimpah dapat diserap dan diimpan di dalam tanah dan tidak terbuang
percuma.
Melihat topografi Minahasa, bergunung-gunung dan terjal, sehingga banyak lahan-lahan kritis yang
mudah tererosi apabila datang hujan. Keberadaan hutan sangat berperan melindungi tanah dari erosi dan
longsor.
Hutan pula merupakan tempat memasaknya makanan bagi tanaman-tanaman, dimana di dalam hutan ini
terjadi daur unsur haranya (nutrien, makanan bagi tanaman) dan melalui aliran permukaan tanahnya, dapat
mengalirkan makanannya ke area sekitarnya. Bayangkan jika kita tak punya lagi dapur alami bagi tanamantanaman sekitarnya ataupun bagi tanaman-tanaman air yaang ada di sungai-sungai, maka bumi Minahasa
akan merana.
Fungsi penting hutan lainnya adalah sebagai pengatur iklim, melalui kumpulan pohon-pohonnya dapat
memprduksi Oksigen (O2) yang diperlukan bagi kehidupan manusia dan dapat pula menjadi penyerap
carbondioksida (CO2) sisa hasil kegiatan manusia, atau menjadi paru-paru wilayah setempat bahkan jika
dikumpulkan areal hutan yang ada di daerah tropis ini, dapat menjadi paru-paru dunia. Siklus yang terjadi di
hutan, dapat mempengaruhi iklim suatu wilayah.
Hutan memiliki jenis kekayaan dari berbagai flora dan fauna sehingga fungsi hutan yang penting lagi
adalah sebagai area yang memproduksi embrio-embrio flora dan fauna yang bakal menembah
keanegaragaman hayati. Dengan salah satu fungsi hutan ini, dapat mempertahankan kondisi ketahanan
ekosistem di satu wilayah.
Hutan mampu memberikan sumbangan hail alam yang cukup besar bagi devisa negara, terutama di
bidang industri, selain kayu hutan juga menghasilkan bahan-bahan lain seperti damar, kopal, terpentein, kayu
putih, rotan serta tanaman-tanaman obat.
Hutan juga mampu memberikan devisa bagi kegiatan turismenya, sebagai penambah estetika alam bagi
bentang alam yang kita miliki.
C. BEBERAPA PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA
1.

Cukup banyaknya kerusakan lingkungan yang terjadi.

2.

Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan hidup.

3.

Kurangnya peralatan pengolah lingkungan di indonesia.

4.

Kurangnya pengawasan dari pemerintah pusat maupun daerah.

D. BENTUK KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP


Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1.

Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam

Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak
rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi
Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan
contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.
Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a.

Letusan gunung berapi


Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar
melalui puncak gunung berapi.
Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa:

1.

Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.

2.

Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.

3.

Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.

4.

Gas yang mengandung racun.

5.

Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.

b.

Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan
magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra.
Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan
kapan terjadinya gempa.
Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung
berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak
langsung, di antaranya:
1.

Berbagai bangunan roboh.

2.

Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.

3.

Tanah longsor akibat guncangan.

4.

Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.

5.

Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).

c.

Angin topan

Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan
rendah.
Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi
negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayahwilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan
merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini
menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala
pemanasan global.
Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi,
termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung)
dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:
1.

Merobohkan bangunan.

2.

Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.

3.

Membahayakan penerbangan.

4.

Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

2.

Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:

1.

Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.

2.

Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam
menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.

3.

Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.

3.

Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak

pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:


1.

Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).

2.

Perburuan liar.

3.

Merusak hutan bakau.

4.

Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.

5.

Pembuangan sampah di sembarang tempat.

6.

Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).

7.

Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

UPAYA PELESTARIAN

Pelestarian lingkunagn hidup yang dilakukan di Indonesia mengacu pada UU No.23 1997. UU ini berisi
tentang rangkaian upaya untuk melindungi kemampuanlingkungan hidup terhadap terhadap tekanan
perubahan dan dampak negative yang ditimbulkan suatu kegiatan. Upaya ini dilakukan agar kekayaan
sumberdaya alam yang ada dapat berlanjut selama ada kehidupan.

1. Upaya yang Dilakukan Pemerintah


Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:
1.

Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.

2.

Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan

Hidup.
3.

Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai

Dampak Lingkungan).
4.

Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan,


Tujuan pokok Badan Pengendalian Lingkungan:

1.

Menanggulangi kasus pencemaran.

2.

Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).

3.

Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

4.

Mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.

2. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah


Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:

a.

Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)

Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau
penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau
pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu
menghambat laju aliran air hujan.

b.

Pelestarian udara

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara


tetap bersih dan sehat antara lain:
1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita
Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi
oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi
oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga
kelembapan udara akan tetap terjaga.

2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun
pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang
terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas
berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta
pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.

3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas
freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk
kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon
menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu
memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang
berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global
terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

c.

Pelestarian

Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:


1.

Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.

2.

Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.

3.

Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.

4.

Menerapkan sistem tebangtanam dalam kegiatan penebangan hutan.

5.

Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

6.

Ikut berpartisipasai dalam kegiatan pecinta alam.

7.

Memasok peralatan yang canggih.

8.

Melakukan penyuluhan pada masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup.

hutan

d.

Pelestarian

laut

dan

pantai

Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
1.

Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.

2.

Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang
merupakan habitat ikan dan tanaman laut.

3.

Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.

4.

Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

e.

Pelestarian

flora

dan

fauna

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1.

Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.

2.

Melarang kegiatan perburuan liar.

3.

Menggalakkan kegiatan penghijauan.

KESIMPULAN

1.

Kita sebagai generasi muda yang baik harus bnikut serta dalam upaya melestarikan lingkungan

karena lingkungan adalah tempat dimana kita hidup.


2.

Dengan melestarikan lingkungan berarti kita telah menyelamatkan beribu bahkan berjuta juta nyawa.

Karena banyak nyawa yang melayang itu banyak disebabkan adanya kerusakan lingkungan.
3.

Lingkungan hidup merupakan tempat berinteraksi makhluk hidup yang membentuk suatu system

jaringan kebutuhan, yaitu: jenis dan jumlah masing- masing unsur lingkungan, interaksi antar unsur dalam
lingkungan hidup, perilaku dan konndisi unsur lingkungan hidup dan factor material, seperti suhu dan cahaya.
4.

Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, adalah istilah yang dapat mencakup

segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara
alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan. Lawan dari lingkungan hidup adalah lingkungan buatan,
yang mencakup wilayah dan komponen-komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia.
5.

Kehidupan manusia tidak

bisa

dipisahkan

dari

lingkungannya.

Baik lingkungan alam

maupun

lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga
kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.

Diposkan oleh shara muthia di 05.34


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke Twi

3 USAHA MEMELIHARA DAN MELESTARIKAN ALAM


RUANA SAGITA
PENGETAHUAN
SELASA, 30 APRIL 2013

Dengan seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk Indonesia semakin padat dan bertambah. Jumlah penduduk yang
semakin banyak itu mengakibatkan kebutuhan hidup manusia bertambah besar. Misalnya saja kebutuhan makan, pakaian,
perumahan dan kendaraan.
Usaha pemenuhan kebutuhan manusia menuntut menuntut perkembangan teknologi yang makin maju. Teknologi pun
menjadi maju karena manusia mengembangkan ilmu pengetahuan.
Sumber daya alam senantiasa diolah agar dapat menghasilkan berbagai barang-barang. Jika tidak dikendalikan
penggunaannya, sumber daya alam akanterancam habis atau punah. Oleh karena itu, perlulah adanya tindakan pelestarian
sumber daya alam.

Usaha-Usaha untuk Melestarikan Alam


1. Reboisasi.
Reboisasi adalah penanaman kembali hutan-hutan yang gundul. Reboisasi dilakukan melalui gerakan menanam pohon di
tanah gundul, lereng gunung, dan lingkungan sekitar.
Pohon-pohon yang ada di hutan lindung sengaja dilindungi oleh manusia. Hutan lindung ini berfungsi sebagai pengatur air,
pencegah banjir dan erosi serta untuk memelihara kesuburan tanah.

Dengan reboisasi, air hujan tidak langsung mencapai tanah. Rimbunnya daun pepohonan akan menahan air hujan. Ketika
air mencapai tanah, air akan masuk ke dalam tanah dan diserap oleh akar tumbuhan. Jika tidak begitu, dapat terjadi tanah
longsor.
Untuk mencegah hutan-hutan menjadi gundul, juga dilakukan gerakan tebang pilih. Artinya adalah penebangan pohon
dilakukan pada pohon-pohon yang telah cukup tua. Selain itu, penebangan pohon tidak di hutan lindung. Hutan lindung
adalah hutan-hutan yang diperuntukkan pelestarian lingkungan dan daerah resapan air.

2. Membuat Sengkedan.
Pernahkah kalian melihat sawah di daerah pegunungan?
Di daerah pegunungan biasanya para petani membuat sengkedan. Sengkedan disebut juga dengan terasering yang artinya
tanah bertingkat.

Sengkedan dibuat ditanah-tanah yang miring, seperti di daerah pegunungan. Sengkedan bertujuan menahan pengikisan
tanah. Sengkedan mampu membuat gerak air yang deras menjadi berkurang. Jadi, erosi atau pengikisan tanah tidak terjadi.
3. Menjaga Kebersihan Lingkungan.
Menjaga kebersihan lingkungan bertujuan mencegah banjir. Parit yang banyak sampah atau saluran-saluran air yang
tersumbat sampah dapat menyebabkan banjir. Oleh karena itulah kita harus membuang sampah pada tempatnya.

Jika masyarakat tidak peduli pada kebersihan, maka akan terjadi banjir. Banjir terjadi karena saluran air tersumbat. Selain
itu, jka tidak ada daerah resapan air, juga dapat menyebabkan banjir.