Anda di halaman 1dari 4

Konduktivitas Hidrolik dan Hukum

Darcy
(disusun untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah Hidrogeologi)

Disusun oleh:
Keysha Aditya Oksanto
270110140061
Kelas E

Universitas Padjadjaran
2016

1. Pengertian Konduktivitas Hidrolik


Parameter atau ukuran yang dapat menggambarkan kemampuan tanah dalam
melewatkan air disebut sebagai konduktivitas hidrolik (hydraulic conductivity). Tingkat
kemampuan tanah untuk melewatkan air sangat dipengaruhi oleh kadar air tanah.
Konduktivitas merupakan kemampuan suatu benda untuk menghantarkan partikel-partikel
yang melewatinya. Hidrolik erat kaitannya dengan air. Jadi, konduktivitas hidrolik adalah
kemampuan tanah untuk melewatkan air.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konduktivitas Hidrolik
Kemampuan tanah untuk meloloskan air berlaku pada dua kondisi, yaitu saat semua
pori-pori terisi air dan sebagian pori-pori terisi air. Ketika semua pori-pori terisi air disebut
tanah jenuh, sedangakan saat sebagian pori-pori tanah terisi oleh air disebut tanah tak jenuh.
Konduktivitas hidrolik tidak selamanya tetap. Artinya dalam berbagai proses (kimia, fisika
dan biologi) konduktivitas hidrolik dapat berubah karena faktor masuk dan mengalirnya air
dalam tanah. Perubahan yang terjadi pada komposisi ion kompleks dapat dipertukarkan.
Misalnya ketika air memasuki tanah mempunyai komposisi atau konsentrasi zat terlarut yang
berbeda dengan larutan awaldan dapat merubah konduktivitas hidrolik. Secara umum
konduktivitas akan berkurang bila konsentrasi zat terlarut elektrolit berkurang. Hal
ini disebabkan oleh penomena pengembangan dan dispersi yang juga dipengaruhui oleh jenijenis kation (pada pelepasan dan perpindahan partikel-partikel lempung). Selama aliran yang
lama, bisa menghasilkan penyumbatan pori. Interaksi zat terlarut dan matrik tanah dan
pengaruhnya terhadap konduktivitas hidroulik khususnya penting pada tanah-tanah masam
dan berkadar natrium tinggi.

3. Hukum Darcy
Hukum Darcy menjelaskan tentang kemampuan air mengalir pada rongga-rongga
(pori) dalam tanah dan sifat-sifat yang memengaruhinya. Ada dua asumsi utama yang
digunakan dalam penetapan hukum Darcy ini. Asumsi pertama menyatakan bahwa aliran
fluida/cairan dalam tanah bersifat laminar. Sedangkan asumsi kedua menyatakan bahwa tanah
berada dalam keadaan jenuh. Rumus yang digunakan untuk menghitung kecepatan aliran
adalah:

= k.i

Lalu dapat diketahui bahwa:

v = Q/A dan i = h/x ,


sehingga hukum Darcy bisa dinyatakan dengan persamaan:

Q = k.A.i = k.A.h/x
Keterangan:
v

= kecepatan aliran (m/s atau cm/s),

= koefisien permeabilitas, dan

= gradien hidrolik.

= Debit aliran (m3/s)

= Luas penampang aliran (m atau cm)

= Selisih ketinggian (m atau cm)

= Panjang daerah yang dilewati aliran (m atau cm).


Hukum Darcy menunjukkan bahwa permeabilitas tanah ditentukan oleh koefisien

permeabilitasnya. Koefisein permeabilitas tanah bergantung pada berbagai faktor. Setidaknya,


ada enam faktor utama yang memengaruhi permeabilitas tanah, yaitu:
a. Viskositas cairan, semakin tinggi viskositasnya, koefisien permeabilitas tanahnya
akan semakin kecil.
b. Distribusi ukuran pori, semakin merata distribusi ukuran porinya, koefesien
permeabilitasnya cenderung semakin kecil.
c. Distibusi ukuran butiran, semakin merata distribusi ukuran butirannya, koefesien
permeabilitasnya cenderung semakin kecil.
d. Rasio kekosongan (void), semakin besar
permeabilitas tanahnya akan semakin besar.
e. Kekasaran partikel mineral, semakin kasar

rasio

kekosongannya,

partikel

mineralnya,

koefisien
koefisien

permeabilitas tanahnya akan semakin tinggi.


f. Derajat kejenuhan tanah, semakin jenuh tanahnya, koefisien permeabilitas tanahnya
akan semakin tinggi.

Daftar Pustaka

Asdak, Chay. 2007. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Universitas Gajah
Mada: Yogyakarta.
http://fracfocus.org/groundwater-protection/fluid-flow-subsurface-darcys-law