Anda di halaman 1dari 17

MODUL.

12
PENCEMARAN LINGKUNGAN
SASARAN BELAJAR
1. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi pencemaran udara, penyebab dan sumber
pencemar udara.
2. Mahasiswa mampu menjelaskan proses terjadinya pencemar udara oleh kebisingan, insektisida, dan dampak kerusakan ozon.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi pencemaran air, jenis pencemar, bahan
pencemar, dan sumber pencemar perairan.
4. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian pencemaran daratan, menjelaskan
penyebab pencemaran daratan, komponen pencemaran daratan, mekanisme terjadinya efek rumah kaca, hujan asam

MATERI KAJIAN
Definisi pencemaran udara, penyebab pencemaran udara, komponen pencemar
udara, masalah kebisingan, masalah pemakaian insektisida, masalah kerusakan ozon;
definisi pencemaran air, jenis pencemar, bahan pencemar, dan sumber pencemar;
pengertian dasar pencemaran daratan, penyebab pencemaran daratan, komponen
pencemaran daratan; efek rumah kaca, hujan asam.

KATA KUNCI
Pencemaran, sumber, dampak, pencemaran, efek rumah kaca dan hujan asam

LANDASAN TEORI
PENCEMARAN LINGKUNGAN
A. PENDAHULUAN
Kemajuan industri dan teknologi telah dapat meningkatkan kualitas hidup manusia, akan tetapi disisi lain kemajuan ini dapat pula berdampak pada lingkungan hidup
yang pada akhirnya berdampak pula terhadap manusia.
Agar lingkungan tetap terjaga denga baik dan alam tetap dapat memberikan daya dukungnya bagi organisme dan manusia, maka semua kegiatan yang berkaitan dengan masalah peningkatan kualitas hidup manusia, seperti industri, transportasi, pertanian, perikanan, peternakan, pertambangan, pembangkit daya listrik, perbengkelan dan
lain-lain, dan termasuk aktivitas rumah tangga, haruslah selalu memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.
Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

191

Kegiatan yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan disebut


dengan Environment Zero Effect atau Zero Release, yang dapat diketahui melalui indikator
biologis. Mengingat pencemaran lingkungan, baik melalui udara, air maupun daratan
pada akhirnya samapi juga pada manusia, seperti terlihat pada bagan daur pencemaran
sebagai berikut :

Gambar 1. Daur pencemaran pada lingkungan


B. PENCEMARAN UDARA
1. Definisi Pencemaran Udara
Pencemaran udara didefinisikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di
dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan
normalnya. Kehadiran zat asing di dalam udara dalam jumlah tertetntu serta berada di
udara dalam waktu yang cukup lama, akan dapat mengganggu kehidupan organisme.
Bila keadaan seperti tersebut terjadi, maka udara dikatakan telah tercemar.
Udara merupakan suatu campuran gas-gas yang perbandingannya tidak konstan,
yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi, dan tergantung pada keadaan suhu
udara, tekanan udara dan lingkungan sekitarnya.
Komponen yang konsentrasinya paling bervariasi di udara adalah uap air dan karbondioksida, yang jumlahnya tergantung dari variasi cuaca dan suhu. Dalam udara terdapat oksigen untuk bernapas, karbondioksida untuk proses fotosintesis, ozon untuk menahan sinar ultra violet. Kompisisi gas-gas utama yang terkandung dalam udara dapat
dilihat pada tabel 1, sbb :
Tabel 1. Komposisi gas-gas dalam udara bersih dan kering di atmosfer
Komponen Gas
-

Nitrogen
Oksigen
Argon
Karbondioksida
Neon
Helium
Metana
Kripton

Formula
N2
O2
Ar
CO2
Ne
He
CH4
Kr

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

Persen Volume
78,08
20,95
0,934
0,0314
0,00182
0,000524
0,000200
0,000114

ppm
780.800
209.500
9.500
9.340
314
18
5
1
192

Udara di alam tidak pernah ditemukan bersih tanpa polutan sama sekali. Beberapa
gas yang terdapat dalam udara antara lain gas-gas mulia, nitrogen oksida, metana, belerang oksida, amonia, sulfur dioksida (SO2), hidrogen sulfida (H2S), dan karbon monoksida (CO) selalu dibebaskan ke udara sebagai produk sampingan dari proses-proses
alami seperti aktivitas vulkanik, pembu-sukan sampah tumbuhan, kebakaran hutan dan
sebagainya. Selain itu partikel-partikel padatan atau cairan berukuran kecil dapat tersebar di udara oleh angin, letusan vulkanik atau gangguan alam lainnya. Polutan tersebut
berasal dari aktivitas alami dan dari hasil aktivitas manusia.
2. Penyebab pencemaran udara
Pembangunan yang berkembang pesat dewasa ini, khususnya dalam industri dan
teknologi, serta meningkatnya jumlah kendaraan bermotor berbahan bakar fosil (minyak) menyebabkan udara yang dihirup di sekitar kita menjadi tercemar oleh gas-gas
buangan hasil pembakaran.
Secara umum penyebab pencemaran udara ada 2 macam faktor, yaitu :
a. Faktor internal (secara alamiah), contohnya :
- Debu yang beterbangan karena tiupan angin
- Debu, dikeluarkan oleh gunung berapi berikut gas-gas vulkaniknya
- Proses pembusukan sampah organik, dll
b. Faktor eksternal (hasil aktivitas manusia), contohnya :
- Hasil pembakaran bahan bakar fosil (BBF)
- Debu, partikel, serbuk dari hasil kegiatan industri
- Pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara
Pencemaran udara pada suatu tingkat dapat merupakan satu atau lebih campuran
bahan pencemar, baik berupa padatan, cairan dan gas yang masuk terdispersi ke udara
dan kemudian menyebar ke lingkungan sekitarnya. Kecepatan penyebaran ini sudah
barang tentu akan tergantung pada keadaan geografi dan meteorologi setempat.
Udara bersih yang kita hirup merupakan gas yang tidak tampak, tidak berbau,
tidak berwarna dan tidak berasa. Akan tetapi udara yang benar-benar bersih sangat sulit
diperoleh, terutama di kota-kota besar yang banyak indus-trinya dan padat lalu lintasnya.
Udara yang tercemar dapat merusak lingkungan dan kehidupan manusia. Terjadinya kerusakan lingkungan sehingga berkurangnya daya dukung alam yang selanjutnya akan
me-ngurangi kualitas hidup manusia.
Dampak pencemaran lingkungan sebenarnya tidak semata-mata disebabkan oleh
kegiatan industri dan teknologi saja, namun juga disebabkan oleh faktor lain yang menunjang kegiatan tersebut. Faktor kegiatan yang menunjang kegiatan industri dan teknologi adalah faktor penyediaan daya listrik dan faktor transportasi.
Untuk kegiatan dan kelancaran indutri dan teknologi pada umumnya pasti membutuhkan tersedianya daya listrik, dan sarana transportasi. Sedangkan faktor daya listrik
dan transportasi, keduanya menyerap pemakaian bahan bakar fosil terbesar, baik beEkologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

193

rupa batu bara maupun minyak bumi, sebagai perkecualian pada pembangkit listrik
PLTA (PL. Tenaga Air), PLTPB (PL. Tenaga Panas Bumi), PLTS (PL. Tenaga Surya), dan
PLTN (PL. Tenaga Nuklir).
Sejalan dengan kemajuan dalam bidang industri dan teknologi yang sangat membutuhkan banyak energi, maka produksi bahan bakar fosil dari tahun ke tahun terus meningkat. Meningkatnya produksi bahan bakar fosil dapat diartikan sebagai berikut :
a. Berkurangnya daya dukung alam, karena kekayaannya diambil manusia.
b. Meluasnya dampak pencemaran lingkungan, terutama pencemaran udara.
3. Komponen Pencemar Udara
Udara di perkotaan yang banyak kegiatan industri dan teknologi serta lalu lintas
yang padat, sudah tidak bersih lagi, karena terkena berbagai macam bahan pencemar.
Dari beberapa komponen pencemar udara, yang paling banyak berpengaruh terutama
dari bahan-bahan berikut ini :
Tabel 2. Bahan / Gas Utama Penyebab Pencemaran Udara
Total Persentase
(%)
Karbon
Transportasi
63,8
monoksida
Pembakaran Stationer
1,9
Industri
9,6
Pembuangan limbah padat
7,8
Sumber lainnya
16,9
Nitrogen
NOx
Transportasi
39,3
oksida
Pembakaran Stationer
48,5
Industri
1,0
Pembuangan limbah padat
2,9
Sumber lainnya
8,3
Belerang
SOx
Transportasi
2,4
oksida
Pembakaran Stationer
73,5
Industri
22,0
Pembuangan limbah padat
0,3
Sumber lainnya
1,8
Hidro karbon
HC
Transportasi
51,9
Pembakaran Stationer
2,2
Industri
14,4
Pembuangan limbah padat
5,0
Sumber lainnya
26,5
Partikel-----Transportasi
4,3
partikel
Pembakaran Stationer
31,4
Industri
26,5
Buangan limbah padat
3,9
Sumber lainnya
33,9
Catatan : - Pembakaran stationer (batu bara, minyak, gas alam, kayu)
- Sumber lain (Kebakaran hutan, batu bara sisa, pembakaran limbah pertanian)
Jenis Bahan

Rumus
kimia
CO

Sumber

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

194

Sumber utama pencemaran berasal dari alat transportasi, yang hampir 60% dari
polutan dihasilkan terdiri dari karbon monoksida dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon. Sumber populasi lainnya sperti pembakaran, proses industri, pembuangan limbah
dll. Komponen polutan udara tersebut diatas bisa mencemari udara secara sendiri-sendiri, atau dapat secara bersama-sama. Jumlah komponen polutan udara tergantung pada
sumbernya.
4. Masalah Kebisingan
Kemajuan industri dan teknologi antara lain ditandai dengan pemakaian mesinmesin, dan saran transportasi, yang dapat menimbulkan kebisingan, baik kebisingan
rendah, kebisingan sedang, maupun kebisingan tinggi. Oleh karena kebisingan dapat
mengganggu lingkungan dan merambatnya melalui udara, maka kebisingan dapat dimasukkan sebagai pencemaran udara, walaupun susunan udara tidak mengalami perubahan.
Kebisingan adalah suara yang dapat mengganggu dan merusak pendengaran organisme terutama manusia. Menurut teori fisika, bunyi adalah rangsangan yang diterima
oleh syaraf pendengaran yang berasal dari sumber bunyi. Apabila saraf pendengaran
tidak menghendaki rangsangan tersebut, maka bunyi tersebut dinamakan sebagai suatu
kebisingan. Untuk menyatakan kualitas bunyi digunakan pengertian sbb :
- Frekuensi bunyi, yaitu jumlah getaran per detik. Satuan bunyi dinyatakan dalam Hertz
- Intensitas bunyi, yaitu perbandingan tegangan suara yang datang dan tegangan standar yang didengar oleh manuisa normal pada frekuensi 1000 Hz, dengan satuan deci
Bell (dB).
Menurut asal sumber kebisingan, maka kebisingan dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
a. Kebisingan impulsif : kebisingan yang datangnya tidak secara terus menerus, akan
tetapi sepotong-sepotong. Contoh : kebisingan yang datang dari suara palu yang
dipukulkan, kebisingan yang datang dari mesin pemasang tiang pancang beton.
b. Kebisingan kontinyu : kebisingan yang datang secara terus menerus dalam waktu
yang cukup lama. Contoh : kebisingan dari mesin yang dijalankan.
c. Kebisingan semi kontinyu : kebisingan kontinyu yang hanya sekejap, kemudian hilang dan mungkin datang lagi. Contoh : suara mobil / pesawat yang sedang lewat.
Tingkat kebisingan dapat dibagi berdasarkan intensitas yang diukur dalam satuan
deciBell (dB), seperti tercantum pada tabel berikut ini :
Tabel 3. Tingkat Intensitas Kebisingan ( deciBell = dB)
Tingkat Kebisingan

dB

------

Keterangan
Batas ambang dengar

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

Waktu
Kontak (jam)
195

Amat sangat tenang


Sangat tenang
Tenang 1
Tenang 2
Sedang
Kuat 1 (awal kebisingan)
Kuat 2 (bising)
Sangat bising
Amat sangat bising
Menulikan
Sangat menulikan
Amat sangat menulikan
------

10
20
30
40
50
60

Suara daun bergesek


Suara radio
Ruang perpustakaan
Rumah tingal
Ruang kantor, lalu lintas (30 m)
Ruang ber AC, percakapan
kuat, suara radio keras.
70 Pasar, jalan ramai, kantor
80 Suasana pabrik, bunyi klakson
90 Suara mesin diesel
100 Suara pesawat jet (300 m)
110 Suara meriam
120 Suara halilintar
>120 Suara mesin roket

< 8 jam
< 5 jam
< 1,3 jam
< 1,5 jam
1/12 jam
Tidak
diizinkan

Waktu kontak pada tabel diatas adalah waktu kontak maksimum yang diizinkan
untuk mendengarnya. Jika waktu kontak melebihi batas waktu tersebut maka akan terjadi gangguan pada alat pendengaran. Makin tinggi tingkat kebisingan, maka makin kecil
waktu kontak yang diizinkan. Suara dengan tingkat kebisingan tinggi dan nada tinggi sangat mengganggu, terlebih lagi bila datang-nya secara terputus-putus dan tiba-tiba.
5. Masalah Pemakaian Insektisida (Penyemprotan)
Sudah sejak lama sebagian serangga (insekta) menjadi pengganggu kenyamanan hidup manusia. Serangga dalam jumlah banyak yang berlebihan akan menjadi hama.
Serangga dapat menyerang dan merusak lahan pertanian sehingga mengakibatkan kegagalan panen. Serangga disekitar rumah juga sangat menganggu, bahkan dapat menjadi media penyebaran penyakit tertentu. Oleh karena itu manusia berusaha untuk membenrantas serangga yang mengganggu tersebut.
Pada umumnya insektisida disemprotkan ke udara, terutama di dalam rumah dan
sekitarnya, di lahan pertanian yang dapat mencakup daerah yang sangat luas, kadangkala digunakan pesawat untuk itu. Penyemprotan inseksida di udara seperti tersebut mungkin tanpa disadari sebenarnya merupakan penyebab pencemaran udara.
Berdasarkan atas cara kerjanya, insektisida dapat dibagi menjadi 3 kelompok
utama, yaitu :
a. Racun pencernaan : bila ikut termakan oleh serangga. Contoh : Dichloro-DiphenylTrichloroethane (DDT), Benzene Hexa Chloride (BHC), Methoxychlor, Pb.arsenate,
Systox, Ca. arsenate, Paris green, Na. Fluoride, Cryolite, Fluisilicates, Senyawa Borax,
Senyawa Thallium, senyawa phospor, dan senyawa merkuri (Hg).

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

196

b. Racun luar tubuh : bila kontak dengan serangga. Contoh : DDt, BHC, Toxaphene,
Chlordan, Dieldrin, Aldrin, Metoxychlor, Phyritine, Rotenone, Synthetic Thiocyanates,
Organic Phosphate, Parathion, Systhox, Emulsi Hidro-Carbon (minyak)
c. Kelompok Pernapasan : bila dihirup oleh serangga. Contoh : Cyanide , Hydrogen ,
BHC, Carbon Disulfide, Nicotine, Sulfur Dioksida, p-Dicloro Benzene, Naphthalene,
Chloropiriene, Ethylene Oxide, Ethylene Dichloride, Methyl Bromide, dan Formate.
Walaupun pemakaian insektisida ditujukan untuk membunuh atau mengendalikan jumlah serangga, namum apabila pemakaiannya berlebihan dan dalam waktu yang
cukup lama, maka insektisida dapat berdampak pula pada lingkungan dan terhadap manusia. Oleh karena itu pemakaian insektisida harus dilakukan secara seksama.
6. Masalah Kerusakan Ozon
Pada akhir-akhir ini para ilmuwan resah karena terjadinya kerusakan lapisan ozon,
yang merupakan lapisan pelindung atmosfer bumi yang berfungsi sebagai pelindung
terhadap sinar ultra violet yang datang berlebihan dari sinar matahari. Selain itu sinar
ultra violet yang tidak difilter oleh lapisan ozon, sesampainya di atmosfer permukaan bumi akan menjadi panas yang mengakibatkan kenaikan suhu bumi. Kenaikan suhu bumi
akan menyebabkan kerkurangnya kenyamanan hidup organisme di bumi, disamping
itu juga berdampak pada naiknya permukaan air laut akibat pencairan es di daerah kutub, sehingga kota-kota di tepi pantai terancam untuk tenggelam.
Ozon yang ada di lapisan atmosfer bawah sekitar 0,02 ppm, sedangkan ozon yang
ada di lapisan atmosfer atas sekitar 0,1 ppm. Kerusakan lapisan ozon disebabkan karena
bereaksi dengan radikal Chlor (Cl). Radikal chlor dari CFC (Chloro Fluoro Carbon) yang
banyak digunakan pada AC (Air Conditioner), refrigerator, bahan penyemprot insektisida kaleng, penyemprot cat kaleng, penyemprop parfum dan rambut kaleng, dan bahan pelarut bahan pencuci kering (dry cleaning). Senyawa CFC dikenal dengan nama
dagang Freon.
- Proses terbentuknya Ozon :
O2 + sinar matahari (ultra violet) O + O (1/2 molekul O2)
O2 + O O3 (Ozon)
- Kerusakan lapisan ozon akibat CFC :
Cl2F2C + Ultra violet
Cl F2 C + Cl+
O3
+ Cl+ (radikal)
ClO
+ O2
ClO + O
Cl + O2
Kerusakan lapisan ozon pada saat ini sudah terlihat jelas dari hasil pemotretan foto
satelit di atas kutub selatan, berupa lubang ozon atau Ozone Hole. Apabila kerusakan
ozon ini tidak dicegah, lubang ozon akan makin melebar, tidak tertutup, dan mungkin
akan sampai ke daerah katulistiwa. Bila hal ini terjadi maka Indonesia akan mengalami
pemanasan bumi lebih dulu bila dibandingkan dengan belahan bumi bagian utara.

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

197

C. PENCEMARAN AIR
1. Pengertian dan definisi pencemaran air
Pencemaran air merupakan penyimpangan air dari keadaan normal, bukan dari
kemurniannya. Pencemaran air dapat pula diartikan sebagai masuk atau dimasukkannya
suatu bahan ke dalam badan air yang melebihi batas normal sehingga terjadi penyimpangan pada sifat / keadaan normalnya berdasarkan atas peruntukannya. Air di alam
tidak pernah terdapat dalam keadaan murni, tetapi bukan berarti semua air sudah tercemar. Sebagai contoh air hujan di daerah pegunungan dengan udara bersih dan bebas
dari polusi udara, tetap mengandung bahan terlarut seperti CO2, O2 dan N2 serta bahan
tersuspensi seperti debu dan partikel lainnya. Air sumur dan air permukaan biasanya
mengandung bahan metal terlarut seperti Na, Mg, Ca dan Fe, air yang mengandung
komponen tersebut dalam jumlah banyak disebut air sadah. Maka jelaslah bahwa air
yang tidak tercemar tidak selalu merupakan air murni, tetapi air yang tidak mengandung
bahan-bahan asing tertentu dalam jumlah melebihi batas yang ditetapkan sesuai dengan
peruntukannya, sehingga air tersebut dapat digunakan secara normal untuk keperluan
tertentu. Misalnya untuk air minum, mandi, rekreasi, pengairan, perikanan dan industri.
Karena kebutuhan mahluk hidup akan air sangat bervariasi, maka batasan polusi untuk
berbagai jenis air juga berbeda.
Air merupakan kebutuhan dasar utama bagi proses kehidupan di bumi ini, dengan kata lain tidak akan ada kehidupan seandainya di bumi tidak ada air, hal ini disebabkan karena hampir 80% tubuh organisme terdiri dari air. Dengan demikian semakin
meningkatnya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk semakin naik pula laju pemanfaatan sumber-sumber air. Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat maka diperlukan industrialisasi, yang dengan sendirinya akan meningkatkan laju
aktivitas penduduk serta beban penggunaan sumber daya air. Beban pengotoran ataupun pencemaran air juga bertambah cepat sesuai dengan cepatnya pertumbuhan dan
akibatnya sumber air tawar dan bersih semakin langka, dan air sudah saatnya dianggap
sebagai benda ekonomi. Karena itulah pengelolaan sumber daya air menjadi sangat
penting dan sebaiknya dilakukan secara terpadu baik dalam pemanfaatan maupun dalam pengelolaan kualitas. Air yang relatif masih bersih merupakan dambaan setiap organisme khususnya manusia, baik untuk keperluan sehari-hari, industri, sanitasi, maupun
untuk keperluan pertanian, perikanan, peternakan dan lain lain.
Dewasa ini air telah menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian seksama
dan cermat. Untuk mendapatkan air yang baik, apalagi yang berkualitas sesuai dengan
standar tertentu, saat ini menjadi sesuatu barang mahal, hal ini disebabkan sudah banyaknya air tercemar oleh bermacam-macam limbah dari hasil kegiatan manusia, baik
limbah rumah tangga, limbah industri dan dari hasil kegiatan lainnya, sehingga kualitasnya menjadi menurun. Demikian pula terhadap kuantitas dan kontinuitasnya juga telah
mengalami penurunan, sehingga di musim tertentu menjadi sesuatu barang langka.

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

198

Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan organisme, khususnya manusia dipermukaan planet bumi ini. Bagi manusia, air minum adalah salah satu kebutuhan
utama. Manusia menggunakan air untuk berbagai keperluan, sehingga air memegang
peranan yang multifungsi sesuai dengan kegunaannya, misalnya untuk kebutuhan air minum, air MCK (mandi-cuci-kakus), air untuk pertanian, perikanan, industri dan teknologi,
transportasi, pariwisata, rekreasi dan olahraga.
Kebutuhan manusia akan sumber daya air menjadi sangat nyata bila dikaitkan dengan 4 hal yaitu : a) pertambahan penduduk, b) kebutuhan pangan, c) peningkatan industrialisasi, dan d) perlindungan ekosistem terhadap dampak teknologi.
Air merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat dipermukaan bumi secara melimpah, namun ketersediaan air yang memenuhi syarat bagi keperluan manusia
relatif sedikit karena dibatasi oleh berbagai faktor. Berkisar 97% air di muka bumi merupakan air laut yang tida dapat digunakan manusia secara langsung. Dari 3% air yang tersisa, juga tidak dapat dimanfaatkan secara langsung. Air yang benar-benar tersedia bagi
keperluan manusia hanya 0,62%, meliputi air yang terdapat di danau, sungai dan air tanah. Dari segi kualitas, air yang mamadai bagi konsumsi manusia hanya 0,003% dari seluruh air yang ada. Distribusi jumlah air yang terdapat di biosfer dapat dilihat pada tabel
dibawah ini :
Tabel 4. Distribusi air di bumi berdasarkan wujudnya
Lokasi

Volume ( x 103 km3)

Persentase (%)

1.320.000 1.370.000

97,3

24.000 29.000
13 14
4000 8000
60 80
1,2
104
125

2,1
0,001
0,6
0,006
0,00009
0,007
0,009
Air tawar yang
memadai
kualitasnya untuk
konsumsi 0,003%

1. Laut
2. Daratan (air tawar)
a. Gunung es
b. Uap air di atmosfir
c. Air tanah (sampai kedalaman 4000 m
d. Uap air di tanah
e. Sungai
f. Danau asin
g. Danau air tawar
Total air bumi
100%

Air Tawar
3%

Air tawar Yang


tersedia
0,62%

Sumber : Miller 1992; Jeffries and Mills, 1996.


Pencemaran air diakibatkan oleh masuknya bahan pencemar (polutan) yang
dapat berupa gas, bahan terlarut, dan partikulat. Pencemar masuk ke badan air dapat
melalui atmosfer, tanah, limpasan (run of) pertanian, limbah domestik, pembuangan limbah industri, dan lain-lain.
2. Bahan Pencemar (Polutan)

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

199

Bahan pencemar (polutan) adalah bahan yang relatif bersifat melebihi ambang
batas yang berasal dari alam itu sendiri yang memasuki suatu tatanan ekosistem sehingga mengganggu peruntukan ekosistem tersebut. Berdasarkan cara masuknya ke dalam
ekosistem / lingkungan, polutan dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a. Polutan alamiah : merupakan polutan yang memasuki lingkungan (badan air) secara alami, contoh, letusan gunung berapi, tanah longsor, banjir, fenomena alam
lain, jenis polutan ini sukar dikendalikan.
b. Polutan antropogenik : merupakan polutan yang masuk ke lingkungan (badan air)
sebagai akibat aktivitas manusia, misalnya kegiatan domestik (rumah tangga), kegiatan urban (perkotaan), maupun industri. Intensitas poltan antropogenik dapat dikendalikan dengan cara mengontrol aktivitas yang menyebabkan timbulnya polutan tersebut.
3. Jenis Pencemar
Polutan yang memasuki perairan terdiri atas campuran berbagai jenis polutan. Jika
di perairan terdapat lebih dari dua jenis polutan maka kombinasi pengaruh yang akan
ditimbulkan oleh beberapa jenis polutan tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga,
yaitu :
a. Additive : pengaruh yang ditimbulkan oleh beberapa jenis polutan merupakan penjumlahan dari masing-masing polutan, misalnya pengaruh kombinasi zinc dan
kadmium terhadap ikan.
b. Synergism : pengaruh yang ditimbulkan oleh beberapa jenis polutan lebih besar
dari penjumlahan pengaruh masing-masing polutan. Misalnya pengaruh kombinasi
copper dan klorin, dan copper dan surfaktan.
c. Antagonism : pengaruh yang ditimbulkan oleh beberapa jenis polutan saling mengganggu sehingga pengaruhnya secara kumulatif lebih kecil atau mungkin hilang.
Contoh : kombinasi kalsium dan timbal, aluminium, zinc.
D. PENCEMARAN DARATAN
1. Pengertian dasar pencemaran daratan
Tidak jauh berbeda dengan udara dan air, daratan pun mengalami pencemaran.
Daratan mengalami pencemaran apabila ada bahan-bahan asing, baik yang bersifat organik maupun bersifat anorganik, berada di permukaan tanah yang menyebabkan daratan menjadi rusak, tidak dapat meberikan daya dukung bagi kehidupan organisme
maupun manusia. Dalam keadaan normal daratan memberikan daya dukung bagi organisme, dan manusia terutama untuk pertanian, peternakan, kehutanan, dan pemukiman
yang layak.
Jika bahan-bahan pencemar tersebut berada di daratan dalam jangka waktu lama
dan berlebihan sehingga menimbulkan gangguan terhadap organisme dan manusia,
maka dapat dikatakan bahwa daratan telah mengalami pencemaran.

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

200

2. Penyebab Pencemaran Daratan


Pencemaran daratan relatif lebih mudah diamati (dikontrol) dibandingkan dengan
pencemaran udara dan air. Secara garis besar pencemaran tanah dapat disebabkan oleh
2 macam faktor, yaitu :
a. Faktor internal (secara alamiah), contohnya : letusan gunung api yang memuntahkan
debu, berikut pasir, batu dan bahan vulkanik lainnya yang menutupi dan merusakkan daratan sehingga daratan tercemar.
b. Faktor eksternal, berasal dari hasil aktivitas manusia, hal ini merupakan masalah yang
perlu mendapat perhatian yang seksama agar daratan tetap dapat memberikan daya
dukung alamnya bagi kehidupan organisme.
3. Komponen Pencemar Daratan
Semua jenis organisme di alam selalu menghasilkan limbah atau bahan buangan,
dan sebagian besar limbah yang dihasilkan bersifat organik, kecuali limbah dari hasil aktivitas manusia yang bersifat organik maupun anorganik. Limbah yang dihasilkan oleh
berbagai macam kegiatan manusia sering dinamakan anthropogenic pollutants.
Bentuk dan macam limbah yang dihasilkan manusia tergantung pada tingkat peradabannya. Sebelum manusia mengenal kemajuan industri dan teknologi, limbah yang
dihasilkan kegiatan manusia umumnya bersifat organik. Limbah organik ini dari segi
lingkungan lebih menguntungkan karena dengan mudah didegradasi oleh mikroorganisme. Kemajuan industri dan tekonologi telah menambah jenis limbah manusia yang
semula bersifat organik menjadi bersifat organik dan anorganik. Bahan buangan padat
terdiri dari berbagai macam komponen baik yang bersifat organik maupun yang bersifat
anorganik. Bahan buangan padat kota besar akan berbeda engan bahan buangan kota
kecil yang tidak memiliki kediatan industri.
Komposisi bahan buangan organik dan bahan buangan anorganik perbandingannya 70% : 30%. Makin banyak limbah organik dibandingkan dengan limbah an-organik, akan makin baik dipandang dari sudut kelestarian lingkungan. Komponen pencemar daratan dapat dilihat pada tabel sbb :
Tabel 6. Komponen limbah pencemar daratan
Komponen limbah pencemar
Kertas
Limbah bahan makanan
Gelas
Logam (besi)
Plastik
Kayu
Karet dan kulit
Kain / serat tekstil
Logam lainnya

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

Persentase
41 %
21 %
12 %
10 %
5%
5%
3%
2%
1%
201

Sedangkan jenis limbah yang dapat didaur ulang kembali untuk dimanfaatkan
lagi bagi kegiatan manusia adalah :
Tabel 7. Limbah padat yang dapat didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali
Limbah padat
Kertas

Bahan organik
Tekstil / pakaian

Gelas

Logam

Karet, kulit dan


plastik

Pemanfaatan kembali (daur ulang)


- Dibuat bubur pulp untuk bahan kertas, cardboard, dan produk kertas
lainnya.
- Dihancurkan untuk bahan pengisi, bahan isolasi
- Diinserasi sebagai penghasil panas.
- Dibuat kompos untuk pupuk tanaman
- Diinserasi sebagai penghasil panas
- Dihancurkan dipakai sebagai bahan pengisi, bahan isolasi
- Diinserasi sebagai penghasil panas
- Disumbangkan kepada yang memerlukan
- Dibersihkan untuk dipakai kembali
- Dihancurkan untuk digunakan lagi sebagai bahan pembuat gelas baru
- Dihancurkan dan dicampur dengan aspal untuk pengerasan jalan
- Dihancurkan dan dicampur pasir dan batu untuk pembuatan bata semen.
- Dilebur dan dicor kembali untuk pencetakan logam baru yang dapat
digunakan kembali
- Langsung digunakan bila keadaannya masih baik dan memungkinkan.
- Dihancurkan untuk dipakai kembali sebagai bahan pengisi dan isolasi
- Diinserasi sebagai penhasil panas.

Pemanfaatan limbah padat kembali ternyata banyak memberikan keuntungan


bagi kehidupan manusia. Limbah pada yang semula tidak berharga, setelah melalui daur
ulang dapat dimanfaatkan kembali, dan menjadi barang yang bernilai ekonomis.
F. EFEK RUMAH KACA (ERK)
Istilah ini berasal dari pengalaman para petani di daerah beriklim sedang yang
berkebun di dalam rumah kaca. Menurut pengalaman para petani pada siang hari pada
waktu cuaca cerah tanpa alat pemanaspun suhu di dalam ruang kaca lebih tinggi daripada suhu diluarnya. Yang terjadi disini adalah cahaya ma-tahari yang menembus kaca
dan dipantulkan kembali oleh benda-benda yang ada di dalam ruangan rumah kaca
sebagai gelombang panas yang berupa sinar inframerah. Dengan demikian udara di
dalam rumah kaca suhunya naik dan panas karena terperangkap dalam ruangan, sehingga suhu ruangan lebih tinggi daripada suhu di luarnya, maka terciptalah istilah efek
rumah kaca.
Efek Rumah Kaca (ERK) dapat dialami di dalam ruangan rumah yang berjendela
kaca lebar dan terkena sinar matahari, ataupun bila kita masuk ke dalam suatu mobil
yang diparkir dibawah sinar matahari dengan jendela yang tertutup, tanpa pendingan
ruangan. Menurut hukum fisika, bahwa panjang gelombang sinar yang dipancarkan se-

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

202

buah benda tergantung pada suhu benda tersebut. Makin tinggi suhunya, makin pendek
gelombangnya. Matahari dengan suhunya yang tinggi memancarkan sinar dengan gelombang yang pendek.
Lapisan atmosfer yang sangat berperanan dalam kejadian efek rumah kaca adalah troposfer. Sekitar 35% dari radiasi sinar matahari tidak sampai dipermukaan bumi.
Hampir seluruh radiasi bergelombang pendek diserap dilapisan atmosfer atas. Yang lainnya dihamburkan dan dipantulkan kembali ke ruang angkasa pada batas atmosfer atas
oleh molekul gas-gas dalam atmosfer, awan dan partikel yang ada dalam udara. Sisanya
yang 65% masuk ke dalam lapisan troposfer, dan di dalam troposfer ini, 14% diserap
oleh uap air, debu, dan gas tertentu, sehingga 51% yang sampai dipermukaan bumi. Dari 41% tersebut, 37% merupakan radiasi langsung, dan 14% radiasi difus yang telah mengalami penghamburan di dalam troposfer oleh molekul gas dan partikel debu dalam
atmosfer. Radiasi yang diterima oleh bumi sebagian memantul dan sebagian lagi diserap. Radiasi yang diserap itu dipancarkan kembali oleh permukaan bumi. Karena suhu
bumi rendah, maka bumi memancarkan sinar yang bergelombang panjang, yaitu inframerah.
Semua molekul gas yang terdiri atas lebih dari satu atom menyerap sinar inframerah, sementara itu di dalam atmosfer terutama lapisan troposfer terdapat banyak sekali jenis gas-gas yang memiliki lebih dari satu atom, antara lain uap air (H2O) dan karbon
dioksida (CO2) dengan adanya berbagai jenis gas itu, sinar inframerah sebagian terserap
oleh atmosfer (troposfer) sehingga sinar inframerah itu tidak terlepas ke angkasa luar. Panas itu terperangkap di dalam lapisan troposfer, dengan demikian suhu la-pisan troposfer
dan permukaan bumi naik, maka terjadilah efek rumah kaca = ERK (Green House Effect).
Sedangkan gas-gas yang menyerap sinar inframerah itu disebut gas rumah kaca (GRK).
Dengan adanya ERK, suhu permukaan bumi naik, dengan rata-rata 330C sehingga sesuai dengan kehidupan manusia dan organisme lainnya. Sedangkan seandainya tidak ada ERK, suhu rata-rata permukaan bumi sekitar 180C, dan ini terlalu dingin bagi
kehidupan manusia.dan organisme lainnya.
G. HUJAN ASAM
Istilah hujan asam pertama kali digunakan oleh Robert Angus Smith pada tahun
1872, yang menguraikan tentang keadaan di Manchester (kota industri) Inggris bagian
utara. Istilah hujan asam sebenarnya tidaklah tepat, yang tepat adalah deposisi asam, namun karena istilah hujan asam sudah terlanjur populer, maka istilah tersebut yang banyak dipakai sekarang.
Berdasarkan keadaan fisik bahan pencemar asamnya maka deposisi asam ada dua jenis,
yaitu :
a. Deposisi kering : adalah peristiwa terkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam
yang ada di dalam udara. Hal ini dapat terjadi di perkotaan karena pencemaran
udara dari lalululintas yang ramai, dan di daerah yang langsung terkena udara yang
tercemar oleh kegiatan industri. Dan dapat pula terjadi di daerah pedalaman, perEkologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

203

bukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Deposisi asam ini biasanya terjadi di tempat sekitar sumber pencemaran.
b. Deposisi basah : adalah turunnya asam dalam bentuk hujan, hal ini terjadi bila asam
di dalam udara larut di dalam butir-butir air di dalam awan. Jika turun hujan dari
awan tersebut, air hujan bersifat asam. Deposisi basah dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam, sehingga asam itu terlarut e dalam
air dan turun ke bumi. Deposisi asam dapat terjadi di daerah yang sangat jauh dari
sumber pencemaran.
Masalah deposisi asam terjadi di lapisan atmosfer rendah, yaitu troposfer. Asam
yang terkandung dalam deposisi asam ialah asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3),
yang keduanya merupakan asam kuat. Asam sulfat berasal dari gas SO2 dan asam nitrat
berasal dari gas NOx.
Sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer rendah seluruh dunia adalah alamiah, antara lain dari gunung berapi dan kebakaran hutan yang alamiah. Yang 50% lainnya adalah antropogenik, yaitu berasal dari kegiatan manusia, terutama pembakaran bahan
bakar fosil (BBF) dan peleburan logam. Di daerah yang padat industri dan lalulintasnya
bagian SO2 antropogenik lebih tinggi dari pada 50% BBF yang terbentuk jutaan tahun
yang lalu dari mahluk hidup yang mati mengalami proses fotolisasi. Semua mahluk hidup
mengandung belerang, dan tersimpan dalam BBF, sedangkan minyak mentah mengandung belerang antara 0,1 - 3%, dan batubara 0,4 5%. Waktu bahan bakar fosil dibakar,
belerang teroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas ke udara yang selanjutnya menjadi asam sulfat.
Pembakaran BBF, juga menjadi sumber terbesar NOx, sehingga di negara industri maju bagian NO2 antropogenik lebih besar daripada yang alamiah. Pada waktu pembakaran BBF, sebagian dari NOx berasal dari nitrogen yang terkandung dalam BBF yang
teroksidasi menjadi NOx. Sebagian lagi berasal dari nitrogen yang terdapat di udara
(udara terdiri dari 80% gas nitrogen). Pembakaran BBF mengoksidasi 5-40% nitrogen
yang terkandung dalam batubara, 40-50% nitrogen dalam minyak berat, dan 100% nitrogen dalam minyak ringan dan gas. Makin tinggi suhu pembakaran makin banyak NOx
yang terbentuk.
Nitrogen oksida (NOx) juga berasal dari aktivitas jasad renik tanah yang untuk kehidupannya menggunakan senyawa organik yang mengandung nitrogen. Oksida N itu
merupakan hasil samping aktivitas jasad renik. Di dalam pupuk N yang tidak terserp oleh
tumbuhan juga mengalami perombakan kimia-fisik dan biologis, yang menghasilkan oksida N. Karena itu makin banyak pupuk N digunakan, makin tinggi pula produksi oksida
N tersebut. Oksida N ini di udara akan berubah menjadi asam nitrat (NOx).

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

204

PUSTAKA BACAAN
Untuk memudahkan mahasiswa dalam mempelajari modul ini, diharapkan membaca kepustakaan berikut ini :
1. Soemarwoto, O., 1992. Indonesia Dalam Kancah Isu Lingkungan Global. Cetakan
Kedua. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
2. Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara. Cetakan Pertama, Penerbit Kanisius,
Yogyakarta.
3. Wardhana, W, A. 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan. Cetakan Pertama,
Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.
4. Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Bagi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Perairan. Cetakan Kelima. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
5. Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Gajah Mada Uninersity Press, Jokyakarta.
6. Wright, R. T. 2005. Enviromental Science. Ninth Edition. Person Prenti-cenall USA.

PRESENTASI DAN DISKUSI


1.

2.

Tujuan tugas

: melatih mahasiswa dalam penulisan ilmiah dan mempresentasikannya, sehingga mahasiswa memahami mekanisme dan dampak pencemaran.
Uraian tugas
:
a. Objek garapan : Climate Change (Perubahan Iklim)
b. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan : mahasiswa akan membentuk kelompok yang terdiri atas 4-6 orang/kelompok, setiap kelompok mahasiswa diharuskan menyelesaikan penulisan makalah untuk dipresentasikan.
c. Metodologi /cara pengerjaan, acuan yang digunakan : bahan penyusunan makalah mengacu pada buku, jurnal, maupun bahan-bahan yang diperoleh dari
internet dengan mencantumkan alamat website.
d. Kriteria luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan : makalah dan bahan presentasi dalam bentuk MS. Power Point, dan akan dipresentasikan pada waktu memasuki minggu pembahasan materi kuliah yang berhubungan dengan materi
saat itu, dengan jadual yang telah ditentukan (lihat jadual kuliah).

UMPAN BALIK
Setelah mempelajari modul 12. tuliskanlah bagian-bagian mana sajakah dari
materi modul yang sulit dipahami, selanjutnya tanyakan atau diskusikan dengan teman
ataupun dosen fasilitator

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

205

BAHAN DISKUSI KELOMPOK


1. Bila terjadi pemupukan yang berlebihan disuatu lahan pertanian, maka dampak apakah yang dapat timbul pada daratan dan perairan ?
2. Penggunaan pestisida yang berlebihan dalam sistem pertanian akan menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi akan berdampak dalam jangka panjang, jelaskan
mengapa demikian ?

SOAL SOAL LATIHAN


Kerjakanlah dengan baik soal latihan berikut ini untuk lebih memantapkan materi yang
telah dikuliahkan :
1. Komponen dalam atmosfer yang konsentrasinya paling bervariasi di atmosfer :
a. Oksigen + Karbondioksida c. Karbodioksida + uap air e. Argon & Nitrogen
b. Hidrogen + Oksigen
d. Nitrogen + Uap air
2. Yang manakah berikut ini yang merupakan hasil dari magnifikasi biologis ?
a. Pemangsa tingkat teratas lebih terancam oleh zat kimia beracun di lingkungan
b. Pestisida telah menyebar di ekosistem & ditemukan dihampir setiap organisme
c. Efek rumah kaca merupakan yang paling berarti pada wilayah kutub
d. Energi hilang pada masing-masing tingkat trofik suatu rantai makanan
e. Banyak nutrien dikeluarkan dari lahan pertanian masuk ke ekosistem perairan
3. Gas utama di atmosfer penyebab terjadinya efek rumah kaca :
a. Uap air
c. Karbondioksida
e. Hidrogen Sulfida
b. Nitrogen oksida
d. Chloro Fluoro Carbon (CFC)
4. Suara yang datangnya tidak secara terus menerus, akan tetapi sepotong-potong,
yang mengganggu pendengaran :
a. Kebisingan impulsif c. Kebisingan semi kontinyu
e. Intensitas bunyi
b. Kebisingan kontinyu d Frekuensi bunyi
5. Pernyataan yang tidak berhubungan dengan karbodioksida adalah
a. Molekul gas yang terdiri dari lebih dari dua atom
b. Banyak dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil
c. Merupakan gas utama penyebab efek rumah kaca
d. Dihasilkan oleh tumbuhan dari proses fotosintesis
e. Prosentase jumlahnya di atmosfer 63,8%
6. Merupakan polutan yang masuk ke lingkungan (badan air) sebagai akibat aktivitas
manusia :
a. Additive
c. Polutan non Toksik
e. Polutan alamiah
b. Polutan Toksik
d. Polutan antropogenik
7. Masuknya nutrien yang berlebihan ke dalam perairan yang dapat memicu terjadinya pertumbuhan pesat mikroalga dan tumbuhan air :
a. Eutrofikasi
c. Upwelling
e. Xenobiotik

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

206

b. Blooming
d. Rekalsitran.
8. Debu, pasir, batu dan bahan vulkanik lain, yang menutupi dan merusakkan da-ratan
sehingga daratan tercemar, digolongkan pencemar daratan :
a. Faktor eksternal
c. Polutan non toksik
e. Faktor internal
b. Anthropogenic pollutants
d. Deposisi kering
9. Turunnya asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) dari atmosfer dan ber-campur
dengan air ke permukaan bumi, yang menyebabkan perubahan pH air menjadi
asam :
a. Deposisi kering
c. Deposisi basah
e. Pencucian asam
b. Presipitasi
d. Kondensasi
10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
a. Antrhropogenic pollutans
c. Pemanasan Global
b. Pencemaran Air

Ekologi Umum Jurusan Biologi Fmipa Unhas - 2013

207