Anda di halaman 1dari 8

SEL DAN FUNGSINYA

STRUKTUR FISIK SEL


Sel bukan hanya merupakan suatu kantong cairan, enzim dan zat kimia; sel juga mengandung
struktur fisik yang sangat terorganisasi yang dinamakan organel yang pentingnya dengan fungsi sel
sebagai unsur unsur kimia sel. Misalnya tanpa salah satu organel, mitokondria lebih dari 95%
energi yang disediakan sel akan terhenti dengan segera. Beberapa organel sel yang penting adalah
membran sel, membran inti, retikulum endoplasm, mitokondria dan lisosom. Organel yang lain yang
tidak tampak adalah kompleks Golgi, sentriol, silia dan mikrotubulus.
MEMBRAN SEL
Membran sel yang meliputi seluruh sel, merupakan struktur elastis yang sangat tipis,
tebalnya hanya 7,5 10 nanometer. Hampir seluruhnya terdiri dari protein dan lipid,
susunannya kira kira 55% protein, 25% fosfolipid, 13% kolesterol, 4% lipid lain, dan 3%
karbohidrat.
Sawar lipid Membran Sel
Struktur dasar membran sel adalah lipid berlapis ganda yang merupakan selaput tipis lipid
yang tebalnya hanya dua molekul yang secara kontinu meliputi seluruh permukaan sel. Di
sela sela selaput yang tipis ini terdapat molekul protein globular yang besar.
Lipid berlapis ganda hampir seluruhnya terdiri dari fosfolipid dan kolesterol. Lapisan ini
hampir tak permeabel sama sekali terhadap air dan zat zat yang larut dalam air seperti ion,
glukosa, urea dll. Sebaliknya zat yang larut dalam lemak sepreti oksigen, karbondioksida dan
alkohol dapat menembus bagian membran ini.
Gambaran khusus lipid berlapis ganda adalah lipid cairan, bukan padat. Oleh karena itu,
bagian membran yang benar benar dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam
membran. Protein atau zat zat lain yang larut atau terapung pada lipid berlapis ganda
cenderung berdifusi ke semua bagian membran sel.
Protein Membran sel
Protein sel terdiri atas massa globulin yang terapung pada lipid berlapis ganda. Sebagian
besar terdiri atas dari glikoprotein. Terdapat dua jenis protein; protein integral yang menonjol
kedalam sel dan protein perifer yang hanya melekat pada permukaan membran dan tidak
menembus membran. Protein integral memberikan lintasan struktural tempat air dan zat yang
larut dalam air.; khususnya ion dapat berdifusi antara cairan intrasel dan ekstrasel. Akan
tetapi, protein ini mempunyai sifat selektif yang menyebabkan difusi beberapa zat lebih
mudah daripada zat lain. Sebagian dari mereka dapat juga bekerja sebagai enzim.
Protein perifer terdapat sseluruhnya atau hampir seluruhnya pada bagian dlam membran dan
dalam keadaan normal mereka melekat pada salah satu protein integral. Protein perifer ini
hampir seluruhnya berfungsi sebagai enzim.
Karbohidrat Membran
Karbihidrat membran hampir seluruhnya terdapat pada bagian luar membran; gugusan
karbohidrat ini merupakan bagian membran sel yang ikut serta dalam reaksi kekebalan.
Mereka sering berperanan sebagai zat reseptor untuk mengikat hormon seperti insulin yang
merangsang aktivitas spesifik dalam sel.
MEMBRAN INTI
Membran inti sebenarnya merupakan dua membran, yang satu mengelilingi lainnya dan
diantaranya terdapat ruangan yang lebar. Tiap tiap membran hampir identik dengan membran
sel, mempunyai struktur dasar lipid berlapis ganda dengan protein globular terapung pada cairan
lipid. Pada banyak tempat, kedua membran bersatu sama lain, dan pada tempat lain ini membran
inti demikian permeabel sehingga hampir semua zat yang larut atau tersuspensi
SITOPLASMA DAN ORGANELNYA
Sitoplasma terlapisi oleh partikel dan organel kecil dan besar yang tersebar. Bagian cairan yang
jernih dari sitoplasma tempat partikel partikel tersebar dinamakan hialoplasma, terutama
mengandung protein yang terlaru, elektrolit, glukosa dan dalam jumlah sedikit fosolipid, kolesterol
dan asam lemak teresterifikasi.
RETIKULUM ENDOPLASMA
Sitoplasma mengandung struktur berupa jala jala kontinu yang bersifat tubular dan vesikuler,
membentuk membran lipid berlapis ganda dinamakan retikulum endoplasma.
1

o Ribosom dan retikulum endoplasma granular, yangmelekat pada permukaan luar banyak
bagian retikulum endoplasma adalah banyak partikel granular kecil yang dinamakan
ribosom. Bila terdapat ribosom, retikulum sering dinamakan retikulim endoplasma granular.
Ribosom terutama terdiri dari asam ribonukleat yang berfungsi dalam sintesis protein dalam
sel.
o Retikulum endoplasma agranular. Bagian retikulum endoplasma yang tidak berikatan dengan
ribosom. Bagian ini dinamakan retikulum endoplasma agranular atau halus, berfungsi untuk
sintesis zatlipid dan pada banyak proses enzimatik sel.
o Fungsi lain dari Retikulum Endoplasmik :
1. Retikulum Endoplasmik menyediakan enzim enzim yang mengatur pemecahan
glikogen saat glikogen digunakan untuk energi.
2. Retikulm endoplasmik menyediakan sangat banyak enzim yang mampu mendetoksifikasi
bahan bahanyang akan merusak sel, misalnya obat obatan.
Kompleks Golgi
Mempunyai membran yang sama seperti membran retikulum endoplasma agranular. Biasanya
terdiri dari empat atau lebih tumpukan lapisan vesikel yang tipis rata dan terletak dekat nukleus.
Kompleks ini lebih menonjol dalam sel sekresi; disini ia terletak pada sisi sel tempat senyawa
sekresi akan didorong keluar. Fungsi kompleks golgi terutama berhubungan dengan retikulum
endoplasma. Walaupun fungsi utama kompleks golgi adalah memproses bahan bahan yang
telah dibentk didalam retikulum endoplasma, aparatus Golgi juga mempunyai kemampuan
mensintesis karbohidrat tertentu yang tidak dapat dibentuk didalam retikulum endoplasma.
Lisosom
Lisosom merupakan sistem pencernaan intraseluler yang memungkinkan sel untuk mencernakan
bahan bahan dan struktur intraseluler,khususnya struktur sel yang telah rusak, partikel
partikel makanan yang telah dicernakan sel dan bahan yang tidak diinginkan tubuh, misalnya
bakteri.
Periksisom
Secara fisik peroksiisom mirip dengan lisosom, tetapi berbeda dalam dua hal penting : pertama,
peroksisom diyakini dibentuk dari replikasi replikasi sendiri (atau mungkin memiliki
pertunasan ari retikulm endoplasmik halus) dan bukan dibentuk oleh aparatus Golgi. Kedua,
peroksisom lebih mengandung oksidase daripada hidrolase. Beberapa oksidase mapu
menggabungkan oksigen dengan ion hidrogen dari zat kimia inraseluler yang berbeda untuk
membentuk hidrogen peroksidase (H2O2). Hidrogen perosida sendiri sbaliknya merupakan
sebuah substansi yang sangat mudah beroksidasi, dan dipergunakan berkaitan dengan katalase
(suatu enzim oksidase lain yang ditemkan dalam jumlah besar didalam peroksisom, untuk
mengoksidasi banyak substansi yang bila tidak akan menjadi racun bagi sel), sebagai contoh,
kira kira setengah dari alkohol yang diminum seseorang didetoksifikasi oleh peroksisom sel
sel hati.
Vesikel Sekretoris
Salah satu fungsi penting dari banyak sel adalah menyekresi substansi substansi khusus.
Hampir semua substansi seketoris dibentuk oleh retikulum endoplasmik sistem paratus golsi
dan kemudian dilepaskan dari aparatus golgi ke dalam sitoplasma didalam vesikel sekretosris
atau glandula sekretoris.
Mitokondria
Tanpa mitokondria, sel tidak akan dapat menyadap jumlah energi yang bermakna dari bahan
makanan dan oksigen. Sebagai akibatnya semua fungsi sel akan berhenti. Pada dasarnya
mitikondria terdapat disemua bagian sitoplasma, tetapi jumlah total persel sangat bervariasi,
bergantung pada jumlah energi yang dibutuhkan oleh masing masing sel. Selanjutnya
mitokondria terkonsentrat dalam bagian bagian sel yang bertangung jawab terhadap
metabolisme energi.
Strukur dasar mikondria terutama terdiri dari dua membran protein lapis ganda; sebua membran
luar dan sebuah memran dalam. Banyak lipatan membran dalam yang membentuk rak rak yang
merupakan tempat pelekatan enzim enzim oksidatif. Selain itu, ruang mitokondria bagian
dalam dipenuhi dengan matriks yang mengandung sejumlah besar larutan enzim, yang
dibutuhkan untuk mengisap energi dari bahan makanan sehingga membentuk karbondioksida
dan air. Energi yang dibebaskan digunakan untuk mensintesis sebuah substansi berenergi ingi
yang disebut adenosin trifosfat (ATP). ATP kemudian diangkut keluar dari mitokondria dan

berdifusi keseluruh sel untk membebaskan energinya dimana saja dibutuhkan ntuk melakukan
fngsi sel.
Mitokondria dapat bereplikasi sendiri yang berarti satu mitokondria dapat membentuk
mitokondria lainnya. Tentu saja mitokondria mengandung asam deoksiribinukleat (DNA) yang
mirip dengan DNA yang ditemukan pada nukleus.
Struktur Filamen dan Tubular Sel
Biasanya protein fibrilar sel disusun membentuk filamen atau tubulus. Keduanya merupakan
molekul protein prekursor yang disintesis oleh ribosom didalam sitoplasma. Ada satu filamen
khusus yang terdiri atas molekul molekul yang digunakan didalam semua sel untk membentuk
strktur tubulus yaitu mikrotubuls. Fungsi primer mikrotubulus adalah sebagai sitoskeleton, yang
membentk suatu struktur fisik yang kaku untuk beberapa bagian sel yang khusus. Juga,
sitoplasma sering mengalir di sekitar mikrotubulus, yang mungkin disebabakan oleh pergerakan
lengan yang menonjol keluar dari mikrotubulus.
NUKLEUS
Nukleus merupakan pusat pengaturan sel. Secara singkat. Nukleus mengandung sejumlah besar
DNA yang telah kita sebut bertahn tahun sebagai gen. Gen menentukan karakteristik protein sel,
termasuk enzim enzim sitoplasma yang mengatur aktivitas sitoplasma. Nukleus juga menaatur
reproduksi; gen gen ini pertama bereproduksi sendiri dan kemudian sel dpecahkan oleh proses
khusus yang disebut MITOSIS untuk membentuk dua sel anak. Yang masing masing menerima
satu dari dua set gen.
o
MEMBRAN NUKLEUS
Membran nukleus yang juga disebut selubung inti, sebenarnya merupakan dua membran yang
terpisah satu sama lain. Membran luar bersambung dengan retikulum endoplasmik, dan ruang
antara kedua membran nukleus juga bersambung dengan ruang disebelah dalam retikulum
endoplasmik. Kedua lapisan membran nukleus ditembus oleh bebrapa ribu pori pori nukleus.
o
NUKLEOLI
Nukleus sebagian besar sel memiliki satu atau lebih struktur yang tterpulas pucat disebut
nukleoli. Nukleolus, tidak seperti organel lainnya; tidak memiliki sebuah membran pembatas.
Sebaliknya nukleoli hanya merupakan satu struktur yang mengandung sejumlah besar RNA dan
protein dari jenis yang ditemukan didalam ribososm. Nukleolus menjadi sangat membesar bila
sebuah sel secara aktif mensintesis protein. Gen dari lima pasangan kromosom yang terpisah
akan mensintesis RNA ribosomal dan kemudian menyimpannya didalam nukleolus yang dimulai
dengan sebuah RNA fibrilar longgar yang kemudian memadat membentuk subunit ribosom
granula. Subunit ribosom granula ini selanjutnya diangkut melalui pori pori membran nukleus
kedalam sitoplasma, berkumpul untuk membnetuk ribosom matang yang memainkan peranan
penting dalam pembentukan protein.
SISTEM FUNGSIONAL SEL
1. Pengambilan makanan Oleh Sel Endositosis
Agar sebuah sel dapat hidup dan tumbuh, sel harus memperoleh bahan makanan dan bahan
lainnya dari cairan disekitarnya. Sebagian besar substansi melalui membran sel mealalui difusi
dan transpor aktif. Difusi secara sederhana, berarti pergerakan menembus membran dengan
gerakan substansi molekul yang acak, bergerak baaik melalui pori pori membran sel, atau
menembus matriks membran lipid bila berkaitan dengan substansi yang larut dalam lipid.
Transpor aktif berarti pengangkutan substansi yang sebenarnya melalui membran oleh sebuah
struktur protein yang menembus membran sepenuhnya. Partikel yang sangat besar memasuki sel
melalui fungsi membran khusus yang disebut endositosis. Bentuk utama endositosis adalah
pinositosis dan fagositosis. Pinositosis berarti pencernaan vesikel vesikel yang sangat kecil,
yang mengandung cairan ekstraseluler. Fagositosis berarti pencernaan partikel besar, seperti
bakteri, sel, dan bagian dari jaringan yang berdegenerasi.
Pinositosis. Pada sebagian besar sel, pinositosis terjadi secara terus pada membran sel tetapi
secara khusus terjadi lebih cepat pada beberapa sel. Sebagai contoh, pinositosis terjadi sangat
cepat pada makrofag sehingga kira kira 3% dari seluruh membran makrofag akan
menggelembung dalam bentuk vesikel setiap menit. Pinositosis juga terjad akibat respon
terhadap zat tertentu yang bersentuhan dengan membran sel. Dua zat yang paling penting adalah
protein dan elektrolit kuat. Khusus protein jelas menyebabkan pinositosis, karena piositosis
merupakan satu satunya cara protein dapat melalui membran sel.
3

Fagositosis. Fagositosis terjadi dalam cara yang sebagian besar sama dengan pinositosis kecuali
bahwa fagositosis lebih mencakup partikel partikel besar daripada molekul molekul. Hanya
sel sel tertentu yang memiliki kemampuan fagositosis, yang paling dikenal yaitu makrofag
jaringan dan beberapa sel darah putih.
Fagositosis bermula sat protein atau polisakarida besar pada permukaan partikel yang akan
difagositosis seperti bakteri, sel mati, atau kotoran sel yang lain berkaitan dengan reseptor
pada permukaan sel fagosit. Pada bakteri, setiap bakteri biasanya sudah berikatan dengan
antibodi yang spesifik, dan antibodilah yang melekat pada reseptor fagosit, menarik bakteri
bersama dengannya. Penyelaesaian antar antibodi ini disebut opsonisasi (akn dibahas dalam bab
imunologi).
Fagositosis terjadi dalam langkah langkah berikut ini :
o Reseptor reseptor membran sel melekat pada permukaan partikel
o Tepi membran disekitar tempat pelekatan mengalami evaginasi keluar dalam waktu beberapa
detik untuk mengelilingi seluruh partikel, kemudian secara bertahap lebih banyak lagi
reseptor membran melekat pada partikel, semua terjadi tiba tiba dalm cara seperti risleting
untuk membentuk sebuah vesikel fagositik tertutup.
o Aktin dan fibril kontraktil lain dalam sitoplasma mengelilingi vesikel fagositik dan
baerkontraksi disekitar tepi luarnya, mendorong vesikel ke bagian dalam.
o Protein kontraktil kemudian akan memeras vesikel, mendorongnya ke bagian dalam sel
dengan cara yang sama seperti pembentukan vesikel pinositik.
2. Proses Pencernaan Bahan bahan Asing Akibat Pinositosis dan Fagositosis di dalam Sel
Fungsi Lisosom
Hampir segera setelah terbentuk vesikel pinositik atau fagositik didalam sel, satu lisosom atau
lebih akan melkat pada veasikel dan mengosongkan asam hidrolasenya kedalam vaesikel. Jadi
sebuah vesikel pencernaan dibentuk saat hidrolase mulai menghidrolisis protein, karbohidrat.
lipid dan substansi lainnya didalam vesikel. Haasil pencernaan merupakan molekul molekul
kecil asam amino, glukosa, fosfat yang selanjutnya dapat berdifusi menembus membran vesikel
kedalam sitoplasma. Apa yang tersisa dalam vesikel pencernaan, yang disebut sebagai badan
residu, merupakan bahan yang tidak dapat dicernakan. Pada banyak keadaan, badan residu ini
akhirnya diekskresikan menembus membran sel melalui proses yang disebut eksositosis,yang
pada dasarnya merupakan kebalikan dari endositosis. Jadi lisosom dapat disebut sebagai organ
pencernaan sel.
Regresi jaringan dan autolisis sel. Jaringan tubuh sering beregresi menjadi ukuran yang lebih
kecil. Sebagai contoh, regresi terjadi pada uterus setelah kehamilan, otot selama keadaan tidak
aktif yang lama, dan kelenjar mamma pada akhir laktasi. Lisosom bertanggung jawab terhadap
sebagian besar regresi. Mekanisme mengapa tidak adanya aktivitas didalam jaringan akan
menyebabkan lisosom meningkatkan aktivitasnya, masih belum diketahui.
Peranan khusus lain dari lisosom adalah memindahkan sel sel yang rusak atau bagian sel
jaringan yang rusak sel yang rusak sel yang rusak akibat panas, dingin, trauma, bahan kimia
atau faktor lain. Kerusakan pada sel menyebabkan lisosm pecah. Hidrolase yang dilepaskan
segera mulai mencernakan substansi organik di sekitarnya. Bila kerusakan sedikit, hanya
sebagian kecil sel yang dicernakan yang diikuti dengan perbaikan pada sel. Bila kerusakan berat,
seluruh sel akan dicernakan, sebuah proses yang disebut autolisis. Dengan cara ini, sel secara
menyeluruh dihancurkan, dan sebuah sel dari jenis yang sama biasanya akan dibentuk melalui
reproduksi mitosis dari sel yang berdekatan untuk menggantikan sel yang tua.
Lisosom juga mengandung bahan bakterisidal yang dapat membunuh bakteri yang sudah
difagosit, sebelum menimbulkan kerusakan seluler. Bahan ini meliputi lisosim yang dapat
melarutkan membran sel bakteri, lisoferin yang dapat mengikat besi dan logam lain yang
diperlukan untuk pertumbuhan bakteri dan asam.
3. Sintesis dan Pembentukan Struktur Sel oleh Retikulum Endoplasmik dan Aparatus Golgi
o Fungsi Khusus Retikulum Endoplasmik
Kebanyakan sintesis dimulai di dalam retikulum endoplasmik, tetapi sebagian besar bahan
yang dihasilkan itu selanjutnya akan masuk ke aparatus Golgi untuk mengalami proses yang
lebih lanjut sebelum dilepaskan kedalam sitoplasma.
Protein dibentuk oleh Retikulum Endoplasmik Bergranula. Retikulum Endoplasmik
bergranula ditandai oleh sejumlah besar ribosom yang melekat pada permukaan luar
mebran retikulum. Lebih lanjut ribosom mengeluarkan banyak molekul protein yang
disintesis tidak kedalam sitosol tetapi sebaliknya menembus dinding retikulum
endoplasmik masuk kebagian dalam vesikel endoplasmik dan tubulus, yang disebut
4

matriks endoplasmik. Hampir sama cepatnya dengan masuknya protein kedalam matriks
endoplasmik, enzim enzim pada dinding retikulum endoplasmik menyebabkan
perubahan cepat dari molekul molekul ini. Pertama, hampir semua molekul tersebut
dengan segera mengalami glikolisasi (konjugasi dengan sebagian karbohidrat untuk
membentuk glikoprotein). Oleh karena itu, pada dasarnya semua protein endoplasmik
adalah glikoprotein, berbeda dengan protein yang dibentuk oleh ribosom didalam sitosol,
yang terutama adalah protein bebas. Kedua protein berikatan silang, terlipat dan sering
mengalami pemendekan pada panjang rantai untuk membentuk molekul yang lebih
padat.
Sintesis Lipid Oleh Retikulum Endoplasmik, Khususnya Oleh Retikulum Endoplasmik
Halus.
Retikulum Endoplasmik juga mensintesis lipid, khususnya fosfolipid dan kolesterol.
Keduanya dengan cepat bergabung pada lapisan ganda retikulum endoplasmik tumbuh
secara terus menerus. Keadaan ini terjadi terutama pada bagian halus retikulum
endoplasmik. Untuk menjaga agar retikulum endoplasmik tidak tumbuh melebihi batas
sel, sel vesikel vesikel kecil yang disebut vesikel retikulum endoplasmik (vesikel RE)
atau vesikel transport secara terus menerus memisahkan diri dari retikulum
endoplasmik; kita akan melihat kemudian bahwa sebagian besar vesikel bermigrasi
dengan cepat ke aparatus Golgi.
Fungsi Fungsi Lain dari Retikulum Endoplasmik
1. Retikulum Endoplasmik menyediakan enzim enzim yang mengatur pemecahan
glikogen saat glikogen digunakan untuk energi.
2. Retikulm endoplasmik menyediakan sangat banyak enzim yang mampu
mendetoksifikasi bahan bahan yang akan merusak sel, misalnya obat obatan.
Detoksifikasi ini dapat dicapai oleh retikulum endoplasmik dengan cara koagulasi,
oksidasi, konjugasi dengan asam glukuronat atau dengan cara cara yang lain.
o Fungsi Spesifik dari Aparatus Golgi
Fungsi Sintetik Aparatus Golgi
Walaupun fungsi utama aparatus Golgi adalah memproses bahan bahan yang telah
dibentuk didalam RE, aparatus Golgi juga memiliki kemampuan mensintesis karbohidrat
tertentu yang tidak dapat dibentuk didalam RE. Sebagai tambahan, aparatus Golgi dapat
menyebabkan pembentukan polimer sakarida besar yang hanya berikatan denga sejumlah
kecil protein; polimer yang paling penting adalah asam hialuronat dan kondroitin sulfat
yang banyak terdapat dalam tubuh sebagai berikut : (1) Keduanya merupakan komponen
utama dari proteoglikon yang disekresikan kedalam mukus dan sekret kelenjar kelenjar
yanglain. (2) keduanya merupakan komponen utama dari bahan dasar dalam ruang
interstisial, yang bekerja sebagai pengisi diantara serat serat kolagen dan sel. (3)
Keduanya merupakan kompnen utama dari matriks organik baik didalam tulang rawan
maupun tulang.
Pengolahan Endoplasmik oleh Aparatus Golgi Pembentukan Vesikel

Sewaktu substansi dibentuk didalam RE, khsusnya protein,


protein akan diangkut melalui tubulus menuju bagian dari RE halus yang terletak
paling dekat dengan Aparatus Golgi. Pada tempat ini, vesikel traasnpor kecil yang
terdiri atas selubung kecil RE halus secara terus menrus melepaskan diri dan
berdifusi kedalam lapisan paling dalam aparatus Golgi. Didalam vesikel ini terdapat
protein yang telah disintesis dan produk produk lain dari RE.

Vesikel transpor segera bersatu dengan aparatus Golgi dan


mengosongkan bahan yang dikandungnya kedalam ruang vesikel aparatus Golgi.
Disini, sebagian karbohidrat tambahan akan ditambahkan kedalam sekret. Juga suatu
fungsi aparatus Golgi yang paling penting adalah untuk memadatkan sekret RE
menjadi kumpulan yang sangat padat. Sewaktu bahan sekresi melewati lapisan
lapisan aparatus Golgi yang paling luar, pemadatan dan pengolahan pun berlanjut.
Akhirnya, baik vesikel kecil maupun besar secara terus menerus melepaskan diri
dari aparatus Golgi, membawa bersamanya bahan sekresi yang sudah dipadatkan dan
selanjutnya bahan sekresi itu akan berdifusi keseluruh sel.
Macam Macam Vesikel yang Dibentuk oleh Aparatus Golgi Vesikel Sekretoris dan
Lisosom

Didalam sebuah sel yang sangat sekretorik, vesikel vesikel yang dibentuk oleh
aparatus Golgi terutama adalah vesikel sekretoris, yang terutama mengandung bahan
protein yang akan disekresikan ke permukaan membran sel. Vesikel ini berdifusi ke
membran sel dan kemudian bersatu dengan membran dan mengosongkan isinya ke
bagian luar dengan mekanisme yang disebut eksositosis. Pada sebagian besar
keadaan, eksositosis dirangsang oleh masuknya ion kalsium kedalam sel; ion kalsium
berinteraksi dengan membran vesikel dengan cara yang masih belum dipahami untuk
menyebabkan penyatuan dengan membran sel, yang kemudian diikuti dengan
eksositosis.
Sebaliknya beberapa vesikel ditujukan hanya untuk penggunaan intraseluler saja.
Sebagai contoh, bagian khusus dari aparatus Golgi membentuk lisosom. Membran
dari bagian bagian khusus ini mengandung reseptor reseptor kimia yang
menyebabkan enzim asam hidrolase melekat.
Ringkasnya, sistem membran RE dan aparatus Golgi mewakili suatu organ yang sangat
metabolik, yang mampu membnetuk struktur sel yang baru dan mensekresi bahan untuk
dikeluarkan dari sel.
4. Penyadapan Energi dari Bahan Makanan Fungsi Mitokondria
Bahan utama dari mana sel dapat menyadap energi adalah, pada satu sisi, oksigen dan pada sisi
lain, satu atau lebih jenis makanan yang dapat bereaksi dengan oksigen karbohidrat, lemak dan
protein. Pada tubuh manusia, pada dasarnya semua karbohidrat diubah menjadi glukosa oleh
saluran pencernaan dan hati sebelum mencapai sel. Demikian juga protein akan diubah menjadi
asam amino, dan lemak diubah menjadi asam lemak. Didalam sel , bahan makanan bereaksi
secara kimiawi denganoksigen dibawah pengaruh berbagai enzim yang mengontrol kecepatan
reaksi dan kemudian menyalurkan energi yang dilepaskan dalam arah yang tepat.
Hampir semua reaksi oksidasi ini terjadi didalam mitokondria, dan energi yang dilepaskan
terutama digunakan untuk membnetuk senyawa yang berenergi sangat tinggi Adenosin Trifosfat
(ATP). Kemudian ATP digunakan diseluruh sel untuk menggerakkan hampir semua reaksi
metabolisme intraselluler.
Sifat sifat Fungsional ATP
o ATP adalah sebuah nukleotida yang terdiri atas basa nitrogen adenin, gula pentosa ribosa
dan tiga fosfat radika. Kedua fosfat radikal terakhir dihubungkan dengan sisa molekul
oleh apa yang disebut sebagai ikatan fosfat berenergi tinggi.
o Ikatan fosfat berenergi tinggi sangat labil, sehingga dapat dipecah dengan cepat kapanpun
dibutuhkan energi untuk meningkatkan reaksi sel yang lain.
o Bila ATP melepaskan energi, sebuah asam fosforik radikal akan dipecahkan dan
terbentuk adenosin difosfat (ADP). Kemudian energi yang dihasilkan dari bahan
makanan sel akan menyebabkan ADP dan asam fosforik bergabung kembali untuk
membentuk ATP yang baru.
o ATP biasa disebut sebagai arus energi (energy currency) sel karena dapat dipakai dan
dibentuk berulang kali, biasanya memiliki waktu penggantian paling banyak hanya
beberapa menit.
Proses Kimiawi Pembentukan ATP Peran Mitokondria

Setelah memasuki sel, glukosa dihadapkan dengan enzim didalam


sitoplasma yang mengubah glukosa menjadi asam piruvat (suatu proses yang disebut
glikolisis). Sejumlah kecil ADP diubah menjadi ATP oleh pelepasan energi selama
pengubahan ini, tetapi jumlah ini hanya meliputi kurang dari 5% dari semua metabolisme
energi didalam sel.

Sejauh ini bagian utama dari ATP yang dibentuk didalam sel, dibentuk
didalam mitokondria. Asam piruvat dihasilkan dari karbohidrat, asam lemak dari lipid
dan asam amino dari protein. Semua ini akhirnya dirubah menjadi senyawa Asetil KoA
didalam matriks mitokondria, sehingga mengalami pengenceran dalam suatu reaksi kimia
yang disebut siklus asam sitrat atau siklus Krebs.
Penggunaan ATP untuk Fungsi Selluler
ATP digunakan untuk meningkatkan tiga kategori utama fungsi sel :
1. Untuk menyuplai energi bagi keperluan trasnpor natrium melalui membran sel
2. Untuk meningkatkan sintesis protein oleh ribosom
3. Untuk mensuplai energi yang dibutuhkan selama kontraksi otot

Selain untuk transpor natrium oleh membran, energi dari ATP dibutuhkan untuk transpor
membran ion kalium, ion kalsium, ion magnesium, ion fosfat, ion klorida, ion urat, ion
hirogen dan masih banyak ion ion lain dan berbagai bahan organik. Transpor membran
begitu penting untuk fungsi sel sehingga beberapa sel, sebagai contoh, tubulus ginjal
menggunakan 80% ATP yang dibentuk didalam sel untuk keperluan ini saja. Sebagai
tambahan, terhadap sintesis protein, sel juga mensintesis fosfolipid, kolesterol, purin,
pirimidin dan sejumlah besar bahan lainnya. Senyawa kimia apapun hampir selalu
membutuhkan energi, sebagai contoh: sebuah molekul protein tunggal dapat terdiri atas
beberapa ribu asam amino yang melekat satu sama lain melalui ikatan peptida. Ternyata
bebrapa sel, menggunakan 75% dari semua ATP yang dibentuk didalam sel hanya untuk
mensintesis senyawa kimia yang baru, trutama molekul protein; hal ini khususnya terjadi
selama fase pertumbuhan sel.
Karena itu, secara ringkas, ATP selalu tersedia untuk melepaskan energinya dengan cepat dan
dalam jumlah banyak bilamana sel membutuhkannya. Untuk menggantikan ATP yang
digunakan oleh sel, reaksi lain yaitu reaksi kimia yang lebih lambat akan memecahkan
karbohidrat, lemak dan protein yang dihasilkan dari proses ini untuk membnetuk ATP yang
baru. Lebih dari 95% ATP ini dibentuk didalam mitokondria, yang sesuai dengan nama yang
diberikan pada mitokondria yaitu pusat tenaga dari sel.

TRANSPOR ION DAN MOLEKUL MELALUI MEMBRAN SEL


1. DIFUSI
Pengertian
Difusi adalah gerakan molekul yang terus menerus diantara molekul yang satu dengan
yang lainnya dalam cairan maupun dalam gas.
Difusi Melalui Membran Sel
Difusi melalui membran sel terbagi atas dua sub tipe yang disebut difusi sederhana dan difusi
yang dipermudah. Difusi sederhana berarti bahwa gerakan kinetik molekuler dari molekul
ataupun ion terjadi melalui celah membran atau melalui ruang intermolekuler tanpa perlu
perlu berikatan dengan protein pembawa dalam membran. Kecepatan difusi ditentukan oleh
jumlah zat yang tersedia, oleh kecepatan gerakan kinetik, dan oleh jumlah celah pada
membran sel yang dapat dilalui oleh molekul atau dimana ion dapat lolos. Sebaliknya difusi
yang dipermudah membutuhkan interaksi antara molekul maupun ion dengan protein
pembawa. Protein pembawa membantu lewatnya molekul dan ion melalui membran,
barangkali melalui ikatan kimia sehingga molekul atau ion dapat keluar masuk membran
dengan cara ini.
Difusi sederhana dapat terjadi melalui membran sel dengan dua cara :
1. Melalui celah pada lapisan lipid ganda, khususnya jika bahan yang berdifusi terlarut lipid
2. Melalui saluran licin pada beberapa protein transpor
Difusi Zat Terlarut Lipid Melalui Lapisan Lipid Ganda. Salah satu faktor paling penting
yang menentukan kecepatan suatu zat melalui lapisan lipid ganda ialah kelarutan lipid dari
zat tersebut. Sebagai contoh; kelarutan oksigen, nitogen, karbondioksida dan alkohol dalam
llipid adalah sangat tinggi, sehingga semua zat ini dapat larut dalam lapisan lipid ganda dan
berdifusi melalui membran sel sama seperti halnya dengan difusi yang terjadi dalam cairan.
Untuk alasan yang jelas, kecepatan difusi zat zat ini melalui membran berbanding langsung
dengan sifat kelarutan lipidnya. Khususnya sejumlah besar oksigen dapat ditranspor melalui
jalan ini; karena itu oksigen dihantarkan kebagian dalam sel hampir seperti tidak ada
membran sel.
Difusi Melalui Saluran Protein dan gerbang Salurannya
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Akhir Difusi
2. TRANSPOR AKTIF