Anda di halaman 1dari 11

A.

Revolusi Industri
A.1. Pengertian Revolusi Industri

Revolusi bisa diartikan sebagai perubahan secara cepat atau


perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang atau di suatu tempat.
Sementara Industri artinya proses membuat atau menghasilkan suatu
barang. Perubahan yang terjadi di Inggris pada abad ke-18 merupakan
perubahan dalam memproduksi barang-barang dari penggunaan tenaga
manusia kepada mesin-mesin. Jadi, Revolusi Industri adalah perubahan
cara membuat atau menghasilkan barang yang semula menggunakan
tenaga manusia beralih ke tenaga mesin.

A.2. Sejarah Perkembangan Revolusi Industri

Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di


mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian,
manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki
dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di
dunia.

Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam


sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh
Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan
penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah
terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata
Hal 1 dari 11 Hal

pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam


kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh pemenang Hadiah Nobel, Robert
Emerson Lucas, bahwa "Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar
hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku
ekonomi yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya".

Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri


antara lain:
a) Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan
Inggris dan Skotlandia.

b) Tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan


Skotlandia.

c) Aturan hukum (menghormati kesucian kontrak).

d) Sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan pembentukan


saham gabungan perusahaan (korporasi).

e) Adanya pasar bebas (kapitalisme).

Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18, di mana


terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang
sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia, yang kemudian
digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis manufaktur. Periode
awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil,

Hal 2 dari 11 Hal

pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan


batubara. Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan dibangunnya
terusan, perbaikan jalan raya dan rel kereta api.

Adanya peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke


perekonomian yang berbasis manufaktur menyebabkan terjadinya
perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota, dan pada akhirnya
menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris.

Istilah "Revolusi Industri" sendiri diperkenalkan oleh Friedrich


Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19. Beberapa
sejarawan abad ke-20 seperti John Clapham dan Nicholas Crafts
berpendapat bahwa proses perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi
secara bertahap dan revolusi jangka panjang adalah sebuah ironi. Produk
domestik bruto (PDB) per kapita negara-negara di dunia meningkat setelah
Revolusi Industri dan memunculkan sistem ekonomi kapitalis modern.
Revolusi Industri menandai dimulainya era pertumbuhan pendapatan per
kapita dan pertumbuhan ekonomi kapitalis. Revolusi Industri dianggap
sebagai peristiwa paling penting yang pernah terjadi dalam sejarah
kemanusiaan sejak domestikasi hewan dan tumbuhan pada masa
Neolitikum.

A.3. PERKEMBANGAN REVOLUSI INDUSTRI

Hal 3 dari 11 Hal

Pada akhir abad pertengahan kota-kota di Eropa berkembang sebagai


pusat kerajinan dan perdagangan. Warga kota (kaum Borjuis) yang
merupakan warga berjiwa bebas menjadi tulang punggung perekonomian
kota. Mereka bersaing secara bebas untuk kemajuan dalam perekonomian.
Pertumbuhan kerajinan menjadi industri melalui beberapa tahapan, seperti
berikut.

1) Sistem Domestik

Tahap ini dapat disebut sebagai tahap kerajinan rumah


(home industry). Para pekerja bekerja di rumah masing-masing
dengan alat yang mereka miliki sendiri. Bahkan, kerajinan
diperoleh dari pengusaha yang setelah selesai dikerjakan
disetorkan kepadanya. Upah diperoleh berdasarkan jumlah barang
yang dikerjakan. Dengan cara kerja yang demikian, majikan yang
memiliki usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi
atau hasil. Para majikan tidak direpotkan soal tempat kerja dan
gaji.

2) Sistem Manufaktur

Setelah kerajinan industri makin berkembang diperlukan


tempat khusus untuk bekerja agar majikan dapat mengawasi
dengan baik cara mengerjakan dan mutu produksinya. Sebuah
manufaktur (pabrik) dengan puluhan tenaga kerja didirikan dan
biasanya berada di bagian belakang rumah majikan. Rumah bagian
Hal 4 dari 11 Hal

tengah untuk tempat tinggal dan bagian depan sebagai toko untuk
menjual produknya. Hubungan majikan dengan pekerja (buruh)
lebih akrab karena tempat kerjanya jadi satu dan jumlah buruhnya
masih sedikit. Barang-barang yang dibuat kadang-kadang juga
masih berdasarkan pesanan.

3) Sistem pabrik

Tahap sistem pabrik sudah merupakan industri yang


menggunakan mesin. Tempatnya di daerah industri yang telah
ditentukan, bisa di dalam atau di luar kota. Tempat tersebut untuk
tempat kerja, sedangkan majikan tinggal di tempat lain. Demikian
juga toko tempat pemasaran hasil industri diadakandi tempat lain.
Jumlah tenaga kerjanya (buruhnya) sudah puluhan, bahkan ratusan.
Barang-barang produksinya dibuat untuk dipasarkan.

Beberapa penemuan-penemuan yang penting dalam periode revolusi


industri, antara lain sebagai berikut:

o Kumparan terbang (flying shuttle) ciptaan John Kay (1733).

o Mesin pemintal benang (spinning jenny) ciptaan James Hargreves


(1767) dan Richard Arkwright (1769).

o Mesin tenun (merupakan penyempurnaan dari kumparan terbang)


ciptaan Edmund Cartwight (1785).

Hal 5 dari 11 Hal

o Cottongin, alat pemisah biji kapas dari serabutnya ciptaan Whitney


(1794).

o Cap selinder ciptaan Thomas Bell (1785).

o Mesin uap, ciptaan James Watt (1769).

Mesin uap ciptaan James Watt ini merupakan salah satu penemuan
paling penting di dalam perindustrian. Dari mesin uap ini dapat
diciptakan berbagai peralatan besar yang menakjubkan, seperti
lokomotif ciptaan Richard Trevethiek (1804) yang kemudian
disempurnakan oleh George Stepenson menjadi kereta api
penumpang. Kapal perang yang digerakkan dengan mesin uap
diciptakan oleh Robert Fulton (1814). Mesin uap merupakan inti
dari Revolusi Industri sehingga James Watt sering dianggap
sebagai Bapak Revolusi Industri I. Penemuan-penemuan baru
selanjutnya, semakin lengkap dan menyempurnakan. Hal ini
merupakan hasil Revolusi Industri II dan III, seperti mobil,
pesawat terbang, industri kimia dan sebagainya.

B. Pengaruh Revolusi Industri terhadap Teori Akuntansi


Revolusi industri merupakan peralihan industri yang awalnya segala
sesuatunya dikerjakan dengan menggunakan tangan manusia secara langsung

Hal 6 dari 11 Hal

(manual) ke sistem pabrik dengan menggunakan alat-alat berat yaitu mesinmesin. Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 ini menimbulkan efek
positif terhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang
perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang
organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang tersebut, diatur
tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham,
membayar hutang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan.
Keadaan-keadaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan, baik sebagai
informasi maupun sebagai pertanggungjawaban.

Pertengahan abad ke 18 terjadi revolusi industri di Inggris yang


mendorong pula perkembangan akuntansi, di mana waktu itu para manajer
pabrik misalnya, ingin mengetahui biaya produksinya. Sebab dengan
mengetahui berapa besar biaya produksi mereka dapat mengawasi efektifitas
proses produksi dan menetapkan harga jual. Sejalan dengan hal itu,
berkembanglah akuntansi dengan bidang khusus yaitu akuntansi biaya.
Akuntansi biaya memfokuskan diri pada pencatatan biaya produksi dan
penyediaan informasi bagi manajemen. Perubahan teknologi industri juga
berdampak pada perkembangan ilmu akuntansi yang akhirnya melahirkan
akun-akun baru pada pabrik (Manufacturing Account) seperti depresiasi.

B.1.

Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya merupakan suatu proses pengidentifikasian,


pendefinisian, pengukuran, pelaporan dan analisis berbagai unsur

Hal 7 dari 11 Hal

biaya langsung dan biaya tidak langsung sehubungan dengan


menghasilkan dan memasarkan produk. Akuntansi biaya membantu
tugas kontroler, terutama dalam menghitung harga pokok produk
secara akurat dan tepat waktu sehingga informasinya dapat digunakan
untuk menilai dan mengendalikan aktivitas operasi perusahaan.
Akuntansi biaya mengidentifikasi, mengukur, mengklasifikasikan dan
meringkas data keuangan dan ekonomi untuk penetapan harga pokok
produk dan harga jual produk.

Akuntansi biaya muncul diabad ke 19 sebagai sebuah hasil dari


Revolusi Industri. Akuntansi biaya ini diawali oleh pabrik-pabrik
tekstil abad ke-15. D.R Scott mencatat hasil dari perkembangan pabrik
didalam bukunya, The Cultural Significance of accounts: Sebelum
revolusi industri, akuntansi hanya sebuah pencatatan atas hubungan
eksternal antara satu unit bisnis dengan unit bisnis yang lainnya,
pencatatan atas hubungan yang ditentukan didalam pasar, Namun
dengan munculnya operasi produksi berskala besar, berkembang
kebutuhan untuk lebih memberikan penekanan pada akuntansi untuk
kepentingan didalam unit-unit kompetitif dan pada penggunaan catatan
akuntansi sebagai salah satu cara pengendalian administratif atas
perusahaan.

Selain itu, Josiah Wedgwood, pengusaha pabrik keramik


sekaligus kunci dari revousi industri, juga mencetuskan ide mengenai
teknik produksi dan akuntansi biaya. Berawal pada tahun 1770 sampai

Hal 8 dari 11 Hal

1772 di mana pada saat itu terjadi masalah perekonomian pada


pabriknya seperti permintaan menurun, persediaan meningkat, dan
harga yang harus diturunkan. Ditambah lagi dengan pegawai yang
melakukan penggelapan dengan mengabaikan hutang yang ada dan
pekerjaan lainnya. Kemudian ia memeriksa buku bisnisnya secara teliti
yang pada akhirnya ia menemukan ketidakefisiensinya operasi dan
pentingnya peran dari overhead. Wedgwood mampu menghitung biaya
untuk bahan baku dan tenaga kerja untuk setiap produk untuk setiap
pabrik. Sedangkan biaya overhead dialokasi untuk produk tertentu.
Wedgwood juga menemukan skala ekonomi dan sunk cost. Pada tahun
1782, pabrik Wedgwood menjadi pabrik pertama yang menggunakan
mesin uap dan bertahan dari kebangkrutan dibandingkan dari pabrik
lainnya. Kemudian, beberapa perusahaan mulai mengadopsi dan
mengembangkan sistem akuntansi biaya untuk menentukan biaya yang
terjadi pada setiap departemen pada operasi mereka.

B.2.

Manufacturing Account

Revolusi Industri menyumbangkan akun-akun baru dalam


sistem akuntansi yang salah satu contohnya adalah depresiasi.
Akuntansi konvensional mendefinisikan depresiasi sebagai sebuah
proses pengalokasian biaya aset jangka panjang menjadi beberapa
periode. Depresiasi sebagai pengalokasian dana ini telah lama
dikenalkan sejak 100 tahun yang lalu. Namun pada Revolusi Industri,
depresiasi mendapatkan momentumnya sendiri di mana sejumlah besar

Hal 9 dari 11 Hal

dari modal diinvestasikan ke aset jangka panjang yang pada akhirnya


memunculkan sistem depresiasi ini.

Pada

masa

Revolusi

Industri

abad

ke-18,

depresiasi

diperkenalkan oleh para manajer. Pada tahun 1790-an, Boutton dan


Watt Soho menetapkan depresiasi sebesar 5% untuk bangunan dan 8%
untuk mesin. Pada tahun 1772, Josiah Wedgwood menurunkan
profitabilitas pada pabriknya, mencoba untuk mengenalkan sistem total
costing yang merujuk pada depresiasi dan bunga pada modal.

C.

KESIMPULAN
Revolusi Industri adalah suatu perubahan teknik produksi yang
awalnya menggunakan proses manual menjadi proses mekanis yang
menggunakan mesin-mesin dalam produksinya.

Dampak Revolusi Industri pada akuntansi bersifat langsung dan


tidak langsung. Misalnya, munculnya sistem pabrik dan produksi massa
menyebabkan aktiva tetap mempunyai porsi yang cukup besar dalam
proses produksi dan distribusi, sehingga menjadikan konsep penyusutan
semakin penting. Dengan meningkatnya kebutuhan akan informasi
manajemen mengenai biaya produksi dan biaya yang harus ditetapkan

Hal 10 dari 11 Hal

dalam penilaian persediaan, meningkat pula kebutuhan akan sistem


akuntansi biaya.

Hal 11 dari 11 Hal