Anda di halaman 1dari 4

APRESIASI DAN KRITIK ARSITEKTUR

DI
S
U
S
U
N
OLEH :
KARYA FAUZI
1103110001
DOSEN PEMBIMBING

MUHAMMAD JONI, SE AK, ST ,MT


MATA KULIAH :
APRESIASI KRITIK DAN SARAN ARSITEKTUR

PRODI ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
ACEH

1. pengertian apresiasi menurut para ahli

Kata apesiasi berasal dari bahasa Inggris appreciation dengan penterjemahan sebagai
appraisement (penilaian harga).
Menurut Generous Esteem apresiasi merupakan penghargaan yang sangat tinggi
Menurut A Symphatetic Literary Essay apresiasi merupakan karya tulis yang penuh

perhatian
Menurut Increase In Value apresiasi merupakan peningkatan nilai.

Secara umum, apresiasi diterjemahkan sebagai penilaian atau penghargaan terhadap


sesuatu. Jadi apresiasi arsitektur berarti : penilaian atau penghargaan terhadap arsitektur. Untuk
dapat menilai dan menghargai arsitektur, tentunya perlu modal pengetahuan yang tidak sederhana.
Ketidak sederhanaan pengetahuan ini setara dengan kerumitan yang melekat pada arsitektur itu
sendiri. Selain ilmu, seseorang yang berapresiasi dengan arsitektur membutuhkan alat, yaitu
segenap indera yang dimiliki dan paling memungkinkan untuk digunakan dalam menilai atau
menghargai arsitektur
2. pengertian kritik menurut para ahli

Menurut Wayne Attoe (Architecture and Critical Imagination) Bentuk yang paling dikenal
dari sebuah kritik adalah komentar dan penilaian dalam koran, majalah dan profesional
jurnal. Selain itu sejarahwan juga merupakan salah satu bentuk dari kritik, kritik mereka
cenderung memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi di masa lampau atau menunjukan
kejadian mana dimasa lalu yang layak untuk diberikan perhatian. Ketika sejarahwan
memberitahukan untuk lebih selektif dalam memperhatikan dan memberitahukan apa makna
dari salah satu peristiwa penting, mereka lebih menjadi penerjemah dibanding documenter.
Bentuk lain dari kritik yang berkaitan dengan arsitektur salah satunya ialah pengajar di
akademi yang membahas tentang kritik desain

3. pengertian arsitektur menurut para ahli

Menurut Vitruvius: Bangunan yang baik harus memiliki tiga aspek yaitu keindahan/estetika

(Venustas), kekuatan (Firmitas), dan kegunaan/fungsi (Utilitas).

Menurut Brinckmann: Arsitektur merupakan kesatuan antara ruang dan bentuk. Arsitektur adalah

penciptaan ruang dan bentuk.

Menurut Djauhari Sumintardja: Arsitektur merupakan sesuatu yang dibangun manusia untuk

kepentingan badannya (melindungi diri dari gangguan) dan kepentingan jiwanya (kenyamanan,
ketenangan, dll).

Menurut Benjamin Handler: Arsitek adalah seniman struktur yang menggunakan struktur secara

estetis berdasarkan prinsip-prinsip struktur itu sendiri.

Menurut Banhart CL. Dan Jess Stein: Arsitektur adalah seni dalam mendirikan bangunan termasuk

didalamnya segi perencanaan, konstruksi, dan penyelesaian dekorasinya; sifat atau bentuk bangunan;
proses membangun; bangunan dan kumpulan bangunan.

Menurut Van Romondt : Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia dengan bahagia. Ruang

berarti menunjuk pada semua ruang yang terjadi karena dibuat oleh manusia atau juga ruang yang
terjadi karena proses alam seperti gua, naungan pohon dan lain-lain

Menurut JB. Mangunwijaya (1992) : Arsitektur sebagai vastuvidya (wastuwidya) yang berarti ilmu

bangunan. Dalam pengertian wastu terhitung pula tata bumi, tata gedung, tata lalu lintas (dhara, harsya,
yana)

Menurut Amos Rappoport (1981 ) : Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia, yang lebih dari

sekedar fisik, tapi juga menyangkut pranata-pranata budaya dasar. Pranata ini meliputi: tata atur
kehidupan sosial dan budaya masyarkat, yang diwadahi dan sekaligus memperngaruhi arsitektur

Menurut Francis DK Ching (1979) : Arsitektur membentuk suatu tautan yang mempersatukan

ruang, bentuk, teknik dan fungsi


Arsitektur adalah seni dalam merancang bangunan yang mampu mewadahi manusia dan bisa
memberikan kenyamanan dan keamanan bagi manusia itu sendiri.

Contoh apresiasi dan kritik arsitektur pada bangunan Opera House di Guangzhou

Location: Guangzhou, Guangdong province, People's Republic of

China

Client: Gluangzhou Municipal Government


Architect: Zaha Hadid
Facade engineering: KGE Engineering (Zhuhai, China)
Structural engineers: SHTK (Shanghai, China); Guangzhou Pearl River Foreign Investment Architectural
Designing Institute
Construction management: Guangzhou Construction Engineering Supervision Co. Ltd. (Guangzhou,
China)
Size: 70 000 m2
Costs: 220 milion $
Year: 2003-2010
Seperti kerikil dalam aliran dihaluskan oleh erosi, Guangzhou Opera House berdiri dalam harmoni yang
sempurna dengan lokasi di tepi sungai. The Opera House adalah jantung dari perkembangan kebudayaan
Guangzhou. Desain batu kembarnya yang unik meningkatkan nilai kota dengan cara menghadapkannya ke
Sungai Pearl, menyatukan bangunan budaya yang berdekatan dengan menara keuangan internasional di
Zhujiang kota baru Guangzhou. Auditorium 1.800 kursi dari Opera House merupakan teknologi akustik
yang sangat terbaru, dan ruang multifungsi 400 kursi yang lenih kecil dirancang untuk pertunjukan seni,
opera, dan konser. Desain berkembang dari konsep pemandangan alam dan interaksi yang menarik antara
arsitektur dan alam; terlibat dengan prinsip-prinsip erosi, geologi, dan topografi. Desain Guangzhou Opera
House sangat dipengaruhi oleh lembah-lembah sungai dan cara mereka diubah oleh erosi. Lipat baris
dalam lanskap ini menentukan wilayah dan zona dalam Opera House, memotong ngarai dramatis interior
dan eksterior untuk sirkulasi, lobi dan kafe, dan memungkinkan cahaya alami untuk menembus jauh ke
dalam gedung. Transisi halus antara unsur-unsur yang berbeda dan tingkat yang berbeda melanjutkan
analogi lanskap ini. Cetakan khusus glass-fibre reinforced gypsum (GFRC) telah digunakan untuk interior
auditorium untuk melanjutkan bahasa arsitektur fluiditas dan kelembutan.

Anda mungkin juga menyukai