Anda di halaman 1dari 19

2.

4 Pengolahan Data dan Pembahasan


2.4.1

Pengolahan Data dan Pembahasan Permeabilitas

2.4.1.1

Data Hasil Pengujian


Tabel 2.1 Data hasil pengujian permeabilitas
No
1

2.4.1.2

Tekanan
(cmka)
39

Tinggi
(cm)
4,95

waktu
(menit)
0.33

Permeabilitas
(ml/menit)
210

Perhitungan Data Hasil Pengujian

Perhitungan Permeabilitas
P

VH
At

P=

2000 ml 4,95 cm
39 cm. ka 19,625 cm2 0,33 menit

P = 39.19 cm3/menit
2.4.1.3 Pembahasan Data Hasil Pengujian Permeabilitas
Dari hasil pengujian didapat permeabilitas 210 cm3/menit, Namun dari hasil perhitungan
diperoleh nilai permeabilitas sebesar 39.19 cm3/menit. Hal ini menunjukkan bahwa secara aktual
pasir cetak dalam tabung mampu mengalirkan 210 cm 3/menit udara, namun secara teroritis pasir
cetak dalam tabung mampu mengalirkan 39.19 cm3/menit udara.
Hasil pengujian menyimpang dari perhitungan (teori) dapat disebabkan olah distribusi
besar butir pasir cetak yang terbentuk memiliki kecenderungan berukuran besar. Oleh sebab itu
rongga antar butir pasir menjadi lebih besar sehingga permeabilitasnya tinggi. Selain itu dapat
disebabkan oleh proses pemadatan yang kurang sempurna sehingga permeablitisnya tinggi. Dan
air yang terdapat mengaktifasi bentonit yang mengakibatkan bentonit berikatan dengan pasir,
sehingga menyebabkan rongga antar pasir semakin luas dan permeabilitasnya besar.

2.4.2

Grafik Pengaruh Kadar Air dan Kadar Pengikat terhadap Permeabilitas Data
Antar Kelompok
Tabel 2.2 Data pengujian permeabilitas antar kelompok
Kelompo
Kadar Air
Kadar Pengikat Permeabilitas
k
(%)
(%)
(ml/menit)
8
3
6
240
7
4
6
240
16
5
6
225
10
6
6
210
5
3
8
215
3
4
8
220
15
5
8
214
12
6
8
210
260
240
220
200
180
Permeabilitas (ml/ menit)) 160

kadar bentonit 6%

140

kadar bentonit 8%

120
100
80
3456
Kadar Air (%)

Gambar 2.16 : Grafik Pengaruh Kadar Air dan Kadar Pengikat Terhadap Permeabilitas
Dari grafik pengaruh kadar air dan kadar pengikat terhadap permeabilitas dapat dilihat
bahwa kecenderungan permeabilitas pasir cetak dengan kadar bentonite 6 % lebih besar dari
permeabilitas pasir cetak dengan kadar bentonite 8 %. Hal ini sudah sesuai dengan dasar teori
bahwa semakin besar kadar bentonite maka permeabilitas akan semakin rendah dikarenakan
bentonite akan mengisi rongga udara antar pasir cetak.

Dari grafik juga dapat dilihat bahwa kecenderungan akan meningkat sampai pada titik
optimal dan akan menurun bersamaan dengan bertambahnya kadar air pada spesimen. Namun,
permeabilitas pada kadar bentonit 6% dengan kadar air 4%, seharusnya lebih tinggi dari kadar air
air 3%. Hal ini dapat terjadi karena distribusi besar butir pasir pada kadar air 4% cenderung lebih
kecil daripada distribusi besar butir pasir kadar air 3%. Hal ini menyebabkan bidang kontak antar
butir besar sehingga permeabilitasnya kecil. Dan pada kadar bentonit 6% dengan kadar air 3%,
pada proses pemadatannya kurang sempurna sehingga permeabilitasnya besar.
2.4.2

Pengolahan Data dan Pembahasan Kekuatan

2.4.2.1 Data Hasil Pengujian


1. Kekuatan Tekan
Tabel 2.3 Data hasil pengujian kekuatan tekan basah
No
1
2
3

kekuatan
tekan
7.6
7.3
7.8
22.7
7.567

(x-x )

(x-x ) 2

0.033
-0.267
0.233

0.001
0.071
0.054
0.127
0.042

Tabel 2.4 Data hasil pengujian kekuatan tekan kering


No
1
2
3

kekuatan
tekan
9.2
8.3
9.8
27.3
9.100

(x-x )

(x-x ) 2

0.100
-0.800
0.700

0.010
0.640
0.490
1.140
0.380

2. Kekuatan Geser
Tabel 2.5 Data hasil pengujian kekuatan geser basah
No
1
2
3

kekuatan
geser
5.2
5.4
5.5

(x-x )

(x-x ) 2

-0.167
0.033
0.133

0.028
0.001
0.018

16.1
5.367

0.047
0.016

Tabel 2.6 Data hasil pengujian kekuatan geser kering


No
1
2
3

kekuatan
geser
5.8
6.3
6.7
18.8
6.267

(x-x )

(x-x ) 2

-0.467
0.033
0.433

0.218
0.001
0.188
0.407
0.136

3. Kekuatan Tarik
Tabel 2.7 Data hasil pengujian kekuatan tarik basah
No
1
2
3

kekuatan
tarik
0.8
0.6
0.8
2.2
0.733

(x-x )

(x-x ) 2

0.067
-0.133
0.067

0.004
0.018
0.004
0.027
0.009

Tabel 2.8 Data hasil pengujian kekuatan tarik kering


No
1
2
3

kekuatan
tarik
0.9
0.9
0.9
2.7
0.900

(x-x )

(x-x ) 2

0.000
0.000
0.000

0.000
0.000
0.000
0.000
0.000

2.4.2.2 Perhitungan Data Hasil Pengujian Kekuatan


1. Kekuatan tekan
a. Kekuatan tekan basah
Kekuatan rata-rata
x =

x 22,7
=
=7,57
n
3

Simpangan baku

X-X

n -1
=

0,127
=0,252
2

Simpangan baku rata-rata

0,252 =0,145
=
3
Kesalahan relatif
KR

KR=

0,145
7,57

KR = 0,02
5%
db = n 1
=31=2

; db 4.303
2

Interval

x t ; db

x x t ; db

7,57-[4,303.0,145]< x <7,57+[4,303.0,145]
6,95 < x < 8,19
b. Kekuatan tekan kering

Kekuatan rata-rata
x =

x 27,3
=
=9,1
n
3

Simpangan baku

X-X

n -1
=

1,14
=0,75
2

Simpangan baku rata-rata

0,75
=
=0,433
3
Kesalahan relatif
KR

KR=

0,433
9,1

KR = 0,05
5%
db = n 1
=31=2

; db 4.303
2

Interval

x t ; db

x x t ; db

9,1-[4,303.0,433]< x <9,1+[4,303.0,433]
7,24 < x < 10,96
Uji T
-

Tingkat kesalahan () = 5%

Derajat kebebasan (db) = (n1 + n2) 2 = 4

; db
2

t
-

Dari tabel uji t didapat,

Hipotesa :

4,303

1. Daerah terima, H0 = 1 = 2
2. Daerah tolak, H1 = 1 2
t hitung

t hitung =

x2

1 12 n 2 1 22 1 1
n 2
n 1
n1 n 2 2
(7,579,1)

[ ( 31 ) . ( 0,2522 ) +( 31 ) . ( 0,752 ) ] .[ 13 + 13 ]
3+32

thitung = -3.35

-2.776
Gambar 2.17 : uji T kekuatan
Sumber : Dokumentasi pribadi

2.776

Dari gambar 2.10 dapat diambil keputusan H1 tidak diterima karena nilai uji T terletak di
luar wilayah kritis (kurang dari -2,776) yang artinya terjadi perbedaan antara kekuatan tekan
tanpa perlakuan panas dengan kekuatan tekan dengan perlakuan panas.

2. Kekuatan geser
a. Kekuatan geser basah
Kekuatan rata-rata
x =

x 16.1
=
=5,37
n
3

Simpangan baku

X-X

n -1
=

0,047
=0,15
2

Simpangan baku rata-rata

0,15
=
=0,09
3
Kesalahan relatif
KR

KR=

0,09
5,37

KR = 0,17
5%
db = n 1
=31=2

; db 4.303
2

Interval

x t ; db

x x t ; db

5,37-[4,303.0,09]< x <5,37+[4,303.0,09]
4,98 < x < 5,76
b. Kekuatan geser kering
Kekuatan rata-rata
x =

x 18,8
=
=6,27
n
3

Simpangan baku

X-X

n -1
=

0,407
=0,45
2

Simpangan baku rata-rata

0,45 =0,26
=
3
Kesalahan relatif
KR

KR=

0,26
6,27

KR = 0,04
5%

db = n 1
=31=2

; db 4.303
2

Interval

x t ; db

x x t ; db

6,27-[4,303.0,26]< x <6,27+[4,303.0,26]
5.15 < x < 7,39
Uji T
Tingkat kesalahan () = 5%
Derajat kebebasan (db) = 4

; db
2

Dari tabel uji t didapat,

4.303

Hipotesa :
1. Daerah terima, H0 = 1 = 2
2. Daerah tolak, H1 = 1 2
t hitung

t hitung =

x2

1 12 n 2 1 22 1 1
n 2
n 1
n1 n 2 2
(5,376,27)

[ ( 31 ) . ( 0,152 ) +( 31 ) . ( 0,452 ) ] .[ 31 + 13 ]
3+32

thitung = -3,28
Dari gambar 2.10 dapat diambil keputusan H1 diterima karena nilai uji T terletak di
dalam wilayah kritis (lebih dari -2.776) yang artinya tidak ada perbedaan antara kekuatan
geser tanpa perlakuan panas dengan kekuatan geser dengan perlakuan panas.

3. Kekuatan tarik
a. Kekuatan tarik basah
Kekuatan rata-rata
x =

x 2,2
= =0,73
n
3

Simpangan baku

X-X

n -1
=

0,027
=0,12
2

Simpangan baku rata-rata

0,12 =0,07
=
3
Kesalahan relatif
KR

KR=

0,07
0,73

KR = 0,09
5%
db = n 1
=31=2

; db 4.303
2

Interval

x t ; db

x x t ; db

0,73-[4,303.0,07]< x <0,73+[4,303.0,07]
0,43 < x < 1,03
b. Kekuatan tarik kering
Kekuatan rata-rata
x =

x 2,7
=
=0,9
n
3

Simpangan baku

X-X

n -1
=

0
=0
2

Simpangan baku rata-rata

0 =0
=
3
Kesalahan relatif
KR

KR=

0
0,9

KR = 0
5%
db = n 1
=31=2

; db 4.303
2

Interval

x t ; db

x x

; db
2

0,9-[4,303.0]< x <0,9+[4,303.0]
0,9 < x < 0,9
Uji T
Tingkat kesalahan () = 5%
Derajat kebebasan (db) = 4

; db
2

Dari tabel uji t didapat,

4.303

Hipotesa :
1. Daerah terima, H0 = 1 = 2
2. Daerah tolak, H1 = 1 2
t hitung

t hitung =

x
1

x2

1 12 n 2 1 22 1 1
n 2
n 1
n1 n 2 2
(0,730,9)

[ ( 31 ) . ( 0,122 ) +( 31 ) . ( 02 ) ] .[ 13 + 13 ]
3+32

thitung = -2,46
Dari gambar 2.10 dapat diambil keputusan H0 diterima karena nilai uji T terletak di
dalam wilayah terima yang artinya tidak terdapat perbedaan antara kekuatan tarik tanpa
perlakuan panas dengan kekuatan tarik dengan perlakuan panas.

2.4.2.3 Pembahasan Kekuatan Data Kelompok


1. Kekuatan Tekan
a. Kekuatan Tekan Basah
Pada dasar teori telah dibahas bahwa standar kekuatan tekan basah adalah 3,447
N
cm2

N
- 15,168 cm2 . Sedangkan pada hasil pengujian kekuatan tekan basah rata-rata

N
adalah 7,567 cm2 .Dari hasil pengujian kekuatan tekan basah yang didapat telah
sesusai.
b. Kekuatan Tekan Kering
Pada dasar teori telah dibahas bahwa standar kekuatan tekan kering adalah 15,168
N
cm2

N
- 172,37 cm2 . Sedangkan pada hasil pengujian, kekuatan tekan kering rata-

N
rata adalah 9,1 cm2 . Dari hasil pengujian kekuatan tekan basah yang didapat tidak
sesuai dengan dasar teori.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh distribusi besar butir pasir yang kurang tepat.
Distribusi besar butir yang homogen dan sebagian besar berukuran besar menyebabkan
bidang kontak antar butir semakin kecil sehingga kekuatannya juga kecil.
2.

Kekuatan Geser
Pengaruh kadar air dan kadar bentonite pada pasir cetak adalah ketika telah berikatan
dengan pasir halus menghasilkan kekuatan sesuai standar. Standar untuk kekuatan geser

pasir cetak adalah 1,034

N
cm2

- 4,826

N
cm2 . Hasil pengujian untuk kekuatan geser

N
basah rata-rata adalah 5,367 cm2

dan untuk kekuatan geser kering rata-rata adalah 6,267

N
cm2 . Dari hasil pengujian kekuatan geser yang didapat tidak sesuai dengan dasar teori.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh distribusi besar butir pasir yang kurang tepat.
Distribusi besar butir yang homogen dan sebagian besar berukuran kecil menyebabkan
bidang kontak antar butir semakin besar sehingga kekuatannya juga besar.
3.

Kekuatan Tarik
N
Standar untuk kekuatan tarik adalah 0,689 cm2
N
untuk kekuatan tarik basah rata-rata adalah 2,2 cm2

N
- 4,136 cm2 . Hasil pengujian

dan untuk kekuatan tarik kering rata-

N
rata adalah 2,7 cm2 . Dari hasil pengujian kekuatan tarik yang didapat telah sesuai dengan
dasar teori
Namun pada uji statistic, dihasilkan tidak terdapat perbedaan antara spesimen dengan
perlakuan panas dan specimen tanpa perlakuan panas. Hal ini dapat dikarenakan spesimen
dengan perlakuan panas, panasnya kurang meresap ke dalam cetakan pasir. Sehingga pasir
yang terdapat di bagian paling dalam tidak kering secara sempurna.
2.4.3.4 Grafik Kekuatan Tekan Basah Data Antar Kelompok
Tabel 2.9: Data Pengujian Kekuatan Basah Antar Kelompok
Kadar Air
Kadar Pengikat Kekuatan Tekan Basah
Kelompok
(%)
(%)
N
2
cm

( )

8
7
16

3%
4%
5%

6%
6%
6%

4.2
5.83
6.15

10
5
3
15
12

6%
3%
4%
5%
6%

6%
8%
8%
8%
8%

6.53
7.5
6.76
7.26
7.57

8
7
6
5
Kekuatan Tekan Basah (N/cm2) 4
3
Kadar Bentonit 6%
Kadar Bentonit 8%
2
1
0
3%3%4%4%5%5%6%6%7%

Kadar Air (%)

Gambar 2.18 : Grafik Pengaruh Kadar Air Terhadap Kekuatan Tekan Basah Pasir Cetak
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa kecenderungan kekuatan tekan basah pasir cetak
dengan kadar bentonite 8 % lebih besar dari kekuatan tekan basah pasair cetak 6 %. Hal ini
sudah sesuai dengan dasar teori bahwa semakin besar kadar bentonite maka kekuatan tekan
basahnya semakin besar pula. Dari grafik kadar bentonite 6 % dan 8 % dapat dilihat
kecenderungan yang semakin naik pada kekuatan tekan basahnya saat kadar airnya bertambah.
Hal ini menyimpang dari dasar teori bahwa semakin besar kadar air maka kekuatan tekan
basahnya akan semakin naik sampai kadar air sekitar 4 % kemudian turun seiring bertambahnya
kadar air.
Saat kadar bentonit 8% dan kadar air 3% hingga 4%, kekuatan tekan basahnya cenderung
menurun dan hal ini tidak sesuai dengan dasar teori.Hal ini disebabkan karena distribusi besar
butir pasir yang cenderung berukuran besar. Hal ini menyebabkan gaya tarik antar pasir semakin
kecil, dan kekuatan tekan basahnya menurun. Selain itu, setelah kadar air 4% hingga 6%,
kekuatan tekan basahnya cenderung meningkat dan hal ini tidak sesuai dengan dasar teori.
Begitu juga dengan kadar bentonit 6% saat kadar air 4% hingga 6%, kekuatan tekan basahnya
cenderung meningkat dan hal ini tidak sesuai dengan dasar teori. Penyimpangan ini
kemungkinan disebabkan oleh distribusi besar butir pasir yang kurang tepat. Distribusi besar

butir yang homogen dan sebagian besar berukuran kecil menyebabkan bidang kontak antar butir
semakin besar sehingga kekuatannya juga besar.
Tabel 2.10: Data Pengujian Kekuatan Basah Antar Kelompok
Kadar Air
Kadar Pengikat Kekuatan Tekan Kering
Kelompok
(%)
(%)
N
cm2

( )

8
7
16
10
5
3
15
12

3%
4%
5%
6%
3%
4%
5%
6%

6%
6%
6%
6%
8%
8%
8%
8%

5.4
8.36
9.8
9.9
9.33
10.23
10.53
9.1

12
10
8

Kekuatan Tekan Kering (N/cm2)


Kadar Bentonit 6%

6
4

Kadar Bentonit 8%

2
0
2% 3% 4% 5% 6% 7%

Kadar Air (%)

Gambar 2.19 : Grafik Pengaruh Kadar Air Terhadap Kekuatan Tekan Kering Pasir Cetak
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa kecenderungan kekuatan tekan basah pasir cetak
dengan kadar bentonite 8 % lebih besar dari kekuatan tekan kering pasir cetak 6 %. Hal ini sudah
sesuai dengan dasar teori bahwa semakin besar kadar bentonite maka kekuatan tekan keringnya
semakin besar pula. Namun pada kadar bentonit 8% dengan kadar air 5% hingga 6 % dan pada
kadar bentonit 6% dengan kadar air 5% hingga 6 % cenderung menurun. Hal ini tidak sesuai
dengan dasar teori. Hal ini dapat terjadi karena distribusi besar butir pasir pada kadar air 6%

sebagian besar berukuran besar. Hal ini menyebabkan bidang kontak antar butir kecil sehingga
kekuatan tekan keringnya kecil.
2.5 Kesimpulan dan Saran
2.5.1

Kesimpulan
1. Karakteristik pasir cetak dapat diketahui melalui pengujian permeabilitas dan kekuatan.
2. Kadar air, kadar bentonit, proses penumbukan, distribusi besar pasir cetak dan proses
penguapan air pada pasir cetak sangat mempengaruhi karakteristik pasir cetak.
3. Dari hasil pengujian pasir cetak dengan kadar air 6% dan kadar pengikat 8% memiliki nilai
permeabilitas 210 cm3/menit. Hal ini menyimpang karena secara teori seharusnya
permeabilitasnya sekitar 39.19 cm3/menit. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara
lain:
Bentuk dan dimensi butir
Pemadatan
Distribusi besar butir pasir cetak

4. Dari hasil pengujian pasir cetak dengan kadar air 6% dan kadar bentonit 8% didapatkan nilai
a. Kekuatan tekan basah 7.57 N/cm2 dan kekuatan tekan kering 9.1 N/cm2.
b. Kekuatan geser basah 5.37 N/cm2 dan kekuatan geser kering 6.27 N/cm2.
c. Kekuatan tarik basah 0,73 N/cm2 dan kekuatan tarik kering 0,9 N/cm2.
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan pasir cetak, antara lain:
Kadar Air
Kadar Pengikat
Bentuk dan dimensi butir
Pemadatan
Distribusi besar butir pasir cetak

2.5.2

Saran
1. Diharapkan asisten dan praktikan tepat waktu, agar waktu untuk asistensi tidak terbuang siasia dan bisa di maksimalkan.
2. Peralatan pengujian yang rusak dapat diperbaiki atau diganti.

3. Praktikan sering melakukan asistensi agar mencegah acc yang melampaui batas waktu
deadline.