Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelayanan publik yang menjadi fokus studi disiplin ilmu Administrasi
Negara di Indonesia, masih menjadi persoalan yang perlu memperoleh perhatian
dan penyelesaian yang komprehensif. Hipotesis seperti itu secara kualitatif
misalnya dapat dengan mudah dibuktikan di mana berbagai tuntutan pelayanan
publik sebagai tanda ketidakpuasan mereka sehari-hati banyak kita lihat. Harus
diakui, bahwa pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada rakyat terus
mengalami pembaruan, baik dari sisi paradigma maupun format pelayanan seiring
dengan meningkatnya tuntutan masyarakat dan perubahan di dalam pemerintah itu
sendiri. Meskipun demikian, pembaruan dilihat dari kedua sisi tersebut belumlah
memuaskan, bahkan masyarakat masih diposisikan sebagai pihak yang tidak
berdaya dan termarginalisasikan dalam kerangka pelayanan. 1
Pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefenisikan sebagai segala
bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publikyang
pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh instansi
pemerintah di Pusat, di Daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara
atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan

Prof. Dr. Lijan Poltak Sinambela, dkk., Reformasi Pelayanan publik, (Jakarta : PT. Bumi Aksara,
2006), Hal.3

Universitas Sumatera Utara

masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundangundangan. 2


Dikeluarkannya UU Pemerintah Daerah No.22 Tahun 1999 yang
kemudian direvisi dengan UU No. 32 Tahun 2004, pemerintah daerah secara terus
menerus meningkatkan pelayanan publik. Seiring dengan hal itu tuntutan
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas terus meningkat dari
waktu ke waktu. Tuntutan tersebut semakin berkembang seirama dengan
tumbuhnya kesadaran bahwa warga Negara memiliki hak untuk dilayani dan
kewajiban pemerintah daerah untuk dapat memberikan pelayanan. Tantangan
yang dihadapi dalam pelayanan publik adalah bukan hanya menciptakan sebuah
pelayanan yang efisien, namun juga bagaimana pelayanan juga dapat dilakukan
dengan tanpa membeda-bedakan status dari masyarakat yang dilayani, atau
dengan kata lain bagaimana menciptakan pelayanan yang adil dan demokratis. 3
Undang-undang Pelayanan Publik (secara resmi bernama Undang-undang
Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik) adalah Undang-undang yang
mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik yang merupakan
efektifitas fungsi-fungsi pemerintahan itu sendiri.
Undang-undang berasaskan pada kepentingan umum, adanya kepastian
hukum, adanya kesamaan hak, adanya keseimbangan hak dan kewajiban,
keprofesionalan, partisipatif, persamaan dalam perlakuan/tidak diskriminatif,
keterbukaan, akuntabilitas, fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan,
ketepatan waktu dan kecepatan, kemudahan dan keterjangkauan dan bertujuan

Id.wikipedia.org/wiki/Pelayanan_Publik diakses 16/12/13


Dadang Juliantara, Peningkatan Kapasitas Pemetintah Daerah Dalam Pelayanan Publik,
(Yogyakarta : PEMBARUAN, 2005), Hal 1

Universitas Sumatera Utara

agar batasan dan hubungan yang jelas tentang hak, tanggung jawab, kewajiban,
dan kewenangan seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan
publik, menjalankan system penyelenggaraan pelayanan publik yang layak sesuai
dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik dalam
penyelenggaraan pelayanan publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan
dan memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat dalam
mendapatkan penyelengaraan pelayanan publik. 4
Di Indonesia,upaya memperbaiki pelayanan sebenarnya juga telah sejak
lama dilaksanakan oleh pemerintah, antara lain melalui inpres No. 5 Tahun 1984
tentang pedoman Penyederhanaan dan Pengendalian Perjanjian di Bidang Usaha.
Upaya ini dilanjutkan dengan Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara No. 81/1993 tentang Pedoman Tatalaksana Pelayanan Umum.
Untuk lebih mendorong komitmen aparatur pemerintah terhadap peningkatan
mutu pelayanan, maka telah diterbitkan pula Inpres No. 1 Tahun 1995 tentang
Perbaikan dan Peningkatan Mutu Pelayanan Aparatur Pemerintah Kepada
Masyarakat.Selanjutnya

telah

diterbitkan

pula

Keputusan

Menpan

No.

63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan


Publik.Pada perkembangan terakhir maka dikeluarkannya Undang-undang Nomor
29 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
hal yang mendasar dari undang-undang pelayanan publik tersebut adalah
untuk memberikan perbaikan terhadap pelayanan publik kepada masyarakat.

Id.wikipedia.org/wiki/Undang_Undang_Pelayanan_Publik diakses 16/12/13

Universitas Sumatera Utara

Dilihat dari sisi pola penyelenggaraannya, pelayanan publik masih


memiliki berbagai kelemahan antara lain:
1. Kurang responsif. Kondisi ini terjadi pada hampir semua tingkatan
unsure pelayanan, mulai pada tingkatan petugas pelayanan (front
line) sampai dengan tingkatan penanggungjawab instansi. Respon
terhadap berbagai keluhan, aspirasi, maupun harapan masyarakat
seringkali lambat atau bahkan diabaikan sama sekali.
2. Kurang

informatif.

Berbagai

informasi

yang

seharusnya

disampaikan kepada masyarakat, lambat atau bahkan tidak sampai


kepada masyarakat.
3. Kurang accessible. Berbagai unit pelaksana pelayanan

terletak

jauh dari jangkauan masyarakat, sehingga menyulitkan bagi


mereka yang memerlukan pelayanan tersebut.
4. Kurang koordinasi. Berbagai unit pelayanan yang terkait satu
dengan lainnya sangat kurang berkoordinasi. Akibaynya, sering
terjadi tumpang tindih ataupun pertentangan kebijakan antara satu
instansi pelayanan dengan instansi pelayanan lain yang terkait.
5. Birokratis. Pelayanan (khususnya pelayanan perijinan) pada
umumnya dilakukan dengan melalui proses yang terdiri dari
berbagai level, sehingga menyebabkan penyelesaian pelayanan
yang terlalu lama.
6. Kurang mau mendengar keluhan/saran/aspirasi masyarakat. Pada
umumnya aparat pelayanan kurang memiliki kemauan untuk
mendengar keluhan/saran/aspirasi dari masyarakat. Akibatnya,

Universitas Sumatera Utara

pelayanan dilaksanakan dengan apa adanya, tanpa perbaikan dari


waktu ke waktu
Salah satu upaya untuk dapat meningkatkan pelayanan public ialah
dengan cara peningkatan kualitas aparatur pemerintah serta keprofesionalan
aparatur pemerintah ialah merupakan salah satu strategi untuk dapat menciptakan
pelayanan publik yang baik terhadap masyarakat, selain itu upaya lain yang perlu
diperhatikan untuk meningkatkan pelayanan publik adalah dengan meningkatkan
fasilitas yang dapat menunjang kualitas pelayanan publik tersebut, karena jika
tidak didukung dengan fasilitas yang lengkap maka akan dapat menghambat
proses penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat. Menciptakan
kebijakan pelayanan publik yang tidak terlalu rumit dan berbelit-belit juga dapat
menjadi faktor untuk dapat

memaksimalkan pelayanan publik terhadap

masyarakat. Diharapkan dengan kebijakan-kebijakan tersebut akan dapat


mendorong terciptanya kualitas pelayanan yang efektif, efesien, dan akuntabel.
Belum optimalnya pelayanan publik dalam melayani mayarakat di
beberapa daerah di Indonesia diberbagai bidang, termasuk instansi pemerintahan
menyebabkan belum dapat terselenggaranya pelayanan publik dengan maksimal,
untuk itu dalam tulisan ini akan membahas bagaimana peran pemerintah dalam
hal ini pemerintah kecamatan yang ditinjau dari pemerintah kecamatan medan
timur dalam upaya meningkatkan pelayanan publik.
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik memilih judul
mengenai Upaya Pemerintah Kecamatan Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik
Ditinjau Dari Hukum Administrasi Negara (Studi Kecamatan Medan Timur).

Universitas Sumatera Utara

B. Perumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini
adalah sebagai berikut :
1. Apa saja yang menjadi dasar hukum pelayanan publik?
2. Siapa Saja Petugas yang berwenang dalam penyelenggaraan pelayanan
publik di pemerintah kecamatan?
3. Apa saja yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan pelayanan publik
dikecamatan Medan Timur dan Bagaimana upaya pemerintah
kecamatan Medan Timur dalam meningkatkan pelayanan publik?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian


1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
a. Untuk dapat mengetahui petugas yang berwenang dalam
Pelaksanaan Pelayanan publik di Kecamatan Medan Timur.
b. Untuk dapat mengetahui pelaksanaan pelayanan publik di
Kecamatan Medan Timur.
c. Untuk dapat mengetahui upaya peningkatan pelayanan publik di
pemerintah Kecamatan Medan Timur.

2. Manfaat Penelitian
a.

Manfaat Teoritis

Universitas Sumatera Utara

Manfaat teoritis dari hasil penelitian ini agar dapat memberikan


sumbangan akademis bagi perkembangan ilmu hukum pada umumnya, dan
Hukum Administrasi Negara pada khususnya.
b.

Manfaat Praktis
Manfaat praktis hasil penelitian ini diharapkan mampu memberian

sumbangan pemikiran dalam upaya meningkatkan pelayanan publik serta untuk


meningkatkan kualitas kerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan
publik.

D. Keaslian Penulisan
Sebagai suatu karya tulis ilmiah yang dibuat untuk memenuhi syarat
memperoleh gelar sarjana, maka skripsi ini ditulis dengan berdasarkan buah
pemikiran yang benar-benar asli tanpa melakukan tindak peniruan, sehingga karya
tulis ilmiah ini dapat dikategorikan penelitian yang baru dan keasliannya dapat
dipertanggung jawabkan.

E. Tinjauan Kepustakaan
Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan judul yaitu
Upaya Pemerintah Kecamatan Dalam Meningkatkan pelayanan Publik Ditinjau
Dari Hukum Administrasi Negara (Studi Kecamatan Medan Timur).
Sebelum melanjutkan penulisan, terlebih dahulu memberikan beberapa
penjelasan-penjelasan dan pengertian secara umum mengenai judul skripsi ini
1. Upaya didalam tulisan ini mempunyai arti Usaha (untuk mencapai
suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar).

Universitas Sumatera Utara

2. Pemerintah Kecamatan adalah pembagian wilayah administratif di


Indonesia di bawah kabupaten atau kota. Kecamatan terdiri atas desadesa atau kelurahan-kelurahan. Kedudukan kecamatan merupakan
perangkat

daerah

kabupaten/kota

sebagai

pelaksana

teknis

kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin


oleh camat.
3. Camat merupakan pemimpin kecamatan sebagai perangkat daerah
kabupaten atau kota. Camat berkedudukan sebagai koordinator
penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan, berada dibawah
dan bertanggung jawab kepada bupati/walikota melalui sekretaris
daerah kabupaten atau kota. Camat diangkat oleh bupati atau walikota
atas usul sekretaris daerah kabupaten atau kota terhadap Pegawai
Negeri Sipil yang memenuhi syarat.
4. Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas
barang, jasa, dan pelayanan administrative yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik.
5. Organisasi Penyelenggara Pelayanan Publik adalah satuan kerja
penyelenggara pelayanan publik yang berada di lingkungan institusi
penyelenggara Negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk
berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan
badan hokum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan
pelayanan publik.

Universitas Sumatera Utara

6. Penyelenggara

Pelayanan

Publik

adalah

setiap

institusi

penyelenggara Negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk


berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan
badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan
pelayanan publik.
7. Standar Pelayananadalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas
pelayanan sebagai kewajiban dan janji penyelenggara kepada
masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah,
terjangkau, dan terukur
8. Pengertian Administrasi yaitu:
1. Sebagai aparatur Negara, aparatur pemerintah, atau instansi politik
(kenegaraan) artinya meliputi organ yang berada di bawah
pemerintah, mulai dari Presiden, Menteri(termasuk Sekjen, Irjen,
Gubernur, Bupati, dan sebagainya) pokoknya semua organ yang
menjalankan administrsi Negara;
2. Sebagai fungsi atau sebagai aktifitas yaitu sebagai kegiatan
pemerintahan artinya sebagai kegiatan mengurus kepentingan
Negara;
3. Sebagai proses teknis penyelenggaraan Undang-Undang meliputi
tindakan aparatur Negara dalam menjalankan Undang-Undang. 5

Marbun, S.F. Pokok-Pokok Hukum Administrasi Negara. Liberty. Yogyakarta. 2001, Hal.8

Universitas Sumatera Utara

9. Otonomi Daerah adalah hak atau wewenang dan kewajiban daerah


untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan rumah tangganya sesuai
dengan peraturan perundangan yang berlaku.

F. Metode Penelitian
Adapun metode penulisan yang digunakan penulis adalah dengan cara:
a. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian hukum Normatif, karena penelitian
yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder
dapat dinamakan penelitian hukum normatif atau penelitian hukum
kepustakaan. 6
b. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara;
1. Penelitian kepustakaan ( Library research )
Dalam hal ini penulis melakukan penelitian melalui buku-buku,
peraturan-peraturan dan bahan-bahan lainnya yang berhubungan
dengan materi yang dibahas dalam skripsi ini.
2. Penelitian Lapangan ( Field Research )
Penulis langsung mengadakan penelitian kelapangan yaitu dengan cara
mengadakan penelitian ke pemerintah kecamatan Medan Timur
dengan mengadakan wawancara sejumlah pertanyaan dan memperoleh
oleh kemudiandata langsung yang berhubungan dengandata skripsi,
6

Soerjono Soekanto dan sri Mamuji, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta,
Raja Grafindo Persada:2003 hal 14

Universitas Sumatera Utara

penulis langsung meneliti pada objek penelitian dan berusaha


mendapatkan data yang bersifat objektif dengan cara;
a. Observasi; yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa mengajukan
pertanyaan dan pencatatan tidak tergantung kepada responden,
untuk memperoleh informasi serta gambaran empirik tentang
data-data yang diperlukan dengan mengadakan pengamatan
langsung pada objek penelitian.
b. Wawancara; yaitu pengumpulan data dengan cara wawancara
dengan meminta keterangan melalui pertanyaan yang telah
disiapkan penulis kepada staf yang bersangkutan. 7
c. Pencatatan; yaitu pengumpulan data dengan cara mengutip data
dari staf yang terkait denganpenelitian ini.
c. Analisis Data
Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis kuantitatif
yaitu data yang dipeeroleh kemudian disusun secara sistematis serta
dianalisis secara kualitatif untuk dapat mencapai kejelasan masalah yang
akan dibahas dan hasilnya dituangkan dalam bentuk skripsi.

G. Sistematika Penulisan
Dalam skripsi yang berjudul Upaya Pemerintah

Kecamatan Dalam

Meningkatkan Pelayanan Publik Ditinjau Dari Hukum Administrasi Negara (Studi


Kecamatan Medan Timur), sistematika nya sebagai berikut:

Soekanto Soerjono dan Sri Mamudji. 2007. penelitian Hukum Normatif. Jakarta : Raja
Grafindo Persada

Universitas Sumatera Utara

BAB I

PENDAHULUAN
Berisikan Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan dan
Manfaat Penelitian, Keaslian Penulisan, Tinjauan Kepustakaan,
metode Penelitian dan Sistematika Penulisan.

BAB II

TINJAUAN UMUM TENTANG PELAYANAN PUBLIK


Pada bab ini akan membahas mengenai pengertian pelayanan
publik, pedoman pelayana publik, standar pelayana hukunar publik
serta dasar hukum pelayanan publik.

BAB III

GAMBARAN UMUM TENTANG KECAMATAM MEDAN


TIMUR
Pada bab ini membahas mengenai, Kecamatan Medan Timur, lalu
struktur Kecamatan Medan Timur, selanjutnya mengenai petugas
yang berwenang melakukan Pelayanan Publik di Kecamatan
Medan Timur, dan Jenis-jenis Pelayanan Publik di Kecamatan
Medan Timur.

BAB IV

UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI


PEMERINTAHAN KECAMATAN MEDAN TIMUR
Pada bab ini akan membahas mengenai upaya pemerintah
kecamatan dalam meningkatkan pelayanan publik berdasarkan
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik,
tugas dan wewenang pemerintah kecamatan dalam pelaksanaan
pelayanan publik berdasarkan PP No.19 tahun 2008, Hambatan
yang ada dalam Pelaksanaan Pelayanan Publik di

Kecamatan

Universitas Sumatera Utara

Medan Timur &Upaya Pemerintah Kecamatan

Medan Timur

Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik serta Strategi


Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


Sebagai penutup, Bab ini berisi tentang kesimpulan yang diperoleh
dari hasil penelitian dan saran sebagai rekomendasi yang berkaitan
dengan penelitian ini

Universitas Sumatera Utara