Anda di halaman 1dari 4

BAB 3

PEMBAHASAN

3.1 Hubungan Pancasila dengan Kedokteran Gigi dan Etika


Pancasila sebagai sumber nilai dan pedoman hidup bangsa adalah dengan menjadikan nilai
dasar Pancasila sebagai acuan dan pedoman dalam menjalani profesi menjadi seorang
dokter. Oleh karena itu, nilai Pancasila juga dapat diterapkan dalam memberikan
pelayanan kedokteran. Nilai - nilai tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai pedoman
atau acuan dalam bersikap dan bertingkah laku dalam profesi dan memberikan pelayanan
kesehatan kepada pasien. Nilai-nilai tersebut adalah

3.1.1 Setiap dokter harus memberikan pelayanan yang terbaik dan professional yang sesuai
dengan sila sila Pancasila.
Seorang dokter dikatakan professional apabila dalam melakukan
pekerjaannya sebagai seorang dokter, pelayanannya diakui oleh masyarakat sekitarnya
dan dia bisa hidup dari profesi kedokterannya tersebut. Untuk dapat memberikan
pelayanan yang terbaik dan professional ini seorang dokter membutuhkan pedoman
yang bisa dijadikan acuan untuk menjalankan pelayanan kedokteran yang menjadi
profesinya tersebut, dan pedoman yang bisa digunakan adalah Pancasila yang telah
dijadikan pedoman dan pandangan hidup bangsa oleh bangsa Indonesia yang nilai
nilai luhurnya juga diterapkan dalam kode etik kedokteran Indonesia.
Berikut adalah contoh pengamalan sila sila Pancasila dalam memberikan
pelayanan kedokteran kepada pasien, antara lain adalah :
o Sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
Perwujudan daripada Ketuhanan Yang Maha Esa berupa sikap dan pandangan
hidup, taat dan takzim kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan dibimbing oleh
ajaran ajarannya, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
o Sila kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Wujud daripada Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah seorang dokter harus
mengakui dan memperlakukan pasien sesuai dengan harkat dan martabatnya
sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Dalam hal ini, seorang dokter harus

memenuhi hak dan kewajibannya sebagai dokter serta harus mematuhi etik
kedokteran.
Selain itu seorang dokter harus mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban
asasi tiap pasien tanpa membedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis
kelamin, kedudukan social, warna kulit dan sebagainya.
o Sila ketiga : Persatuan Indonesia
Perwujudan dari Persatuan Indonesia adalah dengan mengutamakan kepentingan
dan keselamatan pasien dari pada kepentingan pribadi, dan mengembangkan
kerjasama sebagai tim dalam pemberian pelayanan kedokteran kepada para pasien
di rumah sakit. Tim ini dapat berupa dokter, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan
lainnya.
o Sila keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan
Wujud dari pengamalan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan Perwakilan adalah seorang dokter tidak boleh
memaksakan kehendak kepada pasiennya, dan menghargai serta menjunjung
tinggi setiap hasil keputusan dan kesepakatan.
o Sila kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Perwujudan dari Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia adalah seorang
dokter harus mengembangkan sikap adil terhadap semua pasiennya, menghormati
hak setiap orang, suka bekerja keras, meratakan kemajuan dan mendukung
keadilan social.

3.1.2Setiap dokter harus senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang sesuai dengan
standar profesi yang tertinggi berdasarkan ilmu keterampilan yang dimilikinya.
Yang dimaksud dengan ukuran tertinggi dalam melakukan profesi kedokteran
adalah yang sesuai dengan ilmu kedokteran mutakhir, sarana yang tersedia, etika
kedokteran, hukum dan agama.Ilmu kedokteran yang menyangkut segala pengetahuan
dan ketrampilan yang telah diajarkan dan dimiliki harus dipelihara dan dipupuk,
sesuai dengan fitrah dan kemampuan dokter tersebut. Etika umum dan etika
kedokteran harus diamalkan dalam melaksanakan profesi secara tulus ikhlas, jujur dan

rasa cinta terhadap sesama manusia, serta penampilan tingkah laku, tutur kata dan
berbagai sifat lain yang terpuji, seimbang dengan martabat jabatan dokter.
Dokter mempunyai tanggung jawab yang besar, bukan saja terhadap manusia
lain dan hukum, tetapi terpenting adalah terhadap keinsyafan bathinnya sendiri, dan
akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pasien dan keluarganya akan menerima hasil
usaha dari seorang dokter, jika ia percaya akan keahlian dan keterampilan dokter itu
dan kesungguhannya, sehingga mereka tidak menjadi masalah bila usaha
penyembuhan yang dilakukan gagal. Dengan demikian agar kegagalan dalam proses
penyembuhan bisa diperkecil seorang dokter dalam melakukan pelayanannya harus
dengan ilmu dan keterampilannya yang sebaik baiknya.

3.1.3 Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter harus selalu menjaga
hubungan baik antara dokter dengan pasiennya
Seluruh Kode Etik Kedokteran Indonesia mengemukakan betapa luhur
pekerjaan profesi seorang dokter. Meskipun dalam melaksanakan pekerjaannya dokter
memperoleh imbalan, namun hal ini tidak dapat disamakan dengan usaha penjualan
jasa lainnya.Pelaksanaan profesi kedokteran tidak ditujukan untuk memperoleh
keuntungan pribadi, tetapi lebih didasari sikap perikemanusiaan dan mengutamakan
kepentingan pasien. Oleh karena itu, demi kelancaran dalam proses pemberian
pelayanan kedokteran kepada setiap pasiennya diperlukan suatu hubungan yang baik
antara dokter dengan pasiennya. Sehingga menjaga hubungan baik dengan pasiennya
mutlak diperlukan oleh setiap dokter.

3.1.4 Setiap Dokter harus menghindarkan dirinya dari sikap dan perbuatan yang tidak
sesuai dengan sila sila Pancasila.
Seorang dokter harus sadar bahwa pengetahuan dan ketrampilan profesi yang
dimilikinya adalah karena karunia dan kemurahan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh
karena itu sebagai warga Negara Indonesia yang baik sikap dan perbuatan perbuatan
yang tidak sesuai dengan Pancasila harus dihindari. Untuk itu, hal - hal yang harus
benar-benar di perhatikan oleh seorang dokter adalah :

o Mempergunakan gelar kesarjanaan yang dimiliki menurut undang-undang, dan


sesuai dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia dan perundang-undangan yang
berdasarkan sila sila Pancasila.
o Tidak dibenarkan seorang dokter membedakan pasien pasiennya,bersikap acuh
dan menelantarkan pasiennya yang kurang mampu dan hanya memberikan
pelayanan yang terbaik kepada pasien yang kaya.
o Seorang dokter harus memiliki kepedulian dan rasa kemanusiaan yang tinggi serta
harus bijak dan adil serta menghargai pendapat orang lain dalam setiap
pengambilan keputusan.
o Mengamalkan sila sila Pancasila dalam kehidupan sehari hari dan dalam
memberikan pelayanan kedokteran.

SUMBER :
Gunawan, dr, 1991. Memahami Etika Kedokteran. Kanisius: Yogyakarta.
Komalawati, D Veronica, SH, M.H., 1989. Hukum dan Etika dalam Praktek Dokter.
Taher, Tarmizi, M.D., 2003. Medical Ethics. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Tajudin, S. 2009. Pengamalan Pancasila dalam Kedokteran Gigi. Di unduh
dari :http://www.scribd.com/doc/24745087/Pengamalan-Pancasila-Dalam-Kedokteran-Gigi