Anda di halaman 1dari 5

PENJELASAN:

1. Masalah mengenai

hakekat dari

hidup

manusia (HK)a) Hidup itu

buruk.

Hidup itu ditanggapi oleh manusia sebagai hal yang buruk jika manusia tersebut mengalami
kesulitan atau kegagalan dalam hidupnya dan berpendapat bahwa hidup itu negatif atau buruk.
Dan menganggap kalau setiap yang baru lahir itu akan mengalami kesulitan atau hal buruk.
Sebagai contoh, di Amerika terdapat suku Indian yang berpaham bahwa setiap bayi yang lahir itu
adalah suatu kesialan atau buruk ( negatif ). Dan jika ada orang yang mati, itu merupakan suatu
hal yang menggembirakan. Itu terjadi karena mereka berpendapat bahwa bayi yang lahir tersebut
nantinya hanya akan mendapat kesulitan dan kesengsaraan dalam menjalani hidup di dunia. Dan
mereka berpendapat bahwa yang mati itu akan bahagia hidup di alam sana karena telah bebas
dari masalah masalah yang ada dalam hidup. Sehingga ketika ada bayi lahir mereka
menyambutnya seperti pemakaman, sedangkan ketika ada kematian mereka merayakannya
seperti pesta.
b) Hidup itu baik.
Hidup itu sebagai suatu hal yang baik jika kita beranggapan kalau hidup itu merupakan suatu
anugrah dari Tuhan dan merupakan hal yang berdampak positif bagi kita. Misalnya, seorang
yang sukses di dunia pasti akan beranggapan bahwa hidup di dunia itu merupakan hal yang
positif dan merupakan anugrah dari Tuhan karena bisa menikmati hidup dan sukses di dunia.

c) Hidup itu buruk tetapi manusia wajib berikhtiar supaya hidup itu menjadi baik.
Sebagai contoh, seorang yang kurang mampu dan serba kekurangan, pasti akan beranggapan
bahwa hidup itu buruk karena banyak mengalami kesulitan. Namun, orang yang beragama alim
ulama pasti beranggapan bahwa hidup memang buruk tetapi akan menjadi lebih baik jika kita
berikhtiar supaya hidup berubah menjadi lebih baik. Sehingga, untuk mencapai suatu hidup yang
lebih baik itu, manusia patutnya berikhtiarlah agar mendapat kesuksesan dan kemudahan dalam
hidup. Sehingga hidupnya menjadi lebih baik.

2. Masalah mengenai hakekat dari karya manusia (MK)a) Karya itu untuk nafkah hidup.
Sebagai contoh, seorang pencipta lagu ( Misal : Dewiq ) yang membuat berbagai lagu untuk
penyanyi lain. Orang lain pasti menganggap bahwa karya hasil ciptaannya yang berupa lagu
untuk penyanyi baru adalah untuk membuat tenar penyanyi tersebut. Namun, sebenarnya disisi
lain Dewiq beranggapan bahwa karyanya itu dibuat untuk orang lain adalah agar mendapat
royalti atau pendapatan dari penyanyi baru tersebut atau Produsen Musik seperti EMI, Aquarius,
NagaSwara, dsb. Jadi, sebuah karya itu diciptakan untuk menafkahi hidup sang pembuat karya
tersebut.
b)

Karya

itu

untuk

kedudukan,kehormatan,

dan

sebagainya.

Sebagai contoh adalah Bill Gates. Ia membuat sebuah karya berupa Operating System yang
diproduksi Perusahaannya yaitu Microsoft. Ia membuat karya tersebut awalnya bukan karena
ingin menjadi orang yang nantinya bakal kaya raya. Namun, ia membuat karyanya agar
mendapat penghargaan atau kehormatan atas karyanya yang mampu memperlancar segala
kegiatan IT dan memotivasi orang lain untuk berkarya kreatif seperti dirinya, sehingga ia mampu
menjadi Presiden Microsoft. Jadi, karya di sini dianggap sebagai alat untuk mendapat
kehormatan atau kedudukan yang lebih tinggi.
c)

Karya

itu

untuk

menambah

karya.

Contohnya yaitu seorang penyair atau pembuat puisi. Mereka membuat puisi itu selain untuk
berkarya, juga untuk menambah karya karyanya yang dulu sudah ada agar bertambah banyak
dan menjadi terkenal karena puisinya yang banyak. Contoh yang lain yaitu seorang pencipta lagu
keroncong ( Misal Gesang ). Ia membuat karyanya itu bukan untuk untuk mendapatkan uang
pada intinya, tapi lebih kepada untuk menambah lagu keroncong Indonesia lain yang sudah
jarang ada dan untuk dilestarikannya seni budaya keroncong.

3. Masalah mengenai hakekat dari kehidupan manusia dalam ruang waktu (MW)a)
Orientasi

ke

masa

kini.

Sebagai contoh adalah orang orang kaya yang tingkat konsumsinya tinggi. Mereka hanya
berpikir atau berorientasi untuk masa kini. Mereka membeli sesuatu hanya untuk digunakan atau
untuk hura hura di masa kini. Mereka tidak berpikir untuk kedepannya bagaimana dan apakah
kekayaan mereka bisa untuk mencukupi kebutuhannya di masa yang akan datang. Biasanya
orang yang berpikir seperti itu selalu kesusahan di masa yang akan datang.
b)

Orientasi

ke

masa

lalu.

Sebagai contoh adalah orang orang yang sudah tua dan selalu berpikir dengan cara yang dulu.
Mereka selalu mengingat masa lalu mereka dan tidak melihat kedepannya atau masa depan. Jika
dihadapi oleh persoalan yang mengenai masa kini atau masa depan, mereka selalu kesulitan.
Biasanya orang yang berpikir seperti ini mempunyai sifat keras kepala.
c)

Orientasi

ke

masa

depan.

Sebagai contoh adalah orang orang yang sukses, motivator, trainer, dsb. Mereka selalu berpikir
untuk masa depan hidup mereka. Namun mereka juga belajar dari masa lalu mereka untuk
mendapat kemudahan di masa depannya. Biasanya orang yang berpikir seperti ini selalu
merencanakan segala sesuatunya dengan baik dan teratur. Orang orang seperti ini selalu
mendapat kesuksesan di masa yang akan datang walaupun dalam prosesnya sering mendapat
kesusahan.

4. Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya (MA)a)
Manusia

tunduk

kepada

alam

yang

dahsyat.

Sebagai contohnnya ialah BBM. BBM merupakan bahan bakar minyak yang bahannya diambil
dari alam. Manusia di dunia sebagian besar menggunakan kendaraan yang berbahan bakar BBM.
Jika alam tidak menyediakan bahan untuk membuat BBM, maka manusia akan kesulitan dan
akhirnya tak berdaya karena kehendak alam. Contoh lain adalah bencana alam, sehebat
hebatnya manusia membuat bangunan, pasti bangunan tersebut akan runtuh juga oleh bencana
alam dan membuat manusia tak berdaya. Ini membuktikan bahwa manusia masih tunduk kepada
alam yang dahsyat.
b)

Manusia

berusaha

menjaga

keselarasan

dengan

alam.

Sebagai contoh adalah penghargaan Adipura atau Kalpataru. Itu merupakan contoh usaha
manusia untuk menjaga keselarasan dengan alam melalui penghargaan bagi daerah yang bisa
menjaga alam tetap bersih dan sehat. Contoh lain adalah PROKASIH ( Program Kali Bersih ).
Ini merupakan contoh dari pemerintah yang masih peduli terhadap kelestarian lingkungan agar
tetap terjaga dari hal hal buruk.
c)

Manusia

berhasrat

menguasai

alam.

Contohnya adalah para penebang hutan liar di Kalimantan. Mereka berusaha memanfaatkan alam
untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak memikirkan akibat yang akan ditimbulkan dari
kegiatan illegal mereka tersebut seperti terjadinya bencana alam. Contoh lain adalah para
pemburu binatang untuk diawetkan. Mereka tidak berpikir bahwa binatang jika diburu akan
merusak habitat dan ekosistem lingkungan alam. Mereka hanya berpikir kalau mereka
mendapatkan binatang untuk diawetkan, mereka akan mendapat uang banyak.
5. Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan sesamanya (MM)
a) Orientasi kolateral(horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya(berjiwa gotong
royong).
Manusia sejak dilahirkan itu memiliki rasa untuk ingin hidup bersama dengan yang lain.
Manusia itu tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan orang lain. Maka dari itu manusia sangat

tergantung pada manusia yang lain sehingga saling membantu antara satu dengan yang lainnya.
Contohnya adalah bertetangga. Dalam bertetangga kita pasti menjalin hubungan untuk saling
membantu atau gotong royong. Suatu keluarga tanpa adanya tetangga dalam daerahnya, maka
suatu keluarga tersebut akan kesulitan dalam menjalani hidup. Jadi manusia itu dari lahir itu
memiliki rasa ketergantungan terhadap sesamanya.

b. Orientasi vertical, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh atasan dan berpangkat.


Seseorang dalam hidup pasti membutuhkan orang atau tokoh atasannya untuk membantunya
dalam mengatasi permasalahan hidup. Sebagai contoh, seorang siswa SMA tidak akan bisa lulus
Ujian Nasional tanpa adanya bantuan bimbingan dari tokoh atasannya yaitu gurunya. Jika guru
tersebut tidak memberikan bimbingan padanya, maka murid tersebut akan kesusahan
menghadapi Ujian Nasional dan akhirnya tidak lulus. Jadi, manusia selain tergantung pada
sesamanya yang sederajat, juga tergantung pada manusia yang lebih tinggi derajatnya darinya.
c.

Individualisme

menilai

tinggi

atas

kekuatan

sendiri.

Sebagai contoh adalah seorang pebulutangkis yang bermain tunggal. Dia akan menganggap
bahwa kemenangan dia adalah hasil jerih payahnya yang membuktikan bahwa dirinya lebih
bagus dari pebulutangkis yang lain. Dia menganggap bahwa dirinya tak perlu bantuan orang lain
untk bermain ganda agar menang. Sikap ini sering kali menimbulkan rasa sombong yang
akhirnya membuat orang lain tidak suka atas sikapnya itu.