Anda di halaman 1dari 38

ARSITEKTUR GOTHIC

(XII - XVI)

Sejarah dan Geografi

Kekuasaan Romawi berpusat di Roma mencapai puncak hingga abad II, wilayahnya
mencakup seluruh kawasan Laut Mediterania, termasuk Mesir di timur-selatan, Mesopotamia di
barat, di utara-barat hingga Britania.
Setelah Theodosius I salah seorang penguasa Imperium Bisantin meninggal pada 395,
wilayah kekuasaan dibagi menjadi dua, wilayah timur berpusat di Konstantinopel (sekarang
Istanbul) dan wilayah barat berpusat di Ravenna (sekarang di Italia bagian utara). Bagian utarabarat Afrika, daratan Eropa bagian barat yang dahulu masuk ke dalam wilayah Romawi, tidak
lagi berada di bawah kekuasaan Bisantin.
Perpecahan antara kaum ortodoks dari Konstantinopel dengan Paus terjadi pada 1054,
berpengaruh besar pada perkembangan politik dan ekonomi Eropa. Dari segi luas wilayah,
Imperium Bisantin mencapai puncak pada 1014, ketika berhasil mengalahkan kekaisaran
Bulgaria.

Hampir selama abad XIII, gereja sangat kuat mempengaruhi pemerintahan di seluruh
Negara di mana Kristen menjadi agama penguasa dan sebagian besar rakyatnya. Keadaan ini
membuat semakin banyaknya peninggalan arsitektural atau monumen berbentuk gereja. Di
jaman itu dibangun gereja juga katedral besar dan megah di mana-mana. Pada masa inilah
arsitektur Gotik berkembang. Abad XIV dan XV, kota-kota di Italia seperti antara lain Florence,
Roma, Venesia, mendorong berkembangnya jaman baru disebut jaman Reinassance, merupakan
akhir dari Gotik, meskipun nantinya kembali muncul dan disukai kembali pada masa Neo-Gotik
sekitar abad XVIII.
Arsitektur Gotik
Arsitektur Gotik menjadi satu hasil seni yang paling spektakuler dalam perkembangan
arsitektur Eropa occidental, hal ini tidak diragukan oleh para ahli sejarah seni dan arsitektur.
Gotik berkembang dalam jaman akhir kehidupan dalam benteng telah disebut di depan sehingga
jaman Romanesque. Salah satu cirri utamanya berbentuk benteng, atau menara pengawas, karena
kesenjangan ekonomi dan social antara para tuan tanah (yang kemudian menjadi raja atau
penguasa), dengan petani miskin.
Kekuasaan dan kekayaan raja didukung oleh gereja, semakin melimpah, membuat
kecenderungan membangun gereja yang besar, megah dan mewah. Bentuk tinggi dari arsitektur
Romanesque, kemudian menjadi ekstrim pada arsitektur Gotik dengan runcing-runcing, penuh
dengan hiasan, mengacu semata-mata pada keindahan dan kemegahan.
Ciri umum yang paling menonjol dari arsitektur Gotik adalah bentuk runcing-runcing
tersebut, pada hamper semua bagian ujung atas, sehingga ada yang menyebut arsitektur Gotik :
arsitktur runcing (pointed architecture). Ciri Gotik lainnya yang menonjol dari segi
konstruksi atap adalah bentuk pelengkung silang-runcing disebut pelengkung iga (rib vault)
atau ponted arch. Dalam arsitektur Gotik berkembang bentuk kolom di luar, atas dan lepas
disebut flying buttress, menjadi cirinya pula. Bagian ini juga diakui sebagai unsure dekorasi
penambah kemegahan dan keindahan arsitektur Gotik.
Rib
vault

Arsitektur Gotik, Perancis


Gaya Gotik berasal dari dominasi kerajaan di wilayah Ile de France (sekarang wilayah di
Perancis tengah-utara), yang berpusat di Paris. Sejarah Gotik di Perancis dapat dibagi dalam
beberapa periode yaitu:
1. Jaman Gotik Primer (abad XII) sering disebut a lancettes, ditandai dengan bentuk
pelengkung-pelengkung runcing (pointed arches) dan jendela-jendela traceried. Jaman
ini merupakan transisi dari Romanesque ke Gotik. Contoh dari Gotik dalam kategori ini
adalah Sens dan Selis di Noyon.
2. Jaman Gotik Sekunder (abad XIII), disebut jaman Rayonnant dengan karakteristik
jendela lingkaran dan jari-jari seperti roda dengan hiasan traceried.
3. Jaman Gotik Tersier, abad XIV, XV dan sebagian abad XVI. Jaman Gotik ini sering
disebut Flamboyant dengan ciri jendela traceried seperti lidah api.
Salah satu bangunan Gotik tertua dan sangat terkenal di Prancis adalah Katedral NotreDame de Paris (1136-1250), mulai dibangun oleh Bishop Maurice de Sully. Seperti pada
kebanyakan gereja pada jamannya dan jaman sebelumnya, denah gereja segi empat dengan nave
di tengah dalam sumbu membujur, dalam hal ini diapit simetris oleh aisle dobel, masing-masing
dua lajur di kiri-kanannya.
Sejarah dan arsitektur Notre-Dame de Paris sangat representative arsitektur Gotik dengan
bentuk langsing, tinggi, pada ujung-ujungnya dihias dengan bentuk runcing-runcing sehingga
salah satu sebutannya pointed architecture.Hampir semua bagian dihias termasuk hiasan
jendela mawar (rose window), jendela pelengkung runcing dengan hiasan traceried merupakan
ciri kuat arsitektur Gotik. Ciri Gotik lainnya yang menonjol dalam Katedral Notre-Dame de
Paris, dari segi konstruksi terlihat pada atap berderet dari pelengkung silang-runcing atau
pelengkung iga (rib vault / pointed arch ) dan flying buttress.

NAV
E
AIS
LE

CHOI
R

NAV
E

Sebuah arsitektur Gotik lain terkenal di Perancis karena keindahan dan kemegahannya
adalah Katedral di Bourges sebuah kota sekitar 150 Km di selatan Paris. Katedral Bourges,
dibangun antara 1192-1275, denahnya mirip dengan Notre Dame de Paris, termasuk apse-nya
yang bergaris tengah sama dengan lebar bangunan (55 M). Namun yang unik dari Katedral
Bourges, tidak mempunyai transepts seperti pada kebanyakan gereja Gotik maupun
Romanesque. Katedral Bourges, mempunyai keunikan jarang terdapat pada gereja Gotik lain,
yaitu aisle-nya dobel, namun masing-masing mempunyai ketinggian atap berbeda.

Katedral Amiens (1220-88) dibangun dengan system berbeda dari katedral biasanya
yaitu mulai dari nave-nya dahulu yang dirancang oleh Robert de Luzarches, selesai pada 1236.
Ciri Gotik Perancis terlihat pada katedral ini antara lain pada bentuk tidak langsing pada denah
denga perbandingan panjang-lebar 137 M-46 M. Buttress dibangun kemudian, selain untuk
konstruksi penguat, juga menjadi bagian memperindah bangunan. Ruang dalam terutama pada
nave, dibuat menjadi sangat megah dan monumental dengan pelengkung patah dari batu (stone
vault) setinggi 43 M. Ruang dalam diperindah lagi dengan panggung dan tempat choir dari kayu

dihias dengan ukiran. Bagian luar Katedral Amiens terutama wajah baratnya, merupakan salah
satu bagian bangunan Gotik terindah di Perancis, dengan hiasan antara lain deretan patung dan
relief. Bagian paling atas dari flying buttress , hanya selebar aisle . Fleche atau puncak menara
berdiri, mencuat ramping dan runcing 55 M di atas atap.

Arsitektur Gotik terkenal lainnya di Perancis adalah Katedral Reims, sebuah kota sekitar
200 Km di timur-utara Paris, dibangun antara 1211-1290. Katedral ini sering dipakai untuk
penobatan raja-raja Perancis sehingga tata-ruangnya disesuaikan untuk itu. Nave dan aisle
sebelah timur-utara atau bagian depan dimana terdapat altar, termasuk transepts lebih lebar
dibanding dengan yang di barat. Pada bagian lebih lebar ini, aisle-nya dobel. Dengan demikian,
terbentuk bagian lebih luas dari lainnya untuk digunakan pada upacara pemahkotaan.
Pelengkung patah (pointed arches) di atas nave tingginya 42 M dari lantai. Di sebelah timur
utara, terdapat unit, disatukan dengan unit utama oleh sebuah gang, untuk ruang keuskupan
istana.

Katedral Noyon (1145-1228), dari segi sejarah dan arsitekturnya, termasuk dalam
kategori Gotik awal. Pengaruh Jerman di katedral ini terlihat pada denahnya yang triapsal yaitu
mempunyai tiga apse. Adapun ciri khas Gotik Perancis ada antara lain pada triforium yang terdiri
dari deretan pelengkung. Ujung kolom atas terdapat kepala atau capitol , tumpuan dari kerangka
pelengkung patah dari atap (rib vault), melebar diagonal bertemu di satu titik dengan kerangka
atap dari kolom lainnya.

Katedral Chartres (dibangun kembali pada 1194-1260) mempunyai crypt (ruang


dibawah tanah untuk kapel atau kadang-kadang untuk makam) cukup luas, mengingatkan pada
konstruksi Romanesque awal. Denahnya mempunyai nave yang relative pendek, dibatasi oleh
transepts, dengan choir. Transepts berujung pada pintu masuk samping kiri dan kanan, di mana
masing-masing mempunyai menara kembar. Spire atau konstruksi runcing di atas menara dalam
hal ini menara sebelah utara-barat yang dibangun antara 1507-1514, merupakan salah satu
terindah di Eropa. Di tengah-bawah dari kedua menara tidak simetris tersebut terdapat rose
window, salah satu ciri khas dari arsitektur Gotik. Jendela dari katedral ini dihias dengan kaca
warna, sangat indah pada pagi dan siang hari karena ada cahaya alami dari luar, jumlahnya 160
buah. Flying buttress bertingkat tiga satu di bawah lainnya, dua di bawah berbentuk radial,
seperti jari-jari sebuah roda.

Sejarah Gotik menunjukkan betapa sangat ambisius mewujudkan suatu bangunan besar,
indah dan megah tanpa memperhatikan aspek waktu dan biaya. Sejarah Gotik mengungkap
antara lain kejayaan, kekuasaan dan kekayaan penguasa absolute pada waktu itu, bekerja sama
dengan gereja. Katedral Beauvais, menjadi bukti tidak diragukan dari kecenderungan
perencanaan pembangunan waktu itu. Katedral memakai nama kota seperti hampir semua
katedral lainnya, yaitu Beauvais, sebuah kota di utara Paris, sekitar 70 Km. Katedral ini dapat
dikatakan tidak mempunyai nave, yang ada hanyalah transepts, choir dan apse.

Pada apse terdapat ceruk untuk kapel sebanyak tujuh buah, masing-masing berdenah
setengah hexagonal. Pada ruang dalam ciri Gotik terlihat dengan jelas dan khas antara lain pada
tiang-tiang menjulang tinggi, terdiri dari alur-alur, di atas terpencar menjadi kerangka atap dari
rib vault, bertemu di satu titik dengan konstruksi sama di samping kiri-kanan dan depannya.
Le Mans sebuah kota terletak di Perancis di wilayah timur-utara, dilalui oleh sungai
Sarthe. Di kota ini seperti kota-kota penting bersejarah lainnya di Perancis, mempunyai katedral
yang memakai nama kota yaitu Katedral Le Mans. Keistimewaan dari katedral ini adalah
mempunyai choir sangat luas yang dibangun pada 1217-1254. Katedral mempunyai nave diapit
di kiri-kanan oleh aisle ganda. Selain itu adanya 13 buah kapel atau disebut chevet, di sekeliling
sisi kiri, kanan dan pada apse, membuat denahnya unik, berbeda dengan banyak katedral lainnya.

Di ruang dalam, terlihat ciri khas dan sangat indah, kolom-kolom berbentuk rangkaian
alur-alur silindris, di atas melebar menjadi kerangka atap dari rib vault. Selain bagian dari
konstruksi, alur-alur menyatu di atas menjadi kerangka atap, merupakan dekorasi sangat indah
dan mengagumkan.

Katedral Albi (1282-1390), terletak di sebuah kota yang dipakai untuk namanya, di
Wilayah Cascasony Perancis bagian selatan, hampir berbatasan dengan Spanyol. Bentuknya dari
luar agak berbeda dari katedral lainnya. Perbedaannya antara lain tidak ramai, penuh dengan alur
runcing di puncak, melainkan berupa dinding-dinding tinggi, deretan alur-alur lebar
berpenampang bagian dari lingkaran. Bentuk seperti ini termasuk hiasan luar bagian atas
bercorak arsitektur Lombard banyak terdapat pada bangunan jaman Romanesque. Secara prinsip
katedral ini juga berbeda dari segi konstruksi, karena tidak mempunyai flying buttress. Selain
keunikan dan perbedaan dibanding gereja Gotik, bentuk dan konstruksi ruang dalam sangat khas
Gotik, terutama pada rib vault pada nave yang panjang.

CHOI
R

NAV
E

Arsitektur Gotik

Katedral Albi
Bentangan vault pada nave ini sangat lebar yaitu 18 m. merupakan yang
terlebar diseluruh perancis. Pada ujung sebelah timur tepat pada sumbu membujur,
terdapat apse, berdenah setengah lingkaran seperti hampir semua katedral Gotik di
perancis.
Arsitektur Gotik Inggris
Sejarah Gotik Inggris, tidak lepas dari perkembangan arsitektur disana pada
jaman sebelumnya, yaitu arsitektur orang-orang normandia. Merupakan jaman
peraihan dari arsitektur Romanesk ke Gotik,.Pengaruh Normandia pada gotik inggris
adalah pada konstruksi kayu cukup dominan dipadu dengan konstruksi batu yang
membentuk kolom beralur tegak, menjulang tinggi diatas melebar menjadi
kerangka rib vaults, juga menjadi elemen dekorasi indah mempesona dengan pola
interlacenya.
Periode berikutnya disebut inggris Awal atau Early English berlangsung
antara 1189 hingga 1307, sejalan dengan jaman puncak gotik di perancis bagian
utara. Cirri utama jaman ini adalah pada jendela runcing, sempit meninggi, sering
disebut First Pointed .
Setelah itu karena sangat menekankan pada dekorasi maka disebut jaman
gotik Decorated (1307-77). Pada jaman ini, hiasan geometris kombinasi dengan
pola lengkung-lengkung (curvilinair) terutama pada pintu dan jendela disebut
tracery, sangat dominan. Bentuk runcing-runcing masih terlihat menonjol dalam
jaman ini sehingga sering disebut Second Pointed.
Berikutnya disebut Third Pointed atau Gotik Perpindicular (1377-1485).
Cirinya adalah jendela lebar dibagi-bagi dengan hiasan berupa garis-garis horizontal
berpola tracery atau sering disebut transomes.

Gotik corak tudor, sebutan untuk masa antara 1495-1558. Gaya jaman ini
disebut perpendicular akhir dimana sudah mulai ada kombinasi dengan bentukbentuk dekorasi dan detail-detail konstruksi renaissance.
Selanjutnya dikenal dengan corak Elizabethan untuk bangunan gotik
dibangun antara 1558-1603, dengan corqak renaissance sangat dominan,
kombinasi dengan runcing-runcing dan dekorasi gotik.

Katedral Salisbury (1220-65) cenderung dikategorikan sebagai gotik inggris


awal (early English Periode).ada perbedaan cukup besar antara gotik perancis
dengan gotik inggris seperti misalnya Salisbury ini, denahnya ramping dalam arti
perbandingan antara panjang dean lebar cukup besar. Menara utama atau spire,
terletak dipersilangan transepts dengan nave, bentuknya ramping tinggi 123m,
beratap kerucut sangat runcing. Badan spire ramping dihias dengan alur-alur,
jendela dan dekorasi corak gotik lainnya.

Katedral Cantebury masuk dalam kategori normandia pertama, dibangun


pada 1071-1077, kemudian diperluas antara 1096-1185 oleh wiliam of sens. Denah
memanjang langsing karena perbandingan lebar dan panjang sangat besar, yaitu
lebih dari 1:5. Babtistery berdenah lingkjaran , berada diluar disebelah utara,
namun dihubungkan dengan gang. Katedral ini mempunyai cloister. Chapter house
merupakan bagian khas dari arsitektur gotik inggris, berada disebelah timur
cloister, berdenah segiempat panjang.
Menara sentral (1490-1503) terbesar dan tertinggi berada ditengah, diatas
persilangan transept barat dengan nave dan choir. Terdapat alur-alur pilaster dan
dekorasi dan jendela-jendela runcing meninggi khas gotik. Atapnya berbentuk
runcing .

Katderal Wells dibangun antara 1180-1425. Katedral wells mempunyai


trasepst ganda, yang utama terbesar ditengah melintang dan satunya lagi jauh
lebih kecil ditimur dekat dengan altar. Terrdapat nave choir dan transepts barat
yang menjadi cirri arsitektur gotik perancis. Pada puncak menara terdapat lantern,
berjendela disekeliling dindingnya, sehingga dpt memasukan sinar alami dari luar.
Cirri gotik inggris dalam katedral ini yaitu denahnya segiempat panjang ,sisi utara
dari cloister menyatu dengan aisle. Chapter house berada sebelah utara-timur,
denahnya segi delapan.
Pada bagian portal utama penuh dengan dekorasi patung,relief dan alur-alur
vertical dari pilaster. Ruang-ruang yang lain tidak berbeda dengan katedral gotik
inggris pada umumnya yaitu kolom tidak menerus, berbentuk alur silindris, setiap
satu pasang menumpu pelengkung runcing.

Gereja Westminister abbey merupakan salah satu bangunan peninggalan


jaman pertengahan terpenting di inggris. Berdiri pada tahun 960 dan dibanguna
kembali antara 1055-1065. Denah cloister dan chapter house gereja ini, identik
dengan katedral Salisbury berbntuk bujur sangkar, berdenah segidelapan. Chapter
house dibangun pada 1250, konstruksinya cukup unik dibanding pada gereja lain.
Bentuk meninggi dihias dan diperkuat dengan flying buttress. Menara tambahan
didirkan antara 1736-1745. Arsitekturnya campuran gotik dan klasik lain.Gereja ini
mempunyai kapel cukup banyak yang berbentuk setengah lingkaran.

Gereja Gloucester abbey dibangun terus menerus dalam kurun waktu tidak
hanya puluhan tahun, namun hingga ratusan tahun. Pembangunannya sangat lama
jarena konstruksi yang rumit dan menggunakan batu dipahat satu persatu, masingmasing berbeda ukurannya. Transepts selatan, gereja Gloucester abbey dibangun
antara 1329-1337. Bentuk denahnya segiempat panjang, pada setiap sudut
terdapat sebuah kolom. Tinggi menara 68,50 m.
Hal yang tidak tedapat dalam gereja gotik perancis, namun banyak terdpat
dalam gotik inggris terlihat di gerja ini pada kapel dalam hal ini disebut Lady
Chapel. Masing-masing kapel berdenah setengah lingkaran, konstruksi kolom
identik dengan konstruksi gotik perancis.

Kapel kings college Cambridge dibangun dalam tempo sangat


lama.bangunan ini cukup besar dan menjadi salah satu monument terpenting di
inggris. Kapel dibangun dalam tiga tahap, pertama 1446-62, kedua 1477-84, dan
ketiga 1508-15. Mungkin karena bukan gereja, kapel tidak mempunyai aisle, ruang
dalam hanya berupa satu ruang panjang 88 m, lebar 12,2 m. tinggi atap berbentuk
ribbed vault 24,40m. arsitektur kapel merupakan contoh dari bentuk gotik tudor,
dengan ciri hiasan atau dekorasi panel kayu, bercorak renaissance awal. Corak gotik
periode tudor lainnya terlihat pada bentuk jendela tinggi, ambangnya runcing,
dihias dengan kaca berwarna. Kolom menerus berbentuk alur.

Katedral Exeter dibangun pada pertengahan abad XIV,mempunyai trancept


ganda dan banyak kapel didalamnya.pengaruh normandia terlihat pada menara

kembar diujung udtara dan selatan . denah dan potongan melintangnya bujur
sangkar. Katedral ini tidak mempunyai apse karena ujungnya tidak berdenah
melainkan datar dengan sudut kiri-kanan 90 derajat.

Ciri gotic decoratred cukup menonjol, dilihat dari hiasan yang bervariasi
terutama pada jendela-jendela dan pada ukiran batu. Kolomnya sama dengan
kebanyakan kolom gotic pada umumnya. Seperti kumpulan yang membentuk
alur.dahulu katedral Exeter mempunyai cloister, namun sudah tidak ada lagi. Yang
masih ada hanyalah chapter house yang berdenah segiempat.

Gereja Ely Abbey, mempunyai nave dan transept dengan menggunakan atap
kayu, merupakan pengaruh dari arsitektur normandia. Bentuk transept dengan
nave tidak segiempat melainkan segidelapan. Diameter central 21,30 m.

Katedral Lincoln dibangun pada 1073 merupakan gereja dengan arsitektur


normandia. Dibangun kembali antara 1192-1320. Transepts utama menara sentral
dan chapter house, penuh dengan hiasan merupakan cirri dari arsitektur gotik
decorated style. Tinggi menara sentral 82,50 m, merupakan salah satu menara
gotik tertinggi di inggris. Denahnya segiempat panjang, dihubungkan oleh gang
dengan chapter house. Cloister tersebut berdenah segisepuluh.

Konstruksi atap cloister berupa vault, diperkuat, juga dihiasi dengan flying
buttresses, khas arsitektur gotik. Mendapat pengaruh kuat dari arsitektur
normandia, mempunyai menara kembar. Masing-masing puncaknya diatapi oleh
konstruksi kerucut runcing, khas gotik.
Arsitektur Gotik di Belanda dan sekitarnya.
Arsitektur gotik belanda banyak ditentukan oleh prinsip-prinsip yang
diterapkan diwilayah eropa lainnya. Pengaruh perancis paling besar dalam
perkembangan arsitektur gotik belanda.di falnders arsitektur gotik yang biasanya
dalam konstruksi batu, diadaptasikan dengan konstruksi setempat yaitu bata. Oleh
karena itu ,pelengkung, dekorasi dan alur-alurnya tidak sebanyak bangunan gotik
pada umumnya.
Gereja Saint Gudule di Brussels (1220-1475) merupakan contoh paling awal
dari gotik belanda, diturunkan dari perancis bagian utara-timur. Denahnya

berbentuk segi delapan, merupakan bangunan tambahan dibangun pada 1673.


Nave merupakan bagian tambahan pada 1425-75, menggunakan kolom batu
silindris.

Arsitektur Gotik di Sentral Eropa

Pada Jaman Gotik Abad 13 16 masehi

Sejarah Eropa sentral sangat kompleks,


adanya pergantian bangkit jatuh tahta
kerajaan dari berbagai dinasti.
Peta Eropa Sentral Abad 15 masehi

Intrik para bangsawan Negara untuk mengamankan kekuasaan raja dan


ambisi sekuler bekerja sama dengan keuskupan membangun tirani sejarah
Eropa sentral menjadi rumit.
Antara abad 12 13 masehi
Jerman (Germany) Pusat Imperium Barat
Dibawah Imperior Hohenstauten dari wilayah Italia bagian utara.
Kematian Conrad IV membuat runtuh dinasti Hohenstauten pada tahun
(1254 1273) dikenal dengan jaman peralihan besar (Great Interregnum).
Pada jaman ini Perkembangan Arsitektur menjadi tergannggu dan tidak
berkembang.
Dinasti Hapsburg memegang tampuk kekuasaan tahun (1273), terjadi
pengaruh besar dalam Arsitektur Gotik dari Perancis. Hingga Pemerintahan
Maximilian I (1486 1519) merupakan akhir jaman Pertengahan (Middle
Ages) memulai jaman baru Jaman Renaissance.

Arsitektur Gotik Jerman tidaklah jauh berbeda dengan Gotik dibagian lain di
Eropa, yang dibangun Pertengahan Abad XIII hingga XV.
Gaya Arsitektur Dipengaruhi Langsung dari Perancis dan tidak secara
langsung melibatkan unsur Romanesque.

Katedral Cologne mulai dibangun tahun


(1248)

Rencana awal mendasarkan pada


Katedral Paris, Amiens dan Reims,
Perancis.
Katedral Cologne (1248 dan seterusnya, diselesaikan 1824 1880) Pandangan
Udara dari arah Barat.

Luas Katedral luar biasa, Panjang 143 m, lebar 84 m dan nave-nya yang
dibangun (1338), berlebar bersih 12,6 m, tinggi 46 m. nave diapit kembar
kiri kanan(utara-selatan)oleh aisle ganda.

Gerbang masuk di utara terdapat menara kembar, menjulang tinggi, yaitu 157 m,
masing-masing menara penuh hiasan indah gaya Gotik-Flamboyant, alur silindris
dari pilaster khas Gotik.

Bagian bawah menara berpenampang bujur sangkar, semakin keatas


semakin mengecil, dan penampangnya menjadi segi delapan, dekorasi pada
sisinya terdapat jendela meninggi berambang runcing. Puncak menara
berupa atap kerucut bersisi delapan.

Katedral Cologne hanya mempunyai satu transept yang aisle-nya tunggal kiri
kanannya, Apse berdenah setengah lingkaran. Bergaris tengah=lebar nave.
Pada keliling luar apse terdapat tujuh buah kapel (denah setengah
lingkaran), diluar apse dan ketujuh kapel terdapat setiap Buttres, setiap ijing
dihias dengan amortizement runcing khas Gotik.

Pada ruang dalam Kolom menerus, terdiri dari kumpulan garis silindris seperti
modling vertikal, diatas mengembang menajdi kerangka Ribbed Vault.
Katedral Cologne (1248 dan seterusnya, diselesaikan 1824 1880), denah dan
potongan melintang, detail pandangan dari luar arah utara-timur dari apse (kanan
tengah) denagn nave (kanan-bawah).

Di Wina, Austria antara Abad XII-XIII

Gereja Saint Stephen (1300-1510), Arsitektur bergaya Gotik, terdapat


pengaruh aliran Stephansdom. Antara laintidak adanya clear story dan
triforium. Nave dan aisle mengapit kiri kanannya, lebar dan tinggi sama
semua berada di satu atap satu dengan yang lain terpisah.

Transept tidak mempunyai nave berfungsi pintu masuksamping kiri-kanan


atau utara-barat.Ujung masing-masing transept berfungsi sebagai gerbang
masuk atau (porche), terdapat menara yang bentuk konstruksinya berbeda,
membuat gereja tidak simetris,
Dikanan atau Selatan, Spire jauh lebih tinggi runcing dengan khas hiasan
Gotik, berupa amortizement pada sudut ujung atas dari buttres.
Gereja Saint Stephen, Wina, Austria (1300 1510), denah (bawah) dan potongan
melintang pada transcept (atas).

Dikiri atau Utara, tinggi hanya setengah dari yang kanan atap berbentuk
kubah runcing, pelengkung-pelengkung membentuk jaringan rumit geomtris
(traceried) jendela dihias kaca berwarna. Ujung greja terdapat altar atau
apse, tedapat tiga kapel, masing-masing denah dari sgi delapan. Dua kapel
kiri-kanan simetris yang ditengah menjorok keluar.

Gereja Saint Stephen, Wina, Austria (1300 1510), dari luar arah selatan dan detail
ornament atap bagian sudut atas didepan (selatan-barat) bawah.

Gereja S. Elizabeth di Marburg (masuk wilayah jerman bagian timur),

didirikan (1235 1283), mempunyai transcept tunggal, berbeda transcept pada


gereja gotik umumnya, tidak berfungsi sebagai pintu masuk samping, ujung
transcept dan apse satu dengan yang lain sama (setengah lingkaran), sisi kiri atau
utara dari apse, terdapat denah bujur sangkar disebut saint Elizabeths Shrine,
ruang pemujaan untuk S. Elizabeth.

Arsitektur gereja dapat dikategorikan tipe gerejahall (hall-church) yaitu


nav, dan aisle mempunyai ketinggian sama, tidak mempunyai triforium
maupun clear storey.
Pintu masuk utama disebelah barat berada di tengah diapit kiri-kanan menara
kembar kedua kolomditumpu dari batu diperkuat buttress, ujun buttres dihias
amortizementruncing khas dekorasi Gotik, atap khas Gotik, kerucut runcing
berpenampang segi delapan.

Gereja S. Elizabeth, Marburg (1235 1283) denah dan potongan melintang pada
nave ke arah timur (kiri atas-bawah), pandangan nave ke arah timur (kanan-atas)
dan pandangan luar, dari arah selatan-timur.

Katedral di Freiburg sebuah kota (masuk wilayah Jerman selatan) dekat


perbatasan Perancis dan Swiss. Dalam arsitektur Gotik dengan pengaruh
Romanesque. Transept menara samping-barat dengan spire-nya, aspek
Romanesque dalam gereja mulai dibangun (1200). Pada (1354) mulai

dibangun chancel (bagian gereja dalam terdapat sanctuary, choir, apse) baru
dapat diselesaikan pada (1513).
Ambulatory yaitu semacam gang mengelilingichoir, altar dll. Bagian depan
tengah gereja, bentuknya tipical Gotik-Jerman antara lain pelengkung atas
(vault).

Transcept gereja mempunyai pintu masuk


lateral kiri-kanan seperti Gereja Gotik
umumnya, lebar sama dengan lebar nave
ditambah aisle kiri-kanannya (membentuk
menjorok keluar denah silang salib), menara
barat depan dimana terdapat pintu masuk
utama. Berada diatas porchdenah segi empat
bujur sangkar, konstruksi kesatuan dari pintu
masuk, porch dan menara lengkap dengan
spire-nya banyak di arsitektur Gotik Inggris
disebut Galilee. Tinggi menara 117 m,
dibangun (1310 1350), dikaki menara sudut
porch ada buttres ujung atas terdapat
amortizementruncing, khas Gotik, diatas
bagian spire berpenampang segi delapan,
dihias jendela tinggi, ambang atas
runcingdihias pola geometris-interlace.

Tinggi nave sedang tidak mempunyai triforium, nave-arcade, seperti umum


arsitektur Gotik deretan pelengkung berambang atas runcing. Ruang dalam
tidak mempunyai dekorasi sebanyak gereja Gotik umumnya.

Katedral Freiburg, mulai dibangun sebagai gereja Romanesque pada (1200), hingga
selesai seperti bentuk nya sekarang pada (1513), denah kiri vault dari nave(kananatas), dan nave dipandang kearah timur (kanan-bawah).

Arsitektur Gotik di Italia abad ( XII-XVI )


Akhir jaman Pertengahan
Secara Geografis, wilayah Italia merupkan semenanjung. Dikelilingi perairan.
Di utara barat

> Laut Adriatik

Di sebelah timur > Laut Terenia (Tyrrhenian)


Di selatan timur > Laut Mediterania
Disebut wilayah lain Italia bagian utara termasuk wilayah Lombarg dan
kepulauan Venesia.

Kebudayaan termasuk seni dan arsitektur penduduk wilayah italia bagian


tengah, telah lama didominasi tradisi Romawi.
Dari segi Geologi wilayah Italia mengandung bahan batuan marmer, juga
wilayah alluvial daratan lombarg mempunyai bahan untuk bata dan terracota. Kedua bahan tersebut menjadi bahan bangunan utamauntuk
mendidirikan Gereja (ecclectiastical).
Dalam kebudayaan Italia dikenal sebagai tempat awal dari jaman
Renaissance dan secara efektif di sana berkembang seni Gotik.

Venesia berperan penting dalam penaklukan konstantiopel (istambul) pada


(1204), mendorong tejadi migrasi besar para seniman dari wilayah YunaniBisantin (Greco-Byzantine) ke italia.
Kebangkitan Venesia ditandai dengan jatuhnya Genoese dari pantai Sardinia
(1353) da armada Turki (1416). Kemenangan Venesia diperingati denagn
dibangunnya Istana Goge (Doges Palace) sebagai symbol kejayaan.
Berdirinya katedral Siena, Orvieto, Florence, Milan dan Lucca, bukti
kecenderungan kegairahan kebanggaan kota wilayah yang bersaing.
Perkembangan gaya Gotik Italia Berlangsung sekitar abad XII-XVI bersamaan
dengan tradisi romawi. Jaman tesebut sring disebut jaman pertengahan akhir
(Late Mediaeval).

Katedral Milan (kota Italia bagian utara dekat perbatasan Swiss)

Katedral dibangun warga kota berkerja sama denagn


gereja, disponsori oleh
Giovani Galeazzo
Visconti (pangeran Italia), mulai (1386) dilanjutkan
pada abad XV-XVI dibawah ahli bangunan Italia dan
Jerman.

Ujung Transept (sisi selatan dan utara) pada gereja Gotik diguanakan untuk pintu
masuk Lateral, namun gereja ini untuk kapel. Perpotongan antara transept dengan
nave dan choir diatas terdapat menara, lazim biasa menara sentral. Denah menara
sentral yang berdiri diatas kolom nave di ujung timur dan kolom choir, bujur

sangkar, pada sudut dihias buttres. Buttres menara sentral dihias denagn
amortizement runcing khas Gotik.

Choir dan transept selesai dibangun pada (1450) nave dan asle dimulai
(1425)gereja sagat besar, lebih besar dari Notre de Paris, dekorasi luar
dalam dihias seperti pada umumnya Gotik, denah sederhana.
Bentuk denah segi empat, panjang 148 m, transept lebar 91 m, apse
berisi tiga bagian dari segi delapan, bagian dalam denah tidak
berbentuk ceruk, lengkungmelainkan lurus dan tegak lurus.

Lebar nave 16,7 m, tinggi 45 m diapit kiri-kanan aisle ganda, masing-masing


berbeda tinggi

Yang dekat nane (aisle dalam) 30 m dan yang dekat dengan dinding (aisle luar) 23
m. kolom berderet kiri-kanan nave, sangat besar, tinggi 18 m, menumpu sebuah
kepala yang sangat besar dan tinggi 6 m dihias niche dengan patung, diatas kepala
penuh dengan hiasan tersebut, menumpu vault. Dibawah choir terdapat crypt,
ruang bawah tanah makam dari S. Charles Borromee.

Diluar gereja dihias dengan marmer putih, jendela traceried, buttres, flying
buttres dan pinnacles, masing-masing dimahlotai sebuah patung,

Pada ketiga dinding apse, terdapat jendela dihias denagn ploa traceried luar
biasa besar (20,7 m x 8,5 m), salah satu yang terindah di Italia. Katedral Milan
(1353, abad XV, selesai abad XVI), denah lantai dasar, denah atap dan potongan
melintang x-x, potongan membujur, perspektif ruang dalam dan pandangan dari
utara-barat.