Anda di halaman 1dari 30

Kode/Nama Rumpun Ilmu : 421/Teknik Sipil (Hidro)

USULAN PENELITIAN
HIBAH BERSAING

JUDUL PENELITIAN
Pemodelan Hidrologi-Hidrolika berbasis Data Hujan Satelit
Untuk Analisis dan Mitigasi Bencana Banjir
Di Wilayah Sungai Rokan Hulu

TIM PENGUSUL
Ketua
Yohanna Lilis Handayani, ST., MT.
NIDN : 0026017302
Anggota
Dr. Eng. Sigit Sutikno, ST., MT
NIDN : 0016067402

UNIVERSITAS RIAU
APRIL, 2014

HALAMANPENGESAHAN
PENELITIAN HIBAH BERSAING

Judul Penelitian
Kode/Nama Rumpun Ilmu
Ketua Peneliti
a. Nama Lengkap
b. NIDN
c. Jabatan Fungsional
d. Program Studi
e. Nomor HP
f. Alamat Surel (e-mail)
Anggota Peneliti
a. Nama Lengkap
b. NIDN
c. Perguruan Tinggi
Lama Penelitian Keseluruhan
Penelitian Tahun ke
Biaya Penelitian Keseluruhan
Biaya Tahun berjalan

:Pemodelan Hidrologi-Hidrolika Berbasis Data Hujan


Satelit Untuk Analisis dan di Mitigasi Bencana Banjir
Wilayah Sungai Rokan Hulu
: 421 / Teknik Sipil
: Yohanna Lilis Handayani, ST., MT.
: 0026017302
: Lektor
: Teknik Sipil
: 08151601743
: ylilis_h@yahoo.com
: Dr. Eng. Sigit Sutikno, ST., MT.
: 0016067402
: Universitas Riau
: 2 tahun
:1
: Rp.126.530.000,00
: - diusulkan ke DIKTI
Rp.58.000.000,00
- dana internal PT
Rp. - dana institusi lain
Rp. - Inkind sebutkan
Rp. Pekanbaru, 23- 2 - 2015
Ketua Peneliti,

Mengetahui,
Dekan Fakultas Teknik
Universitas Riau

(Prof. Dr. Adrianto Ahmad, MT)


NIP. 19581018 198703 1001

(Yohanna Lilis Handayani, ST., MT)


NIP. 19730126 200003 2003
Menyetujui:
Ketua Lembaga Penelitian

(Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP)


NIP. 19600822 199002 1002

DAFTAR ISI

HALAMANPENGESAHAN......................................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................................................ii
RINGKASAN.............................................................................................................................1
BAB 1. PENDAHULUAN.........................................................................................................2
1.1 Latar Belakang Masalah...................................................................................................2
1.2 Perumusan masalah..........................................................................................................3
1.3 Tujuan Khusus..................................................................................................................4
1.4 Urgensi (Keutamaan) Penelitian......................................................................................4
1.5 Target Temuan dan Penerapannya....................................................................................4
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA................................................................................................5
2.1 Model Hidrologi untuk Analisis Banjir.............................................................................5
2.2 Data Satelit untuk Prediksi dan Analisis Banjir................................................................6
2.3 Road Map Penelitian.........................................................................................................8
BAB 3. METODE PENELITIAN..............................................................................................9
3.1 Data yang digunakan.........................................................................................................9
3.2 Metode pengolahan dan analisis data.............................................................................10
3.3 Bagan Alir Penelitian......................................................................................................11
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN.......................................................................13
4.1 Anggaran Biaya...............................................................................................................13
4.2 Jadwal Penelitian............................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................14
LAMPIRAN-LAMPIRAN.......................................................................................................16
Lampiran 1.Justifikasi Anggaran Penelitian.........................................................................17
Lampiran 2. Dukungan sarana dan prasarana penelitian......................................................19
Lampiran 3. Susunan organisasi tim peneliti dan pembagian tugas.....................................20
Lampiran 4. Biodata Ketua dan Anggota Peneliti................................................................21
Lampiran 5.Surat Pernyataan Ketua Peneliti........................................................................29

RINGKASAN

Penelitian ini akan melakukan pemodelan hidrologi-hidrolika berbasis data hujan satelit
yang bisa digunakan untuk menganalisis dan memprediksi banjir dalam usaha mitigasi
bencana banjir yang selalu terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rokan bagian hulu. Daerah
aliran sungai Rokan merupakan salah satu DAS terbesar di wilayah provinsi Riau yang selalu
mengalami banjir setiap tahun terutama di bagian hulu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
adanya kesulitan dalam analisis hidrologi dan analisis hidrolika untuk kajian banjir yang
disebabkan karena rendahnya resolusi data hujan yang terjadi baik di lokasi studi maupun
hampir di sebagian besar wilayah Indonesia. Pemodelan hidrologi-hidrolika untuk analisis dan
prediksi banjir yang akurat membutuhkan data hujan beresolusi tinggi dalam format jamjaman yang bisa diperoleh dari alat pencatat hujan otomatis. Kenyataan yang dihadapi di
lapangan, data hujan yang tersedia kebanyakan dalam format harian karena dicatat dengan
menggunakan alat pengukur hujan manual.
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, penelitian ini akan mengkaji
penggunaan data hujan yang bersumber dari satelit untuk pemodelan hidrologi-hidrolika
sebagai alternatif untuk mendapatkan data hujan yang beresolusi tinggi. Keunggulan
penggunaan data hujan satelit ini adalah data yang didapatkan merupakan data yang menerus
(real time) dengan tingkat resolusi yang tinggi hingga per 30 menit pencatatan. Untuk
mengkaji metode penggunaan data hujan satelit tersebut penelitian ini menyusun tahapantahapan penelitian secara detail yang terbagi untuk dua tahun waktu pelaksanaan. Pada tahun
pertama, penelitian ini akan melakukan pemodelan hidrologi berbasis data hujan satelit
dengan menggunakan perangkat lunak IFAS (Integrated Flood Analysis System) dan CREST
(Coupled Routing and Excess STorage). Model hidrologi yang akan dikembangkan pada
penelitian ini, sebagian besar datanya bersumber dari data satelit yang bisa didapatkan secara
gratis dari lembaga-lembaga antariksa dan klimatologi dunia, seperti NASA (National
Aeronautics and Space Administration), JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency),
NOAA (National Oceanic and Athmospheric Administration) dan JMA (Japan
Meteorological Agency). Untuk menguji kehandalan model hidrologi yang dikembangkan,
penelitian ini akan melakukan validasi model dengan menggunakan data pencatatan debit di
lapangan. Jika hasil validasi tersebut belum bisa diterima, maka penelitian ini akan melakukan
modifikasi metode aplikasi penggunaan data hujan satelit sedemikian sehingga hasil
validasinya bisa diterima.
Pada tahun kedua, penelitian ini akan melakukan pemodelan hidrolika dengan
menggunakan perangkat lunak HEC-GeoRAS (Hydrologic Engineering Centre-Geographyc
River Analisys System) pada titik-titik lokasi yang diidentifikasi selalu mengalami bencana
banjir. Perangkat lunak HEC-GeoRAS merupakan perangkat lunak yang bisa digunakan untuk
pemodelan hidrolika yang berbasis System Informasi Geografis (SIG). Pemodelan hidrolika
ini menggunakan data input debit banjir dari hasil output pada pemodelan hidrologi yang
dilakukan sebelumnya. Pemodelan hidrolika ini dilakukan dengan tujuan untuk
mensimulasikan kejadian banjir dalam upaya untuk mitigasi bencana banjir di lokasi studi.
Kata kunci : pemodelan hidrologi-hidrolika, data hujan satelit, mitigasi bencana banjir

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Banjir adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia saat intensitas
hujan yang sangat tinggi. Banjir menjadi permasalahan yang sangat krusial, karena berbagai
daya dan upaya yang telah dilakukan pengambil keputusan masih belum menyelesaikan
permasalahan secara signifikan. Kebijakan dan upaya mitigasi bencana banjir yang diambil
seringkali tidak memenuhi sasaran yang ingin dicapai karena tidak diawali dengan kajian dan
prediksi banjir yang akurat. Ketidakakuratan prediksi dan analisis banjir ini seringkali terjadi
dikarenakan ketidaktepatan dalam pemilihan metode analisis yang cocok dengan karakteristik
daerah studi.
Secara umum, metode analisis banjir bisa dilakukan secara langsung dengan
menggunakan analisis probabilitas, jika tersedia data pencatatan debit banjir pada sungai yang
ditinjau dengan panjang data minimal 20 tahun. Untuk saat ini, metode ini dipandang sebagai
metode yang terbaik dan bisa diterima karena didasarkan pada data pencatatan debit yang
panjang. Permasalahan umum yang seringkali dihadapi daerah-daerah di Indonesia adalah
ketersediaan data yang sangat terbatas sehingga metode analisis ini seringkali tidak bisa
dipakai. Analisis dan prediksi banjir yang seringkali dilakukan di Indonesia saat ini adalah
dengan menggunakan metode hidrograf satuan sintetik (synthetic unit hydrograph methods).
Saat ini, pendekatan metode ini dipandang cocok diterapkan di Indonesia karena metode ini
tidak membutuhkan data pencatatan debit sungai atau hujan secara detil dimana data tersebut
seringkali tidak tersedia pada daerah studi. Pendekatan analisis banjir dengan menggunakan
metode ini dipandang masih kurang tepat karena metode ini tidak memperhitungkan kondisi
klimatologi dan sebagian besar metode yang ada dikembangkan di luar negeri yang
mempunyai karakter DAS dan klimatologi yang sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia.
Penelitian ini akan melakukan pemodelan hidrologi-hidrolika dengan menggunakan
data hujan satelit dalam upaya untuk analisis dan mitigasi bencana banjir dengan mengambil
studi kasus di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rokan Provinsi Riau. Ditinjau dari sisi
permasalahan ketersediaan data yang sangat terbatas di sebagian besar daerah di Indonesia,
metode analisis ini mempunyai prospek yang bagus untuk dikembangkan, karena sebagian
besar data bersumber dari satelit. Data-data satelit ini tersedia di seluruh dunia yang bisa
didapatkan secara gratis dari lembaga-lembaga antariksa dan klimatologi dunia, seperti NASA
(National Aeronautics and Space Administration), JAXA (Japan Aerospace Exploration
Agency), NOAA (National Oceanic and Athmospheric Administration) dan JMA (Japan

Meteorological Agency). Data-data tersebut diantaranya adalah data hujan, peta topografi, tata
guna lahan, jenis tanah, sungai, dan lain sebagainya. Keunggulan penggunaan metode ini
adalah data hujan satelit yang digunakan merupakan data yang menerus (real time) dengan
tingkat resolusi yang tinggi hingga per 30 menit pencatatan.
Pemodelan hidrologi dengan menggunakan teknologi data satelit ini masih relatif baru
dan mulai berkembang tahun 2007 hingga beberapa tahun terakhir ini. Penelitian dan
penerapan metode ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia yang mengambil lokasi di
DAS Citarum, Jawa Barat (Kartiwa dan Murniati, 2011). Pengembangan lebih lanjut
penggunaan metode ini di Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Riau diharapkan bisa
memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan dalam analisis dan prediksi banjir
yang selama ini dihadapi. Lebih lanjut, dengan penerapan metode ini diharapkan mampu
menghasilkan analisis dan prediksi banjir yang akurat sehingga mitigasi terhadap bencana
banjir bisa lebih tepat sesuai dengan permasalahan nyata di lapangan.
Latar belakang penelitian ini dapat diringkas dalam gab analisis penelitian seperti
ditunjukkan pada Gambar-1 berikut ini.

Kondisi yang ada saat ini


K
Di Indonesia, adanya keterbatasan data hujan resolusi tinggi (jam-jaman) dari alat pencatat hujan sehingga tidak bisa dilakukan pem
Terbangun
metode
yang
bisa
digunakan
untuk
pemodelan
hidrolo
Pemodelan hujan-aliran masih menggunakan pendekatan metode hidrograf satuan sintetik yang sebagian besar dikembangkan di luar ne
Tersedia data hujan satelit beresolusi tinggi di seluruh dunia yang bisa didapatkan secara gratis dari lemb
Metode pemodelan hidrologi dengan menggunakan data hujan satelit sedang berkembang, namun baru satu penelitian di Indonesia

Gambar-1.Gap analisis penelitian


1.2 Perumusan masalah
Mengingat latar belakang permasalahan yang dihadapi dalam analisis dan pemodelan
hidrologi cara konvesional yang telah diuraikan sebelumnya, maka perlu dilakukan
pengembangan suatu model dengan memanfaatkan alternatif sumber data hujan yang lain
yang tersedia secara menerus, yaitu data hujan satelit. Untuk itu, permasalahan selanjutnya
yang perlu dikaji lebih dalam adalah bagaimana menerapkan metode pemodelan hidrologihidrolika dengan menggunakan data hujan satelit tersebut dan sejauh mana akurasi hasil
pemodelan ini bisa didapatkan.

1.3 Tujuan Khusus


Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model hidrologi-hidrolika yang
berbasis data hujan satelit yang bisa digunakan untuk analisis dan mitigasi bencana banjir
dengan mengambil studi kasus DAS Rokan bagian hulu di wilayah Provinsi Riau. Dalam
rangka untuk mengembangkan model tersebut, penelitian ini akan melakukan :
1. validasi kehandalan model dengan membandingkan hasil debit keluaran (output)
model dengan data debit hasil pengukuran di lapangan,
2. modifikasi metode aplikasi penggunaan data hujan satelit, jika hasil validasi yang
dilakukan pada poin 1 di atas masih belum mendapatkan hasil yang akurat.
1.4 Urgensi (Keutamaan) Penelitian
Penelitian ini mengusulkan penerapan suatu teknologi yang relatif baru dalam analisis
dan prediksi banjir dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh, yaitu data satelit.
Walaupun menggunakan teknologi terkini, pemakaian metode ini tidak membutuhkan biaya
yang besar, karena semua data yang bersumber dari penginderaan jauh bisa diunduh secara
gratis dari lembaga-lembaga meteorologi dan klimatologi dunia. Metode ini awalnya
dikembangkan untuk negara-negara yang sedang berkembang dimana ketersediaan data
pencatatan hujan dan debit sangat terbatas dalam hal kuantitas maupun kualitas. Penerapan
metode ini di Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Riau sejauh ini masih sangat jarang
digunakan, sehingga dengan adanya kajian ini diharapkan memberikan kontribusi yang berarti
dalam penerapan metode analisis ini di Indonesia. Lebih lanjut, penerapan metode ini
diharapkan mampu menghasilkan prediksi kondisi banjir yang akurat khususnya di DAS
Rokan, Provinsi Riau sebagai lokasi studi kasus penelitian ini. Dengan didapatnya hasil
prediksi banjir yang akurat, diharapkan bisa memberikan kontribusi yang berarti terhadap
penanganan dan mitigasi permasalahan banjir di wilayah Provinsi Riau.
1.5 Target Temuan dan Penerapannya
Target temuan utama yang diharapkan dari penelitian ini adalah terbangunnya sebuah
model hidrologi-hidrolika yang bisa digunakan untuk analisis dan prediksi banjir dengan
menggunakan data-data yang bersumber dari satelit. Jika target temuan ini bisa dicapai secara
maksimal dan metode yang dikembangkan bisa diaplikasikan di lapangan, maka
permasalahan keterbatasan data untuk analisis dan pemodelan hidrologi yang selama ini
dihadapi bisa diatasi dengan baik.
Metode pemakaian data-data yang bersumber dari satelit untuk pemodelan hidrologi ini
merupakan metode yang relatif baru dan mulai berkembang beberapa tahun terakhir ini

seiring dengan perkembangan metode penginderaan jauh. Penelitian dan penerapan metode
ini selama ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia (Kartiwa dan Murniati, 2011).
Penerapan metode ini pada penelitian yang mengambil lokasi di DAS Rokan ini diharapkan
akan memberi kontribusi yang signifikan terhadap ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang
rekayasa hidrologi.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Model Hidrologi untuk Analisis Banjir
Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk menganalisis dan memprediksi kejadian
banjir dan genangan di suatu daerah. Pemilihan metode analisis tersebut sangat dipengaruhi
oleh: (i) ketersediaan data, (ii) tingkat ketelitian yang dikehendaki, dan (iii) kesesuaian
metode dengan DAS yang ditinjau (Sri Harto, 1993). Masing-masing metode tersebut tentu
memiliki tingkat akurasi prediksi yang berbeda-beda. Pemakaian metode tertentu
mensyaratkan penggunaan data hujan atau debit beresolusi tinggi dalam format jam-jaman
dalam kurun waktu yang panjang, yang mana metode ini akan menghasilkan prediksi banjir
atau genangan yang akurat. Sementara itu ada juga metode yang bisa dipakai dengan data
yang terbatas seperti yang dialami di banyak daerah di Indonesia dengan konsekuensi akurasi
hasil prediksi dan analisis juga kurang akurat.
Gupta (1967) dalam Sri Harto (1993) menyebutkan bahwa ada tiga kelompok metode
yang bisa dipakai untuk keperluan analisis banjir, yaitu (i) metode empirik, (ii) metode
statistik, dan (iii) metode analisis dengan model. Pemodelan dengan menggunakan metode
empirik menggunakan rumus-rumus empiris untuk memprediksi besarnya debit banjir pada
suatu sungai. Beberapa metode empiris yang dikenal luas di Indonesia sejak tahun 1970
adalah Metode der Wedumen, Haspers, Melchior dan Mononobe. Hal yang sangat penting di
dalam pemakaian metode ini adalah harus mempunyai pemahaman yang jelas tentang kondisi
daerah dimana rumus-rumus ini dikembangkan, baik sifat fisik, topografik, morfometrik dan
iklim. Sri Harto (1993) telah melakukan penelitian tentang penerapan metode-metode empiris
tersebut dan menyatakan bahwa ketiga metode yang pertama di atas tidak cocok dipakai di
Indonesia karena memberikan penyimpangan yang cukup signifikan.
Metode analisis statistik hingga saat ini dianggap paling baik karena didasarkan pada
data debit yang terukur di sungai. Akurasi dari metode ini tentu sangat dipengaruhi oleh
kualitas data pengukuran. Analisis ini bisa dilakukan jika tersedia data pencatatan debit banjir

dari AWLR (Automatic Water Level Record) pada sungai yang ditinjau dengan panjang data
minimal 20 tahun.Walaupun metode ini mempunyai akurasi yang tinggi, namun metode ini
sangat jarang dipakai di Indonesia karena pada umumnya daerah-daerah di Indonesia tidak
mempunya stasiun AWLR yang mencatat data debit banjir yang cukup panjang.
Metode analisis dengan model hidrologi pada prinsipnya adalah menggunakan model
transformasi hujan menjadi debit dengan memperhatikan karakteristik DAS daerah yang
ditinjau. Permasalahan yang sering terjadi dalam mengaplikasikan metode ini adalah dalam
hal ketersediaan data pengukuran debit, data hujan harian, dan data hujan jam-jaman sehingga
kesulitan dalam memverifikasi apakah model tersebut cocok diterapkan dengan karakteristik
DAS yang ditinjau. Dengan latarbelakang permasalahan tersebut, kemudian berkembang
beberapa Model Hidrograf Satuan Sintetik (HSS), yang mana model ini hanya membutuhkan
data karakteristik DAS saja, tanpa menggunakan data hujan dan data debit. Metoda hidrograf
satuan sintetis yang saat ini umum digunakan di Indonesia antara lain adalah metoda SnyderSCS, Snyder-Alexeyev, Nakayasu, GAMA-1, HSS- dan Limantara (Fauzi, 2004). Untuk
saat ini, pendekatan metode ini dipandang cocok diterapkan di Indonesia dari sudut pandang
ketersediaan data yang kurang memadai sehingga metode inilah yang saat ini banyak dipakai.
Pendekatan analisis banjir dengan menggunakan metode ini dipandang masih kurang tepat
karena sebagian besar metode yang ada dikembangkan di luar negeri yang mempunyai
karakter DAS yang sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia dan Riau khususnya.
2.2 Data Satelit untuk Prediksi dan Analisis Banjir
Beberapa tahun terakhir ini penggunaan data satelit untuk analisis dan pemodelan
hidrologi dan klimatologi berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi
penginderaan jauh berbasis satelit. Beberapa penelitian terkini yang telah berhasil
memanfaatkan teknologi ini diantaranya adalah Harris, dkk. (2007), Li, dkk. (2009), Sugiura,
dkk. (2009), Khan, dkk. (2011), dan Kartiwa dan Murniati (2011). Harris, dkk. (2007)
melakukan penelitian yang difokuskan pada tingkat akurasi data hujan untuk berbagai level
skala dari 0.25o hingga 0.50o untuk pemodelan hidrologi pada kasus banjir di DAS Upper
Cumberland, Kentucky. Data hujan satelit yang digunakan bersumber dari Badan Antariksa
Amerika Serikat, NASA yaitu 3B41RT yang merupakan data hujan menerus (real time)
dengan tingkat keterlambatan 6 hingga 10 jam. Penelitian ini mengobservasi bahwa data
hujan satelit bisa digunakan untuk meningkatkan akurasi analisis dan prediksi pada kasus
banjir dan genangan.
Sugiura, dkk.(2009) membuat suatu model analisis limpasan banjir yang efektif dan
efisien untuk memprediksi banjir khusus untuk negara-negara berkembang dimana

ketersediaan data pencatatan sangat terbatas. Model yang dikembangkan menggunakan data
masukan tidak hanya bersumber dari data lapangan tetapi juga kombinasi dengan data dari
satelit yang berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Beberapa hasil temuan penting yang
didapatkan dari penelitian ini adalah, pertama bahwa verifikasi hasil prediksi banjir dengan
kondisi di lapangan menunjukkan hasil yang sangat dekat. Kedua, walaupun akurasi data
satelit masih perlu diperbaiki untuk masa-masa mendatang, namun data yang ada saat ini
sudah cukup handal dipakai untuk studi analisis banjir dan genangan.
Li, dkk.(2009) mengevaluasi pemakaian data hujan satelit yang disediakan oleh Badan
Antariksa Amerika Serikat, NASA untuk memprediksi kejadian banjir untuk manajemen
bencana banjir di Nzoia, Sub-DAS Danau Victoria, Afrika. Selain menggunakan data hujan
satelit tersebut, penelitian ini juga menggunakan seperangkat data lain yang bersumber dari
penginderaan jauh, seperti data elevasi digital SRTM (Shuttle Radar Topography Mission),
parameter-parameter hidrologi yang bersumber dari SHuttle Elevation Derivativesat multiple
Scales (HydroSHEDS), data tata guna lahan dari the Moderate Resolution Imaging
Spectroradiometer (MODIS), dan data parameter tanah dari Food & Agricultural
Organization (FAO). Prediksi banjir dengan menggunakan data hujan satelit 3B42RT dari
tahun 2002 hingga 2006 ini memberikan hasil yang bisa diterima. Meskipun penggunaan data
satelit ini sudah memberikan hasil prediksi yang bisa diterima, penelitian ini sangat
merekomendasikan untuk meningkatkan resolusi dalam perekaman data hujan.
Khan, dkk.(2011) melakukan penelitian tentang metode penggunaan data hujan satelit
dari penginderaan jauh untuk kalibrasi dan evaluasi model hidrologi, simulasi kejadian banjir
dan evaluasi kemungkinan terjadinya genangan. Dengan mengambil studi kasus di DAS
Nzoia, sebuah sub-DAS dari danau Victoria di Afrika, penelitian ini menggunakan model
hidrologi CREST (Coupled Routing and Excess STorage) yang dikembangkan oleh The
University of Oklahoma dan the NASA SERVIR Project Team. Penelitian ini
mengintegrasikan data-data satelit seperti hujan, topografi, penggunaan lahan dan produk data
satelit lain untuk data masukan pada model hidrologi tersebut. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa penggunaan data-data berbasis satelit bisa digunakan untuk
mengkalibrasi model hidrologi dan memprediksi potensi kejadian banjir dan genangan dengan
akurat pada daerah-daerah yang tidak memiliki data pencatatan debit yang panjang.
Kartiwa dan Murniati (2011) melakukan penelitian tentang aplikasi penginderaan jauh
dan pemodelan hidrologi untuk pemetaan banjir pada DAS Citarum, Jawa Barat. Penelitian
ini juga membandingkan hasil pemodelan dengan menggunakan model terdistribusi
(distributed model), IFAS dengan Model Lump, GR4J. Hasil penelitian ini menunjukkan

bahwa untuk Kasus di DAS Citarum, model Lump menunjukkan hasil yang lebih baik. Hasil
output debit dari pemodelan IFAS digunakan sebagai data masukan pemodelan hidrolika
menggunakan model HEC-RAS untuk mendapatkan peta daerah rendaman banjir.
2.3 Road Map Penelitian
Secara garis besar, peta jalan (road map) penelitian ini seperti ditunjukkan pada Gambar-2.
Seperti ditunjukkan pada Gambar-2, penelitian yang diusulkan ini merupakan rangkaian
kelanjutan dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan terdahulu oleh pengusul tentang
pemodelan hidrologi menggunakan data satelit DAS-DAS yang ada di Provinsi Riau yang
telah dimulai sejak Tahun 2012 hingga tahun 2014. Adapun publikasi yang telah dilakukan
yang berhubungan dengan penelitian tersebut adalah sebagai berikut ini.
1. Sutikno, S., Fauzi, M., dan Hamiduddin, 2014, Pemodelan Hidrologi Hujan-Aliran
dengan Menggunakan Data Satelit, Seminar Nasional Teknik Sipil X-2014, 5 Februari
2014, ITS, Surabaya.
2. Sutikno, S., Fauzi, M., dan Mardhotillah, 2014, Kalibrasi dan Validasi Model
Hidrologi Hujan-Aliran Dengan Menggunakan Data Satelit, Pertemuan Ilmiah
Tahunan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (PIT HATHI) ke 31, Padang,
(dalam proses review).
Perkembangan pemodelan hidrologi-hidrolika untuk analisis dan prediksi banjir dengan
menggunakan data satelit menunjukkan kemajuan yang signifikan akhir-akhir ini. Penelitian
dan penerapan pemodelan hidrologi dengan menggunakan data satelit telah dilakukan di
beberapa negara di dunia. Implementasi pemodelannya telah dibuktikan oleh Harris, dkk.
(2007), Li, dkk.(2009), Sugiura, dkk.(2009), Khan, dkk.(2011), dan Kartiwa dan Murniati
(2011), bahwa penggunaan data satelit menunjukkan hasil yang bisa diterima.

201 201 201 201 201


2 3 4 5 6

Pemodelan hidrolika untuk


analisis dan simulasi banjir
dalam rangka untuk kajian
mitigasi bencana banjir di
DAS Rokan Provinsi Riau

Pemodelan hidrologi DAS-DAS di Riau


menggunakan data satelit

Pemodelan hidrologi untuk


analisis dan prediksi banjir
menggunakan data hujan
satelit di DAS Rokan
Provinsi Riau

Gambar-2.Road Map penelitian

BAB 3. METODE PENELITIAN


3.1 Data yang digunakan
Ada dua macam data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data yang bersumber
dari lapangan dan data yang bersumber dari penginderaan jauh. Jenis data lapangan yang
diperlukan dalam penelitian ini adalah data pencatatan hujan dan data pencatatan debit sungai
yang berada di DAS Rokan. Data debit digunakan untuk kalibrasi dan verifikasi hasil
pemodelan hidrologi menggunakan data satelit. Sedangkan data hujan digunakan untuk cross
check terhadap data hujan yang bersumber dari satelit. Data hujan ini juga bisa digunakan
untuk modifikasi data satelit bila diperlukan untuk mendapatkan hasil prediksi dan analisis
yang lebih akurat. Selain itu, penelitian ini juga memerlukan data informasi kejadian banjir
untuk kasus-kasus tertentu pada daerah yang sering mengalami kejadian banjir.
Data yang bersumber dari penginderaan jauh digunakan untuk pemodelan hidrologi.
Data-data tersebut adalah sebagaimana diuraikan berikut ini.
a) Data klimatologi. Data klimatologi dunia hasil penginderaan jauh yang terdiri atas data
temperature dan data hujan bisa diunduh langsung dari http://www.worldclim.org/.

WORLDCLIM adalah database klimatologi global yang menyediakan 4 jenis resolusi


data mulai dari 30 detik hingga 2.5, 5, dan 10 menit yang bisa diunduh dalam format esri.
b) Data elevasi topografi. Ada tiga jenis data elevasi topografi yang bisa didapatkan untuk
keperluan penelitian ini yang bisa diunduh (download) secara gratis dari internet, yaitu
GTOPO30 elevation, Hydro1k elevation dan global map elevation. Data GTOPO30
meliputi elevasi di hampir seluruh dunia mulai dari 90o Lintang Selatan hingga 90o
Lintang Utara dan mulai dari 180o Bujur Barat hingga 180o Bujur Timur.
c) Data tata guna lahan. Data tata guna lahan ini adalah data hasil dari penginderaan jauh
yang dilakukan oleh USGS (United States Geological Survey), the University of
Nebraska-Lincoln (UNL),dan the European Commission's Joint Research Centre (JRC).
Data ini merupakan data resolusi global yang diklasifikasikan dalam 24 jenis tutupan
lahan. Data ini bisa diunduh secara langsung di http://edcsns17.cr.usgs.gov/glcc/.
d) Data tanah dan data geologi. Data tanah dan data geologi untuk lingkup dunia bisa
didapatkan dari lembaga UNEP (United Nations Environment Program), CGMW
(Commission for the Geological Map of the World), GES (Goddard Earth Sciences), dan
NASA. Data-data tersebut bisa diunduh secara langsung dari laman resmi dari masingmasing institusi tersebut.
3.2 Metode pengolahan dan analisis data
Data-data yang diuraikan tersebut di atas sebagian besar tersedia dalam bentuk data
raster, yang mana tingkat akurasinya ditunjukkan dalam ukuran pixel. Oleh karena itu, untuk
mengolah data tersebut dibutuhkan perangkat lunak (software) khusus sehingga data bisa
digunakan untuk pemodelan hidrologi. Penelitian ini menggunakan alat bantu perangkat lunak
IFAS (Integrated Flood Analysis System) yang dikembangkan oleh International Centre for
Water Hazard and Risk Management (ICHARM). Perangkat lunak ini tidak hanya bisa
digunakan untuk mengolah data-data satelit tersebut, namun juga sekaligus untuk pemodelan
hidrologi hujan-aliran. Perangkat lunak ini bisa didapatkan secara gratis dari laman resmi
institusi tersebut. Perangkat lunak ini telah diaplikasikan di berbagai negara seperti Thailand,
Vietnam, dan Afrika Selatan (Sugiura dkk, 2009).
Sebagai pembanding penggunaan model di atas, penelitian ini juga menggunakan model
hidrologi CREST (Coupled Routing and Excess STorage) yang dikembangkan oleh The
University of Oklahoma dan the NASA SERVIR Project Team.Tujuan pembandingan ini
adalah untuk mengetahui model yang manakah yang mempunya tingkat akurasi yang lebih
baik.

3.3 Bagan Alir Penelitian


Tahapan-tahapan penelitian untuk jangka waktu dua tahun secara lebih detail disajikan
pada bagan alir penelitian seperti disajikan pada Gambar-3. Penelitian ini akan melakukan
pemodelan hidrologi pada tahun pertama sedangkan pemodelan hidrolika pada tahun kedua.
Pada tahun pertama, tahapan penelitian diawali dengan pengumpulan data sekunder dan studi
literatur. Tahapan selanjutnya adalah pengumpulan data penginderaan jauh dengan cara
mengunduh secara online melalui internet pada laman-laman resmi dari instansi atau lembaga
yang berkaitan. Survey lapangan dilakukan pada daerah-daerah tertentu yang diketahui
sebagai daerah yang selalu dilanda banjir setiap tahunnya di wilayah sungai Rokan bagian
hulu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan penduduk
setempat mengenai durasi dan kedalaman kejadian banjir yang pernah dialaminya. Kemudian,
data-data yang didapatkan baik dari survei lapangan maupun dari data sekunder dikumpulkan
dan disusun menurut lokasi kejadian banjir dan menurut Satuan Wilayah Sungai (SWS) yang
menyebabkan kejadian banjir. Data-data yang didapatkan dari proses penginderaan jauh
kemudian dinterpretasi dan diolah sedemikian sehingga bisa dipakai untuk proses analisis
selanjutnya. Dalam interpretasi dan pengolahan data satelit dipakai alat bantu perangkat lunak
IFAS Versi 1.2.0 dan perangkat lunak CREST.
Tahapan selanjutnya adalah pemodelan hidrologi yang dilakukan dalam rangka untuk
melakukan analisis dan prediksi kejadian banjir dengan menggunakan data-data yang
bersumber dari satelit. Analisis dan pemodelan ini menggunakan alat bantu perangkat lunak
IFAS Versi 1.2.0 dan perangkat lunak CREST.Verifikasi hasil analisis pemodelan hidrologi
dilakukan dengan membandingkan hasil output model dengan data lapangan. Jika analisis
dengan menggunakan pemodelan hidrologi ini menunjukkan hasil yang mendekati kondisi di
lapangan, maka pemodelan ini bisa dipakai untuk simulasi banjir untuk berbagai skenario.
Namun jika hasil verifikasi masih belum bisa diterima, maka model masih perlu dimodifikasi
dengan cara mengkombinasi penggunaan data hujan antara data hujan satelit dengan data
pengukuran di lapangan. Hasil akhir pemodelan hidrologi pada tahun pertama berupa
hidrograf debit untuk kurun waktu yang diinginkan sesuai dengan data historis kejadiankejadian banjir yang pernah ada.

Mulai
Pekerjaan Persiapan
(persiapan perangkat penelitian untuk survey lapangan maupun perangkat lunak yang dibutuhkan)

Pengumpulan data sekunder dan studi literatur


Pengumpulan data penginderaan jauh
(data hujan, data debit, kondisi Daerah Aliran Sungai, informasi kejadian banjir,
(data
hasil-hasil
klimatologi,
penelitian
topografi,
terdahulu)
tata guna lahan, kondisi tanah dan ge

Survey Lapangan
Interpretasi dan analisis data satelit
(wawancara penduduk setempat untuk mendapatkan informasi kejadian banjir
(menggunakanperangkat
: durasi dan kedalaman
lunak
banjir)
IFAS Versi 1.2.0 dan perangkat lunak

Pemodelan Hidrologi
Kompilasi dan Penyusunan Data
(Pemodelan
menggunakan
Softwarehasil
IFASanalisis
versi 1.2.0
dan
Software CREST untuk analisis d
(penyusunan data per sungai per lokasi kejadian banjir untuk
memudahkan
proses verifikasi
model
hidrologi)

Verifikasi Hasil Analisis Pemodelan dengan Data Lapangan


(untuk menguji kehandalan hasil analisis dengan pemodelan hidrologi)

TAHUN KE-1

Kombinasi Data Lapangan dan Data satelit untuk Pemo


Verifikasi Bisa Diterima ?Tidak
Bisa
Hasil Pemodelan Hidrologi
Berupa output debit untuk beberapa tahun simulasi

Analisis Frekuensi Debit hasil


Survey Lapangan
Pemodelan
Survei bathimetri
Hidrologi dan topografi untuk pengukuran penampang me
Untuk mendapatkan debit banjir berbagai kala ulang untuk input simulasi hidrolika

TAHUN KE-2

Pemodelan Hidrolika
Untuk simulasi hidrolika kejadian banjir
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Mitigasi Bencana
Ya Banjir
Terjadi
banjir ?
Tidak
Sudah tidak ada masalah banjir

Selesai

Gambar 3. Bagan alir pelaksanaan penelitian

Pada tahun kedua, penelitian ini akan melakukan pemodelan hidrolika dengan
menggunakan data utama berupa data debit banjir dari hasil pemodelan hidrologi yang telah
dilakukan pada tahun pertama. Data-data pendukung yang perlu ditambahkan untuk
pemodelan hidrolika adalah data geometri sungai berupa penampang memanjang dan
penampang melintang. Untuk itu akan dilakukan survei topografi dan bathimetri untuk
daerah-daerah tertentu yang mengalami permasalahan banjir. Pemodelan hidrolika dilakukan
dengan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS dengan tujuan untuk mensimulasikan
kejadian banjir dan mencocokkan dengan kejadian banjir yang nyata di lapangan yang dialami
selama ini. Penyusunan kebijakan mitigasi bencana banjir dilakukan berdasarkan kajian dan
simulasi model hidrolika yang telah dibuat. Berbagai alternatif skenario upaya mitigasi banjir
disimulasikan dengan model hidrolika yang telah dibuat, sedemikian sehingga hasil upaya
mitigasi yang terbaik yang akan direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan banjir di
lokasi studi.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN


4.1 Anggaran Biaya
Secara keseluruhan, dalam jangka waktu dua tahun penelitian ini diperkirakan
membutuhkan anggaran sebesar Rp. 126.530.000,00. (seratus dua puluh enam juta lima ratus
tiga puluh ribu rupiah). Anggaran penelitian pada tahun pertama adalah Rp. 58.000.000,00
(lima puluh delapan juta rupiah) dan tahun kedua adalah Rp. 68.530.000,00 (enam puluh
delapan juta lima ratus tiga puluh ribu rupiah) dengan perincian perkomponen kegiatan
sebagaimana disajikan pada Tabel-1. Justifikasi anggaran penelitian secara terperinci
disajikan pada Lampiran-1.
Tabel-1 Ringkasan Anggaran Biaya Penelitian
No

Jenis Pengeluaran

Gaji dan upah (Maks. 30%)


Bahan habis pakai dan peralatan
(3040%)
Perjalanan (1525%)
Lain-lain : publikasi seminar,
laporan, dll. (Maks. 15%)
Jumlah

2
3
4

Biaya yang diusulkan


Tahun I
Tahun II
18.720.000,00
18.720.000,00
18.500.000,00

26.530.000,00

11.250.000,00

14.750.000,00

9.530.000,00

8.530.000,00

65.020.000,00
68.530.000,00
126.530.000,00

4.2 Jadwal Penelitian


Secara garis besar penelitian ini terdiri atas dua tahapan utama untuk pelaksanaan
penelitian selama dua tahun. Jadwal penelitian dalam bentuk bar chart untuk rencana
penelitian yang diajukan seperti disajikan pada Tabel-2.
Tabel-2. Jadwal pelaksanaan penelitian

DAFTAR PUSTAKA

Ajmar A, Albanese A, Disabato F and Miotto F, 2012, Integration of satellite and rainfall
data for the identification of flood events in developing countries, Italian Journal of
Remote Sensing - 2012, 44 (1): 167-180, doi: 10.5721/ItJRS201244113
Fauzi, M., 2004, Pemodelan Transformasi Hujan-Debit Dengan Pendekatan Soft Computing,
Jurnal Teknik Universitas Brawijaya, ISSN 08542139, Vol XI No. 3.
Harris A., Rahman, Hossain F., Yarborough L., Bagtzoglou, Easson G., 2007, Satellite-based
Flood Modeling Using TRMM-based Rainfall Products, Sensors, ISSN 1424-8220,
MDPI, www.mdpi.org/sensors.

Khan S., Hong Y, Wang J, Yilmaz K.K, Gourley J.J, Adler R,Brakenridge R, Policelli F, Habib
S, and Irwin D, 2011, Satellite Remote Sensing and Hydrologic Modeling for Flood
Inundation Mapping in Lake Victoria Basin: Implications for Hydrologic Prediction in
Ungauged Basins, IEEE Transactions Geoscience and Remote Sensing, Vol. 49, No.1,
January 2011.
Kartiwa, B., Murniati, E., 2011, Application of RS, GIS and Hydrological Model for Flood
Mapping of Lower Citarum Watershed, Indonesia, Sentinel Asia Joint Project Team
Meeting, 12th-14th July 2011, Putra Jaya, Malaysia.
Li Li, Hong Y, Wang J, Adler R, Policelli F, Habib S, Irwin D, Korme T, Okello L, 2008,
Evaluation of the real-time TRMM-based multi-satellite precipitation analysis for an
operational flood prediction system in Nzoia Basin, Lake Victoria, Africa, Springer
Science+Business Media B.V. 2009.
Sri Harto Br, 1993, Analisis Hidrologi, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sugiura T., Fukami T., Fujiwara N., Hamaguchi K., Nakamura S., Hironaka S., Nakamura K.,
Wada T., Ishikawa M., Shimizu T., Inomata K., Itou K., 2009, Development of Integrated
Flood Analysis System (IFAS) and its Applications, 7th ISE& 8th HIC, Chile.
Sutikno, S., Fauzi, M., dan Hamiduddin, 2014, Pemodelan Hidrologi Hujan-Aliran dengan
Menggunakan Data Satelit, Seminar Nasional Teknik Sipil X-2014, 5 Februari 2014, ITS,
Surabaya

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1.Justifikasi Anggaran Penelitian.


Lampiran 2.Dukungan sarana dan prasarana penelitian.
Lampiran 3.Susunan organisasi tim peneliti dan pembagian tugas.
Lampiran 4.Biodata ketua dan anggota.
Lampiran 5.Surat pernyataan ketua peneliti.

1. Ketua Peneliti
A.

Identitas Diri

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Nama lengkap dan gelar


Jenis Kelamin
Jabatan Fungsional
NIP/NIK/Identitas lainnya
NIDN
Tempat dan tanggal lahir
Alamat e-mail
Nomor Telp/HP
Alamat Kantor

10
11
12

Nomor Telepon/Faks
Lulusan yang Telah Dihasilkan
Mata Kuliah yg Diampu

B.

Yohanna Lilis Handayani, ST., MT


Perempuan
Lektor

19730126 200003 2003


0026017302
Blitar, 26 Januari 1973
ylilis_h@yahoo.com
08151601743

Riwayat Pendidikan Tinggi :

Nama Perguruan
Tinggi

S-1
Universitas Gadjah
Mada

Bidang Ilmu

Teknik Sipil

Tahun Masuk - Lulus

1991 - 1998

Judul
Skripsi/Thesis /
Disertasi

Nama Pembimbing /
Promotor

C.

Lab. Hidroteknik, Jurusan Teknik Sipil FT


Universitas Riau
Jln. HR Soebrantas Km 12.5 Pekanbaru
0761-7047866
S-1= orang; S-2= orang; S-3 orang
1. Rekayasa Hidrologi (S1)
2. Teknik Drainase (S-1)
3. Pengembangan Sumber Daya Air (S-1)
4. Statistik dan Probabilitas (S-1)

Pengolahan
Limbah Restoran
dengan Rangkaian
Tangki Septik dan
Aerator
Ir. Sri Puji
Saraswati, M.Sc

S-2
Universitas Gadjah
Mada
Bidang Teknik
Sumber Daya Air
Teknik Sipil
1999 - 2001

S-3

Optimasi Tataguna
Lahan dan
Penerapan
Rekayasa Teknik
dalam Fenomena
Banjir Di DAS
Ciliwung
Dr. Ir. Rahmad
Jayadi, M.Eng.

Pengalaman Penelitian Dalam 5 Ttahun Terakhir

(Bukan Skripsi, Thesis, maupun Disertasi)


No.

Tahun

2010

Judul Penelitian
Analisa Sistem Drainase Kawasan Mesjid
Arfaunas Universitas Riau,

Pendanaan
Sumber Jml (juta Rp)
DIPA
Universitas
10
Riau

D.
No.

E.
No.

2012

Kajian Ketersedian Air Suatu Daerah


Aliran Sungai (DAS) Menggunakan
Pendekatan Model Ihacres

Hibah
Bersaing

50

Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Ttahun Terakhir


Tahun

Judul Pengabdian Kepada Masyarakat

2013

Penerapan Teknologi Wetland untuk


Pengolahan Air Limbah Domestik di
Musholla Fakultas Teknik Universitas
Riau

Pendanaan
Sumber Jml (juta Rp)
Dana
PNPB
5
Fakultas
Teknik-

Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir


Judul Artikel Ilmiah

Volume /
Nomor /
Tahun

Nama Jurnal

Kajian Sistem Drainase untuk


Mengatasi Banjir Genangan (Studi
Kasus Sistem Drainase Jalan Akasia
Kota Pangkalan Kerinci)

Jurnal Sains dan


Teknologi Fakultas
Teknik Universitas Riau

Pengaruh Penambahan Media pada


Sumur Resapan dalam Memperbaiki
Kualitas Air Limbah Rumah Tangga

Jurnal Sains dan


Teknologi diterbitkan
oleh Jurnal Sains dan
Teknologi Fakultas

No. ISSN
14126257 Vol
10 No 1,
Maret
2011
No. ISSN
1412-6257
Vol 10 No
2,
September
2011

F.Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) Dalam 5 Tahun Terakhir


No.

Nama Pertemuan
Ilmiah / Seminar

Seminar Hasil
Penelitian Dosen

Seminar Hasil
Penelitian Dosen

Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan
Tempat

Uji Intensitas Hujan dengan


Metode Mononobe di Daerah
Pengaliran Sungai (DPS) Kampar
Stasiun Pasar Kampar

tanggal 20 Juni
2009 Jurusan
Teknik Sipil
Universitas Riau

Analisis Biaya Operasional


Instalasi Pengolahan air Minum di
Tampan PDAM Tirta Siak
Pekanbaru

tanggal 18
Desember 2010
Jurusan Teknik
Sipil Universitas

Riau
Seminar Nasional
Teknik Kimia
Teknologi Oleo &
Petrokimia Indonesia
tahun 2013

G.

Pengaruh Ukuran Efektif Pasir


Dalam Biosand Filter Untuk
Pengolahan Air Gambut

27 Nopember
2013 di Hotel
Pangeran
Pekanbaru

Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir

No

Judul Buku

Tahun

Jumlah
Halaman

Penerbit

H.
N
o

Perolehan HKI dalam 510 Tahun Terakhir


Judul/Tema HKI

Tahun

Jenis

Nomor P/ID

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5


Tahun Terakhir
N
o

Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial


Lainnya yang Telah Diterapkan

Tahun

Tempat
Penerapan

Respon
Masyarakat

1
2

J.Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi


lainnya)
N
o
1

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi
Penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat
dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Bersaing.
Pekanbaru, 25 April 2014

Pengusul,
(Yohanna Lilis Handayani, ST., MT)
NIP 19730126 200003 2003

2. Anggota Peneliti
A. Identitas Diri
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Nama lengkap dan gelar


Jenis Kelamin
Jabatan Fungsional
NIP/NIK/Identitas lainnya
NIDN
Tempat dan tanggal lahir
Alamat e-mail
Nomor Telp/HP
Alamat Kantor

10
11
12

Nomor Telepon/Faks
Lulusan yang Telah Dihasilkan
Mata Kuliah yg Diampu

B.

Dr. Eng. Sigit Sutikno, ST., MT


Laki-laki
Lektor
19740616 199903 1004
0016067402
Gumawang OKU, 16 Juni 1974
ssutiknoyk@yahoo.com
081228322380
Lab. Hidroteknik, Jurusan Teknik Sipil FT
Universitas Riau
Jln. HR Soebrantas Km 12.5 Pekanbaru
0761-7047866
S-1= 14 orang; S-2= - orang; S-3 orang
1. Metodologi Penelitian (S-1)
2. Metode Teknologi Konstruksi (S-1)
3. Pelabuhan (S-1)
4. Bangunan Air (S-1)
5. Aliran Air Tanah (S-1)
6. Metode Numerik Terapan (S-2)
7. Hidraulika Lanjut (S-2)
8. Hidrologi kualitatif dan kuantitatif (S-2)
9. Penginderaan Jauh bidang SDA (S-2)

Riwayat Pendidikan
S-1
Universitas Gadjah
Mada Yogyakarta

S-2
Universitas Gadjah
Mada Yogyakarta

Bidang Ilmu

Teknik Sipil

Teknik Sipil Hidro

Tahun Masuk - Lulus

1992 - 1997

1998 - 2002

Judul
Skripsi/Thesis /
Disertasi

Studi Karakteristik
SWS Brantas dengan
Model ARSP

Pemodelan Numeris
Elemen Hingga
Persamaan Aliran
Turbulen K-Epsilon

Nama Pembimbing /
Promotor

Ir. Adam Pamudji


Rahardjo, M.Sc.,
P.hD.

Ir. Adam Pamudji


Rahardjo, M.Sc.,
P.hD.

Nama Perguruan
Tinggi

C.

S-3
University of
Miyazaki, Japan
Natural disaster,
tsunami evacuation
2008 - 2012
Development of
Simulation Model for
Evaluating Tsunami
Evacuation and its
Application
Prof. Keisuke
Murakami

Pengalaman Penelitian Dalam 5 Ttahun Terakhir

(Bukan Skripsi, Thesis, maupun Disertasi)


No.

Tahun

2014

Judul Penelitian
Upaya Mitigasi Perubahan Garis Pantai
Pulau-pulau terluar NKRI di Wilayah
Provinsi Riau dengan Pemodelan

Pendanaan
Sumber Jml (juta Rp)
Hibah PPS75
DIKTI

2013

2012

2012

D.
No.

Matematis Berbasis Sistem Informasi


Geografis dan Penginderaan Jauh
Analisis Perubahan Garis Pantai Pulaupulau Terluar dengan Menggunakan Data
Penginderaan Jauh
Pemodelan Hidrologi dengan menggunakan
Data Satelit
Kajian Perencanaan Shelter untuk Evakuasi
Terhadap Bahaya Tsunami di Kota Cilacap
dan Kota Pacitan

Mandiri

15

mandiri

mandiri

15

Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Ttahun Terakhir


Tahun

Judul Pengabdian Kepada Masyarakat

Pendanaan
Sumber Jml (juta Rp)

2013

Tim Ahli Bappeda Provinsi Riau dalam


Penyusunan Rencana Kegiatan
Pembangunan Daerah Provinsi Riau

2011

Perencanaan shelter evakuasi dan jalur


evakuasi partisipatif di Hosojima district,
Hyuga city, Japan.

2010

Perencanaan shelter evakuasi dan jalur


evakuasi partisipatif di Kota Pacitan, Jawa
Tengah.

E.

Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir

No.

Judul Artikel Ilmiah

Nama Jurnal

Evaluation of Tsunami Evacuation Risks


in Padang City -Case Study on 2009 West
Sumatera Earthquake-

Study on Tsunami Evacuation Measure


Considering Risks on Evacuation
Network

Annual Journal of Civil


Engineering in the Ocean,
Japan Society of Civil
Engineer
Annual Journal of Civil
Engineering in the Ocean,
Japan Society of Civil
Engineer

Volume /
Nomor /
Tahun
Vol.26/
2010
Vol.25/
2009

F.Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) Dalam 5 Tahun Terakhir


No.

Nama Pertemuan
Ilmiah / Seminar

Seminar Nasional Teknik


Sipil X-2014, ITS

Pemodelan Hidrologi Hujan-Aliran


dengan Menggunakan Data Satelit

International Sessions in

Application of Agent-Based Model for

Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan
Tempat
Surabaya, 5
Februari 2014
Juli 2011,

G.
No
1

Iwate, Japan

JSCE West Branch


Annual Conference

Evaluation of Public Shelter Plan for


tsunami Evacuation in Padang City after
2009 West Sumatera Earthquake

Maret 2011,
Kitakyushu,
Japan

Evacuation Risks Analysis against


Tsunami Hazard Base on Spatial and
Network Analysis on GIS

Juni 2010
Beijing, China

Determination of Temporal Shelters


Base on Analysis of

Pebruari 2010

Service Area in Padang City, Indonesia


Evaluation of Tsunami Evacuation Risks
in Padang City -Case Study on 2009
West Sumatera Earthquake-

Annual Conference of
Civil Engineering in the
Ocean, JSCE

Study on Tsunami Evacuation Measure


Considering Risks on Evacuation
Network

The 28th Symposium on


Japan Society for Natural
Disaster Science

GIS Based Temporal Sheltering


Determination against Tsunami Hazard
in Pacitan City, East Java

JSCE West Branch


Annual Meeting

Evaluation of Service Area against


Tsunami Hazard with Using Network
Analysis on GIS

Fukuoka,
Japan
Juni 2010
Kagoshima,
Japan
Juni 2009
Yokohama,
Japan
September
2009
Kyoto, Japan
Maret 2009
Fukuoka,
Japan

Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir


Judul Buku
Buku Ajar Teknik Drainase

H.

Evaluating Tsunami Evacuation Plan in


Local Fishing Village

The Twentieth International


OFFSHORE AND POLAR
ENGINEERING
CONFERENCE
Western Regional
Division Report of
Natural Disaster
ResearchCouncil
Annual Conference of
Civil Engineering in the
Ocean, JSCE

Coastal Engineering
Conference, JSCE

Tahun

Jumlah
Halaman

2007

89

Penerbit
Pusat Pengembangan
Pendidikan Universitas Riau

Perolehan HKI dalam 510 Tahun Terakhir


Judul/Tema HKI

Tahun

Jenis

Nomor P/ID

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5


Tahun Terakhir

N
o

Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial


Lainnyayang Telah Diterapkan

Perencanaan shelter evakuasi dan


jalur evakuasi partisipatif di Hosojima
district, Hyuga city, Japan.

Perencanaan shelter evakuasi dan


jalur evakuasi partisipatif di Kota
Pacitan, Jawa Tengah.

Tempat
Penerapan

Respon
Masyarakat

2011

Hosojima
district, Hyuga
city, Japan

Antusias dan sangat


mendukung

2010

Kota Pacitan,
Jawa Tengah.

Antusias dan sangat


mendukung

Tahun

J.Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi


lainnya)
N
o
1

Jenis Penghargaan
Dosen Terbaik III di Bidang
Pembelajaran se-Universitas Riau

Institusi Pemberi
Penghargaan

Tahun

Universitas Riau

2007

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat
dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Bersaing.
Pekanbaru, 19April 2014
Pengusul,

NIP19740616 199903 1004

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenarbenarnya.

Lampiran 5.Surat Pernyataan Ketua Peneliti