Anda di halaman 1dari 10

ALAT UKUR AZAS INDUKSI

Induksi adalah suatu keadaan listrik hasil akibat adanya medan magnet
yang bangkit disekitar kumparan berarus listrik. Bila suatu konduktor ditempatkan
dalam medan magnit dari arus bolak-balik, maka arus-arus putar akan dibangkitkan
didalam konduktor tersebut. Medan-medan magnit dari arus-arus putar ini dan dari
arus bolak-balik yang menyebabkannya, akan memberikan interaksi yang
menimbulkan momen gerak pada konduktor; dan prinsip ini akan mendasari kerja
daripada alat-alat ukur induksi.
Alat ukur induksi ini mempunyai sistem perputaran sederhana dan kokoh, lagi pula,
mudah dibuat sebagai alat ukur dengan sudut penunjukan yang lebar. Suatu aspek
yang lain daripada alat ukur induksi ini, adalah kemungkinan didapatkannya momen
putar yang relatif besar. Akan tetapi alat ukur ini penggunaanya hanya untuk arus
balak-balik, dan sebagai alat penunjuk , hanya dipergunakan pada panil-panil listrik.
Alat ukur induksi ini dapat diklasifikasikan dalam medan yang berputar atau medan
yang bergerak; akan tetapi pada bagian ini hanya dari type medan yang bergerak,
akan dijelaskan lebih lanjut. Prinsip ini juga dipergunakan dalam alat-alat ukur
enersi pada arus balak-balik.
Seperti yang telah dikemukakan diatas bahwa alat ukur azas induksi ini hanya
dapat digunakan untuk besar AC, dan pada umumnya hanya digunakan sebagai alat
ukur energi (energy kWh-meter). Prinsip kerjanya berdasarkan gaya interaksi antara
flux magnet AC dengan arus Eddy pada piringan aluminium atau piringan tembaga.
Terdapat 2 jenis alat ukur induksi, yaitu:
Ferraris Type (Tipe belah phasa)
Beda phasa diperoleh dengan cara menambahkan tahanan shunt pada salah satu
rangkaian kutubnya.
Shaded Pole
Beda phasa diperoleh dengan cara memasang ring atau cincin pada salah satu
kutubnya. Ring atau cincin ini bekerja seperti lilitan sekunder trafo, dimana akan
terjadi induksi terlebih dahulu pada ring,sehingga fluksnya akan menjadi terlambat
dibandingkan dengan flux dari kutub yang satunya. Alat ukur induksi menggunakan
redaman arus Eddy, jadi piringan berfungsi untuk menghasilkan torsi kerja dan
sekaligus berfungsi untuk menghasilkan torsi redam.
Karakteristik alat ukur induksi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Hanya untuk besaran AC


Tingkat ketelitian rendah
Redaman efektif
Pemakaian daya
Terpengaruh frekuensi dan suhu
Skala tidak uniform.

http://melidapolban.blogspot.com/2006/07/alat-ukur-azas-induksi.html
Induksi adalah suatu keadaan listrik hasil akibat adanya medan magnet yang
bangkit disekitar kumparan berarus listrik. Bila suatu konduktor ditempatkan dalam
medan magnit dari arus bolak-balik, maka arus-arus putar akan dibangkitkan
didalam konduktor tersebut. Medan-medan magnit dari arus-arus putar ini dan dari
arus bolak-balik yang menyebabkannya, akan memberikan interaksi yang
menimbulkan momen gerak pada konduktor; dan prinsip ini akan mendasari kerja
daripada alat-alat ukur induksi.
Alat ukur induksi merupakan alat ukur ynag momen geraknya ditimbulkan oleh
suatu fluks magnit dan arus bolak-blik. Alat lazim untuk mengukur energi (KWh
meter) walaupun ada juga untuk arus maupun tegangan.
Arus energi mempunyai dua fluks magnet yang dihasilkan dari suatu arus mengalir
pada kumparan. Kedua magnet fluks tersebut memotong piringan.
Piringan dipotong oleh 2 fluks magnet 1 dan 2 pada titik P1 dan P2. Fluks ke-1 1
menyebabkan arus pusar 1 (I1). Arus pusar ini melalui titik P2. menyebabkan
momen gerak I (Mg1).Interaksi yang terjadi antara I1 dan Demikian juga 2
menyebabkan momen arus pusar 2 (I2) yang melalui P1 dan interaksi arus pusar 2
(I2) dan fluks 2 (2) menyebabkan momen gerak 2 (Mg2).
Alat ukur induksi ini mempunyai sistem perputaran sederhana dan kokoh, lagi pula,
mudah dibuat sebagai alat ukur dengan sudut penunjukan yang lebar. Suatu aspek
yang lain daripada alat ukur induksi ini, adalah kemungkinan didapatkannya momen
putar yang relatif besar. Akan tetapi alat ukur ini penggunaanya hanya untuk arus
balak-balik, dan sebagai alat penunjuk , hanya dipergunakan pada panil panil listrik.
Alat ukur induksi ini dapat diklasifikasikan dalam medan yang berputar atau medan
yang bergerak; akan tetapi pada bagian ini hanya dari type medan yang bergerak,
akan dijelaskan lebih lanjut. Prinsip ini juga dipergunakan dalam alat-alat ukur
enersi pada arus balak-balik.
Seperti yang telah dikemukakan diatas bahwa alat ukur azas induksi ini hanya
dapat digunakan untuk besar AC, dan pada umumnya hanya digunakan sebagai alat
ukur energi (energy kWh-meter). Prinsip kerjanya berdasarkan gaya interaksi antara
flux magnet AC dengan arus Eddy pada piringan aluminium atau piringan tembaga.

Bila impedansi lintasan arus pusar sebesar Z maka harga efektif arus pusar :
l1 = el / z = w / z . 1

Resultan kedua momen tersebut menyebabkan berputarnya piringan :


Mg = Mg1 Mg2
Mg = K. 1. 2 Sin Cos
Untuk mendapatkan momen gerak yang besar diusahakan :
1. Sin = 1 : maka beda fasa sudut antara 1 dan 2 adalah 90.
2. Cos = 1 : maka ada beda sudut fasa antara I dan E.
Terdapat 2 jenis alat ukur induksi, yaitu:
Ferraris Type (Tipe belah phasa)
Beda phasa diperoleh dengan cara menambahkan tahanan shunt pada salah satu
rangkaian kutubnya.

Shaded Pole
Beda phasa diperoleh dengan cara memasang ring atau cincin pada salah satu
kutubnya. Ring atau cincin ini bekerja seperti lilitan sekunder trafo, dimana akan
terjadi induksi terlebih dahulu pada ring,sehingga fluksnya akan menjadi terlambat
dibandingkan dengan flux dari kutub yang satunya. Alat ukur induksi menggunakan
redaman arus Eddy, jadi piringan berfungsi untuk menghasilkan torsi kerja dan
sekaligus berfungsi untuk menghasilkan torsi redam.
-)Karakteristik alat ukur induksi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Hanya untuk besaran AC


Tingkat ketelitian rendah
Redaman efektif
Pemakaian daya
Terpengaruh frekuensi dan suhu
Skala tidak uniform.

http://cruzadercruzer.blogspot.com/2010/04/alat-ukur-induksi.html

Alat Ukur LIstrik

Alat Ukur Listrik ( Multitester)

A. Pengenalan Alat Ukur Multitester


Multitester adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik,
dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multitester. secara umum, sedangkan pada
perkembangannya multitester masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur
temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Ada juga yang menyebut sebagai VOM
(Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun
arus (amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multimeter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masingmasing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.
1.

Definisi Pengukuran

Untuk mengetahui besaran listrik DC maupun AC seperti tegangan, arus, resistansi, daya,
faktor kerja, dan frekuensi kita menggunakan alat ukur listrik.
Awalnya dipakai alat-alat ukur analog dengan penunjukan menggunakan jarum dan membaca
dari skala. Kini banyak dipakai alat ukur listrik digital yang praktis dan hasilnya tinggalmembaca
pada layar display.
Bahkan dalam satu alat ukur listrik dapat digunakan untuk mengukur beberapa besaran,misalnya
tegangan AC dan DC, arus listrik DC dan AC, resistansi kita menyebutnya Multitster Untuk
kebutuhan praktis tetap dipakai alat ukur tunggal, misalnya untuk mengukur tegangan saja, atau
daya listrik saja. Sampai saat ini alat ukur analog masih tetap digunakan karena handal,
ekonomis, dan praktis . Namun alat ukur digital makin luas dipakai, karena harganya makin
terjangkau, praktis dalam pemakaian, dan penunjukannya makin akurat dan presisi.
Ada beberapa istilah dan definisi pengukuran listrik yang harus dipahami, diantaranyaalat
ukur, akurasi, presisi, kepekaan, resolusi, dan kesalahan.
a. Alat ukur, adalah perangkat untuk menentu kan nilai atau besaran dari kuantitas atauvariabel.
b. Akurasi, kedekatan alat ukur membaca pada nilai yang sebenarnya dari variabel yang diukur.

c. Presisi, hasil pengukuran yang dihasilkan dari proses pengukuran, atau derajat untuk
membedakan satu pengukuran dengan lainnya.
d. Kepekaan, ratio dari sinyal output atau tanggapan alat ukur perubahan input atau variable yang
diukur.
e. Resolusi, perubahan terkecil dari nilai pengukuran yang mampu ditanggapi oleh alat ukur.
f. Kesalahan, angka penyimpangan dari nilai sebenarnya variabel yang diukur.
2.

Sistem Satuan

Pada awal perkembangan teknik pengukuran mengenal dua sistem satuan, yaitu sistemmetrik
(dipelopori Prancis sejak 1795). Amerika Serikat dan Inggris juga menggunakan sistemmetrik
untuk kepentingan internasional, tapi untuk kebutuhan lokal menggunakan sistemCGS
(centimeter-gram-second). Sejak tahun 1960 dikenalkan Sistem Internasional (SI Unit) sebagai
kesepakatan internasional.
Ukuran standar dalam pengukuran sangat penting, karena sebagai acuan dalam peneraan alat
ukur yang diakui oleh komunitas internasional. Ada enam besaran yang berhubungan dengan
kelistrikan yang dibuat sebagai standar, yaitu standar amper, resistansi, tegangan, kapasitansi,
induktansi, kemagnetan, dan temperatur.
1. Standar amper
Menurut ketentuan Standar Internasional (SI) adalah arus konstan yang dialirkan pada dua
konduktor dalam ruang hampa udara dengan jarak 1 meter, di antara kedua penghantar
menimbulkan gaya = 2 10-7 newton/m panjang.
2. Standar resistansi
Menurut ketentuan SI adalah kawat alloy manganin resistansi 1 yang memiliki tahanan listrik
tinggi dan koefisien temperatur rendah, ditempatkan dalam tabung terisolasi yang menjaga dari
perubahan temperatur atmosfer.
3. Standar tegangan
Ketentuan SI adalah tabung gelas Weston mirip huruh H memiliki dua elektrode, tabung
elektrode positip berisi elektrolit mercury dan tabung elektrode negatip diisi elektrolit cadmium,
ditempatkan dalam suhu ruangan. Tegangan elektrode Weston pada suhu 20C sebesar 1.01858
V.
4. Standar Kapasitansi
Menurut ketentuan SI, diturunkan dari standart resistansi SI dan standar tegangan SI, dengan
menggunakan sistem jembatan Maxwell, dengan diketahui resistansi dan frekuensi secara teliti
akan diperoleh standar kapasitansi (farad).
5. Standar Induktansi
Menurut ketentuan SI, diturunkan dari standar resistansi dan standar kapasitansi, dengan
metode geometris, standar induktor akan diperoleh.
3. Alat Ukur Listrik Analog
Alat ukur listrik analog merupakan alat ukur generasi awal dan sampai saat ini masih
digunakan. Bagiannya banyak komponen listrik dan mekanik yang saling berhubungan. Bagian
listrik yang penting adalah, magnet permanen, tahanan meter, dan kumparan putar. Bagian
mekanik meliputi jarum penunjuk, skala dan sekrup pengatur jarum penunjuk.

Jika terlalu kencang jarum akan terhambat, jika terlalu kendor jarum akan mudah goncang.
Pengaturan jarum penunjuk sekaligus untuk memposisikan jarum pada skala nol meter.
Alat ukur analog memiliki komponen putar yang akan bereaksi begitu mendapat sinyal listrik.
Cara bereaksi jarum penunjuk ada yang menyimpang dulu baru menunjukkan angka pengukuran.
Atau jarum penunjuk bergerak ke angka penunjukan perlahan-lahan tanpa ada penyimpangan.
Untuk itu digunakan peredam mekanik berupa pegas yang terpasang pada poros jarum atau bilah
sebagai penahan gerakan jarum berupa bilah dalam ruang udara .
Pada meter dengan kelas industri baik dari jenis kumparan putar maupun jenis besi putar seperti
meter yang dipasang pada panel meter banyak dipakai peredam jenis pegas.
Bentuk skala memanjang saat kini jarang ditemukan. Bentuk skala melingkar dan skala kuadran
banyak dipakai untuk alat ukur voltmeter dan ampermeter pada panel meter.
a.
Multitester Analog
Multitester salah satu meter analog yang banyak dipakai untuk pekerjaan kelistrikan dan bidang
elektronika
Multimeter memiliki tiga fungsi pengukuran, yaitu
1. Voltmeter untuk tegangan AC dengan batas ukur 0-500 V, pengukuran tegangan DC dengan
batas ukur 0-0,5 V dan 0-500V.
2. Ampermeter untuk arus listrik DC dengan batas ukur 0-50 A dan 0-15 A, pengukuran arus
listrik AC 0-15 A.
3. Ohmmeter dengan batas ukur dari 1.-1M
4.
Alat Ukur Digital
Alat ukur digital saat sekarang banyak dipakai dengan berbagai kelebihannya,
murah, mudah dioperaikan, dan praktis. Multimeter digital mampu menampilkan
beberapa pengukuran untuk arus miliamper, temperatur C, tegangan milivolt, resistansi
ohm, frekuensi Hz, daya listrik mW sampai kapasitansi nF .
Pada dasarnya data /informasi yang akan diukur bersifat analog. Blok diagram alat
ukur digital terdiri komponen sensor, penguat sinyal analog, analog to digital converter,
mikroprosesor, alat cetak, dan display digital .

Sensor mengubah besaran listrik dan non elektrik menjadi tegangan, karena
tegangan masih dalam orde mV perlu diperkuat oleh penguat input. Sinyal input analog
yang sudah diperkuat, dari sinyal analog diubah menjadi sinyal digital dengan (ADC)
analog to digital akan diolah oleh perangkat PC atau mikroprosessor dengan program
tertentu dan hasil pengolahan disimpan dalam sistem memori digital. Informasi digital
ditampilkan dalam display atau dihubungkan dicetak dengan mesin cetak. Display digital

akan menampilkan angka diskrit dari 0 sampai angka 9 ada tiga jenis, yaitu 7-segmen, 14segmen dan dot matrik 5 x 7
Sinyal digital terdiri atas 0 dan 1, ketika sinyal 0 tidak bertegangan atau OFF,
ketika sinyal 1 bertegangan atau ON. Gambar 8.9 Tampilan penunjukan digital Gambar
8.12 Multimeter digital AC dan DC
B. MANFAAT PENGGUNAAN MULTITESTER.
Multitesteradalah alat ukur yang terdiri dari gabungan beberapa alat ukur yang dijadikan
satu. Multimeter standar biasanya terdiri dari Amperemeter, Voltmeter dan Ohm meter
sehingga multitester sering juga disebut dengan AVO meter.
Fungsi/ manfaat Multitester :
1. Mengukur tegangan DC/ voltmeter
2. Mengukur tegangan AC/voltmeter
3. Mengukur kuat arus DC/ampermeter
4. Mengukur nilai hambatan sebuah resistor/ohm meter
Fungsi tambahan :
5. Mengecek hubung-singkat / koneksi
6. Mengecek transistor
7. Mengecek kapasitor elektrolit
8. Mengecek dioda
9. Mengecek induktor
10. Mengukur suhu (type tertentu)
C. PENGGUNAAN MULTITESTER
Pembacaan hasil ukur multimeter:
o Pada multimeter digital nilai yang diukur bisa langsung dibaca pada display
o Pada multimeter analog nilai yang diukur diperoleh dari penunjukan jarum pada papan skala
lalu dicocokkan dengan batas ukur.
a. Membaca skala Ohmmeter :
o Skala ohmmeter biasanya terletak pada papan skala paling atas, ciri-cirinya adalah angka 0
berada disebelah kanan dan disebelahnya ada simbol ohm.
o Untuk menentukan nilai resistor yang diukur caranya adalah dengan mengalikan angka yang
ditunjukkan oleh jarum penunjuk dikalikan dengan batas ukur.
o Contoh : misal jarum menunjuk ke angka 5 dan posisi batas ukur pada X100, maka nilai
resistor tersebut adalah 5 X100 = 5.000 ohm atau 5Kohm.
o Pada beberapa multimeter ada yang papan skalanya dibedakan antara skala X1 dan skala
X1K.
b. Membaca Skala Voltmeter-Amperemeter (V-A) :
o Skala V-A biasanya terletak dibawah skala ohmmeter, ciri-cirinya adalah angka 0 berada
disebelah kiri dan disebelahnya ada tanda V-A.

o Berbeda dengan ohmmeter, skala V-A biasanya ada lebih dari satu, berdasarkan batas ukur
yang ada.
o Contoh: multimeter yang mempunyai batas ukur 0.25, 2.5, 10, 50, 250, dan 1000 maka ada 3
ukuran skala yaitu 10, 50 dan 250.
o Cara pembacaannya adalah langsung menentukan nilai sesuai dengan angka yang
ditunjukkan oleh jarum penunjuk dengan memperhatikan ukuran skala mana yang dipakai.
o Misal kita menggunakan batas ukur 2.5 maka ukuran skala yang dipakai adalah yang skala
250V lalu angka yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk dibagi dengan 100. angka 100
diperoleh dari 250V dibagi 2.5
o Contoh : Saat mengukur tegangan batu battery 1.5 V maka batas ukur kita atur pada posisi
2.5V, jadi yang dipakai deretan skala 250. Misalnya jarum menunjuk di posisi 150 berarti
tagangan battery adalah 150/100 = 1.5 Volt
c. Untuk mengukur tagangan AC langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1)
2)
3)
4)

1) Pertama-tama harus diingat bahwa apakah yang diukur itu tegangan AC ataUuDC
2)
Kita ukur tegangan AC.
3)
Harus diingat pula batas ukurnya. Misalnya jaringan listrik PLN 220 Volt.
4) Saklar Batas Ukur menunjuk AC Volt, ke angka yang lebih tinggi dari batas ukur, misal ke
angka 250 Volt.
5) Tempelkan colok yang satu ke + dn yang lain ke - karena yang akan diukur arus arusnya
bolak-balik.
6) Pada waktu mengukut ini misalnya jarum penunjuk menunjuk angka 220, ini berarti
tegangan PLN disitu 220 Volt. Tentu saja skala yang dipakai adalah yang batas kiri 0 dan batas
kanan 250
d.
Cara mengukur Tegangan DC
Untuk mengukur tegangan DC secara prinsip tak ubahnya dengan AC .Hanya perlu diperhatikan
kabel colok alat ukur harus disambung/ditempelkan pada kutub dari sumber tegangan. Langkahlangkah pengukuran, adalah sbb :
Perlu diperhatikan Batas Ukur, Pencolok merah (+) dan pencolok hitam (-) , kutub positip ( + )
dan kutub negati ( - ).
Arahkan saklar menunjuk ke DC Volt. Pengukuran yang dikerjakan dalam keadaan arus
mengalir (pengukuran dinamis), Saklar pada angka 10.
Waktu mengadakan pengukuran, colok merah (+) ditempatkan pada (+) dan colok hitam (-)
ditempatkan pada (-).
Yang dibaca adalah skala 0-10. Misalnya menunjuk angka 1,5 , ini artinya tegangan arus = 1,5
Volt. Kalau saklar kita arahkan pada angka 50, maka saklar yang dibaca skala 0 - 50.
e.
Mengukur Kuat Arus DC
Untuk mengukur kuar arus dalam suatu rangkaian harus dalam keadaan terbuka.Langkahlangkahnya sbb ;
1) Alat ini hanya dapat digunakan untuk menukur kuat arus DC saja. Kuat arusDC biasanya
kecil. Karena itu alat ini hanya mencantumkan angka pengukuran sampai 500 mA.
2) Mengukur kuat arus DC dilakukan dengan cara sambungan seri dengan alatpemakai,
misalnya lampu pijar. Saklar penunjuk diarahkan pada DC mA dengan memperhatikan batas
ukur. Dipilih misalnyaangka 25.
3)
Disini kita mengukur dalam keadaan hubungan terbuka. Karena itu putuskan hubungan.

4)
5)

Tempelkan colok merah pada kutub positip (+) dan colokhitam (-) pada kutub negatip (-).
Baca skala, jarum menunjuk pada angka berapa. itulah hasil pengukurannya.

f.

Menggunakan Multitester sebagai Volt Meter

Pasang Kabel hitam ke COM (Ground), dan pasang Kabel Merah ke Lubang palingkanan
(V/Ohm). Tentukan object pengukuran, misalnya akan mengukur battere Nokia yang
berkapasitas 3,7V.
Lihat skala pada Multitester pd bagian V (Volt) ada dua yaitu:
DC Volt -- (Tegangan searah) : Tegangan Batere, Teg. Output IC Power, dsb (Terdapat Polaritas
+ dan -) AC Volt ~ (Tegangan Bolak Balik) : Tegangan PLN, dan sejenisnya. Umumnya yg
digunakan dalam pengukuran arus lemah seperti pengukuran ponsel, dll dipilih yg DC
Volt Setelah dipilih skala DC Volt, ada nilai2 yang tertera pada bagian DC Volt tsb.
Contoh:
200mV artinya akan mengukur tegangan yang maximal 0,2 Volt
2V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 2 Volt
20V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 20 Volt
200V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 200V
750V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 750V
Gunakan skala yang tepat utk pengukuran, misal Battere 3,6 Volt gunakan skala pada 20V. Maka
hasilnya akan akurat misal terbaca : 3,76 Volt. Jika menggunakan skala 2 V akan muncul angka 1
(pertanda overload/ melebihi skala) Jika menggunakan skala 200V akan terbaca hasilnya namun
tidak akurat mis terbaca : 3,6V atau 3,7 V saja (1digit belakang koma) Jika menggunakan 750V
bisa saja namun hasilnya akan terbaca 3 atau 4 volt (Dibulatkan lsg tanpa koma)
Setelah object pengukuran sudah ada, dan skala sudah dipilih yang tepat, maka lakukan
pengukuran dengan menempelkan kab el merah ke positif battere dan kabel hitam ke negatif
batere. Akan muncul hasil pengukurannya. Jika kabel terbalik hasilnya akan tetap muncul,
namun ada tanda negatif didepan hasilnya. Beda dengan Multitester Analog. Jika kabel terbalik
jarum akan mentok kekiri.

NB : jika Multitester ada tombol DH, artinya Data Hold. Jika ditekan maka hasilnya akan freeze,
dan bisa dicatat hasilnya.
D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
1. MULTIMETER MANUAL
Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple.
Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang memerlukan
ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multimeter digital.
2. MULTIMETER DIGITAL
Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja mengukur yang memerlukan
kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-bengkel komputer dan service center
yang memakai multimeter digital. Kekurangannya adalah susah untuk memonitor tegangan yang

tidak stabil. Jadi bila melakukan pengukuran tegangan yang bergerak naikturun,sebaiknya menggunakan multimeter analog.