Anda di halaman 1dari 98

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan

03 Oktober s/d 27 Oktober

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Pentingnya Puskesmas


Pusat

Kesehatan

Masyarakat

(Puskesmas)

merupakan

bagian

integral

dari

pembangunan nasional. Oleh karena itu, kesehatan adalah salah satu aspek yang mempengaruhi
kualitas dan produktivitas sumber daya manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat adil
dan makmur.
Puskesmas merupakan tempat untuk memperoleh pelayanan kesehatan bagi
masyarakat di wilayah kerjanya, sesuai dengan fungsi Puskesmas sendiri sebagai pusat
pembangunan, pembinaan, dan pelayanan kesehatan masyarakat. Sebagai pelayanan kesehatan
tingkat I, Puskesmas mempunyai wewenang dan bertanggung jawab terhadap masalah
kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
Tujuan nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 salah
satunya adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan
tersebut maka diselenggarakan pembangunan yang berkesinambungan dalam rangka program
pembangunan yang menyeluruh, terarah dan terpadu secara optimal untuk memenuhi
kebutuhan dasar manusia termasuk di bidang kesehatan.
Menurut Undang-undang No. 23 tahun 1992, sehat diartikan sebagai keadaan sejahtera
dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi yang ingin dicapai dari pembangunan kesehatan tentang
keadaan masyarakat Indonesia

yaitu INDONESIA SEHAT 2015. Salah satu cara

perwujudannya yaitu dengan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai dan menyeluruh
bagi masyarakat.
Dalam pasal 5 UU Kesehatan No. 23 tahun 1992 menyatakan bahwa setiap orang
berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan
perorangan, keluarga, dan lingkungan. Dalam menjalankan tugasnya sebagai tempat pelayanan
masyarakat, Puskesmas memiliki tugas-tugas pokok, dan mempunyai tujuan yaitu
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

1.2

Tujuan Laporan Tahunan

1.2.1

Tujuan Umum
1. Untuk melaporkan Hasil Pencapaian Program kerja Puskesmas.
2. Untuk melaporkan perkinian struktur organisasi Puskesmas serta program dari
masing-masing unit yang ada.

1.2.2

Tujuan Khusus
1. Untuk melaporkan hasil pencapaian program wajib dan pengembangan Puskesmas
(khususnya Puskesmas Medan Labuhan).
2. Untuk

melaporkansejauh

mana

program-program

tersebut

telah

berjalan,

berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Puskesmas.


3. Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dijumpai dalam melaksanakan
program-program tersebut, melakukan analisis data berdasarkan dokumen
rekapitulasi data di puskesmas.
4. Membuatperencanaan program Puskesmas pada tahun 2015 berdasarkan

atas

masalah-masalah kesehatan yang dijumpai di wilayah Puskesmas Medan Labuhan


Kecamatan Medan Medan Labuhan pada tahun 2015
5. Untuk lebih meningkatkan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Program
yang kurang dalam pencapaian pada tahun 2015 di Puskesmas Medan Labuhan.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

BAB II
PROFIL PUSKESMAS MEDAN LABUHAN
2.1

Puskesmas

2.1.1

Pengertian Puskesmas
Puskesmas adalah suatu unit organisasi fungsional yang merupakan pusat

pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping
memberi pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat dalam suatu
wilayah kerja dalam bentuk usaha-usaha kegiatan pokok.
Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.
1. Unit Pelaksana Teknis
Sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (UPTD), Puskesmas
berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak
pembangunan kesehatan di Indonesia.
2. Pembangunan Kesehatan
Pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa
Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
3. Pertanggungjawaban Penyelenggaraan
Penanggung jawab utama penyelenggaraan seluruh upaya pembangunan kesehatan di
wilayah Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, sedangkan
Puskesmas bertanggung jawab hanya untuk sebagian upaya pembangunan kesehatan
yang

dibebankan

oleh

Dinas

Kesehatan

Kabupaten/Kota

sesuai

dengan

kemampuannya.
4. Wilayah Kerja
Secara nasional, standar wilayah kerja Puskesmas adalah satu kecamatan. Tetapi
apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu Puskesmas, maka tanggung jawab
wilayah kerja dibagi antar Puskesmas, dengan memperhatikan keutuhan konsep
wilayah (desa/kelurahan atau RW). Masing-masing Puskesmas tersebut secara
operasional bertanggung jawab langsung kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

2.1.2

Tujuan Puskesmas
Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah untuk

mendukung tercapainya tujuan pembanguan kesehatan nasional, yakni meningkatkan


kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di
wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam rangka
mewujudkan Indonesia Sehat 2015.
2.1.3

Fungsi Puskesmas
1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan
Puskesmas selalu berupaya menyelenggarakan dan memantau penyelenggaran
pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah
kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di
samping itu Puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari
penyelenggaran setiap program pembanguan di wilayah kerjanya. Khusus untuk
pembanguan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan
penyakit dan pemulihan kesehatan
2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga
dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan
melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam
memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya, serta ikut
menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.
Pemberdayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan
memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat.
3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pratama
Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pratama
secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat
pratama yang menjadi tanggung jawab Puskesmas meliputi:
a. Pelayanan Kesehatan Perorangan
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi (private
goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan
perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

penyakit. Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk


Puskesmas tertentu ditambah dengan rawat inap.
b. Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik (public
goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan
kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain adalah promosi
kesehatan, pemberantasa penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi,
peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa masyarakat
serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.
2.2

Visi dan Misi Puskesmas

2.2.1

Visi Puskesmas
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah

tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat. Kecamatan Sehat adalah
gambaran masyarakat Kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan
kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat,
memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan
merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Indikator Kecamatan Sehat yang ingin dicapai mencakup 4 indikator utama yakni :
1. Lingkungan sehat
2. Perilaku sehat
3. Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu, serta
4. Derajat kesehatan penduduk kecamatan
Rumusan visi untuk masing-masing Puskesmas harus mengacu pada visi
pembangunan kesehatan Puskesmas di atas yakni terwujudnya Kecamatan Sehat, yang harus
disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta wilayah Kecamatan setempat.
2.2.2

Misi Puskesmas
Misi Pembangunan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah

mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan Nasional. Misi tersebut adalah :


1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya.
Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

Puskesmas akan selalu menggerakkan pembangunan sektor lain yang diselenggarakan


di wilayah kerjanya, agar memperhatikan aspek kesehatan, yaitu pembangunan yang
tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, setidak-tidaknya terhadap
lingkungan dan perilaku masyarakat.
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah
kerjanya.
Puskesmas akan selalu berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat yang bertempat
tinggal di wilayah kerjanya makin berdaya di bidang kesehatan, melalui peningkatan
pengetahuan dan kemampuan menuju kemandirian untuk hidup sehat.
3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan
Puskesmas akan selalu berupaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sesuai
dengan standar dan memuaskan masyarakat, mengupayakan pemerataan pelayanan
kesehatan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan dana sehingga dapat dijangkau
oleh seluruh anggota masyarakat.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat
beserta lingkungannya
Puskesmas akan selalu berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah
dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat yang berkunjung dan yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya, tanpa
diskriminasi dan dengan menerapkan kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan yang
sesuai. Upaya pemeliharaan dan peningkatan yang dilakukan Puskesmas mencakup
pula aspek lingkungan dari yang bersangkutan.
2.2.3

Motto Puskesmas Medan Labuhan


Motto Puskesmas Medan Labuhan: Medan Sehat, Harapan Kita Bersama.

2.3

Asas dan Upaya Penyelenggaraan Puskesmas

2.3.1

Asas Penyelenggaraan Puskesmas


Penyelenggaraan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan harus

menerapkan asas penyelenggaraan Puskesmas secara terpadu. Asas penyelenggaraan


Puskesmas tersebut dikembangkan dari ketiga fungsi Puskesmas. Dasar pemikirannya adalah
Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

pentingnya menerapkan prinsip dasar dari setiap fungsi Puskesmas dalam menyelenggarakan
setiap upaya Puskesmas, baik upaya kesehatan wajib maupun upaya kesehatan pengembangan.
Asas Penyelenggaraan Puskesmas yang dimaksud adalah:
1.

Asas Pertanggungjawaban Wilayah


Berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan Puskesmas, antara lain:
a.

Menggerakkan pembangunan di berbagai sektor tingkatan Kecamatan sehingga


berwawasan kesehatan.

b.

Memantau dampak berbagai upaya pembangunan terhadap kesehatan masyarakat di


wilayah kerjanya.

c.

Membina setiap upaya kesehatan strata pertama yang diselenggarakan oleh


masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya.

d.

Menyelenggarakan upaya kesehatan strata pertama (primer) secara merata dan


terjangkau di wilayah kerjanya.

2. Asas Pemberdayaan Masyarakat


Beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Puskesmas dalam rangka pemberdayaan
masyarakat antara lain :
a. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak: Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB).
b. Upaya Pengobatan: Posyandu.
c. Upaya Perbaikan Gizi: Posyandu, Panti Pemulihan Gizi, Kelurga Sadar Gizi (Kadarzi).
d. Upaya Kesehatan Sekolah: dokter kecil, penyertaan guru dan orang tua/wali murid,
Saka Bakti Husada (SBH), Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).
e. Upaya Kesehatan Lingkungan: Kelompok Pemakai Air (Pokmair), Desa Percontohan
Kesehatan Lingkungan (DPKL).
f. Upaya Kesehatan Usia Lanjut: Posyandu Usila, Panti Wreda.
g. Upaya Kesehatan Kerja: Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK)
h. Upaya Kesehatan Jiwa: Posyandu, Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat
(TPKJM).
i. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional: Taman Obat Keluarga (TOGA).
j. UpayaPembiayaan dan Jaminan Kesehatan (inovatif): Dana Sehat, Tabungan Ibu
Bersalin (Tabulin), Mobilisasi Dana Keagamaan.
3. Asas Keterpaduan
Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya


harus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, bermitra dengan BPKM/BPP dan
organisasi masyakarat lainnya, berkoordinasi dengan lintas sektoral dan lintas program,
agar terjadi perpaduan kegiatan di lapangan sehingga lebih berhasil guna dan berdaya
guna.
4. Asas Rujukan
Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan pertama, yang bila tidak mampu
mengatasi masalah karena berbagai keterbatasan, bisa melakukan rujukan baik secara
vertikal ke tingkat yang lebih tinggi, atau secara horizontal ke Puskesmas lainnya.
Ada dua macam rujukan di Puskesmas :
a.

Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan


Cakupan rujukan pelayanan kesehatan perorangan adalah kasus penyakit. Apabila
suatu puskesmas tidak mampu menanggulangi satu kasus penyakit tertentu, maka
puskesmas tersebut wajib merujuknya ke sarana pelayanan kesehatan yang lebih
mampu (baik horizontal maupun vertikal). Sebaliknya pasien paska rawat inap yang
hanya memerlukan rawat jalan sederhana, dirujuk ke puskesmas.
Rujukan upaya kesehatan perorangan dibedakan atas tiga macam:

Rujukan kasus keperluan diagnostik, pengobatan, tindakan medik (biasanya

operasi) dan lain-lain.


Rujukan bahan pemeriksaan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium

yang lebih lengkap.


Rujukan ilmu pengetahuan antara lain mendatangkan tenaga yang lebih
kompeten untuk melakukan bimbingan kepada tenaga puskesmas dan

ataupun menyelenggarakan pelayanan medik di puskesmas.


b. Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat
Cakupan rujukan pelayanan kesehatan masyarakat adalah masalah kesehatan
masyarakat, misalnya kejadian luar biasa, pencemaran lingkungan, dan bencana.
Rujukan pelayanan kesehatan masyarakat juga dilakukan apabila satu puskesmas
tidak mampu menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat wajib dan
pengembangan, padahal upaya kesehatan masyarakat tersebut telah menjadi
kebutuhan masyarakat. Apabila suatu puskesmas tidak mampu menanggulangi

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

masalah kesehatan masyarakat, maka puskesmas tersebut wajib merujuknya ke


Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Rujukan upaya kesehatan masyarakat dibedakan atas tiga macam, yaitu:

Rujukan sarana dan logistik, antara lain peminjaman peralatan fogging,


peminjaman alat laboratorium kesehatan, peminjaman alat audio visual,

bantuan obat, vaksin, bahan-bahan habis pakai dan bahan makanan.


Rujukan tenaga antara lain dukungan tenaga ahli untuk penyelidikan
kejadian luar biasa, bantuan penyelesaian masalah hukum kesehatan,

penanggulangan gangguan kesehatan karena bencana alam.


Rujukan operasional, yakni menyerahkan sepenuhnya masalah kesehatan
masyarakat dan tanggungjawab penyelesaian masalah kesehatan masyarakat
atau penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat (antara lain Upaya
Kesehatan Sekolah, Upaya Kesehatan Kerja, Upaya Kesehatan Jiwa,
pemeriksaan contoh air bersih) kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Rujukan operasional diselenggarakan apabila puskesmas tidak mampu.

Gambar 2.1 Rujukan Pelayanan Kesehatan


2.3.2

Upaya Penyelenggaraan Puskesmas


Untuk tercapainya visi pembangunan kesehatan melalui Puskesmas yakni terwujudnya

Kecamatan

Sehat

Menuju

Indonesia

Sehat

2015,

Puskesmas

bertanggung

jawab

menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, yang


keduanya jika ditinjau dari sistem kesehatan nasional merupakan pelayanan kesehatan tingkat
pertama.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

Upaya kesehatan tersebut dikelompokkan menjadi dua yakni :


1. Upaya Kesehatan Wajib
Upaya kesehatan wajib Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan
komitmen nasional, regional dan global serta yang mempunyai daya ungkit tinggi
untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan wajib ini harus
diselenggarakan oleh setiap Puskesmas yang ada di Indonesia.
Upaya kesehatan wajib tersebut adalah:
a.

Upaya Promosi Kesehatan

b.

Upaya Kesehatan Lingkungan

c.

Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

d.

Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

e.

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

f.

Upaya Pengobatan

g.

Upaya Pencatatan dan Pelaporan


2. Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya kesehatan pengembangan Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang
disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas. Upaya kesehatan pengembangan dipilih
dari daftar upaya kesehatan pokok Puskesmas yang telah ada, yakni:
a. Upaya Kesehatan Sekolah
b. Upaya Kesehatan Olahraga
c. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
d. Upaya Kesehatan Kerja
e. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
f. Upaya Kesehatan Jiwa
g. Upaya Kesehatan Mata
h. Upaya Kesehatan Usia Lanjut
i. Upaya Kesehatan Pengobatan Tradisional

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

10

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

Upaya laboratorium medis dan laboratorium kesehatan masyarakat tidak termasuk


pilihan karena kedua upaya ini merupakan pelayanan penunjang dari setiap upaya wajib dan
upaya pengembangan Puskesmas.
Perawatan kesehatan masyarakat merupakan pelayanan penunjang baik upaya
kesehatan wajib maupun upaya kesehatan pengembangan. Apabila perawatan kesehatan
masyarakat menjadi permasalahan spesifik di daerah tersebut maka dapat dijadikan sebagai
salah satu upaya kesehatan pengembangan.
Upaya kesehatan pengembangan Puskesmas dapat pula bersifat upaya inovasi, yakni
upaya lain diluar upaya Puskesmas tersebut di atas yang sesuai dengan kebutuhan.
Pengembangan dan pelaksanaan upaya inovasi ini adalah dalam rangka mempercepat
tercapainya visi Puskesmas.
Pemilihan upaya kesehatan pengembangan ini dilakukan oleh Puskesmas bersama
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Medan.Upaya kesehatan pengembangan dilakukan apabila
upaya kesehatan wajib Puskesmas telah terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan
serta peningkatan mutu pelayanan telah tercapai. Penetapan upaya kesehatan pengembangan
pilihan Puskesmas ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dalam keadaan
tertentu upaya kesehatan pengembangan Puskesmas dapat pula ditetapkan sebagai penugasan
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Apabila Puskesmas belum mampu menyelenggarakan upaya kesehatan pengembangan
padahal telah menjadi kebutuhan masyarakat, maka Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
bertanggung

jawab

dan wajib

menyelenggarakannya.

Untuk

itu

Dinas

Kesehatan

Kabupaten/Kota perlu dilengkapi dengan berbagai unit fungsional lainnya.


Dalam keadaan tertentu, masyarakat membutuhkan pula pelayanan rawat inap. Untuk
ini Puskesmas dapat dikembangkan pelayanan rawat inap tersebut, yang dalam pelaksanaannya
tenaga, sarana dan prasarana sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, di beberapa daerah tertentu telah muncul pula kebutuhan masyarakat
terhadap pelayanan medik spesialistik. Dalam keadaan ini, apabila ada kemampuan, di
Puskesmas dapat dikembangkan pelayanan medik spesialistik tersebut, baik dalam bentuk
rawat jalan maupun rawat inap. Keberadaan pelayanan medik spesialistik di Puskesmas hanya
dalam rangka mendekatkan pelayanan rujukan kepada masyarakat yang membutuhkan. Status
dokter dan atau tenaga spesialis yang bekerja di Puskesmas dapat sebagai tenaga konsulen atau

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

11

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

tenaga tetap fungsional Puskesmas yang diatur oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
setempat.
2.4

Kedudukan, Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas

2.4.1

Kedudukan Puskesmas
Kedudukan Puskesmas dibedakan menurut keterkaitannya dengan Sistem Kesehatan

Nasional, Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota dan Sistem Pemerintah Daerah :


1. Sistem Kesehatan Nasional
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Nasional adalah sebagai sarana
pelayanan kesehatan strata pertama yang bertanggung jawab menyelenggarakan upaya
kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
2. Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota adalah sebagai Unit
Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan Kabupaten/Kota di
wilayah kerjanya.
3. Sistem Pemerintah Daerah
Kedudukan Puskesmas dalam sistem Pemerintahan Daerah adalah sebagai unit
pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang merupakan unit struktural
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bidang kesehatan di tingkat kecamatan.
4. Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata Pratama
Di wilayah kerja Puskesmas terdapat berbagai organisasi pelayanan kesehatan strata
pratama yang dikelola oleh lembaga masyarakat dan swasta seperti praktek dokter,
praktek dokter gigi, praktek bidan, poliklinik dan balai kesehatan masyarakat.
Kedudukan Puskesmas di antara berbagai sarana pelayanan kesehatan strata pratama
ini adalah sebagai mitra. Di wilayah kerja Puskesmas terdapat pula berbagai bentuk
upaya-upaya kesehatan berbasis dan bersumber daya masyarakat seperti: Posyandu,
Polindes, Pos Obat Desa dan Pos UKK. Kedudukan Puskesmas di antara berbagai
sarana pelayanan kesehatan berbasis dan bersumberdaya masyarakat adalah sebagai
pembina.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

12

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

2.4.2

Organisasi Puskesmas

1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Puskesmas tergantung dari beban tugas masing-masing Puskesmas.
Penyusunan struktur organisasi Puskesmas di satu Kabupaten/Kota dilakukan oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan
Peraturan Daerah.
Sebagai acuan dapat dipergunakan pola struktur organisasi Puskesmas berikut:
a. Kepala Puskesmas
b. Unit Tata Usaha yang bertanggungjawab membantu Kepala Puskesmas dalam
pengelolaan :
-

Data dan Informasi

Perencanaan dan Penilaian

Keuangan

Umum dan Kepegawaian

c. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas:


-

Upaya Kesehatan Masyarakat, termasuk pembinaan terhadap UKBM

Upaya Kesehatan Perorangan

d. Jaringan Pelayanan Perorangan:


-

Unit Puskesmas Pembantu

Unit Puskesmas Keliling

Unit Bidan di Desa/Komunitas

2. Kriteria Personalia
Kriteria personalia yang mengisi struktur organisasi Puskesmas disesuaikan dengan
tugas dan tanggungjawab masing-masing unit Puskesmas. Khusus untuk Kepala
Puskesmas kriteria tersebut dipersyaratkan harus seorang sarjana di bidang kesehatan
yang kurikulum pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat.
3. Eselon Kepala Puskesmas
Kepala Puskesmas adalah penanggung jawab pembangunan kesehatan di tingkat
Kecamatan. Sesuai dengan tanggung jawab tersebut dan besarnya peran Kepala
Puskesmas dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan
maka jabatan Kepala Puskesmas adalah jabatan struktural Eselon IV.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

13

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

Dalam keadaan tidak tersedia tenaga yang memenuhi syarat untuk menjabat jabatan
IV, ditunjuk pejabat sementara yang sesuai dengan kriteria Kepala Puskesmas yakni
seorang sarjana di bidang kesehatan yang kurikulum pendidikannya mencakup di
bidang kesehatan masyarakat, dengan kewenangan yang setara dengan pejabat tetap.
2.4.3

Tata Kerja Puskesmas

1. Dengan Kantor Kecamatan


Dalam melaksanakan fungsinya, Puskesmas berkoordinasi dengan kantor kecamatan
melalui pertemuan berkala yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. Koordinasi
tersebut mencakup perencanaan, penggerakan pelaksanaan, pengawasan dan
pengendalian serta penilaian. Dalam hal pelaksanaan fungsi penggalian sumber daya
masyarakat oleh Puskesmas, koordinasi dengan kantor kecamatan mencakup pula
kegiatan fasilitasi.
2. Dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dengan
demikian secara teknis dari administratif, Puskesmas bertanggung jawab kepada Dinas
Kesehatan

Kabupaten/Kota.

Sebaliknya

Dinas

Kesehatan

Kabupaten/Kota

bertanggung jawab membina serta memberikan bantuan administratif dan teknis


kepada Puskesmas.
3. Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pratama
Sebagai mitra pelayanan kesehatan strata pratama yang dikelola oleh lembaga
masyarakata dan swasta, Puskesmas menjalin kerjasama termasuk penyelenggara
rujukan dan memantau kegiatan yang diselenggarakan. Sedangkan sebagai Pembina
upaya kesehatan bersumber daya masyarakat, Puskesmas melaksanakan bimbingan
teknis, pemberdayaan dan rujukan sesuai kebutuhan.
4. Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan
Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan
masyarakat, Puskesmas menjalin kerjasama yang erat dengan berbagai pelayanan
kesehatan rujukan. Untuk upaya kesehatan perorangan, jalinan kerjasama tersebut
diselenggarakan dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan perorangan seperti
Rumah Sakit (Kabupaten/Kota) dan berbagai balai kesehatan masyarakat (Balai
Pengobatan Penyakit Paru-Paru, Balai Kesehatan Mata Masyarakat, Balai Kesehatan
Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

14

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

Kerja Masyarakat, Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat, Balai Kesehatan Jiwa


Masyarakat, Balai Kesehatan Indra Masyarakat).
Sedangkan untuk upaya kesehatan masyarakat, jalinan kerjasama diselenggarakan
dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat rujukan, seperti Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, Balai Laboratorium
Kesehatan

serta

berbagai

balai

kesehatan

masyarakat.

Kerjasama

tersebut

diselenggarakan melalui penerapan konsep rujukan yang menyeluruh dalam


koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
5. Dengan Lintas Sektor
Tanggung jawab Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis adalah menyelenggarakan
sebagian tugas pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota. Untuk hasil yang optimal, penyelenggaraan pembangunan kesehatan
tersebut harus dapat dikoordinsikan dengan berbagai lintas sektor terkait yang ada di
tingkat Kecamatan. Diharapkan di satu pihak, penyelenggaraan pembangunan
kesehatan di Kecamatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai sektor terkait,
sedangkan di pihak lain pembangunan yang diselenggarakan oleh sektor lain di tingkat
Kecamatan berdampak positif terhadap kesehatan.
6. Dengan Masyarakat
Sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya, Puskesmas memerlukan dukungan aktif dari masyarakat sebagai objek dan
subjek pembangunan. Dukungan aktif tersebut diwujudkan melalui pembentukan
Badan Penyantun Puskesmas (BPP) yang menghimpun berbagai potensi masyarakat,
seperti: tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, organisasi kemasyarakatan, serta dunia
usaha. BPP tersebut berperan sebagai mitra Puskesmas dalam menyelenggarakan
pembangunan kesehatan.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

15

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

BAB III
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS MEDAN LABUHAN
3.1

Data Geografis dan Demografis


Lokasi Puskesmas
PuskesmasMedan Labuhanterletak di Jalan Hamparan Perak Link VII Kel.Martubung,

Kecamatan Medan Labuhan, Kotamadya Medan, Propinsi Sumatera Utara. Dengan letak
geografis :

Sebelah Utara : dengan tanah parit/Jalan Hamparan perak

Sebelah Selatan

Sebelah Timur : dengan Tembok/Jalan Kejaksaan

Sebelah Barat : dengan Tanah Almarhum Muhammad Mardi


3.2

: dengan Tembok/Kejari Labuhan Deli

Wilayah Kerja Puskesmas


Dalam melaksanakan kegiatannya PuskesmasMedan Labuhan mempunyai wilayah

kerja kecamatan Medan Labuhan, yaitu :


a. Kelurahan Martubung
b. Kelurahan Sei Mati
Dengan jumlah 25 lingkungan. Pada wilayah kerja Puskesmas Medan Labuhan terdapat
Puskesmas Pembantu yaitu Puskesmas Pembantu Sei mati.
3.3

Data Umum Puskesmas Medan Labuhan

3.3.1

Data Geografis
Luas wilayah

: 1024

Ha

Jumlah Kelurahan

:2

Kelurahan

Jumlah Lingkungan

: 25

Lingkungan

Jumlah KK

: 6.020

Jiwa

Jumlah Penduduk

: 35..094 Jiwa

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

16

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

3.3.2

Data Demografi
Kecamatan Medan Labuhan terdiri dari 2 kelurahan dengan jumlah penduduk 31.297

jiwa dengan 6.020 kepala Keluarga dengan jumlah jenis kelamin laki-laki sebanyak 15.908
jiwa dan perempuan sebanyak 15.319 jiwa

No

Kelurahan

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

Martubung

8.617

8.118

16.805

Sei Mati

7.291

7.201

14.492

TOTAL
15.908
15.319
31.297
Tabel 3.1 Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas
Medan Labuhan Tahun 2016

Tabel 3.2 Distribusi Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan, Kecamatan
Medan Labuhan, Januari s/d Desember Tahun 2016
No

Kelurahan

Jumlah Penduduk

Martubung

16.805

Sei Mati

14.492

Jumlah

31.297

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk terbanyak terdapat pada
Kelurahan Martubung yaitu sebanyak 16.805 orang.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

17

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

Gambar 3.1 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan


Tabel 3.3 Data Penduduk Berdasarkan Mata pencarian di Wilayah Kerja Puskesmas Medan
Labuhan Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2016
No

Keterangan

Martubung
Sei Mati

Buruh

4.412

Swasta

4.393

Pedagang

4.375

Wiraswasta

88

PNS

286

Pensiunan

73

TNI/POLRI

74

Petani

410

Nelayan

4015

10

Dll

6.485

TOTAL

24.611

Dari tabel 3.3 dapat dilihat bahwa pekerjaan terbanyak penduduk Puskesmas Medan
Labuhan adalah buruh yaitu sebanyak 4.412 orang.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

18

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

Tabel 3.4 Data Sasaran Bayi, Balita, Bumil, Bulin, Bufas, Buteki di Wilayah Kerja
Puskesmas Medan Labuhan, Kecamatan Labuhan, Januari s/d Desember Tahun
2016
No

Kriteria

Jumlah (Jiwa)

Bayi

625

Balita

3755

Bumil

688

Buteki

657

Dari tabel di atas didapati bahwa penduduk yang paling banyak golongan Balita yaitu
sebanyak 3.755 jiwa.

Tabel 3.5 Sasaran dan Target KIA Tahun 2016


SASARAN & TARGET KIA TAHUN 2016

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

19

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

Jumlah Penduduk

31.297

Martubung

16.805

Sei Mati

14.492
Sasaran untuk Kelurahan Sei Mati

1. Bumil : 1,1 x 0,02 x 14.492 = 318


2. Bulin

: 1,05 x 0,02 x 14.492 = 304

3. Bayi

: 1 x 0,02 x 14.492

4. Bufas

: Bayi

= 289

Sasaran untuk Kelurahan Martubung


1. Bumil : 1,1 x 0,02 x 16.805 = 370
2. Bulin

: 1,05 x 0,02 x 16.805 = 353

3. Bayi

: 1 x 0,02 x 16.805 = 336

4. Bufas

: Bayi

Sasaran untuk Keseluruhan


1. Bumil : 1,1 x 0,02 x 31.297 = 688

3.3.3

2. Bulin

: 1,05 x 0,02 x 31.297 = 657

3. Bayi

: 1 x 0,02 x 31.297 = 625

4. Bufas

: Bayi

Tenaga Kesehatan Puskesmas Medan Labuhan


Puskesmas Medan Labuhan memiliki tenaga kesehatan terdiri dari: tenaga medis,

paramedis, dan staf administrasi lainnya.


Tabel 3.6 Data Tenaga Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan Tahun 2016

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

20

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

No.

Tugas

Pendidikan

n
IV/A
III/D
III/C
III/D
III/D
III/B
III/D
III/D
III/C
III/C

Kepala Puskesmas
Dokter Poliklinik
Penjab
Dokter Gigi
TPG
Bendahara/TU
KTU/Imunisasi
KIA
TB Paru
Obat

S1 Kedokteran
S1 Kedokteran
S1Kedokteran Gigi
S1 Kedokteran Gigi
D3 Keperawatan
SMA
SKM
DI Kebidanan
Analis
Asisten Apoteker

.
11. Maria Simorangkir
12 Hervida Turnip, S.Kep

III/B
III/B

Perawat Gigi
DDTKA

SPRG
S1 Keperawatan

.
13

Damaris Hutasoit

III/A

PTM

Sekolah Perawat

.
14

Fretty Sitorus

II/D

PTM, K3, Diare

D3 Keperawatan

.
15

Laili Sartika

II/D

SP2TP, Kesling

D3 Keperawatan

.
16

Senna Warita Saragih

II/D

Lansia

D3 Kebidanan

.
17

Agustina Siregar, AmKeb

II/D

KB, ISPA

D3 Kebidanan

.
18

Renti Marlina Sihombing

II/D

Poliklinik

D3 Keperawatan

.
19

Tonggi Marudut, AMG

II/D

TPG/Kesling

D3 Gizi

.
20

Sri Rahayu Purba

II/D

UKS

D3 Keperawatan

.
21

Fryska Fatmawati Simanulangga

II/D

D3 Keperawatan

.
22

Fauziah

II/C

Sekolah Perawat

.
23

Iin Mayasari, AmKeb

Honorer

Administrasi

D3 Kebidanan

.
24

Sunarti Ritonga

Honorer

CS

SMA

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10

Nama
dr. Heva Julietta Sinaga
dr. Anne Sophia Florence Sitompul
drg. Ridha Ariani
drg. Alfred Padumpang Parulian
Lolo Sondang R. Manurung
Reminta
Ramdasari F. Siregar, SKM
Hernalom P. Ulina
Wina Lisma Sinaga
Nur Aida Murni

Golonga

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

21

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

.
25

Ahmad Syarozi Harahap

Honorer

Satpam

SMA

.
Tabel 3.7 Data Tenaga Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Medan Labuhan
Tahun 2016
No
.
1.
2.
3.

Nama

Golongan

dr.Prieska Novita
Sabarlah Tarigan
Henny Sianturi

III/C
III/D
II/C

Tugas

Pendidikan

Kepala Pusk. Pembantu Sei.Mati S1 Kedokteran


KIA
D3 Kebidanan
Obat
Asisten Apoteker

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pembagian tugas dan kewajiban masing
masing staf sesuai dengan pendidikannya.
3.3.3.1 Struktur Organisasi Puskesmas
Tugas dan Fungsi:

Kepala Puskesmas
-

Sebagai pemimpin

Sebagai tenaga ahli

Mengoreksi program

Urusan Tata Usaha


-

Melaksanakan administrasi

Pengurusan supporting (kepegawaian)

Perlengkapan

Keuangan

Staf Puskesmas
-

Masing-masing bekerja dan bertanggung jawab sesuai dengan


bidang/program kerja

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

22

Laporan Kegiatan Puskesmas Medan Labuhan


03 Oktober s/d 27 Oktober

Bagan Struktur Organisasi Pukesmas Medan Labuhan


Kecamatan Medan Labuhan Januari s/d Desember Tahun 2016
KEPALA PUSKESMAS
dr. Heva Julietta Sinaga

PENANGGUNG JAWAB
drg. Ridha Ariani

UNIT TATA USAHA


Ramdasari F. Siregar, SKM

UNIT I
KIA/KB
Hernalom
Agustina

UNIT II
P2M
Ramdasari

GIZI
Lolo
Tonggi

POLIKLINI
K
dr. Anne

KESLING
Tonggi

UNIT IV

UNIT III

Renti

GIMUL

drg. Ridha
Maria

UKS
Tonggi

UNIT V
OBAT
Nur Aida

UNIT VI
BENDAHARA
PUSK
Reminta

USILA
Senna

BENDAHARAJ
PKMM

LAB

Fretty

Wina

IMUNISASI
Ramdasari

INVENTARIS
Hervida

DETEKSI

SP2TP

Kepala Puskesmas Pembantu Sei Mati

Laili

dr. Prieska Novita

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

23

3.3.4

Fasilitas Fisik Puskesmas Medan Labuhan


Puskesmas Medan Labuhan dalam menjalankan kegiatannya didukung oleh fasilitas

fisik meliputi:
1. Ruang Rawat Jalan

: 9 ruangan

2. Ruangan dilengkapi dengan alkes/meubiler yang sesuai.


3.3.4.1 Fasilitas Gedung Puskesmas Permanen
Terdiri dari:

Ruang Kepala Puskesmas

: 1 buah

Ruang Periksa Pasien : 1 buah

Ruang Kartu/Komputer

Ruang Tunggu

Ruang Pengobatan Gigi

: 1 buah

Ruang Obat/Apotek

: 1 buah

Ruang KIA/KB/Imunisasi

: 1 buah

Ruang Laboratorium

: 1 buah

Ruang Gizi

: 1 buah

Ruang Kamar Mandi

: 3 buah

Gudang

: 1 Buah

: 1 buah

: 2 buah

Denah Puskesmas Medan Labuhan

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

24

Kecamatan Medan Labuhan


PINTU BELAKANG

R. KIA/KB
GIZI/IMUNISASI/VAKSIN

GUDANG

TATA USAHA

LABORATORIUM

KAMAR MANDI

POLIKLINIK GIGI

Ru
KAMAR MANDI LOKET PENDAFTARAN

ang
Tu
ng

DAPUR
APOTIIK
Ruang Tensi Darah
GUDANG Ruang Pertemuan
POLIKLINIK UMUM

PINTU MASUK

Gerbang Masuk

Jalan Hamparan Perak

3.3.4.2 Fasilitas Sumber Daya Manusia


Adapun tenaga kesehatan yang terdapat di Puskesmas Medan Labuhan adalah :
-

dr. Umum

:2

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

25

gu

dr. Gigi
Bidan
Perawat
Perawat Gigi
Asisten Apoteker
Analis
D3 Gizi
Sarjana Medis
Tata Usaha

:2
:3
:9
:1
:1
:1
:1
:2
:1

3.3.4.3 Fasilitas Alat-alat


Adapun peralatan yang dimiliki oleh Puskesmas Medan Labuhan, antara lain:
-

Poliklinik set

PHN kit

Bidan Kit

Dental kit

Ginekologi kit

Timbangan dewasa

Kulkas

Laboratorium sederhana

3.3.4.4 Fasilitas Obat-obatan


Puskesmas Medan Labuhan dalam rangka menjalankan tugas-tugas pokoknya
memulihkan kesehatan dan pengobatan penyakit didukung oleh perlengkapan obat-obatan antara
lain:
a. Obat-obat APBD
b. Obat-obat Askes dan Gakin
Tabel 3.8 Daftar Obar-Obatan
N
o
1

Golongan
Antibiotik

Nama
1. Amoxicilin

Jenis sediaan
Kapsul

250mg,

kering 125mg/ml
2. Anutriptilin HCL

Kemasan
Syrup Kapsul,
botol

Syrup 500mg, syrup kering Kaplet,


125mg/ml

botol

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

26

3. Cloramfenicol

Tablet salut 25mg

Tablet

4. Cotrimoxazole

Kapsul 250mg, tetes telinga


3%

5. Tetracycline

Kapsul

250mg,

tablet Kapsul,boto

280mg suspensi

6. Oxytetracycline

Kapsul 250mg

Botol

7. Chloroquinon

Salep mata 1%, salep 3%

Fosfat

Tablet 250mg

Tube

Tablet 250mg
Tablet
2

Antihelmintik

1. Metronidazole

Tablet 250mg

Tablet
Tablet

/ Antiparasit

2. Pirantel pamoat

Tablet 25mg basa

Tablet

Analgetik

3. Mebendazole
1.Antalgin /

Tablet 250mg
Tablet 500mg

Tablet
Tablet

Tablet 500mg/ syr

Tablet, botol

Metampiron
2. Paracetamol

125mg/25ml
3. Asam Mefenamat
4

Tablet 500mg

Tablet

Tablet 500mg
Tablet 500mg

Tablet
Tablet

2. Hidrokortisone

Krim 2,5%

Tube

3. Prednisone

Tablet 5mg

Tablet

Kapsul lunak 200.000 IU

Kapsul

2. Vitamin B1

Tablet 50mg

Tablet

3. Vitamin B6

Tablet 10mg

Tablet

4. Vitamin B complex

Tablet 50mg

Tablet

5. Vitamin B12

Injeksi 500mg/ml

Ampul

Tablet 50mg
Tablet 2 mg

Tablet
Tablet

Tablet 50mg
Injeksi

Tablet
Ampul

4. Asetosal
Kortikosteroid 1. Dexametasone

Vitamin

/ 1. Vitamin A

Roboransia

Hipnotik/

6. Vitamin C
1. Diazepam

sedative
Anestesi lokal

2. Genobarbital
1. Lidokain

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

27

2. Pehakain

Injeksi

Ampul

Antitusif /

3. Etil klorida
1. Codein HCL

Spray
Tablet 10mg

Botol
Tablet

ekspektoran

2. Dextromethorpan

Tablet 15mg, syr 10mg/5ml

Botol

3. Gliseril guaiacolat

Tablet 100mg

Tablet

4. OBH

Syrup

Botol

Tablet
Tablet 200mg

Tablet
Tablet

Tablet 2mg
Tablet 4mg

Tablet
Tablet

hbr

Bronkodilator

5. Efedrin
1. Aminofilin

10

Antihistamin

2. Salbutamol
1. Clorphenilamin
maleat

Antidiabetik
AINS
Antijamur
Antihipertensi
Obat saluran

2. Dipenhidramin
Glibenclamide
Ibuprofen
Grisofulvin
Kaptopril
1. Natrium bikarbonat

Injeksi 10mg/ml
Tablet 5 mg
Tablet 200mg, 400mg
Tablet 125mg
Tablet 12,5mg
Tablet 500mg

Ampul
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet

cerna

2. Antasida doen

Tablet kombinasi

Tablet

3. Kalsium laktat

Tablet

Tablet

4. Antihemoroid

Suppositoria

Suppositoria

suppositoria
1. Ethanol 70%

Larutan

Botol

2. Gentian violet 1%

Larutan

Botol

3. Rivanol 0,1%

Larutan

Botol

4. Lysol 50%

Larutan

Botol

Diuretik

5. Eugenol
1. Furosemide

Cairan
Tablet 40mg

Botol
Tablet

Antidiare

2. Hidroklortiazide
Tablet 25mg
1. Garam oralit 200ml

Tablet
Sak

19

Antiseptik

air
1. Clorpromazine

Tablet salut 25mg,injeksi Tablet,

20
21
22

Antimigrain
Antiemetik
Antitiroid

1. Metilergometrine
1. Metoklopramide
1. Propiltiourasil

5mg
Injeksi 0.2 mg/ml
Tablet 10mg, syr 2mg/5ml
Tablet 10mg

11
12
13
14
15

16

17
18

Antiseptik

ampul
Ampul
Tablet, botol
Tablet

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

28

23

Antikolinergi

1. Ekstra beladona

Tablet 10mg

Tablet

24

k
Keratolitik

1. As benzoat 3 %, as

Salep

Pot

salisilat 6 %
2. As salisilat 2% +

Pot

belerang endap 4 %
25

Larutan infus

3. Salisil talk 2 %
1. Dekstran

Larutan infus 6%

Kotak
Botol

3.3.4.5 Fasilitas Administrasi


Dalam rangka menjalankan tugas-tugas pokoknya dalam bidang pencatatan dan
pelaporan data, maka Puskesmas Medan Labuhan didukung oleh fasilitas administrasi yang
terdiri dari:
a. Kartu berobat pasien
b. Buku catatan pasien
c. Kartu laporan
d. Kartu laporan terpadu
e. Kartu BKIA
f. Lemari
g. Meja dan kursi
h. Stempel
i. Arsip komputer
3.3.4.6 Fasilitas Imunisasi
Fasilitas Imunusasi yang dimiliki Puskesmas Medan Labuhan antara lain:
a. Lemari pendingin
b. Alat-alat Imunisasi
c. Vaksin seperti : BCG, DPT-HB-Hib, POLIO, Campak, DT, TT, dan hepatitis B

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

29

STANDAR OPERASIONALPROSEDUR PELAYANAN


PUSKESMAS MEDAN LABUHAN

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

30

BAB IV
PROGRAM KERJA PUSKESMAS MEDAN LABUHAN
Puskesmas merupakan suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan
pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung
jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya.
Fungsi Puskesmas adalah menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan,
memberdayakan masyarakat dan memberdayakan keluarga serta memberikan pelayanan
kesehatan tingkat pertama.
Puskesmas Medan Labuhan telah melaksanakan upaya kesehatan wajib, yaitu :
1. Upaya Promosi Kesehatan
2. Upaya Kesehatan lingkungan
3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak sertaKeluarga Berencana
4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
6. Upaya Pengobatan
7. Upaya Pencatatan dan Pelaporan
Serta upaya kesehatan pengembangan :
1. Upaya Kesehatan Sekolah
2. Upaya Kesehatan Olahraga
3. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
4. Upaya Kesehatan Kerja
5. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

31

6. UpayaKesehatan Jiwa
7. Upaya Kesehatan Mata
8. Upaya Kesehatan Usia Lanjut
9. UpayaPembinaan Pengobatan tradisional
10. Upaya Kesehatan Penunjang terdiri dari : Laboratorium Sederhana
4.1

Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas Medan Labuhan

4.1.1

Upaya Promosi Kesehatan


Tujuan :
1. Agar individu, kelompok masyarakat secara keseluruhan melaksanakan prilaku hidup
sehat.
2. Agar individu, kelompok masyarakat berperan aktif dalam upaya-upaya kesehatan, ikut
dalam perencanaan dan penyelenggaraan posyandu.
Sasaran :
1. Tatanan rumah tangga
2. Tatanan institusi pendidikan (sekolah) termasuk madrasah dan pondok pesantren
3. Tatanan tempat kerja (kantor, pabrik dan lain-lain)
4. Tatanan tempat-tempat umum, pasar, terminal, tempat ibadah, tempat hiburan, restoran
dan lain-lain.
5. Tatanan institusi kesehatan (Puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain)
Kegiatan :
1. Mengadakan penyuluhan mengenai kesehatan pribadi, kesehatan lingkungan, gizi
keluarga, KB, imunisasi, posyandu dan sebagainya bertempat di :

Balai Kelurahan dan Kecamatan


Sekolah SD, SMP, SMA
Rumah Ibadah
Posyandu

2. Mengadakan ceramah dan diskusi dengan bantuan poster, pamflet dan brosur.
3. Pembinaan generasi muda untuk hidup di dalam kegiatan antara lain berupa gotong
royong dan olahraga.
4. Kegiatan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas maupun di lapangan yaitu: mewujudkan
peran serta masyarakat posyandu dan bakti husada yang memberikan keterangan
penyuluhan terhadap :
Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

32

a. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.


b. Hygiene dan sanitasi lingkungan.
c. Perbaikan gizi.
d. Kesehatan dan kunjungan ke rumah-rumah.
e. Tanaman obat keluarga.
5. Mewujudkan peran serta masyarakat melalui Posyandu, kesehatan dan kunjungan ke
rumah-rumah serta Tanaman Obat-obatan keluarga (Toga). Cara-cara yang dilakukan
dengan mengadakan penyuluhan perorangan, perkelompok dan masal. Metode yang
dilaksanakan yaitu, bimbingan atau konseling, ceramah, diskusi kelompok, demonstrasi,
dan lain-lain.
4.1.1.1 Posyandu
Posyandu merupakan sebagai forum komunikasi alih teknologi dan pelayanan kesehatan
masyarakat dari, oleh dan untuk masyarakat, yang mempunyai nilai strategis untuk
mengembangkan sumber daya manusia sejak dini.
Sasaran:
Bayi, ibu hamil, ibu menyusui dan PUS (Pasangan Usia Subur)
Tujuan:
-

Mempercepat penurunan angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) dan anak balita
Menurunkan angka kelahiran
Meningkatkan Pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR
Mempercepat penerimaan NKKBS
Peningkatan dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka alih teknologi untuk

swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat


Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan
kegiatan lain yang menunjang kemampuan hidup sehat
Menurut tingkatnya Posyandu di bagi 4 strata:

Pratama
Kegiatan posyandu strata ini belum mantap dan belum teratur tiap bulannya, juga
terbatas jumlah kadernya.

Madya

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

33

Kegiatan posyandu strata ini 8 kali dalam setahun, mempunyai kader sebanyak 5 orang

dengan cakupan yang masih rendah dengan adanya dana sehat.


Purnama
Kegiatan posyandu strata ini lebih dari 8 kali dalam setahun dengan kader lebih dari 5

orang, dengan cakupan baik dan telah memiliki dana sehat.


Mandiri
Kegiatan Posyandu strata ini sebanyak 12 kali dalam setahun jumlah kader lebih dari 5
orang, dengan cakupan baik dan dana sehat telah tersedia untuk lebih dari 50% KK.
Pelayanan Posyandu dilakukan dengan pola 5 meja, yaitu:

Meja I
Meja II
Meja III
Meja IV

: Pendaftaran
: Penimbangan Bayi dan Balita
: Pengisian KMS
: Penyuluhan perorangan dan Pencatatan
1. Mengenai balita berdasarkan hasil penimbangan berat badan yang diikuti
pemberian makanan, oralit dan vitamin A dosis tinggi
2. Mengenai gizi, kesehatan diri, perawatan payudara, ASI eksklusif dan
P2P terhadap ibu hamil dan menyusui
3. Menjadi peserta KB lestari, pemberian kondom, pil ulangan atau tablet

Meja V

busa
: Pelayanan tenaga kerja profesional meliputi KIA, KB, imunisasi dan
pengobatan dan pelayanan lain sesuai dengan kebutuhan setempat.

Tabel 4.1 Distribusi Posyandu di Wilayah Kerja PuskesmasMedan Labuhan Kecamatan Medan
Labuhan Januari-Desember Tahun 2016
N
o
1

Kelurahan
Sei Mati

Jenis Posyandu
Pratama

Madya

Purnama

Mandiri

19

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Jumlah
19

34

Martubung

Jumlah

28

28

Dari tabel diatas, diketahui bahwa jumlah Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Medan
Labuhan yang semuanya di posyandu strata Purnama yaitu sebanyak 28 Posyandu.
4.1.2

Upaya Kesehatan Lingkungan


Tujuan :
Untuk memperbaiki mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan, melalui

kegiatan sanitasi serta pencegahan.


Sasaran :
-

Daerah yang rawan air bersih.

Daerah yang rawan penyakit menular.

Daerah percontohan dan pemukiman baru.

Tempat-tempat umum seperti terminal, pasar swalayan dan lain-lain.

Masyarakat yang padat penduduknya dan lingkungan yang kotor.


Kegiatan :

Penggunaan sumber air bersih dan pembuatan WC yang memenuhi syarat kesehatan.

Higiene dan sanitasi tempat tinggal yang mencakup:

Mendata tempat pembuangan sampah dan sarana jamban keluarga.

Mendata sarana air minum.

Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan.

Mendemonstrasikan tentang sumur yang baik untuk kesehatan.


-

Higiene dan sanitasi lingkungan, berupa pengawasan kesehatan tempat-tempat umum


serta tempat pengolahan dan penyajian.

Melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Tabel 4.2 Distribusi Perumahan Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan
Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2016

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

35

No

Kelurahan

1
2

Total
Permanen

Semi Permanen

Non Permanen

Martubung

3331

35

Sei Mati

1962

63

5293

98

Jumlah

Dari tabel di atas didapatkan bahwa kontruksi perumahan penduduk di wilayah kerja
Puskesmas Medan Labuhan terbanyak adalah perumahan permanen.
Tabel 4.3 Distribusi Sarana Pembuangan Sampah di Wilayah Kerja Puskesmas Medan
Labuhan Kecamatan Medan Labuhan 2016
No

Jenis Kegiatan

Target

Pencapaian

Jumlah

Jumlah

SAMPAH
1

TPS

90

90

TPA

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa :


1. Di wilayah kerja Puskesmas Medan Labuhan (Kelurahan sei mati dan Keluraha
Martubung) memiliki 5 TPS (100%)
2. Perumahan yang memiliki sarana pembuangan sampah di wilayah kerja Kelurahan
Martubung dan Sei Mati sebanyak 90%
3. Perumahan yang tidak memiliki sarana pembuangan sampah di wilayah kerja Kelurahan
Martubung dan Sei Mati sebanyak 10%
Tabel 4.4 Distribusi Penyediaan Air Bersih di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan
Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2016
No

Kelurahan

1
2

Sumber Air Bersih


PAM

Sumber Galian

Jumlah

Martubung

2271

540

2811

Sei Mati

1140

588

1728

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa :

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

36

1. Di Kelurahan Martubung yang menggunakan sumber penyediaan air bersih terbanyak


adalah PAM sebanyak 2271.
2. Di Kelurahan Sei Mati yang menggunakan sumber penyediaan air bersih terbanyak
adalah PAM sebanyak 1140.
4.1.3

Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

4.1.3.1 Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)


Pengertian :
KIA adalah upaya kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil,
ibu bersalin, bayi dan Balita serta anak usia pra sekolah yang menjadi tanggung jawab
Puskesmas, dalam rangka meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan bangsa pada umumnya.
Sasaran :
-

Ibu hamil, ibu bersalin, bayi, balita, ibu nifas.

Serta anak usia pra sekolah.


Tujuan :
-

Melaksanakan pemeriksaan pada ibu hamil yaitu: timbang berat badan, mengukur
tekanan darah, mengukur tinggi fundus uteri, pemberian tablet tambah darah, serta
vitamin A.

Memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai keadaan gizi, perawatan payudara,
ASI ekslusif, kebersihan diri dan lingkungan serta P2P.

Memberikan motivasi agar ibu hamil ikut pelayanan KB.

Membina Posyandu.

Merujuk pasien ke Rumah Sakit apabila penyakitnya tidak dapat ditanggulangi di


Puskesmas.

Pencatatan dan pelaporan KPKIA (Kelompok Pembina Kesehatan Ibu dan Anak).

Pemberian Imunisasi pada bayi, Balita, ibu hamil, anak sekolah dan calon pengantin.
Kegiatan :

Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui.

Pertolongan persalinan di luar Rumah sakit.

Pemeriksaan dan pemeliharaan anak.

Imunisasi dasar dan revaksinasi.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

37

Pengobatan sederhana dan pencegahan dehidrasi pada anak yang menderita diare
dengan pemberian cairan per oral.

Penyuluhan gizi untuk meningkatkan status gizi ibu dan anak.

Bimbingan kesehatan jiwa anak.

Menjalankan kunjungan rumah.

Pendidikan kesehatan kepada masyarakat.

Pelayanan Keluarga Berencana (KB).

Tabel 4.5 Laporan KIA Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan Medan
Labuhan, Januari s/d September Tahun 2016
Target(%)
No.

Jenis Kegiatan KIA

Sasaran

Jumla
h

Pencapaian

Jumlah

K1

688

653

95

498

72,3

K4

668

619

90

466

62,7

KN 1

625

562

90

418

62,5

KN Lengkap

625

562

90

447

71,4

PERSALINAN OLEH NAKES

657

591

90

466

67,8

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

38

DRT/Kes

137

27

20

21

15,3

BBLR

0,8

Persalinan dengan komplikasi

137

27

20

46

34,5

Dari tabel diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:


1

Jumlah kunjungan K1 dan K4sudah mencapai target hingga bulan ini

Jumlah kunjungan KN 1, KN 2dan KN 3 sudah mencapai target hingga bulan ini

Jumlah persalinan dengan tenaga kesehatan juga sudah mencapai target hingga bulan
ini

4.1.3.2 Keluarga Berencana


Pengertian :
Keluarga

berencana

adalah

penggunaan

cara-cara

mengatur

kesuburan

agar

menjarangkan kelahiran selanjutnya untuk mencapai tujuan tertentu.


Sasaran :
-

Pasangan usia subur, ibu hamil, dan ibu menyusui.


Tujuan :

Menaikkan kesehatan melalui upaya menjarangkan kelahiran dalam kelembagaan


Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS).
Kegiatan :

1. Memberikan penyuluhan dan penerangan tentang KB dengan usaha-usaha terpadu.


2. Memberikan layanan kotrasepsi pada akseptor KB dalam bentuk Intra Uterine Device
( IUD ), pil, kondom, suntikan, kontrasepsi mantap (KONTAP), dan susuk.
3. Menerima akseptor dan calon akseptor yang dirujuk dari pos-pos KB dan Posyandu di
wilayah kerja Puskesmas.
4. Memotivasi calon akseptor dan akseptor KB agar menjadi motivator KB.
5. Melayani konsultasi kemandulan dan konsultasi KONTAP.
6. Membuat laporan kegiatan KB bulanan, triwulan, dan tahunan.
7. Memberikan penyuluhan dan penerangan tentang KB dengan usaha-usaha terpadu.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

39

Tabel 4.6 Cakupan KB Puskesmas Medan Labuhan Januari s/d September 2016
Akseptor

No

KB

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

Jumlah

IUD

Pil

20

24

20

28

24

20

24

22

20

202

Kondom

21

Suntik

13

18

19

11

13

12

14

12

12

124

Implant

Jumlah

36

44

41

39

40

34

41

37

35

347

Dari tabel diatas diketahui bahwa :


1.
2.
3.
4.

Jumlah akseptor KB dari bulan Januari September adalah sebanyak 347 orang.
Jumlah pengguna IUD, Implant, dan Suntik adalah 124 orang.
Jumlah pengguna Pil dan Kondom adalah 202 orang.
KB efektif ( IUD, Implant, Suntik ) adalah
= Pengguna KB efektif x 100%
Peserta KB keseluruhan

= 124 x 100% = 35,8%


347

5. KB non efektif ( pil, kondom) adalah


= Pengguna KB non efektif x 100%
Peserta KB keseluruhan

= 202 x 100% = 58,1%


347

Dari data diatas, didapati bahwa alat kontraseptor yang paling banyak digunakan di
Puskesmas Medan Labuhan adalah dengan menggunakan Pil disusul dengan Suntik, Kondom,
Implan Sedangkan yang paling sedikit menggunakan alat kontrasepti yaitu IUD dan implant.
4.1.4

Upaya Perbaikan Gizi


Permasalahan gizi di Indonesia merupakan masalah yang cukup berat dan komplit, pada

hakekatnya dikarenakan keadaan ekonomi yang kurang dan kurangnya pengetahuan tentang nilai
gizi dari makanan yang ada. Penyakit-penyakit karena kurangnya gizi di Indonesia adalah:
defisiensi protein kalori, defisiensi vitamin A dan defisiensi yodium (gondok).

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

40

Beberapa kegiatan usaha perbaikan gizi di Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan


Medan Labuhan, yaitu:
1. Mendata jumlah Balita yang ada di Wilayah kerja Puskesmas.
2. Melakukan survei terhadap keadaan gizi masyarakat terutama gizi Balita.
3. Melaksanakan pemberian vitamin A dosis tinggi untuk mencegah defisiensi Vitamin A
pada Balita.
4. Memberikan tablet penambah darah untuk mencegah dan mengobati anemia pada ibu
hamil dan menyusui.
5. Melakukan demonstrasi menu makanan bergizi dengan harga murah dan terjangkau di
Posyandu dan Puskesmas.
6. Memberikan penyuluhan terhadap masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah
dengan menanam sayuran dan buah-buahan serta memelihara ternak terutama unggas.

Tabel 4.7 Laporan Pemberian Kapsul Vitamin A dan Tablet Fe dan ASI Eskusif Laporan
Kegiatan Bulanan Gizi Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan Medan
Labuhan Tahun 2016
No

Program

Sasaran

Kegiatan

Target
%

Jan

Feb

Mar

Pencapaian
Apr Mei Jun

Jul

Agu

Sep

Pemberian

497

85

277

334

vitamin A Bayi
Pemberian

3.110

85

1432

2024

vitamin A Balita
Pemberian

676

100

50

51

57

57

57

57

57

57

57

vitamin A Bufas
Pemberian

688

90

52

56

53

53

53

53

53

53

53

tablet Fe Bumil
Pemberian

676

100

50

55

51

56

55

55

55

55

55

tablet Fe Bufas

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

41

Pemberian

84

80

10

66

64

66

65

65

65

ASI esklusif

Tabel 4.8 SKDN di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan


Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Juni

Juli

Agust

Sep

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1969

1662

1665 1675

1678

1679

1681

1684

1687

1680

866

870

878

875

879

884

886

851

874

Keterangan :
S

: Semua balita di wilayah kerja puskesmas

: Semua Balita yang terdaftar dan mempunyai KMS

: Semua Balita yang ditimbang di Posyandu

: Semua Balita yang naik timbang

Tabel 4.9 SKDN di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan
Januari-September Tahun 2016
Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Juni

Juli

Agust

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Sep

42

65

65

N/S

43,98

44,18

44,38

44,59

44,43

45,64

44,89

44,99

43,21

K/S

100

100

100

100

100

100

100

100

100

D/S

84,76

84,56

85,06

85,22

85,27

85,37

85,52

85,67

85,32

D/K

84,76

84,76

85,06

85,22

85,27

85,37

85,52

85,67

85,32

N/D

52,1

52,26

52,17

52,32

52,11

52,29

52,49

52,51

50,65

Keterangan dari tabel di atas adalah:


N/D : Status Gizi
D/S : Peran serta masyarakat
N/S : Efektivitas kegiatan
D/K : Kesinambungan program
K/S : Cakupan program
Tabel 4.10 Laporan Gizi Buruk Puskesmas Medan Labuhan Januari-September Tahun 2016
No

Bulan

Kelurahan Martubung

Kelurahan Sei Mati

Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

31

Jumlah

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

43

4.1.5

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular


Pengertian :
Penyakit menular adalah penyakit infeksi yang dapat dipindahkan dari orang atau

hewan yang sakit, dari reservoir ataupun benda-benda yang mengandung bibit penyakit lainnya
ke manusia sehat.
Sasaran :
-

Seluruh lapisan masyarakat.


Tujuan :

Mencegah terjangkitnya penyakit.


Untuk meningkatkan kesehatan yang optimal.
Menurunkan angka kematian dan kesakitan.
Pemberantasan Penyakit Menular atau P2M dilaksanakan karena:

Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang dapat dicegah dengan

imunisasi, misalnya: penyakit Campak,TB Paru.


Masih tingginya penyakit menular yang berhubungan dengan higiene dan sanitasi,

misalnya: Diare, Infeksi mata, Infeksi telinga dan Mastoid.


Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang penularannya melalui vektor,

misalnya: Demam Berdarah.


Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang ditulari secara langsung, TB

Paru, ISPA, Campak, Cacar air.


Kegiatan-kegiatan P2M berupa:

Mencari kasus sedini mungkin untuk melakukan pengobatan.

Memberikan penyuluhan kesehatan daerah wabah di Puskesmas.

Mengadakan imunisasi antara lain : BCG, DPT, Campak, Polio, DT dan TT.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengamatan dan pemberantasan penyakit.

Mengumpulkan dan menganalisa data tentang penyakit.

Melaporkan penyakit menular.

Menyelidiki di lapangan untuk melihat ada tidaknya laporan yang masuk, menemukan
kasus-kasus untuk mengetahui sumber penularannya.

Tindakan permulaan untuk menahan penjalarannya.

Menyembuhkan penderita hingga sehat.

Pemberian imunisasi.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

44

Pemberantasan vektor nyamuk.

Pendidikan kesehatan.

4.1.5.1 Program Imunisasi


Pengertian :
Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan kepada tubuh terhadap penyakit
tertentu.
Sasaran :
Bayi, balita, ibu hamil, anak sekolah dan pasangan usia subur (PUS).
Tujuan :
-

Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian.

Mencegah terjadinya cacat pada bayi, anak, ibu hamil dan pencegahan penyakit.
Macam-Macam Imunisasi
BCG
Gunanya: Menghindarkan dan memberikan kekebalan terhadap penyakit TBC terhadap
anak.
Cara pemberian:
-

Diberikan pada bayi umur 0-11 bulan, diberikan sekali

Lokasi pemberian pada lengan kanan atas

Dengan injeksi IC

Dosis 0,05 cc

DPT/Hb-HIb
Gunanya: Untuk mencegah Difteri, Pertusis dan Tetanus, Hepatitis dan Radang selaput
otak .
Cara Pemberian:
-

Diberikan pada bayi umur 2-11 bulan, sebanyak 3 kali

Dosis 0,5 ml dengan interval minimal 4 minggu, sebanyak 3 kali suntikan

Lokasi suntikan di paha luar

Injeksi IM

Polio

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

45

Gunanya: Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Poliomelitis


Cara pemberian:
-

Diberikan pada bayi umur 2-11 bulan, sebanyak 4 kali

Diberikan dengan meneteskan ke dalam mulut sebanyak 2 tetes

Campak
Gunanya: Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Campak
Cara pemberian:
-

Diberikan pada bayi umur 9-11 bulan, sebanyak 1 kali

Lokasi pemberian pada lengan kiri

Dengan injeksi subkutan

Dosis 0,5 ml

TT
Gunanya: Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Tetanus.
Cara pemberian:
-

Diberikan pada murid kelas 1,2,3 SD diberikan dengan interval 1x dalam


setahun, calon pengantin (PUS), diberikan 2 kali dengan interval 4 minggu

Hepatitis B
Gunanya: Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Hepatitis B.
Cara pemberian:
-

Diberikan pada bayi umur 0 - 7 hari, diberikan 3 kali dengan interval


minimal 4 minggu pada pemberian I dan II. Pemberian ke II dan III
diberikan dengan interval 4 minggu.

Dengan injeksi unijec

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

46

Tabel 4.11 Pencapaian Imunisasi Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan
Januari-September Tahun 2016
Program

Sasaran

Capaian

Pencapaian

Target
Jan

Feb

Mar

Apr

Mei Jun

%
Jul

Agu

Sep

Hb0

625

97

40

48

63

58

53

57

60

62

52

78

BCG

625

97

59

40

45

48

52

55

60

62

52

75

625

97

60

44

40

50

54

48

56

62

53

82

625

97

39

62

50

55

52

54

58

58

51

76

625

97

45

55

50

48

54

60

62

58

51

77

Polio I

625

97

46

40

66

64

66

60

62

62

52

82,5

Polio II

625

97

43

40

66

64

66

60

62

62

53

82

Polio III

625

97

30

50

69

58

50

62

66

62

51

79

Polio IV

625

97

38

50

60

66

67

64

62

58

51

82

Campak

625

97

40

50

63

66

68

60

58

60

52

82

DPT-HbHib I
DPT-HbHib II
DPT-HbHib III

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

47

4.1.5.2 Penyakit TB paru


Tabel 4.12 Data Bulanan Penderita TB Paru Di Wilayah Puskesmas Medan Labuhan
Kecamatan Medan LabuhanPeriode Januari s/d September 2016
Target
No

Jenis Kegiatan

Jumla

Ma

Ap

Me

Ju

Jan

Feb

42

80

h
1

Pencapaian
Jul

Ag
u

Sep

Penderita
BTA+
BTA Anak

Sembuh

Angka

Konversi
Kambuh

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

48

4.1.5.3 Penyakit Demam Berdarah Dengue


Tabel 4.13 Data Bulanan Penderita DBD Di Wilayah Puskesmas Medan Labuhan
Kecamatan Medan Labuhan Periode Januari s/d September 2016
Jumlah

No

Bulan

Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Jumlah

Keterangan

Pasien

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

49

4.1.5.4 Penyakit Diare


Tabel 4.14 Data Bulanan Penderita Diare di Wilayah Puskesmas Medan Labuhan
Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2015
No

Bulan

Jumlah Kasus

Januari

45

Februari

49

Maret

62

April

68

Mei

64

Juni

58

Juli

65

Agustus

82

September

91

Jumlah

4.1.6

584

Upaya Pengobatan
Dalam usaha pengobatan penderita tidaklah diobati secara kuratif melainkan juga

memberikan pengertian tentang preventif terhadap penyakit. Di Puskesmas Medan Labuhan


dilaksanakan pengobatan gratis untuk pengobatan dasar bagi pasien rawat jalan dan menolong
penderita gawat darurat baik tindakan operasi terbatas maupun rawat inap sementara seperti
kecelakaan lalu lintas, persalinan, dan lain- lain.
Pemeriksaan kesehatan masyarakat Puskesmas, kegiatan yang dilakukan meliputi:
-

Pemeriksaan mendiagnosa penyakit dan memberikan obat melalui apotik yang ada di
Puskesmas.

Penyuluhan kepada pasien pada saat dilakukan pemeriksaan.

Mengirim penderita yang tidak mampu dan melanjutkan pengobatan setelah penderita
dikembalikan.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

50

Perawatan dan pengobatan pasien Puskesmas Medan Labuhan meliputi pasien umum,
dan BPJS.

Tabel 4.15 Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Jalan Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan
Medan Labuhan Tahun 2016
UMUM

KRT

ASKES

JAMKESMAS

BPJS

(JIWA)

(JIWA)

(JIWA)

(JIWA)

(JIWA)

Januari

30

1082

87

289

143

1.631

Februari

29

891

97

398

120

1.535

Maret

29

1028

133

505

139

1.834

April

47

954

138

429

101

1.669

Mei

41

908

131

398

133

1.611

Juni

36

986

126

452

105

1.705

Juli

38

777

67

253

67

1.202

Agustus

34

1063

111

394

233

1.835

September

45

789

148

606

176

1.764

392

8478

1038

3.724

1217

14.786

NO

BULAN

Jumlah

JUMLAH

Tabel 4.16 Data Bulanan 10 Penyakit Terbesar di Wilayah Kerja Puskesmas Medan
Labuhan Kecamatan Medan LabuhanJanuari s/d September 2016
No

Jenis Penyakit

Total

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

51

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

4.1.7

ISPA
Penyakit Tekanan Darah Tinggi
Gastritis
Penyakit Kulit Alergi
Diare
Dyspepsia
Rematik
Penyakit vulva
DM
Ginggivitis
Jumlah

4272
947
529
905
625
579
310
45
140
121
7.870

Upaya Pencatatan dan Pelaporan Dalam Rangka Sistem Pelaporan Informasi


Kesehatan
Tujuan :
-

Untuk menilai hasil kerja yang sudah dilakukan.

Untuk dipergunakan sebagai bahan di dalam menyusun rencana kerja.


Pembagian:
Pencatatan

Kegiatan administrasi

Registrasi family folder

Registrasi kegiatan lain


Pelaporan

Laporan kejadian luar biasa

Laporan biasa yaitu mencatat jumlah penyakit dan pengunjung Puskesmas

Laporan mingguan yaitu mencatat kasus penyakit menular

Laporan bulanan yaitu mencatat kegiatan Puskesmas dan Posyandu

Laporan triwulan yaitu mencatat semua kegiatan Puskesmas dan rencana kerja selama
triwulan

Laporan tahunan yaitu mencatat semua laporan dalam satu tahun yang diambil dari
laporan bulanan

Laporan khusus berupa penyakit, kematian dan obat

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

52

4.2

Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas Medan Labuhan

4.2.1

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)


Kegiatan UKS di Puskesmas Medan Labuhan:
-

Mendata jumlah murid sekolah

Memberikan pendidikan kesehatan melalui kegiatan intra/ ekstrakurikuler (dokter kecil/


remaja)

Melaksanakan penyuluhan kesehatan pribadi, kesehatan gigi, kesehatan lingkungan,


P2M, imunisasi, P3K dll

Membuat rencana kerja bulanan dan membuat laporan kerja bulanan, triwulan dan
tahunan.
Sebagian dari sekolah tersebut tidak mempunyai fasilitas UKS dan guru pembina UKS

di bawah pengawasan dan pembinaan tenaga kesehatan dari Puskesmas Medan Labuhan.
Tabel 4.17 Data Sekolah Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan Medan
Labuhan 2015
Sekolah

TK

SD

SMP

SMA

SMK

PT

Jumlah

20

4.2.2

Upaya Kesehatan Olahraga


Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan penerangan kepada pengunjung agar

menjaga kesehatan kebugaran tubuh dengan berolahraga. Di Puskesmas Medan Labuhan sendiri,
kegiatan kesehatan olahraga sampai saat ini sudah berjalan dengan baik.
4.2.3

Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat


Tujuan:
1

Memberikan pelayanan perawatan secara menyeluruh kepada pasien atau keluarganya


di rumah pasien dengan mengikutsertakan masyarakat dan kelompok masyarakat
disekitarnya.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

53

Membantu keluarga dan masyarakat mengenal kebutuhan kesehatannya sendiri dan


cara-cara penanggulangannya disesuaikan dengan batas-batas kemampuan mereka.

Menunjang program kesehatan lainnya dalam usaha pencegahan penyakit, peningkatan


dan pemulihan kesehatan individu dan keluarganya.

4.2.4

Upaya Kesehatan Kerja


-

Di tahun 2014 Pos UKK telah dibentuk dengan nama Serumpun Deli dengan jumlah
anggota 15 orang yang beralamat di jalan K.L Yos Sudarso Km 15 Lingkungan II

Kelurahan Martubung.
Kunjungan dilakukan petugas UKK 1 X dalam sebulan.
Sampai sekarang Pos UKK berjalan dengan baik.
Kesehatan kerja sampai sejauh ini berjalan baik.
Penanggungjawab Pos UKK yaitu dr.Anne dan Renti.
Pengurus Pos UKK Serumpun Deli yaitu Parida Hanum sebagai ketua dan Zuraida
sebagai sekretaris.

4.2.5

Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut


Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut (UKGM) adalah upaya pokok yang menjadi beban

Puskesmas yang bertujuan untuk mencegah dampak pengobatan serta dapat diartikan pula
kesehatan gigi dasar paripurna yang ditujukan pada individu, keluarga dan masyarakat
berpenghasilan rendah khususnya kelompok masyarakat awam.
Kegiatan-kegiatan Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut yang dapat dilaksanakan:
-

Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan gigi, penambalan dan pencabutan gigi.

Membuat rencana kerja dan laporan kegiatan.


Kegiatan yang dilakukan meliputi:

Pemeriksaan, pengobatan, perawatan gigi dan mulut serta rujukan penyuluhan


kebersihan gigi pada pasien yang berobat di Puskesmas.

Usaha kesehatan gigi anak sekolah.

Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD).

Tabel 4.18 Data Kunjungan Pasien Kesehatan Gigi di Wilayah Kerja Puskesmas Medan
Labuhan Kecamatan Medan Labuhan Periode Januari s/d September 2016

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

54

N
O

BULAN

ASKES

KS

BPJS

KRT

(JIWA)

(JIWA)

(JIWA)

(JIWA)

UMU
M

JUMLAH
82

Januari

13

11

57

(JIWA)
-

Februai

64

82

Maret

69

10

97

April

10

46

74

Mei

69

90

Juni

65

88

Juli

10

28

52

Agustus

64

17

95

September

60

82

21

81

57

522

60

Jumlah

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa:

4.2.6

Kunjungan pasien terbanyak pada bulan Maret sebanyak 97.


Kunjungan pasien terendah pada bulan Juli sebanyak 52.
Upaya Kesehatan Jiwa
Kegiatan yang dilakukan di Puskesmas Medan Labuhan selama tahun 2015 meliputi:

- Pengenalan dini gangguan jiwa.


- Memberikan pertolongan pertama pada penderita gangguan jiwa.
- Melakukan rujukan kepada unit yang lebih mampu bila diperlukan.
Jumlah penderita gangguan Jiwa yang terbanyak berkunjung ke Puskesmas Medan
Labuhan Tahun 2016 adalah penderita Skizoprenia.
4.2.7

Upaya Kesehatan Lanjut Usia


Kegiatan-kegiatan lanjut usia di Puskesmas adalah pelayanan kesehatan lanjut usia

antara lain adalah upaya promotif, yaitu upaya menggairahkan semangat hidup usia lanjut agar
mereka tetap berguna untuk dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat.
Upaya promotif dapat berupa kegiatan penyuluhan tentang:
-

Kesehatan dan pemeliharaan kesehatan diri.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

55

Makanan dengan menu yang mengandung gizi seimbang.


Tabel 4.20 Data Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan
Kecamatan Medan Labuhan 2016
Jumlah Posyandu

Jumlah Pasien

USILA

Posyandu USILA

Martubung

125

Sei Mati

111

236

No

Kelurahan

1
2

Jumlah
4.2.8

Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional


Pengertian :
Pengobatan tradisional adalah salah satu pengobatan atau perawatan cara lain diluar

ilmu kedokteran atau keperawatan.


Tujuan :
Melakukan pembinaan terhadap segue sarana, tenaga dan kegiatan pengobatan
tradisional di wilayah kerja.
Kegiatan :
-

Memberikan pembinaan pengobatan tradisional kepada dukun patah, shines.

Memberikan penyuluhan tentang manfaat lingkungan sebagai bahan untuk menanam


TOGA.

Menciptakan lingkungan hidup dengan PKK, LKMD dan masyarakat.


Program kegiatan upaya pembinaan pengobatan tradisional di Puskesmas Medan

Labuhan belum terlaksana dengan baik serta belum dilakukan pencatatan dan pelaporan.
4.2.9

Laboratorium
Kegiatan laboratorium di Puskesmas bertujuan untuk mrempermudah mengadakan

diagnosa terhadap penyakit.


Kegiatan yang dilakukan :
a. Pemeriksaan urin

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

56

b. Pemeriksaan Hb
c. Pemeriksaan golongan darah
d. Pemeriksaan Kadar Gula Darah (KGD)
e. Pemeriksaan asam urat
f. Pemeriksaan Kolesterol Darah
g. Pemeriksaan Urin Rutin
4.2.10

PTM (Penyakit Tidak Menular)


PTM memiliki 3 Posbindu

1. Puskesmas Medan Labuhan.


2. Posbindu Kel.Martubung.
3. Posbindu Kel.Sei Mati.

Kegiatan PTM
1. Mengadakan senam Prolanis 2 X 1 Bulan dengan peserta warga Kel.Martubung dan
Kel.Sei Mati serta para staff Puskesmas Medan Labuhan. Tempat senam di halaman
Puskesmas Medan Labuhan.
2. Mengadakan pemeriksaan di Posbindu :
- Mengukur Tekanan Darah
- Mengukur Asam Urat
- Mengukur Kadar Gula Darah
- Mengukur Interprestasi hasil lingkar lemak perut (Visceral Fat)
- Mengukur Interprestasi hasil BMI (Indeks Masa Tubuh)
Tabel 4.21 Jadwal Posbindu di wilayah kerja Puskesmas Medan Labuhan Tahun 2016
No

Tempat

Jadwal

Puskesmas Medan Labuhan

Minggu I dan Minggu IV

Kelurahan Sei Mati

Minggu I setiap hari selasa

Kelurahan Martubung

Minggu I setiap hari Rabu

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

57

BAB V
LAPORAN KEGIATAN
JADWAL SERTA LAPORAN KEGIATAN KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
PUSKESMAS MEDAN LABUHAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. HKBP NOMMENSEN
PERIODE 03 OKTOBER 27 OKTOBER 2016
No
1

Hari
Senin

Tanggal
03 Oktober 2016

Selasa

04 Oktober 2016

Kegiatan
Melapor ke Dinas Kota Medan
Pembekalan di Dinas Kota Medan
Melapor ke Puskesmas Medan Labuhan
Orientasi lingkungan dan overview seputar
kegiatan kepaniteraan klinik senior di
Puskesmas Medan Labuhan di dampingi

clinical instructor.
Perkenalan dan pengarahan dengan PLT

Puskesmas Medan Labuhan


Perkenalan dengan seluruh

Puskesmas Medan Labuhan.


Membantu memberikan pelayanan

pegawai
di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

58

Laboratorium,
3

Rabu

05 Oktober 2016

penyediaan

administrasi.
Membantu memberikan

obat

dan

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

puskesmas Medan Labuhan.


Melaksanakan kegiatan posyandu
3,

posyandu.
Membantu

program

memberikan
A,

penyuluhan
06 Oktober 2016

dan

administrasi.
Mencari
data-data

DPT,vitamin

Kamis

obat

lingkungan

penyediaan

dan

pokok
di

imunisasi
memberikan

kesehatan imunisasi di
memberikan

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

penyediaan

obat

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Melakukan penyuluhan tentang
Saluran

Pernafasan

dan

program

Akut

pokok
Infeksi

(ISPA)

dan

Hipertensi kepada lansia di kantor kelurahan


5

Jumat

07 Oktober 2016

sei mati
Mengikuti kegiatan PROLANIS Senam

sehat
Membantu

memberikan

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

Sabtu

08 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan labuhan.


Melakukan penyuluhan tentang Imunisasi
Membantu memberikan pelayanan di

program

pokok

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

penyediaan

obat

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

dan
59

administrasi.
7

Senin

10 Oktober 2016

Membantu

memberikan

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

Selasa

11 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Perkenalan dan pengarahan dengan Kepala

Puskesmas dr. Heva Julietta Sinaga.


Mencari
data-data
program

puskesmas Medan Labuhan.


Melaksanakan kegiatan posyandu lansia di

lingkungan 12 kantor lurah Sei Mati.


Memberikan penyuluhan tentang Kesehatan

Reproduksi Remaja dan Bahaya Merokok.


Membantu memberikan pelayanan di

pokok

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

Rabu

12 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Melakukan survey sekolah di Sei Mati.
Melakukan kegiatan fooging di lingkungan

V sei mati
Memberikan penyuluhan tentang Mencuci

Tangan yang Benar


Membantu memberikan

program

pokok

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

10

Kamis

13 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan


Melakukan Kunjungan Kantin Sekolah
Memberikan penyuluhan tentang Kawasan

Tanpa Rokok
Membantu memberikan

program

pokok

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

60

Laboratorium,

11

Jumat

14 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Mengikuti kegiatan PROLANIS Senam

sehat
Membantu

program

memberikan

pokok

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

12

Sabtu

15 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Melakukan penyuluhan tentang Oteoporosis
Membantu memberikan pelayanan di

program

pokok

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

13

Senin

17 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Melaksanakan kegiatan posyandu

lingkungan XIII Sei Mati.


Melakukan kegiatan pemberantasan sarang

jentik nyamuk
Membantu memberikan

program

pokok

pelayanan

di

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

14

Selasa

18 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Melakukan penyuluhan tentang Hipertensi

dan ISPA
Membantu

memberikan

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Melakukan penyuluhan tentang Diabetes

program

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

pokok

61

15

Rabu

19 Oktober 2016

Mellitus.
Membantu

memberikan

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

16

Kamis

20 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Membantu memberikan pelayanan

program

pokok
di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

17

Jumat

21 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Melakukan penyuluhan tentang Diare di SD

kelurahan Sei Mati.


Membantu memberikan

program

pokok

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

18

Sabtu

22 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Mengikuti Posyandu di lingkungan VI Kel

Martubung
Membantu

program

memberikan

pokok

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

19

Senin

24 Oktober 2016

penyediaan

obat

dan

administrasi
Mengikuti kegiatan Posyandu Dilingkungan

III sei Mati


Membantu

memberikan

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,
-

penyediaan

administrasi.
Melengkapi data-data

obat

program

dan
pokok

puskesmas Medan Labuhan

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

62

20

Selasa

25 Oktober 2016

Membantu

memberikan

pelayanan

di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

21

Rabu

26 Oktober2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Melengkapi data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Membantu memberikan pelayanan

program

pokok
di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

22

Kamis

27 Oktober2016

penyediaan

obat

dan

administrasi.
Mencari
data-data

puskesmas Medan Labuhan.


Membantu memberikan pelayanan

program

pokok
di

Puskesmas meliputi poli umum, KIA,


Laboratorium,

penyediaan

obat

dan

administrasi.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

63

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


IMUNISASI
Topik

: Imunisasi

Tempat

: POSYANDU

Hari/ Tanggal: Jumat, 7 Oktober 2016


Pukul

: Pukul 10.00 WIB

Waktu Acara

: 45 Menit

Pembicara

: Dokter Muda Fakultas Kedokteran Univ.HKBP Nommensen

Peserta/ Sasaran

: Ibu ibu peserta imunisasi

1.

TUJUAN
A.

Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai Imunisasi, diharapkan masyarakat
dapat mengetahui apakah itu imunisasi, jenis-jenis imunisasi, jadwal pemberian
imunisasi serta Penyakit yang timbul apabila anak tidak mendapatkan imunisasi.

B.

Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian imunisasi.
b. Mengetahui jadwal pemberian imunisasi.
c. Menyebutkan jenis-jenis imunisasi.
d. Penyakit yang timbul apabila anak tidak mendapatkan imunisasi.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

64

2.

SUB TOPIK
a. Pengertian imunisasi.
b. Jenis-jenis imunisasi.
c. Jadwal-jadwal pemberian imunisasi.
d. Penyakit yang timbul apabila anak tidak mendapatkan imunisasi.

3.

METODE PENYAMPAIAN
Penyuluhan dan tanya jawab

4.

MEDIA
a. Flipchart

5.

MATRIKS KEGIATAN
No.
1.
2.
3.
4.

6.

Jenis Kegiatan
Pembukaan
Penyampaian informasi
Evaluasi
Penutup

Waktu
1 menit
10 menit
5 menit
1 menit

Materi
Perkenalan
Penyampaian materi Imunisasi
Tanya jawab
Kesimpulan, Penutup

EVALUASI
Seluruh kalangan masyarakat dapat mengerti mengenai apakah itu imunisasi,
jenis-jenis imunisasi, jadwal pemberian imunisasi serta Penyakit yang timbul apabila
anak tidak mendapatkan imunisasidan dapat diaplikasikan di lingkungannya

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

65

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA
Topik

: Kesehatan Reproduksi Remaja

Tempat

: SMA N 9 MEDAN

Hari/ Tanggal: Senin, 10 Oktober 2016


Pukul

: Pukul 11.30 WIB

Waktu Acara

: 45 Menit

Pembicara

: Dokter Muda Fakultas Kedokteran Univ. HKBP Nommensen

Peserta/ Sasaran

: Siswa kelas X

1.

TUJUAN
A.

Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja,

diharapkan para siswa-siswi dapat mengetahui pengertian Kesehatan Reproduksi, alat


reproduksi wanita, alat reproduksi pria, tugas remaja dalam menjaga kesehatan
reproduksi, tips agar dapat melewati masa remaja dengan baik, resiko terkait kesehatan
reproduksi, tips menjaga organ reproduksi tetap sehat.
B.

Tujuan Khusus
a. mengetahui pengertian Kesehatan Reproduksi
b. mengetahui alat reproduksi wanita
c. Mengetahui alat reproduksi pria
d. Mengetahui tugas remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi
e. Mengetahui tips agar dapat melewati masa remaja dengan baik
f. mengetahui resiko terkait kesehatan reproduksi
g. tips menjaga organ reproduksi tetap sehat.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

66

2.

SUB TOPIK
a
b
c
d
e
f

Mengetahui pengertian Kesehatan Reproduksi


Mengetahui alat reproduksi wanita
Mengetahui alat reproduksi pria
Mengetahui tugas remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi
Mengetahui tips agar dapat melewati masa remaja dengan baik
Mengetahui resiko terkait kesehatan reproduksi

g. Mengetahui tips menjaga organ reproduksi tetap sehat.


3.

METODE PENYAMPAIAN
Penyuluhan dan tanya jawab

4.

MEDIA
a. Poster

5.
No.
1.
2.
3.
4.
6.

MATRIKS KEGIATAN
Jenis Kegiatan
Pembukaan
Proses
Evaluasi
Penutup

Waktu
1 menit
10 menit
5 menit
1 menit

Materi
Perkenalan
Penyampaian materi Kesehatan Reproduksi Remaja
Tanya jawab
Kesimpulan, Penutup

EVALUASI
Seluruh kalangan masyarakat mengerti mengenai pengertian pengertian
Kesehatan Reproduksi, alat reproduksi wanita, alat reproduksi pria, tugas remaja dalam
menjaga kesehatan reproduksi, tips agar dapat melewati masa remaja dengan baik, resiko
terkait kesehatan reproduksi, tips menjaga organ reproduksi tetap sehat.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

67

BAHAYA MEROKOK
Topik

: Bahaya Merokok

Tempat

: SMA N 9 MEDAN

Hari/ Tanggal: Senin, 10 Oktober 2016


Pukul

: Pukul 11.30 WIB

Waktu Acara

: 45 Menit

Pembicara

: Dokter Muda Fakultas Kedokteran Univ. HKBP Nommensen

Peserta/ Sasaran

: Siswa kelas X

1.

TUJUAN
A.

Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai Bahaya Merokok, diharapkan para siswa-

siswi dapat mengetahui pengertian Merokok, jenis-jenis rokok, kandungan zat berbahaya
yang terdapat di dalam rokok, epidemiologi penderita perokok, perbedaan paru-paru
perokok dengan tidak perokok dan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok
B.

Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian Merokok
b. Mengetahui jenis-jenis rokok
c. Mengetahui kandungan zat berbahaya di dalam rokok dan efeknya terhadap
tubuh.
d. Mengetahui epidemiologi penderita perokok
e. Mengetahui perbedaan paru-paru perokok dengan tidak perokok
f. mengetahui penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok

2.

SUB TOPIK
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Pengertian Merokok
Jenis-jenis rokok
Kandungan zat berbahaya di dalam rokok
Epidemiologi penderita perokok
Perbedaan paru-paru perokok dgn tidak perokok
Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

68

3.

METHODE PENYAMPAIAN
Penyuluhan dan tanya jawab

4.

MEDIA
a. Flipchart

5.

MATRIKS KEGIATAN
No.
1.
2.
3.
4.

6.

Jenis Kegiatan
Pembukaan
Proses
Evaluasi
Penutup

Waktu
1 menit
10 menit
5 menit
1 menit

Materi
Perkenalan
Penyampaian materi Bahaya Merokok
Tanya jawab
Kesimpulan, Penutup

EVALUASI
Seluruh kalangan masyarakat mengerti mengenai pengertian Merokok, Jenis-jenis rokok,

kandungan zat berbahaya di dalam rokok, epidemiologi penderita perokok, perbedaan paru-paru
perokok dengan tidak perokok, penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Cara Mencuci Tangan yang Benar
Topik

: Cara Mencuci Tangan yang Benar

Tempat

: SD HKBP SEI MATI

Hari/ Tanggal: Selasa, 11 Oktober 2016


Pukul

: Pukul 13.30 WIB

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

69

Waktu Acara

: 45 Menit

Pembicara

: Dokter Muda Fakultas Kedokteran Univ.HKBP Nommensen

Peserta/ Sasaran

: Siswa SD Kelurahan Sei Mati

1.

TUJUAN
A.

Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai cara mencuci tangan yang benar,

diharapkan siswa dapat mengetahui bagaimana cara mencuci tangan yang benar.
B.

Tujuan Khusus
a. Menjelaskan cara mencuci tangan yang benar
b. Mengetahui apa manfaat mencuci tangan yang benar
c. Menjelaskan kapan dilakukan mencuci tangan yang benar

2.

SUB TOPIK
a. Cara mencuci tangan yang benar
b. Manfaat mencuci tangan yang benar
c. Disaat kapan dilakukan cuci tangan yang benar

3.

METODE PENYAMPAIAN
Penyuluhan dan tanya jawab

4.

MEDIA
a. Flipchart

5.

MATRIKS KEGIATAN
No

Jenis Kegiatan

Waktu

Materi

.
1.
2.

Pembukaan
Proses

1 menit
10 menit

Perkenalan
Penyampaian materi Cara mencuci tangan yang
benar

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

70

3.
4.
6.

Evaluasi
Penutup

5 menit
1 menit

Tanya jawab
Kesimpulan, Penutup

EVALUASI
Seluruh siswa dapat mengetahui bagaimana cara mencuci tangan yang benar
Menjelaskan cara mencuci tangan yang benar, mengetahui apa manfaat mencuci tangan
yang benar dan kapan dilakukan mencuci tangan yang benar.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


KAWASAN TANPA ROKOK
Topik

: KAWASAN TANPA ROKOK

Tempat

: SMA Negeri 19, MEDAN

Hari/ Tanggal: Rabu, 12 Oktober 2016


Pukul

: Pukul 10.00 WIB

Waktu Acara

: 120 Menit

Pembicara

: Dokter Muda Fakultas Kedokteran Univ. HKBP Nommensen

Peserta/ Sasaran

: Seluruh Siswa kelas X

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

71

1.

TUJUAN
A.

Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai Bahaya Merokok dan pengenalan

Kawasan Tanpa Rokok, diharapkan para siswa-siswi dapat mengetahui pengertian


Merokok, , kandungan zat berbahaya yang terdapat di dalam rokok, epidemiologi
penderita perokok, perbedaan paru-paru perokok dengan tidak perokok dan penyakitpenyakit yang disebabkan oleh rokok serta pentingnya ada kawasan yang terhindar dari
asap rokok.
B.

Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian Kawasan tanpa rokok
b. mengetahui kegunaan Kawasan Tanpa Rokok
c. mengetahui tujuan diberlakukan kawasan tanpa rokok
d. mengetahui tempat apa saja dilarang merokok
e. mengetahui sanksi yang diberikan jika melanggar area yang dilarang merokok

2.

SUB TOPIK
a.
b.
c.
d.
e.

3.

Pengertian Kawasan Tanpa rokok


Tujuan kawasan Tanpa Rokok
Manfaat Tanpa rokok
Area yang dilarang merokok
Sanksi yang diberikan apabila melanggar peraturan Kawasan Tanpa Rokok

METODE PENYAMPAIAN
Penyuluhan dan tanya jawab

4.

MEDIA
a. Penjelasan dengan menggunakan proyektor dengan bahan disajikan melalui Microsoft
Power Point.

5.
No.

MATRIKS KEGIATAN
Jenis Kegiatan

Waktu

Materi

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

72

1.
2.
3.
4.
6.

Pembukaan
Proses
Evaluasi
Penutup

1 menit
15 menit
10 menit
1 menit

Perkenalan
Penyampaian materi Materi tentang rokok dan KTR
Tanya jawab
Kesimpulan, Penutup

EVALUASI
Seluruh kalangan masyarakat mengerti pentingnya ada Kawasan Tanpa Rokok.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


OSTEOPOROSIS
Topik

: Osteoporosis

Tempat

: POSYANDU LANSIA SEI MATI

Hari/ Tanggal: Jumat, 14 Oktober 2016


Pukul

: Pukul 10.00 WIB

Waktu Acara

: 15 Menit

Pembicara

: Dokter Muda Fakultas Kedokteran Univ. HKBP Nommensen

Peserta/ Sasaran

: Semua Kalangan Masyarakat

1.

TUJUAN
A.

Tujuan Umum
Dengan

diadakan

penyuluhan

mengenai

Osteoporosis

diharapkan

masyarakatdapat mengetahui tentang Osteoporosis.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

73

B.

Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian Osteoporosis
b. Menjelaskan faktor resiko Osteoporosis
c. Menjelaskan cara Menghindari Osteoporosis
d. Menjelaskan penanganan Osteoporosis.

2.

SUB TOPIK
a. Pengertian Osteoporosis
b. faktor resiko Osteoporosis

3.

METODE PENYAMPAIAN
Penyuluhan dan tanya jawab

4.

MEDIA
a. Poster

5.

MATRIKS KEGIATAN
No.
1.
2.
3.
4.

6.

Jenis Kegiatan
Pembukaan
Proses
Evaluasi
Penutup

Waktu
1 menit
10 menit
5 menit
1 menit

Materi
Perkenalan
Penyampaian materi Alat Osteoporosis
Tanya jawab
Kesimpulan, Penutup

EVALUASI
Seluruh masyarakat dapat mengetahui mengenai Osteoporosis.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

74

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


HIPERTENSI
Topik

: HIPERTENSI

Tempat

: Kantor Lurah Sei Mati, Medan Labuhan

Hari/ Tanggal: Senin, 17 Oktober 2016


Pukul

: Pukul 10.00 WIB

Waktu Acara

: 45 Menit

Pembicara

: Dokter Muda Fakultas Kedokteran Univ. HKBP Nommensen

Peserta/ Sasaran

: Orang Tua di kelurahan Sei Mati

1.

TUJUAN
A.

Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai Hipertensi, diharapkan para bapak/ibu

kelurahan sei mati dapat mengetahui pengertian Hipertensi, Klasifikasi Hipertensi,


Bahaya hipertensi, tanda-tanda Hipertensi, dan perbaikan pola hidup bagi penderita
Hipertensi.
B.

Tujuan Khusus

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

75

a. Menjelaskan pengertian Hipertensi


b. Mengerti klasifikasi Hipertensi
c. Mengetahui tanda-tanda hipertensi.
d. Mengetahui bahaya Hipertensi
e. Mengetahui pola hidup sehat bagi penderita Hipertensi
2.

SUB TOPIK
a. Menjelaskan pengertian Hipertensi
b. Menjelaskan klasifikasi Hipertensi
c. Menjelaskan tanda-tanda hipertensi.
d. Menjelaskan bahaya Hipertensi
e. Menjelaskan pola hidup sehat bagi penderita Hipertensi

3.

METODE PENYAMPAIAN
Penyuluhan dan tanya jawab

4.

MEDIA
a. Poster

5.

MATRIKS KEGIATAN
No.
1.
2.
3.
4.

6.

Jenis Kegiatan
Pembukaan
Proses
Evaluasi
Penutup

Waktu
1 menit
10 menit
5 menit
1 menit

Materi
Perkenalan
Penyampaian materi Hipertensi
Tanya jawab
Kesimpulan, Penutup

EVALUASI
Seluruh kalangan masyarakat mengerti mengenai :
a. Pengertian Hipertensi
b. Mengerti klasifikasi Hipertensi
c. Mengetahui tanda-tanda hipertensi.
d. Mengetahui bahaya Hipertensi
e. Mengetahui pola hidup sehat bagi penderita Hipertensi

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

76

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


ISPA
Topik

: ISPA

Tempat

: Kantor Lurah Sei Mati, Kec. Medan Labuhan

Hari/ Tanggal: Senin, 17 Oktober 2016


Pukul

: Pukul 11.00 WIB

Waktu Acara

: 45 Menit

Pembicara

: Dokter Muda Fakultas Kedokteran Univ. HKBP Nommensen

Peserta/ Sasaran

: Penduduk di wilayah Kelurahan Sei Mati

1.

TUJUAN
A.

Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai Bahaya terkena ISPA, diharapkan para

penduduk dapat mengetahui pengertian ISPA, tanda dan gejala dari ISPA, pencegahan
ISPA, penyebab ISPA, dan pengobatan ISPA.
B.

Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian ISPA
b. Mengetahui tanda dan gejala ISPA
c. Mengetahui cara pencegahan ISPA
d. Mengetahui penyebab ISPA
e. Mengetahui pengobatan ISPA

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

77

2.

SUB TOPIK
a.
b.
c.
d.
e.

3.

Pengertian ISPA
Tanda dan gejala ISPA
Pencegahan ISPA
Penyebab ISPA
Pengobatan ISPA

METODE PENYAMPAIAN
Penyuluhan dan tanya jawab

4.

MEDIA
a. Poster

5.

MATRIKS KEGIATAN
No.
1.
2.
3.
4.

6.

Jenis Kegiatan
Pembukaan
Proses
Evaluasi
Penutup

Waktu
1 menit
10 menit
5 menit
1 menit

Materi
Perkenalan
Penyampaian materi Bahaya Merokok
Tanya jawab
Kesimpulan, Penutup

EVALUASI
Seluruh kalangan masyarakat mengerti Bahaya terkena ISPA, diharapkan para penduduk

dapat mengetahui pengertian ISPA, tanda dan gejala dari ISPA, pencegahan ISPA, penyebab
ISPA, dan pengobatan ISPA.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

78

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


DIABETES MELITUS
Topik

: Diabetes Melitus

Tempat

: POSYANDU LANSIA SEI MATI

Hari/ Tanggal: Selasa, 18 Oktober 2016


Pukul

: Pukul 10.30 WIB

Waktu Acara

: 15 Menit

Pembicara

: Dokter Muda Fakultas Kedokteran Univ.HKBP Nommensen

Peserta/ Sasaran

: Semua Kalangan Masyarakat

1.

TUJUAN
A.

Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai Diabetes Melitus (DM) diharapkan

masyarakat dapat mengetahui apa itu DM, penyebab DM, tanda dan gejala DM serta cara
pencegahan Diabetes Melitus.
B.

Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian Diabetes Melitus.
b. Mengetahui penyebab Diabetes Melitus.
c. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Melitus..
d. Mengetahui penatalaksanaan Diabetes Melitus.
e. Mengetahui cara mencegah Diabetes Melitus.

2.

SUB TOPIK
a. Menjelaskan pengertian Diabetes Melitus.
b. Mengetahui penyebab Diabetes Melitus.
c. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Melitus.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

79

d. Mengetahui penatalaksanaan Diabetes Melitus.


e. Mengetahui cara mencegah Diabetes Melitus.
3.

METODE PENYAMPAIAN
Penyuluhan dan tanya jawab

4.

MEDIA
a. Flipchart

5.

MATRIKS KEGIATAN
No.
1.
2.
3.
4.

6.

Jenis Kegiatan
Pembukaan
Proses
Evaluasi
Penutup

Waktu
1 menit
10 menit
5 menit
1 menit

Materi
Perkenalan
Penyampaian materi Diabetes Melitus
Tanya jawab
Kesimpulan, Penutup

EVALUASI
Seluruh kalangan masyarakat dapat mengertipengertian Diabetes Melitus,
mengetahui penyebab Diabetes Melitus , mengerti tanda dan gejala Diabetes Melitus,
mengetahui penatalaksanaan Diabetes Melitus dan mengetahui cara mencegah Diabetes
Melitus.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

80

DIARE

Topik

: Diare

Tempat

: SD Kelurahan Sei Mati

Hari/ Tanggal: Kamis, 20 Oktober 2016


Pukul

: Pukul 09.00 WIB

Waktu Acara

: 20 Menit

Pembicara

: Dokter Muda Fakultas Kedokteran Univ.HKBP Nommensen

Peserta/ Sasaran

: Siswa SD Kelurahan Sei Mati

1.

TUJUAN
A.

Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai diare, diharapkan masyarakat

dapat mengenali tanda-tanda diare, bagaimana cara penularan,tanda- tanda diare, dan
bahaya diare serta cara mencegah penularan.
B.

Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian diare.
b. Mengetahui penyebab diare.
c. Mengetahui gejala diare.
d. Mengetahui cara mencegah diare
e. Bahaya diare.

2.

SUB TOPIK
a. Pengertian diare.
b. Penyebab diare
c. Tanda dan gejala diare.
e. Cara mencegah diare

3.

METODE PENYAMPAIAN
Penyuluhan dan tanya jawab

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

81

4.

MEDIA
a. Flipchart

5.

MATRIKS KEGIATAN
No.
1.
2.
3.
4.

6.

Jenis Kegiatan
Pembukaan
Proses
Evaluasi
Penutup

Waktu
1 menit
10 menit
5 menit
1 menit

Materi
Perkenalan
Penyampaian materi diare
Tanya jawab
Kesimpulan, Penutup

EVALUASI
Seluruh kalangan masyarakat dapat mengenali tanda-tanda diare,
penyebab diare, bagaimana tatalaksana dirumah dan cara mencegah penularan diare

Laporan Pengamatan Kantin Sekolah


LEMBAR PENGAMATAN
HIGIENE DAN SANITASI KANTIN SEKOLAH
Identitas Kantin

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

82

1.
2.
3.
4.
5.

Nama kantin
Alamat
Nama pemilik
Jumlah karyawan
Jenis makanan yang dijual

6. Jumlah tenaga yang mengolah

No
.

: Kantin Sekolah
: Jln.Batang Kilat, Kel. Sei Mati Kec. Medan Labuhan
: Ibu Surti
:: Makanan dan minuman ringan, kue, roti,
nasi goreng dan gorengan
: 3 orang

Kategori

Kondisi Kantin
Bangunan kantin dapat melindungi makanan dan minuman dari
1
pencemaran.
2
Letak kantin jauh dari tempat pembuangan sampah.
3
Kursi dan meja kantin terbuat dari bahan yang baik
4
Kursi dan Meja selalu dibersihkan
5
Lantai kantin terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan.
6
Lantai kantin selalu disapu/ dibersihkan
7
Ada tempat untuk air bersih.
8
Ada tempat penyimpanan bahan makanan.
9
Ada tempat penyimpanan alat dan peralatan
10 Dijumpai vektor penyebar penyakit (lalat, nyamuk, kecoa).
11 Terdapat petugas kantin yang khusus menangani pembayaran.
12 Ada tempat cuci (alat, tangan, bahan makanan).
13 Ada tempat sampah.
KeadaanPeralatanKantin
1
Peralatan yang telah dipakai dicuci dengan air bersih dan sabun.
2
Peralatan yang sudah bersih disimpan di tempat yang bebas pencemaran
3
Peralatan dikeringkan dengan alat pengering/lap yang bersih.
4
Peralatan yang dirancang untuk sekali pakai, dilarang dipakai lagi.
Bahan baku makanan di kantin
1
Pemilihan keadaanbentukdanfisik makanan dalam keadaan baik.
2
Membeli bahan makanan di tempat yang telah berizin dan terdaftar
3
Menggunakan bahan tambahan makanan yang aman dikonsumsi
4
Bahan makanan yang digunakan tidak kadaluarsa.
5
Bahan makanan yang digunakan bersih dan jauh dari kuman penyakit
6
Memiliki wadah khusus untuk mengangkut makanan.
Tempat penyimpanan bahan makanan
1
Ada wadah khusus untuk penyimpanan.
2
Penyimpanan bahan makanan terpisah dengan penyimpanan makanan.
3
Penyimpanan bahan makanan di dalam kulkas sesuai dengan persyaratan

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

Ya

Tida
k

83

jenis makanan.
4
Bahan makanan disusun dalam rak & ditempatkan dalam aturan sejenis.
5
Tempat penyimpanan bahan makanan selalu dibersihkan.
Penyimpanan makanan jadi
1
Dipisahkan antara bahan yang mentah dengan yang masak/jadi.
2
Ada wadah khusus untuk menyimpan makanan jadi.
3
Cara penyimpanan tertutup.
4
Tempat penyimpanan dalam keadaan bersih.
Pengolahan makanan
1
Dapur selalu dalam keadaan yang bersih.
2
Dapur jauh dari toilet.
3
Pengolah makanan memakai pakaian kerja yang baik dan bersih.
4
Mengolah makanan dengan benar dan bersih.
5
Tidak menggunakan minyak goreng yang sama berulang ulang.
6
Menggunakan peralatan memasak dengan benar.
7
Wadah untuk memasak bahan mentah bersih.
Penyaji makanan
1
Penyaji makanan tidak sedang sakit
2
Penyaji makanan memakai celemek dan tutup kepala.
3
Penyaji makanan menjaga kebersihan tangan, rambut, kuku, dan pakaian.
4
Penyaji makanan mencuci tangan setiap mengambil makanan.
5
Penyaji makanan tidak seorang merokok
6
Pengambilan makanan dengan memakai alat bantu.
Cara membawa dan menyajikan makanan dilakukan secara
7
tertutup/terbungkus.
Pembungkus yang digunakan dan atau tutup makanan jajanan harus dalam
8
keadaan bersih dan tidak mencemari makanan.
Wadah yang digunakan saat penyajian makan dalam keadaan bersih dan
9
kering.
Jenis Makanan
Menyediakan makanan yang menyehatkan seperti sayur sayuran, jus, dan
1
buah buahan.
2
Sebagian besar makanan berasa manis.
3
Jarang memakai penyedap rasa.
4
Makanan instant disediakan dalam jumlah terbatas.
Sanitasi Kantin
1
Air yang dipergunakan bersumber dari air bersih / PAM.
2
Air bersih yang tersedia tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa.
3
Letak toilet tidak berhubungan langsung dengan dapur atau ruang makan.
4
Tempat sampah yang disediakan dibuat dari bahan yang kedap air.
5
Pengangkutan sampah dilakukan maksimal setiap dalam 24 jam.
6
Saluran air limbah berjalan dengan lancar.
7
Limbah dari hasil pengolahan makanan dibuang ke saluran limbah yang
Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

84

tertutup.
Kesimpulan
Dari hasil kuesioner dapat disimpulkan bahwa kantin sekolah sudah cukup baik, akan
tetapi ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan dan perlu diterapkan supaya kesehatan
kantin sekolah lebih baik lagi. Beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti pengadaan bahan
makanan supaya tidak memakai bahan penyedap. Penyimpanan makanan harusnya disimpan
ditempat yang baik dan bersih dan disusun sesuai jenis makanan. Saat pengelolahan bahan
makanan sebaiknya memakai pakaian kerja, penyaji makanan sebaiknya menggunakan penutup
rambut dan menjaga kebersihan tangan. Penyimpanan penyajian makanan sebaiknya ditutup.
Untuk fasilitas sanitasi, perlu disediakan tempat cuci tangan dan lap tangan.

BAB VI
PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH
Identifikasi Permasalahan

POSYANDU

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

85

Puskesmas Medan Labuhan merupakan Puskesmas sebagai unit pelaksana Teknis di


wilayah Medan Labuhan. Puskesmas ini memiliki banyaak posyandu di wilayah kerjanya.
Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior FK UHN periode 03 - 27 Oktober 2016 diantaranya
kunjungan di posyandu Lingkungan 4 Martubung, Posyandu Lingkungan 11, lingkungan 12 dan
lingkungan 13 Kelurahan Sei Mati serta konjungan pada Posyandu Lansia di Lingkungan
kelurahan Sei Mati dan Martubung.
Dari berbagai kunjungan ke posyandu tersebut diatas maka diperoleh masalah antara
lain :
1. Tingkat Pengetahuan ibu yang rendah
Rendahnya informasi yang diperoleh dari para ibu tentang kesehatan dan programprogram posyandu yang wajib diketahui, didasari oleh :
a. Kurangnya minat dan ketertarikan bagi para ibu untuk mengetahui tentang posyandu.
b. Beberapa ibu merasa sepele terhadap kesehatan. Sehingga banyak anak yang tumbuh
kembangnya tidak baik.
c. Beberapa ibu masih lebih mementingkan pekerjaan dari pada mengikuti penyuluhan
bahkan untuk melakukan kegiatan imunisasi, sehingga banyak anak yang terlambat
dari tanggal yang seharusnya telah ditetapkan.
2. Sarana dan Tenaga Kesehatan Posyandu
Pada saat melakukan kunjungan diberbagai posyandu, ditemukan beberapa masalah
diantaranya :
a. Tempat penyuluhan yang kurang nyaman. Seperti: ukuran yang terlalu sempit dan
hawa cenderung panas.
b. Sarana yang kurang memadai. Seperti : Kursi yang sering kurang, sehingga banyak
ibu ibu yang berdiri saat mendengarkan penyuluhan.
c. Tenaga kesehatan kader posyandu kurang aktif dalam distribusi informasi akan
dilaksanakannya penyuluhan. Kader dan tenaga kesehatan kurang mejalin hubungan
baik sehingga jadwal posyandu sering berubah. Hubungan kader dan masyarakat
juga kurang baik sehingga masyarakat kurang antusias untuk dating mengikuti
penyuluhan.
Pemecahan Masalah
a. Mengumpulkan masyarakat disuatu tempat yang nyaman dan diberikan penyuluhan
tentang betapa pentingnys Posyandu bagi kesehatan ibu dan anak.
b. Penyuluhan dibuat sebaik mungkin dan gampang diterima oleh masyarakat.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

86

c. Penyuluhan dibuat dalam bentuk Leafleat, Flipchart, Poster, dan sesi tanya jawab pada
akhir penyuluhan.
d. Kader setempat harus menjalin hubungan yang baik kepada masyarakat dan aktif dalam
memberitahukan segala kegiatan yang akan dilaksanakan di Posyandu.
POSYANDU
A. Pengertian Posyandu
Pengertian posyandu adalah sistem pelayanan yang dipadukan antara satu program
dengan program lainnya yang merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu dan dinamis
seperti halnya program KB dengan kesehatan atau berbagai program lainnya yang berkaitan
dengan kegiatan masyarakat (BKKBN, 1989).
Pelayanan yang diberikan di posyandu bersifat terpadu , hal ini bertujuan untuk
memberikan kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat karena di posyandu tersebut
masyarakat dapat memperolah pelayanan lengkap pada waktu dan tempat yang sama (Depkes
RI, 1990).
Posyandu dipandang sangat bermanfaat bagi masyarakat namun keberadaannya di
masyarakat kurang berjalan dengan baik, oleh karena itu pemerintah mengadakan revitalisasi
posyandu. Revitalisasi posyandu merupakan upaya pemberdayaan posyandu untuk mengurangi
dampak dari krisis ekonomi terhadap penurunan status gizi dan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan
ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menunjang upaya
mempertahankan dan meningkatkan status gizi serta kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan
kemampuan kader, manajemen dan fungsi posyandu (Depdagri, 1999).
B. Tujuan Posyandu
1

Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil,
melahirkan dan nifas) .

Membudayakan NKKBS.

Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan


kegiatan kesehatan dan KB Berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk
tercapainya masyarakat sehat sejahtera.

Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera, Gerakan


Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

87

C. Pengelola Posyandu
1

Penanggungjawab umum : Kades/Lurah.

Penggungjawab operasional : Tokoh Masyarakat.

Ketua Pelaksana : Ketua Tim Penggerak PKK.

Sekretaris : Ketua Pokja IV Kelurahan/desa.

Pelaksana: Kader PKK, yang dibantu Petugas KB-Kes (Puskesmas).


D. Kegiatan Pokok Posyandu
1

KIA

KB

Imunisasi

Gizi

Penggulangan Diare

E. Pembentukan Posyandu
a. Langkah langkah pembentukan :
1)

Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan.

2)

Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbingan teknis
unsur kesehatan dan KB .

3)

Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri, sarana dan
prasarana posyandu, biaya posyandu .

4)

Pemilihan kader Posyandu.

5)

Pelatihan kader Posyandu.

6)

Pembinaan.

b. Kriteria pembentukan Posyandu.


Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar
pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu
Posyandu melayani 100 balita.
c. Kriteria kader Posyandu :

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

88

1)

Dapat membaca dan menulis.

2)

Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan.

3)

Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat.

4)

Mempunyai waktu yang cukup.

5)

Bertempat tinggal di wilayah Posyandu.

6)

Berpenampilan ramah dan simpatik.

7)

Diterima masyarakat setempat.

d. Pelaksanaan Kegiatan Posyandu.


1.

Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh Kader, Tim Penggerak
PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari Puskesmas, dilakukan pelayanan
masyarakat dengan system 5 meja yaitu :
Meja I : Pendaftaran.
Meja II : Penimbangan
Meja III : Pengisian KMS
Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS.
Meja V : Pelayanan KB & Kes :

Imunisasi
Pemberian vitamin A Dosis Tinggi berupa obat tetes ke mulut tiap
bulan Februari dan Agustus.
Pembagian pil atau kondom
Pengobatan ringan.
Kosultasi KB-Kesehatan

Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V
merupakan meja pelayanan paramedis (Jurim, Bindes, perawat dan petugas KB).
2. Sasaran Posyandu yaitu Bayi/Balita, Ibu hamil/ibu menyusui, dan WUS dan PUS.
F.

Strata Posyandu
Posyandu dikelompokkan menjadi 4 :
1. Posyandu Pratama :
Belum mantap.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

89

Kegiatan belum rutin.


Kader terbatas.
2. Posyandu Madya :
Kegiatan lebih teratur
Jumlah kader 5 orang
3. Posyandu Purnama :
Kegiatan sudah teratur.
Cakupan program/kegiatannya baik.
Jumlah kader 5 orang
Mempunyai program tambahan
4. Posyandu Mandiri :
Kegiatan secara terahir dan mantap
Cakupan program/kegiatan baik.
Memiliki Dana Sehat dan JPKM yang mantap.
G. Sasaran Revitalisasi Posyandu
Kegiatan revitalisasi posyandu pada dasarnya meliputi seluruh posyandu dengan
perhatian utamanya pada posyandu yang sudah tidak aktif/rendah stratanya (pratama dan madya)
sesuai kebutuhan, posyandu yang berada di daerah yang sebagian besar penduduknya tergolong
miskin, serta adanya dukungan materi dan non materi dari tokoh masyarakat setempat dalam
menunjang pelaksanaan kegiatan posyandu. Dukungan masyarakat sangat penting karena
komitmen dan dukungan mereka sangat menentukan keberhasilan dan kesinambungan kegiatan
posyandu (Depkes RI, 1999).
Kontribusi posyandu dalam meningkatkan kesehatan bayi dan anak balita sangat besar,
namun sampai saat ini kualitas pelayanan posyandu masih perlu ditingkatkan. Keberadaan kader
dan sarana yang ada merupakan modal dalam keberlanjutan posyandu. Oleh karena itu
keberadaan posyandu harus terus ditingkatkan sehingga diklasifikasikan menjadi 4 jenis yaitu
posyandu pratama, madya, purnama, dan mandiri.
H. Jenis Posyandu
Untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian posyandu diperlukan intervensi sebagai
berikut :
1 Posyandu pratama (warna merah)

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

90

Posyandu tingkat pratama adalah posyandu yang masih belum mantap, kegiatannya
belum bisa rutin tiap bulan dan kader aktifnya terbatas. Keadaan ini dinilai gawat
sehingga intervensinya adalah pelatihan kader ulang. Artinya kader yang ada perlu
2

ditambah dan dilakukan pelatihan dasar lagi.


Posyandu madya (warna kuning)
Posyandu pada tingkat madya sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per
tahun dengan rata-rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih. Akan tetapi cakupan
program utamanya (KB, KIA, Gizi, dan Imunisasi) masih rendah yaitu kurang dari 50%.
Ini berarti, kelestarian posyandu sudah baik tetapi masih rendah cakupannya. Intervensi
untuk posyandu madya ada 2 yaitu :
Pelatihan Toma dengan modul eskalasi posyandu yang sekarang sudah dilengkapi

dengan metoda simulasi.


Penggarapan dengan pendekatan PKMD (SMD dan MMD) untuk menentukan
masalah dan mencari penyelesaiannya, termasuk menentukan program tambahan

yang sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.


Posyandu purnama (warna hijau)
Posyandu pada tingkat purnama adalah posyandu yang frekuensinya lebih dari 8 kali per
tahun, rata-rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih, dan cakupan 5 program utamanya
(KB, KIA, Gizi dan Imunisasi) lebih dari 50%. Sudah ada program tambahan, bahkan
mungkin sudah ada Dana Sehat yang masih sederhana. Intervensi pada posyandu di
tingkat ini adalah :
Penggarapan dengan pendekatan PKMD untuk mengarahkan masyarakat menetukan

sendiri pengembangan program di posyandu.


Pelatihan Dana Sehat, agar di desa tersebut dapat tumbuh Dana Sehat yang kuat

dengan cakupan anggota minimal 50% KK atau lebih.


Posyandu mandiri (warna biru)
Posyandu ini berarti sudah dapat melakukan kegiatan secara teratur, cakupan 5 program
utama sudah bagus, ada program tambahan dan Dana Sehat telah menjangkau lebih dari
50% KK. Intervensinya adalah pembinaan Dana Sehat, yaitu diarahkan agar Dana Sehat
tersebut menggunakan prinsip JPKM.

I. Sistem Lima Meja


Pelaksanan Posyandu terkadang tampak acak-acakan, dikarenakan pelaksanaannya di
rumah salah satu warga sehingga kurang luas. Meskipun tampak acak-acakan sebenarnya
mempunyai skema Pola Keterpaduan KB-kesehatan melalui sistem lima meja. Meja pertama

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

91

yaitu pendaftaran. Meja kedua, bagi bayi, balita dan ibu hamil dilakukan penimbangan berat
badan. Di meja ketiga, dilakukan pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat) berapa berat badan bayi,
balita dan ibu hamil yang ditimbang berat badannya tadi. Meja keempat, para kader Posyandu
atau petugas kesehatan akan memberi penyuluhan, misalnya bila berat badan bayi dan balita
yang ditimbang tidak mengalami kenaikan atau justru terjadi penurunan dari penimbangan bulan
sebelumnya, maka bayi dan balita tersebut perlu diberi makanan tambahan yang mengandung
karbohidrat, protein, vitamin dan lemak.
Bagi ibu hamil dengan adanya penyuluhan dari bidan atau dokter dapat mengetahui
apakah mempunyai risiko tinggi seperti letak bayi tidak normal dalam kandungan, tekanan darah
yang rendah atau tinggi dan bila ada yang mengalami anemia akan diberi tablet besi.Terakhir
adalah meja kelima, terdapat pelayanan imunisasi dasar yakni BCG, hepatitis B, DPT-polio,
campak, dan TT (tetanus) bagi ibu hamil, KB dan pengobatan sederhana dari petugas kesehatan
bagi bayi, balita dan ibu yang sakit. Bagi yang menderita diare akan diberi oralit.
Posyandu ini merupakan kegiatan dari, oleh dan untuk masyarakat, maka pendanaanya
juga secara swadaya kalaupun ada dana bantuan dari pemerintah jumlahnya sangat kecil. Bentuk
swadaya dari masyarakat misalnya berupa iuran yang ditetapkan oleh Posyandu setempat untuk
Pemberian

Makanan

Tambahan

(PMT)

berupa

kacang

hijau

atau

yang

lainnya.

Kader-kader Posyandu yang aktif memang layak dihargai. Secara langsung mereka dapat
mengetahui keadaan bayi dan balita yang menderita gizi buruk bahkan busung lapar secara dini.
Agar anak Indonesia terhindar dari gizi buruk dan busung lapar, pemerintah dituntut
perhatian yang lebih besar terhadap masalah kesehatan warga negaranya. Selain itu marilah kita
perbaiki rasa kesetiakawanan dan sikap peduli terhadap sesama serta mengaktifkan kembali
Posyandu sebagai garda terdepan memonitor perkembangan kualitas kesehatan anak-anak,
khususnya balita.

GIZI SEIMBANG
Pelayanan Gizi Seimbang
a Pelayanan Gizi Seimbang pada Bayi dan Balita
Beberapa kegiatan usaha perbaikan gizi di Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan
Medan Labuhan, yaitu melakukan survei terhadap keadaan gizi masyarakat terutama
gizi bayi dan balita, pemberian vitamin A dosis tinggi untuk mencegah defisiensi
Vitamin A pada balita.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

92

Permasalahan
Masih dijumpai bayi dan balita yang menderita gizi buruk sebanyak 36 balita

dalam cakupan Januari September 2016.


Pemberian vitamin A pada bayi dan balita masih mencapai 60-65%, belum

memenuhi target.
Kurangnya pengetahuan dan perhatian Ibu terhadap keseimbangan gizi bayi dan

balita.
Perencanaan Masa Depan

Lebih meningkatkan perhatian terhadap keseimbangan gizi bayi dan balita.

Lebih meningkatkan kinerja dan perhatian pegawai puskesmas terhadap bayi dan
balita yang menderita gizi buruk.

Lebih meningkatkan promosi tentang pedoman gizi seimbang pada ibu untuk
bayi dan balita.

Lebih meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan meningkatkan pemberdayaan


masyarakat

Adanya kunjungan rumah

b Pelayanan Gizi Seimbang pada Anak


Beberapa kegiatan usaha perbaikan gizi di Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan
Medan Labuhan, yaitu melakukan survei terhadap keadaan gizi masyarakat terutama
gizi bayi dan balita dan melakukan demonstrasi menu makanan bergizi dengan harga
murah dan terjangkau di Posyandu dan Puskesmas.
Permasalahan

Kurangnya data tentang keadaan gizi anak pada daerah cakupan Puskesmas
Medan Labuhan.

Kurangnya perhatian terhadap keadaan gizi anak pada daerah cakupan


Puskesmas Medan Labuhan.

Perencanaan Pemecahan Masalah

Lebih meningkatkan perhatian dan pencatatan terhadap keseimbangan gizi anak.

Lebih meningkatkan promosi tentang pedoman gizi seimbang pada orangtua


untuk anak-anaknya.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

93

Lebih memberi pengetahuan tentang pedoman gizi seimbang dan sumber gizi
yang mudah & murah didapatkan pada orangtua untuk anak-anaknya.

Lebih meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan meningkatkan pemberdayaan


masyarakat

Pelayanan Gizi Seimbang pada Remaja dan Dewasa


Beberapa kegiatan usaha perbaikan gizi di Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan
Medan Labuhan, yaitu melakukan survei terhadap keadaan gizi masyarakat terutama
gizi bayi dan balita dan melakukan demonstrasi menu makanan bergizi dengan harga
murah dan terjangkau di Posyandu dan Puskesmas.
Permasalahan

Kurangnya data tentang keadaan gizi remaja dan dewasa pada daerah cakupan
Puskesmas Medan Labuhan.

Kurangnya perhatian terhadap keadaan gizi remaja dan dewasa pada daerah
cakupan Puskesmas Medan Labuhan.

Perencanaan Pemecahan Masalah

Lebih meningkatkan perhatian dan pencatatan terhadap keseimbangan gizi


remaja dan dewasa.

Lebih meningkatkan promosi tentang pedoman gizi seimbang pada masyarakat.

Lebih memberi pengetahuan tentang pedoman gizi seimbang dan sumber gizi
yang mudah & murah didapatkan pada masyarakat.

Lebih meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan meningkatkan pemberdayaan


masyarakat.

d Pelayanan Gizi Seimbang pada Ibu Hamil dan Menyusui


Beberapa kegiatan usaha perbaikan gizi di Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan
Medan Labuhan, yaitu melakukan survei terhadap keadaan gizi masyarakat,
memberikan tablet penambah darah untuk mencegah dan mengobati anemia pada ibu
hamil dan menyusui, dan melakukan demonstrasi menu makanan bergizi dengan
harga murah dan terjangkau di Posyandu dan Puskesmas.

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

94

Permasalahan

Kurangnya data tentang keadaan gizi ibu hamil dan menyusui pada daerah
cakupan Puskesmas Medan Labuhan.

Kurangnya perhatian terhadap keadaan gizi ibu hamil dan menyusui pada daerah
cakupan Puskesmas Medan Labuhan.

Pemberian tablet penambah darah pada ibu hamil masih mencapai 62% sampai
bulan September, belum memnuhi target untuk tahun 2016 yaitu sebanyak 90%.

Perencanaan Pemecahan Masalah

Lebih meningkatkan perhatian dan pencatatan terhadap keseimbangan gizi ibu


hamil dan menyusui.

Lebih meningkatkan promosi tentang pedoman gizi seimbang pada masyarakat.

Lebih memberi pengetahuan tentang pedoman gizi seimbang dan sumber gizi
yang mudah & murah didapatkan pada masyarakat.

Lebih meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan meningkatkan pemberdayaan


masyarakat

Pelayanan Gizi Seimbang pada Lansia


Beberapa kegiatan usaha perbaikan gizi di Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan
Medan Labuhan, yaitu melakukan survei terhadap keadaan gizi masyarakat dan
melakukan demonstrasi menu makanan bergizi dengan harga murah dan terjangkau
di Posyandu dan Puskesmas.
Permasalahan

Kurangnya data tentang keadaan gizi lansia pada daerah cakupan Puskesmas
Medan Labuhan.

Kurangnya perhatian terhadap keadaan gizi lansia pada daerah cakupan


Puskesmas Medan Labuhan.

Perencanaan Pemecahan Masalah

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

95

Lebih meningkatkan perhatian dan pencatatan terhadap keseimbangan gizi


lansia.

Lebih meningkatkan promosi tentang pedoman gizi seimbang pada masyarakat.

Lebih memberi pengetahuan tentang pedoman gizi seimbang dan sumber gizi
yang mudah & murah didapatkan pada masyarakat.

Lebih meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan meningkatkan pemberdayaan


masyarakat

Adanya kunjungan rumah

GIZI SEIMBANG
A. Pengertian Gizi Seimbang
Susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang
sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan,
aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah
masalah gizi.
Sasaran
-

Bayi, Balita, Anak-anak, Remaja, Dewasa

Ibu hamil, ibu menyusui

Lansia
Tujuan

Mendapatkan keadaan masyarakat yang memenuhi gizi seimbang.

B. Kegiatan Pelayanan Gizi Seimbang


- Melakukan pemeriksaan dan pencatatan keadaan gizi pada masyarakat, yaitu pada bayi,
balita, ank-anak, remaja, dewasa, ibu hamil dan menyusui, serta lansia.
- Melaporkan dan menangani penderita gizi buruk
- Penyuluhan tentang pedoman gizi seimbang untuk meningkatkan status gizi masyarakat.
- Penyuluhan tentang sumber gizi seimbang yang mudah & murah didapatkan untuk
meningkatkan status gizi masyarakat.
- Memberikan penyuluhan terhadap masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah
dengan menanam sayuran dan buah-buahan serta memelihara ternak terutama unggas.
Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

96

- Menjalankan kunjungan rumah.


- Pendidikan kesehatan dan gizi seimbang kepada masyarakat.

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

97

7.1

Kesimpulan
1. Puskesmas adalah suatu unit organisasi fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat
disamping memberi pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat dalam suatu wilayah kerja dalam bentuk usaha-usaha kegiatan pokok.
2. Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah
untuk mendukung tercapainya tujuan pembanguan kesehatan nasional, yakni
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2015.
3. Puskesmas mempunyai fungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan kesehatan masyarakat strata
pertama.
4. Sumber tenaga kesehatan, sarana dan prasarana di Puskesmas Medan Labuhan
ditingkatkan lagi dalam rangka upaya pelayanan kesehatan untuk mencapai tujuan
utama program kesehatan di Puskesmas.

7.2

Saran
1

Meningkatkan promosi kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat mengenai

pentingnya mengikuti kegiatan posyandu.


Meningkatkan promosi kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat mengenai

pedoman gizi seimbang dan penanganan kasus gizi buruk.


Meningkatkan promosi kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat mengenai

bagaimana mencegah penyakit menular berbasis lingkungan.


Meningkatkan promosi kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat mengenai

penyakit degeneratif tidak menular di lingkungan kerja.


Meningkatkan Pemberdayaan masyarakat untuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

(PHBS).
Advokasi dengan lintas sektor lainnya

Departemen IKM/IKP/IKK Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

98