Anda di halaman 1dari 9

ILMU ALAMIAH DASAR

KELAHIRAN ILMU ALAMIAH


DOSEN :Dr. Sonya V.T.L.M.Pd

OLEH :
Dayang Kory Vianti Khairunnisa
1505065086
Konsentrasi Pendidikan Akuntansi

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MULAWARMAN
2015/2016
SAMARINDA

KELAHIRAN ILMU ALAMIAH DASAR


Banyak literatur yang menyebutkan bahwa lahirnya ilmu alamiah tidak terlepas dari
lahirnya filsafat ilmu alamiah (filsafat sains). Bukti-bukti sejarah telah menyimpulkan bahwa
Yunani adalah negara tempat munculnya para pemikir-pemikir ilmu. Para tokohnya ialah, Thales
yang hidup sekitar 625 sampai 545 SM dan Anaximandros yang hidup sekitar tahun 610 sampal
547 SM serta Anaximenes yang hidup sekitar tahun 585 sampai 528 SM.
Tiga pemikir itu ialah orang pertama berpikir tentang dunia pengetahuan. Mereka samasama mengemukakan pendapat tentang asal-usul kejadian alam yang saat itu mulai rame menjadi
teka-teki masyarakat Yunani. Ketertarikan mereka berawal dari perubahan terus-menerus yang
dapat disaksikan di alam seperti, kejadian siang-malam, musim, angin, dll. Proses bepikir yang
digunakan ialah deduktif namun hasil pikirnya sangat penting di dalam perkembangan Ilmu
Alamiah.
Setelah itu, pada masa sekitar abad 5 SM, perkembangan pesat pemikiran-pemikiran
tentang alam. Ada pun tokoh-tokoh yang terkenal di masa itu ialah Socrates, Gorgias, Hippias
dan Prodikos. Pada masa ini pemikiran cenderung antropologis atau mengarah kepada kegiatan
kemanusiaan. Dari ajaran-ajaran merekalah (terutama Socrates) bangsa Yunani mulai mengenal
dan menghormati nilai unsur-unsur pada manusia yang kelihatannya bertentangan, yaitu jasmani
dan rohani.
Setelah dua masa itu lalu muncul lain yang dihuni oleh tokoh-tokoh seperti Plato (427-437
SM) dan Aristoteles (483-32 SM). Kedua tokoh ini mencoba memadukan pola pemikiran yang
dilakukan oleh para pendahulunya. Plato di dalam berpikir cenderung melakukan dialog, agar
mempunyai nilai obyektif yang handal. Aristoteles, lebih dikenal dengan logika berpikirnya.
Intisari isinya ialah silogisme, yaitu menarik kesimpulan dari pengertian yang luas dan
mempunyai kebenaran umum (deduktif).
Ilmu alamiah sebagai hasil perkembangan pola pikir manusia yang terakumulasi dari hasil
pengamatan dan pegalaman telah mendorong manusia untuk melahiirkan pendekatan kebenaran

yang tidak hanya mengandalkan kemampuan rasio belaka, dorongan tersebut setidaknya terdiri
dari dua sisi yakni;

Dorogan Pertama adalah dorongan untuk memuaskan diri sendiri yang sifatnya
nonpraktis atau teritis guna memenuhi kurioritas dan memahami tentang hakikat alam
semesta dan segala isinya, yang selajutnya melahirkan pure science ( ilmu pengetahuan
murni ).
Doronga keua adalah dorongan yang siatnya praktis, dimana ilmu pengetahuan

dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup yang lebihh tinggi, dan selanjutnya disebut
dengan Applied science ( Ilmu pengetahuan terapan/teknologi).

Kapan ilmu pengetahuan (sains) lahir ? secara waktu yang mungkin sulit untuk ditetapkan
tetapi yang jelas sesuatu dnyatakan pegetahuan sains adalah apabila pendekatan kebenaran
tertumpu pada rational approach and empiric approach yakni kebenaran yang secara rasional
dapat dimengeerti dan dipahami serta dibuktikan secara fakta dan menggunakan peralatan
ilmiah.
Filsafat Ilmu Alamiah
1. Vitalisme: merupakan suatu doktrin yg menyatakan adanya kekuatan di luar alam.
Kekuatan itu memiliki peranan yg esensial yg mengatur segala sesuatu yg terjadi di alam
semesta ini. Kekuatan itu disebut dengan nama sebutan Mis: Tuhan, Yang Maha Kuasa.
2. Mekanisme:merupakan suatu pandangan yg menyatakan bahwa penyebab yg mengatur
semua gerakan di alam semesta ini adalah Hukum Alam. Mis: Hukum Fisika, Hukum
Kimia.
3. Agnotisme yaitu aliran hanya mempelajari gejala-gejala alam tidak memperdulikan ada
atau tidaknya Sang Pencipta.
4. Pancasila yang berarti menganut Teisme. Hukum Alam adalah Hukum Tuhan.

Pembagian Ilmu Pengetahuan (Sains)


A. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Alamiah (Natural Science) yg membahas tentang
alam semesta dgn segala isinya. Termasuk IPA:
1) Fisika (Physics)
2) Kimia (Chemistry)
3) Biologi (Biological Science): Botani, Zoologi, Morfologi, Anatomi, Fisiologi, Sitologi,
Histologi, Palaentologi.
B. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (Earth Science and Space)
1) Geologi:Petrologi, Vulkanologi, Mineralogi, Kristalografi.
2) Astronomi
3) Geografi
C. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Psikologi
Pendidikan
Antropologi
Etnologi
Sejarah
Ekonomi
Sosiologi
Relativitas Ilmu Alamiah

Kebenaran yang ditemukan Manusia tidak pernah merupakan kebenaran mutlak hanya
bersifat tentatif. Misalnya:

Teori geosentris Teori heliosentris


Teori flogiston Teori Oksidasi
Teori Partikel & Teori Gelombang tetap
Teori generatio spontania Teori Omne Vivo ex Ovo, Omne Ovum ex Vivo.
Demikianlah kebenaran dalam sains, tidak pernah mutlak dan tidak pernah lengkap.

Sebagai manusia para ilmuwan tetap bersikap rendah hati, karena mereka yakin masih sedikit
yang mereka ketahui.
Torrance (1965) mendefenisikan kreativitas sebagai proses pertumbuhan hingga peka akan
masalah kekurangsempurnaan, kekurangtahuan, ketidaklengkapan, ketidakharmonisan,dst,
mengenal kesulitan, mencari pemecahan, membuat dugaan,merumuskan, menguji, dan
mengubah hipotesis, serta melaporkan hasil penelitian.
B.

Kriteria Ilmiah
Kriteria atau ukuran merupakan faktor penting untuk menentukan benar tidaknya sesuatu
masuk kedalam status tertentu. Pengetahuan termasuk kategori ilmu jika memenuhi kriteria
berikut : secara berurutan (teratur), berobjek, bermetode, berlaku umum dan besistem.
Ilmu alamiah mempelajari semua alam yang berada disekitar kita. Jadi benda-benda alam
itulah objek Ilmu alamiah. Sesuai dengan tujuan ilmu, ilmu alamiah ingin memperoleh
kebenaran mengenai objeknya. Kebenaran yang sedalam-dalamnya yang hendak dicakup oleh
ilmu, karena ilmuwan baru merasa puas jika ilmu yang diperolehnya sesuai dengan objek.
Persesuaian antara pengetahuan dengan objek yang diselidiki itulah yang disebut kebenaran.
Alam sebagai objek penyelidikan mempunyai aspek yang sangat luas, misalnya aspek
fisis, aspek biologis, aspek psikologis, aspek ekonomis dan sebagainya. Oleh sebab itu, dapat
dikatakan mustahil bahwa ilmu dapat mencapai seluruh kebenaran mengenai objeknya. Untuk
mencapai kebenaran, yakni adanya persesuaian antara pengetahuan dengan objeknya, biasanya
tidak secara kebetulan, walaupun tidak menutup kemungkinan adanya peluang untuk itu. Kekule
seorang sarjana kimia dalam menentukan rumus bangunan senyawa bensena yang melingkar itu
dianalogikan dengan seokor ular yang dipergoki Kekule didalam kebunnya. Tetapi hal seperti itu

tidak sering terjadi. Biasanya ilmuan menggunakan suatu metode untuk menjamin agar tidak
terjadi kekeliruan.
Dengan metode yang tepat, ilmu akan mencapai kebenaran. Kebenaran yang bersifat
umum mengenai suatu objek walaupun hanya salah satu dari objek, yang akan dicapai dengan
metode ilmiah, dengan kebenaran itu telah dirumuskan perlu diorganisasikan dan
diklarifikasikan.
Metode Keilmuan berguna Untuk mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu
memerlukan pencarian pengetahuan yang dapat dilakukan secara non ilmiah dan ilmiah dengan
mengacu pada kerangka filsafat. Pencarian ilmu pengetahuan ilmiah (metode ilmiah) dilakukan
berdasarkan pemikiran rasional, pengalaman empiris (fakta), maupun referensi pengalaman
sebelumnya. Cara untuk mendapatkannya harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai
berikut
1. Objektif, pengetahuan itu harus sesuai objeknya.
2. Metodik, pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur
dan terkontrol.
3. Sistimatis, pengetahuan ilmiah yang tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri,
satu dengan yang lainnya saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga keseluruhannya
merupakan satu kesatuan yang utuh.
4. Berlaku Umum, pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseoramg
atau sekelompok orang, tetapi dengan pengalaman itu diperoleh hasil yang sama atau
konsisten.
Keseluruhan langkah ini harus ditempuh agar suatu penelaahan dapat disebut ilmiah,
lewat metode inilah nantinya akan melahirkan ilmu-ilmu baru yang menjadi cikal bakal lahirnya
ilmu alamiah modern terutama Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Metode Ilmiah Dan Implementasinya
Segala kebenaran dalam ilmu Alamiah terletak pada metode ilmiah. Sebagai langkah
pemecahan atau prosedur ilmiah dapat sebagai berikut :
Penginderaan, merupakan suatu aktivitas melihat, mendengar, merasakan, mengecap terhadap
suatu objek tertentu.
Masalah dan problema, menemukan masalah dengan kata lain adalah dengan mengemukakan
pertanyaan apa dan bagaimana.

Hipotesis, jawaban sementara terhadap pertanyaan yang kita ajukan.


Eksperimen, dari sini ilmu alamiah dan non ilmu alamiah dapat dipisahkan. Contoh dalam gejala
alam tentang serangga dengan lampu (sinar biru)
Teori, bukti eksperimen merupakan langkah ilmiah berikutnya yaitu teori. Dengan hasil
eksperimen dari beberapa peneliti dan bukti-bukti yang menunjukkan hasil yang dapat dipercaya
dan valid walaupun dengan keterbatasan tertentu.
Keterbatasan Ilmu Alamiah
Untuk itu perlu dilakukan pengujian sampai dimana berlakunya metode ilmiah dan
dimana metode ilmiah tidak berlaku. Untuk itu kita perlu memperhatikan :

Pertama, Bidang ilmu Alamiah, yang menentukan bidang ilmu alamiah adalah metode
ilmiah, karena bidang ilmu alamiah adalah wahana di mana metode ilmiah dapat
diterapkan, sebaliknya bidang non ilmiah adalah wahana dimana metode ilmiah tidak
dapat terapkan. Contoh hipotesa tentang keberadaan tuhan merupakan konsep yang tidak
bisa menggunakan metode ilmiah dan apabila menggunakan konsep ini bisa

menyebabkan orang Atheis.


Kedua, tujuan ilmu Alamiah, membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah hanya
dapat mengemukakan bukti kebenaran sementara dengan kata lain untuk kebenaran
sementara adalah "Teori". Karena tidak ada sesuatu yang mutlak tetapi terus mengalami

perubahan (contoh teori tentang bumi ini bulat)


Ketiga. Ilmu alamiah dan nilai, ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu
keputusan . Manusia pemakain ilmu alamiahlah yang menilai apakah hasil Ilmu Alamiah
baik atau sebaliknya. Contoh penemuan mesiu atau bom atom.

KESIMPULAN
Ilmu alamiah lahir dari rasa ingin tahu manusia yang kemudian memanfaatkan ilmu
tersebut untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Yang kemudian melahirkan berbagai ilmu
pengetahuan. Dan kemudian ilmu tersebut digunakan dan terus dipakai untuk berbagai macam
dalam kehidupan manusia. Dan ilmu tersebut terus di teliti oleh para ilmuwan, walaupun
ilmuwan tetap tahu bahwa tidak ada yang mutlak, dan mereka tetap rendah hati karena banyak
yang sebenarnya yang mereka tidak ketahui dan ilmu itu tidak terbatas.

REFERENSI

Bahan Ajar Ilmu Alamiah Dasar oleh Sonja V.T Lumowa


Ilmu Alamiah Dasar oleh Jasin Maskoeri
http://marls-gulo.blogspot.co.id/2010/10/ilmu-alamiah-dasar_24.html
http://simba-corp.blogspot.co.id/2012/03/makalah-ilmu-alamiah-dasar-kelahiran.html
http://gagussetyabudi.blogspot.co.id/2010/02/kelahiran-ilmu-alamiah-dan-cara.html
https://www.academia.edu/4940855/LAHIRNYA_ILMU_ALAMIAH_A

Anda mungkin juga menyukai