Anda di halaman 1dari 2

ABORTUS SPONTAN KOMPLIT

No. SOP
PUSKESMAS TAKALALA

SOP
PELAYANAN
KEPERAWATAN
PENGERTIAN

DASAR HUKUM

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR KERJA

01/PKM.TKL/PENY/
XII/2013
Tanggal Efektif :

No. Revisi

Halaman :
1/2

Disahkan Oleh
Kepala Puskesmas Takalala,

24 Desember 2013
Maesara Kadir, SKM
NIP : 19660621 198603 1 007
Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi
sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. WHO IMPAC
menetapkan batas usia kehamilan kurang dari 22 minggu,
namun beberapa acuan terbaru menetapkan batas usia
kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurangdari
500 gram.
Pada abortus spontan komplit ditandai dengan telah keluar
seluruh hasil konsepsi dari kavum uteri
1. Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek
Kedokteran
2. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang PokokPokok Kesehatan
3. Peraturan Bupati Soppeng No. 20/PER-BUB/VII/2013
tanggal 17 Juli 2013 tentang Pedoman Penyusunan
SOP
Administrasi
Pemerintah
di
Lingkungan
Pemerintah Kab. Soppeng
1.
Dokter mampu mendiagnosis Abortus Spontan Komplit
2.
Memberikan terapi yang tepat sehingga mampu
mencegah terjadinya komplikasi.
Disahkan sebagai tindakan pelayanan yang disesuaikan
indikasi pasien yang dirawat sesuai dengan tingkat kebutuhan.
1.

Anamnesis dan pemeriksaan fisis pasien terhadap


tanda dan gejala yang ada
Keluhan yang terdapat pada pasien abortus antara lain:
Perdarahan pervagina sedikit
Perut nyeri ringan
Pengeluaran seluruh hasil konsepsi.
Faktor Resiko : (-)
Faktor Predisposisi : (-)
Pemeriksaan Fisik:
Penilaian tanda vital ( tekanan darah, Nadi, Respirasi,Suhu)
Periksa konjuntiva: adakah tanda anemia
Pemeriksaanginekologi, ditemukan :
- Osteum uteri telah menutup
- Ukuran uterus lebih kecil dari seharusnya

2.
Melakukan pemeriksaan Penunjang jika diperlukan
Pemeriksaan Penunjang :
Pemeriksaan USG, tidak perlu dilakukkan bila pemeriksaan
secara klinis sudah memadai.
Pemeriksaan tes kehamilan : biasanya masih positif sampai
7-10 hari setelah abortus.

ABORTUS SPONTAN KOMPLIT


No. SOP
PUSKESMAS
TAKALALA
PROSEDUR KERJA

No. Revisi

01/PKM.TKL/PENY/
XII/2013

Halaman :
2/2

3.
Menegakkan diagnosis
Diagnosis Klinis :
Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik,
dan penunjang.
Diagnosis Banding :
Abotus imminens, insipiens, inkomplet
Kehamilan ektopik
Mola hidatidosa
4.
Penatalaksanaan berupa :
Makan makanan yang bergizi(sayuran ,susu,ikan,
daging,telur)
Menjaga kebersihan diri, terutama daerah kewanitaan
dengan tujuan mencegah infeksi yang bisa mengganggu
proses implantasi janin.
Hindari rokok, karena nikotin mempunyai efek vasoaktif
sehingga menghambat sirkulasi uteroplasenta.
Tidak perlu dilakukan evakuasi lagi.
Observasi keadaan ibu
Apabila terdapat sedang berikan tablet sulfas ferosus 600 mg
perhari selama 2 minggu,bila anemia berat berikan transfuse
darah
Rencana Follow up :
Lakukan konseling untuk memberikan dukungan emosional
Mengajurkan penggunaan kontrasepsi pasca keguguran
Karena Kesuburan dapat kembali kira-kira 14 hari setelah
keguguran. Untuk mencegah kehamilan, AKDR umumnya
dapat dipasang secara aman setelah aborsi spontan atau
diinduksi. Kontraindikasi pemasangan AKDR pasca keguguran
antara lain infeksi pelvik, abortus septik, atau komplikasi serius
lain dari abortus.
Follow up dilakukan setelah 2 minggu.
5.
UNIT TERKAIT

Melakukan pendokumentasian.

Dokter, bidan