Anda di halaman 1dari 11

UJIAN AKHIR SEMESTER

TEKNIK EKSPLORASI

Oleh:
ANISA RAHMI
NIM:15137079/2015

Dosen Pengajar:
YOSZI NINGSIH ANAPERTA, ST., MT

JURUSAN TEKNIM PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
PADANG
2016

Soal Ujian
1. Jelaskan dengan ringkas apa tujuan dari suatu kegiatan eksplorasi bahan galian !!.
Mengapa kegiatan eksplorasi suatu endapan bahan galian harus dilaksanakan secara
bertahap ?, dan jelaskan tahapan-tahapan utamanya serta kegiatan-kegiatan apa saja
yang umum dilakukan pada masing-masing tahapan tersebut.
2. Jelaskan kenapa emas hanya berada ditempat-tempat tertentu.
Misalnya emas berada di daerah Bonjol atau emas alluvial yang
berada di Pasaman. Jelaskan metode Eksplorasi dan Pengolahan Emas.
3. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi eksplorasi
4. Jelaskan metode eksplorasi dengan menggunakan bagan alir dan buat
penjelasannya di bawah bagan alir
5. Secara prinsip metoda eksplorasi langsung dan tak langsung mempunyai tujuan yang
sama yaitu untuk mengidentifikasi dan menemukan endapan bahan galian (bijih).
Perbedaan mendasar dari kedua jenis kegiatan eksplorasi tersebut adalah ? jelaskan
6. Jelaskan kenapa data geoteknik dan hidrogeologi diperlukan untuk
perencanaan tambang. Sebutkan data-data geoteknik dan hidrologi
tersebut.
7. Ambil salah satu contoh bahan galian, jelaskan metode eksplorasi
yang dipakai pada bahan galian tersebut
8. Apa hubungan antara model endapan bahan galian dengan teknik
eksplorasi. Berikan contoh
9. Jelaskan secara ringkas hubungan kondisi geologi dan genesa bahan
galian dengat teknik eksplorsi
10. Jelaskan mengenai pemetaan geologi
11. Jelaskan macam-macam pola eksplorasi dan berikan contoh mineralnya. Minimal dua
buah mineral.
12. Sebutkan ciri-ciri dan kriteria industri pertambangan
13. Kenapa anda ingin menjadi seorang ahli tambang

JAWABAN:

1. Tujuan kegiatan eksplorasi bahan galian adalah untuk mencari dan mengetahui sumber
daya cebakan mineral secara detail, mengidentifikasi dan menentukan gambaran geologi
dan mineral berdasarkan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu mineral
untuk kemudian dapat dilakukan pengembangan secara ekonomis.
Kegiatan eksplorasi dilakukan bertahap agar tingkat keyakinan dari sebaran cadangan
semakin meningkat, dan resiko geologi bisa diminimumkan. Kegiatan eksplorasi
dilakukan bertahap juga karena faktor ekonomi, dimana kegiatan eksplorasi
membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk meminimumkan biaya eksplorasi dan
menghindari kerugian pada saat eksplorasi dilakukanlah eksplorasi secara bertahap.
Tahapan eksplorasi yaitu:
a. Eksplorasi Pendahuluan.
Kegiatan pada eksplorasi pendahuluan yaitu studi literatur dengan mempelajari datadata eksplorasi sebelumnya kemudain survey Tinjau, dimana kegiatan ini terdiri dari
pemetaan geologi regional, pemotretan udara, citra satelit dan metode survey tidak
langsung lainnya untuk mengidentifikasi daerah-daerah anomial yang prospektif
untuk diselidiki lebih lanjut.
Selanjutnya yaitu kegiatan Prospeksi Umum, Tahapan ini dimaksudkan untuk
mempersempit daerah sebaran endapan mineral yang potensional. Kegiatan ini
dilakukan dengan cara pemetaan geologi dan pengambilan contoh awal, misalnya
paritan dan pemboran yang terbatas, studi geokimia dan geofisika untuk
mengidentifikasi suatu sumber daya mineral tereka yang perkiraan dan kualitasnya
dihitung berdasarkan hasil analisis kegiatan diatas.
b. Ekplorasi Detail.
Setelah melakukan tahap eksplorasi pendahuluan diketahui bahwa cadangan yang
ada mempunyai prospek yang baik, maka diteruskan dengan melakukan tahap
eksplorasi detail. Kegiatan utama dalam tahap ini adalah sampling dengan jarak
yang lebih dekat, yaitu dengan memperbanyak sumur uji atau lubang bor untuk
mendapatkan data yang lebih teliti mengenai penyebaran dan volume cadangan,
penyebaran kadar/kualitas, secara mendatar maupun tegak. Dari sampling yang rapat
tersebut dihasilkan cadangan terhitung dengan klasifikasi terukur, dengan kesalahan
yang kecil (<20%), sehingga perencanaan tambang yang dibuat menjadi lebih teliti
dan resiko dapat dihindari.

2. Emas hanya berada di daerah tertentu karena genesa Emas terbentuk dari proses
magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk
karena

proses

metasomatisme

kontak

dan

larutan

hidrotermal,

sedangkan

pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Jadi emas


hanya terbentuk di daerah yang berdekatan dengan daerah magmatisme atau daerah
gunung api.
Metode eksplorasi emas dilakuka secara bertahap, mulai dari :
a. pemetaan geologi dan topografi skala 1 : 5000 sampai 1 : 1000
b. pengambilan conto dan analisis
c. Metode geofisika, yaitu penyelidikan yang berdasarkan sifat fisik batuan,
untuk dapat mengertahui struktur bawah permukaan serta geometri cebakan
mineral dengan cara geolistrik dan pemboran inti. Dari kegiatan ini akan
terdapat sumberdaya bijih emas terunjuk dan terukur.
d. Metode Geokimia, tujuannya agar mendapakan endapan mineral baru dari
logam-logam yang dicari dengan metode kimia, yaitu menemukan dan
melokalisir tubuh mineralisasi, menentukan ukuran dan nilai dari tubuh
mineralisasi, mengetahui anomali unsur, kadar.
Pengolahan Bijih Emas Diawali Dengan Proses kominusi kemudian dilanjutkan
dengan proses yang di sebut Metalurgy.
Proses kominusi:
Kominusi adalah proses reduksi ukuran dari ore agar mineral berharga yang
mengandung emas dengan tujuan untuk membebaskan ( meliberasi ) mineral
emas dari mineral-mineral lain yang terkandung dalam batuan induk.
Tujuan liberasi bijih ini antara lain agar :
Mengurangi kehilangan emas yang masih terperangkap dalam batuan
induk
Kegiatan konsentrasi dilakukan tanpa kehilangan emas berlebih
Meningkatkan kemampuan ekstraksi emas Proses kominusi ini
terutama diperlukan pada pengolahan bijih emas primer, sedangkan
pada bijih emas sekunder bijih emas merupakan emas yang
terbebaskan dari batuan induk yang kemudian terendapkan. Derajat
liberasi yang diperlukan dari masing-masing bijih untuk mendapatkan
perolehan emas yang tinggi pada proses ekstraksinya berbeda-beda
bergantung pada ukuran mineral emas dan kondisi keterikatannya pada
batuan induk.
Proses kominusi ini dilakukan bertahap bergantung pada ukuran bijih yang
akan diolah, dengan menggunakan :

Refractory ore processing, bijih dipanaskan pada suhu 100 110 0C,
biasanya sekitar 10 jam sesuai dengan moisture. Proses ini sekaligus
mereduksi sulfur pada batuan oksidis.
Crushing merupakan suatu proses peremukan ore ( bijih ) dari hasil
penambangan melalui perlakuan mekanis, dari ukuran batuan
tambang <40 cm menjadi 1%)
Milling merupakan proses penggerusan lanjutan dari crushing,hingga
mencapai ukuran slurry dari hasil milling yang diharapkan yaitu
minimal 80% adalah -200#, misalnya dengan menggunakan Hammer
Mill, Ball Mill, Rod Mill, Disc Mill , dll.
Seteleah mengalami proses kominusi

selanjutnya

dihasilkan

konsentrat yang selanjutnya di olah di dalam proses yang di sebut


Metalurgy, dalam proses metallurgy ada banyak metode yang di
gunakan namun dalam pengolahan emas kali ini menitik beratkan
pada metode Sianida dan amalgamasi.
3. Faktor faktor yang mempengaruhi eksplorasi yaitu:
a. Lokasi, iklim, topografi sejarah, kepemilikan, status lahan, transportasi, dll
Lokasi menjadi faktor eksplorasi karena sebelum melakukan eksplorasi kita harus
mengetahui terlebih dahulu lokasi kesampaian daerah eksplorasi, topografinya
bagaimana, kepemilikan, dan transportasi apa yang dipakai mrnuju lokasi eksplorasi.
b. Permasalahan lingkungan : kondisi kini, baku, permasalahan yang perlu dilindungi,
reklamasi lahan, study khusus, perizinan.
c. Faktor geologi : keberadaan endapan, genesa, struktur, mineralogy dan petrografi.
d. Cadangan bahan galian : prosedur eksplorasi, penemuan bahan galian, perhitungan
jumlah cadangan, dan kadar rata-rata.
4. Bagan alir metode eksplorasi:
Metode eksplorasi

Eksplorasi langsung

a. Penyelidikan singkapan
b. Tracing Float
c. Sampling
d. Pemboran Eksplorasi

Eksplorasi tidak langsung

a.
b.
c.
d.

Pengindraan jarak jauh


Foto ufara
Eksplorasi geokimia
Eksplorasi Geofisika
e. Survei Magnetik

Metode Eksplorasi terbagi dua yaitu eksplorasi secara langsung dan tidak langsung.
Eksplorasi langsung dilakukan dengan cara melakukan kegian langsung ke lokasi
tempat akan ditemukannya bahan galian dengan cara penyelidikan singkapan, tracing
float ( mengarungi sungai), sampling ( mengambil conto dari lokasi eksplorasi ), dan
pemboran eksplorasi.
Eksplorasi tidak langsung dilakukan dengan cara penginderaan jarak jauh, foto udara,
eksplorasi geokimia untuk mengetahui kandungan unsur kimia bahan galian,
eksplorasi fisika untuk mengetahui kondisi fisik bahan galian dan survei magnetik.

5. Perbedaan Metode eksplorasi langsung dan tidak langsung:

Eksplorasi Tak
Langsung

Eksplorasi Langsung

Kegiatan
umum

Tidak berhubungan
(kontak) langsung dengan
objek yang dieksplorasi

Langsung berhubungan
(kontak) dengan objek
yang dieksplorasi

Prinsip
pekerjaan

Memanfaatkan sifat-sifat
fisik/kimia dari endapan

Melakukan
pengamatan/penyelidikan
secara langsung terhadap
terhadap endapan secara

fisik

Identifikasi

Melalui anomali-anomali
yang diperoleh dari hasil
pengamatan/pengukuran

Melakukan analisis
megaskopis dan
mikroskopis terhadap
objek penyelidikan

Metoda

Penginderaan jarak jauh,


survei geokimia, survei
geofisika

Pemetaan, uji sumur, uji


parit, pemboran

Tahapan
eksplorasi

Digunakan pada tahapan


Reconnaissance
(Eksplorasi Pendahuluan)
s/d Prospeksi

Teknologi

Membutuhkan peralatan
(teknologi) relatif tinggi

Membutuhkan teknologi
yang lebih sederhana s/d
manual

Biaya

Biaya per satuan luas


murah

Biaya per satuan luas


mahal

Waktu

Relatif cepat

Memerlukan waktu lebih


lama

Digunakan pada tahapan


Prospeksi Finding
(Eksplorasi Detail)

6. data geoteknik dan hidrogeologi diperlukan untuk perencanaan


tambang karena data geoteknik akan berguna pada saat analisis
kestabilan
mengurangi

lereng
resiko

tambang
bahaya

agar

penambangan

kecelakan

kerja.

aman

dan

Sedangkan

data

hidrologi untuk mengetahui kondisi airtanah dilokasi penambangan

yang akan dilaksanakan agar tidak tercemari oleh penambangan.


data-data geoteknik dan hidrologi tersebut yaitu:
a. Data sifat fisik batuan
b. Data Kekerasan batuan
c. Data curah hujan
d. Peta aliran sungai
7. Contoh bahan galian: Timah
Secara umum aliran kegiatan/eksplorasi endapan bahan galian dimulai dengan
kegiatan prospeksi atau eksplorasi pendahuluan yang meliputi kegiatan persiapan di
kantor (kompilasi foto udara, citra landast, GIS, peta-peta yang sudah ada, atau
laporan yang tersedia) sampai kepada survei geologi awal yang terdiri dari peninjauan
lapangan, pemetaan geologi regional, pengambilan contoh (scout sampling) serta
memetakan mineralisasi endapan untuk mengetahui apakah kegiatan eksplorasi ini
bisa dilanjutkan atau tidak.
Kegiatan selanjutnya adalah melakukan eksplorasi detail (rinci) yang meliputi
pemetaan geologi rinci serta pengambilan contoh dengan jarak yang relatif rapat
sesuai dengan sifat endapan bahan galian termaksud. Contoh-contoh yang diperoleh
kemudian dianalisis di laboratorium untuk ditentukan kadar, sifat fisik lain yang
menunjang kegiatan penambangan. Perhitungan cadangan dilakukan dengan berbagai
metode perhitungan yang sesuai untuk jenis endapan tertentu, antara lain dengan cara
area of influence, triagular grouping,cara penampang, cara block system dan lain
sebagainya. Secara konvensional sampai kepada cara geostatistik (kriging). Kegiatan
eksplorasi diawali dengan melakukan studi pendahuluan, berupa studi literatur tentang
genesa timah, keterdapatan, studi fisiografis, lithologi dan stratigrafi daerah
eksplorasi. Studi ini juga dilakukan tinjauan kembali terhadap data pemboran yang
telah dilakukan. Kemudian dilakukan penetapan wilayah studi dan dibuat suatu
program pemboran.

Eksplorasi merupakan salah satu kegiatan untuk mengetahui :


1. Kadar ( %, gram/ton, kg/m, kalori )
2. Bentuk endapan
3. Kedalaman endapan
4. Penyebaran ( lateral, vertikal )

5. Posisi endapan ( miring, datar, vertikal )


6. Sifat-sifat fisik endapan ( lunak, keras )
7. Sifat-sifat batuan samping
8. Jumlah cadangan
Macam macam metode di dalam teknik eksplorasi :
1. Metode pemetaan geologi
2.
3.
4.
5.
6.

Metode geokimia
Metode geofisika
Metode pit, trench, strip
Metode pemetaan tambang
Metode pemboran

8. Hubungan model endapan dengan teknik eksplorasi yaitu dengan mengetahui model
endapan suatu bahan galian kita bisa memutuskan metode eksplorasi apa yang sesuai
dengan model endapan tersebut, Dalam pengumpulan informasi dan pengetahuan
tentang karakteristik untuk mendapatkan suatu endapan bijih, maka disusun suatu
model yang mengakomodasi informasi-informasi dan karakteristik bahan galian
(endapan) tersebut yang disebut dengan model endapan mineral (mineral deposit
models), dengan harapan bahwa melalui model endapan tersebut dapat dilakukan
program-program pembuktian untuk dapat mengidentifikasikan dengan benar kondisi
endapan

tersebut,

sehingga

dapat

diukur

sebarapa

besar

potensi

untuk

mengembangkan endapan mineral tersebut menjadi endapan bijih.


Contohnya untuk eksplorasi batubara kita harus mengetahui terlebih dahuli model dan
karakteristik endapan batubara seperti apa, batubara termasuk batuan sedimen
kemudian baru kita lakukan eksplorasi yang sesuai dengan model yang sesuai dengan
bahan galian sedimen.

9. Hubungan dari kondisi geologi, genesa bahan galian dan teknik eksplorasi yaitu untuk
mengetahui suatu bahan galian kita harus mengetahui genesa bahan galian tersebut
terlebih dahulu. Genesa bahan galian terbentuk dari kondisi geologi, untuk itu kita
juga harus tau bagaimana kondisi geologi disekitar area bahan galian yang akan kita
eksplorasi. Dari informasi kondisi gelogi dan genesa bahan galian yang telah kita

ketahui, barulah kita bisa menyesuaikan teknik eksplorasi yang sesuai dengan kondisi
bahan galian dan melakukan eksplorasi dengan metode yang sesuai.
10. Pemetaan

geologi

yaitu

pada

dasarnya

merupakan

suatu

sarana

untuk

menggambarkan tubuh batuan, penyebaran batuan, kedudukan unsur struktur geologi


dan hubungan antar satuan batuan serta merangkum berbagai data lainnya. Peta
geologi juga merupakan gambaran teknis dari permukaan bumi dan sebagian bawah
permukaan yang mempunyai arah, unsur-unsurnya yang merupakan gambaran
geologi, dinyatakan sebagai garis yang mempunyai kedudukan yang pasti. Peta
geologi dibuat berdasarkan suatu peta dasar (peta topografi/rupabumi) dengan cara
memplot singkapan-singkapan batuan beserta unsur struktur geologinya diatas peta
dasar tersebut. Pengukuran kedudukan batuan dan struktur di lapangan dilakukan
dengan menggunakan kompas geologi. Kemudian dengan menerapkan hukum-hukum
geologi dapat ditarik batas dan sebaran batuan atau satuan batuan serta unsur unsur
strukturnya sehingga menghasilkan suatu peta geologi yang lengkap.

11. Pola eksplorasi:


Untuk melaksanakan pekerjaan eksplorasi di lapangan dibutuhkan suatu design yang
tepat. Di dalam hal ini kita mulai dengan pola-pola dasar tertentu yang disesuaikan
dengan kondisi genesa endapan dan keadaan morfologi daerah setempat.
Contoh:
a. Pola eksplorasi batubara: Untuk batubara pola eksplorasi seperti pola bujur
sangkar karena Digunakan untuk jenis endapan yang mempunyai penyebaran
isotrop (mineralisasi homogen) dan topografi landai.
b. Ekplorasi nikel : Untuk nikel digunakan pola eksplorasi persegi panjang. Pola ini
digunakan untuk jenis endapan yang mempunyai penyebaran mineralisasi dengan
variasi bijih atau kadar kearah tertentu lebih besar dari variasi kadar kearah lain
dimana kondisi topografi landai.
12. Ciri-ciri industri pertambangan:
a. Padat Modal, membutuhkan investasi yang besar pada awal penambangan.
b. Padat resiko, baik resiko geologi maupun resiko kerja.
c. Sebaran bahan galian tersebar, penambangan dilakukan ditempat bahan galian
ditemukan, biasanya jauh dari perkotaan
d. Merubah bentang alam, industri pertambangan tidak merusak lingkungan hanya
saja merusak bentang alam.
e. Pengembalian modal membutuhkan waktu yang cukup lama.

13. Alasan ingin menjadi ahli tambang, karena industri pertambangan untuk masa yang
akan datang cukup prospek dan memiliki kesempatan yang cukup besar untuk
bekerja, dan juga menjadi ahli tambang agar dapat ikut mengelola sumber daya untuk
kelangsungan hidup masyarakat.