Anda di halaman 1dari 40

Penatalaksanaan PPI-TB di RS

Anggraini Alam PPI RSHS

Penularan Tuberkulosis

— Infeksi à bila seseorang menghirup percik renik yang mengandung M.Tb dan akhirnya sampai di alveoli.

— Gejala Ambul beberapa saat setelah infeksi, umumnya setelah respons imun terbentuk 2-10 minggu setelah infeksi.

— Sejumlah kuman tetap dorman bertahun tahun yang

disebut dengan infeksi laten .

Transmisi Airborne Lebih Satu jauh meter dari Mycobacterium tuberculosis?
Transmisi Airborne
Transmisi Airborne
Lebih Satu jauh meter dari Mycobacterium tuberculosis?
Lebih Satu jauh meter dari
Mycobacterium
tuberculosis?
Chowdhury.PK society of heating,refrigerating and air Conditioning engineers.Jul-Sep 2002;1-19 HVAC Design criteria for
Chowdhury.PK society of heating,refrigerating and air Conditioning engineers.Jul-Sep 2002;1-19 HVAC Design criteria for
Chowdhury.PK society of heating,refrigerating and air Conditioning engineers.Jul-Sep 2002;1-19 HVAC Design criteria for

Chowdhury.PK

society of heating,refrigerating and air Conditioning engineers.Jul-Sep 2002;1-19

HVAC

Design criteria for isolation room.Journal of magazine of Indian

Risiko Penularan Hospital-Care Associated Infections (HAIs) TB

Keadaan TB yang meningkatkan penularan

Batuk produkAf BTA posiAf Kavitas Tidak menerapkan eAka batuk ( Adak menutup hidung atau mulut saat batuk dan bersin ) Tidak mendapat OAT Dilakukan Andakan intervensi ( induksi sputum,bronkoskopi , sucAon) LaringiAs TB

Petugas yang memiliki risiko tertular

Perawat Dokter Mahasiswa kedokteran Petugas Laboratorium Petugas lain yang kontak dengan pasien ( petugas kebersihan , petugas loket, petugas apoAk, dll )

Insiden infeksi TB pada Nakes: 69 - 5,780/100,000.

Risiko Penularan Hospital-Care Associated Infections (HAIs) TB pada petugas kesehatan

Faktor yang mempengaruhi:

Frekuensi kontak langsung Masa kerja Kontak dengan pasien yang belum terdiagnosis dan belum diobaA

Unit/Fasyankes berisiko Knggi Unit DOTS Poli paru Tempat VCT Tempat kultur Tempat pengumpulan dahak Laboratorium pemeriksaan dahak BTA, Kultur BTA dan DST Tempat pelayanan MDR

Penanggulangan

Penanggulangan KURATIF DOTS - ISTC TB PREVENTIF PPI – TB DOTS : Directly Observed Treatment Shortcourse
Penanggulangan KURATIF DOTS - ISTC TB PREVENTIF PPI – TB DOTS : Directly Observed Treatment Shortcourse
KURATIF DOTS - ISTC
KURATIF
DOTS - ISTC

TB

PREVENTIF

Penanggulangan KURATIF DOTS - ISTC TB PREVENTIF PPI – TB DOTS : Directly Observed Treatment Shortcourse

PPI – TB

DOTS : Directly Observed Treatment Shortcourse ISTC : InternaKonal Standard for Tuberculosis Care

PPI TB – Kemenkes RI:

Komponen Dasar

PPI TB – Kemenkes RI : K omponen Dasar AkKfitas Manajerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan
PPI TB – Kemenkes RI : K omponen Dasar AkKfitas Manajerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan
PPI TB – Kemenkes RI : K omponen Dasar AkKfitas Manajerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan
PPI TB – Kemenkes RI : K omponen Dasar AkKfitas Manajerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan

AkKfitas Manajerial

Pengendalian Administr asi

Pengendalian Lingkungan

AkKfitas Manajerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC Training Modules 2009

Proteksi Personal

ISTC Training Modules 2009

MANAJERIAL

Komitmen , kepemimpinan dan dukungan manajemen yang efekAf dalam kegiatan PPI TB di rumah sakit melipuA penetapan :

}Rencana PPI TB }Penanggung jawab PPI TB }Kelompok PPI TB (IPCO dibantu oleh IPCN) yang bertanggung jawab untuk terlaksananya Rencana PPI TB

Prosedur penyaringan pasien di Triase

Pendidikan pasien tentang etiket batuk

Ruang tunggu dengan ventilasi yang baik . Proses percepatan penatalaksanaan pelayanan

Pelayanan segera Upaya pengendalian lingkungan

Menjamin pelaksanaan upaya perlindungan diri yang adekuat

Pelatihan & pendidikan petugas mengenai TB Pemeriksaan kesehatan

bagi petugas

Monev pelaksanaan

Rencana Kerja PPI-TB

PPI TB:

Komponen Dasar

PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC
PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC
PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC
PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC

AkKfitas Managerial

Pengendalian Administr asi

Pengendalian Lingkungan

AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC Training Modules 2009

Proteksi Personal

ISTC Training Modules 2009

Pengendalian AdministraAf adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah / mengurangi pajanan M.Tb kepada petugas kesehatan , pasien , pengunjung dan lingkungan dengan menyediakan , mensosialisasikan dan memantau pelaksanaan standar prosedur dan alur pelayanan .

1. Rencana pengendalian infeksi (RPI) yang dituangkan dalam bentuk kebijakan dan SOP:

a. MemasAkan penegakan diagnosis secara dini pada pasien dan petugas yang diduga TB b. Memberikan informasi mengenai eAka batuk/ higiene respirasi c. Membatasi akAvitas pasien d. Pemisahan antara pasien TB/TB MDR dengan pasien lain (terutama pasien immunicompromised ) di unit rawat jalan dan rawat inap

e. Menempatkan pasien di kamar dengan venAlasi yang baik dan terpisah dari pasien lain khusus untuk pasien rawat inap f. Menyediakan masker bedah untuk pasien dan masker dengan efisiensi Anggi , minimal N95 untuk petugas g. Menyesuaikan jumlah pasien dan petugas kesehatan di unit pelayanan h. Membatasi jumlah pengunjung untuk menurunkan risiko penularan

IdenAfikasi dini dan Pengobatan

C ontoh :

Ada kebijakan untuk deteksi dini dan

pengobatan

Kebijakan untuk p emeriksaan cepat

Proses pemeriksaan Pengiriman hasil yang cepat Pemberian Obat segera Ketersediaan Obat

Proses pemeriksaan –   Pengiriman hasil yang cepat •   Pemberian Obat segera •   Ketersediaan
Proses pemeriksaan –   Pengiriman hasil yang cepat •   Pemberian Obat segera •   Ketersediaan
Proses pemeriksaan –   Pengiriman hasil yang cepat •   Pemberian Obat segera •   Ketersediaan
Proses pemeriksaan –   Pengiriman hasil yang cepat •   Pemberian Obat segera •   Ketersediaan
Proses pemeriksaan –   Pengiriman hasil yang cepat •   Pemberian Obat segera •   Ketersediaan
Proses pemeriksaan –   Pengiriman hasil yang cepat •   Pemberian Obat segera •   Ketersediaan
Proses pemeriksaan –   Pengiriman hasil yang cepat •   Pemberian Obat segera •   Ketersediaan
Proses pemeriksaan –   Pengiriman hasil yang cepat •   Pemberian Obat segera •   Ketersediaan

2. Penunjang administrasi untuk pelaksanaan RPI 3. Pendidikan dan pelaKhan petugas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan dalam pengendalian infeksi TB/TB MDR 4. Penyuluhan kepada pasien, pengunjung UPK, dan masyarakat tentang penKngnya pencegahan dan pengendalian infeksi TB 5. Koordinasi dengan program penanggulangan TB

PPI TB:

Komponen Dasar

PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC
PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC
PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC
PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC

AkKfitas Managerial

Pengendalian Administr asi

Pengendalian Lingkungan

AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC Training Modules 2009

Proteksi Personal

ISTC Training Modules 2009

Alat dan Andakan untuk menurunkan konsentrasi kuman di udara yang diperkirakan sudah terkontaminasi

VenAlasi natural VenAlasi Mekanik Ruang Isolasi Ultraviolet germicidal irradia6on (UVGI) Sistem filtrasi udara Sruktur Desain, konstruksi , renovasi , atau reorgani sasi

Yang direkomendasikan adalah venAlasi campuran :

Usahakan agar udara luar segar dapat masuk ke semua ruangan Dalam venAlasi campuran , VenAlasi alami perlu diusahakan semaksimal mungkin Penambahan dan penempatan kipas angin untuk meningkatkan laju pertukaran udara harus memperhaAkan arah aliran udara yang dihasilkan . MengopAmalkan aliran udara Menyalakan kipas angin selama masih ada orang-orang di ruangan tersebut ( menyalakan kipas angin bila ruangan digunakan )

Kelebihan dan kelemahan penggunaan sistem venAlasi campuran

Kelebihan dan kelemahan penggunaan sistem venAlasi campuran

Struktur Desain PPI

Mengubah desain struktur ruangan

Desain yang buruk

Desain yang baik:

Pemisahan ruang tunggu ke area luar

Tuberculosis Infection Control in Health Care Facilities:

Training Module, Peru/Partners TB Control/CDC

ke area luar Tuberculosis Infection Control in Health Care Facilities: Training Module, Peru/Partners TB Control/CDC

Ruang Isolasi

Isola s i pasien yang menular ( terutama TB MDR/XDR) Mengurangi konsentrasi parAkel (ideal nya menjauhkan parAkel dari koridor,pasien dan petugas ) Dianjurkan untuk mencapai Minimal 6-12 air changes per hour (ACH) Nega6ve pressure systems

Ultraviolet Germicidal Irradia3on

Merupakan intervensi tambahan

Agar efekAf H arus didesain dan ditempatkan secara benar Utamakan keselamatan, terhindar dari sinar UV

efekAf •   H arus didesain dan ditempatkan secara benar •   Utamakan keselamatan, terhindar dari
efekAf •   H arus didesain dan ditempatkan secara benar •   Utamakan keselamatan, terhindar dari

Rekomendasi WHO tentang venAlasi ruangan

1. Untuk pencegahan dan pengendalian infeksi yang ditransmisikan melalui airborne, perlu diupayakan venAlasi yang adekuat di semua area pelayanan pasien di fasilitas kesehatan

2. Untuk fasilitas yang menggunakan venAlasi alamiah , perlu dipasAkan bahwa angka rata-rata venAlaAon rate per jam yang minimal tercapai , yaitu :

160/l/ deAk/ pasien untuk ruangan yang memerlukan kewaspadaan airborne ( dengan venAlaAon rate terendah adalah 80/l/ deAk/ pasien ) contoh : Bangsal perawatan MDR TB. 60/l/ deAk/ pasien untuk ruangan perawatan umum dan poliklinik rawat jalan

2,5/l/ deAk untuk jalan / selasar ( koridor) yang hanya dilalui sementara oleh pasien . Bila pada suatu keadaan tertentu ada pasien yang terpaksa dirawat di selasar Rumah Sakit, maka berlaku ketentuan yang sama untuk ruang kewaspadaan airborne atau ruang perawatan umum

Desain ruangan harus memperhitungkan adanya fluktuasi dalam besarnya venAlaAon rate. Bila venAlasi alamiah saja Adak dapat menjamin angka venAlasi yang memadai sesuai standar diatas , maka dianjurkan menggunakan venAlasi campuran .

3. Rancangan venAlasi alamiah di rumah sakit, perlu

memperhaAkan , bahwa aliran udara harus mengalirkan udara dari sumber infeksi ke area di mana terjadi dilusi udara yang cukup dan lebih diutamakan ke arah luar gedung.

4. Di ruangan di mana dilakukan prosedur yang

menghasilkan aerosol berisi patogen potensial menular,

maka venAlasi alamiah harus paling sedikit mengikuA rekomendasi nomor 2 diatas . Bila agen infeksi ditransmisikan melalui airborne, hendaknya diikuA rekomendasi 2 dan 3.

UV Natural = Sinar Matahari

Sumber sinar UV yang murah OpAm alkan natural light di area perawatan pasien Pengambilan dahak di area terbuka bila Adak ada fasilitas ruangan yang memadai

light di area perawatan pasien •   Pengambilan dahak di area terbuka bila Adak ada fasilitas
light di area perawatan pasien •   Pengambilan dahak di area terbuka bila Adak ada fasilitas

PPI TB:

Komponen Dasar

PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC
PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC
PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC
PPI TB : K omponen Dasar AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC

AkKfitas Managerial

Pengendalian Administr asi

Pengendalian Lingkungan

AkKfitas Managerial Pengendalian Administr asi Pengendalian Lingkungan Proteksi Personal ISTC Training Modules 2009

Proteksi Personal

ISTC Training Modules 2009

1. Pemakaian Respirator ParAkulat

Respirator parAkulat untuk pelayanan kesehatan N95 atau FFP2 (health care parAcular respirator), merupakan masker khusus dengan efisiensi Anggi untuk melindungi seseorang dari parAkel berukuran < 5 mikron yang dibawa melalui udara . Pelindung ini terdiri dari beberapa lapisan penyaring dan harus dipakai menempel erat pada wajah tanpa ada kebocoran . Masker ini membuat pernapasan pemakai menjadi lebih berat. Harganya lebih mahal daripada masker bedah . Sebelum memakai masker ini , petugas kesehatan perlu melakukan fit test.

2. Edukasi dan penerapan eAka batuk

3. Keselamatan dan Keamanan Laboratorium Tb

3. Keselamatan dan Keamanan Laboratorium Tb

4. Keamanan Cara Pengumpulan sputum

4. Keamanan Cara Pengumpulan sputum
4. Keamanan Cara Pengumpulan sputum

5. Proteksi saat transportasi pasien

5. Proteksi saat transportasi pasien •   Apabila pasien akan ditransportasikan keluar dari ruang isolasi ,

Apabila pasien akan ditransportasikan keluar dari ruang isolasi , maka pasien harus dipakaikan masker bedah untuk melindungi lingkungan sekitar.

Tantangan

T anggung jawab ? Pengendalian Administrasi sering diabaikan dan Kdak ada staf yang berdedikasi Tidak ada engineering exper3se Tidak dianggap sebagai masalah Tidak ada kebijakan Tidak ada logisKk D ana ?

4 Pilar

Manajerial:

Komitment dan rencana kerja

Pilar Administrasi:

Penerapan kebijakan dg membuat Standar Prosedur Operasional (SPO)

Pilar Lingkungan:

Menurunkan kadar kuman di udara

Pilar Pelindungan Diri:

Petugas mengurangi kontak dgn kuman