Anda di halaman 1dari 17

Sepeda Ku

Tips & Pertimbangan Tingkatan Memilih


Groupset Sepeda
Shimano,SRAM,Campagnolo, dll
12 Agustus 2013 pukul 18:47

heloooo permisiii sedekar info sedikit dari saya Mr.Tantra MP

Mana yang cocok untuk anda? sekedar buat pertimbangan memilih groupset shimano.

tulisan ini merupakan seri tulisan panduan rakit sepeda untuk pemula. kali ini akan
kumulai dengan groupset. semoga dapat memberikan manfaat sebesar besarnya bagi
penetrasi sepeda di tanah air tercinta ini.
groupset adalah seluruh komponen mekanik untuk membangun sebuah sepeda.
groupset adalah bagian sepeda yang melekat bersama dengan frame, fork, stem,
wheels, tires, sadle, dan handlebars sehingga membentuk sepeda yang utuh.
groupset terdiri dari :
shifter (tuas pemindah gigi) , kiri (depan) dan kanan (belakang)
brake lever (tuas rem), kiri (depan) dan kanan (belakang)

brake caliper (rem) bisa berupa v-break atau diskbrake : front and rear

derailleurs (pemindah gigi) : front and rear

headset (pengikat steering tube fork dengan stem)

bottom bracket (as tengah)

crankset (gear depan lengkap dengan lengan kayuh kiri kanan)

chain (rantai)

cassette (gear belakang yang terdiri dari 7 10 gear)

hub and free hub (as roda depan dan belakang)

perkabelan dan rumah kabel


sejauh pengetahuanku, saat ini ada 3 produsen besar groupset yakni shimano, sram,
dancampagnolo. shimano dan sram mengeluarkan groupset untuk sepeda road dan
mtb, sedangkan campagnolo hanya mengeluarkan groupset untuk road bike.
groupset terbagi atas berbagai kelas. kelas high-end yang pada umumnya
menggunakan komponen dengan teknologi maju sehingga menghasilkan komponen

yang kuat namun sangat ringan dan nyaman dan kelas low-end yang diperuntukkan
untuk para hobies dan komuter.
shimano mengenalkan hirarki groupset untuk sepeda mtb sebagai berikut, urut dari
tertinggi dan mahal sampai dengan terendah dan murah :
xtr : 9 speed. pada umumnya diperuntukkan untuk para atlet profesional yang
mengutamakan komponen yang ringan, kuat, dan nyaman. mengaplikasikan teknologi
canggih di dalam desain dan pembuatannya, termasuk penggunaan crankset
hollowtech II dan rapid shift levers.
deore xt : 9 speed. kuat, ringan, dan tahan lama. biasa untuk mtb race.
dilengkapi dengan teknologi rapid shift levers, crankset hollowtech II, dan shadow.

deore lx : 9 speed. kuat namun dengan berat yang cukup masuk akal.
diperuntukkan untuk para hobies yang serius melakukan explorasi trek off road, dari
cross country sampai dengan all mountain. meski begitu penggunaan untuk mtb race
masih cukup nyaman.

deore : 9 speed. cukup nyaman dipergunakan bagi pemula yang telah bisa
menikmati trek off road yang memerlukan komponen kuat dan stabil.

alivio : 8 atau 7 speed. diperuntukan bagi pemula mtb light cross country atau
untuk sepeda mtb komuter alias b2w.

acera : 8 atau 7 speed.

altus : 8 atau 7 speed.

tourney : 7 speed.

acera, altus, dan tourney ketiganya diperuntukkan untuk sepeda mtb yang hanya untuk
rekreasi. meskipun begitu kadang cukup layak untuk dipasang pada mtb b2w
tergantung kepada komponen lain yang menyertainya.
selain yang tersebut di atas, shimano mengeluarkan juga hone (9 speed) khusus untuk
para pemain freestyle, dirtjump dan enduro. sedangkan pemain downhill telah
dimanjakan oleh shimano saint (9 speed).
groupset besutan sram sedikit lain karena pada dasarnya sram hanya memproduksi
shifter, sedangkan brakepad bermerk avid, dan crankset truvatif. teknologi shifter sram
mengenal hirarki sebagai berikut, urut dari tertinggi ke terendah :
x-0
x-9

x-7

sx 5

sx 4

3.0

aturan main di dalam pengaturan hirarki tersebut adalah sama dengan yang terjadi di
shimano. aturannya mengacu kepada teknologi yang diaplikasikan yang berdampak
kepada kekuatan, keamanan, kenyamanan, dan tentu saja harga jual.
meskipun produsen telah mengklasifikasikan groupset sesuai peringkat masing
masing, namun tidak jarang perakit sepeda mencampur beberapa komponen dari
berbagai tingkat ke dalam sebuah sepeda. perakit sepeda ini tidak saja perorangan
namun juga produsen sepeda. hal ini dikenal sebagai mix groupset. salah satu
tujuannya adalah untuk tetap mempertahankan harga rendah tanpa mengorbankan
kenyamanan dan keamanan.
seperti pada umumnya komponen pabrikan, setiap jenis komponen diwakili oleh nomor
produk. dengan kode alfanumerik ini kita bisa tahu bahwa suatu komponen masuk
dalam hirarki mana. silakan explore masing masing website pabrikan di atas untuk
mengetahui lebih jauh tentang hal ini.
satu tips dariku, bila kamu berniat rakit sepeda untuk tujuan b2w sekaligus bisa
dipergunakan masuk trek offroad di akhir minggu, mulailah dengan groupset alivio atau
deore, mana yang lebih masuk budget kamu.
TOURNEY
Groupset termurah dari shimano, cocok untuk sepeda santai, multipurpose bike dan
sepeda anak-anak. Shifter mempunyai tiga pilihan sistem : revoshift, EZ-fire dan thumb
shifter model, dengan 5,6 dan 7 speed drive trains.
ALTUS
Cocok untuk MTB-style fun bikers dan pemula yang gemar berekreasi dengan
bersepeda. Shifter menggunakan sistem index 7-speed dengan visual gear display. Altus
berfungsi dengan baik dalam pengoperasian tetapi tidak cukup kuat
untuk penggunaan di medan offroad.
ACERA
Hampir berada satu level dengan Altus,Lebih ringan dari Altus dengan 8-speed drive
trains. Para fun bikers dapat merasakan performance mountain bike yang sebenarnya
dengan groupset ini.
ALIVIO
Kita memasuki area yang lebih serius sekarang, Alivio dapat di gunakan untuk medan
off-road ringan sampai pada medan offroad yang agak berat. Shifter dengan sistem
rapidfire 8-speed drive trains, dengan kecanggihan teknologi shimano yang menjadikan
groupset ini trend-setting group untuk recreational mountain bike.

DEORE
Mid level mountain bikes groupset untuk sport-performance rider. Cocok untuk para
pemula (beginner racer) yang ingin mencoba kemampuannya di arena XC racing. Shifter
menggunakan sistem rapidfire shifting mega 9-drivetrain, 4-arm hollowtech crankset, Vbrakes dan hydraulic atau mechanical disc brakes.
LX
High performance groupsets, dengan sentuhan teknologi paling muktahir shimano,
mega 9-drivetrain, pararel push v-brakes, hollowtech cranckset danoversize splined axle
bottom bracket.Groupsets ini cocok untuk free riding bahkan untuk bertarung di cross
country racing.
SLX
High performance groupsets, dengan sentuhan teknologi paling muktahir shimano,
mega 9-drivetrain, pararel push v-brakes, hollowtech cranckset dan oversize splined
axle bottom bracket. Groupsets ini cocok untuk free riding bahkan untuk bertarung di
cross country racing, diatas satu tingkat dari LX
XT
XT melambangkan kekuatan dari groupset offroad, sekeras apapun medan offroad yang
anda hadapi komponen ini dapat di andalkan kemampuannya. Mega 9-drivetrain,
hollowtech crank dan hydraulic disc brake adalah sebagian dari teknologi muktahir XT.
Groupset ini cocok untuk XC racing dan bagi para hardcore rider yang gemar bersepeda
di medan-medan offroad yang menantang.
XTR
Dibuat dari steels, alloys bahkan titanium yang berkualitas tinggi, menjadikan groupset
ini sangat ringan,kuat dan sangat presisi dalam pengoperasiannya. Dirancang untuk
offroad racing bagi para profesional racers dan penggemar
MTB yang menginginkan kemampuan terbaik dari sebuah komponen offroad. Bila anda
menginginkan groupsets yang handal dan mahal XTR salah satu pilihannya.

Road groupsets

For 2013, Shimano road bicycle groupsets include:


Dura-Ace Di2 [9070] (11 speed electronic)
Dura-Ace [9000] (11 speed)

Dura-Ace Track [7710] (NJS-approved, which is a requirement of all bicycle


components used in professional Keirin racing in Japan)

Ultegra Di2 [6770] (10 speed electronic)

Ultegra [6700] (10 speed)

105 [5700] (10 speed)

Tiagra [4600] (10 speed, 9 speed on older models)

Sora [3500] (9 speed, 8 speed on older models)

Claris [2400] (8 speed)

Campagnolo
Super Record EPS (11 speed
electronic)

Cam
pagnolo Super Record 11 Speed Cassette

Record EPS (11 speed electronic)

Athena EPS (11 speed electronic)

Super Record (11 speed)

Record (11 speed)

Chorus (11 speed)

Athena (11 speed)

Centaur (10 speed)

Veloce (10 speed)

Older Campagnolo groupsets that were discontinued from 2009 are the lower-end:
Mirage (10)
Xenon (10)

Campagnolo also offers 3 triple chainring offerings for steep hill-climbing:


Comp Triple (10)
Race Triple (10)

Champ Triple (9)


SRAM - 2010
In 2006, SRAM released two groupsets for racing bicycles, aimed at competing with
Shimano and Campagnolo's offerings. SRAM currently has 7 road bike groupsets (in
descending order of price/quality) that all use the SRAM Double Tap shifting technology:
SRAM Red22
SRAM Red 2012

SRAM Black Red (Introduced 2011)

SRAM Force22

SRAM Force

SRAM Rival

SRAM Apex (Introduced for 2010)


MTB/General

Shimano - 2011
XTR (10)
Saint (9)

Deore XT (9/10)

SLX (9/10)

Zee (10)

Hone (9)

Deore LX (9)

Deore (9/10)

Alivio (8/9)

Acera (8)

Altus (8)

Tourney (8)
SRAM
XX1

(11)

SRAM X01 XG-1195 Cassette Unique Finish For High Durability 11-Speeds (10-12-14-16-18-21-24-28-32-36-42) XD Driver Body
Creates More Stable Hub Connection Optimized Gear Steps Across Entire Range

XX (10)

X0 (10)

X9 (10)

X7 (10)

X5 (9/10)

X4 (8/9)

X3 (7)

SRAM also offer parts under several different marques as they've slowly bought out
several smaller, specialist bike part manufacturers. These include:
Brake systems - Avid
Cranksets - Truvativ
Mountain Bike Suspension - Rock Shox
SRAM are phasing out 3 ring front chainrings in their MTB range for a 2 front chainring,
10 sprocket rear cassette setup, commonly found on road bikes.
Specialist
There are some groupsets which are designed for a specific purpose (track cycling,
downhill etc.). Some are just partial groupsets which are intended to be used with other
groupsets.
Shimano Dura-Ace Di2 7970 - (10) - electronic shifters and derailleurs intended to
be used with regular Dura-Ace 7900 parts (cranks, cassette, chain, bottom bracket etc.)
Shimano Dura-Ace (track) - (1) - Track bikes
Campagnolo Pista - (1) - Track bikes
Campagnolo Time Trial - (N/A) - Time Trial components with bar-end controls,
chainrings with oversized toothing and super-light brake levers in composite material.

Shimano Hone - (9) - Enduro and Freeride applications

Shimano Saint - (9) - Downhill and heavy-duty applications

The Shimano Nexus began as an internal hub only and has slowly grown into its own
groupset including a higher end internal hub (Alfine, previously Nexus 'Redline'), chain,
shifters, cranks, brakes and calipers.
Shimano Alfine - (8) - Internal (planetary) hub gearing, hydraulic disc brakes or
mechanical calipers
Shimano Nexus - (8) - Internal (planetary) hub gearing, drum brakes or calipers
Semoga bermanfat SALAM Gowessssssssssss sampai Akhir Hayatt... Sehat
selalu Bahagia selamanya (Y)

Cara Memilih Fork Sepeda Mtb / Gunung


Written By Ekky Pr on 23:16 | 01 July 2014

Hay gan salam gowes dari Jawa Tengah yak, mau berbagi tips lagi ne untuk kali ini yaitu
tentang Cara Memilih Fork Sepeda Mtb / Gunung.
Fork merupakan bagian yang menghubungkan roda depan dengan stang / handlebar. Berbagai
macam merek banyak sekali di jual dipasaran , ukuran tinggi travelnya juga berbeda-beda
tergantung fungsi dan kebutuhan.
Tinggi rendahnya travel fork sendiri akan berpengaruh pada :
a. Tinggi rendahnya stang / handlebar
b. Kenyamanan
c. Kestabilan
d. Kecepatan / speed

Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi sebuah travel fork, maka stang akan semakin tinggi,
semakin nyaman, semakin stabil juga namun kecepatan / speed sepeda akan berkurang dan
sebaliknya semakin rendah travel , maka stang semakin pendek, kurang stabil tapi kecepatan /
speed bertambah.
Dibawah ini adalah ukuran travel fork dan juga fungsinya :

- 80mm, 100mm
untuk kategori XC (cross country). Pengertianya disini
- 120mm, 130mm, 140mm, 150mm
untuk kategori Trail/AM (All Mountain) ringan. Pengertianya disini
- 160mm sampai 170mm
untuk kategori All Mountain serius. Untuk pengertianya disini
- 170mm keatas
untuk kategori Freeride/Downhill. Untuk pengertianya disini

Itulah yang bisa aku bagiin kali ini gan semoga Cara Memilih Fork Sepeda Mtb / Gunung ini
bermanfaat yak , pengen beli fork dengan harga terjangkau kemari gan waroengpit.com >>>fork

SCT Top Gun T8 vs RST Gila vs Suntour XCM vs Suntour XCR


Quote:Berikut

adalah sedikti review dari pengalaman pribadi saya menggunakan keempat fork di atas
Top Gun SCT 08 Shock ini adalah bawaannya polygon astroz, Warnanya putih, bobotnya lumayan
enteng, travelnya 80 mm (atau sekitar segitulah). Shock ini hanya ngayun kalo rem depan kita tarik
dalam kondisi sepeda sedang melaju atau kalo kena polisi tidur yang lumayan tinggi. Ketika saya
pake offroad di Puncak getarannya hampir gak teredam alias tangan masih berasa kesemutan waktu
melaju di atas jalan kerikil ato makadam dengan kecepatan sekitar 15 sd 20 kph. Keunggulan shock
ini ada di bobotnya yang lumayan enteng dan harganya yang relatih murah (150 rb-an).
RST Gila T7+ Berikut adalah front shock kedua saya setelah Top Gun, pertimbangan saya waktu
membeli shock ini karena dari yang saya baca di milis sepedaan waktu itu, cukup banyak yang
menggunakan shock ini. Kesalahan saya waktu membeli shock ini adalah karena saya tidak
membawa pembanding, yaitu shock saya yang lama. Kebetulan waktu itu di toko sepeda tempat
saya upgred memang hanya shock ini yang masuk budjet (yang lain harganya juaoh dari kantong).
Begitu dicoba performance test baru berasa beratnya shock ini. Memang redamannya sedikit lebih
baik daripada topgun tapi beratnya juga lumayan bikin bete. Ketika saya pake offroad ke Sukamantri
yang notabene full makadam, berasa betul kerasnya shock ini. Sampe2 sesudah offroad kedua bahu
saya (tepatnya tulang belikat) serasa seperti di pasak (heheh kayak sundel bolong ajah) karena
menahan getaran yang tidak teredam. Shock ini juga punya kakak dan adik yaitu RST Gila T6 dan
T8 yang menurut saya sama aja kerasnya dengan RST T7 biarpun udah make ditambahi kode +
segala. Untuk harga sekitar 250 sd 275 rb saya rasa shock ini layak untuk dijauhi karena berat &
kerasnya memang bener-bener "gila".

Suntour XCR Fork ini adalah fork paling MAK-NYUSss, yang saya pernah coba... Shock ini kalo di
polygon udah nempel di Cozmic CX1.0, DX2.0, Tyrano DX3.0. Harganya sekitar 500 sd 750 rb
tergantung variannya ( w/out lock out, lock out & remote lock out). Begitu nyoba langsung saya
putuskan untuk melego RST Gila & upgrade ke shock ini. Sayangnya setelah muter-2 & nanya ke
smua toko sepeda di Jabotadebek, gak ada yang punya shock ini. Katanya sih bulan April ini stoknya
baru dikirim, tapi sampai dengan sekarang ternyata juga masih belum ada juga di pasaran. Dari
review beberapa biker baik di forum sepeda maupun di blog pribadi mereka, shock ini memang
worth to buy alias cocok buat dibeli mengingat beratnya yang lumayan enteng (2.3 kg) dan
redamannya yang memang mak Nyussss.... Suntour XCM Karena nyoba nyari XCR gak ktemuktemu akhirnya saya putuskan upgrade ke adiknya XCR yaitu XCM. Kalo di Polygon shock ini udah
nempel di Polygon Zero & Diablo. Fork ini sekarang juga agak susah di pasaran, tapi gak seperti xcr
yang hilang sama sekali. Waktu beli, yang punya toko (Oky Sanajaya) bilang kalo shock ini gak beda
performanya ma XCR, cuman beda di remotenya doang (dasar pedagang). Begitu dibeli...dipasang
& dicoba...baru deh keliatan performanya. Lumayan sih, redamannya juga jauh lebih baik
dibandingkan Top Gun atau RST Gila. Fitur lock outnya berasa manfaatnya ketika melibas tanjakan.
Beratnya juga sama dengan XCR (2.3 kg). Tapi tetep aja ... XCM bukan XCR. Tastenya tetep beda.
Dengan harga sekitar 350 sd 475 rb (tergantung varian juga) shock ini cukup layak untuk dibeli
meski untuk saya XCR is still the best Demikian kurang lebih review dari saya. Ya kalo kurang
lengkap ya.. mohon dimaapkan aja karena baru sgitu aja shock yang pernah saya coba. Blum
pernah nyobain shock-2 kelas premium macem rockshox, fox, atau manitou & gak mau. Takutnya
kalo nanti jadi kepengen, soalnya harganya jauh banget dari kantong... jadi juga masih belum bisa
kasih review. Kalo ada rekan2 yang punya pengalaman silahkan kasih komennya yak biar jadi
masukan buat saya juga & jadi bisa jadi panduan rekan2 lain yang mau upgrade.

RIM 27.5 TAURUS 21 32H FV DOUBLE WALL


BLACK (PCS)
Article : 201807001
Color : Black
Double Wall
Hole : 32H
Valve : FV
Single Eyelet
w/o Sticker

Compatible w/ Cozmic CX 2, Cozmic TX 3 (27.5)


Rp 130.000,-