Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PERJALANAN WISATA KE DAGO PAKAR

Disusun Oleh:
Ahmad Fauzi
Indra Permana
Lufhfy Verawati
Rizki Muladi I
Sarip Hidayat
Kelas: XI TKJ 3

SMK Negeri 13 Bandung


Jl.Soekarno-Hatta Km.10
Tahun Pelajaran 2013 - 2014

Kata Pengantar
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karuniaNya
kami berhasil menyelesaikan Laporan Perjalanan ke Dago Pakar yang dilaksanakan
pada Hari Minggu, 09 Februari 2014.
Dalam laporan ini kami akan menjelaskan tentang perjalanan dan kegiatan serta
tempat yang menjadi tujuan.
Lewat laporan ini juga kami mengucapkan terima kasih khususnya kepada
Ibu Dwi Rina yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk melakukan
perjalanan wisata ini, serta kepada orangtua kami yang telah mengizinkan kami
untuk melakukan perjalanan wisata ini, sehingga kegiatan perjalanan wisata ini
dapat berjalan dengan baik.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan laporan ini masih
banyak kekurangan, maka dari itu saran dan kritik yang membangun, sangat kami
harapkan dari pembaca demi menyempurnakan laporan ini.
Harapan kami semoga penyusunan laporan ini diterima dan dimengerti serta
bermanfaat bagi kami khususnya maupun pembaca.

Bandung, Februari 2014


Tim Penyusun

Daftar Isi
Kata Pengantar .... 1
Daftar Isi..... 2
BAB I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah........ 3
B. Tujuan Laporan perjalanan....3
C. Manfaat Laporan Perjalanan .3
BAB II. Pelaksanaan Kegiatan
A. Waktu.4
B. Obyek.4
C. Biaya..4
D. Perjalanan dan Hasil Kegiatan.4
Gua Jepang6
Gua Belanda..8
Curug Omas...11
BAB III. Penutup
3.1 Kesimpulan.13
3.2 Saran13

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Kota Bandung adalah kota yang kaya akan tempat wisata. Di kota ini banyak
terdapat berbagai tempat wisata,baik tempat wisata ilmu pengetahuan,wisata
rekreasi,dan wisata belanja. Kami mengunjungi salah satu tempat yang memiliki
banyak sejarah yaitu Dago Pakar. Kami melakukan perjalanan wisata ini dalam
rangka mengerjakan tugas Bahasa Indonesia.
Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 09 Februari 2014. Adapun tempat
wisata yang kami kunjungi yaitu Gua Jepang, Gua Belanda dan Curug Omas. Selain
itu,kegiatan kunjungan wisata ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan
pengetahuan serta pengalaman terhadap segala kemajuan ilmu pengetahuan dan
arena rekreasi.
Kami mengadakan perjalanan wisata ke Dago Pakar Bandung untuk
menambah wawasan pengetahuan yang lebih banyak. Selama ini kami hanya
mendapat pengetahuan dari sekolah, dan banyak dari siswa yang tidak mengerti
tentang sesuatu. Bisa kita ambil contoh,siswa yang hanya mendapatkan pelajaran
sejarah tapi itu hanya dari guru namun mereka belum melihat sejarahnya langsung,
dan dengan di adanya perjalanan wisata ke Dago Pakar Bandung yang khsususnya
merupakan kota sejarah akan lebih menambah pengetahuan kami.
B.

TUJUAN LAPORAN PERJALANAN

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa mengenai kota Bandung dan
objek-objek wisata sejarah maupun rekreasi di Kota Kembang.
C.

MANFAAT LAPORAN PERJALANAN

1.
2.
3.
4.

Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.


Mengenalkan siswa dengan kota Bandung.
Memberi pengalaman.
Untuk melihat keindahan karya Allah SWT.

BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Waktu
Dilaksanakan pada:
Hari
: Minggu
Tanggal: 09 Februari 2014
Jam
: 09.00 WIB
B. Obyek
a. Gua Jepang
b. Gua Belanda
c. Curug Omas
C. Biaya
Biaya untuk melakukan perjalan wisata ini sebesar Rp. 30.000 / orang, dengan
rincian sebagai berikut:
- Tiket masuk Rp. 10.000,- Parkir Motor Rp.5000,- Menyewa Senter Rp. 5000,D. Perjalanan dan Hasil Kegiatan
Tepat pada pukul 08.00 WIB kami berkumpul di sekolah. Sebelum kami
berangkat, kami berkumpul untuk berdiskusi tempat apa saja yang akan kami
kunjungi. Lalu setelah selesai berdiskusi kami berbondong-bondong menuju tempat
tujuan. Kami pergi ke tempat tujuan dengan menggunakan kendaraan motor. Saat
diperjalanan, kami sembari merekam perjalanan yang kami lakukan. Kami sangat
menikmati perjalanan kami, karena disepanjang perjalanan kami dapat melihat
pemandangan yang indah.
Akhirnya tanpa terasa menikmati perjalan kami sampai di tempat tujuan yaitu
Dago Pakar. Pada saat kami sampai di tempat tujuan kami langsung menaruh
kendaraan kami di parkiran dan kami langsung didatangi oleh salah seorang calo
tiket. Calo tersebut langsung meminta kepada kami untuk membayar harga tiket
masuk sebesar Rp.10.000 per orang. Kami pun membayar tiket masuk itu lalu
masuk mengelilingi Dago Pakar.
Tempat
wisata
Dago
Pakar
atau
biasa
juga
disebut
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan kawasan konservasi yang terpadu ant
ara alam sekunder dengan hutan tanaman yang terletak di Kota Bandung, Indonesia
. Luasnya mencapai 590 hektare membentang dari kawasan Dago Pakar sampai Ma
ribaya. Letak Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda berada di Kampung Pakar, Desa Cib

urial, Kecamatan Cimenyan, pada ketinggian antara 770 mdpl sampai 1330 mdpl. Di
atas tanahnya yang subur terdapat sekitar 2500 jenis tanaman yang terdiri dari 40 fa
milia dan 112 species. Pada tahun 1965 luas taman hutan raya baru sekitar 10 ha sa
ja, namun saat ini sudah mencapai 590 ha membentang dari kawasan Pakar sampai
Maribaya. Saat ini pengelolaannya dilakukan oleh Dinas Kehutanan Pemda Provinsi
Jawa Barat (sebelumnya berada di bawah naungan Perum Perhutani).

Pintu Masuk Dago Pakar ( Taman Ir. H. Djuanda)

Gua Jepang

Jalan Menuju Gua Jepang dan Gua Belanda

Pintu Masuk Gua Jepang


Gua Jepang ini dibuat pada tahun 1942 oleh balatentara pendudukan Jepang
dengan bantuan para pekerja paksa romusha. Gua Jepang tidak pernah
terselesaikan dan kabarnya belum pernah direnovasi sejak saat itu.
Gua Jepang di Bandung adalah salah satu dari gua bersejarah yang terserak di
selruh negeri yang dibuat selama Perang Dunia II, dan telah menjadi bagian sejarah
panjang
dari
republik
ini.
Ukuran Gua Jepang cukup besar yang membuat orang dengan mudah bisa
melangkah sepanjang lorong gua dan tidak ada kesulitan bagi pengunjung untuk
bernafas di dalamnya.
Setelah Jepang masuk ke Indonesia, tentara Jepang kemudian mengambil
alih tempat ini dan membangun gua lainnya sebagai basis pertahanan mereka tidak
jauh dari gua Belanda. Jepang menggunakan tenaga kerja paksa sehingga konon
tidak sedikit korban yang berjatuhan selama pembuatan gua ini. Saat Jepang
menyerah terhadap tentara sekutu, tempat ini adalah pertahanan terakhir bagi
tentara Jepang yang ada di Bandung. Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, gua
inipun terlantar, tertutup oleh semak belukar dan hutan. Sampai kemudian
ditemukan kembali pada sekitar tahun 1965, konon pada waktu itu masih banyak
ditemukan sisa-sisa peninggalan tentara Jepang seperti senjata dan amunisi di
dalamnya.

Gua Belanda

Gerbang Gua Belanda

Pintu Masuk Gua Belanda

Keadaan Dalam Gua Belanda


Gua peninggalan Belanda dibangun pada awal tahun 1941 di Dago Bandung.
Perbukitan di Dago Pakar menarik perhatian Hindia Belanda tempo dulu untuk
menjadikannya sebagai salah satu gudang senjata. Gua Belanda, adalah salah satu
objek wisata yang ada di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda, Dago, Kota
Bandung, Jawa Barat.
Gua Belanda, memiliki ukurannya lebih besar dan dibangun lebih dulu
dibanding Gua Jepang. Gua ini dibangun pada masa penjajahan Belanda. Awalnya
dibangun untuk dijadikan terowongan PLTA Bangkok.
Tetapi, pada saat Perang Dunia II, Gua Belanda berubah fungsi menjadi
Pusat Stasiun Radio Telekomunikasi Militer Hindia Belanda. Dan setelah
kemerdekaan, gua yang satu ini dijadikan sebagai tempat gudang penyimpanan
senjata dan gudang amunisi.
Di Gua Belanda terdapat sekitar 15 lorong dan beberapa ruangan seperti
rang kamar untuk tempat istirahat atau tidur para tentara Belanda, ruang interogasi
untuk para tahanan, penjara atau ruang tahanan. Di atap gua, terlihat seperti ada
bekas penerangan lampu.

Di dalam gua, juga terlihat seperti bekas rel roli, semacam pengangkutan barang
atau sejenisnya. Di dinding-dindingnya terlihat bekas semen, sepertinya Gua
Belanda ini telah mengalami renovasi.

Curug Omas

Jalan Menuju Curug Omas


Curug Omas berada di dalam Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Juanda di lokasi
wisata Maribaya. Curug ini memiliki ketinggian terjunan air sekitar 30 meter dengan
kedalaman 10 m yang berada di aliran sungai Cikawari. Di atas air terjun ini terdapat
jembatan yang dapat digunakan untuk melintas dan melihat air terjun dari posisi atas
. Dari atas jembatan ini akan terlihat bentangan dasar sungai yang merupakan perte
muan dua aliran sungai Cikawari dan Cigulun yang nantinya menjadi daerah Aliran
Sungai (DAS) Cikapundung Hulu. Aliran ini mengalir dan berbelok membelah kawas

an Tahura tersebut. Selain Curug Omas di aliran sungai ini terdapat pula Curug Cigul
ung, Curug Cikoleang dan Curug Cikawari yang masing-masing berketinggian sekita
r 15 m, 16 m dan 14 m. Ketiga curug ini dikenal dengan sebutan Curug Maribaya.
Di kawasan ini juga ada curug lain yaitu Curug Lalay yang lokasinya tak jauh dari Cu
rug Omas.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perjalanan ini memang sangat melelahkan, namun dibalik itu semua terdapat
sebuah pengalaman yang tidak pernah akan kami lupakan selama hidup kami.Dari
penulisan laporan ini,penulis dapat menyimpulkan bahwa obyek-obyek wisata di
Indonesia beraneka ragam.Sebagai warga Negara yang baik, sudah sepantasnya
kita menjaganya agar tetap lestari dan wisatawan domestik maupun mancanegara
betah di Indonesia.Sehingga bias meningkatkan devisa Negara.
B. Saran
Penyusun dengan segala keterbatasan yang ada, menyadari bahwa laporan
ini masih sangat jauh dari sempurna.Oleh karena itu,kritik dan saran yang
membangun sangat kami harapkan.