Anda di halaman 1dari 17

APLIKASI PEMBUATAN LAPORAN KERJA

DENGAN SETING DI PUSKESMAS

OLEH
DICKY CHANDRA PRATAMA
DEVI TITIK PUSPITA
GILANG SETYA ARBANI
GUNTORO SETYO NUGROHO
HAYA PRAHARESTI
HENI SEPTIYANA
HIDAYAH RISMA WIJAYANTI
WINDA DWI HASTUTI
WINDA SETIYAJI

D III KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan merupakan salah satu investasi termahal dalam hidup dan juga merupakan
suatu anugerah dari Tuhan yang tak ternilai harganya. Sebanyak apapun harta yang
dimiliki oleh seseorang tentu tidak akan ada artinya apa bila orang tersebut tidak
mempunyai tubuh yang sehat. Menjaga kesehatan itu perlu agar tubuh selalu sehat
jasmani dan rohani akan tetapi tidak selamanya seseorang tersebut selalu berada dalam
keadaan sehat, ada kalanya seseorang harus terjatuh sakit. Berbagai cara dilakukan agar
seseorang dapat kembali menjadi sehat salah satu cara yang dilakukan masyarakat pada
umumnya adalah dengan memeriksakan diri ke tempat-tempat pelayanan kesehatan
seperti puskesmas.
Menurut Depkes 1991,Suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat
disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Sesuai dengan komitmen global, Indonesia menetapkan target penurunan AKI
menjadi 75 % pada tahun 1990 atau 125/100.000 Kelahiran Hidup (Depkes RI, 2001).
Target angka kematian ibu pada tahun 2011 yag ditetapkan berdasarkan indikator
Indonesia sekarang adalah sebesar 150/100.000 Kelahiran Hidup (Depkes RI, 2003).
Tentunya dengan penetapan target tersebut harus diiringi dengan peningkatan pelayanan
kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan dan pelayanan bayi baru lahir.
Sesuai dengan komitmen global, Indonesia menetapkan target penurunan AKI
menjadi 75 % pada tahun 1990 atau 125/100.000 Kelahiran Hidup (Depkes RI, 2001).
Target angka kematian ibu pada tahun 2011 yag ditetapkan berdasarkan indikator
Indonesia sekarang adalah sebesar 150/100.000 Kelahiran Hidup (Depkes RI, 2003).
Tentunya dengan penetapan target tersebut harus diiringi dengan peningkatan pelayanan
kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan dan pelayanan bayi baru lahir.
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah merupakan salah satu bagian dari
unit pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas yang bertujuan untuk menurunkan
angka kesakitan dan kematian bayi, ibu hamil dan ibu nifas serta meningkatkan cakupan
pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatam (bidan) baik didesa maupun di Puskesmas
itu sendiri.
2

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dengan Puskesmas?
2. Apa saja tugas dan fungsi Puskesmas?
3. Bagaimana jangkauan pelayanan di Puskesmas?
4. Bagaimana susunan organisasi di Puskesmas?
5. Bagaimana tugas dan wewenang anggota Puskesmas?
6. Apa saja laporan kinerja kegiatan yang dilakukan di Puskesmas?
C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui pengertian Puskesmas.
2. Mengetahui tugas dan fungsi Puskesmas.
3. Mengetahui jangkauan pelayanan di Puskesmas.
4. Mengetahui susunan organisasi di Puskesmas.
5. Mengetahui tugas dan wewenang anggota Puskesmas.
6. Mengetahui laporan kinerja kegiatan yang dilakukan di Puskesmas.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah organisasi fungsional yang
menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat
diterima dan terjangkau oleh masyarkat, dengan peran serta aktif masyarakat dan
menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan
biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Puskesmas merupakan unit
pelaksana

teknis

dinas

kesehatan

kabupaten/kota

yang

bertanggung

jawab

menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja (Depkes RI, 2006).


Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan
pusat pengembangan kesehatan masyarakat, membina peran serta masyarakat,
memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah
kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Oleh karena itu puskesmas mempunyai
wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah
kerjanya. Puskesmas tersebar hampir di berbagai daerah biasanya selalu ada di tiap
kecamatan dengan jangkauan luas daerah operasional yang sesuai.
Puskesmas menyelenggarakan upaya yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata dapat
di terima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan
menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan
biaya yang dapat di pikul oleh pemerintah dan masyarakat.
B. Tugas dan Fungsi Puskesmas
1. Tugas Puskesmas yaitu :
a. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melakukan kegiatan dalam rangka
menolong dirinya sendiri.
b. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan
menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.
c. Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan tekhnis dan rujukan medis maupun
rujukan kesehatan dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan
ketergantungan.
d. Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
e. Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan
program puskesmas.
2. Fungsi puskesmas yaitu :
a. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
b. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan
kemampuan untuk hidup sehat.
4

c. Memberikan pelayanan

kesehatan secara

menyeluruh dan terpadu kepada

wilayah kerjanya.
Sesuai dengan kemampuan tenaga maupun fasilitas yang berbeda-beda, maka
kegiatan pokok yang dapat dilaksanakan oleh sebuah puskesmas akan berbeda-beda
pula. Namun dengan demikian kegiatan pokok puskesmas yang seharusnya
dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1) Kesehatan Ibu dan Anak
2) Keluarga Berencana
3) Upaya Peningkatan Gizi
4) Kesehatan Lingkungan
5) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
6) Pengobatan termasuk Pelayanan Daerah Karena Kecelakaan
7) Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
8) Kesehatan Sekolah
9) Kesehatan Olahraga
10) Perawatan Kesehatan Masyarakat
11) Kesehatan Kerja
12) Kesehatan Gigi dan Mulut
13) Kesehatan Jiwa
14) Kesehatan Mata
15) Laboratorium Sederhana
16) Pencatatan dan Pelaporan Dalam Rangka Sistem Informasi Kesehatan
17) Kesehatan Lanjut Usia
18) Pembinaan Pengobatan Tradisional
19) Pelaksanaan kegiatan pokok puskesmas diarahkan kepada keluarga sebagai
satuan masyarakat terkecil. Setiap kegiatan pokok puskesmas di laksanakan
dengan pendekatan . Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa .
(Depkes RI, 2003, Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di
Puskesmas, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta)
C. Jangkauan Layanan Kesehatan Puskesmas
Untuk perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka Puskesmas perlu ditunjang dengan
unit pelayanan yang lebih sederhana diantaranya, yaitu:
1) Puskesmas Pembantu (Pustu) merupakan tempat pelayanan pengobatan dibawah
Puskesmas Induk yang pelayanannya dilakukan oleh seorang perawat yang bertempat
di suatu desa jauh dari Puskesmas Induk.
2) Puskesmas Keliling (Pusling) kegiatannya sama seperti Puskesmas hanya saja
Puskesmas Keliling dilakukan oleh seorang dokter, bidan, perawat, gizi, dan Asisten
Apoteker (AA).
D. Organisasi Puskesmas
Personalia
5

Susunan Organisasi Puskesmas terdiri dari 3 unsur :


1. Unsur Pimpinan
: Kepala Puskesmas
2. Unsur Pembantu pimpinan
: Sub Bagian Tata Usaha
3. Unsur Pelaksana
a. Unsur terdiri dari tenaga dalam jabatan fungsional
b. Jumlah unit tergantung pada kegiatan tenaga dan fasilitas daerah masing-masing,
yaitu :
1) Pokja 1
Melaksanakan kegiatan/koordinasikan Kesejahteraan Ibu dan Anak, KB dan
usaha perbaikan gizi.
2) Pokja 2
Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
(khususnya imunisasi), Kesehatan Lingkungan dan Laboratorium Sederhana.
3) Pokja 3
Melaksanakan kegiatan Kesehatan Gigi dan mulut, Kesehatan kerja serta
kesehatan usia lanjut.
4) Pokja 4
Melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah,
kesehatan olahraga, kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus
lainnya.
5) Pokja 5
Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan
masyarakat dan penyuluhan kesehatan masyarakat.
6) Pokja 6
Melakukan kegiatan pengobatan, pelayanan rawat jalan dan rawat inap dan
ruang bersalin.
7) Pokja 7
Melaksanakan kegiatan kefarmasian dan puskesmas keliling. Adapun struktur
organisasi puskesmas disesuaikan dengan keadaan masing-masing daerah
berkaitan dengan UU Otonomi daerah.
(Hasbi, Muhammad Kairi dkk, 2012, Laporan Pengantar Praktek Kerja Lapangan
di Puskesmas Kuin Raya, Banjarmasin)
E. Tugas dan Wewenang Anggota Puskesmas
1. Kepala Puskesmas
a) Tugas Kepala Puskesmas :
1) Melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, bimbingan dan suvervisi
2) Mengadakan koordinasi ditingkat kecamatan
3) Sebagai penggerak pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan
4) Sebagai tenaga ahli pendamping Camat
5) Mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan di
puskesmas
b) Fungsi Kepala Puskesmas :
6

Memimpin, menyusun, mengkoordinasikan dan menetapkan rencana operasional


pelaksanaan pembinaan puskesmas yang meliputi program dan kegiatan
puskesmas berdasarkan petunjuk teknis kegiatan untuk kelancaran pelaksanaan
tugas di puskesmas.
2. Dokter Umum
a) Tugas Dokter Umum :
Mengusahakan agar pelayanan kesehatan umum dapat terlaksana dengan baik.
b) Fungsi Dokter Umum :
Melaksanakan pelayanan kesehatan Umum.
c) Wewenang Dokter Umum :
1) Melaksanakan pemerikasaan dan pengobatan.
2) Membantu pelaksanaan kegiatan-kegiatab fungsi manajemen.
3) Membuat rujukan pada pasien yang tidak dapat di tangani poliklinik.
4) Memberi penyuluhan pada pasien tentang kesehatan terutama pada praja
yang sakit.
3. Dokter Gigi
a) Tugas Dokter Gigi :
Mengusahakan agar pelayanan kesehatan gigi dan mulut terlaksana dengan baik.
b) Fungsi Dokter Gigi :
1) Melaksanakan Pelayanan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
2) Pelayanan Kesehatan Gigi dan mulut dasar umum, terdiri :
a. Premadikasi Pencabutan
b. Penambalan Gigi
c. Perawatan Syaraf Gigi
d. Melaksanakan Konsultasi Gigi.
e. Melaksanakan/menerima kasus-kasus emergency gigi/darurat.
f. Membantu Pelaksanaan kegiatan-kegiatan fungsi manajemen
g. Membuat rujukan pada pasien yang tidak dapat di tangani di poliklinik.
h. Memberi penyuluhan pada pasien tentang kesehatan gigi dan mulut .
4. Tata Usaha
a) Tugas Tata Usaha :
1) Mengkoordinasikan tugas tugas yang di berikan oleh pimpinan.
2) Memonitor pekerjaan staf administrasi dan tenaga harian.
3) Mengelola dan mempertanggung jawabkan pengeluaran rumah tangga.
4) Membuat konsep surat dinas atau mengetik konsep surat pimpinan.
5) Mengelola surat-surat yang masuk dan keluar.
6) Memonitor dan merekap penelitian yang dilakukan staf Akademik
(mencakup penelitian pusat, Fakultas, Lintas Unit, Jakarta In focus, Hibah
Kompetitif, LPPM dan hibah DIKTI )
7) Membantu secara administrasi dan keuangan pelaksana penelitian lintas unit.
8) Membantu Proses penyelenggaraan seminar/pertemuan ilmiah rutin.
9) Menghadiri rapat-rapat khususnya yang berkaitan dengan masalah
administrasi.
7

10) Menerapkan rapat-rapat/pertemuan pimpinan dan rapat dengan tamu-tamu.


11) Menginvertarisasi semua perlengkapan yang ada.
12) Menyusun anggaran tahunan.
13) Mengatur jadwal rapat pimpinan.
14) Menyusun notula rapat pimpinan dan menyebarluaskan.
b) Wewenang :
1) Membina staf administrasi, melalui pengarahan dan peringatan lisan
maupun dengan tulisan.
2) Mengusulkan mutasi/rotasi. Promosi, kenaikan golongan/skala gaji staf
administrasi maupun penundaannya dengan persetujuan Ketua LPPM.
3) Menggunakan saran, prasaran kerja untuk kelancaran pelaksana tugastugas.
5. Apoteker
a) Peranan dan fungsi Apoteker Pengelola Apotek (APA) di antaranya :
1) Membuat visi dan misi
2) Membuat strategi, tujuan,sasaran dan program kerja.
3) Membuat dan menetapkan peraturan atau standar prosedur Operasional
(SPO) pada setiap fungsi kegiatan di apotek.
4) Membuat sistem pengawasan dan pengendalian SPO serta program kerja
pada setiap fungsi kegiatan di apotek.
5) Merencanakan, malaksanakan, mengendalikan dan menganalisis hasil kinerja
operasional dan kinerja keuangan apotek.
b) Wewenang dan tanggung jawab APA di antaranya :
1) Menentukan arah terhadap seluruh kegiatan
2) Menentukan sistem atau peraturan yang akan di gunakan.
3) Mengawasi pelaksanan SPO dan program kerja.
4) Bertanggung jawab terhadap kinerja yang di peroleh.
6. Loket Pendaftaran
a) Tugas Loket Pendaftaran
1) Mendaftar pasien yang datang berobat.
2) Mencatat di register.
3) Mengisi Identitas pasien di kartu rawar jalan dan kartu resep.
4) Mengisi tanda pengenal pasien.
5) Mengantar kartu rawat jalan ke ruang BP.
6) Bertanggung jawab atas penerimaan uang retribusi pada pengeluaran karcis.
7) Menyetorkan kepada bendahara penerima hasil penerimaan retribusi setiap
hari.
8) Mencatat hasil penerimaan retribusi di buku bantu.
9) Menyusun kertu Rawat jalan pasien pada rak status sesuai aturan nomer
kode.
10) Membantu merencakan kebutuhan kartu rawat jalan, resep, kartu tanda
pengenal, famly folder dan amplop tempat kartu rawat jalan.
11) Mencatat Register Baru/Lama, register bayar/Gratis/Askes/BPJS .
12) Menghitung resep yang masuk dan setoran harian.
8

F. Sistem Pencatatan di puskesmas


Mekanisme Pencatatan
Loket

Unit Pelayanan

1. Family

- Reg Rawat jalan

Folder
2. KTPK
3. Registrasi

- Reg Kohort ibu -

Kunjung
4. Karcis

anak

Tindak lanjut
- Reg Rawat
inap
- Rujukan

- Sensus harian
penyakit
- Reg penimbangan
- Reg immunisasi
- Reg Laboratorium
- Reg KIA
- Reg KB

Yankes Luar Gedung


- Reg Rawat jalan
Pusling
- Reg Immunisasi
- Reg Penimbangan

Bank Data Puskesmas

- Reg Perkermas

- Pengolahan

- Reg Kesling

- Penyusunan Laporan

- Reg P2M
- Reg PSM
- Reg UKS
- Reg PKM

G. Sistem Pelaporan
a. Mekanisme Pelaporan
Alur Pelaporan
1. Pengelolaan di Puskesmas
a) Laporan dari Pustu, BDD, Pusk keliling, Posyandu disampaikan ke pengelola
SP2TP Puskesmas
b) Pengelola menyusun dan mengkompilasi data yang bersumber dari :
- sensus harian
- Register
c) Hasil kompilasi / olahan dimasukkan ke formulir laporan untuk dikirim ke Dinas
Kesehatan kab /kota
d) Hasil olahan dianalisa dan disajikan untuk mengambil keputusan ( pada lokakarya
mini )
2. Pengelola di Dinas Kab /Kota
a) Laporan dari Puskesmas diterima oleh pengelola SP2TP Dinas untuk dikompilasi /
diolah dan didistribusikan ke penanggung jawab program
b. Frekwensi dan Jenis Pelaporan
1. Laporan bulanan :
a) Data Kesakitan ( LB1)
b) Data Kematian ( LB 2)
c) Gizi, KIA, Immunisasi, Pengamatan Penyakit Menular ( LB3 )
d) Data Obat-obatan ( LB4 )
2. Laporan Triwulan ( LT )
a) Kunjungan Puskesmas
b) Perkesmas
c) Pelayanan Medik Dasar Gigi-mulut
d) Kesling
e) Laboratorium
f) PKM
g) PSM
h) Rujukan

10

BAB III
CONTOH LAPORAN KEGIATAN KIA DI PUSKESMAS
A. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Hasil cakupan program KIA KB yang telah dilaksanakan di Puskesmas Sekarwangi
pada tahun 2011 secara keseluruhan ada peningkatan dari tahun kemarin, meskipun ada
sebagian yang belum mencapai target yaitu antara lain
Tabel 1
Cakupan Hasil PWS KIA ~ KB
Wilayah Kerja Puskesmas Sekarwangi Tahun 2011
Target

Pencapaian

Kesenjangan

96%

98,4%

CAKUPAN K4
Cakupan Penanganan

91%

94,7%

Komplikasi Kebidanan

95%

121,4%

90%

78,2%

11,8%

90%

92,6%

90%

91,2%

90%

90,1%

95%

35,7%

59,3%

B4

90%

88,5%

1,5%

B 12
Cakupan Bayi Berat Lahir

90%

89,7%

0,3%

100%

84,8%

15,2%

80%

66,05%

13,95%%

Jenis Cakupan/Indikator Kerja


A BUMIL
CAKUPAN K1

B BULIN
Cakupan Pertolongan Persalinan
oleh Bidan atau Nakes yang
Kompeten (PN)
Cakupan Nifas Lengkap (KF)
C NEONATAL
Cakupan Bayi Lahir Hidup (N1)
Cakupan N2
Cakupan Penanganan
D

Komplikasi Neonatal
BAYI

Rendah (BBLR) yang Ditangani


KB (Keluarga Berencana)
Peserta KB Aktif

11

Adapun laporan hasil kematian ibu, neonatal, bayi dan balita pada tahun 2011 mengalami peningka
dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu seperti yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1
Laporan Kematian Ibu, Neonatal, Bayi dan Balita
Wilayah Kerja Puskesmas Sekarwangi Tahun 2011
Jumlah Kematian
Neonatal
Bayi

No.

Nama Desa

Kel. Cibadak

PEB,
BBLR 3, Kelainan bawaan 1

Sekarwangi

Asfiksia, ASpirasi makanan

Sukasirna

Pamuruyan

Ibu

Sebab Kematian

Balita

BBLR 1, Kel pencernaan 1, Aspirasi 2


-

Perdarahan 2,BBLR 1
BBLR 1,

Warnajati

Meningoensephalitis 1, Bronchopneumonia
KP BGM 1

Neglasari
JUMLAH

BBLR 1, Infeksi paru 1


3

Kegiatan Program Kesehatan Ibu dan anak di Puskesmas Sekarwangi pada tahun 2011
meliputi :
1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
a. Pemeriksaan ibu hamil (K 1)
Sasaran pelayanan K1 pada tahun 2011 sebanyak 1822 orang, jumlah cakupan tahun
2011 sebanyak 1793 orang (98,4%) sedangkan target sebanyak 1750 orang (96%).
Dengan demikian pelayanan K1 Ibu Hamil telah memenuhi target.
Permasalahan
- Dapat diatasi dengan baik.
Perencanaan Masa Depan
- Lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak
- Lebih meningkatkan kinerja bidan di klinik KIA & posyandu
- Lebih meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan meningkatkan pemberdayaan
-

masyarakat
Meningkatkan pelaksanaan paskayandu.
12

b. Pemeriksaan Ibu Hamil (K 4)


Sasaran pelayanan K4 pada tahun 2011 sebanyak 1822 orang, jumlah cakupan tahun
2011 sebanyak 1726 0rang (94,7%) sedangkan target sebanyak 1658 orang (91%),
dengan demikian pelayanan K4 Ibu Hamil telah memenuhi target.

Permasalahan
Dapat diatasi dengan baik.
Perencanaan Pemecahan Masalah
Lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak
Lebih meningkatkan kinerja bidan di klinik KIA & posyandu
Lebih meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan meningkatkan pemberdayaan
masyarakat
Meningkatkan pelaksanaan paskayandu.

c. Pertolongan Persalinan (Linakes)


Sasaran pertolongan persalinan pada tahun 2011 sebanyak 1739 orang, jumlah
cakupan tahun 2011 sebanyak 1360 0rang (78,2%) sedangkan target sebanyak 1566
orang (90%) masih terdapat kesenjangan sebesar 11,8%.

Permasalahan
Masih ada bayi yang tidak dibawa ke posyandu oleh orang tuanya.
Masih ada orang tua yang belum mengerti manfaat posyandu.
Perencanaan Pemecahan Masalah
- Lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak
- Lebih meningkatkan kinerja bidan di klinik KIA & posyandu
- Lebih meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan meningkatkan pemberdayaan
-

masyarakat
Adanya kunjungan rumah

d. Pelayanan Keluarga Berencana (KB)


Sasaran pelayanan KB aktif PUS pada tahun 2011 sebanyak 12.294 orang, jumlah
pencapaian cakupan tahun 2011 sebanyak 8120 0rang (66,05%) sedangkan target
sebanyak 9836 orang (80%), dengan demikian pelayanan KB aktif masih terdapat
kesenjangan sebesar 13,95%.

Permasalahan
Masih ada PUS yang belum memakai alat kontrasepsi.
Masih ada PUS yang belum mengerti dan mengetahui manfaat alat kontrasepsi.
Perencanaan Pemecahan Masalah
Lebih meningkatkan penyuluhan KB.
Lebih meningkatkan kinerja bidan di klinik KIA & posyandu.
13

Lebih meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan meningkatkan pemberdayaan


masyarakat.

2. Peningkatan Kapasitas Bidan Desa


Hingga tahun 2011 ini di Puskesmas Sekarwangi telah terdapat 12 orang Bidan,
yang terdiri dari 1 Bidan Koordinator dan 11 orang Bidan di desa yang semunya
berdomisili di Desa Binaan Puskesmas.
Dalam hal Program Peningkatan Kapasitas Bidan Desa, hingga tahun 2011 telah
dilaksanakan beberapa pelatihan-pelatihan yang telah diikuti oleh Bidan desa. Di
samping pelatihan-pelatihan tersebut, sebanyak 8 orang dari 12 orang Bidan Desa telah
menerima fasilitas perlengkapan berupa Bidan Kit yang diberikan oleh Dinas Kesehatan.
Adapun pelatihan-pelatihan yang telah diikuti oleh Bidan-bidan diantaranya yaitu:

Tabel 3
Jenis Pelatihan yang telah diikuti Bidan
Wilayah Kerja Puskesmas Sekarwangi Tahun 2011

Bidan Peserta Pelatihan

No

Jenis Pelatihan

.
1

Pelatihan Fasilitator Kelas Ibu Hamil dan


Ibu Balita

Telah Ikut

Belum Ikut

Pelatihan

Pelatihan

9 orang

3 orang

Orientasi Buku KIA

9 orang

3 orang

Pelatihan Penanganan BBLR/Asfiksia

3 orang

9 orang

Pelatihan APN

9 orang

3 orang

Pelatihan KIP/K

5 orang

7 orang

Pelatihan Pengelolaan Poskesdes

3 orang

9 orang

Pelatihan KB Terkini

4 orang

8 orang

14

Pelatihan Otopsi Verbal (RMP)

1 0rang

11 orang

Pelatihan MTBS/ MTBM

1 orang

11 orang

10

Sosialisasi P4K

7 orang

5 orang

B. PROGRAM PPK-IPM
PPK-IPM merupakan program bantuan pemerintah dalam bidang Pembangunan
Kesehatan pada desa yang ditunjuk dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan
dan indek pembangunan manusia. Program PPK-IPM meliputi upaya kesehatan
lingkungan, kesehatan ibu dan anak serta perbaikan gizi bagi balita.
Kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada desa PPK-IPM menitikberatkan
pada kemitraan bidan, paraji dan kader pada pertolongan persalinan, dengan tujuan
mengurangi angka kematian ibu dan bayi akibat persalinan. Pada program PPK-IPM ini,
setiap desa PPK-IPM menerima anggaran dengan jumlah nominal yang berbeda-beda
disesuaikan dengan perkiraan/estimasi kebutuhan pelayanan ibu hamil dan ibu bersalin di
masing-masing desa dimaksud.
Tabel 4
Dana PPK-IPM Wilayah Kerja
Puskesmas Sekarwangi Tahun 2007 s.d sekarang

Desa

Anggaran

Penyerapan
s/d Agustus 2009

Kel. Cibadak

Rp. 106.425.000

Rp. 73.500.000

Desa Pamuruyan

Rp. 26.400.000

Rp. 18.300.000

Desa Sukasirna

Rp. 41.700.000

Rp. 25.800.000

Dana yang sudah dicairkan hingga akhir tahun 2009 baru sampai pada tahap
Caturwulan ke II, pada tahun 2011 dana tersebut belum bisa dicairkan dengan alasan
berbagai hal, sehingga dana Caturwulan ke III masih berada di lapak dan dana abadi
kemitraan sebesar Rp 37.000.000 masih disimpan di pihak FD (Fasilitator Desa).

15

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan
pusat pengembangan kesehatan masyarakat, membina peran serta masyarakat,
memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah
kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Pada jangakauan kesehatan Puskesmas ada 2
yaitu: Puskesmas Pembantu (Pustu) merupakan tempat pelayanan pengobatan dibawah
Puskesmas Induk yang pelayanannya dilakukan oleh seorang perawat yang bertempat di
suatu desa jauh dari Puskesmas Induk. Puskesmas Keliling (Pusling) kegiatannya sama
seperti Puskesmas hanya saja Puskesmas Keliling dilakukan oleh seorang dokter, bidan,
perawat, gizi, dan Asisten Apoteker (AA).
B. Saran
Berdasarkan makalah diatas semoga dapat memberikan wawasan yang mampu
menambah pengetahuan mengenai aplikasi pembuatan laporan kerja dengan setting di
Puskesmas bagi tenaga kesehatan khususnya dan memberikan informasi bagi masyarakat
pada umumnya.

16

DAFTAR PUSTAKA
Anief, Mohammad, 2007, Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Depatemen
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Departemen Kesehatan RI.2007. Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta:
Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Depkes RI, Informasi spesialite Obat Indonesia Volumes 47, dirjen POM, Jakarta 2013.
Dr.M. Dani Pratomo, MM.Apt, 2011-2012, ISO INDONESIA VOL.46, Jakarta, 439-441.
Hasbi, Muhammad Kairi dkk, 2012, Laporan Pengantar Praktek Kerja Lapangan di
Puskesmas Kuin Raya, Banjarmasin.
Moh. Anief, Ilmu Meracik Obat, Gadjah University Press.
SMK Kesehatan Putra Borneo Nunukan, 2014, Buku Panduan Praktek Kerja
Nunukan, 1-3.
Undang-Undang Republik Indonesia No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

17

Lapangan,