Anda di halaman 1dari 8

KEPUTUSAN

DIREKTUR RUMAH SAKIT SUMBER WARAS


Nomor :
/SK/Dir-RSSW/IX/2015
TENTANG
PENGURANGAN RESIKO INFEKSI TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN
DILINGKUNGAN RUMAH SAKIT SUMBER WARAS
DIREKTUR RUMAH SAKIT SUMBER WARAS
Menimbang

a. bahwa dalam rangka mengurangi resiko infeksi terkait pelayanan


kesehatan di lingkungkan Rumah Sakit Sumber Waras.
b. bahwa untuk pelaksanaan perlu adanya pedoman pelaksanaan
pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan di lingkungan
Rumah Sakit Sumber Waras.
c. bahwa untuk memenuhi butir a dan b diatas, maka perlu dengan
Keputusan Direktur Rumah Sakit Sumber Waras.

Mengingat

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran


Negara RI Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5063).
2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072).
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1691/Menkes/Per/VIII/2011
tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2011).
MEMUTUSKAN

Menetapkan
PERTAMA

:
:

KEDUA

Pedoman Pengurangan Resiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan di


lingkungan Rumah Sakit Sumber Waras, sebagaimana tercantum dalam
lampiran keputusan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan
ini

KETIGA

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan


apabila dipandang perlu dikemudian hari akan diadakan perubahan
sebagaimana mestinya.

Keputusan Direktur Rumah Sakit Sumber Waras tentang Pengurangan Resiko


Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan di lingkungan Rumah Sakit Sumber
Waras

Ditetapkan di : Ciwaringin
Pada tanggal : 22 September 2015
RS. SUMBER WARAS
Direktur

dr. Wawat Setiamiharja, MARS


NIK. 0101067704
Tembusan :
1 Yth. Direktur PT. Sinarya Bersaudara.

Lampiran

: Keputusan Direktur RS. Sumber Waras


Nomor
:
/SK/Dir-RSSW/IX/2015
Tanggal
: 22 September 2015
Tentang
: Pengurangan Resiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehhatan di
lingkungan Rumah Sakit Sumber Waras

PENGURANGAN RESIKO INFEKSI TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN


DILINGKUNGAN RUMAH SAKIT SUMBER WARAS

Cuci Tangan ( Hand Hygiene )


I.

Pengertian
Pengertian Kebersihan tangan /mencuci tangan adalah

suatu proses membuang

kotoran atau debu secara mekanik dari kulit tangan dengan memakai air bersih dan
antiseptik ( sabun ).
Air bersih adalah air yang secara alami atau kimiawi dibersihkan dan disaring sehingga
aman untuk diminum, serta untuk pemakaian lainnya ( misalnya mencuci tangan dan
membersihkan instrumen medis ) karena memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
Pada keadaan minimal air bersih harus bebas dari mikroorganisme dan memiliki
turbiditas rendah jernih, tidak berkabut)
Air mengalir : air yang keluar dari kran atau dengan cara mengguyur dengan gayung
apabila terpaksa tidak ada kran, karena cara mengguyur dengan gayung memiliki rresiko
cukup besar untuk terjadinya pencemaran, baik melalui gagang gayung ataupun percikan
air bekas cucian kembali ke bak penampungan.
Sabun : Produk-produk pembersih batang, cair, lembar atau bubuk ) yang menurunkan
tegangan

permukaan

sehingga

membantu

melepaskan

kotoran,

debris

dan

mikroorganisme yang menempel smentara pada tangan. Dan tidak membunuh


mikroorganisme tetapi menghambat dan mengurangi jumlah.
Larutan Antiseptik ( antimikroba ) topical dipakai pada kulit atau jaringan hhidup
lainnya selain melepas juga membunuh atau menghambat pertumbuhan dari hampir
sebagian besar mikroorganisme.
Agen antiseptik atau antimiokroba ( istilah yang digunakan bergantian ) : Bahan kimia
yang diaplikasikan diatas kulit atau jaringan hidup untuk menghambat atau membunuh
mikroorganisme ( baik yang sementara atau yang merupakan penghuni tetap), sehingga
mengurangi jumlah hitung bakteri total.
Contohnya :
Alkohol 60 90 % ( etil dan isopropyl atau metal alcohol )
Klorheksidin gluconat 2 4 % ( Hibiclens, Hibiscrub, Hibitane )

Klorheksidin gluconat dan centrimide, dalam berbagai konsentrasi

(savlon)
Yodium 3 % , yodium dan produk alcohol berisi yodium atau tincture

(yodim tinktur)
Iodofor 7,5 10 % , berbagai konsentrasi ( Betadine atau wescodyne ).
Kloroksilenol 0,5 4 % ( para kloro metaksilenol atau PCMX ) berbagai

konsentrasi ( Dettol )
Triklosan 0,2 2 %

Handrub Antiseptik ( handrub berbasis alcohol yang juga berisi emollient a.l :
gliserin,glisol, propelin,sorbitol) : antiseptik untuk tangan bersih yang efektif
membuunuh flora residen dan flora transien.Antiseptik ini cepat dan mudah digunakan
serta menghasilkan penurunan jumlah flora tangan awal yang lebih besar.
Emollient : cairan organik , seperti gliserol, propilen glikol atau sorbitol yang
ditambahkan pada hand rub dan losion. Kegunaan emollient untuk melunakkan kulit dan
membantu mencegah kerusakan kulit ( keretakan, kekeringan, iritasi dan dermatitis )
II.

III.

akibat pencucian tangan dengan sabun yang sering ( dengan atau tanpa antiseptik) dan air.
Tujuan
1. Untuk membuang kotoran / debu secara mekanis dari kulit.
2. Mengangkat mikroorganisme dari tangan.
3. Menjaga kondisi steril.
4. Mencegah infeksi silang.
5. Melindungi diri dan pasien dari infeksi.
6. Memberi rasa bersih, segar, aman dan kepercayaan dalam menjalankan tugas.
Ruang Lingkup
Panduan ini diterapkan kepada semua petugas pelayanan, semua pasien rawat inap,

pasien pasien rawat jalan dan pengunjung rumah sakit.


Pelaksana panduan ini adalah semua karyawan Rumah Sakit (medis, perawat,
farmasi, bidan, administrasi dan tenaga kesehatan lainya yang terlibat dalam
pelayanan rumah sakit), pasien pasien rawat inap dan rawat jalan, keluarga yang

IV.

merawat dan pengunjung RS.


Prinsip
1. Kebersihan tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien.
2. Kebersihan tangan merupakan hal yang paling penting untuk mencegah penyebaran
infeksi.
3. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir bila tangan terlihat kotor atau
terkontaminasi dengan bahan-bahan protein.
4. Jika tidak ada air mengalir, pertimbangkanlan menggunakan Hand rub untuk selalu
mencuci tangan.
5. Segera cuci tangan setelah tiba ditempat kerja.
6. Lakukan cuci tangan sebelum melakukan pelayanan atau perawatan / kontak dengan
pasien, menyediakan/mempersiapkan obat/makanan, meninggalkan RS.
7. Lakukan cuci tangan setelah dari toilet, menyentuh /melap hidung.
8. Jaga kuku selalu pendek dan bersih.

9. Dianjurkan memakai sabun cair, bila terpaksa memakai sabun batang potong kecil-

V.

kecil untuk satu kali pakai.


10. Pilih sabun antiseptik yang bersifat rendah iritatif.
11. Lakukan Five moment Hand Hygiene.
Kewajiban Dan Tanggung Jawab
1. Seluruh Staf Rumah Sakit
a. Memahami dan menerapkan prosedur cuci tangan
b. Memastikan selalu melakukan cuci tangan dengan benar ketika melakukan
pelayanan.
Ada Lima saat harus mencuci tangan/ Five moment Hand Hygiene, baik untuk
petugas ataupun pasien dan seluruh pengunjung RS
Five moment Hand Hygiene untuk Petugas RS :
1). Sebelum kontak dengan pasien.
2). Setelah kontak dengan pasien.
3). Sebelum melakukan tindakan invasive.
4). Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien.
5). Setelah kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi.
Five moment / Lima waktu penting cuci tangan untuk masyarakat:
1). Sebelum makan.
2). Sesudah dari Toilet.
3). Sebelum memegang bayi/merawat orang sakit.
4). Sesudah menyeboki anak/membantu bab/bak orang yang sakit.
5). Sebelum menyiapkan makanan/obat.
2. Kepala Instalasi / Kepala Ruang
a. Memastikan seluruh staf di Instalasi memahami prosedur cuci tangan dan
menerapkan.
b. Mendukung dan memastikan terlaksananya suatu program PPI untuk mencegah
terjadinya infeksi di RS.
3. Manajer
a. Memantau dan memastikan panduan cuci tangan dengan baik oleh Kepala

VI.

Instalasi.
b. Menjaga standarisasi dalam menerapkan panduan cuci tangan.
Tatalakasana Cuci Tangan.
1. Tatalaksana Cuci Tangan
2. Menurut WHO cuci tangan pakai sabun ada 6 langkah dalam mencuci tangan yang
baik dan benar setelah dimodifikasi :
Cuci Tangan dengan Handrub
a. Mendekakat handruub.
b. Lepas perhiasan ( cincin, arloji, gelang )
c. Basahi tangan dengan Handrub
d. Ambil Handrub secukupnya.
e. Berikut 6 ( enam) langkah cuci tangan :
1) Ratakan Handrub dengan telapak tangan menyilang berlawanan arah jarum
jam ke satu arah.
2) Gosokkan punggung dan sela-sela jari tangan kiri dan kanan dua arah
begantian.
3) Gosok kedua sela - sela jari satu arah kearah luar.
4) Jari - jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci (dua arah dengan
gerakan lengan mengepak ).

5) Gosok ibu jari berputar ( ibu jari di luar ) dalam genggaman berlawanan arah
jarum jam, dilakukan bergantian.
6) Gosokkan dengan memutar ujung jari tangan kanan ditelapak tangan kiri dan
sebaliknya ke satu arah ( jari jari tangan menguncup )
7) Lakukan masing masing langkah sekitar 4 7 kali gerakan ( bila handrub
waktu 20 30 detik )
8) Apabila cuci tangan hand rub tangan sudah bersih siap melakukan kegiatan.
Tatalaksana Cuci Tangan Dengan Sabun/ Handscrub
Menurut WHO cuci tangan pakai sabun ada 6 langkah dalam m encuci tangan yang
baik dan benar setelah dimodifikasi :
a. Mendekakat ke wastafel/handscrub.
b. Lepas perhiasan ( cincin, arloji )
c. Basahi tangan dengan kran atau air mengalir.
d. Ambil Handscrub/ sabun secukupnya.
e. Berikut 6 ( enam) langkah cuci tangan :
1) Ratakan sabun dengan telapak tangan menyilang berlawanan arah jarum jam
ke satu arah.
2) Gosokkan punggung dan sela-sela jari tangan kiri dan kanan dua arah
begantian.
3) Gosok kedua sela - sela jari satu arah kearah luar.
4) Jari - jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci (dua arah dengan
gerakan lengan mengepak ).
5) Gosok ibu jari berputar ( ibu jari di luar ) dalam genggaman berlawanan arah
jarum jam, dilakukan bergantian.
6) Gosokkan dengan memutar ujung jari tangan kanan ditelapak tangan kiri dan
sebaliknya ke satu arah ( jari jari tangan menguncup )
7) Lakukan masing masing langkah sekitar 4 7 kali gerakan ( handscrub
waktu 30 40 detik )
8) Selanjutnya bilas kedua tangan dengan air mengalir.
9) Keringkan tangan dengan menggunakan tissue handuk pengering kecil kecil
untuk satu kali pakai dan tutup kran dengan tissue.
Hal - hal penting perlu diingat saat membersihkan tangan :
a. Bila jelas terlihat kotor atau terkontaminasi oleh bahan yang mengandung
protein, tangan harus dicuci dengan sabun dan air mengalir.
b. Bila tangan TIDAK jelas terlihat kotor atau terkontaminasi, harus digunakan
antiseptic berbasis alkohol untuk dekontaminasi tangan rutin.
c. Pastikan tangan kering sebelum memulai kegiatan.
d. Pemakaian handrub/cuci tangan dengan antiseptik berbasis alkohol langkah
sama dengan cuci tangan pakai sabun antiseptik/ handscrub
e. Tetap diperlukan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap kali
setelah 5 10 kali aplikasi handrub.
f. Karena mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak pada keadaan lembab
dan air yang tidak mengalir maka :

g. Dispenser sabun/ handrub harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum


pengisian ulang.
h. Tidak boleh menambahkan sabun cair sebelum isi habis benar, penambahan
dapat menyebabkan kontaminasi pada sabunyang dimasukkan.
i. Isi ulang setelah dispenser dicuci dan dikeringkan.
j. Tulis tanggal pengisian dan jenis cairan di dispenser untuk mempermudah
mengontrol.
k. Tidak diperbolehkan menggunakan baskom yang berisi air. Meskipun
memakai tambahan antiseptik ( seperti : Dettol atau savlon), mikroorganisme
dalam larutan ini.
l. Jika air mengalir tidak tersedia, gunakan wadah air dengan kran atau gunakan
ember dan gayung, tamping.
Hal- hal yang Harus Diperhatikan dalam Menjaga Kebersihan Tangan :
Jari Tangan.
Penelitian membuktikan bahwa daerah di bawah kuku ( ruang subungula )
mengandung jumlah mikroba tertinggi. Kerena berperan sebagai reservoir
bakteri gram negative , jamur dan pathogen lain.Kuku panjang baik alami
atau buatan lebih mudah melubangi sarung tangan. Harus dijaga tetap pendek

tidak lebih dari 3 mm melebihi ujung jari.


Kuku Buatan.
Kuku buatan ( pembungkus kuku, ujung kuku , pemanjang akrilik ) yang
dipakai oleh petugas dalam infeksi HAIs selain itu juga terbukti bahwa kuku
buatan dapat berperan sebagai reservoir untuk gram negative, sehingga

pemakaiannya dilarang.
Cat Kuku.
Penggunaan cat kuku saat bertugas tidak diperkenankan.
Perhiasan.
Penggunaan perhiasan saat bertugas tidak diperkenankan.

Cuci Tangan dengan

Hand Rub

PPI RS SUMBER
WARAS

Cuci Tangan
dengan Sabun /

PPI RS
SUMBER WARAS
RS. SUMBER WARAS
Direktur

dr. Wawat Setiamiharja, MARS


NIK. 0101067704