Anda di halaman 1dari 2

PEMULIHAN KEWENANGAN KLINIS PERAWAT

No. Dokumen
610/UN4.32.6/TU.32/201
6
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi
-

Halaman
1/2

Ditetapkan Oleh
Direktur Utama,

19 Februari 2016
Dr. dr. A. Fachruddin Benyamin, Sp.PD. K. HOM

Nip. 19521219 198011 1 002

PENGERTIAN

Pemulihan kewenangan klinis adalah pengembalian kewenangan klinis


tertentu staf keperawatan setelah mengalami pemutusan kewenangan
klinis tertentu.

TUJUAN

Memberi izin atau mengembalikan kewenangan klinis tertentu staf


keperawatan yang telah dicabut sebelumnya sehingga staf keperawatan
tersebut dapat menjalankan wewenangnya dalam memberikan asuhan
keperawatan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin.

KEBIJAKAN
1. Bila kewenangan klinis staf keperawatan dicabut dengan alasan
kesehatan, maka pemulihan kewenangan klinis dapat dilakukan bila
staf keperawatan telah sehat secara fisik dan mental yang dibuktikan
dengan surat keterangan dari tenaga medis dan siap untuk
menjalankan kewenangannya kembali.
2. Bila kewenangan klinis staf keperawatan dicabut dengan alasan
rekomendasi dari komite etik dan disiplin profesi karena adanya
pelanggaran, maka pemulihan dapat dilakukan bila perawat telah
melalui proses pembinaan etik dan disiplin profesi staf keperawatan
telah melalui proses pembinaan terhadap kewenangan klinis yang
dicabut akibat pelanggaran yang dilakukan atau

PROSEDUR

3. Kondisi yang dimaksud adalah : gangguan kesehatan baik secara


fisik maupun mental sehingga staf tersebut tidak mampu/tidak
berkompeten lagi untuk melakukan kewenangan klinisnya sesuai
standar, masa berlaku surat penugasan klinis telah berakhir atau
adanya surat rekomendasi dari ketua sub komite etik dan disiplin
profesi keperawatan akibat terjadinya pelanggaran yang dilakukan
oleh staf keperawatan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin baik
pelanggaran etik maupun pelanggaran disiplin yang terdiri dari
pelanggaran terhadap standar pelayanan, disiplin profesi
keperawatan atau kebidanan.
4. Sub komite kredensial mengumpulkan bukti dokumen bukti sebagai
bahan
pertimbangan
pemutusan
kewenangan
klinis staf
keperawaratan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin.
5. Sub komite kredensial melaksanakan rapat pleno untuk pembahasan
pertimbangan pemutusan kewenangan klinis bersama dengan
perangkat komite keperawatan, Direktur Pelayanan Medis dan
Keperawatan, bagian SDM, dan bidang keperawatan Rumah Sakit
Universitas Hasanuddin serta perawat/bidang yang bersangkutan.
6. Sub Komite Kredensial membuat rekomendasi pencabutan
kewenangan klinis staf keperawatan kepada ketua komite
keperawatan.
7. Ketua Komite Keperawatan mengajukan surat rekomendasi