Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan antara lain :
1.

Penurunan tekanan uap (P) maltosa (C12H24O12), sukrosa (C12H22O11),


dan natrium klorida (NaCl) berbanding lurus dengn fraksi molnya (X2).

2.

Kenaikan titik didih (Td) baik untuk Td regresi, Td praktek,


maupun Td teori larutan maltosa (C12H24O12), sukrosa (C12H22O11), dan
Natrium klorida (NaCl) berbanding lurus dengan molalitasnya.

3.

Tekanan uap (P) yang tertinggi sampel maltosa pada run IV adalah
0,26323 kPa. Tekanan uap (P) sampel sukrosa yang tertinggi pada run IV
adalah 0,27708 kPa. Tekanan uap (P) sampel Natrium klorida pada run II
adalah 0,60837 kPa.

4.

Tdpraktek sampel maltosa yang tertinggi pada run IV adalah 8 C.


Tdpraktek sampel sukrosa yang tertinggi run IV Td praktek adalah 8 C.
Tdpraktek sampel natrium klorida yang tertinggi run IV Tdpraktek adalah 9 C.

5.

Dari hasil percobaan, kenaikan titik didih larutan elektrolit (Natrium


klorida) lebih tinggi dibandingkan dengan larutan non elektrolit (maltosa
dan sukrosa).

6.

Pada sampel maltosa diperoleh ralat sebesar 14,37%, sampel sukrosa


sebesar 34,13%, dan sampel natrium klorida sebesar 162,6%

5.2 Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan untuk percobaan ini antara lain :
1. Disarankan menggunakan perbedaan konsentrasi larutan sampel yang lebih
signifikan sehingga kenaikan titik didihnya dapat terlihat dengan jelas.
2. Pemanasan air dalam labu distilasi sebaiknya menggunakan heating mantel,
agar pemanasan lebih menyeluruh.
3. Sebaiknya diberi variasi pelarut selain aquadest, misalnya asam asetat sebagai
pembanding.

4. Sebaiknya pengukuran suhu pada saat mendidih dilakukan saat terjadi


gelembung pertama.
5. Disarankan untuk memvariasikan volume pelarut, untuk melihat perbedaan
hasil.