Anda di halaman 1dari 1

Scenario roleplay kelompok 12

Di sebuah kecamatan yang terdiri dari 7 desa dengan 1275 penduduk.Tiga desa berada di
tepi sungai dengan segala aktivitas mereka mulai dari mencuci,menggunakan air untuk
memasak dan sebagainya. Sementara desa yang lainya terdapat di dataran menggunakan sumur
gali sebagai satu-satunya sumber air.Puskesmas Harapan wilayah kerjanya meliput 7 desa
tersebut.
Pada suatu hari, terjadi suasana yang berbeda dari biasanya yang mengakibatkan dokter
yang ada di puskesmas Harapan menyadari bahwa ada kejadian yang menyebabkan masyarakat
di desa tersebut mengalami sakit yang sama.Dalam hari yang sama datang pasien berjumlah 5
orang, mereka mengeluhkan diare yang telah di alami beberapa hari, terdapat 4 orang anak-anak
dan 1 orang dewasa dari 3 desa yang berada di tepi sungai.Kemudian dokter yang ada di
puskesmas itu memberi obat kepada pasien.setelah beberapa hari. kepala puskesmas melihat data
pasien yang mengalami diare, beliau melihat adanya kenaikan penderita diare yang sangat
signifikan dari hari biasanya yang hanya 2 orang pasien diare setiap harinya.Dengan kejadian ini
kepala puskesmas memberi tahu data tersebut kepada pemegang program puskesmas.Pemegang
program puskesmas memerintahkan surveiland-surveilandnya untuk menyelidiki dan mencari
data apakah benar terjadi kenaikan penderita diare pada kecamatan yang khususnya 3 desa yang
berada di tepi sungai.
Terdapat 2 orang surveiland. Surveiland pertama hanya mendata selama 3 hari dan
berniat untuk memberi tahu pemegang program puskesmas dan kepala puskesmas, tapi
kenyataannya surveiland ini langsung menghadap ke kepala desa yang sebelumnya dia tidak
menemui pemegang program dan kepala puskesmas karena tidak berada di tempat .Sementara itu
surveiland kedua mendata penderita diare selama 5 hari yang datanya lebih akurat yang ternyata
memang benar terdapat kenaikan yang signifikan.Surveiland kedua ini memberi data tersebut
kepada pemegang program dan kepala puskesmas.Kepala puskesmas menyadari bahwa data
yang dia lihat sama dengan yang diberikan surveiland dan memberikan data tersebut ke kepala
desa.Kemudian Kepala desa kebingunggan karena beliau mendapat data yang berbeda dan
kepala puskesmas pun memberi tahu bahwa data yang diberikan surleiland pertama itu tidak
akurat.Kepala desa menghubungi Dinkes dan b ersama P2M untuk mensurvei ulang.Beberapa
hari kemudian Dinkes memberi tahu ke Bupati setempat yang selanjutnya juga disampaikan
kepada Menkes.Menkes menyatakan ini kejadian luar biasa yang berpotensi wabah yang
berbahaya bagi masyarakat tersebut.Kemudian Menkes memberi dana dengan keperluan untuk
memberikan penyuluhan serta upaya promotif,preventif, dan rehabilitative kepada masyarakat
yang sudah terkena diare agar kasus diare ini menurun dari sebelumnya.