Anda di halaman 1dari 10

TUGAS TIK

PERTANIAN

DISUSUN OLEH:

WAWAN SULISTIONO
NOVAL RASYID
RIZKY SETIAWAN
RAFAEL
KELAS VII D

SMPN 2 BANGKINANG
TP. 2016/2017

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yg memiliki banyak sumber daya alam khususnya
dalam bidang pertania. Begitu pesatnya perkembangan terknologi di dunia ini, begitu pula
perkembangan teknologi dalam bidang pertanian. Pada zaman sekarang sudah banyak alat
modern yang di gunakan dalam bidang pertanian. Selain untuk menghemat energi manusia
penggunaan teknologi ini juga untuk mengefisiensikan waktu pemanenan, penanaman, dll.
Dalam penggunaan teknologi pertaniaan ini banyak pula dampak yang akan berengaruh
baik pada tanaman itu sendiri ataupun pada tanah. Namun di negara Indonesia penggunaan
teknologi pertanian masih sangat sedikit. Hal yang menyebabkan sedikitnya penggunaan
teknologi ini adalah mahalnya harga paket teknologi pertanian dan sedikitnya lahan yang
dimiliki oleh para petani di indonesia. Di beberapa negara maju sudah banyak petani yang
menggunakan teknologi pertanian yang sangat modern.
Kemajuan dan pembangunan dalam bidang apapun tidak dapat dilepaskan dari kemajuan
teknologi. Revolusi pertanian didorong oleh penemuan mesin-mesin dan cara-cara baru dalam
bidang pertanian. Apabila tidak ada perubahan dalam teknologi maka pembangunan pertanian
pun terhenti. Produksi terhenti kenaikannya, bahkan dapat menurun karena merosotnya
kesuburan tanah atau karena kerusakan yang makin meningkat oleh hama penyakit yang semakin
merajalela.
Sekarang kita berada pada era informasi dimana semua informasi apapun dapat kita
peroleh dengan mudah melalui media-media pendukung informasi seperti internet, televisi,
media cetak, dan lain-lain. Dalam hal ini dunia pertanian pun menggunakan teknologi informasi
untuk mendukung kegiatan pembangunan pertanian berkelanjutan. Teknologi informasi dan
komunikasi memiliki peranan penting dalam mewujudkan pertanian yang modern secara tepat
waktu.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian teknologi pertanian ?
2. Bagaimana perkembangan teknologi pertanian ?
3. Bagaimana dampak negatif dan positif penggunaan teknologi pertanian ?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui apa itu teknologi pertanian.
2. Mengetahui bagaimana pesatnya perkembangan teknologi pertanina.
3. Mengetahui dampak negatif dan positif penggunaan teknologi pertanian

D. Manfaat Penulisan
Makalah ini bermanfaat bagi pembaca untuk mengetahui bagaimana perkembangan
teknologi dalam bidang pertanian.

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian Teknologi Pertanian
Teknologi

Pertanian

adalah

alat,

cara

atau

metode

yang

digunakan

dalam

mengolah/memproses input pertanian sehingga menghasilkan otuput/hasil pertanian sehingga


berdayaguna dan berhasilguna baik berupa produk bahan mentah, setengah jadi maupun siap
pakai.
Teknologi memegang peranan penting dalam pengembangan potensi sumberdaya
tanaman pangan, sumberdaya peternakan dan sumberdaya perikanan. Teknologi yang dihasilkan
dari penelitian dan pengkajian (litkaji) akan menjadi sia-sia jika tidak diaplikasikan di lapangan,
terutama dalam upaya pemberdayaan masyarakat tani. Kondisi di lapangan menunjukkan masih
rendahnya/terbatasnya informasi teknologi yang diterima oleh petani/pengguna baik dari Balai
Penelitian, Balai Pengkajian maupun Perguruan Tinggi. Keberhasilan diseminasi teknologi
pertanian sangat tergantung pada kesesuaian antara informasi teknologi pertanian yang
didiseminasikan dengan yang dibutuhkan serta memperhatikan kebutuhan pengguna. Hasil
penelitian/pengkajian akan kurang bermanfaat apabila tidak diikuti dengan usaha penyebarluasan
informasi baik melalui media cetak, elektronik dan pertemuan, salah satunya Temu Aplikasi
Paket Teknologi Pertanian.
B. Perkembangan Teknologi Pertanian
Indonesia merupakan Negara agrari dengan sumber daya alam yang tinggi, sehingga
potensi pertanian di Indonesia sangat mendukung. Indonesia juga terbentang pada garis
khatulistiwa yang memiliki iklim tropis, kelimpahan sinar matahari yang cukup, tingkat
kelembaban udara yang ideal, serta budaya masyarakat yang mencintai keanekaragaman hayati.
Indonesia pun menjadi lirikan bagi negara-negara asing terutama pada sektor pertanian.
Pertanian merupakan sebuah sektor yang memiliki peranan penting dalam kehidupan
manusia. Karena inilah yang menjadi dasar penyedia sandang, pangan, dan papan dalam
menjalankan kehidupan. Selain itu di Indonesia, sektor pertanian menjadi tumpuan kehidupan
masyarakat pada umumnya, karena Indonesia merupakan negara agraris. Akibatnya banyak
warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai petani.

Dalam sektor pertanian ini, peran teknologi sangat diperlukan untuk keberhasilan
produktivitas usaha tani yang dihasilkan. Apalagi seiring bertambahnya jumlah penduduk,
ototmatis kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan akan semakin meningkat. Terlebih
kebutuhan akan pangan. Sebab tanpa pangan, masyarakat tidak akan dapat hidup. Serta bagus

tidaknya ketahanan pangan suatu negara itu dapat menjadi indikator keberhasilan suatu negara.
Hal ini membuat dunia pertanian harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan pangan
dunia tersebut. Tahap demi tahap dilakukan supaya produksi yang dihasilkan dapat memuaskan.
Sekarang kita berada pada era informasi dimana semua informasi apapun dapat kita peroleh
dengan mudah melalui media-media pendukung informasi seperti internet, televisi, media cetak,
dan lain-lain. Dalam hal ini dunia pertanian pun menggunakan teknologi informasi untuk
mendukung kegiatan pembangunan pertanian berkelanjutan. Teknologi informasi dan
komunikasi memiliki peranan penting dalam mewujudkan pertanian yang modern secara tepat
waktu.
Pada saat ini penguasaan terhadap teknologi informasi semakin menguat. Kini teknologi
informasi merupakan hal mutlak yang tidak bisa ditawar lagi. teknologi informasi diyakini
sebagai alat pengubah untuk memperoleh kemudahan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari dan
selanjutnya memperoleh manfaat yang sangat banyak dari teknologi informasi. Teknologi
informasi mempunyai peranan yang vital dalam segala bidang, salah satunya pada bidang
pertanian. Maka dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan baik maka pertanian di
Indonesia akan lebih maju.
Dunia pertanian pada zaman sekarang bergantung pada teknologi informasi baik dalam
bentuk apapun. Petani Indonesia membutuhkan informasi yang berkaitan dengan dunia
pertanian. Informasi-informasi tersebut dapat di peroleh dengan mudahnya pada era informasi ini
melalui media-media yang sudah tersebar di masyarakat luas. Informasi-informasi hasil
penelitian dan inovasi dalam bidang pertanian membantu upaya peningkatan produksi komoditas
pertanian, sehingga tercapailah pembangunan pertanian yang diharapkan. Informasi dan
pengetahuan tentang pertanian akan menjadi pemicu dalam menciptakan peluang untuk
pembangunan pertanian dan ekonomi sehingga terjadi pengurangan angka kemiskinan.
Teknologi informasi dan komunikasi membantu memberikan informasi yang relevan dan tepat
waktu sehingga memudahkan petani untuk mengambil keputusan dalam sebuah peluang dan
menghasilkan produk yang maksimal.
Dalam dunia pertanian komunikasi sangatlah penting dalam membentuk jaringan antar
petani maupun antar instansi yang mendukung pembangunan pertanian.Masalah produksi
komoditas pertanian yang sama antar daerah yang menjadikan mutu harga dari komoditas hasil
pertanian tersebut kini tidak lagi menjadi masalah karena adanya komunikasi yang terjalin antar
petani di daerah lain. Sehingga petani dapat mengambil keputusan yang terbaik dalam
pengelolaan lahan pertaniannya. Begitu pun juga dengan masalah-masalah lain yang dapat di
atasi dengan berkomunikasi antar satu dengan yang lainnya.

Maka dari itu, untuk mengelola usaha taninya, para petani memerlukan berbagai informasi
di bidang pertanian, seperti: kebijakan pemerintah, hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu,
pengalaman petani lain, serta informasi terkini mengenai prospek pasar yang berkaitan dengan
sarana produksi dan produk pertanian. Sumber-sumber informasi tersebut bisa mereka dapatkan
salah satunya dengan mengakses internet. Dengan mengakses internet, para petani bisa
mendapatkan berbagai informasi mengenai pertanian. Tidak hanya itu, mereka juga dapat
mengetahui informasi terkini mengenai prospek pasar internasional yang berhubungan dengan
sarana produksi dan produk pertanian. Namun, pemerintah wajib pula unutk memberikan
penyuluhan kepada para petani dalam mewujudkan produksi serta produk-produk pertanian yang
berkualitas.
Di dalam internet terdapat banyak sekali informasi-informasi yang tersedia. Baik dari
berita, artikel, dan masih banyak lagi. Informasi yang tersedia berasal dari banyak sumber yang
berbeda-beda. Begitu juga informasi tentang pertanian. Banyak informasi-informasi yang sudah
tersedia di dunia maya ini. Internet memberikan infomasi kepada petani tentang cara penanaman,
pemupukan, pemeliharaan tanaman dan hewan, ramalan iklim, irigasi dan harga pasaran. Internet
juga membantu petani dalam kooperasi.
Internet memberi informasi kepada para petani dalam pemeliharaan tanaman dan hewan,
pemberian pupuk, irigasi, ramalan cuaca dan harga pasaran. Manfaat internet menguntungkan
para petani dalam hal kegiatan advokasi dan kooperasi.
Internet juga bermanfaat untuk mengkoordinasikan penanaman agar selalu ada persediaan
di pasar, lebih teratur dan harga jual normal. Jika para petani memerlukan informasi khusus yang
tidak dapat segera dilayani para petugas penyuluhan pertanian, maka mereka bisa mendapatkan
informasi tersebut dari internet.
Teknologi Informasi juga berperan terhadap pemasaran hasil pertanian, berbagai macam
bisnis saai ini sudah semakin adaptif terhadap kemajuan teknologi informasi. Pola bisnis
konvensional sudah tidak terlalu sering dilakukan dan cenderung bergerak ke arah bisnis dengan
memasarkan produknya ke dunia maya seperti pemasaran melalui media web, transaksi online,
bahkan pemasaran melalui jejaring sosial. Pemasaran produk pertanian melalui internet tentunya
lebih ekonomis daripada secara konvensional. Para petani dapat dengan mudah mengetahui
kebutuhan pasar. Petani dapat mengkoordinasikan penanaman sehingga ketersediaan di pasar
selalu ada dan stabil serta harga jual normal. Dengan berkomunikasi secara cepat, petani dapat
menjual hasil pertaniannya secara cepat pula.

Permintaan terhadap produk-produk pertanian tidak akan pernah berhenti selagi manusia
masih membutuhkan pangan, dan akan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan
penduduk yang semakin meningkat pula.Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang,
dan Korea sudah banyak petani-petani yang memasdarkan hasil pertaniannya melalui internet.
Mereka dapat memantau pemasaran melalui website yang khusus dibuat untuk proses jual beli.
Mereka dengan mudah memasarkan hasil pertaniannya ke seluruh dunia dan biasa melakukan
transaksi dengan cara transfer, maka sangat canggih, praktis, dan tentunya lebih ekonomis, serta
efisien. Tak hanya untuk produksi. Ponsel, tanpa dukungan koneksi internet sekalipun, juga bisa
digunakan untuk memudahkan petani memasarkan hasil pertanian.
Dalam pertanian berskala besar, teknologi informasi dan komunikasi sangat membantu
dalam proses pembangunannya. Salah satu diantara contohnya adalah menggunakan program
untuk membantu pemetaan bidang lahan pertanian. Dengan begitu petani dapat dengan mudah
memprakirakan atau menganalisis hasil produksi pertaniannya, mengetahui arah penterbukan,
mengetahui denah penyabaran penyakit, dan lain-lain. Dalam contoh lain yaitu menggunakan
pesawat untuk proses pemupukan dalam skala besar dan luas yang didalamnya menggunakan
mesin otomasi penyemprot pupuk dan dirancang sesuai kebutuhan. Pesawat tersebut juga
dilengkapi dengan kamera sensor untuk melihat kondisi lahan pertaniannya dan petani
mengetahui informasi-informasi yang didapat melalui proses berlangsungnya pertanian tersebut
tanpa harus terjun langsung di lapangan. Contoh tersebut juga salah satu manfaat dari
berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi di dunia ini.
Teknologi informasi akan semakin penting peranannya dalam mendukung pembangunan
pertanian yang berkelanjutan. Meskipun biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastuktur
Nasional TIK besar, tetapi kerugian bila tidak melakukannya akan jauh lebih besar lagi.
Selain memberikan informasi, teknologi informasi juga dapat membantu jalannya
penyuluhan pertanian. Karena pada zaman sekarang tidak ada kegiatan yang tidak menggunakan
teknologi walaupun teknologi hanya sekedar mencari informasi untuk diri sendiri ataupun
mencari informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat.
Sejak menggunakan teknologi sebagai media informasi bagi petani, aktivitas penyuluhan
pertanian menjadi berubah. Selain dari informasi yang disampaikan menarik yang dapat
menumbuhkan motivasi juga kegiatan banyak dilakukan langsung oleh petani itu sendiri
sehingga

menimbulkan

kedisiplinan

terhadap

diri

petani

itu

sendiri.

Kita perlu menentukan prioritas penerapan tekologi informasi di bidang pertanian agar
memberikan hasil yang maksimal. Kita juga perlu membangun kemampuan untuk mengadaptasi,

memelihara, melakukan penyesuaian dan mengkonfigurasi ulang solusi TIK yang ada agar
menjawab kebutuhan di bidang pertanian.
Seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya petani dan pelaku pertanian serta
kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta pertimbangan efektivitas dan efisiensi
penyeberluasan informasi, salah satu solusi ditawarkan dalam rangka mengatasi persoalan
transfer

teknologi

dan

pengetahuan

pertanian

adalah

pemanfaatan

information

and

communication technologies (ICTs) yang untuk penyuluhan pertanian dikenal dengan sebutan
cyber extension yang merupakan penggunaan jaringan on-line, computer dan digital
interactive multimedia untuk memfasilitasi diseminasi teknologi pertanian. Model ini dipandang
sangat strategis karena mampu meningkatkan akses informasi bagi petani, petugas penyuluh,
peneliti baik di lembaga penelitian maupun maupun di universitas serta para manajer
penyuluhan. Selain menggunakan cyber extension penyuluhan pertanian saat ini juga
menggunakan multiple information system bagi masyarakat pedesaan untuk mendukung usaha
dan

bisnis

pertanian

serta

perbaikan

ekonomi

rumahtangga

pedesaan.

Dengan adanya teknologi yang digunakan dalam penyuluhan pertanian diharapkan dapat
meningkatkan layanan penyuluhan pada aktivitas petani dalam menyediakan inovasi pertanian
yang semakin advance dan membantu petugas penyuluhan pertanian dengan memainkan peran
yang mengkoordinasi unsur pertanian di daerah agar dapat menjalin kerjasama dengan pihakpihak atau otoritas terkait.
Betapa berpengarunya teknologi informasi dan komunikasi yang dikembangkan didalam
bidang pertanian khususnya supaya mepermudah proses berjalannya pertanian dan meningkatkan
hasil yang bekualitas. Petani kini tidak lagi terpuruk kedalam keterbelakangan dalam
pembangunan pertanian dunia, tetapi petani bisa menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang berkualitas dan modern.
Begitu banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi dari berbagai aspek. Dalam dunia pertanian, teknologi informasi memberikan
banyak manfaat yang sangat membantu dalam terbantuknya proses pembangunan pertanian.
Harapan masyarakat luas dalam memenuhi kebutuhan pangan dapat terbantu dengan adanya
teknologi informasi dan komunikasi dalam pertanian.
Dengan ini salah satu tujuan Negara Indonesia yaitu Memajukan kesejahteraan umum
akan terealisasikan dengan masyarakat yang adil dan makmur. Kebutuhan pangan dapat
terpenuhi dan berkembangnya sektor pertanian di Indonesia. Indonesia sebagai Negara agrari
bisa menjadi panutan bagi Negara Negara lain.

Harapannya teknologi informasi dan komunikasi ini dapat digunakan oleh sebanyak
mungkin petani Indonesia atau bahkan para petani di dunia agar produktivitas tani mereka
meningkat, dan dijadikan sebagai alat pengembangan pertanian, demikian pula untuk
kesejahteraan hidupnya.
C. Dampak Negatif dan Positif Teknologi Pertanian
1.
Dampak Positif
Pengolahan lahan yang luas membuat para petani memerlukan waktu yang lama tanpa
adanya teknologi. Orang dapat menghabiskan waktu 1 hari dalam mengolah lahan pertanian
seluas 3 hetar. Namun dengan adanya teknologi petani akan lebih mudah dan cepat dalam
mengolah lahan mereka. Contohnya saja dengan mengunakan mesin traktor. Dulu belum ada
mesin traktor yang ada hanyalah mereka menggunakan bantuan hewan seperti kerbau dan sapi
untuk menarik garu atau yang lebih sederhana lagi hanya menggunakan cangkul. Itulah yang
membuat mereka lama dalam mengolah lahan mereka. Selain dari segi waktu yang pastinya lebih
hemat penggunaan teknologi juga hasil yang diperoleh oleh petani lebih beragam produk dan
lebih melimpah. Dulu petani biasa menanam jagung biasa, sekarang dengan cara pengawinan
tanaman (jagung) dapat menghasilkan jagung hibrida yang lebih banyak hasil dan lebih menarik
bentuk fisik dari jagung tersebut. Dan masih banyak lagi tentunya keuntungan-keuntugan dari
penggunaan tekologi.
2.

Dampak Negatif

Buah yang alami merupakan sumber vitamin dan gizi yang sangat baik untuk tubuh.
Ketika zaman dahulu nenek moyang kita menanam tanaman cabe maupun tomat dan sayuran
lainya dengan cara menyiramnya setiap hari dan memberi pupuk kompos, sekarang karena
karena kondisi tanah tidak sama seperti dulu maka harus menyiraminya dengan pompa dan
sekarang hama tanaman yang bermacam-macam maka di gunakanlah pertisida guna mengusir
serta membunuh hama tanaman. Penggunaan pestisida merupakan bukti kemajuaan teknologi,
tapi tahukah anda bahwa pestisida yang menempel di buah lalu dimakan pastinya akan sangan
berbahaya bila dikosumsi secara rutin. Selain itu penggunaan pestisida juga akan mebuat hama
yang belum jadi terbunuh menjadi laebih kuat. Dampak lain dari penggunaan teknologi ialah
biaya yang relatif tinggi. Dengan biaya tinggi tentu nilai jual dari hasil panen akan tinggi dan hal
ini tidak baik untuk para penduduk yang masih kurang mampu. Apalagi bila hasil panen yang
mahal adalah bahan kebutuhan pokok dari penduduk seperti padi dan cabe. Penduduk kurang
mampu akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok. Mengenai dampak negatif dari peran
teknologi masih banyak lagi.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Semua hal dalam perkembangan teknologi pertanian mempunyai dampak yang bisa
merugikan kepada lingkungan dan makhluk hidup.Dampak penggunaan mesin pengolah
tanah/traktor yaitu bisa berupa dampak pada kebisingan, dan dampak pada udara,
Dampak penggunaan pupuk kimia dan pestisida yaitu berupa dampak pada pencemaran
tanah dan air, bisa berupa kemasaman (PH) tanah yang lebih yang bisa berpengaruh pada
kesuburan tanah, dampak pada kesehatan yang diakibatkan penggunaan pestisida yang
menempel pada tanaman yang akhirnya ketika dipanen pestisida itu terbawa pada tanaman.
B. Saran
Agar lingkungan tetap terjaga khususnya lingkungan pertanian hendaklah selalu
memperhatikan keseimbangan ekosistem yang ada didalamnya.Supaya tidak terjadi kerusakan
yang fatal akibat penggunaan teknologi dalam bidang pertanian, hendaklah manusia
mempersiapkan solusi-solusi yang bisa mengurangi dampak kerusakan pada lingkungan akibat
penggunaannya. Karena tidak bisa dipungkiri lagi, setiap penggunaan teknologi pengembang
pertanian pastinya akan ada dampak buruk yang akan dirasakan. Serta kurangi penggunaan
pupuk kimia dan pestisida supaya keseimbangan ekosisem tertap terjaga, gunakan lah pupuk
kimia dan pestisida sekedarnya jangan jadikan pupuk kimia dan pestisida sebagai bahan utama
dalam menyuburkan tanaman.