Anda di halaman 1dari 3

Program biosecurity, menurut pendapat Hadi (2010), adalah upaya

membebaskan keberadaan penyebab penyakit, memberantas dan mengendalikan


penyakit, memberikan kondisi lingkungan yang layak bagi kehidupan ternak,
mengamankan keadaan produk yang dihasilkan, mengurangi risiko bagi
konsumen, serta memberi pengamanan terhadap karyawan yang terlibat dalam
usaha peternakan. Aspek biosecurity bagi industri peternakan ayam sangat
penting, mengingat cara pemeliharaannya yang dikandangkan dan dipelihara
dalam jumlah yang banyak, sehingga ayam rentan terhadap ancaman berbagai
macam penyakit baik yang menular maupun tidak menular.
Biosecurity terdiri atas tiga komponen, yaitu biosecurity konseptual,
biosecurity struktural, dan biosecurity operasional. Biosecurity konseptual adalah
biosecurity yang menjadi dasar dari seluruh program pencegahan penyakit yang
terdiri atas pemilihan lokasi peternakan yang cukup jauh dari pemukiman warga,
pemisahan unggas berdasarkan umur, kontrol kepadatan populasi dan kontak
dengan unggas liar, serta penetapan lokasi khusus untuk gudang pakan.
Biosecurity struktural meliputi hal-hal yang berhubungan dengan tata letak
peternakan, pemagaran area peternakan, pembuatan saluran limbah, penyediaan
sarana dekontaminasi, penyimpanan pakan, ruang ganti pakaian, dan penyediaan
peralatan kandang. Biosecurity operasional merupakan terdiri atas prosedur
pencegahan kejadian dan penyebaran penyakit dalam peternakan yang terdiri atas
tiga hal pokok, yaitu pengaturan lalu lintas dari dalam maupun luar peternakan,
dan desinfeksi (Sudarisman 2004).
Biosecurity konseptual, struktural, dan operasional yang dilakukan oleh PT
Charoen Pokphand Indonesia Farm 1 Subang sudah berjalan dengan baik.
Keadaan ini didukung dengan lokasi peternakan yang cukup jauh dari pemukiman
warga, pencegahan masuknya unggas liar ke dalam kandang, pemagaran daerah
kandang, pembatasan akses keluar masuk individu di dalam area peternakan,
penyediaan peralatan dekontaminasi, instalasi penyimpanan pakan dan obat, ruang
ganti pakaian dan peralatan kandang, praktik sanitasi, serta prosedur manajemen
untuk mencegah kejadian penyebaran penyakit.
Biosecurity yang terdapat di PT. Charoen Pokphand Indonesia Farm 1
Subang terbagi menjadi 4 zona yaitu zona 1, zona 2, zona 3, dan zona 4. Zona 1
merupakan area bebas yang terdiri atas gerbang utama, tempat parkir, dan pos
satpam. Zona 2 merupakan area bebas terbatas yang terdiri atas kantor, gudang
telur, dan unit teknik. Zona 3 merupakan area terbatas yang terdiri atas pos jaga
kandang, gudang pakan, dan gudang kandang. Zona 4 merupakan area dalam
kandang.
Zona 1 terdiri atas gerbang utama, tempat parkir, dan pos satpam. Orang
maupun benda dari zona 1 yang akan masuk ke zona 2 harus melalui proses
sanitasi dan desinfeksi. Kendaraan yang bukan berasal dari peternakan akan
dilakukan desinfeksi awal dengan menyemprot ban kendaraan menggunakan air
kemudian disemprot desinfektan. Setelah dilakukan desinfeksi ban, kendaraan
ditempatkan dalam ruang spray kendaraan untuk dilakukan desinfeksi secara
menyeluruh. Setelah kendaraan selesai didesinfeksi, gerbang otomatis akan
terbuka sehingga kendaraan dari zona 1 dapat masuk ke zona 2. Karyawan dan
tamu dari zona 1 yang akan masuk ke zona 2 harus melakukan sanitasi personal
dengan mandi di ruang shower, kemudian berganti pakaian dengan pakaian yang
telah disediakan oleh pihak farm. Barang yang dibawa oleh karyawan dan tamu

dari zona 1 dimasukkan kedalam ultraviolet box. Tujuan dari penggunaan


ultraviolet box ini adalah desinfeksi barang menggunakan radiasi ultraviolet.
Zona 2 terdiri atas kantor, gudang telur, dan unit teknik. Kegiatan yang
dilaksanakan di zona 2 meliputi kegiatan administratif, penerimaan tamu,
pengumpulan dan pengemasan telur, serta unit teknik yang meliputi kontrol
pasokan listrik dan kerusakan alat-alat elektronik yang digunakan di dalam
peternakan. Pakaian yang dikenakan oleh karyawan dan tamu di zona 2 berwarna
kuning dan sandal berwarna oranye. Orang maupun benda dari zona 2 yang akan
masuk ke zona 3 juga harus melalui proses sanitasi dan desinfeksi. Karyawan dan
tamu dari zona 2 yang akan masuk ke zona 3 harus melakukan sanitasi personal
dengan mandi di ruang shower, kemudian berganti pakaian dengan pakaian yang
telah disediakan oleh pihak farm. Barang yang dibawa oleh karyawan dan tamu
dari zona 2 dimasukkan kedalam ultraviolet box untuk didesinfeksi menggunakan
radiasi ultraviolet.
Desinfektan yang digunakan PT. Charoen Pokphand Indonesia Farm 1
Subang untuk spray kendaraan dan mandi karyawan peternakan adalah
Bestaquam dengan dosis 1:1000. Bestaquam merupakan desinfektan
berspektum luas dengan bahan aktif Di-decyl-di-Methylammonium bromida.
Bahan aktif ini bekerja membunuh agen penyakit dan tetap stabil walaupun
disimpan dalam waktu yang lama. Penggunaan dengan konsentrasi yang sangat
kecil (1:1000) membuat Bestaquam juga aman untuk kulit manusia serta aman
bagi lingkungan sehingga tidak diperlukan pengolahan limbah cair bekas spray
kendaraan dan mandi karyawan.
Zona 3 terdiri atas pos jaga kandang, gudang pakan, gudang kandang, serta
lingkungan sekitar kandang. Kegiatan yang dilaksanakan di zona 3 meliputi
kegiatan kontrol peralatan elektronik yang digunakan dalam kandang,
penyimpanan dan transportasi pakan ayam, desinfeksi dan penyimpanan
sementara telur, desinfeksi lingkungan, dan kontrol hama. Pakaian yang
dikenakan oleh karyawan dan tamu di zona 3 berwarna cokelat dan sepatu boots
berwarna hijau. Desinfeksi telur yang dilakukan di zona 3 adalah dengan
melakukan fumigasi terhadap telur menggunakan formalin yang direaksikan
forcent fumigant dengan dosis 120 mL formalin dan 60 gram forcent fumigant.
Kegiatan desinfeksi lingkungan kandang dilakukan dengan penyemprotan
area lingkungan sekitar kandang menggunakan campuran dari 2 liter formalin, 20
liter Rambo (pestisida rumput) yang dilarutkan dalam air sehingga menjadi 200
liter campuran formalin, Rambo, dan air. Penyemprotan dilakukan sebanyak
seminggu sekali di sekitar kandang. Tindakan ini dilakukan untuk mengendalikan
jumlah serangga yang berada di udara sekitar kandang maupun serangga yang
bersarang di rumput sekitar kandang. Kegiatan pengendalian hama juga dilakukan
untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit. Pengendalian terhadap hama tikus
dilakukan menggunakan rodentisida Contrac yang berbahan aktif Bromadiolon
0,005%. Pengendalian terhadap ektoparasit, khususnya lalat, dilakukan dengan
menaburkan Agita yang mengandung Tiametoksam pada area gudang kandang.
Zona 4 merupakan area dalam kandang. Kegiatan yang dilaksanakan di
zona 4 meliputi kegiatan pemeliharaan ayam sekaligus area produksi telur.
Pakaian yang dikenakan oleh karyawan di zona 4 berwarna biru dan sepatu boots
berwarna putih. Sebelum memasuki kandang, setiap karyawan wajib melakukan
spray tangan dengan alkohol 70% serta melakukan dipping boots ke dalam kapur

untuk mencegah terjadinya kontaminasi ke dalam area pemeliharaan. Zona 4 juga


memberlakukan sistem isolasi untuk ayam yang sakit dan ayam yang kalah saing
dalam mencari pakan. Sistem isolasi tersebut diaplikasikan dengan pembuatan pen
macan yang diletakan di pen kedua dan pen kelima pada setiap kandang.
Hadi UK. 2010. Pelaksanaan Biosekuritas pada Peternakan Ayam. Bogor (ID):
IPB Press.
Sudarisman. 2004. Biosekuritas dan Program Vaksinasi. Zainuddin D, Wibawan
WT, editor. Biosekuriti dan Manajemen Penanganan Penyakit Ayam Lokal.
[Diunduh 2016 Oktober 27]. Tersedia pada www.peternakan.
litbang.deptan.go.id/attachments/biosekuriti_ayamlokal.pdf.