Anda di halaman 1dari 6

Infark Miokard

SPO

NO Dokumen
NO. Revisi
TanggalTerbit
Halaman

PUSKESMAS
PEKUNCEN

:
:
:
:

Dr. Teguh Ariyanto. MPH

KABUPATEN
BANYUMAS

NIP.197502212008011004

1. Pengertian
No. ICPC-2 : K75 Acute Myocardial Infarction
No. ICD-10 : I21.9 Acute Myocardial Infarction, Unspecified
Tingkat Kemampuan 3B
Infark miokard (IM) adalah perkembangan cepat dari nekrosis otot jantung yang
disebabkan oleh ketidakseimbangan kritis antara suplai oksigen dan kebutuhan
miokardium. Umumnya disebabkan ruptur plak dan trombus dalam pembuluh darah
koroner dan mengakibatkan kekurangan suplai darah ke miokardium.
2. Tujuan
Semua pasien Infark Miokard yang datang ke Puskesmas Somagede mendapatkan
pelayanan yang sesuai dengan prosedur
3. Kebijakan
SK Nomor : . Tentang

4. Referensi
1. KEPUTUSAN

MENTERI

KESEHATAN

REPUBLIK

INDONESIA NOMOR

HK.02.02/MENKES/514/2015 TENTANG PANDUAN PRAKTIK KLINIS BAGI


DOKTER DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
2. Panduan Pelayanan Medik, PAPDI, 2009 (Departemen Ilmu Penyakit Dalam
FKUI RSCM, 2004)
3. Isselbacher, J Kurt. Harrison Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam Edisi 13
Volume 3. Jakarta: EGC.2000 (Isselbacher, 2000)
4. ORouke., Walsh., Fuster. Hursts The Heart Manual of Cardiology.12th
Ed.McGrawHill.2009. (Isselbacher, 2000)
5. Sudoyo, W. Aaru, Bambang Setiyohadi. Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Jakarta:
FKUI.2007. (Sudoyo, et al., 2006))

5. Prosedur

Dr. Teguh Ariyanto. MPH

Infark Miokard
PUSKESMAS

NIP.197502212008011004

PEKUNCEN
SPO

NO Dokumen

NO. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

Hasil Anamnesis (Subjective)


Keluhan
1. Nyeri dada retrosternum seperti tertekan atau tertindih benda berat.
2. Nyeri menjalar ke dagu, leher, tangan, punggung, dan epigastrium. Penjalaran ke
tangan kiri lebih sering terjadi.
3. Disertai gejala tambahan berupa sesak, mual, muntah, nyeri epigastrium, keringat
dingin, dan cemas.

Faktor Risiko
Yang tidak dapat diubah:
1. Usia
Risiko meningkat pada pria diatas 45 tahun dan wanita diatas 55 tahun (umumnya
setelah menopause)
2. Jenis kelamin
Morbiditas akibat penyakit jantung koroner (PJK) pada laki-laki dua kali lebih besar
dibandingkan pada perempuan, hal ini berkaitan dengan estrogen endogen yang
bersifat protektif pada perempuan. Hal ini terbukti insidensi PJK meningkat dengan
cepat dan akhirnya setara dengan laki-laki pada wanita setelah masa menopause.
3. Riwayat keluarga
Riwayat keluarga PAK (Penyakit Arteri Koroner) dini yaitu ayah usia < 55 tahun dan ibu
< 65 tahun.
Yang dapat diubah:
1. Mayor
a. Peningkatan lipid serum

Dr. Teguh Ariyanto. MPH

Infark Miokard
PUSKESMAS

NIP.197502212008011004

PEKUNCEN
SPO

NO Dokumen

NO. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

b. Hipertensi
c. Merokok
d. Konsumsi alkohol
e. Diabetes Melitus
f. Diet tinggi lemak jenuh,kolesterol dan kalori
2. Minor
a. Aktivitas fisik kurang
b. Stress psikologik
c. Tipe kepribadian

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang (Objective)


Pemeriksaan Fisik
1. Pasien biasanya terbaring dengan gelisah dan kelihatan pucat
2. Hipertensi/hipotensi
3. Dapat terdengar suara murmur dan gallop S3
4. Ronki basah disertai peningkatan vena jugularis dapat ditemukan pada AMI yang
disertai edema paru
5. Dapat ditemukan aritmia

Pemeriksaan Penunjang
EKG:

Dr. Teguh Ariyanto. MPH

Infark Miokard
PUSKESMAS

NIP.197502212008011004

PEKUNCEN
SPO

NO Dokumen

NO. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

1. Pada ST Elevation Myocardial infarct (STEMI), terdapat elevasi segmen ST diikuti


dengan perubahan sampai inversi gelombang T, kemudian muncul peningkatan
gelombang Q minimal di dua sadapan.
2. Pada NonST Elevation Myocardial infarct (NSTEMI), EKG yang ditemukan dapat
berupa depresi segmen ST dan inversi gelombang T, atau EKG yang normal.

Penegakan Diagnostik(Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang.
Kriteria diagnosis pasti jika terdapat 2 dari 3 hal di bawah ini:
1. Klinis: nyeri dada khas angina
2. EKG: ST elevasi atau ST depresi atau T inverted.
3. Laboratorium: peningkatan enzim jantung

Klasifikasi
1. STEMI
2. NSTEMI/UAP

Diagnosis Banding
Angina pektoris prinzmetal, Unstable angina pectoris, Ansietas, Diseksi aorta,
Dispepsia, Miokarditis, Pneumothoraks, Emboli paru
Komplikasi
1. Aritmia letal

Dr. Teguh Ariyanto. MPH

Infark Miokard
PUSKESMAS

NIP.197502212008011004

PEKUNCEN
SPO

NO Dokumen

NO. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

2. Perluasan infark dan iskemia paska infark


3. Disfungsi otot jantung
4. Ruptur miokard

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
Segera rujuk setelah pemberian :
1. Oksigen 2-4 liter/menit
2. Nitrat, ISDN 5-10 mg sublingual maksimal 3 kali
3. Aspirin, dosis awal 320 mg dilanjutkan dosis pemeliharaan 1 x 160 mg
4. Dirujuk dengan terpasang infus dan oksigen

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan


EKG serial
Konseling dan Edukasi
1. Edukasi untuk kemungkinan kegawatan dan segera dirujuk
2. Modifikasi gaya hidup

Kriteria Rujukan
Segera dirujuk ke layanan sekunder dengan spesialis jantung atau spesialis penyakit
dalam.

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai
diberlakukan
Dr. Teguh Ariyanto. MPH

Infark Miokard
PUSKESMAS

NIP.197502212008011004

PEKUNCEN
SPO

NO Dokumen

NO. Revisi

TanggalTerbit

Halaman

Peralatan
1. Tabung oksigen
2. Masker oksigen
3. Elektrokardiografi

Prognosis
Prognosis umumnya dubia, tergantung pada pada tatalaksana dini dan tepat.
6. Diagram Alur

7. Unit Terkait

8. Rekaman Historis Perubahan