Anda di halaman 1dari 26

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI

INTERPERSONAL TERHADAP KINERJA KERJA


KARYAWAN DI PT.GUDANG GARAM.TBK WILAYAH
CEMPAKA PUTIH JAKARTA

Proposal Skripsi
Diajukan Sebagai Persyaratan Untuk Melaksanakan Skripsi Pada Jurusan
Managemen SDM

Oleh :
Diana (2013052349)

Program Studi Managemen


Fakultas Ekonomi
Universitas Pamulang
2016

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga penulis mampu menyelesaikan
skripsi yang berjudul PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN
KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN
PADA PT.GUDANG GARAM TBK
Proposal skripsi ini di buat sebagai akhir dari rangkaian pembelajaran
sekaligus sebagai salah satu syarat untuk menempuh ujian sarjana di Fakultas
Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Pamulang.
Penulis menyadari bahwa penyusunan Proposal skripsi ini tidak akan
terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan baik moril maupun materil dari
berbagai pihak. Oleh karna itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan
ucapan terima kasih kepada semua atas dukungannya.

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah................................................................................1
B. Identifikasi Masalah......................................................................................4
C. Batasan Masalah...........................................................................................4
D. Rumusan Masalah.........................................................................................5
E. Tujuan Penelitian..........................................................................................6
F.

Manfaat Penelitian........................................................................................6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................8


A. Landasan Teori..............................................................................................8
I.

Gaya Kepemimpinan.................................................................................8

II.

Komunikasi interpersonal.......................................................................10

III. Kinerja Karyawan...................................................................................11


B. Kerangka Pemikiran....................................................................................14
C. Hipotesis Penelitian.....................................................................................15
BAB III METODOLOGI PENELITIAN..............................................................16
A. Rancangan Penelitian..................................................................................16
B. Tempat dan Waktu.......................................................................................17
C. Populasi dan Sampel...................................................................................17
1.

Populasi...................................................................................................17

2.

Sampel.....................................................................................................17

D. Jenis dan Sumber Data................................................................................18


iii

1.

Jenis Data................................................................................................18

2.

Sumber Data............................................................................................18

E. Teknik Pengumpulan Data..........................................................................19


F.

Analisis Data...............................................................................................22

G.

Instrumen Penelitian................................................................................24

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................26

iv

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Menginjak era globalisasi dan dalam menyongsong era persaingan
pasar bebas dunia, maka sikap profesionalisme dari komponen yang terkait
dalam suatu organisasi mutlak dibutuhkan. Untuk itu adanya SDM
(Sumber daya manusia) yang berkualitas sangat berperan dalam menjawab
berbagai tantangan itu demi mensukseskan tujuan akhir suatu organisasi,
karena pengembangan sumber daya manusia ikut mempengaruhi aspek
aspek atau bidangbidang lainnya, seperti misalnya bagaimanapun besar
atau kayanya sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tanpa didukung
dengan sumber daya manusia yang berkualitas tentu saja tidak akan
mencapai hasil yang optimal.
Pengembangan sumber daya manusia di dalam organisasi, maka
perlu

penanganan

yang

serius

didalam

pengelolaannya.

Peranan

manajemen semakin penting artinya dalam upaya meningkatkan efisiensi


suatu organisasi. Salah satu cara untuk mencapai efisiensi ini adalah
dengan membina dan memanfaatkan sumber daya manusia agar dapat
menghasilkan karyawan yang berkualitas tinggi, sehat fisik dan mental,
serta memiliki ketrampilan yang tinggi.
Pimpinan sebuah perusahaan atau sebuah instasi pemerintah
menjadi salah satu kompenen yang penting. Pimpinan harus menjadi suatu
contoh yang baik bagi para karyawannya. Sifat kepemimpinan yang
penting dan umum bagi setiap pemimpin seperti pemimpin harus
mempunyai integritas kecerdasan dan 2 pengetahuan yang luas, rasa
1

simpati terhadap karyawannya, kesungguhan didalam melaksanakan tugas


dan tanggung yang telah diberikan, dan kesadaran akan dirinya bahwa dia
adalah seorang pemimpin. Karena pemimpin merupakan sumber daya
kunci dalam organisasi manapun. Pimpinan yang efektif akan menjadi
penentu bagi hidup mati dan maju mundurnya sebuah perusahaan atau
organisasi. Tanpa kepemimpinan suatu organisasi hanyalah suatu
kekacauan manusia dan mesin. Keadaan seperti ini menuntut adanya
pemimpin perusahaan yang berkualitas dan mampu mengantisipasi
perkembangan jaman. Sesuai dengan perkembangan tersebut maka gaya
kepemimpinana juga mengalami perubahanperubahan baik kekuatannya,
kepandaian, kekayaan, kejiwaan dan sebagainya.
Faktor komunikasi juga mempunyai peran yang penting dalam
menjaga disiplin kerja karyawan, komunikasi merupakan suatu hal yang
sangat penting didalam manajemen organisasi. Sebagaimana yang
dijelaskan oleh Handoko (2012:271) Manajemen sering mempunyai
masalah tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasi yang efektif
adalah penting bagi para pimpinan organisasi, paling tidak untuk dua
alasan. Pertama, komunikasi adalah proses melalui mana fungsi-fungsi
manajemen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan
dapat tercapai. Kedua, komunikasi adalah kegiatan untuk mana para
pimpinan organisasi mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka.
Komunikasi interpersonal yang dilakukan untuk pihak yayasan
atau organisasi dapat berhasil apabila disampaikan sesuai dengan
kebutuhan karyawan. Apabila kebutuhan itu dapat terpenuhi oleh

komunikator dalam hal ini pimpinan organisasi, maka usaha untuk dapat
mempengaruhi pendapat setiap karyawan dan tujuan lain karyawan akan
berhasil sesuai dengan kehendak komunikasi.
Disamping itu komunikasi interpersonal akan banyak membawa
manfaat, diantaranya menyebabkan produktivitas kerja pimpinan dan
melatih bawahan untuk berinisiatif mampu mengambil keputusan dengan
cepat dan tepat. Pelaksanaan tugas karyawan dikatakan efektif dan efisien
apabila target pekerjaan yang telah digariskan dapat tercapai dengan cepat,
tepat, hemat dan selamat. Maka dengan adanya komunikasi interpersonal
yang tepat diharapkan dapat menimbulkan disiplin kerja karyawan dalam
melaksanakan tugas, sehingga pencapaian tujuan kerja yang mudah
dicapai. Jadi salah satu tujuan dari komunikasi interpersonal tersebut
adalah dapat meningkatkan semangat kerja karyawan.
Kepemimpinan yang baik serta komunikasi interpersonal yang
efektif akan berdampak pada kinerja kerja karyawan. Mengingat
pentingnya hubungan gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal
dalam proses kerja suatu perusahaan sehingga karyawan mampu
meningkatkan prestasi secara lebih baik. Berdasarkan uraian latar belakang
di atas peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian dengan judul
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Interpersonal Terhadap
Kinerja Kerja Karyawan PT. Gudang Garam Tbk.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka identifikasi
masalah dari penelitian ini adalah:
3

1. Menuntut adanya pemimpin perusahaan yang berkualitas dan


mampu mengantisipasi perkembangan jaman.
2. Manajemen

sering

mempunyai

masalah

tidak

efektifnya

komunikasi
3. karyawannya kurang disiplin terhadap ketentuan-ketentuan yang
ditetapkan organisasi,

C. Batasan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka batasan masalah
dari penelitian ini adalah:
1. Gaya Kepemimpinan
William

G.

Scott

(1962)

Kepemimpinan

ialah

proses

mempengaruhi aktifitas yang diorganisir dalam suatu kelompok


dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah
ditetapkanKompensasi

2. Komunikasi Interpersonal
Menurut

Devito

(1989),

komunikasi

interpersonal

iyalah penyampaian pesan oleh satu orang sertapenerimaan pesan


oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai
dampaknya serta dengan peluang untuk memberikan umpan balik
segera (Effendy,2003, p. 30).

3. Kinerja karyawan
Kinerja karyawan adalah hasil dari proses pekerjaan tertentu
secara berencana pada waktu dan tempat dari karyawan serta
organisasi bersangkutan (Mangkuprawira dan Hubeis, 2007:153).

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka perumusan
masalah dari penelitian ini adalah:
1. Apakah gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja kerja
karyawan PT.Gudang Garam Tbk?
2. Apakah komunikasi interpersonal berpengaruh terhadap kinerja
kerja karyawan PT.Gudang Garam Tbk?
3. Apakah gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal
berpengaruh terhadap kirnerja kerja karyawan PT.Gudang Garam
Tbk?

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, tujuan dari penelitian
ini adalah:
1. Untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap
kinerja kerja karyawan PT.Gudang Garam Tbk.

2. Untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal terhadap


kinerja kerja karyawan PT.Gudang Garam Tbk.
3. Untuk

menganalisis

pengaruh

gaya

kepemimpinan

dan

komunikasi interpersonal terhadap kinerja kerja karyawan


PT.Gudang Garam Tbk.

F. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Kontribusi Praktis
Sebagai

pembuktian

empiris

tentang

pengaruh

gaya

kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kinerja kerja


karyawan PT.Gudang Garam Tbk, serta dalam rangka membantu
perusahaan untuk mengetahui variabel mana yang mempunyai
kontribusi dominan sehingga perlu mendapatkan perhatian yang lebih
serius

guna

meningkatkan

kinerja

kerja

karyawan,

sehingga

diharapkan tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.

2. Kontribusi Teoretis
Dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada semua pihak
yang membaca, sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan
khususnya tentang pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi
interpersonal terhadap semangat kerja karyawan. dan dapat digunakan

sebagai bahan tambahan informasi bagi pepustakaan untuk menambah


referensinya serta dapat digunakan untuk bahan perbandingan peneliti
selanjutnya dalam melakukan penelitian.
3. Kontribusi Kebijakan
Memberikan

sumbangan

pemikiran

kepada

manajemen

PT.Gudang Garam Tbk dalam menentukan kebijakan peningkatan


semangat kerja karyawan terkait gaya kepemimpinan dan komunikasi
interpersonal.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
I. Gaya Kepemimpinan
a) Pengertian Kepemimpinan dan Gaya Kepemimpinan
Tercapainya tujuan suatu organisasi sebagian besar
ditentukan

olehkecakapan

pemimpin

dalam

melaksanakan

kepemimpinannya untuk mengarahkanpara bawahannya, karena


kecakapan dan kewibawaan seorang pemimpinmelaksanakan
kepemimpinannya

akan

mendorong

gairah

kerja,

kreativitas,partisipasi, dan loyalitas para bawahannya untuk


menyelesaikan tugas-tugasnya.
Definisi kepemimpinan menurut beberapa ahli diantaranya
sebagaiberikut.
Menurut B.H Raven yang dikutip oleh Susilo Supardo
(2006:4)

dalambukunya

Kepemimpinan

Dasar-dasar

dan

Pengembangannya, menyatakanbahwa:
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi antara
seorangpemimpin dan pengikutnya untuk mencapai
tujuan kelompok,organisasi, dan masyarakat.
Sedangkan menurut Howard H. Hoyt dalam bukunya Aspect
of ModernPublic Administration yang dikutip oleh Kartono
(2008:57)

dalam

bukunyaPemimpin

dan

Kepemimpinan,

menyatakan bahwa :
Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah
lakumanusia, dan kemampuan untuk membimbing orang.
Berdasarkan definisi para ahli tersebut, maka dapat ditarik
kesimpulanbahwa secara garis besar gaya kepemimpinan adalah
suatu pola tingkah laku yang digunakan oleh seseorang untuk
mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
b) Syarat-syarat Kepemimpinan
Menurut
Kartono
(2008:36),

Konsepsi

mengenai

persyaratankepemimpinan itu harus selalu dikaitkan dengan tiga


hal penting, yaitu:

1. Kekuasaan ialah kekuatan, otoritas dan legalitas yang


memberikan wewenangkepada pemimpin guna mempengaruhi
dan menggerakkan bawahan untukberbuat sesuatu.
2. Kewibawaan ialah kelebihan, keunggulan, keutamaan sehingga
orang mampumengatur orang lain, sehingga orang tersebut
patuh pada pemimpin, danbersedia melakukan perbuatanperbuatan tertentu.
3. Kemampuan ialah segala daya, kesanggupan, kekuatan dan
kecakapan atauketerampilan teknis maupun sosial, yang
dianggap melebihi dari kemampuananggota biasa.
II. Komunikasi interpersonal
1. Pengertian Komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi
diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau
biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui
balikannya. (Muhammad,2005,p.158-159).
Menurut Devito (1989), komunikasi

interpersonal

adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan


oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai
dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik
segera (Effendy,2003,p.30).
2. Fungsi Komunikasi Interpersonal
Fungsi komunikasi antar pribadi

atau

komunikasi

interpersonaladalah berusaha meningkatkan hubungan insani,


menghindari danmengatasi konflik-konflik pribadi, mengurangi
ketidakpastian sesuatu,serta berbagai pengetahuan dan pengalaman
dengan orang lain.

Komunikasi

interpersonal,

hubungankemanusiaan
berkomunikasi.Dalam

dapat

diantara

meningkatkan

pihak-pihak

hidupbermasyarakat

yang

seseorang

bisa

memperoleh kemudahan dalam hidupnyakarena memiliki pasangan


hidup.Melalui

komunikasi

interpersonal

jugadapat

berusaha

membina hubungan baik, sehingga menghindari danmengatasi


terjadinya konflik-konflik yang terjadi.Adapun fungsi lain dari
komunikasi interpersonal adalah :
a. Mengenal diri sendiri dan orang lain.
b. Komunikasi antar pribadi memungkinkan

kita

untuk

mengetahuilingkungan kita secara baik.


c. Menciptakan dan memelihara hubungan baik antar personal.
d. Mengubah sikap dan perilaku.
e. Bermain dan mencari hiburan dengan berbagai kesenangan
pribadi.
f. Membantu orang lain dalam menyelesaikan masalah.
Fungsi

global

dari

pada

komunikasi

antar

pribadi

adalahmenyampaikan pesan yang umpan baliknya diperoleh saat


proseskomunikasi tersebut berlangsung.

III.Kinerja Karyawan
Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau
tidaknya

tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Para atasan atau

manajer sering tidak memerhatikan kecuali sudah amat buruk atau


segala sesuatu jadi serba salah. Terlalu sering manajer tidak mengetahui
betapa buruknya kinerja telah merosot sehingga perusahaan/ instansi

10

menghadapi krisis yang serius. Kesan-kesan buruk organisasi yang


mendalam berakibat dan mengabaikan tanda-tanda peringatan adanya
kinerja yang merosot.
Kinerja

sebagai

hasil-hasil

fungsi

pekerjaan/atau

kegiatan

seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang di pengaruhi


oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode
waktu tertentu (Tika, 2006:26). Kinerja dapat diartikan sebagai
gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan
atau program, atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi
dan visi organisasi yang tertuang dalam rencana strategi suatu
organisasi. Istilah kinerja sering digunakan untuk menyebut prestasi
atau tingkat keberhasilan individu atau kelompok individu. Kinerja
dapat diketahui hanya jika individu atau kelompok individu tersebut
memiliki kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Kriteria
keberhasilan ini berupa tujuan-tujuan atau target-target tertentu yang
hendak dicapai. Tanpa adanya tujuan serta target, kinerja seseorang
atau organisasi tidak dapat diketahui karena tidak ada tolok ukurnya.
Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau
sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang
dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan
organisasi

bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan

sesuai dengan moral maupun etika.


Sementara itu Mangkunegara (2008:9) mengemukakan bahwa
kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai

11

oleh

karyawan

dalam

melaksanakan

tugasnya

sesuai

dengan

tanggungan yang diberikan kepadanya. Selanjutnya menurut Wilson


bangun (2012:230) yang menjelaskan bahwa sistem manajemen
kinerja atau performance management system merupakan proses untuk
mengidentifikasi, mengukur dan mengevaluasi kinerja karyawan dalam
perusahaan
Sesungguhnya semua organisasi atau perusahaan memiliki saranasarana formal dan informal untuk menilai kinerja pegawainya.
Penilaian kinerja atau prestasi kerja (performance appraisal) adalah
proses suatu organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja
pegawai. Kegiatan ini dapat memengaruhi keputusan-keputusan
personalia dan memberikan umpan balik kepada para pegawai tentang
pelaksanaan kerja mereka (Handoko, 2007:135).
Adapun kegunaan penilaian kinerja adalah sebagai berikut:
1. Mendorong orang ataupun pegawai agar berperilaku positif atau
memperbaiki tindakan mereka yang di bawah standar;
2. Sebagai bahan penilaian bagi manajemen apakah pegawai tersebut
telah bekerja dengan baik
3. Memberikan dasar yang

kuat

bagi

pembuatan

kebijakan

peningkatan organisasi.
Dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja pegawai adalah proses
suatu organisasi dalam mengevaluasi atau menilai kerja pegawai.
Apabila penilaian kinerja dilaksanakan dengan baik, tertib, dan benar
akan dapat membantu meningkatkan motivasi kerja sekaligus dapat
meningkatkan loyalitas para anggota organisasi yang ada di dalamnya,
dan apabila ini terjadi akan menguntungkan organisasi itu sendiri. Oleh

12

karena itu penilaian kinerja perlu dilakukan secara formal dengan


kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh organisasi secara obyektif.
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan bahwa pada kinerja
seseorang yang perlu diperhatikan adalah adanya suatu kegiatan yang
telah dilaksanakan. Agar hasil kerja yang dicapai oleh setiap pegawai
sesuai dengan mutu yang diinginkan, waktu yang ditentukan, maka
penilaian kinerja pegawai mutlak diperlukan oleh setiap organisasi.
Dari berbagai uraian tentang kinerja pegawai yang telah dijelaskan
dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang
dapat dicapai seseorang atau sekelompok

orang dalam suatu

organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawab masing-masing untuk


mewujudkan tujuan organisasi.
B. Kerangka Pemikiran

Gaya
Kepemimpinan(X1)

H1

H3

Kinerja Kerja(Y)
Komunikasi
Interpersonal(X2)
H2

C. Hipotesis Penelitian
1. Hipotesis pertama di duga ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap
kinerja kerja
2. Hipotesis kedua di duga ada pengaruh komunikasi interpersonal
terhadap kinerja kerja
13

3. Hipotesis ketiga di duga ada pengaruh gaya kepemimpinan dan


komunikasi interpersonal terhadap kinerja kerja

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Rancangan atau desain penelitian menurut Umar (2008: 4)
adalah suatu rencana kerja yang terstruktur dalam hal hubunganhubungan antar variabel secara komprehensif, sedemikian rupa
agar

hasil

penelitiannya

dapat

memberikan

jawaban

atas

pertanyaan-pertanyaan penelitian. Rencana tersebut mencakup halhal yang akan dilakukan penelitian mulai dari membuat hipotesis
dan implikasinya secara operasional sampai pada analisis akhir.
Rancangan penelitian atau hal-hal yang akan dilakukan
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Melakukan survey pendahuluan.
2. Melakukan studi literatur dan empiris dari penelitian
3.
4.
5.
6.

terdahulu.
Pengumpulan data populasi dan penentuan sampel.
Penetapan batasan dan asumsi penelitian.
Pembuktian hipotesis dan pembahasan.
Penarikan kesimpulan dan saran.
14

B. Tempat dan Waktu


Berdasarkan judul yang diangkat yaitu: Pengaruh Gaya
Kepemimpinan dan Komunikasi Interpersonal Terhadap Kinerja
Karyawan Pada PT.Gudang Garam Tbk . Maka penelitian
dilaksanakan pada PT.Gudang Garam Tbk yang berlokasi di jalan
cempaka putih jakarta. Dilaksanakan setelah proposal mendapat
acc.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas
objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2005). Dari
pengertian tersebut, maka yang menjadi populasi dalam
penelitian ini adalah karyawan

PT.Gudang Garam di

wilayah cempaka putih Jakarta.


2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili populasi
yang akan diambil (Notoatmojo, 2005). Sampel dalam
penelitian ini adalah semua karyawan PT.Gudang Garam.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah
total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan
sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi
(Sugiyono, 2007). Alasan mengambil total sampling karena
15

jumlah populasi yang kurang dari 100 seluruh populasi


dijadikan sampel penelitian semuanya (Sugiyono, 2007).
D. Jenis dan Sumber Data
1. Jenis Data
Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a) Data Kualitatif
Data Kualitatif yaitu data yang bukan dalam bentuk angkaangka atau tidak dapat dihitung, dan diperoleh dari hasil
wawancara dengan pimpinan perusahaan dan karyawan
dalam perusahaan serta informasi-informasi yang diperoleh
dari pihak lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
b) Data Kuantitatif
Data Kuantitatif yaitu data yang diperoleh dalam bentuk
angka-angka yang dapat dihitung, yang diperoleh dari
kuesioner yang dibagikan dan berhubungan dengan masalah
yang diteliti.
2. Sumber Data
Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan dalam
pengumpulan data mencakup data primer dan data sekunder.
Untuk memperoleh data-data yang obyektif maka dilakukan
metode pengumpulan data sebagai berikut:
a) Data Primer
Metode
wawancara
merupakan

metode

untuk

mengumpulkan data primer. Wawancara ini dilaksanakan


dengan mendatangi langsung subjek penelitian, untuk
memperoleh

informasi

tentang

Pengaruh

Gaya

Kepemimpinan dan Komunikasi Interpersonal Terhadap

16

Kinerja karyawan di PT.Gudang Garam wilayah cempaka


putih jakarta.
b) Data Sekunder
Data Sekunder yaitu data yang yang telah dikumpulkan oleh
pihak lain, bukan oleh periset sendiri untuk tujuan lain. Cara
memperoleh data sekunder yaitu dengan melakukan
peneltian kepustakaan dan dari dokumen-dokumen yang
ada.

E. Teknik Pengumpulan Data


Dalam pengumpulan data

ini

selain

peneliti

melakukan

pengamatan, peneliti juga menggunakan metode pengumpulan data


yang lain sebagai berikut:
1. Studi Kepustakaan (Library Research)
Studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data
sekunder. Landasan teori dan informasi yang berkaitan dengan
penelitian

ini.

Studi

dilakukan

antara

lain

dengan

mengumpulkan data yang bersumber dari literaturliteratur,


bahan kuliah, dan hasil penelitian

lainnya

yang

ada

hubungannya dengan objek penelitian. Hal ini dilakukan untuk


mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai masalah yang
sedang dibahas.
2. Studi Lapangan (Field Research)
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data yang
diperlukan dengan cara melakukan pengamatan langsung pada
17

perusahaan yang bersangkutan, baik melalui observasi,


penyebaran kuesioner kepada para pegawai, dan wawancara.
Penelitian Lapangan dilakukan dengan cara :
a) Observasi
Observasi merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan
data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap
kegiatan yang sedang berlangsung. Adapun jenis observasi
yang peneliti gunakan untuk mendapatkan data yang
diperlukan guna mengetahui tujuan penelitian ini adalah
observasi aktifitas kerja karyawan.
b) Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.
Percakapan

itu

dilakukan

oleh

dua

pihak,

yaitu

pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan


dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban
atas

pertanyaan

itu.

Dalam

penelitian

ini,

peneliti

menggunakan metode wawancara dalam bentuk wawancara


bebas terpimpin yaitu dalam melaksanakan wawancara
peneliti membawa pedoman yang hanya merupakan garis
besar

tentang

hal-hal

yang

akan

ditanyakan

yang

selanjutnya pertanyaan tersebut diperdalam.


c) Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan
jalan memanfaatkan dokumen (bahan atau gambar-gambar
penting). Adapun dokumen-dokumen yang dimaksud adalah
berupa data-data yang diperlukan
d) Metode Angket atau Questionnaire
18

Angket atau questionnaire adalah daftar pertanyaan yang


didistribusikan langsung untuk diisi dan dikembangkan atau
dapat juga dijawab dibawah pengawasan peneliti. Data
angket digunakan peneliti untuk memperoleh data yang
lebih lengkap. Adapun jenis angket yang digunakan adalah
angket tertutup atau sudah disiapkan jawabannya sehingga
informan tinggal memilih.
F. Analisis Data
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
metode penelitian Struktural Equation Modeling (SEM) dengan
menggunakan alat analisis Partial Least Square (PLS) dengan
aplikasi smartPLS 2.03.
1) Uji Kualitas Data.
Kesimpulan penelitian yang berupa jawaban atau pemecahan
masalah penelitian, dibuat berdasarkan hasil proses pengujian
data. Konsep yang digunakan dalam proses pengujian data
yaitu, uji validitas dan uji realibilitas (Indriantoro dan Supomo,
2013:180). Adapun tahapan-tahapan uji kualitas data yaitu
sebagai berikut
a) Uji Validitas Konvergen
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid
tidaknya suatu kuesioner. Uji validitas konvergen dinilai
berdasarkan loading factor(korelasi antara skor item/skor
komponen dengan skor konstruk). Rule of thumb yang
digunakan dalam uji validitas konvergen nilai outer loading
> 0,7,AVE > 0,5, dan Communality (Jogiyanto dan
19

Abdillah, 2009:80). Butir-butir pertanyaan yang tidak


memenuhi kriteria valid tersebut tidak dapat diikutkan
dalam pengujian selanjutnya.
b) Uji Validitas Diskriminan
Uji validitas diskriminan dinilai berdasarkan perbandingan
akar AVE untuk setiap konstruk dengan korelasi antara
konstruk dengan konstruk lainnya dalam model dan
pengukuran cross loading dengan konstruknya. Rule of
thumb dalam uji validitas diskriminan untuk nilai Cross
loading > 0,7 (Jogiyanto dan Abdillah, 2009:80).
c) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas bertujuan untuk menguji konsistensi dari
butir-butir

pertanyaan/pernyataan

yang

ada

dalam

kuesioner. Untuk menguji reliabilitas dilakukan dengan


menggunakan dua metode, yaitu Cronbachs alpha dan
Composite realibility. Rule of thumb nilai Cronbachs alpha
atau Composite realibility harus lebih besar dari 0,7 (Hair et
al. 2006 dalam Jogiyanto dan Abdillah, 2009:62). Uji
realibilitas terhadap setiap butir-butir pertanyaan/pernyataan
dilakukan dengan menjalankan aplikasi smartpls 2.03.
2) Uji Hipotesis
Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan model
persamaan struktural (inner model), dimana model struktural
diukur menggunakan nilai T-statistic konstruk dependen, nilai
beta koefisien path atau T-statistic dalam menguji signifikansi

20

hipotesis harus >1,96 untuk hipotesis two tailed (Jogiyanto dan


Abdillah, 2009). Pengujian model persamaan struktural (inner
model) dalam penelitian ini menggunakan aplikasi smartpls
2.03.
G. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2001 : 132) skala Likert digunakan
untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau
sekelompok orang tentang fenomena sosial. Sehingga untuk
mengetahui pengukuran jawaban responden pada penelitian ini
gunakan instrument penelitian berupa kuesioner.
Dalam pengukuran jawaban responden, pengisian kuesioner
mengenai pengaruh gaya kepemimpinan dan pemberian motivasi
terhadap kinerja karyawan diukur menggunakan skala likert
(Likerts Summated Ratings) sebagai berikut :
a) Jawaban Sangat Setuju diberi bobot 5
b) Jawaban Setuju diberi bobot 4
c) Jawaban Netral diberi bobot 3
d) Jawaban Tidak Setuju diberi bobot 2
e) Jawaban Sangat Tidak Setuju diberi bobot 1
Instrumen penelitian (kuisioner) yang baik harus memenuhi
persyaratan yaitu valid dan reliabel. Untuk mengetahui validitas
dan reliabilitas kuesioner perlu dilakukan pengujian atas kuisioner
dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.

21

DAFTAR PUSTAKA
Afiq, Muhammad. 2012. Pengaruh Motivasi dan pelatihan terhadap
pengembangan karir dan prestasi kerja karyawan bagian kredit lini BRI
cabang Tulungagung.
Arep, Ishak dan Hendri, Tanjung. 2003. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Jakarta: Universitas Trisakti.
Bangun, Wilson. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung :
Erlangga
Darruton, Nafisah. 2005. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan
Terhadap Kepuasan Kerja. Skripsi Manajemen Fakultas Ekonomi
Diponegoro 2005.
Heidrajrahcman dan Husnan Suad . 2002.

Manajemen Personalia.

Yogyakarta : BPFE.
Handoko, T.H. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.
Jakarta :PT. Gramedi

22

Anda mungkin juga menyukai