Anda di halaman 1dari 4

RINGKASAN.

Jepara sebagai salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Tengah tidak kalah saing
dengan daerah-daerah diperkotaan, walaupun berada di desa tetapi memiliki beberapa
keunggulan seperti ukiran, makanan, dan pantai serta pegunungan. Masyarakat
berbondong-bondong berupaya melestarikan kelebihan itu walaupun harus berusaha
bersaing dengan daerah-daerah lain. Keunggulan makanan tradisional Jepara seperti
gorok-gorok perlu untuk diberi perhatian khusus, masyarakat Jepara utamanya semua
kalangan dirasa kurang meminati makanan yang dikenal kenyal dan hambar
itu/ berdasarkan hal tersebut sudah saatnya mengubah pandangan masyarakat yang
memandang gorok-gorok hanya sebagai makanan yang tidak bermanfaat menjadi
makanan yang dibutuhkan dan diminati. Padahal kalau kita pahami secara
mendalam gorok-gorok bisa sebagai pengganti nasi.
Horok-horok dapat dikreasikan menjadi makanan yang bernilai ekonomis tinggi
seperti G30S (Gorok-Gorok 30Spiecy) /sebuah olahan yang bahan utamanya horokhorok dengan dicampurkan berbagai macam rempah-rempah dan sayuran segar
menambah cita rasa yang enak. Bisnis G30S bergerak dalam bidang produksi dan
distributor. Target pemasaran produk, sistem utama yang kami gunakan adalah pasar
nyata. Layanan bisnis dipasarkan melalui door to door dan dengan cara order
pemesanan serta menawarkan ke sekolah-sekolah/kampus dan pasar-pasar tradisional.
Sistem pemasaran tersebut digunakan karena dapat meningkatkan penjualan dan hasil
yang prospektif.
Kata kunci : Budaya, Makanan Tradisional, Wirausaha
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Makanan sebagai sumber energi dibutuhkan manusia untuk melakukan aktivitas
sehari-hari. Sejalan dengan perkembangan, masyarakat memanfaatkan makanan untuk
berkreasi, bermacam-macam cara penjual lakukan demi mendapatkan keuntungan
lebih, bahkan sampai terjadi kecurangan dari oknum penjual tidak dapat dihindari lagi
mulai makanan ringan maupun berat. Kecurangan mereka terlihat ketika produknya
mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, pemutih, pewarna tekstil, dan
pemanis buatan. Makanan kini telah menjadi wabah yang sangat berbahaya bagi
manusia karena makanan berubah fungsi sebagai sumber penyakit. Konsumen saat ini
dituntut untuk lebih cermat dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.
Setiap daerah memiliki ciri khas, bisa dari makanan, adat istiadat, atau bahkan
wisata pantai dan masih banyak lagi, ciri khas tersebut mereka jaga dan lestarikan. Jepara
sebagai salah satu daerah yang memiliki beberapa keunggulan mulai dari panorama pantai,
ukir, dan makanan khas yaitu horok-horok dengan cita rasa kenyal namun rendah glukosa.
Makanan khas Jepara yang berupa horok-horok terancam akan hilang karena
peminat dominan dari kalangan orang tua, tidak semua kalangan dapat membuat horokhorok dan hanya
orang
tertentu serta sifatnya
turun
temurun.Horok-horok
dikenal masyarakat sebagai makanan pendamping seperti bakso, pecel, soto, sate kikil, dan
gulai.
Produsen pembuat horok-horok hanya ditemukan di Jepara terutama di kecamatan
Pecangaan, Kedung dan Tahunan. Itupun tidak semua orang bisa membuat. Proses
pembuatan yang melewati beberapa tahap mulai dari pencucian tepung aren, pengeringan
dibantu dengan taburan abu diatas adonan, pengerukan kemudian digoreng tanpa minyak.
Selanjutnya, proses berikutnya merupakan pengulangan dari proses yang telah dilakukan
sebelumnya. Pengukusan yang dilakukan selama dua kali pengukusan itu agar hasilnya
terasa kenyal jika dimakan. Prosesnya sangat lama dan berkali-kali naik turun pengukusan

kemudian diproses dan dikukus lagi. Agar hasilnya terasa lebih lezat hanya cukup
ditambahkan garam secukupnya.
Horok-horok sebagai makanan khas jepara perlu untuk dilestarikan, kita tercetus
untuk membuat sebuah kreasi dari horok-horok tanpa menghilangkan cita rasa dan
keunikannya. Horok-horok sebagai makanan dengan kadar gula sedikit, serta
mengenyangkan dan dapat digunakan sebagai pengganti nasi. Atas dasar hal tersebut tentu
horok-horok dapat dibuat horok-horok goreng dengan disertai bumbu-bumbu dapur
sehingga horok-horok dapat dilestarikan.
1.2 RUMUSAN MASALAH.
Dari latar belakang diatas dapat dikemukakan permasalahan yaitu :
1. Bagaimana cara membuat G30S(Gorok-Gorok 30 Spiecy) yang diminati semua kalangan?
2. Bagaimana cara melestarikan makanan tradisional Jeparaberupa horok-horok?
3. Bagaimana peluang bisnis produk tersebut di pasaran?
1.3. Tujuan Program

1. Membuat G30S(Gorok-Gorok 30 Spiecy)yang diminati semua kalangan dengan rasa


yang berbeda akan tetapi bahan baku tetap berasal dari horok-horok tanpa mengubah
ciri khas dari makanan tersebut.
2. Mengenalkan horok-horok sebagai makanan yang memiliki keunggulan seperti kadar
gula rendah dan mengenyangkan.
3. G30S(Gorok-Gorok 30 Spiecy)tidak kalah saing dengan makanan cepat saji, karena
harga yang sesuai keadaan ekonomi masyarakat, dan tidak mengandung bahan-bahan
berbahaya. Penjualan bisa dilakukan secara langsung dan menerima pemesanan.
1.4.Luaran yang diharapkan.
Luaran yang diharapkan dalam program ini adalah:
1. Mampu menciptakan peluang usaha mandiri di kalangan mahasiswa yang bergerak
disektor makanan.

2. Dapat membuat karya kreativitas inovatif mahasiswa dalam hal kewirausahaan dengan
memanfaatkan makanan khas daerah sehingga mendapatkan hasil karya yang
bermanfaat dan tepat guna.
3. Artikel ilmiah tentang pembuatanG30S(Gorok-Gorok 30Spiecy).
1.5. Kegunaan Program
Adapun kegunaan program yang dimaksud adalah:
1. Mahasiswa mampu meningkatkan inovatifnya dalam menemukan hasil karya yang
dapat dimanfaatkan sebagai usaha.

2. Mengenalkan horok-horok sebagai makanan yang enak dan mengenyangkan dalam


lingkup kehidupan masyarakat.
3. Dapat membangunn kreativitas dan penalaran pada pengembangan ilmu teknologi
pangan dalam upaya pemanfaatan makanan sehat.
2.1 Deskripsi usaha
1. Nama Usaha
G30S (Gorok-Gorok 30 Spiecy) merupakan produk makanan olahan dari bahan
dasar horok-horok.G30S dikemas pada tempat persegi dengan bahan dasar
kardus/kertas yang di desain menarik sehingga calon konsumen tertarik untuk membeli.

Kami menjual 1 kardus G30S dengan harga Rp. 7.000. Kami ingin membuka usaha
yang berbeda dengan usaha yang lainnya serta ingin mengenalkan makanan tradisional
jepara yaitu horok-horok yang selama ini dipandang sebelah mata.
2.2 Analisa Pasar dan Peluang Pasar
Produk kami merupakan makanan tradisional yang terbuat dari tepung aren.
Makanan yang berasal dari tepung aren yang bernama horok-horok banyak dijual di
pasar-pasar tradisional yang ada di Jepara. Para penjual horok-horok yang ada
dipasaran berjualan horok-horok secara mengelompok tanpa ada toko. Horok-horok
biasanya ditaruh di ember yang dilapisi daun pisang. Setiap lingkar horok-horok dijual
dengan harga Rp. 30.000. Para calon konsumen bisa membeli horok-horok sesuai
selera dari Rp. 1000 sampai ratusan ribu rupiah. Dari teksturnya yang kenyal membuat
horok-horok bisa dinikmati semua kalangan dari anak-anak, dewasa sampai orangtua.
Umumnya horok-horok hanya sebagai pendamping makanan, seperti bakso, pecel,soto,
gado-gado,dll.
Menurut hasil analisis yang telah kami lakukan diatas. Produk kami masih
mempunyai peluang pasar yang cukup besar jika dijual pada masyarakat luas.
2.3 Media pemasaran / promosi yang digunakan
Mengadakan pengenalan produk G30S (Gorok-Gorok 30 Spiecy) pada pasar-pasar
tradisional.
Melalui brosur yang disebar pada lampu merah, agar calon konsumen mengenal
makanan tersebut.
Sosial media dan Website
BAB 3
METODE PELAKSANAAN
3.1 Teknik Produksi
Persiapan Bahan baku usaha ini adalah Horok-horok yang di peroleh dari pedagang
horok-horok di jepara jawa tengah
Persiapan Bahan adetip/bahan tambahan dalam produksi G30S adalah varian
rasa seperti Ayam, Sapi Panggang, Pedas, Sate, Bakso, Keju Manis,Keju Asin, Jamur,
Barbeque, Jagung Manis, Original, Ayam Bakar, Balado, Pedas Manis, Ayam Bawang,
Balado Super Pedas,Pedas dengan Level 1 Sampai 10,Jagung Bakar, Sosis, Bumbu
Kacang, Babat.
Persiapan Peralatan dalam memproduksi G30S adalah Alat penggorengan , Kardus,
Sendok, Garpu ,piring , kertas minyak, Kompor gas, Meja, Kursi, Tikar, Grobak.
Strategi pemasaran yang akan diterapkan
Untuk dapat mempertahankan produksi dan pemasaran G30S ini, maka diterapkan
sebgai berikut :
a. Mengikuti pameran-pameran, baik dengan inisiatif sendiri ataupun mengikuti pameran
yang dilakukan oleh dinas terkait. Institusi/dinas yang memberikan perhatian terhadap
usaha kuliner.
b. Menjalin kerjasama dengan pengusaha produk sejenis.
c. Penyebaran brosur di berbagai wilayah untuk memperkenalkan produk kami.
d. Membuat iklan di radio, sehingga media promosi akan semakin luas.
e. Mengadakan sosialisasi terkait produk yang di perkenalkan.
f. Membuat akun Facebook, BBM dan Twitter sehingga lebih mudah dikenal oleh banyak
orang.
Namun Strategi yang harus di terapkan agar produk dapat terus berkembang di pasaran
adalah dengan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk serta mengikuti
keinginan konsumen dengan harga yang dapat di jangakau oleh setiap lapisan

masyarakat. Dengan demikian maka kita akan dapat mempertahankan produk kita di
pasaran.
3.2 Tahapan Produksi
Tahapan produksi usaha G30S ini dimulai dari :
Survey lokasi produksi (tempat berniaga)
Pembuatan grobak dagang dan meja kursi untuk pelanggan
Persiapan alat dan bahan baku
Persiapan promosi dan pembukaan perdana
Untuk melayani pemesanan, kami melakukan produksi setelah menerima order
pesanan agar pelanggan mendapatkan produk yang baru.
Sedangkan untuk langkah pembuatan G30S ini adalah sebagai berikut :
1. Siapkan horok-horok
2. Haluskan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, garam,cabai, dan kemiri.
3. Siapkan wajan diatas kompor tambahkan minyak setelah panas masukkan bumbu yang
telah dihaluskan aduk lalu masukkan horok-horok
4. Aduk horok-horok selama 15-20 menit yang sudah tercampur bumbu tambahkan
sayuran dan varian rasa sesuai selera
5. Masukkan G30S yang sudah matang ke kardus dengan ditambah timun dan siap untuk
di makan.
BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1Anggaran Biaya.
Tabel 1.Anggaran Biaya Produksi.
NO Jenis Pengeluaran
Biaya (Rp)
Secara lengkap
informasi
terdapat di lampiran.
1
Peralatananggaran
Penunjang
6.426.000
2
Bahan Habis Pakai
1.792.000
3
Perjalanan / Transportasi
500.000
4
Lain-Lain
1.140.000
Jumlah
9.858.000
DAFTAR PUSTAKA
Arum Kusumaningtyas, Bambang Wibisono, Kusnadi. 2013. Penggunaan Istilah Makanan dan
Jajanan Tradisional pada Masyarakat di Kabupaten Banyuwangi Sebuah Kajian
Linguistik. Jurnal Publika Budaya Volume 1 (1) Juli 2013 Universitas Jember
Wurianto, Arif Budi. 2008. Aspek Budaya Pada Tradisi Kuliner Tradisional di Kota Malang Sebagai
Identitas Sosial Budaya (Sebuah Tinjauan Folklore). LPPM Universitas Muhammadiyah
Malang
http://www.beritajepara.com/86/wisata-kuliner-jepara-6-makanan-tradisional-khas-jepara.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Jepara