Anda di halaman 1dari 21

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
Upaya Gerakan Ayo Bandung Minum Susu Segar di Sekolah untuk
Meningkatkan Kinerja Agribisnis Koperasi Susu Peternakan Bandung Utara
(KSPBU) melalui Pengembangan Rantai Pasokan Distribusi Produk Susu
BIDANG KEGIATAN:
PKM - GT

Diusulkan oleh :
Hilda Syaidatul Ulfah (10070211051)/2011
Jefri Khairunnas
(10070211060)/2011
Saeful Ramadhan F (10070212117)/2012

UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG


2

BANDUNG
1435 H/ 2015 M

LEMBAR PENGESAHAN
Judul Kegiatan
Minum

: Upaya Gerakan Ayo Bandung


Susu
Segar
di
Sekolah
untuk
Meningkatkan Kinerja Agribisnis Koperasi
Susu Peternakan Bandung Utara (KSPBU)
Melalui Pengembangan Rantai Pasokan
Distribusi Produk Susu
:(
) PKM AI
( ) PKM

Bidang Kegiatan
GT
Ketua Pelaksana Kegiatan
- Nama Lengkap
: Hilda Syaidatul Ulfah
- NPM
: 10070211051
- Jurusan
: Teknik Industri
- Universitas
: Universitas Islam Bandung
- Alamat rumah & no.Telp/HP : Jl. Kebon Kembang Gg.
Pancatunggal No.
16 Rt/Rw 04/12 Tamansari Bandung
Wetan
- Alamat Email
: hildasyaul@gmail.com
Anggota Pelaksana Kegiatan
: 2 orang
Dosen Pendamping
- Nama Lengkap dan Gelar
: Dr. Ir. Rakhmat Ceha, M.Eng
- NIDN
: 0402105801
- Alamat Rumah & no.Telp/HP : Jl. Kembar Timur I No 17
Bandung
Telp. 08122023058
Bandung, Januari 2015
Menyetujui,
Wakil Dekan
Fakultas Teknik,

Ketua Pelaksana,

(Chaznin R Muhammad, Ir.,


MT.)
NIK. D.96.0237

(Hilda Syaidatul Ulfah)


NPM. 10070211051

Wakil Rektor 1 UNISBA


Bidang Kemahasiswaan

(Dr. Ir. Rakhmat Ceha,


M.Eng.)
NIK. D.00.0.243

Dosen Pendamping,

(Dr. Ir. Rakhmat Ceha,


M.Eng.)
NIK. D.00.0.243

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim
Segala puji kami panjatkan ke hadirat Allah SWT berkat rahmat dan
karunianya kami dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis kami tepat pada
waktunya. Shalawat serta salam tidak lupa kami sampaikan kepada Nabi
Muhammad SAW semoga syafaatnya menyertai kita semua di akhirat nanti.
Ide penyusunan karya tulis kami yang berjudul Upaya Gerakan Ayo
Bandung Minum Susu Segar di Sekolah untuk Meningkatkan Kinerja
Agribisnis Koperasi Susu Peternakan Bandung Utara (KSPBU) melalui
Pengembangan Rantai Pasokan Distribusi Produk Susu ini merupakan
sebuah gagasan kami dalam mengkritisi kondisi dan potensi masyarakat untuk
mendukung tumbuh kembang masyarakat Indonesia sehat dan cerdas melalui
upaya gerakan konsumsi susu murni serta analisis usulan kami dalam
meningkatkan kinerja agribisnis koperasi masyarakat melalui perbaikan jaringan
rantai distribusi produk susu.
Kami menyadari penulisan karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karenanya kami sangat terbuka untuk menerima masukan baik bersifat kritikan
maupun saran. Besar harapan kami melalui penulisan karya tulis ini dapat
memberi manfaat khususnya bagi kami sendiri serta umumnya memberikan
manfaat bagi semua pihak.
Bandung,

Januari 2015

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................iii
DAFTAR ISI....................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR..........................................................................iv
RINGKASAN...................................................................................5
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah.............................................................6
Tujuan dan Manfaat....................................................................7
GAGASAN
Kondisi kekinian.........................................................................8
Rantai Pasokan Distribusi Produk Susu KPSBU.......................8
Aktifitas Pengolahan Susu Sapi Tingkat Peternak dan Koperasi
.......................................................................................9
Harga Jual Susu pada Tingkat Rantai Distribusi....................12
Analisis Kondisi Kekinian..........................................................12
Kondisi Rantai Pasokan Ditribusi Susu KPSBU.......................12
Pengembangan Rantai Pasokan Susu KPSBU........................13
Kehandalan Gagasan...............................................................13
Partnership Koperasi dengan Lembaga Masyarakat.............13
Gerakan Ayo Bandung Minum Susu Segar di Sekolah.......14
Pihak-pihak yang Terkait..........................................................14
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Jaringan Rantai Pasokan Distribusi Susu Kawasan
Lembang.......................................................................................8
Gambar 2 Diagram IDEF Level 0 Proses Pendistribusian Susu Sapi Murni.....9
Gambar 3 Diagram IDEF Level A1 Proses Pendistribusian Susu Sapi Murni...9
Gambar 4 Aktifitas Memelihara Sapi Perah oleh
Peternak....................................11
Gambar 5 Aktifitas Pemerahan Susu oleh
Peternak...............................................11
Gambar 6 Aktifitas Pengumpulan Susu dari Peternak.................11
Gambar 7 Aktifitas Pemisahan Susu Lulus Uji Standar KPSBU
kedalam Penampungan Tangki
Mobil..11
Gambar 8 Aktifitas Pendistribusian Susu dari TPS ........................................
Gambar 9 Aktifitas Uji Sterilisasi Susu oleh
KPSBU............................................11
Gambar 10 Aktifitas Uji Pasterilisasi Susu oleh KPSBU..........................11
4

Gambar 11 Pengembangan Jaringan Rantai Pasokan Distribusi


Susu Kawasan Lembang.............................................13

RINGKASAN
Kondisi susu nasional saat ini perlu dilakukan peningkatan melalui
pemacuan produksi dan penjualan dari produsen susu lokal. Hal ini terkait dengan
tujuan peningkatan kesejahteraan dari semua pelaku produksi sapi perah lokal.
Kondisi lain dukungan peningkatan masyarakat sehat dan cerdas merupakan
sebuah kebutuhan didalam tujuan pemerintah untuk membangun masyarakat aktif
yang dapat bersaing dengan masyarakat negara maju. Upaya tersebut dapat
dilaksanakan melalui pemenuhan nutrisi didalam makanan dan minuman, salah
satunya melalui pemenuhan nutrisi optimal untuk anak-anak usia sekolah melalui
pemberian minuman susu murni lokal berkualitas didalam aktifitas sekolah.
Dalam penulisan karya tulis ini akan dibahas mengenai gagasan implementasi
program gerakan Ayo Bandung Minum Susu Segar di Sekolah yang
dilaksanakan didalam lembaga pendidikan sekolah-sekolah setingkat dari Taman
Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di kawasan
Kota/Kabupaten Bandung. Dimana program ini dilaksanakan sebagai upaya
peningkatan kinerja agribisnis Koperasi Susu Peternakan Bandung Utara
(KSPBU) melalui pengembangan rantai pasokan distribusi produk susu hasil
koperasi. Pengembangan ini ditujukan pula sebagai upaya dukungan peningkatan
kapasitas penjualan produsi dan peningkatan kesejahteraan pelaku produsen susu
sapi perah di kawasan Lembang Jawa Barat khususnya didalam keanggotaan
Koperasi KSPBU.

PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Mengkonsumsi lebih banyak protein bernilai tinggi seperti didalam susu
akan meningkatkan status gizi sebagian besar orang di dunia, karena manfaat gizi
protein hewani susu khususnya telah lama dianggap sebagai makanan berstatus
tinggi dalam kebanyakan budaya. Begitu pentingnya konsumsi susu ini
mengGambarkan bahwa untuk membangun masyarakat sehat, cerdas, aktif
bersaing dengan negara lain dapat dilakukan dengan meningkatkan status gizi
masyarakat melalui konsumsi susu..
Namun kondisi saat ini menunjukan masyarakat Indonesia
memiliki tingkat konsumsi susu yang rendah, hal ini akibat dari
kondisi masih bergantungnya kebutuhan susu dari produk susu
impor akibat dari kondisi perbandingan yang tidak seimbang
antara jumlah permintaan konsumsi susu penduduk Indonesia
dengan jumlah produksi susu nasional. Pada periode tahun 2007
jumlah produksi susu segar nasional adalah 574.583 ton/tahun.
Padahal tingkat konsumsi susu per kapita pada tahun 2007
adalah 3,13 kg per tahun. Dengan perhitungan jumlah penduduk
Indonesia pada tahun 2007 adalah 224,196 juta, maka
permintaan susu pada tahun tersebut adalah 1.511.228
ton/tahun, jauh diatas produksi susu segar nasional (Ditjennak.
2009). Apabila kondisi tersebut dibiarkan maka dukungan
pembangun masyarakat sehat dan cerdas akan terhambat.
Menurut (Rudiana, dkk. 2009) terkait dengan upaya
perbaikan kondisi produksi susu nasional ini hanya dapat
diperbaiki melalui upaya peningkatan produksi susu setingkat
produsen lokal melalui alternatif-alternatif peningkatan produksi
dengan: (1) memacu gerakan minum susu segar bagi anak usia
sekolah; (2) meningkatkan efesiensi usaha ternak sapi perah; dan
(3) meningkatkan pemberdayaan Koperasi Peternak Susu (KPS).
Fungsi Koperasi Peternak Susu (KPS) disini dapat dilihat sebagai
pusat aktifitas produsen susu lokal juga sebagai wadah
organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya yang
berdampak pada aktifitas (hulu) peternak dalam kegiatan
mengembangkan agribisnis sapi perah. Sehingga dimungkinkan
melalui
KPS
ini
dapat
dilakukan
perbaikan
dengan
pengembangan jaringan rantai pasokan untuk memungkinkan
dampak perbaikan kepada semua pelaku produsen susu yang
terlibat dari (hulu) peternak hingga (hilir) konsumen masyarakat.
Pengembangan jaringan rantai pasokan KPS untuk meningkatkan
produksi susu ini terkendala dalam bagian pemasaran, dimana
jumlah permintaan saat ini hanya berfokus pada pemenuhan
jumlah permintaan dari industri pengolahan susu (IPS). Oleh
karenanya diperlukan pengembangan pemasaran KPS yang
7

mampu mengadakan kerjasama dengan beberapa pihak tidak


hanya dengan partner industri tetapi juga dengan lembaga yang
secara langsung berkaitan dengan masyarakat salah satunya
yaitu lembaga pendidikan. Program tersebut terkait dengan
gerakan minum susu segar pada anak usia sekolah atau
kelompok sekolah.
Koperasi Susu
Peternakan Bandung Utara (KPSBU)
merupakan koperasi yang mengelola produksi dan distribusi susu
di kawasan Bandung Utara. Saat ini KPSBU mengelola 16 wilayah
desa peternakan susu masyarakat dengan jumlah lebih dari 4000
anggota peternak di semua kawasan Lembang. Operasi KPSBU
saat ini setiap harinya mampu mengumpulkan 4000 liter per
sekali pengambilan dari satu kawasan penampungan setingkat
RW, dengan rata-rata per peternak dapat mengumpulkan per
sekali perahan sebanyak 10 liter dengan frekuensi pengambilan
KPSBU sebanyak 2 kali sehari dilakukan pagi dan sore.
Pemasaran penting KPSBU saat ini adalah melakukan pemasokan
terhadap perusahaan-perusahaan besar dengan total pengiriman
sebanyak 150 ton perhari. Jumlah ini masih dibagi-bagi untuk
beberapa perusahaan IPS. Apabila ditelisik lebih jauh dengan
apabila KPS hanya berfokus pada pemenuhan jumlah permintaan
perusahaan IPS maka jumlah permintaan dan produksi KPBS
yang akan dihasilkan sedikit dan juga dukungan didalam
pemenuhan susu untuk masyarakat akan tidak tepat sasaran
dengan rantai jaringan susu untuk sampai kepada masyarakat
lebih lama. Oleh karenanya kondisi ini dapat diperbaiki melalui
implementasi program gerakan ayo Bandung minum susu di
sekolah gagasan untuk meningkatkan pemasaran KPBS didalam
produksi dan penjualan susu.
Berdasarkan permasalahan diatas, upaya pemberdayaan
KPS melalui pengembangan jaringan rantai pasokan susu dengan
implementasi program gerakan minum susu ini perlu dilakukan
sebagai upaya perbaikan kondisi susu nasional melalui perbaikan
produsen susu lokal didalam peranan untuk membangun
masyarakat Indonesia yang sehat dan cerdas. Didalam penulisan
karya tulis ini akan dibahas mengenai upaya pemberdayaan pada
koperasi KPBS sebagai produsen susu lokal melalui Gambaram
pengembangan jaringan rantai pasokan susu dengan bagaimana
langkah-langkah dari implementasi program gerakan ayo
Bandung minum susu di sekolah.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan :
1. Memperbaiki kondisi susu nasional melalui peningkatan produksi dan
penjualan produsen susu local.
8

2. Mengembangkan jaringan rantai pasokan distribusi susu produsen susu lokal


KPSBU melalui pengembangan pemasaran kerjasama dengan lembaga
pendidikan.
3. Mengembangkan gagasan gerakan ayo minum susu melalui gagasan gerakan
minum susu didalam sekolah untuk mendukung membangun masyarakat sehat
dan cerdas dari sejak usia sekolah.
Manfaat :
Meningkatkan minat masyarakat dalam menkonsumsi susu dan
meningkatkan tingkat kesejahteraan pelaku produsen susu lokal
dari KPSBU dengan meningkatnya tingkat produksi dan penjualan
susu didalam jaringan distribusi susu.

GAGASAN
Kondisi kekinian
Rantai Pasokan Distribusi Produk Susu KPSBU
Pola rantai pasokan distribusi susu sapi wilayah Bandung Utara Lembang saat ini
melibatkan empat rantai pelaku, yaitu:
a. Rantai pertama peternak,
b. Rantai kedua lembaga koperasi KPSBU,
c. Rantai ketiga IPS (Industri Pengolah Susu),
d. Rantai Keempat konsumen.
Pola rantai pasokan distribusi susu ini dipetakan seperti pada Gambar 1.
Pada rantai pertama susu sapi perah diambil melalui proses pemerahan oleh
peternak, kemudian susu sapi perah tersebut dikumpulkan dan ditampung per
wilayah setingkat desa oleh petugas koperasi, setelah hasil perahan terkumpul lalu
dibawa dan ditampung oleh koperasi didalam tangki mobil untuk dibawa, dites
dan diuji di laboratorium untuk disesuaikan dengan standar rata-rata koperasi.
Setelah pengujian selesai susu hasil pengujian tersebut didistribusikan ke bagian
IPS (Industri Pengolahan Susu) yaitu mitra perusahaan yang bekerjasama dengan
koperasi diantaranya perusahaan PT.Indomilk, PT Indolakto, PT. Danone, dll,
dimana umumnya perusahaan-perusahaan pengolah susu besar yang berada di ibu
kota Jakarta. Standar susu yang dikirimkan ke IPS ini harus mengikuti standarstandar susu kualitas perusahaan yang baik. Jumlah susu yang didistribusikan ke
bagian IPS sebanyak 150 ton, sebagian susu digunakan KPBS untuk memproduksi
produk olahan susu seperti kerupuk susu, permen susu, yogurt, ice cream susu, dll
yang dipasarkan secara khusus didalam waserba KPSBU.

Gambar 1 Jaringan Rantai Pasokan Distribusi Susu Kawasan Lembang

10

Aktifitas Pengolahan dan Pengolahan Susu Sapi KPSBU


Gambaran pola rantai pasokan distribusi susu dapat dipetakan melalui model
IDEF. Pada Gambar 2. menjelaskan pendistribusian susu sapi KPSBU level
diagram Parent Diagram (Level A0) atau context diagram. Sedangkan pada
Gambar 3 memperlihatkan pendistribusian susu sapi KPSBU level child diagram
(Level A1).

Gambar 2 Diagram IDEF Level 0 Proses Pendistribusian Susu Sapi Murni

11

Gambar 3 Diagram IDEF Level A1 Proses Pendistribusian Susu Sapi Murni

12

Pada jalur tiap rantai pasokan distribusi susu ini seperti digambarkan pada Gambar
2. Dan Gambar 3. masing-masing tingkatan rantai melakukan aktifitas baik
sifatnya pengolahan maupun hanya melakukan distribusi. Hal tersebut akan
dijelaskan dalam uraian berikut:
1) Proses Memelihara Sapi Perah
Berdasarkan hasil pengamatan pada peternak sapi perah yang berada di
Lembang ini melakukan pengelolaan peternakan secara mandiri dengan
pengelolaan ternak sapi-sapi dalam kandang yang tertata rapih, bersih agar
memudahkan dalam proses pemerahan sapi agar dihasilkan susu sapi yang
berkualitas tinggi. Aktifitas pemeliharaan sapi perah diperlihatkan pada
Gambar 4.
2) Memerah Sapi Perah
Peternak melakukan proses perah sapi dua kali sehari yaitu pada waktu pagi
hari dan sore hari. Teknik pemerahan sapi dilakukan manual dengan
pemerahan menggunakan tangan dibantu dengan pelicin tangan berupa
vaselin dan ditampung didalam sebuah wadah. Hasil produk pertama susu
disini berupa susu perah murni mentah. Dalam satu kali perahan
dihasilkan susu murni sebanyak 10 liter. Aktifitas pemerahan sapi perah
diperlihatkan pada Gambar 5.
3) Menampung Susu sesuai Standar Kualitas di TPS
Hasil tampungan susu perah peternak ini selanjutnya dikirimkan ke bagian
TPS (Tempat Penampungan Susu) oleh masing-masing peternak biasanya TPS
ini berada di wilayah setingkat RW. Tugas pegawai koperasi disini tidak hanya
melakukan pengumpulan susu sapi perah di masing-masing TPS, tetapi juga
melakukan pemisahan untuk menentukan bagian susu terkumpul yang
memenuhi standar untuk dibawa ke koperasi. Aktifitas penampungan susu
oleh peternak di tingkat TPS diperlihatkan pada Gambar 6.
4) Mendstribusikan Susu ke KPSBU
Hasil pengecekan di setiap TPS dan telah ditampung kedalam tangki mobil,
selanjutnya dibawa ke koperasi pusat untuk diuji dan diproses lebih lanjut.
Aktifitas pendistribusian susu ke KPSBU diperlihatkan pada Gambar 7.
5) Melakukan Uji Sterilisasi dan Pasterilisasi
Aktifitas bagian koperasi pusat memiliki tugas cukup penting didalam pola
rantai pasok distribusi susu ini. Dimana bagian ini selain menjadi pengelola
hasil perahan susu petani tetapi juga berperan sebagai pengatur pola distribusi
serta sebagai pusat kemandirian pengolahan susu oleh masyarakat.
Aktifitas lanjutan setelah pengumpulan susu sapi perah peternak selanjutnya
adalah pengujian laboratorium pemrosesan susu oleh koperasi. Pengujian
sterilisasi dilakukan untuk menentukan kualitas susu yang baik untuk
didistribusikan ke bagian IPS. Aktifitas pengujian susu oleh pihak koperasi
diperlihatkan pada Gambar 8.
6) Mendistribusikan dan Memasarkan Produk dari KPSBU
Saat ini pihak koperasi melakukan partner kerjasama dengan beberapa
perusahaan diantaranya perusahaan PT.Indomilk, PT Indolakto, PT. Danone,
dll, untuk melakukan penyuplaian bahan susu murni untuk selanjutnya partner
13

indusrti ini disebut sebagai IPS (Industri Pengolahan Susu) didalam rantai
pasokan distribusi susu. Aktifitas pemrosesan susu juga dilakukan oleh
koperasi untuk melakukan pengolahan susu sendiri didalam koperasi. Aktifitas
pengolahan yang dilaksanakan koperasi diantaranya proses pasterisasi untuk
memproduksi susu berbagai jenis rasa, produksi produk permen susu, kerupuk
susu, dll. Dimana hasil produk ini dipasarkan sendiri oleh koperasi didalam
koperasi dalam minimarket koperasi. Aktifitas pendistribusian dan pemasaran
produk susu dari koperasi KPSBU ke tingkat IPS diperlihatkan pada Gambar
5.

Gambar 4 Aktifitas Memelihara Sapi Perah oleh


Peternak

Gambar 5 Aktifitas Pemerahan Susu oleh Peternak

Gambar 6 Aktifitas Pengumpulan Susu


dari Peternak ke TPS

Gambar 7 Aktifitas Pemisahan Susu


Lulus Uji Standar KPSBU kedalam
Penampungan Tangki Mobil

Gambar 8 Aktifitas Pendistribusian Susu dari TPS


ke KPSBU

Gambar 9 Aktifitas Uji Sterilisasi Susu


oleh KPSBU

14

Ga
mbar 10 Aktifitas Uji Pasterilisasi Susu Oleh
KPSBU

Harga Jual Susu pada Tingkat Rantai Distribusi


Harga susu umumnya dari peternak untuk dikumpulkan didalam Koperasi
dihargai sebesar Rp. 5500/liter dalam bentuk susu sapi mentah. Dari koperasi ke
Pengelola Susu IPS seperti seperti PT.Indomilk, PT FUI, PT. Ultra Jaya, PT
Sari Husada, PT Food, dll harga jual susu dalam bentuk susu hasil sterilisasi
dan pengujian keamanan dihargai sebesar Rp. 7500/liter. Adapun susu setelah
dilakukan pengolahan oleh koperasi dalam bentuk susu murni dijual dijual ke
agen/pedagang dengan harga Rp.6000/ liter dan dalam bentuk olahan lain seperti
susu murni kemasan, permen susu, kerupuk susu dijual dengan harga jual berbeda.
Analisis Kondisi Kekinian
Kondisi Rantai Pasokan Ditribusi Susu KPSBU
Pengelolaan pendistribusian susu di kawasan Lembang ini
diwadahi oleh koperasi dari Koperasi Peternak Susu Bandung
Utara (KPSBU). Distribusi ini diawali dengan pendistribusian dari
peternak kepada koperasi dalam bentuk susu perah, kemudia
distribusi dilakukan dari koperasi ke bagian Industri Pengolahan
Susu dari perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan
ibukota. Selain itu, dilakukan pendistribusian langsung dari
koperasi kepada konsumen melalui pemasaran produk susu
murni dan produk susu hasil pasterilisasi juga pemasaran dari
hasil pengolahan sendiri produk susu menjadi produk makanan
olahan seperti kerupuk susu, permen susu, dll. Nilai persentasi
jumlah pendistribusian dari koperasi ke IPS juga pengolahan
sendiri adalah 90% untuk distribusi ke IPS dan 10% pengolahan
sendiri. Melihat dari harga jual, masing-masing tingkatan
distribusi memiliki harga jual berbeda dijelaskan dalam uraian
berikut:
- Peternak ke Koperasi
= Rp 5500/liter (tergantung kualitas)
- Koperasi ke IPS
= Rp 7000/liter (tergantung kualias)
- Koperasi ke Konsumen
= Rp 6000/liter (susu murni/susu paterilisasi)
= Rp ,- harga berbeda-beda untuk produk
olahan (kerupuk susu, permen susu, dll
15

Apabila dicermati lebih jauh dengan demikian kebanyakan


konsumen mendapatkan produk susu ini sebagian besar dari
hasil pengolahan perusahaan. Rantai distribusi untuk sampai ke
konsumen cukup panjang. Apabila dilihat dari nilai harga jual
dengan harga jual koperasi ke IPS dihargai 7000/liter maka
setelah dilakukan pemrosesan didalam perusahaan nilainya akan
menjadi naik. Seperti dicontohkan untuk produk hasil susu olahan
perusahaan PT Indomilk susu hasil pasterilisasi per liter dalam
kotak kemasan adalah sebesaar Rp 12.000,-, dengan demikian
konsumen untuk dapat menikmati susu ini harus mengeluarkan
uang sebesar Rp 12.000,-. Melihat kondisi seperti nilai harga jual
sebesar ini menjadi kendala dari masyarakat untuk dapat
mengkonsumsi susu, selain karena harga jual yang tinggi juga
nilai kerumitan untuk mendapatkan produk tersebut. Hal ini tentu
akan mengurangi nilai permintaan dan produksi susu khususnya
dari tigkat IP, sehingga kondisi ini perlu dilakukan perbaikan dari
sistem rantai pasokan distribusi ini.

16

Pengembangan Rantai Pasokan Susu KPSBU


Pengembangan rantai pasokan distribusi susu di kawasan
lembang diperlihatkan pada Gambar 11. Dimana melihat kondisi
nilai konsumsi masyarakat yang rendah karena nilai harga beli
yang tinggi serta nilai permintaan dan produksi susu dari IPS
yang meurun. Diperlukan sebuan pengembangan rantai pasokan
distribusi. Seperti halnya yang disampaikan oleh (Rudiana, dkk.
2009) bahwa perbaikan yang mungkin terkait dengan kondisi
susu nasional yaitu melalui perbaikan dan pengembangan dari
produsen
susu
lokal.
Diantaranya
melaui
peningkatan
pemberdayaan Koperasi Peternak Susu (KPS) dan melalui
program gerakan minum susu segar. Dengan demikian arah
pengembangan rantai pasokan distribusi susu ini akan difokuskan
pada dua alternative tersebut.
Pengembangan rantai pasok distribusi melalui peningkatan
pemberdayaan koperasi
Dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi susu
oleh koperasi. Pada awalnya hanya sekitar 10%, maka hal ini bisa
ditambahkan sampai dengan 30%. Sehingga distribusi susu
untuk dapat langsung sampai kepada konsumen akan lebih cepat
dan harga jual akan lebih rendah dari biasanya. Tetapi selain
peningkatan kapasitas produksi susu juga perlu diperhatikan
pemasaran
produk
tersebut,
apabila
koperasi
masih
mengandalkan system pemasaran saat ini melalui penjualan
minimarket koperasi langsung maka kemungkinan nilai
permintaan tidak memenuhi kapasitas yang tersedia. Oleh
karenanya perlu adanya strategi pemasaran koperasi agar dapat
melakukan penjualan langsung produknya kepada konsumen
langsung. Tentunya koperasi dapat melakukan pengembangan
patnership dengan organisasi yang secara khusus dengan
masyarakat didalam pemasaran produk susu ini. Koperasi dapat
melakukan kerjasama ini dengan lembaga-lembaga masyarakat
dengan dorongan implementasi program gerakan minum susu
segar.
Kehandalan Gagasan
Partnership Koperasi dengan Lembaga Masyarakat
Kerjasama pihak koperasi dengan lembaga masyarakat didalam pemasaran produk
susu murni dilakukan untuk meningkatkan minat konsumsi susu masyarakat, serta
peningkatan nilai permintaan dan produksi susu koperasi. Pemberdayaan koperasi
disini dilakukan dengan kemandirian koperasi didalam pengolahan susu untuk
menyediakan kebutuhan susu masyarakat. Kerjasama pihak koperasi dengan
lembaga masyarakat ini pertama dapat dilakukan dengan Lembaga Pendidikan
dari sekolah-sekolah. Posisi koperasi disini berdiri sebagai pemasok produk susu
dari konsumen disekolah.
17

Gambar 11 Pengembangan Jaringan Rantai Pasokan Distribusi Susu Kawasan


Lembang

Target konsumen disini adalah siswa-siswa sekolah. Produk susu yang disediakan
koperasi disini adalah produk susu murni hasil sterilisasi dan pasterilisasi.
Koperasi secara intens melakukan pemasokan susu murni ke sekolah-sekolah ini
dilakukan bisa setiap hari atau beberapa hari sekali. Tentu hal ini apabila
terlaksana dengan baik, nilai permintaan susu murni dari koperasi akan meningkat
dengan jumlah siswa disekolah mengambil berapa bagian dari jumlah total
masyarakat. Selain itu paling utama adalah dukungan didalam meningkatkan
kesehatan dan kecerdasan anak-anak sekolah.
Gerakan Ayo Bandung Minum Susu Segar di Sekolah
Gerakan Ayo Bandung Minum Susu Segar di Sekolah merupakan sebuah
gagasan program pengadaan aktifitas pemberian susu untuk anak-anak didalam
sekolah di Kota dan Kab Bandung. Lembaga sekolah yang diwakilkan dinas
pendidikan Kota/Kab Bandung aktif menghidupkan gerakan minums susu segar
untuk siswa sekolah usia setingkat dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan
usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pengolaan dan kerjasama ini dilakukan
oleh lembaga sekolah tersebut dengan koperasi peternak susu (KPS) yang berada
di sekitar Kota/Kab Bandung. Teknisnya koperasi melakukan produksi susu murni
untuk memenuhi kebutuhan dari sekolah-sekolah dan setiap hari atau per berapa
hari sekali melakukan pendistribusian kedalam sekolah-sekolah. Dengan demikian
setiap hari anak-anak sekolah yang berada di Kota/Kab Bandung khsuusnya dapat
menikmati susu murni gratis di sekolah.
Pihak-pihak yang Terkait
Implementasi gerakan Ayo Bandung Minum Susu Segar di Sekolah
membutuhkan beberapa pihak-pihak terkait diantaranya
1. Koperasi, posisi koperasi disini sebagai penyedia produk susu murni juga
sebagai pihak yang harus pertama kali gencar melakukan pendekatan
kerjasama penggalakan program kedalam Lembaga Pemerintahan dari Dinas
Pendidikan.
2. Pihak Lembaga Dinas Pendidikan Kota/Kab Bandung, terlaksananya program
ini tidak lepas dari campur tangan pihak Dinas Pendidikan. Pihak Dinas
Pendidikan memeranka posisi penting didalam merelaisasikan kerjasama
dengan koperasi. Program pengadaan susu dari koperasi untuksekolah-sekolah
18

akan melibatkan kebijakan dari Dinas Pendidikan terutama didalam anggaran


pengadaan sehingga siswa sekolah dapat menikmanti secara gratis.
3. Pihak Sekolah, pihak sekolah memegang peranan secara langsung didalam
menggerakan program minum susu segar dengan menggeraka siswa-siswa
untuk minum susu segar di sekolah serta pihak sekolah juga turut membantu
didalam pendistribusian susu ini disaat jam sekolah.
4. Siswa, partsipasi dan peran aktif siswa untuk mengikuti program minum susu
sekolah sangat penting.

19

KESIMPULAN
Pemberdayaan koperasi peternak susu serta realisasi program
gerakan minum susu segar di sekolah digalakan untuk
merealisasikan upaya peningkatan kondisi susu nasional serta
peningkatan minat masyarakat didalam mengkonsumsi susu.
Pengembangan jaringan rantai pasokan distribusi menjadi focus
utama upaya ini, Dimana melalui gerakan minum susu segar di
sekolah ini dapat mengembangkan jaringan distribusi susu dari
koperasi dan memperpendek jaringan untuk sampai kepada
konsumen selain itu dengan peningkatan permintaan tersebut
akan meningkatkan kapasitas produksi yang harus disediakan
koperasi untuk memenuhi permintaan tersebut.
Gerakan Ayo Bandung Minum Susu Segar di Sekolah merupakan salah satu
bentuk realisasi dari programa minum susu segar di sekolah. Melalui kerjasama
dengan koperasi peternak susu di kawasan Lembang dari KPSBU untuk
mengadakan susu di sekolah-sekolah yang berada di Kota/Kab Bandung
memberikan upaya pengembangan jaringan pasokan distribusi untuk koperasi
KPSBU dengan penambahan jumlah permintaan produk susu murni, serta
penambahan kapasitas produksi pengolahan susu oleh koperasi sendiri dari
awalnya 10% menjadi 30%. Selain itu dengan pemendekan jalur distribusi susu
dari koperasi untuk sampai kepada konsumen telah mengurangi nilai harga jual
sehingga menjadi lebih terjangkau oleh konsumen. Peningkatan konsumsi susu
masyarakat yang diwakili oleh anak-anak siswa usia sekolah meningkat, sehingga
dimungkinkan tujuan peningkatan kesehatan dan kecerdasan masyarakat melalui
progam ini akan tercapai.
DAFTAR PUSTAKA
Rusdiana, S dan Wahyuning, K.S, 2009. Upaya Pengembangan Agribisnis Sapi
Perah dan Peningkatan Produksi Susu Melalui Pemberdayaan
Koperasi Susu. Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi, Bogor.
Pullman, M dan Wu, Z., 2012. Food Supply Chain Management: Economic,
Social and Environtmental Perspectives. New York: Routledge 711
Thrid Avenue.
Rizky, Z., 2009. Supply Chain Management Pada Produk Susu Kawasan
Lembang. Dalam arsip tugas kuliah Universitas Islam Bandung,
Bandung.
Ditjenak, 1996. Kebijakan Pemerintah dalam Pengembangan Agribisnis Sapi
Perah Menghadapi Era Pasar Bebas Direktorat Jenderal Peternakan,
Jakarta

DAFTAR RIWAYAT HIDUP


KETUA
Nama

: Hilda Syaidatul Ulfah


20

TTL

: Sumedang. 13 Oktober 1993

Jenis Kelamin
Alamat

: Perempuan
: Jl Kebon Kembang Gang Pancatunggal No 16

Rt/Rw 04/12 Tamansari Bandung


Status

: Mahasiswa Universitas Islam Bandung

Karya ilmiah yang telah dibuat:


-The influence of H2SO4 in PLTU Dieng dalam scholarship paper
SMAN 1 Sumedang
-:Pengembangan daily Local Fresh Fruit & Vegetable Store
Sebagai Solusi Pemasaran Produk Pertanian Lokal dalam PKM
GT tingkat Universitas Islam Bandung dan DIKTI.
ANGGOTA
Nama

: Jefri Khairunnas

TTL

: Limbanang, 5 April 1993

Jenis Kelamin

Alamat sekarang : Jl Cisitu Baru No 36 Dago


Alamat lama
Status

: SD 03 Limbanang, Kec 50 Kota, Padang


: Mahasiswa Universitas Islam Bandung

Karya ilmiah yang telah dibuat : Nama

: Saeful Ramadhan Firmansyah

TTL

: Purwakarta, 5 Maret 1993

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Alamat sekarang : Jl Tamansari Bawah No 46 Rw 20


Alamat lama

: Perum Dian Anyar Blok Q 2 No. 2

Purwakarta
Status

: Mahasiswa Universitas Islam Bandung

Karya ilmiah yang telah dibuat : -

21