Anda di halaman 1dari 5

bisnis unit

anak perusahaan
anak perusaahaan persero tbk
transformasi
good corporet goverment
reformasi visi dan misi
strategi korporasi
strategi bersaing
portofolio produk
penataan supply change management
reorganisasi
jaringan layanan kesehatan
solusi one step help care sollution
pelayanan kesehatan satu atap
pelayanan terpadu
pionir
kerjasama koperasi
self education
brand value
good farmasi practice
swalayan farmasi
e store
helth and beauty care
drug store atau otc
brand equity
Unit bisnis strategis (bahasa Inggris: strategic business unit, SBU) adalah
suatu unit yang menghasilkan produk atau jasa untuk suatu kelompok

pelanggan tertentu. SBU umumnya merupakan suatu unitmandiri dan suatu


perusahaan dapat memiliki beberapa SBU.
Anak perusahaan adalah satu kesatuan legal independen, yang dibangun
oleh perusahaan untuk mendukung seluruh kegiatannya. Manajemen anak
perusahaan diatur secara independen namun tetap di bawah pengawasan
induk perusahaan.
Persero adalah BUMN yang bentuk usahanya adalah perseoran terbatas
atau PT. Bentuk persero semacam itu tentu saja tidak jauh berbeda sifatnya
dengan perseroan terbatas / PT swasta yakni sama-sama mengejar
keuntungan yang setinggi-tingginya / sebesar-besarnya.
Transformasi adalah sebuah proses perubahan secara berangsur-angsur
sehingga sampai pada tahap ultimate, perubahan yang dilakukan dengan
cara memberi respon terhadap pengaruh unsur eksternal dan internal yang
akan mengarahkan perubahan dari bentuk yang sudah dikenal sebelumnya
melalui proses menggandakan secara
Tatakelola perusahaan yang baik atau good corporate governance selanjutnya
disingkat dengan GCG adalah proses untuk meningkatkan keberhasilan usaha
dan akuntabiltas perusahaan guna mewujudkan nilai Pemilik Modal/RPB dalam
jangka panjang dengan tetap memperhatikan
kepentingan stakeholdersperusahaan berlandaskan peraturan dan nilai
etika. Stakeholders perusahaan antara lain pemilik, kreditor, pemasok, asosiasi
usaha, karyawan, pelanggan, pemerintah dan masyarakat luas.
Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada
suatu masa. Dapat disimpulkan dari pernyataan di atas perbedaan antara visi

dan misi adalah Visigambaran dan tujuan suatu lembaga atau perusahaan
di masa depan sedangkan Misi adalah cara untuk mencapai tujuan itu.
Kadangkala Misi perlu dirubah sedemikian rupa jika Visi belum juga tercapai.
strategi korporasi (corporate strategy) adalah strategi yang berkaitan
dengan pilihan arah perusahaan secara keseluruhan, serta pengelolaan
portofolio bisnis dan produk. Staretgi ini merupakan orientasi menyeluruh
perusahaan terhadap pertumbuhan (growth), stabilitas (stability), atau
pengurangan (rethenchment).
stilah portofolio dipakai dalam kegiatan yang menyangkut sejumlah bidang kegiatan
yang masing-masing memiliki arti cukup berbeda. Istilah ini adalah bentuk latinisasi
dari portefeuille. Dalam manajemen strategis dan pemasaran, istilah portfolio digunakan
untuk menunjukkan sekumpulanproduk, proyek, layanan jasa atau merk yang
ditawarkan untuk dijual oleh suatu perusahaan. Dalam mengembangkan portfolionya,

sebuah perusahaan dapat menggunakan aneka teknik analisis termasuk analisis Boston
Consulting Group

Supply Chain Management Pengertian supply adalah sejumlah material yang disimpan dan
dirawat menurut aturan tertentu dalam tempat persediaan agar selalu dalam keadaan siap pakai dan
ditatausahakan dalam buku perusahaan. Pengertian supply chain adalah sebuah proses bisnis dan informasi yang
berulang yang menyediakan produk atau layanan dari pemasok melalui proses pembuatan dan pendistribusian
kepada konsumen. Sedangkan menurut Indrajit dan Djokopranoto supply chain adalah suatu tempat sistem
organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini juga merupakan
jaringan dari berbagai organisasi yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebaik
mungkin menyelenggarakan pengadaan atau penyalur barang tersebut.

Manajemen Rantai Suplai (Supply chain management) adalah sebuah proses payung
di manaproduk diciptakan dan disampaikan kepada konsumendari sudut struktural.
Sebuah supply chain (rantaisuplai) merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan
yang mempertahankan organisasi dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber
produksi dalam menyampaikan kepada konsumen. (Kalakota, 2000, h197)

Reorganisasi adalah reorganization yaitu perubahan garis kewenangan,


struktur organisasi, struktur keuangan dan perubahan lainnya yang ditujukan
untuk memperbaiki struktur manajemen dan keuangan suatu organisasi.
Pelayanan Terpadu Satu Pintu adalah kegiatan Penyelengaaran Perizinan dan Non
Perizinan berdasarkan Pendelegasian atau Pelimpahan wewenang dari lembaga atau
instansi yang memiliki kewenangan perizinan dan non perizinan yang proses
pengelolaannya dimulai dari tahap permohonan sampai dengan tahap terbitnya
dokumen yang dilakukan dalam satu tempat.

Koperasi adalah sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan
hukum, yang memberikan kebebasan pada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja
sama secara kekeluargaaan menjalankan usaha untuk mempertinggi
kesejahtraan jamaniah para anggota.
Kerjasama, atau kooperasi merujuk pada praktik seseorang atau kelompok yang lebih besar
yang bekerja di khayalak dengan tujuan atau kemungkinan metode yang disetujui
bersama. Kerjasama Koperasi adalah hubungan antara perkumpulan yang beranggotakan
orang-orang atau badan-badan hukum, baik antara koperasi dengan koperasi maupun
koperasi dengan bukan koperasi dan di bidang usaha atau bukan di bidang usaha, karena
membutuhkan bantuan orang lain atau organisasi lain dalam rangka meningkatkan kegiatan
usahannya.
Pengertian Brand menurut American Marketing Association (Rangkuti, 2008), merek adalah
nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut. Tujuan
pemberian merek adalah untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang dihasilkan sehingga
berbeda dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh pesaing. Menurut Darmadi, dkk (2001)
brand merupakan nilai tangible dan intangible yang terwakili dalam sebuah trademark (merek

dagang) yang mampu menciptakan nilai dan pengaruh tersendiri di pasar bila diatur dengan
tepat. Sedangkan Susanto dan Wijanarko (2004) menyatakan bahwa brand (merek) adalah
nama atau simbol yang diasosiakan dengan produk atau jasa yang menimbulkan arti
psikologis dan asosiasi.
Memiliki brand value yang tepat Semakin tepat merek di-positioning-kan di benak pelanggan
merek tersebut akan semakin competitive. Untuk mengelola hal tersebut kita perlu
mengetahui brand value. Diibaratkan sebuah pakaian, positioning adalah kesesuaian ukuran
bagi pemakainya. Sedangkan brand value adalah keindahan warna serta model pakaian
tersebut. Brand value membentuk brand personality. Brand personality lebih cepat berubah
dibandingkan brand positioning, karena brand personality mencerminkan gejolak perubahan
selera konsumen. Brand value juga mencerminkan brand equity secara real sesuai dengan
customer values-nya. 3. Memiliki konsep yang tepat Tahap akhir untuk mengkomunikasikan
brand value dan positioning yang tepat kepada konsumen harus didukung oleh konsep yang
tepat. Pengembangan konsep merupakan proses kreatif, karena berbeda dari positioning,
konsep dapat terus-menerus berubah sesuai dengan daur hidup produk yang bersangkutan.
Konsep yang baik adalah dapat mengkomunikasikan semua elemen-elemen brand value dan
positioning yang tepat, sehingga brand image dapat terus-menerus ditingkatkan

Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik (Good Pharmacy Practice) sebagai perangkat untuk
memastikan Apoteker dalam memberikan setiap pelayanan kepada pasien agar memenuhi
standar mutu dan merupakan cara untuk menerapkan Pharmaceutical Care. Komitmen untuk
memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat harus terus
diupayakan dan ditingkatkan oleh Apoteker baik di Apotek, Puskesmas, Klinik maupun
Rumah sakit.
online shop adalah toko online yang mempermudah masyarakat untuk mendapatkan
barang-barang yang mereka cari atau inginkan.

Brand Equity (Ekuitas Merek) adalah seperangkan asset dan


liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek, nama, simbol,
yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh
sebuah produk atau jasa baik pada perusahaan maaupun pada
pelanggan.
OTC (Over The Counter) merupakan obat yang dapat dibeli tanpa resep
dokter biasa disebut juga dengan obat bebas yang terdiri atas obat bebas dan
obat bebas terbatas.
Menurut Susanto dan Wijanarko (2004), dalam menghadapi persaingan yang ketat, merek
yang kuat merupakan suatu pembeda yang jelas, bernilai, dan berkesinambungan, menjadi
ujung tombak bagi daya saing perusahaan dan sangat membantu dalam strategi pemasaran (p.
2). Keller (1993) juga menyatakan bahwa brand equity adalah keinginan dari seseorang untuk

melanjutkan menggunakan suatu brand atau tidak. Pengukuran dari brand equity sangatlah
berhubungan kuat dengan kesetiaan dan bagian pengukuran dari pengguna baru menjadi
pengguna yang setia