Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Gas Mulia

Gas mulia adalah unsur-unsur yang terdapat pada golongan 18 (juga sering disebut VIII A
atau unsur inert). Dalam kondisi standar, semua gas mulia memiliki sifat tidak berbau, dan tidak
berwarna. Gas mulia merupakan monoatomik dengan reaktivitas kimia sangat rendah. Atau dengan
kata lain, gas mulia sangat stabil. Karena sangat stabil, gas mulia mudah dijumpai di alam, yaitu
helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), xenon (Xe), dan radioaktif radon (Rn). Neon, argon,
kripton, dan xenon yang diperoleh dari udara dalam pemisahan udara dengan menggunakan
metode pencairan gas dandestilasi fraksional. Helium didapat dari ladang gas alam yang memiliki
gas alam dengan konsentrasi helium yang tinggi, menggunakan tekmik pemisahan gas cryogenic.
Radon diisolasi dari peluruhan radioaktif dari radium.

Sifat-sifat Gas Mulia


Sifat fisika gas mulia
Gas-gas mulia memiliki gaya interatomik yang lemah, sehingga membuat gas mulia memiliki leleh
dan titik didih sangat rendah. Seluruh unsur gas mulia bersifat monoatomik dalam kondisi standar,
termasuk unsur-unsur yang mempunyai masa atom lebih besar dari unsur padat. Helium memiliki
beberapa sifat yang unik bila dibandingkan dengan unsur gas mulia lainnya. Yang pertama adalah
helium mempunyai titik didih dan titik leleh yang lebih rendah daripada unsur lain. Sifat itu dikenal
sebagai superfluiditas. Helium adalah satu-satunya unsur yang tidak bisa dipadatkan dengan
pendinginan di bawah standar. Helium, neon, argon, kripton, dan xenon mempunyai beberapa isotop
stabil. Radon tidak mempunyai isotop stabil. Isotop yang paling lama waktu hidupnya adalah 222Rn
yang mempunyai waktu paruh 3,8 hari kemudian meluruh membentuk helium dan polonium, yang
akhirnya
meluruh
membentuk
timah.
Atom-atom gas mulia mempunyai jari-jari atom yang meningkat ke periode yang lebih tinggi
meningkatnya jumlah elektron. Ukuran atom berhubungan dengan beberapa sifat. Misalnya, energi
ionisasi menurun seiring meningkatnya jari-jari atom karena elektron valensi gas mulia yang lebih
besar akan lebih jauh dari inti. Maka dari itu, ikatan inti atom ke elektron valensi menjadi lemah. Gas
mulia memiliki energi ionisasi terbesar di antara unsur-unsur dari setiap periode, yang
mencerminkan stabilitas konfigurasi elektron dan berhubungan dengan kurang reaktifnya gas mulia.
Gas mulia tidak dapat menerima elektron untuk membentuk anion stabil. Itulah mengapa gas mulia
memiliki afinitas elektron negatif.

Sifat kimia gas mulia


Gas-gas mulia tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan mudah terbakar dalam kondisi
standar. Gas mulia pernah disebut sebagai Golongan 0 dalam tabel periodik unsur karena
mempunyai valensi nol, yang berarti tidak dapat bereaksi dengan unsur-unsur lain untuk membentuk
senyawa. Namun anggapan tersebut dapat dipatahkan dengan ditemukannya senyawa dengan
keterlibatan
gas
mulia.
Seperti golongan lain, gas mulia menunjukkan pola yang konfigurasi elektron yang teratur.

Nomor Atom

Unsur

Jumlah Elektron

Helium

10

Neon

2, 8

18

Argon

2, 8, 8

36

Krypton

2, 8, 18, 8

54

Xenon

2, 8, 18, 18, 8

86

Radon

2, 8, 18, 32, 18, 8

Neon mempunyai 2 dan 8 elektron di kulit pertama dan kedua.

Manfaat Gas Mulia


Gas mulia memiliki beberapa aplikasi penting dalam industri seperti pencahayaan, pengelasan, dan
eksplorasi ruang angkasa. Gas helium-oksigen sering digunakan oleh para penyelam laut pada
kedalaman air laut lebih dari 55 meter untuk mencegah penyelam dari toksemia oksigen, efek
mematikan dari tekanan tinggi oksigen, dan narkosis nitrogen. Helium digunakan sebagai pengisi
balon udara menggantikan hidrogen. Hidrogen mempunyai potensi terbakar yang sangat tinggi
sehingga diganti helium.
B. UNSUR UNSUR GAS MULIA
1. Helium (He)
Pada 1868, astronom Prancis Pierre Janssen mendeteksi pertama kali sebuah signatur garis spektral
kuning yang tak diketahui dari cahaya dari gerhana matahari. Unsur-unsur ini diberi nama Helium oleh
Lockyer dan Frankland tahun 1895.
Helium (He) adalah unsur kimia yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak beracun, hampir
inert, dan mengepalai seri gas-gas mulia dalam tabel periodik dengan jumlah atom 2.
2. Neon (Ne)

Neon (Ne) adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ne dan nomor atom 10.
Neon termasuk kelompok gas mulia yang
tak berwarna dan lembam (inert). Unsur Ne ditemukan pertama kali oleh William Ramsay dan Morris
William Travers tahun 1898 di Inggris.
3. Argon (Ar)
Argon (Ar) tidak berwarna dan tidak berbau, baik dalam bentuk gas maupun cairan. Argon dipandang
sebagai gas yang sangat inert dan diketahui tidak dapat membentuk campuran kimia. Unsur Ar
ditemukan pertama kali oleh Lord Rayleigh dan William Ramsey pada tahun 1894 di Scoutlandia.
4. Kripton (Kr)
Kripton (Kr) adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Kr dan nomor atom 36.
Sebuah warna, tanpa bau, dan sering digunakan dengan gas langka lain di lampu pijar. Gas krypton
ditemukan pertama kali oleh sir William Ramsey dan Morris William Travers tahun 1898 di Inggris.
5. Xenon (Xe)
Xenon (Xe) adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Xe dan nomor atom
54. Xenon termasuk kelompok gas mulia yang berwarna, berat, tanpa bau. Xenon di temukan pertama
kali oleh sir William Ramsey dan Morris William Travers.
6. Radon (Rn)
Radon (Rn) adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Rn dan nomor atom
86. Radon juga termasuk dalam kelompok gas mulia dan beradioaktif. Radon juga gas yang paling berat
dan berbahaya bagi kesehatan. Pada suhu dan tekanan ruang, radon tidak berwarna tetapi apabila
didinginkan hingga membeku, radon akan berwarna kuning, sedangkan radon cair berwarna merah
jingga. Radon ditemukan pada tahun 1900 oleh Friedrich Ernst Dorn di German, yang menggelarnya
sebagai pancaran radium