Anda di halaman 1dari 21

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Hukum Newton

Tugas Matakuliah Desain Pembelajaran Pembelajaran Dosen pengampu : Desnita. Msi

Pembelajaran Pembelajaran Dosen pengampu : Desnita. Msi Oleh : Siti Nurhasanah (3215126569) Program Studi Pendidikan

Oleh :

Siti Nurhasanah (3215126569)

Program Studi Pendidikan Fisika Non-Reguler 2012 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta

2015

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan

:

SMA

Mata Pelajaran

:

Fisika

Kelas/smt

:

XI/1

Materi pokok

: Hukum Newton dan Penerapannya

Sub Materi Pokok

Alokasi Waktu

: Hukum II Newton

: 1JP (2 x 45 menit)

A. Kompetensi Inti

KI. 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI. 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI. 3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI. 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar

3.4 Menganalisis hubungan antara gaya, massa, dan gerakan benda pada gerak lurus.

C. Indikator :

1. Menyebutkan bunyi hukum-hukum Newton

2. Menunjukkan pengaruh jenis permukaan benda terhadap gaya gesek benda

3. Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh jenis permukaan benda terhadap gaya gesek benda

4. Menunjukkan pengaruh berat benda dan kecepatan benda terhadap gaya gesek benda

D. Tujuan Pembelajaran

1. siswa mampu menyebutkan bunyi hukum II Newton

2. siswa mampu menemukan pengaruh jenis permukaan benda terhadap gaya gesek

3. siswa mampu Meenemukan pengaruh berat benda terhadap kecepatan benda dan gaya gesek benda

4. siswa mampu Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh berat dan kecepatan benda

E. Materi Pembelajaran

Hukum II Newton

Hukum I adalah berkaitan dengan gerak suatu benda ketika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol (F = 0). Pada keadaan seperti ini, kecepatan benda adalah tetap atau benda mengelami gerak lurus berurutan. Kita katakan bahwa benda tidak mengalami percepatan atau percepatannya nol.

Bagaimana jika pada benda bekerja sebuah gaya saja atau beberapa gaya yang resultannya tidak nol ? pada keadaan ini ternyata kecepatan benda selalu berubah. Kita katakana bahwa benda mengalami percepatan. Jelas bahwa ada kaitan antara resultan gaya dengan percepatan yang ditimbulkan. Kaitannya antara percepatan dan resultannya inilah yang diselidiki oleh Newton, sehingga ia berhasil mencetuskan hukum keduanya tentang gerak, yang dikenal sebagai hukum II Newton.

gaya yang dikerahkan pada meja besarnya F dengan arah sejajar lantai. Jika meja tetap dalam keadaan diam, sesuai dengan Hukum I Newton, berarti resultan gaya pada meja sama dengan nol. Hal Ini menunjukkan bahwa ada gaya lain yang besarnya sama dan berlawanan arah dengan gaya F yang Anda berikan. Gaya ini tidak lain adalah gaya gesekan yang terjadi antara meja dan lantai. Gaya gesekan pulalah yang menyebabkan meja menjadi berhenti sesaat setelah Anda melepaskan gaya dorong Anda terhadap meja yang sudah bergerak.

N

N F Untuk menggerakkan meja dari keadaan diam diperlukan gaya minimum tertentu karena ada gaya gesekan

F

Untuk menggerakkan meja dari keadaan diam diperlukan gaya minimum tertentu karena ada

gaya gesekan yang menghambat kecenderungan gerak meja. Hubungan antara gaya gesekan fg dan gaya F yang sejajar bidang pada sebuah benda ditunjukkan dalam grafik. Pada keadaan gambar 1,

gaya gesekan selalu sama dengan gaya yang diberikan atau secara matematis fg = F. Gaya gesekan yang bekerja saat benda dalam keadaan diam disebut gaya gesekan statis. Pada keadaan benda tepat akan bergerak, besar gaya F tepat sama dengan gaya gesekan statis maksimum. Besar gaya gesekan statis maksimum sebanding dengan gaya normal antara benda dan bidang. Konstanta kesebandingan antara besar gaya gesekan statis maksimum dan gaya normal disebut koefisien gesekan statis.

maksimum dan gaya normal disebut koefisien gesekan statis . Dengan demikian, , = secara matematis besar

Dengan

demikian,

,=

secara

matematis

besar

gaya

gesekan

statis

maksimum

memenuhi

.N yang hanya berlaku ketika benda tepat akan bergerak. dengan:

persamaan:

= koefisien gesekan statis, tanpa satuan

N = gaya normal, N

= koefisien gesekan statis, tanpa satuan N = gaya normal, N Persamaan ini juga menunjukkan bahwa

Persamaan ini juga menunjukkan bahwa selama gaya F yang diberikan pada benda lebih kecil daripada atau sama dengan gaya gesekan statis ( fs, maks), benda tetap dalam keadaan diam. Pada keadaan ini berlaku

), benda tetap dalam keadaan diam. Pada keadaan ini berlaku Selanjutnya, ketika gaya F yang diberikan
Selanjutnya, ketika gaya F yang diberikan lebih besar daripada besar gaya gesekan statis maksimum, F
Selanjutnya, ketika gaya F yang diberikan lebih besar daripada besar gaya gesekan statis maksimum,
F > fs,maks, benda akan bergerak. Pada keadaan bergerak ini, gaya gesekan yang bekerja disebut gaya gesekan
kinetik. Gaya gesekan ini besarnya konstan dan memenuhi persamaan
=
=
= koefisien gesekan kinetik, dan N = gaya normal.
gaya gesekan kinetic besarnya lebih kecil daripada gaya gesekan statis maksimum. Hal ini menunjukkan
bahwa koefisien gesekan kinetik selalu lebih besar daripada koefisien gesekan statis ( > ). Itulah
sebabnya mengapa Anda perlu mengerahkan gaya yang lebih besar saat mendorong benda dari keadaan diam

dibandingkan dengan ketika benda sudah bergerak.Besarnya gaya yang harus kamu kerahkan bergantung pada keadaan dua permukaan bidang yang bergesekan. Hal ini disebabkan besarnya koefisien gesekan bergantung pada sifat alamiah kedua benda yang bergesekan, di antaranya kering atau basahnya dan kasar atau halusnya permukaan benda yang bergesekan. Dalam Hukum II Newton, Newton menyatakan bahwa: “Jika terdapat gaya total yang bekerja pada suatu benda maka besar percepatan benda sebanding dengan besar gaya total dan berbanding terbalik dengan massa benda”. Adapun arah perecepatan benda sama dengan arah gaya total. Secara matematis dapat ditulis dengan:

=

dengan:

F = resultan gaya yang bekerja (N)

m = massa benda (kg)

a = percepatan atas benda (m/s2)

Gerak Benda pada Bidang Miring

Anda telah mempelajari sebuah benda yang disimpan di atas meja tidak akan jatuh. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya lain yang bekerja selain gaya berat (w = mg), yaitu gaya normal (N). Arah gaya normal ini tegak lurus bidang sentuh. Perhatikan gambar (9)!

N f mg sin mg cos W=mg
N
f
mg sin
mg cos
W=mg

Gambar Benda pada bidang miring

Sebuah balok bermassa m ditempatkan pada bidang miring licin. Misalkan, diambil sumbu miring x dan sumbu y tegak lurus bidang miring. Komponen gaya berat (w = mg) pada:

Sumbu -x: wx = mg sin Sumbu y: wy = mg cos

sumbu – y tegak lurus bidang miring. Komponen gaya berat (w = mg) pada: Sumbu -x:

Oleh karena Fy = 0, dari uraian gaya-gaya diperoleh gaya normal (N), yaitu

N

N

- mg cos

= mg cos

Gaya yang menyebabkan balok bergerak adalah gaya yang sejajar dengan bidang miring, yaitu gaya mg sin . F = mg sin Percepatan yang dialami oleh balok yang terletak pada bidang miring licin menjadi :

Fx = ma Maka, a = g sin

F. Metode Pembelajaran

Model : Induktif Metode : Diskusi, Eksperimen

G. Media dan Sumber Belajar

SumberBelajar

a. Buku Fisika SMA kelas XI

b. LKS

Alat

a. Kertas karton, Kertas Kardus, dan Kertas Amplas, Mobil-mobian

b. Bidang miring terbuat dari kayu

H. Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN PERTAMA

Kegiatan

Deskripsi

 

Alokasi

Kegiatan Guru

 

Kegiatan Peserta Didik

 

Waktu

 

1.

Pembentukan konsep

 
 

Fase 1 : membuat daftar konsep

 

Pendahuluan

Guru menunjukkan beberapa peristiwa yang menimbulkan pertanyaan bagi siswa mengenai gaya gesek.

 

15

Siswa akan menjawab, “Pernah bu, kalau berjalan saat hujan akan lebih licin.”

menit

 

Pernahkan kalian berjalan saat

hujan dan tidak hujan? Apa perbedaan ketika berjalan dikedua kondisi tersebut?” pernahkan kalian bermain ski es? “ bagaimana rasanya saat bermain ski es? Bisakah kalian berjalan dengan tegak saat bermain ski es? Guru mulai mengajukan pertanyaan yang menimbulkan permasalahan pada siswa, “mengapa terdapat perbedaan saat kalian berjalan saat tidak hujan, saat hujan, dan saat berjalan di atas es? Apakah yang menyebabkan hal tersebut?” Guru bertanya kembali dengan kasus lain

tidak bisa bu, berjalan saat bermain ski es lebih licin bu, dan akan sering terjatuh.

 

Saat kita menggunakan troli untuk membawa barang belanjaan, mana yang lebih berat saat troli kosong atau troli terisi penuh?

siswa

akan

menjawab,

saat

troli

penuh

bu akan

lebih sulit

untuk

mendorongnya

 

\

 

Keitka siswa sudah menjawab guru bertanya, Mengapa hal ini dapat terjadi? Apa saja hal-hal yang mempengaruhi hal tersebut?

Kegiatan Inti

 

Fase 2 : Pengelompokkan konsep berdasarkan karakteristik

 

30

 

menit

Guru mempersiapkan sebuah mobil mainan dan berbagai macam kertas sebagai lintasan untuk percobaan, seperti kertas

siswa dibimbing untuk melakukan percobaan dengan menggerakkan mobil mainan pada ketiga lintasan pada posisi lurus.

Siswa

mengelompokkan

gerakan

karton, kertas amplas, dan kardus

Guru mengingatkan siswa untuk memperhatikan keadaan mobil mainan saat begerak, mobil mainan mana yang bergerak lebih cepat saat melintasi ketiga lintasan berbeda bahan tersebut.

mobil dari yang lebih cepat sampai yang lebih lambat.

 

Fase 3 : Pemberian label/katagorisasi

 

Guru mengoreksi catatan siswa apakah siswa member label/ katergori dengan benar

Siswa mencatat bahan bahan dari lintasan tersebut ke dalam kategori lintasan yang membuat mobil bergerak lebih cepat, cepat, dan lambat. Siswa akan menjawab yaitu gaya dorong bu Siswa akan mengetahui bahwa gaya tersebut adalah gaya gesek

Guru menggambarkan gaya gaya yang bekerja pada mobil yang diam dan bergerak lalu bertanya, “terdapat gaya apa saja ketika kita mendorong mobil?”

Guru mengingatkan terdapat gaya lain yang terdapat pada mobil bergerak yang arahnya berlawanan dengan gaya dorong

 
 

2.

Interpretasi data

 

35

 

menit

 

Mengidentifikasi hubungan

 

Guru membimbing siswa untuk mengambil data dari percobaan yang dilakukan dengan meminta siswa melakukan percobaan hubungan antara pengaruh jenis permukaan benda terhadap gaya gesek benda serta pengaruh berat benda terhadap kecepatan benda dan gaya gesek benda

Siswa secara berkelompok diberikan LKS (Lembar Kerja siswa) untuk memberikan petunjuk melakukan percobaan Siswa mengukur berat benda lalu mengambil data gaya gesek dan jenis permukaan benda dari percobaan Pada percobaan siswa menarik balok dengan alaat pengukur gaya gesek, lalu menambahkan balok yg lain dan diukur gaya geseknya

 

Menjelaskan dimensi-dimensi dan hubungannya

 

guru

membimbing

siswa

dalam

Siswa mencatat pada tabel pengamatan berat benda dan gaya

 

mendapatkan data dan memeriksa

 

catatan siswa agar data yang didapatkan menunjukkan hubungan antara koefisien gesekan dengan kasar atau halusnya permukaan benda yang bergesekan

gesek dari jenis permukaan benda yang berbeda Siswa mendapatkan hubungan antara besarnya koefisien gesekan bergantung pada kasar atau halusnya permukaan benda yang bergesekan dan berat benda terhadap kecepatan benda

 

Penutup

Membuat Kesimpulan

 

guru mengarahkan siswa membuat kesimpulan dengan bertanya “bagaimana hubungan antara besarnya koefisien gesekan dengan gerakan mobil dan dengan tingkat kekasaran bahan lintasan mobil atau balok?”

Siswa mendapatkan hasil dari yang telah dilakukan, yaitu mendorong mobil pada lintasan yang berbeda jenis permukaannya, siswa mengetahui mana yang memiliki koefisein gesek paling besar Siswa dapat mengurutkan lintasan yang memiliki koefisien gesek dari yang terkecil sampai terbesar. Dari hasil percobaan siswa juga mengetahui gaya gesek dari yang kecil sampai yang besar sesuai dengan jenis permukaan Siswa menyimpulkan bahwa semakin besar koefisien gesekan suatu benda, maka semakin kasar permukaan lintasan mobil dan semakin besar gaya gesek maka gerakan mobil akan semakin lambat lintasanya serta berat dari suatu benda juga mempengaruhi gaya geseknya.

10

menit

PERTEMUAN kEDUA

Kegiatan

Deskripsi

 

Alokasi

Kegiatan Guru

Kegiatan Peserta Didik

Waktu

Pendahuluan

Guru bertanya untuk mengingatkan siswa kesimpulan pembelajaran sebelumnya

Siswa

menjawab

kesimpulan

dari

15

pembelajaran sebelumnya

menit

Kegiatan Inti

 

Aplikasi prinsip

 
 

Fase 1 : Membuat hipotesis

30

 

menit

guru bertanya pada siswa,

Siswa melakukan percobaan dengan menempatkan balok pada ujung atas bidang dan mengatur sudut agar balok mulai bergerak siswa mulai membuat hipotesis (dugaan) awal bahwa semakin kasar permukaan bidang suatu bahan maka semakin lambat gerak benda pada lintasan tersebut dan gerakan mobil pada lintasan bidang miring lebih cepat daripada lintasan lurus

“bagaimana jika mobil yang lintasannya berupa kertas karton, kertas amplas, dan kardus namun pada bidang miring? bagaimana perbedaan koefisien geseknya dengan lintasan yang lurus?“ Guru mempersiapkan bahan dan alat yang diperlukan seperti balok, kayu bidang miring yang sudah diikat dengan katrol

Guru mengingatkan siswa agar memperhatikan kecepatan mobil mainan bergerak pada ketiga lintasan tersebut, apakah terdapat perbedaan di antara ketiganya dan mencatat sudut kemiringan lintasan.

Fase 2: Menjelaskan teori yang mendukung hipotesis

guru mengamati informasi yang didapat siswa dan mencatat siswa yang aktif mencari informasi, jika rumus yang didapat benar maka guru memerikan penguatan dan jika siswa kurang tepat mendapat rumus yang benar maka guru mengarahkan pada rumus yang

benar untuk mencari koefisien gaya gesek pada bidang miring.

siswa mencari informasi pada sumber atau bahan ajar mengenai rumus mencari koefisien gesekan pada bidang miring yaitu

=0 . cos = 0 = cos . = , sin = dan =
=0 .
cos = 0
=
cos .
=
,
sin
=
dan
=
 

Fase 3 : Menguji hipotesis

Jika hipotesis siswa benar, guru memberikan penguatan pada hipotesis siswa dan jika hipotesis siswa tidak

Jika hipotesis siswa benar, guru memberikan penguatan pada hipotesis siswa dan jika hipotesis siswa tidak sesuai maka guru memberikan jawaban hipotesis yang benar bahwa semakin kasar permukaan bidang suatu bahan maka semakin lambat gerak benda pada lintasan tersebut dan gerakan mobil pada lintasan bidang miring lebih cepat daripada lintasan lurus.

Siswa melakukan percobaan dengan menempatkan mobil pada ujung bidang miring dan melepaskannya lalu mencatat waktu yang diperlukan mobil untuk sampai ke ujung lintasan, mencatat jarak yang ditempuh mobil dan sudut kemiringan pada bidang miring. Lalu siswa melakukan perhitungan untuk mendapatkan koefisien gaya gesek pada bidang miring dari rumus yang sudah didapatkan. Siswa membandingkan hasil perhitungan koefisien gaya gesek dengan hipotesis

miring dari rumus yang sudah didapatkan. Siswa membandingkan hasil perhitungan koefisien gaya gesek dengan hipotesis

Catatan Kepala Sekolah

Kepala SMA

NIP.

Mengetahui,

Guru Fisika

Siti Nurhasanah

I.

Penilaian

1. Teknik dan Bentuk Instrumen

Teknik

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar penilaian Sikap

Portofolio

Laporan hasil explorasi dan diskusi berupa hardcopy (tulis tangan)

Tes Tertulis

Tes tertulis bentuk 10 pilihan ganda dan 5 soal uraian

DAFTAR PUSTAKA

Gianoli, Douglas C. 1998. Fisika Edisi Lima Jilid1. Jakarta: Erlangga H. Syaiful Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran. (Bandung : Alfa Beta, 2012) Hal : 76

Prince, Michael and Richard FelderThe Many Faces of Inductive Teaching an LearningJournal of CollegeScience Teaching, Vol. 36, No. 5, March/April 2007.

Lembar Penilaian Kognitif

Hari, tanggal : Kelas/Semester : Sekolah : Materi : Nomor Soal Nilai Akhir Nama Siswa
Hari, tanggal
:
Kelas/Semester :
Sekolah
:
Materi
:
Nomor Soal
Nilai
Akhir
Nama Siswa
No
Pilihan
Essay
Ganda
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

Keterangan:

Pilihan Ganda : Jumlah jawaban benar x 1

Essay

: Jumlah benar x 2

Nilai Akhir = (Nilai Pilihan Ganda + Nilai Essai ) / 2

LP-2

Format Penilaian Kinerja

Rubrik: Rubrik ini digunakan sebagai acuan untuk menilai kinerja siswa pada waktu mengerjakan tugas tugas dan kerja ilmiah

Skor

Kemampuan/keterampilan yang dinilai Skor

Kemampuan mengorganisasi tugas, kerja, atau kegiatan

Ketepatan melaksanakan tugas

 

Siswa mempunyai pemahaman yang jelas tentang maksud tugas yang diberikan.

Ia mampu mengorganisasikan tugas dengan cara yang logis sesuai dengan suruhan yang

siswa mengamati, mengukur, mencatat dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya dengan benar dan aman.

5

diberikan.

4

Siswa membutuhkan sedikit bantuan untuk memahami tujuan kegiatan, tugas atau percobaan.

Ia mampu mengikuti instruksi, tapi membutuhkan beberapa bantuan dalam mengembangkan prosedur kerja/ kegiatan yang logis

Pengamatan, pengukuran, dan hasil kegiatan lainnya pada umumnya memuaskan, tapi masih ada kesalahan dalam ketepatan mencatat atau membahas.

 

Siswa membutuhkan bantuan secukupnya untuk memahami tujuan kegiatan, tugas atau percobaan, serta dalam mengorganisasikan kerjanya.

Ia mampu mengikuti tugas/instruksi jika diberikan sejumlah bantuan yang berarti

Siswa banyak melakukan

3

kesalahan, baik pencatatan, dan ketepatan dalam pencatatan atau pun hasil kerja lainnya

2

Siswa banyak bergantung pada bantuan dan dukungan agar mampu memahami tujuan tugas/ kegiatan yang diberikan, dan melakukannya.

Bantuan tetap dibutuhkan walaupun dalam instruksi yang sederhana. Ketidaktepatan dalam pengamatan, pengukuran atau unsur-unsur hasil kerja lainnya.

Banyak pengamatan /unsur- unsur bahasan luput diamati atau tidak dicatat/dibahas/ dikerjakan.

 

Tidak memahami tujuan kegiatan, tugas atau percobaan yang diberikan serta tidak mampu melaksanakan walaupun dengan

Siswa tidak mampu mengikuti suruhan/instruksi dari tugas yang diberikan.

Pengamatan, pengukuran atau unsur-unsur hasil kerja lainnya tidak benar atau relevan dengan tugasnya

1

bantuan.

1 bantuan.
1 bantuan.

Lembar Penilaian Kinerja

No Nama Siswa Tugas Kerja Ilmiah Diskusi 1 2 3 4 5 1 2 3
No
Nama Siswa
Tugas
Kerja Ilmiah
Diskusi
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

LP-2B

LEMBAR PENILAIAN DISKUSI DAN PRESENTASI

Rubrik : digunakan untuk menilai kegiatan diskusi

Nilai 5 : Bila siswa berperan aktif dalam diskusi baik bertanya maupun menjawab, mampu mengajukan pertanyaan tingkat tinggi dan ide-ide baru.

Nilai 4 : Siswa aktif dalam diskusi baik bertanya maupun menjawab mampu mengajukan pertanyaan tingkat tinggi tapi tidak ada ide baru.

Nilai 3 : Siswa aktif dalam diskusi baik bertanya maupun menjawab, mampu mengajukan pertanyaan tingkat rendah

Nilai 2 : Siswa kurang aktif dalam diskusi hanya sesekali bertanya

Nilai 1 : siswa pasif dan tida mengajukan pertanyaan maupun memberikan jawaban

Lembar Penilaian Diskusi dan Presentasi

No Nama Siswa Tugas Kerja Ilmiah Diskusi 1 2 3 4 5 1 2 3
No
Nama Siswa
Tugas
Kerja Ilmiah
Diskusi
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

LP-3

PENILAIAN AFEKTIF

Lembar ini disusun untuk mengetahui sikap siswa selama mengikuti pembelajaran fisika.

Nama: No. Aspek sikap Skala sikap 1 2 3 4 5 Karakter 1 Logis Berpendapat
Nama:
No.
Aspek sikap
Skala sikap
1
2
3
4
5
Karakter
1
Logis
Berpendapat yang didasari argument
Membuat hubungan sebab akibat
Aktivitas yang dilakukan memiliki tujuan yang jelas
2
Berpikir kreatif
Melakukan tindakan yang bersifat analisis
Melakukan tindakan yang bersifat sintesis
Mampu menentukan pilihan yang dianggap paling
baik
Mampu menciptakan alternatif yang lebih baik
3
Jujur
Melakukan kegiatan (mengamati, mencatat,
menyimpulkan- keterampilan proses) dengan
obyektif
Berargumen secara obyektif
4
Bekerja teliti
5
Bertanggung jawab
6
Peduli
7
Berperilaku santun
Keterampilan Sosial
1
Bekerjasama,
2
Menyampaikan pendapat,
3
Menjadi pendengar yang baik,

4

Menanggapi pendapat orang lain

4 Menanggapi pendapat orang lain
4 Menanggapi pendapat orang lain
4 Menanggapi pendapat orang lain
4 Menanggapi pendapat orang lain
4 Menanggapi pendapat orang lain