Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Alam semesta ini kaya akan kadungan unsur-unsur kimia. Hingga saat

ini, unsur-unsur kimia berjumlah sekitar 114 unsur. Ada beberapa hal yang
mendasari pengelompokan unsur-unsur kimia, yaitu sifat logam,elektron
valensi, dan jumlah kulit elektron. Brdasarkan sifat logamnya, unsur kimia
dikelompokan menjadi logam, semilogam, nonlogam, dan gas mulia.
Berdasarkan

elektron

valensinya

unsur

kimia

dikelompokan

menjadi

golongan utama dan transisi. Golongan utama terdiri dari golongan, IA, IIA.
IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, dan VIIIA. Adapun golongan tarnsisi dapat dibagi lagi
menjadi golongan transisi dalam, lantanida dan aktinida. Berdasarkan jumlah
kulit elektron yang dimilikinya, unsur kimia dapat dikelompokan menjadi 7
periode yaitu periode 1 sampai 7. sifat logam unsur-unsur seperiode dari kiri
kekanan semakin bersifat nonlogam.
Dalam hal ini, Unsur-unsur periode ketiga memiliki sifat kimia dan
sifat fisika yang bervariasi. Unsur-unsur yang terdapat pada periode ketiga
adalah Natrium (Na), Magnesium (Mg), Aluminium (Al), Silikon (Si), Fosfor (P),
Belerang (S), Klor (Cl), dan Argon (Ar). Dari kiri (Natrium) sampai kanan
(Argon), jari-jari unsur menyusut, sedangkan energi ionisasi, afinitas
elektron, dan keelektronegatifan meningkat. Selain itu, terjadi perubahan
sifat unsur dari logam (Na, Mg, Al) menjadi semilogam/metaloid (Si),
nonlogam (P, S, Cl), dan gas mulia (Ar). Unsur logam umumnya membentuk
struktur kristalin, sedangkan unsur semilogam/metaloid membentuk struktur
molekul raksasa (makromolekul). Sementara, unsur nonlogam cenderung
membentuk struktur molekul sederhana. Sebaliknya, unsur gas mulia
cenderung

dalam

keadaan

gas

monoatomik.

Variasi

inilah

yang

menyebabkan unsur periode ketiga dapat membentuk berbagai senyawa


dengan sifat yang berbedaUnsur-unsur logam umumnya diperoleh sebagai
bijih logam dalam batuan. Alam Indonesia sangat kaya akan sumber mineral
bijih logam, karena itu perlu penguasaan teknologi untuk mengolahnya
menjadi logam yang dibutuhkan.
B.
1.
2.
3.
4.

Rumusan Masalah
Apa saja unsur-unsur periode yang ada di alam?
Jelaskan sifat fisik dan kimia unsur periode ketiga!
Bagaimana cara menguji unsur-unsur periode ketiga?
Apa saja manfaat dari unsur periode ketiga?

C.

Tujuan

1.
2.
3.

Untuk mengetahui apa saja unsur periode ke tiga di alam.


Untuk mengetahui sifat, kegunaan dan cara pembuatan.
Agar siswa lebih memahami tentang unsur periode ketiga.
BAB II
PEMBAHASAN

Unsur-unsur Periode Ketiga


Pada subbab ini, akan dibahas sifat-sifat unsur-unsur dalam satu periode. Unsur-unsur
dalam satu periode tidaklah mempunyai sifat-sifat yang mirip, tetapi sifat-sifatnya berubah
secara beraturan. Perubahan sifat unsur-unsur dalam satu periode dapat dilihat pada unsur-unsur
periode ketiga. Dari kiri ke kanan sifat unsur periode ketiga berubah ddari logam metaloid
nonlogam dan gas mulia.
Logam
Na-Mg-Al

Metaloid
Si

Nonlogam
P-S-Cl

Gas Mulia
Ar

Sifat- sifat unsur-unsur periode ketiga sebagai berikut :


Unsur
Nomor atom
Konfigurasi
Elektron K LM
Energi ionisasi
(KJ/mol)
Titik Cair, 0 C
Titik Didih, 0 C
Struktur

Tingkat oksidasi
tertinggi
Afinitas elektron
(KJ/mol)
keelektronegatifan

Na
11
2
8
1
496

Mg
12
2
8
2
738

Al
13
2
8
3
578

97,8
883
Kristal
logam

649
1.090
Krista
l
logam

660
2.467
Krista
l
logam

+1

+2

-53
0,9

Si

Cl

Ar

14
2
8
4
786

15
2
8
5
1.012

16
2
8
6
1.000

17
2
8
7
1.251

18
2
8
8
1.527

44
280
Molekul
poliato
m

113
445
Molekul
poliatom

-101
-35
Molekul
diatom

-184,2
-185,7
Molekul
monoatom

+3

1.410
2.680
Kristal
kovale
n
raksasa
+4

+5

+6

+7

230

-44

-134

-72

-200

-349

35

1,2

1,5

1,8

2,1

2,5

3,0

A. Macam Macam Unsur Perioda Ke-Tiga


Unsur periode ketiga dalam sistem periode unsur terdiri dari delapan unsur yaitu Natrium
(Na), Magnesium (Mg), Aluminium (Al), Silikon (Si), Fosfor (P), Sulfur (S), Klorin (Cl) dan
Argon (Ar). Unsur tersebut terletak dalam golongan yang berlainan, berikut tabel mengenai letak
unsur periode 3;
Na

Mg
Logam

Al

IA,IIA,IIIA
Cl

Si

Al

Si
Metaloid
IVA
Mg

S
Cl
Nonlogam

Ar
Gas mulia

VA,VIA,VIIA
Na

Ar

VIIIA
P

Gambar unsur periode 3.


a.

Natrium (Na)
Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Na dan
nomor atom 11. Natrium adalah logam reaktif yang lunak, keperakan, dan seperti lilin, yang
termasuk ke logam alkali yang banyak terdapat dalam senyawa alam (terutama halite). Dia
sangat reaktif, apinya berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air,
sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reaktif, natrium hampir tidak pernah
ditemukan dalam bentuk unsur murni.
Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas.
Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung sebanyak 2.6% di
kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur terbanyak dalam grup logam alkali.
b. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang terletak pada golongan IIA,
memiliki simbol Mg dan nomor atom 12 serta berat atom 24,31. Magnesium adalah elemen
terbanyak kedelapan yang membentuk 2% berat kulit bumi, serta merupakan unsur terlarut
ketiga terbanyak pada air laut. Logam alkali tanah ini terutama digunakan sebagai zat campuran
(alloy) untuk membuat campuran alumunium-magnesium yang sering disebut "magnalium" atau
"magnelium".
C.

Aluminium (Al)
Aluminum ialah unsur kimia dalam tabel periodik unsur yang terletak pada golongan IIIA,

dengan simbol Al dan nomor atom 13. Aluminium adalah

logam yang paling berlimpah,

merupakan konduktor listrik yang baik, terang dan kuat serta tahan terhadap korosi. Aluminium
dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan
bermacam-macam penampang. Aluminium banyak digunakan dalam kabel bertegangan tinggi,
bingkai jendela dan badan pesawat terbang, ditemukan di rumah sebagai panci, botol minuman
ringan, tutup botol susu. Aluminium juga digunakan untuk melapisi lampu mobil.
d. Silikon (Si)
Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Si dan nomor
atom 14. Merupakan unsur terbanyak kedua di bumi. Senyawa yang dibentuk bersifat
paramagnetik. Unsur kimia ini dtemukan oleh Jns Jakob Berzelius. Silikon hampir 25.7%
mengikut berat. Biasanya dalam bentuk silikon dioksida (silika) dan silikat. Silikon sering
digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik digunakan untuk mengisi bagian
tubuh pasien dalam bentuk silikone.
e. Fosfor (P)
Fosfor ialah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens (pendaran yang terjadi
walaupun sumber pengeksitasinya telah disingkirkan). Fosfor berupa berbagai jenis senyawa

logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau
perak, dan zink silikat (Zn2SiO4)yang dicampur dengan mangan. Kegunaan fosfor yang paling
umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu fluoresen, sementara fosfor dapat
ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the
dark).
f. Sulfur (S)
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan
nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent.
Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang
dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Sulfur
adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan
komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan
fungisida.
g. Klorin(Cl)
Klor (bahasa Yunani: Chloros, "hijau pucat"), adalah unsur kimia dengan simbol Cl dan
nomor atom 17. Dalam tabel periodik, unsur ini termasuk kelompok halogen (VIIA). Dalam
bentuk ion klorida, unsur ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam
dalam jumlah yang sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk
kehidupan, termasuk manusia. Dalam bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat
beracun. Dalam bentuk cair atau padat, klor sering digunakan sebagai oksidan, pemutih, atau
desinfektan.
h. Argon (Ar)
Argon adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ar dan nomor atom
18. Gas mulia ke-3, di periode 8, argon membentuk 1% dari atmosfer bumi.
Nama "argon" berasal dari kata Yunani berarti "malas" atau "yang tidak aktif", sebuah
referensi untuk fakta bahwa elemen hampir tidak mengalami reaksi kimia. Oktet lengkap
(delapan elektron) di kulit atom terluar membuat argon stabil dan tahan terhadap ikatan dengan
unsur-unsur lainnya. Titik triple suhu 83,8058 K adalah titik tetap yang menentukan dalam Skala
Suhu Internasional 1990.

B.
1.

Sifat-sifat Unsur Periode Ketiga


Sifat Fisik Unsur Periode Ketiga
Data sifat periodic unsur-unsur periode ketiga
Sifat

Na

Mg

Al

Si

Cl

Ar

Senyawa
Nomor atom

11

12

13

14

15

16

17

18

Elektron

35

352

valensi
Jari-jari

1,86

1,6

3523p1

352p

3523p 3523

3523p 3523p

1,43

32
1,17

1,10

p4
1,04

0,99

0,97

atom

Energi

495,

737

ionisasi(Kj/

,7

ma)
Keelektrone

0,93

1,3

97,8

1
648

,8

gatifan
Titik leleh
(0C)
Titik didih

903,

1,1

05

577,6

786,

1011,

999,

1,61

1,90

2,19

2,58

3,16

660,37

1,41

44,1

119,0

0
2467

2,35

1251, 1520,

100,9 189,2
280

44,6

8
-34,6

185,7

Berdasarkan tabel tersebut, kita dapat mengetahui bahwa dari kiri ke kanan, jumlah
elektron valensi semakin banyak, sedangkan jumlah kulitnya tetap. Akibatnya, jari-jari atom
semakin kecil sehingga semakin sukar melepaskan elektron (ionisasinya semakin besar). Harga
keelektronegatifan unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin besar dan sebaliknya, harga
keelektropositifan semakin kecil. Unsur Na, Mg, Al, Si, P, S berwujud padat pada suhu kamar
karena unsur-unsur tersebut memiliki harga (t.l) dan (t.d) di atas suhu ruangan (di atas 250C).
Sedangkan unsur Cl dan Ar berwujud gas karena memiliki (t.l) dan (t.d) di bawah suhu ruangan.
Dalam periode ketiga, letak logam disebelah kiri, makin ke kiri sifat logam semakin reaktif, Na
>Mg> Al. Jadi Na paling reaktif.
2.

Sifat Kimia Unsur Periode Ketiga


Unsur unsur periode ketiga memiliki keteraturan sifat secara berurutan dari kiri kekanan

sebagai berikut :
a.

Sifat Pereduksi dan Sifat Pengoksidasi


Sifat pereduksi semakin bertambah, sedangkan sifat pengoksidasi unsur - unsur periode ke
tiga ini dapat anda lihat dari harga potensial reduksinya.
Table potensial reduksi standart unsur-unsur periode ketiga.
Sifat

Na

Mg

Al

Si

-2,711

-2,375 -1,706 -

Cl

Ar

Senyawa
0,13

-0,276 -0,508 +1,35

Dari kiri ke kanan unsur periode ketiga memiliki harga potensial reduksi 5 standart yang
semakin positif sehingga sifat pereduksinya semakin berkurang dan sifat pengoksidasinya
semakin bertambah.

Natrium merupakan pereduksi yang reaktif terhadap air. Sifat pereduksi magnesium lebih
lemah dibandingkan natrium. Sehingga logam Mg hanya dapat bereaksi dengan air panas.
Contoh :
2Na (5) + 2H O (l)

2Na OH (ag) + H2 (g)

Sedangkan silicon memiliki sifat pereduksi

lebih lemah dibandingkan aluminium

sehingga silicon yang bereaksi dengan oksidator kuat, seperti oksigen dan klorin.
Contoh :
Si (5) + O2 (g) Si O2 (5)
b.

Sifat Logam dan Nonlogam


Unsur-unsur periode ketiga, seperti Na, Mg, dan Al merupakan unsur logam, sedangkan

unsur-unsur P, S, dan Cl merupakan unsur nonlogam. Adapun Si merupakan unsur yang memiliki
sifat peralihan antara unsur logam dan nonlogam sehingga disebut unsur metalloid (semi logam).
Argon (Ar) termasuk golongan gas mulia yang bersifat insert (sulit bereaksi) sehingga tidak
dibahas lebih lanjut dalam bab ini.
c. Sifat Asam-Basa
Sifat asam berkaitan dengan sifat non logam,sedangkan sifat basa berkaitan dengan
logam. Sifat basa atau sifat asam dari suatu unsur bergantung pada konfigurasi electron dan
harga ionisasi unsur - unsur tersebut.
Sifat Basa
Dari kiri ke kanan, unsur - unsur periode ketiga memiliki harga ionisasi yang semakin
besar sehingga semakin sukar melepas electron. Penyebabnya electron Dari unsur tersebut akan
kurang tertarik kea rah atau oksigen sehingga kecenderungan untuk membentuk ion OH menjadi
berkurang.
Contoh :
M OH M+ + OHJadi, dari kiri kekanan sifat basa usnur periode ketiga semakin lemah.
Hidroksida unsur periode ketiga dapat dinyatakan sebagai M(OH)x, dengan M= unsur
periode ketiga ( kecuali argon ), dan x =nomor golongan. Hidroksida unsur periode ketiga terdiri
atas NaOH, Mg(OH)2, Al(OH)3, Si(OH)4, P(OH)5, S(OH)6, dan Cl(OH)7. Namun Si(OH)4,
P(OH)5, S(OH)6, dan Cl(OH)7 tidak stabil. Hidroksida-hidroksida itu melepas satu, dua, atau tiga
molekul air.
Si(OH)4

SiO(OH)2 atau H2SiO3 + H2O

P(OH)5

PO(OH)3 atau H3PO4 +H2O

S(OH)6

SO2(OH)2 atau H2SO4 + 2H2O

Cl(OH)7

ClO3OH atau HclO4 + 3H2O

Sifat hidroksida unsur ketiga bergantung pada pebedaan keelektronegatifan dari unsur
periodeketiga dan oksigen. Jika perbedaan itu besar, maka ikatanM-O bersifat ionikdan
hidroksida bersifat basa, dalam air melepas ion OH.
M+ + OH

MOH

Sebaliknya, jika perbedaan itu kecil, maka ikatan ion M-O akan bersifat kovalen dan tidak dapat
lagi melepas ion OH. Oleh karena ikatan O-H bersifat polar, maka ikatan itu dapat mengalami
hidrolisis, sehingga melepas ion H+ dan larutannya bersifat asam.
MO + H+

MOH

Dari natrium ke klorin energi ionosasi bertambah. Oleh karena itu, sifat basa berkurang dan sifat
asam bertambah. Sifat asam basa unsur periode ketiga dapat disimpulkan sbb:

Sifat asam-basa hidroksida unsur periode ketiga

Rumus kimia
hidroksida

NaOH

Mg(OH)2

Al(OH)3

Jenis ikatan

ionik

ionik

Ionikkovalen

Sifat asam-basa

Basa
kuat

Basa kuat amfoter

Si(OH)4

P(OH)5

S(OH)6

Cl(OH)7

(H2SiO3)

(H3PO4)

(H2SO4)

(HclO4)

kovalen

Kovalen kovalen

kovalen

Asam
sangat
lemah

Asam
lemah

Asam sangat
kuat

Asam
kuat

Sifat Asam
Energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin besar sehingga semakin
mudah menarik electron dari atom oksigen. Jadi dari kiri ke kana sifat asam unsur periode ketiga
semakin kuat.
Contoh :
M OH MO- + H+
Senyawa asam unsur periode ketiga, yaitu : asam siukat (H 2SiO3) asam fosfat (H3DO4)
asam sinfat (H2SO4) dan asam paklorat (HCO4). Senyawa H2SiO3 merupakan asam sangat lemah
sehingga mudah terurai menjadi senyawa SiO2 dan H2O.
C. Pengujian Unsur Unsur Periode Ketiga

1.

Reaksi dengan Air


Natrium
Natrium mengalami reaksi yang sangat eksoterm dengan air dingin menghasilkan
hidrogen dan larutan NaOH yang tak berwarna.

2.

Magnesium
Magnesium mengalami reaksi yang sangat lambat dengan air dingin, tetapi terbakar

dalam uap air. Lempeng magnesium yang sangat bersih dimasukkan ke dalam air dingin
akhirnya akan tertutup oleh gelembung gas hidrogen yang akan mengapungkan lempeng
magnesium ke permukaan. Magnesium hidroksida akan terbentuk sebagai lapisan pada
lempengan magnesium dan ini cenderung akan menghentikan reaksi. Magnesium terbakar dalam
uap air dengan nyala putih yang khas membentuk magnesium oksida dan hidrogen.
3. Aluminium
Serbuk alumunium dipanaskan dalam uap air menghasilkan hidrogen dan alumunium
oksida. Reaksinya berlangsung relatif lambat karena adanya lapisan alumunium oksida pada
logamnya, membentuk oksida yang lebih banyak selama reaksi.
4.

Silicon
Terdapat beberapa perbedaan dalam beberapa buku atau web mengenai bagaimana reaksi

silikon dengan air atau uap air. Sebenarnya hal ini tergantung pada silikon yang digunakan.
Umumnya silikon abu-abu yang berkilat dengan keadaan agak seperti logam hampir tidak
reaktif. Banyak sumber menyatakan bahwa bentuk silikon ini bereaksi dengan uap air pada suhu
tinggi menghasilkan silikon dioksida dan hidrogen.
Tapi juga mungkin untuk membuatnya menjadi bentuk silikon yang lebih reaktif yang
akan bereaksi dengan air dingin menghasilkan produk yang sama.
5.

Fosfor dan sulfur


Fosfor dan sulfur tidak bereaksi dengan air.

6.

Klor
Klor dapat larut dalam air untuk beberapa tingkat membentuk larutan berwarna bijau.

Terjadi reaksi reversibel (dapat balik) menghasilkan asam klorida dan asam hipoklorit.
Reaksi dengan Oksigen
1.

Aluminium
Alumunium akan terbakar dalam oksigen jika bentuknya serbuk, sebaliknya lapisan
oksidanya

yang

kuat

pada

alumunium

cenderung

menghambat

reaksi.

Jika kita taburkan serbuk alumunium ke dalam nyala bunsen, maka akan kita dapatkan percikan.
Alumunium oksida yang berwana putih akan terbentuk.
2.

Silikon
Silikon akan terbakar dalam oksigen jika dipanaskan cukup kuat. Dihasilkan silikon
dioksida.

3.

Fosfor
Fosfor putih secara spontan menangkap api di udara, terbakar dengan nyala putih dan
menghasilkan

asap

putih

campuran

fosfor

(III)

oksida

dan

fosfor

(V)

oksida.

Proporsinya bergantung pada jumlah oksigen yang tersedia. Dengan oksigen berlebih, produk
yang dihasilkan hampir semuanya berupa fosfor (V) oksida.

Untuk fosfor (III) oksida:


Untuk fosfor (V) oksida:
4.

Sulfur
Sulfur terbakar di udara atau oksigen dengan pemanasan perlahan dengan nyala biru
pucat. Ini menghasilkan gas sulfur dioksida yang tak berwarna.

5.

Klor dan Argon


Walaupun memiliki beberapa oksida, klor tidak langsung bereaksi dengan oksigen. Argon
juga tidak bereaksi dengan oksigen.
Reaksi dengan Klor

1.

Natrium
Natrium terbakar dalam klor dengan nyala jingga menyala. Padatan NaCl akan terbentuk.

2.

Aluminium
Alumunium seringkali bereaksi dengan klor dengan melewatkan klor kering di atas
alumunium foil yang dipanaskan sepanjang tabung. Alumunium terbakar dalam aliran klor
menghasilkan alumunium klorida yang kuning sangat pucat. Alumunium klorida ini dapat
menyublim (berubah dari padatan ke gas dan kembali lagi) dan terkumpul di bagian bawah
tabung saat didinginkan. Silikon. Jika klor dilewatkan di atas serbuk silikon yang dipanaskan di
dalam tabung, akan bereaksi menghasilkan silikon tetraklorida. Silikon tetraklorida adalah cairan
yang tak berwarna yang berasap dan dapat terkondensasi.

3.

Silikon
Jika klor dilewatkan di atas serbuk silikon yang dipanaskan di dalam tabung, akan
bereaksi menghasilkan silikon tetraklorida. Silikon tetraklorida adalah cairan yang tak berwarna
yang berasap dan dapat terkondensasi.

4.

Fosfor
Fosfor putih terbakar di dalam klor menghasilkan campuran dua klorida. Fosfor (III)
klorida dan fosfor (V) klorida (fosfor triklorida dan fosfor pentaklorida). Fosfor (III) klorida
adalah cairan tak berwarna yang berasap. Fosfor (V) klorida adalah padatan putih (hampir
kuning).

5.

Sulfur
Jika aliran klor dilewatkan di atas sulfur yang dipanaskan, akan bereaksi menghasilkan
cairan berwarna jingga dengan bau tak sedap, disulfur diklorida, S2Cl2.

6.

Klor dan Argon


Tidak bermanfaat bila kita membicarakan klor bereaksi dengan klor lagi dan argon tidak
bereaksi dengan klor.

D.
1.

Manfaat dari Unsur Periode Ketiga


Natrium (Na)
Manfaat :
Dipakai dalam pebuatan ester

NaCl digunakan oleh hampir semua makhluk

Na-benzoat dipakai dalam pengawetan makanan

Na-glutamat dipakai untuk penyedap makanan

Isi dari lampu kabut dalam kendaraan bermotor

NaOH dipakai untuk membuat sabun, deterjen, kertas

NaHCO3 dipakai sebagai pengembang kue

Memurnikan logam K, Rb, Cs

2.

3.

4.

NaCO3 Pembuatan kaca dan pemurnian air sadah

Magnesium (Mg)
Manfaat :

Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen

Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum

Pemisah sulfur dari besi dan baja

Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan

Untuk membuat lampu kilat

Sebagai katalis reaksi organik

Alumunium (Al)
Manfaat :

Banyak dipakai dalam industri pesawat

Untuk membuat konstruksi bangunan

Dipakai pada berbagai macam aloi

Untuk membuat magnet yang kuat

Tawas sebagai penjernih air

Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat luar angkasa

Membuat berbagau alat masak

Menghasilkan permata bewarna-warni: Sapphire, Topaz, dll

Silikon (Si)
Manfaat :

Dipaki dalam pembuatan kaca

Terutama dipakai dalam pembuatan semi konduktor

Digunakan untuk membuat aloi bersama alumunium, magnesium, dan tembaga

Untuk membuat enamel

Untuk membuat IC

5.

6.

7.

8.

Fosforus (P)
Manfaat :

Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen

Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum

Pemisah sulfur dari besi dan baja

Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan

Untuk membuat lampu kilat

Sebagai katalis reaksi organik

Sulfur (S)
Manfaat :

Dipakai sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat

Digunakan dalam baterai

Dipakai pada fungisida dan pembuatan pupuk

Digunakan pada korek dan kembang api

Digunakan sebagai pelarut dalam berbagai proses

Klorin (Cl)
Manfaat :

Dipakai pada proses pemurnian air

Cl2 dipakai pada disinfectan

KCl digunakan sebagai pupuk

ZnCl2 digunakan sebagai solder

NH4Cl digunakan sebagai pengisi batere

Digunakan untuk menghilangkan tinta dalam proses daur ulang kertas

Dipakai untuk membunuh bakteri pada air minum

Dipakai pada berbagai macam industri

Argon (Ar)
Manfaat :

Sebagai pengisi bola lampu karena Argon tidak bereaksi dengan kawat lampu

Dipakai dalam industri logam sebagai inert saat pemotongan dan proses lainnya

Untuk membuat lapisan pelindung pada berbagai macam proses

Untuk mendeteksi sumber air tanah

Dipakai dalam roda mobil mewah:

Proses Pembuatan Unsur periode Ketiga


a. Unsur Natrium diperoleh dengan cara elektrolisis NaCl yang dicairkan dengan
katode besi dan anode karbon. Sel yang digunakan adalah sel Downs.
Natrium cair terbentuk pada katode, selanjutnya dialirkan dan ditampung

dalam wadah berisi minyak tanah. Dalam proses ini bejana elektrolisis
dipanaskan dari luar dan dijaga agar natrium yang terbentuk tidak
bersinggungan

dengan

udara,

karena

akan

terbakar.

Hasil

samping

elektrolisis ini adalah klorin


b. Unsur Magnesium diperoleh dengan cara elektrolisis lelehan magnesium
klorida. Sekarang ini, Mg juga dapat diperoleh dari air. Selain itu Mg
diperoleh juga dari reduksi MgO dengan karbon.
c. Unsur Aluminium diperoleh dari elektrolisis bauksit yang dilarutkan dalam
kriolit cair. Proses ini dikenal dengan proses Hall. Pada proses ini bauksit
ditempatkan dalam tangki baja yang dilapisi karbon dan berfungsi sebagai
katode. Adapun anode berupa batang-batang karbon yang dicelupkan dalam
campuran.
d. Unsur silikon dapat dibuat dari reduksi SiO 2 murni dengan serbuk aluminium
pada suhu tinggi.
e. Unsur Fosfor diperoleh melalui reaksi batuan fosfat dengan batu bara dan
pasir dalam pembakaran listrik. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah
air sebagai P4.
f. Unsur Belerang, cara untuk mengekstrak belerang yang dikenal dengan cara
Frasch. Pada proses ini pipa logam berdiameter 15 cm yang memiliki dua
pipa konsentrik yang lebih kecil ditanam sampai menyentuh lapisan
belerang. Uap air yang sangat panas dipompa dan dimasukkan melalui pipa
luar, sehingga belerang meleleh, selanjutnya dimasukkan udara bertekanan
tinggi melalui pipa terkecil, sehingga terbentuk busa belerang yang keluar
mencapai 99,5%.
g. Unsur Klor diperoleh dari garam klorida dengan mereaksikan zat oksidator
atau lebih sering dengan proses elektrolisis
h. Unsur Argon dihasilkan dari penyulingan bertingkat udara cair karena
atmosfer mengandung 0.94% Argon.

BAB III
PENUTUP
A.

KESIMPULAN
Unsur periode ketiga yang ada dialam yaitu Natrium (Na), Magnesium (Mg),
Aluminium (Al), Silikon (Si), Fosfor (P), Sulfur (S), Klorin (Cl) dan Argon (Ar) dan sifat unsur
periode ketiga diantaranya sifat atomik juga sifat fisis serta dapat di manfaatkan dalam
kehidupan sehari-hari.

B.

SARAN
Tidak menggunakan bahan kimia secara berlebih pada pembuatan makanan.

C.

PENUTUP
Demikian makalah yang kami buat Semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan
bagi pembaca khususnya kita semua. kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran untuk meningkatkan kualitas
makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
file:///D:/tugas/kimia/periode%203/Natrium.htm
file:///D:/tugas/kimia/periode%203/ShaRy%20AmiRa%20%20KELIMPAHAN%20UNSUR
%20PERIODE%203%20DI%20ALAM.htm
file:///D:/tugas/kimia/periode%203/Sifat-sifat%20Atomik%20dan%20Sifat-sifat%20Fisik
%20Unsur-unsur%20Periode%203%20%20%20Chem-Is-Try.Org%20%20%20Situs%20Kimia
%20Indonesia%20%20.htm
file:///D:/tugas/kimia/periode%203/3.%20Manfaat%20Unsur%20dan%20Senyawanya
%20%20%20Reni%20Kimia.htm
http://chemistry35.blogspot.com/2011/10/unsur-unsur-periode-ketiga-periode-3.html
http://pandapkrui.blogspot.com/2012/03/reaksi-reaksi-kimia-unsur-unsur-periode.html
http://chalysteeq.blogspot.com/2010/01/kelimpahan-unsur-periode-3-di-alam.html
http://nettihariani.blogspot.com/2008/07/unsur-unsur-periode-ketiga-unsur-unsur.html
http://www.nuryanto.net/2010/11/unsur-unsur-periode-ketiga.html