Anda di halaman 1dari 6

Makalah Kurikulum 2013

MAY 13, 2014 RISKYMARK

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam sejarah perjalanan pendidikan di Indonesia, kurikulum sudah
menjadi stigma negative dalam masyarakat karena seringnya berubah
tetapi kualitasnya masih tetap diragukan. Kurikulum merupakan sarana
untuk mencapai program pendidikan yang dikehendaki. Sebagai sarana,
kurikulum tidak akan berarti jika tidak ditunjang oleh sarana dan
prasarana yang diperlukan seperti sumber-sumber belajar dan mengajar
yang memadai, kemampuan tenaga pengajar, metodologi yang sesuai,
serta kejernihan arah serta tujuan yang akan dicapai. Pelaksanaan suatu
kurikulum tidak terlepas dari arah perkembangan suatu masyarakat.
Perkembangan kurikulum di Indonesia pada zaman pasca kemerdekaan
hingga saat ini terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan
zaman serta terus akan mengalami penyempurnaan dalam segi muatan,
pelaksanaan, dan evaluasinya.

Perubahan kurikulum dapat bersifat sebagian (pada kompoenen tertentu),


tetapi dapat pula bersifat keseluruhan yang menyangkut semua
komponen kurikulum. Pembaharuan kurikulum biasanya dimulai dari
perubahan konsepsional yang fundamental yang diikuti oleh perubahan
struktural. Pembaharuan dikatakan bersifat sebagian bila hanya terjadi
pada komponen tertentu saja misalnya pada tujuan saja, isi saja, metode
saja, atau sistem penilaiannya saja. Pembaharuan kurikulum bersifat
menyeluruh bila mencakup perubahan semua komponen kurikulum.
Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan
nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964,
1968, 1975, 1984, 1994, dan 2004, 2006 dan tak ketinggalan juga
kurikulum terbaru yang akan diterapkan di tahun ajaran 2013/2014.
Sebelum pelaksanaan penerapan kurikulum 2013 ini, pemerintah
melakukan uji public untuk menentukan kelayakan kurikulum ini di mata
public. Kemudian pada akhirnya di tahun 2013 akan mulai diberlakukan
kurikulum ini secara bertahap.

B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian kurikulum?
2.
Apa pengertian kurikulum 2013?
3.
Apa karakteristik Kurikulum 2013?
4.
Apa saja metode pembelajaran dalam kurikulum 2013?
5.
Apa kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013?

C. Tujuan dan Manfaat


Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas
MK. Pengkajian Kurikulum SMK dan untuk mendeskripsikan seperti apa
pengembangan kurikulum baru 2013.
Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh dari makalah ini yaitu sebagai
berikut:
1.
Manfaat Teoritis
Makalah ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan studi
perbandingan dalam upaya pembuatan makalah atau penelitian
selanjutnya yang dianggap relevan, terutama terkait masalah kurikulum
2013.
2.
Manfaat Praktis
Makalah ini diharapkan dapat menambah referensi dalam khazanah
pengetahuan tentang kurikulum 2013 bagi penulis khususnya dan
pembaca pada umunya.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kurikulum
Secara etimologis, kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latin curerer
yaitu pelari, dan curere yang artinya tempat berlari. Pada awalnya
kurikulum adalah suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari
garis start sampai dengan finish. Kemudian pengertian kurikulum tersebut
digunakan dalam dunia pendidikan, dengan pengertian sebagai rencana
dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari
peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan.

Berikut ini beberapa pengertian kurikulum yang dikemukakan oleh para


ahli:

Pengertian Kurikulum Menurut Kerr, J. F (1968): Kurikulum adalah


semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu
ataupun secara kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Pengertian Kurikulum Menurut Inlow (1966): Kurikulum adalah usaha
menyeluruh yang dirancang oleh pihak sekolah untuk membimbing
murid memperoleh hasil pembelajaran yang sudah ditentukan.
Pengertian Kurikulum Menurut Neagley dan Evans (1967): kurikulum
adalah semua pengalaman yang dirancang dan dikemukakan oleh
pihak sekolah.

Pengertian Kurikulum Menurut Beauchamp (1968): Kurikulum adalah


dokumen tertulis yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar
kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin
ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Kurikulum Menurut Good V. Carter (1973): Kurikulum


adalah kumpulan kursus ataupun urutan pelajaran yang sistematik.

Pengertian Kurikulum Menurut UU No. 20 Tahun 2003: Kurikulum


adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan nasional.
B. Pengertian Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang melakukan penyederhanaan, dan
tematik-integratif, menambah jam pelajaran dan bertujuan untuk
mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan
observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan
(mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui
setelah menerima materi pembelajaran dan diharapkan siswa kita
memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih
baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga
nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan
tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.
C. Karakteristik Kurikulum 2013
Dalam kurikulum 2013 memiliki karakteristik diantaranya:
a) Isi atau konten kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk
Kompetensi Inti (KI) satuan pendidikan dan kelas, dirinci lebih lanjut dalam
Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
b) Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai
kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (kognitif
dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang
sekolah, kelas dan mata pelajaran.
c) Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta
didik untuk suatu tema untuk SD/MI, dan untuk mata pelajaran di kelas
tertentu untuk SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK.
d) Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dijenjang pendidikan menengah
diutamakan pada ranah sikap sedangkan pada jenjang pendidikan
menengah berimbang antara sikap dan kemampuan intelektual
(kemampuan kognitif tinggi).
e) Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris (organizing elements)
Kompetensi Dasar yaitu semua KD dan proses pembelajaran
dikembangkan untuk mencapai kompetensi dalam Kompetensi Inti.

f) Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip


akumulatif saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched)
antar mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan
vertikal) diikat oleh kompetensi inti.
g) Silabus dikembangkan sebagai rancangan belajar untuk satu tema
(SD). Dalam silabus tercantum seluruh KD untuk tema atau mata
pelajaran di kelas tersebut.
h) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dikembangkan dari setiap KD yang
untuk mata pelajaran dan kelas tersebut.

D. Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013


Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan dalam proses
pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang optimal. Adapun berbagai
metode pembelajaran yang dapat digunakan pendidik dalam kegiatan
pembelajaran, antara lain:
1.
Metode ceramah
Penyampaian materi dari guru kepada siswa melalui bahasa lisan baik
verbal maupun nonverbal.
2.
Metode latihan
Penyampaian materi melalui upaya penanaman kebiasaan-kebiasaan
tertentu sehingga diharapkan siswa dapat menyerap materi secara
optimal.
3.
Metode tanya jawab
Penyajian materi pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang harus dijwab
oleh anak didik. Bertujuan memotivasi anak mengajukan pertanyaan
selama proses pembelajaran atau guru mengajukan pertanyaan dan anak
didik menjawab.
4.
Metode karya wisata
Metode penyampaian materi dengan cara membawa langsung anak didik
ke objek diluar kelas atau di lingkungan kehidupan nyata agar siswa dapat
mengamati atau mengalami secara langsung.
5.
Metode demonstrasi
Metode pembelajaran dengan cara memperlihatkan suatu proses atau
suatu benda yang berkaitan dengan bahan pembelajaran.
6.

Metode sosiodrama

Metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak didik


untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu yang terdapat
dalam kehidupan sosial.
7.
Metode bermain peran
Pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan anak
didik dengan cara anak didik memerankan suatu tokoh, baik tokoh hidup
maupun mati. Metode ini mengembangkan penghayatan, tanggungjawab,
dan terampil dalam memaknai materi yang dipelajari.
8.
Metode diskusi
Metode pembelajaran melalui pemberian masalah kepada siswa dan siswa
diminta untuk memecahkan masalah secara kelompok.
9.
Metode pemberian tugas dan resitasi
Merupakan metode pembelajaran melalui pemberian tugas kepada siswa.
Resitasi merupakan metode pembelajaran berupa tugas pada siswa untuk
melaporkan pelaksanaan tugas yang telah diberikan guru.
1.
Metode eksperimen
Pemberian kepada siswa untuk pencobaan.
1.
Metode proyek
Membahas materi pembelajaran ditinjau dari sudut pandang lain.

Adapun prinsip dalam pemilihan dalam metode pembelajaran adalah


disesuaikan dengan tujuan, tidak terikat pada suatu alternatif,
penggunaannya bersifat kombinasi. Faktor yang menentukan dipilihnya
suatu metode dalam pembelajaran antara lain:
1.

Tujuan pembelajaran

2.

Tingkat kematangan anak didik

3.
Situasi dan kondisi yang ada dalam proses pembelajaran
E. Kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013.
Kelebihan Kurikulum 2013
1.
Lebih menekankan pada pendidikan karakter. Selain kreatif dan
inovatif, pendidikan karakter juga penting yang nantinya terintegrasi
menjadi satu. Misalnya, pendidikan budi pekerti luhur dan karakter
harus diintegrasikan kesemua program studi.
2.
Asumsi dari kurikulum 2013 adalah tidak ada perbedaan antara
anak desa atau kota. Seringkali anak di desa cenderung tidak diberi
kesempatan untuk memaksimalkan potensi mereka.

3.

Merangsang pendidikan siswa dari awal, misalnya melalui jenjang


pendidikan anak usia dini.
4.
Kesiapan terletak pada guru. Guru juga harus terus dipacu
kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan calon guru
untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus.
Kelemahan Kurikulum 2013
1.

Pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki


kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013. Guru juga tidak pernah
dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013.
2.
Tidak ada keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan
hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena
kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan.
3.
Pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS dalam mata pelajaran
Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar tidak tepat, karena
rumpun ilmu pelajaran-pelajaran tersebut berbeda.

BAB III
KESIMPULAN

Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya,


setiap kurikulum pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
oleh karena kita harus tetap mendukung upaya pemerintah untuk
memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia demi menciptakan peserta
didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan sesuai dengan
pancasila demi memenuhi perkembagan zaman.
DAFTAR
PUSTAKAhttp://jabercaemdanunyuweb.blogspot.comhttp://bulekh.
blogspot.comhttp://ferdikakinestetik.blogspot.com
https://riskymark.wordpress.com/2014/05/13/makalah-kurikulum-2013/